1,721,003 research outputs found
Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin Thalib Lubis Dalam Bidang Pendidikan Di Sumatera Utara
Penelitian ini bertujuan untuk mengurai secara konprehenshif (1) Penerapan
Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin Thalib Lubis di Bidang Pendidikan (2) Pengaruh
dan Reputasi Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin Thalib Lubis di Bidang Pendidikan
(3) Dukungan Masyarakat Terhadap Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin Thalib Lubis
di Bidang Pendidikan (4) dan Kekuatan dan Kelamahan Kepemimpinan Syaikh H.
Bahruddin Thalib di Bidang Pendidikan.
Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka
(library research) dengan pendekatan semantik yang berarti kajian bahasa terdiri dari
struktur untuk menampakkan makna, saat makna dihubungkan dengan objek pada
pengalaman manusia. Sementara itu pendekatan kualitatif dengan menekankan teknik
deskriptif analisis pada proses komparasi kualitatif pustaka, terhadap dinamika hubungan
fenomena yang diamati dengan menggunakan logika ilmiah berdasarkan data observasi,
wawancara dan dokumentasi.
Maka penelitian ini menorehkan hasil; 1) Penerapan Kepemimpinan Syaikh H.
Bahruddin Thalib Lubis di Bidang Pendidikan; a) Syaikh berketurunan keluarga
terpandang dan terhormat dengan nuansa keilmuan agama Islam yang kokoh dengan
meneladani ulama pendahulunya, serta dicintai masyarakat di kagumi ulama sezamannya,
b) Syaikh berepemimpinan visionaris, ditandai dengan sistem pendidikan yang diterapkan
melampaui zamannya. 2) Pengaruh dan Reputasi Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin
Thalib Lubis di Bidang Pendidikan; a) Syaikh, berkaliber keilmuan yang sangat luas dan
malaupuai keilmuan dari rata-rata orang sezamannya, b) Syaikh berkarakter tegas,
konsisten serta disiplin. Keras bagi yang selah dan culas, lembut terhadap masyarakat
yang komimen dengan pendidikan dan ajaran keislaman. 3) Dukungan Masyarakat
Terhadap Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin Thalib Lubis di Bidang Pendidikan; a)
Syaikh sangat toleran dan terbuka menerima saran dan kritikan masyarakat, b) Syaikh
berproses pada dakwah dan pendidikan. berdakwah secara personal dan keoragnisasian.
Berpendidikan dengan kultural dan kelembagaan. 4) Kekuatan dan Kelamahan
Kepemimpinan Syaikh H. Bahruddin Thalib di Bidang Pendidikan; a) Kekuatan, karakter
postif, konsisten untuk fokus dalam misi dakwah dan pendidikan. Ulet dan pantang
menyerah dari terpaan problematika tatanan sosial berkehidupan, b) Kelemahan,
mengkaderisasi dan menregenerasi pada pendidikan yang berkelanjutan.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Syaikh H. Bahruddin Thalib Lubis, Pendidika
The Leadership of Shaikh H. Bahruddin Talib Lubis in the Education Sector
This research aims to answer the problems: (1) To comprehensively analyze the history and struggle of H. Syaikh Bahruddin Talib Lubis in establishing and carrying out his leadership in the field of education in madrasas in particular and the relevance of the education system in North Sumatra to date, (2) Providing color in the education system and development across generations of different ages and periods, as well as providing learning lessons for the importance of strengthening the foundations of educational leadership that cadres and regenerates. This research method uses qualitative library research with a semantic approach, which means that language studies consist of structures to reveal meaning, when meaning is connected to objects in human experience. Meanwhile, the qualitative approach emphasizes descriptive analysis techniques in the qualitative comparison process of literature, regarding the dynamics of relationships between observed phenomena using scientific logic based on observation data, interviews and documentation . Based on the qualitative comparative research process of literature, this research produces results; 1) Implementation of the Leadership of Shaikh H. Bahruddin Talib Lubis in the Education Sector; a) The Shaikh is descended from a prominent and respected family with a strong Islamic religious knowledge by emulating his predecessors, and is loved by the public and admired by his contemporary ulama. b) The Shaikh has visionary leadership, characterized by an education system that is implemented beyond his time. 2) Influence and Leadership Reputation of Sheikh H. Bahruddin Talib Lubis in the Education Sector; a) The Shaykh has a very broad scientific caliber and exceeds the scientific knowledge of the average person of his contemporaries, b) The Shaykh has a firm, consistent and disciplined character. Be tough on those who are wrong and deceitful, soft on people who are committed to education and Islamic teachings. 