1,723,720 research outputs found
Jejak Dakwah Syekh H. Baihaqi di Aceh Singkil
Da'wah is a noble task and has been explained in the Qur'an, the implementation of Da'wah itself can be carried out through various methods so that it can be achieved as expected. the scholars in carrying out da'wah have their own methods and characteristics, according to the conditions of the audience in the field and their abilities, so that when tracing the da'wah traces of the scholars, of course there are many differences. in this study the author raises the title Da'wah Traces of Sheikh H. Baihaqi in Aceh Singkil, which aims to find out how the da'wah traces and methods of implementing Da'wah carried out by Sheikh H. baihaqi. The type of research that the author uses is field research, through the History approach, where sources are obtained, through direct observation and observation, as well as other sources related to this research. from the research conducted, the author found that Sheikh H. Baihaqi had prepared himself before plunging into the wider community from various sides, including economic preparation, while the da'wah model carried out by the model of da'wah Bil lisan and da'wah bil hal, which is oriented towards the interests of the people, so as to give birth to a generation of knowledge and fait
KONSEP KEMANDIRIAN ANAK DALAM KARYA IHSAN BAIHAQI IBNU BUKHARI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM
ABSTRAK
Buku yang berjudul Mengajarkan Kemandirian Pada Anak
merupakan yang ditulis oleh Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari. Buku ini
menceritakan tentang kisah nyata dari pengarang yaitu Ihsan Baihaqi.
Ihsan Baihaqi menyampaikan dakwahnya melalui buku ini yang
dituangkan dalam bentuk tulisannya untuk mengajak masyarakat
menjadi orang tua yang shaleh.
Kemandirian sangat penting dalam kehidupan seseorang, karena
dengan kemandirian anak bisa menjadi lebih bertanggung jawab
dalam memenuhi kebutuhannya serta menumbuhkan rasa percaya diri
pada anak. Seorang anak yang memiliki rasa kemandirian akan
mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan serta keadaan
lingkungan anak itu sendiri dan dapat mengatasi kesulitan yang
terjadi. Anak-anak yang memiliki kemandirian secara normal akan
cenderung lebih positif dimasa depannya. Mendidik anak merupakan
upaya yang penuh tantangan dan harapan bagi orang tua. Seiring
dengan bertambahnya usia anak, orang tua harus terus belajar
mendampingi mereka agar menjadi sosok yang berkarakter.
Kemandirian anak sangat diperlukan dalam rangka membekali mereka
untuk menjalani kehidupan yang akan datang. Kemandirian
merupakan salah satu aspek yang harus dimiliki oleh setiap anak,
karena dapat mempengaruhi aktivitasnya juga berfungsi untuk
membantu mencapai tujuan hidupnya. Adapun rumusan masalah pada
skripsi ini adalah Bagaimana Konsep Kemandirian Anak Dalam
Karya Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari Dan Relevansinya Dengan
Pendidikan Islam?.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif
dengan jenis penelitian library research, yaitu penelitian yang
digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan
bermacam-macam materi yang terdapat diperpustakaan. Penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui konsep kemandirian anak dan
relevansinya dengan pendidikan Islam yang terkandung dalam buku
„mengajarkan kemandirian pada anak‟ karya Ihsan Baihaqi Ibnu
Bukhari, agar kemudian dapat dijadikan acuan dalam mengajarkan
kemandirian terhadap anak khususnya pada generasi saat ini.
iii
Adapun hasil penelitian menunjukkan 1) Aspek-Aspek
pendidikan Islam diantaranya yaitu metode, materi pendidikan, media
dan evaluasi. 2) Analisis konsep kemandirian anak menurut Ihsan
Baihaqi, Kemandirian memiliki arti kemampuan individu untuk
melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuannya sendiri.
Berdasarkan konsep kemandirian ini Ihsan Baihaqi menjelaskan
bahwa anak yang sudah mencapai kemandirian ia mampu
menjalankan atau melakukan sendiri aktivitas hidup terlepas dari
pengaruh kontrol orang lain. 3) Analisis Relevansi Kemandirian
dengan Pendidikan Islam Kemandirian dan pendidikan Islam saling
berkaitan. Dapat dilihat dari tauladan yang diberikan Rasulullah agar
memiliki sikap kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain. Hal
tersebut tentu erat hubungannya dengan kemandirian. Untuk itu
penting bagi orang tua maupun pendidik agar dapat menanamkan
sikap kemandirian pada anak sejak dini, sehingga anak dapat
menghadapi tantangan di masa depan.
