1,723,957 research outputs found

    Nabi sahabat tidak puasa dalam perang Badar?

    No full text
    Perbincangan mengenai status puasa nabi dan para sahabat dalam perang Badar dan pembukaan kota Meka

    Karakteristik tafsir al-Badar

    Full text link
    Kajian kritis terhadap karakteristik penafsiran Alquran menduduki peran yang penting dalam khazanah kajian tafsir Alquran. Hal ini disebabkan karena kemunculan suatu karya tafsir tidak akan lepas dari aspek karakteristik yang digunakan. Seperti adanya tafsir al-Badar karangan KH Badruddin Subky. Penelitian tentang tafsir al-Badar dirasa penting bagi penulis, karena beberapa alasan yang sangat logis. Pertama bahwa setiap tafsir yang muncul akan dilakukan penelitian terhadap Karakteristik meliputi sumber, metode, corak, dan sistematika pada tafsir tersebut. Kedua, Hal ini merupakan permasalahan yang miris karena seharusnya masyarakat bogor lebih tahu terhadap sosok Badruddin Subky, tetapi pada kenyataan belum banyak yang mengenali sosok Badruddin Subky karena mungkin masih minimnya penilitan-penilitian atau artikel-artikel yang berbicara tentang sepak terjang beliau. Penelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah yang telah diangkat meliputi: 1) Apakah latar belakang dari penulisan tafsir al-Badar, 2) Bagaimanakah karakteristik tafsir al-Badar. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui latar belakang kemunculan tafsir al-Badar beserta karakteristik yang melekat didalmnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Jenis data yang digunakan ialah data kualitatif beruapa study kepustakaan (library research) dan wawancara. Dalam penelitian ini, kitab tafsir al-Badar menjadi sumber primer, sedangkan data pendukung lain ialah berbagai buku, jurnal serta software yang berkaitan dengan masalah yang penulis teliti. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kitab tafsir al-Badar terlahir karena penulisnya ingin menyebarkan gagasan dan ide dalam memahami tafsir Alquran. Ditinjau dari aspek kajian sumber tafsir tergolong kepada tafsir bi al-ma’tsur. Metode tafsir al-Badar ialah metode maudhui (tematik). Dalam aspek kajian corak tafsir, penulis berkesimpulan kitab tafsir al-Badar cenderung bercorak al-adabi al-ijtima’i (sosio-kemasyarakatan). Sedangkan dalam sistematika penulisannya, tafsir al-Badar masuk kedalam Tartib Maudhui. Adapun kelebihan dari tafsir al-Badar ialah pertama, menggunakan bahasa yang familiar sehingga mudah untuk dipahami, kedua tafsir ini disusun berdasarkan tema-tema sehingga memudahkan pembaca untuk mencari bahasan yang ingin dipelajari, ketiga dalam pembahasannya tafsir ini menyajikan tafsiran secara terperinci. Kekurangan dari tafsir ini yaitu pada beberapa penafsiran, mufassir tidak menyebutkan sumber pengambilan riwayat hadis maupun kitab tafsir lainnya, dan tidak adanya komentar tentang derajat suatu hadis yang dikuti

    Tari Berthema"Badar"

    No full text
    Tari Berthema"Badar" Karya: Tri Priyatmi, Wiwik Sulistyani, Ujian penyajian tari, Pendapa ISI Surakart

    Komposisi Tari"Badar"

    No full text
    Komposisi Tari"Badar" Karya: Tripiatni, Wiwik Sulistyani, Ujian penyajian Tari, Pendapa ISI Surakart

    PENGEMIS DAN SHALAWAT BADAR; Hubungan antara Pengarang, Media dan Karya

    No full text
    Abstract:This article aims to describe the short story Pengemis dan Shalawat Badar in the perspective of sociology of literature. Moreover, the discussion in this paper tries to show three points: (1) the influence of a literary work to the reader; (2) the social life of the author as the creator of a literary work, and (3) the literary work as a social reality reflected by the author. This article discusses the relationship of Ahmad Tohari with various media in the process of publication of this short story, the position of Ahmad Tohari as part of a social community where he lives and lives his life, and the story itself as a reflection of social reality being discussed by the author. Based on the analysis, it can be concluded that every text has its own context. The context is always in chain with the space and time which always change and contribute to the development and changes in the meaning of a text. No exception to the meaning of the text Pengemis dan  Shalawat Badar which varies according to the space and time of its presence.Abstrak: Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan cerita pendek Pengemis dan Shalawat Badar dalam perspektif sosiologi sastra. Dengan begitu, bahasan dalam tulisan ini berusaha menunjukkan tiga hal: (1) pengaruh sebuah karya sastra terhadap pembaca; (2) kehidupan sosial pengarang sebagai pencipta karya sastra, dan (3) karya sastra sebagai rekaman dari realita sosial yang dipantulkan oleh pengarang. Dalam bahasannya, penulis membahas keterkaitan Ahmad Tohari dengan berbagai media dalam proses publikasi Pengemis dan Shalawat Badar, posisi Ahmad Tohari sebagai bagian dari masyarakat sosial tempat dia hidup dan menghayati kehidupannya, dan cerpen Pengemis dan Shalawat Badar sebagai bayangan dari realita sosial yang dibicarakan oleh Ahmad Tohari. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disipulkan bahwa setiap teks memiliki konteksnya tersendiri. Konteks itu selalu bertemali dengan ruang dan waktu yang selalu berubah dan berkontribusi dalam pembangunan dan perubahan makna sebuah teks. Tidak terkecuali makna dari  teks Pengemis dan Shalawat Badar yang berbeda-beda sesuai dengan ruang dan waktu kehadirannya.Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/dialektika.v3i2.530