3) Community Support for the Leadership of Shaikh H. Bahruddin Talib Lubis in the Education Sector; a) The Shaikh is very tolerant and open to accepting suggestions and criticism from society, b) The Shaikh focuses on da'wah and education. preaching personally and organizationally. Educated culturally and institutionally. 4) Strengths and Weaknesses of Sheikh H. Bahruddin Talib's Leadership in the Education Sector; a) Strength, positive character, consistent focus in the mission of preaching and education. Resilient and never giving up from being hit by the problems of the social order of life, b) Weaknesses, cadre formation and regeneration in sustainable education
Enhancing Students' Motivation in Learning English Grammar Through a Computer-supported Learning Classroom Management
This research is to examine the students‘motivational factors and attitude towards the learning ofEnglish grammar in a Computer-supported LearningSystem. Twenty-nine students were taught with astudent-centered approach and three grammar learningweb sites were used frequently for classroom andindividual English grammar practice, whereas anothertwenty-nine were taught with the traditional teachercenteredapproach. Both groups were given grammarcorrection and explanation tests before and after thestudy. After comparing the results of the pre-test andpost-test with those of the control group, it was foundthat the experimental group excelled over the controlgroup in both grammar correction and grammarexplanation. It proved that students‘ implicit andexplicit knowledge on English grammar was greatlyimproved by the computer-supported teaching methodsand environment. Further interviews with the studentsalso revealed that the new pedagogical practice hadprovided many positive motivational factors insupporting students‘ learning process
Evaluasi SPM Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an
Buku “Evaluasi SPM Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an” menghadirkan sebuah kajian komprehensif mengenai pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan sebagai fondasi kualitas layanan pendidikan di Indonesia. Di tengah beragamnya kondisi sekolah dan madrasah, SPM menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan dasar yang layak, merata, dan berkeadilan.
Melalui pendekatan Discrepancy Evaluation Model (DEM), buku ini mengungkap kesenjangan antara standar yang ditetapkan pemerintah dengan realitas implementasi di lapangan. Analisis dilakukan secara sistematis, mulai dari desain kebijakan, instalasi program, proses pelaksanaan, hingga capaian hasil. Pendekatan ini membantu pembaca memahami sejauh mana SPM telah dipenuhi, sekaligus mengidentifikasi faktor penghambat dan peluang perbaikannya.
Keistimewaan buku ini terletak pada integrasinya dengan perspektif Al-Qur’an. Nilai-nilai Qur’ani mengenai amanah, keadilan, evaluasi, objektivitas, dan tanggung jawab moral ditampilkan sebagai landasan filosofis sekaligus etika kerja bagi para pendidik, pengelola pendidikan, dan pengambil kebijakan. Dengan demikian, evaluasi SPM Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai prosedur administratif, tetapi juga sebagai bagian dari amanah spiritual untuk menghadirkan pendidikan yang adil dan bermutu bagi seluruh umat.
Melalui enam bab pembahasan, buku ini menyajikan analisis regulasi, framework evaluasi, konsep SPM, serta sintesis antara teori pendidikan modern dan prinsip-prinsip Qur’ani. Karya ini sangat relevan bagi para pendidik, dosen, peneliti, mahasiswa, pengambil kebijakan, dan siapa pun yang berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan nasional
The effect of error correction feedback on students’ ability in writing procedure text at MTs Hidayatul Insan Palangka Raya
The present research aimed at measuring the effect of error correction feedback on eighth grade students’ ability in writing procedure text at MTs HidayatulInsanPalangka Raya.