Kata Kunci: KemandirianAnak, Ihsan Baihaqi, Pendidikan Islam.
iv
ABSTRACT
The book entitled Teaching Independence to Children is written
by Ihsan Baihaqi Ibn Bukhari. This book tells the true story of the
author, Ihsan Baihaqi. Ihsan Baihaqi conveys his da'wah through this
book which is poured in his writings to invite the public to become
pious parents.
Independence is very important in one‟s life, because with
independence children can become more responsible in meeting their
needs and foster self-confidence in childern. A child who has sense of
independence will be able to adjust to environment and can overcome
the difficulties that occur. Children whohave normal independence
will tend to be more positive in the future. Educate children is an
effort full of challenges and hopes for parents. Along with increasing
at the age of the child, parents must continue to learn to accompany
them to become a character with character. Children‟s independence is
very necessary in order to equip them to live a good life will come.
Independence is one aspect that must be owned by every child,
because it can affect activities also serve to help achieve his life goals.
The formulation of the problem in this thesis is how is the concept of
child independence in the work of Ihsan Baihaqi Ibn Bukhari and its
relevance to Islamic education?.
The method used in this research is qualitative with the type of
library research used to collect data and information with the help of
various materials in the library. This research was conducted to find
out the concept of child independence and its relevance to islamic
education contained in the book „teaching independence to children‟
by Ihsan Baihaqi Ibn Bukhari, so that later they can be used as a
reference in teaching independence to children, especially in the
current generation.
The results of the study show 1) Aspects of Islamic education
including methods, educational materials, media and evaluation. 2)
Analysis of the concept of child independence according to Ihsan
Baihaqi, Independence means the individual's ability to do something
according to his own abilities. Based on this concept of independence,
Ihsan Baihaqi explains that children who have achieved independence
v
are able to carry out or carry out life activities independently of the
influence of other people's control. 3) Analysis of the Relevance of
Independence with Islamic Education Independence and Islamic
education are interrelated. It can be seen from the example given by
the Prophet to have an attitude of independence and not depend on
others. This is of course closely related to independence. For this
reason, it is important for parents and educators to be able to instill an
attitude of independence in children from an early age, so that children
can face challenges in the future.
Keywords: Child independence, Ihsan Baihaqi, Islamic Educatio
Representasi Novel Siti Nurbaya sebagai Pengejawantahan Mimikri Budaya
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan Representasi Novel Siti Nurbaya sebagai Pengejawantahan Mimikri Budaya dengan menggunakan perspektif Strkturalisme Genetik. Mimikri budaya tersebut diuraikan dan dianalisis dengan teori sosiologi sastra khususnya strukturalisme genetik. Hal yang dikaji dalam penelitian ini adalah nasionalisme, adat, dan budaya yang terejawantahkan dalam karya sastra terutama novel Siti Nurbaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif sintesis. Kata Kunci: representasi novel siti nurbaya, mimikri, budayaAbstractThis study aims to reveal the Representation of Siti Nurbaya's Novel as the Embodiment of Cultural Mimicry by using the perspective of Genetic Structuralism. The cultural mimicry is described and analyzed with the sociological theory of literature, especially genetic structuralism. The things studied in this study are nationalism, customs, and culture which are embodied in literary works, especially the novel Siti Nurbaya. The method used in this research is descriptive qualitative. The data was collected by means of a literature study, while the data analysis was carried out by means of a descriptive synthesis.Keywords: novel siti nurbaya representation, mimikri, cultur