    AUDIT SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN PADA KONSULTAN HUKUM AM BADAR & AM BADAR

    Full text link
    Am Badar & Am Badar merupakan perusahaan yang berkecimpung pada bidang jasa yang melindungi Hak Kekayaan Intelektual. Konsultan Hukum Am Badar & Am Badar menggunakan aplikasi yang dibuat sendiri oleh Team IT yang bernama Aplikasi SIKA (Sistem Informasi Kepegawaian) dalam keseharian pengelolaan data kepegawaian khususnya meliputi: pendataan pegawai, proses perencanaan dan formasi kepegawaian, penggajian, mutasi pegawai, registrasi cuti dan sistem pelaporan. Tetapi dalam prakteknya ada beberapa kendala yang harus di perbaiki seperti sistem aplikasi yang lemot, versi php yang digunakan masih versi lama, terdapat bugs yang mana bisa terjadi disusupi sql injection dan hingga aplikasi SIKA belum diaudit untuk memastikan terealisasi layanan kepegawaian dengan strategi IT serta solusi IT. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif. Audit sistem informasi kepegawaian (SIKA) dilakukan dengan menggunakan framework COBIT 5 pada domain APO01, APO07, DSS01, DSS02, DSS03, DSS04, DSS05, DSS06, dan MEA01. Hasil maturity level pada sistem informasi kepegawaian konsultan hukum Am Badar & Am Badar pada level 4 (Managed and Measured) dengan rata-rata 3,07. Artinya tingkat kematangan saat ini lebih rendah dari tingkat kematangan yang diharapkan, maka perlu perbaikan untuk mencapai tingkat yang diharapkan.Kata Kunci: Audit Sistem Informasi, COBIT 5, Sistem Informasi Kepegawaia

    KISAH PERANG BADAR DAN PERANG UHUD DALAM AL-QUR’AN

    Full text link
    Kisah adalah bagian dari goresan peradaban kehidupan yang telah diabadikan dalam Al-Qur‟an. Timbulnya kisah-kisah di dalam Al-Qur‟an disebabkan banyak kemungkinan, di antaranya karena orang-orang yang terdahulu mempunyai nilai-nilai sejarah hidup yang mempunyai moral yang dapat dijadikan pelajaran bagi generasi berikutnya. Sebagaimana diabadikanya kisah tentang kehidupan Nabi terdahulu, ataupun orang-orang yang saleh sampai dengan kehidupan Nabi yang terakhir. Kehidupam Nabi Muhammad saw banyak yang tergambarkan dalam al-Qur‟an, seperti kisah tentang perang Badar dan perang Uhud. Penulis meneliti kisah perang Badar dan perang Uhud dalam al-Qur‟an. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif analisis. Proses menganalisis dilakukan dengan mengumpulkan bahan refrensi yang ada kaitanya dengan judul. Karena sifatnya kepustakaan, sumber datanya pun diambil dari buku-buku literature dengan menggunakan teori tematik Abd Al-Hayy al-Farmawi. Perang Badar merupakan tonggak pertama yang menentukan hari depan Islam dan kaum muslimin. Peperangan ini terjadi pada tahun 624 M atau tahun kedua Hijrah, dengan pasukan kaum muslimin berjumlah sekitar 313 dan kaum Quraisy berjumlah sekitar 1300, bertempur di lembah yang bernama Badar dengan kemenangan dipihak kaum Muslimin. Dampak dari perang Badar yang mengecewakan kaum Quraisy menimbulkan peperangan berikutnya yaitu perang Uhud, Perang ini terjadi pada tahun 625 M atau tahun ketiga Hijrah, dengan pasukan kaum muslimin berjumlah sekitar 1000 orang dan kaum Quraisy berjumlah sekitar 3000 orang, bertempur di dekat bukit Uhud dengan kemenangan yang pada awalnya dipegang oleh kaum muuslimin karna kesalahan fatal yang dilakukan oleh pasukan muslim menjadikan keadaan terbalik dan kemenangan berada pada kaum Quraisy. Hal ini menimbulkan suatu pertanyaan mengenai permasalahan bagaimana peristiwa perang Badar dan perang Uhud yang diabadikan dalam al-Qur‟an, dan apa pesan moral serta korelasi dari kedua perang itu? Sehingga keduanya diabadikan dalam al-Qur‟an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kisah perang Badar dan Kisah perang Uhud yang ada dalam al-Qur‟an bukan semata-mata hanya kisah peperangan Rasulullah saw yang diabadikan dalam al-Qur‟an, tetapi kemenangan pada perang Badar dan kekalahan pada perang Uhud mempunyai pesan moral yang mendalam bagi orang yang mau mencari dan mengambil hikmahnya. Ayatayat perang Badar dan perang Uhud dalam penelitian ini terdapat 46 ayat yang terdiri dari 25 ayat perang Badar dan 21 ayat perang Uhud, serta keduanya terdapat hubungan yang segnifikan, separti ayat diturunkanya Malaikat pada perang Badar dan dijanjikanya Malaikat yang akan turun pada perang Uhud. Pesan moralnya mempunyai pengaruh pada zaman sekarang bagi orang-orang yang mau berfikir untuk mengambil ibroh dari kedua peristiwa perang Badar dan perang Uhud, yakni pada perang Badar pasukan sedikit melawan pasukan besar, menunjukan kualitas lebih diutamakan dari pada kuantitas, pada perang Uhud kuantitas lebih menonjol daripada kualitas