The present research used quantitative research with quasi-experimental design. The researcher designed the lesson plan, conducted the treatment, and observed the students’ scores by pre-test and post-test. The population of the study was all of the eighth grade students at MTs HidayatulInsanPalangka Raya. They were 45 students.The researcher took all students of two classes as the sample of the study. They were class (VII-A) which consisted of 22 students (given error correction feedback) and class (VII-B) which consisted of 23 students (without error correction feedback). Since its design was quasi experimental design, independent sample t test of SPSS calculation is used to measure the group scores. Based on the calculation of independent sample t test using SPSS statistic program, the result showed that t test of significance two-tailed is lower than alpha 0.05 (0.00 ≤ 0.05). It means the group who was given Error Correction Feedback has different effect with the group who was not given Error Correction Feedback on eighth students’ writing of procedure text at MTs HidayatulInsanPalangka Raya. To know whether experiment group who was given error correction has better effect or no on students’ writing of procedure text than control group who was not given error correction, it can be seen from the mean score of both group. Based on the Mean score of both group, it shows that the mean score of experiment group who was given error correction feedback is (77.25) higher (≥) than the mean score of control group who was not given error correction feedback (65.67).
In conclusion, students who were given error correction feedback on their writing of procedure text have better result than students who were not given error correction feedback on their writing of procedure text.
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak Error Correction Feedback terhadap kemampuan siswa kelas delapan dalam menulis teks prosedur di MTs Hidayatul Insan Palangka Raya.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimental. Peneliti merancang rencana pelajaran, memberi perlakuan, dan mengamati nilai siswa dengan pre-test dan post-test. Populasi penelitian iniadalah seluruh siswa kelas VIII MTs Hidayatul Insan Palangka Raya. Mereka berjumlah45 siswa. Peneliti mengambil semua siswa dari dua kelas sebagai sampel penelitian. Mereka kelas (VII-A) yang terdiri dari 22 siswa (diberi error correction feedback) dan kelas (VII-B) yang terdiri dari 23 siswa (tanpadiberi error correction feedback).
Karena disainnya adalah desain eksperimen kuasi, uji t hitung bebas perhitungan SPSS digunakan untuk mengukur skor kelompokdaripenelitianini. Berdasarkan perhitungan uji t sampel independen dengan menggunakan program statistik SPSS, hasil penelitian menunjukkan bahwa uji t signifikansi two tails lebih rendah dari alfa 0,05 (0,00 ≤ 0,05). Artinya kelompok yang diberi Error Correction Feedback memiliki efek yang berbeda dengan kelompok yang tidak diberi Error Correction Feedback pada teks prosedur di MTs Hidayatul Insan Palangka Raya. Untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen yang diberi error correction feedback memiliki efek yang lebih baik atau tidak terhadap penulisan teks prosedur siswa daripada kelompok kontrol yang tidakdiberi error correction feedback, dapat dilihat dari skor rata-rata kedua kelompok. Berdasarkan rata-rata skor kedua kelompok, hal ini menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen yang diberi feedback koreksi kesalahanatau error correction feedback adalah (77,25) lebih tinggi (≥) dibandingkan dengan rata-rata skor kelompok kontrol yang tidak diberi koreksi koreksi kesalahan (65,67).