Reinterpretasi hadis poligami kajian maanil hadis: dalam Kitab Sunan Baihaqi nomer indeks 13450
Belakangan ini, poligami sudah tidak lagi tabu di mata masyarakat. Bahkan poligami sudah ada sejak zaman Rasulullah. Banyak para lelaki yang melakukan poligami dengan beberapa alasan. Namun mereka melupakan keadilan yang harus dilaksanakan oleh suami yang poligami. Dari sini penulis akan meneliti hadis tentang kebolehan poligami pada kitab sunan al-Kabir karya Imam Baihaqi. Penilitian akan mencari jawaban tentang 1) Bagaimana kehujjahan hadis poligami dalam kitab Sunan Baihaqi nomor indeks 13450? 2) Bagaimana kualitas sanad dan matan hadis poligami dalam kitab Sunan Baihaqi nomor indeks 13450? 3) Bagaimana reinterpretasi hadis poligami dalam kitab Sunan Baihaqi nomor indeks 13450? Model penelitian yang saat ini digunakan adalah kualitatif, yang mana dalam segi penyajiannya menggunakan tehnik deskriptif analisis. Penelitian ini berobjek pada kitab Sunan al-Kabir karya Imam Baihaqi yang membahas tentang kebolehan berpoligami. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu library research, yaitu menitikberatkan terhadap literature-literatur baik primer maupun sekunder. Penelitian ini memberikan jawaban yaitu, 1) Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hafidh dengan Ibnu Abbas sebagai mukharrij nya dapat dikategorikan sebagai hadis mauqufghairu mausul yaitu hadis mauquf yang sanadnya tidak bersambung. Dikatakan hadis mauquf karena sanadnya terhenti pada sahabat, yaitu Abdullah bin Abbas. Hadis mauquf tidak dapat dijadikan hujjah kecuali ada qarinah yang menjadikannya marfu’. 2) Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Hafidh dengan Ibnu Abbas sebagai mukharrij nya termasuk hadis yang sanadnya terputus. Hal ini dikarenakan Sa’id bin Jubair sebagai perawi ke sembilan tidak hidup sezaman dengan Thalhah dan juga tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa mereka pernah menjadi guru dan murid. Selain itu, kritikus hadis mengungkapkan bahwa Sa’id bin Jubair lemah dalam hafalannya. Tetapi matan dalam hadis tersebut tidak bertentangan dengan Alquran maupun hadis lain. 3) Reinterpretasi dari hadis tersebut adalah Poligami diizinkan oleh Nabi dengan mengungkapkan syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh suami karena ada beberapa hal yang menjadi akibat buruk dari poligami ini yaitu timbulnya ketidak adilan dan kecemburuan dari pihak wanita atau istri yang sangat berpengaruh kepada pelaksanaan hak dan kewajibannya sebagai seorang istri
STUDI KOMPARASI PENDIDIKAN ISLAM MASA PRENATAL MENURUT DR. H. BAIHAQI A.K. DENGAN DR. MANSUR M.A.
Anak merupakan generasi penerus bangsa, maka baik buruknya bangsa di masa depan sangat ditentukan oleh anak di masa sekarang, pendidikan prenatal adalah salah satu upaya menciptakan generasi penerus yang berkualitas sejak dini sebelum mereka dilahirkan, penelitian ini mengacu pada pendidikan islam masa prenatal menurut Dr. H. Baihaqi A.K. dalam bukunya Mendidik Anak Dalam Kandungan dan pendidikan islam masa prenatal menurut Dr. Mansur M.A. dalam bukunya Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan, beserta perbandingannya.
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kepustakaan ( library research). pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif analitik. Adapun pengumpulan data dalam penelitian ini diambil dari sumber tertulis (dokumentasi). Sumber data yang digunakan meliputi sumber primer dan sekunder. Sumber primer yaitu pemikiran Dr. H. Baihaqi A.K. dalam bukunya Mendidik Anak Dalam Kandungan dan pemikiran Dr. Mansur M.A. dalam bukunya Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan data sekunder yaitu buku-buku yang relevan, teknik pengumpulan data, uji keabsahan data, analisis data meliputi Content analisi atau analisis isi metode hermeneutic, induktif, dan metode komparasi.