    Rearranging Sholawat Badar

    No full text
    This project is a supplementary material for our recent paper entitled "Rearranging Sholawat Badar: an ethnomathematical exploration of Fibonacci sequences and the Golden Ratio in Indonesian Islamic chant.

    Strategi Perang Rasulullah Saw Pada Saat Perang Badar

    Full text link
    Rahmatullah Amin. 2010. Strategi Perang Rasulullah Saw Pada Saat Perang Badar. Skripsi, Jurusan Siyasah Jinayah, Fakultas Syari'ah. Pembimbing: (1) Drs. Jalaluddin M. Ag, dan Pembimbing (II). Dra. Hj. Nurwahidah, M.HI Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya fakta sejarah tentang keberhasilan Rasulullah Saw dalam mengatur strategi perang dalam perang Badar, namun starategi Rasulullah Saw kurang diketahui secara sistimatis oleh masyarakat Islam, sehingga sangat perlu dilakukan pengkajian sebagai bahan renungan untuk diaplikasikan. Masalah yang diteliti adalah penyebab terjadinya perang Badar pada masa Rasulullah Saw, strategi Rasulullah Saw pada saat perang Badar dan fakor-faktor yang menjadi penentu kemenangan Rasulullah Saw pada saat Perang Badar. Subjek penelitian adalah Rasulullah Saw. Objek penelitiannya adalah penyebab terjadinya perang Badar pada masa Rasulullah Saw, strategi Rasulullah Saw pada saat perang Badar dan fakor-faktor yang menjadi penentu kemenangan Rasulullah Saw pada saat Perang Badar. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik studi literatur, yaitu dengan mengkaji, mempelajari dan meneliti bahan-bahan kepustakaan yang menjadi sumber data dan sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perang Badar dilatar belakangi oleh, peristiwa penghadangan kaum Muslimin di bawah pimpinan Rasulullah Saw terhadap kafilah dagang kaum Quraisy yang datang dari Syam yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Pencegatan yang dilakukan kaum Muslimin ini dimaksudkan untuk mengambil harta dagangan kaum Quraisy sebagai ganti atas harta kaum Muslimin di Makkah yang mereka ambil, tanpa bermaksud untuk berperang. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Ramadhan tahun ke-2 H/17 Maret 623 M, yang terletak di sekitar 153 Km di sebelah Barat Daya kota Madinah, dan 345 Km di sebelah Utara kota Makkah. Strategi militer yang tepat di bawah komando Rasul. Strategi tersebut ialah: bertahan dan menyerang secara bergerilya di dasari disiplin yang kuat, kekuatan mental, kesatuan komando, dan ketetapan menempatkan pasukan. Faktor penentu kemenangan Rasulullah Saw pada saat perang badar adalah berkat kepandaian Rasul Saw menerapkan taktik dan strategi, kekuatan bathin, adanya bantuan ghaib

    Optimazition of Payment System Through My Al- Badar Application at Al-Badar Islamic Boarding School Bilalang, Parepare

    No full text
    Optimization of the payment system can be achieved with the satisfaction of more and more users, which will affect the level of application of various payment systems as well as have an impact on related parties. If it is related to this research, then in the payment system to achieve goals and realization, It is necessary to prepare a more effective system for payment. The research method is descriptive qualitative, phenomenalogical approach, this type of research is Field research. The data sources used are primary data in the form of direct interviews with santri guardians of My Al-Badar application users and secondary data in the form of books, journals and articles related to the topic discussed. The results of this study are (1) payment system through My Al-Badar application, (2) Supporting factors and inhibiting factors in optimizing the payment system through My Al-Badar application. The use of the My Al-Badar application can be said to have run optimally, this can be seen from the payment transactions using the application by delaying the santri guardians in making payments. The Al-Badar boarding school is currently trying to conduct socialization to use the My Al-Badar application for transactions at the boarding school
    corecore