Kesimpulannya, siswa yang diberi feedback koreksi kesalahan pada penulisan teks prosedur memiliki hasil yang lebih baik daripada siswa yang tidak diberi feedback koreksi kesalahan padapenulisan teks prosedurnya
Epistimologi Teks dan Konteks dalam Memahami Al-Qur'an
Artikel ini membahas tentang diskursus antara teks dan konteks dalam memahami al-Qur'an. Disimpulkan bahwa upaya interpretasi dan pemaknaan al-Qur'an yang selalu berkutat dan bersembunyi di Balik lafadh-lafadh teks akan menimbulkan kegamangan tersendiri. Hal ini akan tampak pada arus dinamika produksi makna al-Qur'an yang selalu kembali pada kedigdayaan teks. Sementara itu, upaya tekstualisasi atau penundukan al-Qur'an atas konteks tidak berarti dimaksudkan untuk mengeliminasi kesakralannya sebagai sabda Allah, tetapi justru dengan begitu, relevansi fungsi-fungsi al-Qur'an akan selalu hidup di tengah dinamika sosial historis manusia
Devosi Marial Kebaktian Santa Perawan Maria Dalam Gereja Roma Katolik
Dakwah adalah suatu proses penyelenggaraan aktivitas atau usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja dalam upaya meningkatkan taraf dan tata nilai hidup manusia yang berlandaskan ketentuan Allah SWT dan Rasulullah SAW yang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan metode-metode tertentu dengan tujuan mendapatkan kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat. Bekal keilmuan yang K.H. Bahruddin miliki menjadikan beliau Da?i, Ulama, serta Kyai yang mempunyai keahlian serta dedikasi yang tinggi dalam khazanah perdakwahan. Disamping sebagai penceramah beliau juga memiliki tugas sebagai Pengajar di Ma?had Aly Arbain dan juga Pengasuh Pondok Pesantren Daar El-Hikam. Dari uraian diatas dapat dirumuskan tentang a. Bagaimana Aktivitas Dakwah K.H.Bahruddin? b. Bagaimana Pengaruh Aktivitas Dakwah K.H. Bahruddin terhadap Peningkatan Keagamaan Santri dan Masyarakat. K.H. Bahruddin adalah Dai dan Ulama yang cukup berpengaruh di daerah Tangerang Selatan. Dalam mengembangkan kegiatan dakwahnya, beliau melakukan dakwah dalam tiga bentuk, yaitu Dakwah Bil Lisan, Bil Hal, dan Bil Qolam. Selain sebagai seorang Da?i, beliau juga mempunyai aktivitas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Daar El-Hikam, beliau berperan besar dalam pengkajian kitab kuning khususnya bagi santri sekaligus mahasiswa dari berbagai universitas dan masyarakat umum, berupa pengkajian kitab-kitab salafi seperti Syarah Hikam, Jawahirul Tauhid, Ihya Ulumuddin, Al-fiyah Ibnu Malik, dan lain sebagainya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dengan menggunakan metodologi deskriptif analisis yaitu bahwa data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara mendalam dengan narasumber dan dokumentasi yang akan menghasilkan penafsiran penulis. Dari uraian yang telah dijabarkan diatas, penulis mencoba menganalisis tentang Aktivitas Dakwah K.H. Bahruddin. Dari hasil pengamatan dalam penelitian ini penulis menyimpulkan, dengan keilmuan tentang keagamaan yang tinggi serta Istiqomah beliau berhasil melaksanakan Dakwahnya, dengan baik dan benar. Dakwah merupakan kewajiban bagi manusia dalam menyampaikan kebaikan, yang bersumber dari Al-Qur?an dan Hadist. Seruan yang disampaikan oleh K.H. Bahruddin disertai dengan amal perbuatan yang dapat digunakan sebagai panutan bagi Mad�uny
Pengaruh Kadar Filler Mikrokristalin Selulosa dan Plasticizer Gliserol terhadap Sifat dan Morfologi Bioplastik Berbasis Pati Sagu