Hasil penelitian dalam skripsi ini pendidikan islam masa prenatal menurut Dr. H. Baihaqi A.K. yaitu: 1) Pendidikan secara fisik: Pengaturan makanan ibu dan katan keluarga, 2) Pendidikan secara psikis atau spiritual: Memenuhi kebutuhan psikhis istri dan stimulasi islami. Sedangkan pendidikan islam masa prenatal menurut Dr. Mansur M.A. yaitu: 1) Pendidikan secara fisik: Pengaturan makanan ibu dan menjaga kesehatan ibu, 2) Pendidikan secara psikhis memberikan stimulasi islami pada anak dalam kandungan. Adapun persamaan dan perbedaannya, persamaannya yaitu: 1) Pengaturan makanan ibu dan, 2) Stimulsi islami, sedang perbedaannya yaitu: Dr. H. Baihaqi A.K menyarankan untuk mempererat ikatan keluarga dan memenuhi kebutuhan psikhis istri, sedangkan Dr. Mansur M.A. tidak membahas dua hal itu. Dan Dr. Mansur M.A. menyarankan untuk menjaga kesehatan ibu dan membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan dalam kandungan, sedangkan Dr. H. Baihaqi A.K tidak membahas dua hal itu
DERADIKALISASI KONSEP IMAN ABU BAKAR AHMAD BIN HUSAIN AL BAIHAQI DALAM KITAB SYUAB AL-IMAN
Latar belakang penelitian ini adalah pada masa sekarang isu-isu aktual tentang Radikalisme. Pemahaman radikalisme membahayakan kehidupan masyarakat. Pemahaman radikal yang terdapat pada agama Islam dikarenakan kurangnya memahami secara menyuluruh dari agama Islam, khususnya pada konsep Iman. Berbahaya apabila pemahaman radikal semakin berkembang kepada lapisan masyarakat, yang sejatinya masyarakat menginginkan kehidupan yang damai, tentram, aman, dengan adanya pemahaman radikal menyebabkan kehidupan berputar balik dari kata aman, damai, tentram. Sehingga meresahkan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu pembahasan Konsep iman Al Baihaqi dalam kitab Syu’ab Al Iman tidak hanya membahas tentang rukun iman, akan tetapi membahas 77 cabang iman. Konsep iman ini adalah sebagai penangkal paham radikal Islam atau bahasanya yaitu Deradikalisasi. Cara deradikalisasi yaitu melalui pendidikan untuk anak dengan memahami konsep-konsep iman.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar pola pemikiran Al Baihaqi dalam kitab Syu’ab Al Iman. Pengumpulan data dengan menggunaan dokumen mentelaah pemikiran Al Baihaqi, terjemahan Syu’ab Al Iman dan buku-buku lainnya. Metode analisis data menggunakan pendekatan ilmu pendidikan, dengan menggunakan metode sosio-historis yang didukung oleh data kualitatif yang di ambil dari beberapa buku, dengan melakukan mengenalisis data, dan penarikan kesimpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Konsep Iman Al Baihaqi dalam kitab Syu’ab Al Iman cara pandangan Al Baihaqi tentang Iman di bagi menjadi dua yaitu iman secara khafi dan jali, dalam pembahasan konsep iman ini yang lebih ditekankan adalah yang jali yaitu dengan memasukan cabang-cabang iman kedalam keenam rukun iman sebagai isi dari enam rukun iman. (2) deradikalisasi konsep iman Al Baihaqi dalam kitab Syu’ab Al Iman yaitu memfokuskan penjelasan-penjelasan dari rukun iman dengan disisipi beberapa perbuatan yang merupakan iman dalam pandangan secara jali. Setiap rukun iman ada beberapa pon tambahan agar proses deradikalisasi pandangan agama Islam secara menyeluruh. Seperti Iman kepada Allah ada nilai tentang Takut kepada Allah, Iman kepada Malaikat poin nilainya antara lain sikap taat kepada Allah, Iman Kepada Rasul Allah nilai deradikalisasi yaitu antara hubungan manusia, Iman kepada Kitab Allah yaitu tentang sebagai landasan hidup, Iman kepada Hari Akhir poin deradikalisasinya yaitu kita harus mewaspadai perbuatan kita, Iman kepada Qadha dan Qadar yaitu tidak sembarang untuk melakukan suatu perbuatan keji seperti membunuh
Konsep bimbingan dan konseling ibu hamil dalam menstimulasi kecerdasan janin dan metode pendekatannya menurut perspektif Baihaqi
Fetal intelligence can be influenced through stimulation and the physical and psychic health of pregnant women. Physical and psychic changes during pregnancy cause problems for pregnant women so that negative feelings arise that can inhibit the intelligence of the fetus. So there is a need for guidance and counseling for pregnant women to stimulate fetal intelligence with an approach method. This research method is a literature study by analyzing a book written by Baihaqi, 'Educating Children in the Womb'. The results of the study found that there are 11 methods of approach to stimulate the fetus according to the perspective of baihaqi, namely: prayer methods, worship methods, Qur'an methods, participation methods, compassion methods, methods of the following recitation in taklim assemblies, rewards methods, methods of dialogue and discussion, methods of tadzkirah, methods of story or storytelling, methods of songs or sholawat. Guidance and counseling of pregnant women involve midwives by paying attention to the physical and psychic efforts of pregnant women and providing knowledge and teaching pregnant women about how to stimulate brain boosters in the fetus for their intelligence with the 11 Baihaqi methods.Abstrak Kecerdasan janin dapat dipengaruhi melalui stimulasi dan kesehatan fisik dan psikis ibu hamil. Perubahan fisik dan psikis selama kehamilan menyebabkan problematika bagi ibu hamil sehingga muncul perasaan-perasaan negatif yang dapat menghambat kecerdasan janin. Sehingga perlu adanya bimbingan dan konseling ibu hamil sebagai upaya menstimulasi kecerdasan janin dengan metode pendekatan. Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan menganalisis buku yang ditulis oleh Baihaqi, ‘Mendidik Anak dalam Kandungan'. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 11 metode pendekatan untuk menstimulasi janin menurut perspektif Baihaqi, yaitu: metode doa, metode ibadah, metode qur'ani, metode mengikut sertakan, metode kasih sayang, metode mengikuti pengajian di majelis-majelis taklim, metode penghargaan, metode dialog dan diskusi, metode tadzkirah, metode kisah atau bercerita, metode lagu atau sholawat. Bimbingan dan konseling ibu hamil melibatkan bidan dengan memperhatikan upaya fisik dan psikis ibu hamil serta memberikan pengetahuan dan mengajarkan ibu hamil mengenai cara menstimulasi brain booster pada janin untuk kecerdasannya dengan ke 11 metode Baihaqi
PENGARUH MOTIVASI INSTRINSIK TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KOMITMEN DAN KINERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN ACEH JAYA
PENGARUH MOTIVASI INSTRINSIK TERHADAP KEPUASAN KERJA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KOMITMEN DAN KINERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN ACEH JAYA* Baihaqi, Ridwan, T. Meldi KesumaMagister Manajemen, Universitas Syiah Kuala, Indonesia*Corresponding Author : [email protected] ini dilakukan untuk mengetahui dan menguji pengaruh motivasi instrinsik terhadap kepuasan kerja dan implikasinya terhadap komitmen dan kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya. Populasinya adalah seluruh pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya yang berjumlah 126 orang pegawai. Penarikan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana keseluruhan populasi menjadi sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Peralatan analisis data yang digunakan yaitu uji deskriptif yaitu untuk menguji model statistik deskriptif berdasarkan nilai rerata dan uji verfikatif melalui structural equation modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan secara deskriptif motivasi instrinsik, kepuasan kerja, komitmen dan kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya sudah berjalan dengan baik; motivasi instrinsik mempengaruhi kepuasan kerja pegawai, komitmen, dan kinerja; kepuasan kerja mempengaruhi komitmen dan kinerja; motivasi instrinsik mempengaruhi komitmen melalui kepuasan kerja pegawai; dan motivasi instrinsik mempengaruhi kinerja melalui kepuasan kerja pegawai. Temuan juga membuktikan kepuasan kerja pegawai berperan sebagai parsial mediator. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa model peningkatan komitmen dan kinerja pada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya merupakan fungsi dari peningkatan motivasi intrinsik pegawai dan peningkatan kepuasan kerja pegawai.Keyword : Motivasi Instrinsik, Kepuasan Kerja, Komitmen, dan Kinerja Organisasix
- …