Bioplastic is one of alternative solution to change comercial plastic that can be dangerous to environment. Bioplastic can make degradation become easier. One of potential raw materialis sago because it has a highest starch component. The general aims of this research are the study of impact Microcrystalline cellulose filler and plasticizer glycerol to mechanicalproperties and morphology of bioplastic. The synthesis method is casting of starch, water, filler and plasticizer with composisition of filler is (4-12 % b/b), composisition of plasticizer (10–22 % b/b), and composisition of water (100-150 ml). The analysis of bioplastic is tensile strenght, elongation, modulus young, hidrophobicity (water uptake), biodegradation, SEM (Scanning Electron Microscopy), and design expert v.10.0.1 trial version. The most react variable is the composition of filler, followed by plastcizer glycerol and water ratio. The best process condition is bioplastic with composisition filler 12 %b/b, plasticizer 10 % b/b, andwater compotition 100 ml with the value is tensile strenght 14,21 Mpa, elongation 36,91%, water uptake 36,91%, and biodegradation 34,43%. Micrograf analysis shows that fillerdistribution is not equally on sago starch matrices and stil has a clod
SURVEI TINGKAT PENGETAHUAN KETERAMPILAN DASAR BOLA TANGAN DI KELAS VIII A & B SMP NEGERI 1 WATES KABUPATEN KULON PROGO TA 2016/2017
Di SMP Negeri 1 Wates untuk materi pembelajaran permainan bola tangan
siswa kelas VIII kurang optimal, khususnya di kelas VIII A dan B, keterampilan
dasarnya masih sangat kurang seperti dribbling, passing dan shooting. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan siswa
mengenai keterampilan dasar bola tangan di kelas VIII A dan B SMP Negeri 1
Wates Kabupaten Kulonprogo Tahun Ajaran 2016/2017.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan
metode survei. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes pilihan
ganda yang telah di Expert Judgement oleh ahli materi. Populasi dalam penelitian
ini adalah siswa kelas VIII A dan B SMP Negeri 1 Wates. Sampel penelitian
berjumlah 56 siswa yang diambil secara Purposive Sampling. Hasil uji coba
instrumen dari 35 butir pernyataan, gugur 5 butir pernyataan dan diperoleh 30
butir pernyataan yang valid dan reliabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini
adalah teknik analisis statistik dengan persentase.
Hasil dari penelitian survei tingkat pengetahuan keterampilan dasar bola
tangan di kelas VIII A dan B SMP N 1 Wates Tahun Ajaran 2016/2017 yaitu
berada di kategori “sangat baik” dengan persentase 3,57%, katagori “baik” dengan
persentase 28,57%,kategori “cukup” 39,28%, kategori “kurang” 25%, dan
katagori “sangat kurang” 3,57%. Faktor-faktor pengetahuan keterampilan dasar
bola tangan siswa kelas VIII A dan B SMP Negeri 1 Wates adalah faktor
pengetahuan faktual dalam kategori baik sebesar 44,64%, faktor pengetahuan
konseptual dalam kategori cukup sebesar 55,35%, faktor pengetahuan prosedural
dalam kategori kurang sebesar 33,92%, dan faktor pengetahuan metakognisi
dalam kategori baik sebesar 41,07%
Implementation HOTS through Cultural Education in Multiple Intelligence Classroom Management
Class management is an important element in achieving learning objectives. This is related to the grouping of students based on their intelligences. The main objective of this study is to identify and describe the internalization of HOTS-based learning through local cultural education which is managed by multiple Intelligence-based classroom management at SDIT Al-Kautsar Malang. This research uses a qualitative descriptive approach with a case study method that digs in depth information related to the topics discussed. Data obtained through observation, interviews and documentation, then the data were analyzed using data triangulation techniques. The results of this study illustrate that the internalization process of HOTS Learning through character education based on Multiple Intelligence-based classroom management is very effective and encourages the process of teaching and learning activities to the maximum. The internalization process of HOTS Learning integrated with cultural education is carried out through three stages of learning implementation; a) planning, b) implementation and c) evaluation, using three learning strategies developed; a) active leazzrning, b) collaborative learning and c) contextual learning
- …
