19 research outputs found

    Strategi Komunikasi Organisasi Di MIS Azzaky Medan

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui startegi komuniaksi organisasi di MIS Azzaky Medan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penetapan dan pelaksanaan strategi komunikasi organisasi (vertikal, horizontal, diagonal) yang terdapat di MIS Azzaki Medan sebagai berikut: Komunikasi vertikal yang terdapat di MIS Azzaki Medan masih belum cukup baik, disebabkan karena kurangnya kehadiran kepala sekolah pada proses kegiatan belajar mengajar. Komunikasi horizontal yang terdapat di MIS Azzaki Medan sudah cukup baik. Tingginya interaksi antara sesama anggota setingkat dan masih lemahnya kerjasama organisasi menunjukkan interaksi yang dilakukan lebih kepada komunikasi non formal. Komunikasi diagonal yang terdapat di MIS Azzaki Medan terlaksana dengan baik, karena semua anggota organisasi yang berbeda tingkat kedudukan diberi kebebasan melakukan komunikasi, baik berbentuk formal maupun non formal. Dari ke tiga komunikasi di atas membentuk sebuah pemahaman penulis yang menunjukkan bahwa penetapan strategi komunikasi orgaisasi belum sesuai struktur koordinasi, dan pelaksanaannya bersifat kebersamaan dan kebebasan komunikasi anggota organisasi

    Peran Balai Besar KSDA Riau Dalam Konservasi Harimau Sumatera Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan

    Full text link
    ABSTRAK M. FAIZ AZZAKY, (2020) : “ Peran Balai Besar KSDA Riau Dalam Konservasi Harimau Sumatera Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan”. Konflik antara manusia dan satwa liar terjadi akibat sejumlah interaksi negatif baik langsung maupun tidak langsung antara manusia dan satwa liar. Pada kondisi tertentu konflik tersebut dapat merugikan semua pihak yang berkonflik. Konflik yang terjadi cenderung menimbulkan sikap negatif manusia terhadap satwa liar serta mengakibatkan efek-efek detrimental terhadap upaya konservasi. Dari Latar Belakang masalah tersebut timbul permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah Bagaimana Peran Balai Besar KSDA Riau dalam Konservasi Harimau Sumatera dan Apa faktor penghambatnya ditinjau dari Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar Di Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis atau yuridis empiris, yang berfungsi untuk melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti bagaimana bekerjanya hukum dilingkungan masyarakat, dimana penulis secara langsung turun ke lapangan untuk mencari data yang diperlukan. Sifat dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif. ii Penelitian dilakukan di Balai Besar KSDA Riau yang berkedudukan di Pekanbaru dan di Desa Kuala Tolam. Data primer dikumpulkan melalui wawancara kepada Kepala seksi Perencanaan, perlindungan dan pengawetan, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, fungsional dokter hewan, Kepala dusun tolam barat, dan angket kepada warga desa kuala tolam. Data sekunder diambil dari buku-buku yang berkaitan dengan penelitian, peraturan perundang-undangan dan jurnal hukum. Berdasarkan hasil penelitian, Balai Besar KSDA Riau bertanggung jawab terhadap peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi artinya di dalam penanggulangan konflik manusia dan satwa liar, peran Balai Besar KSDA Riau ditujukan kepada upaya konservasi terhadap satwa yang terlibat konflik, namun dalam prakteknya masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penanggulangan Konflik Antara Manusia dan Satwa Liar, sedangkan diantara faktor penghambatnya yaitu Kurangnya Fasilitas dalam Penanganan Harimau Sumatera yang Terlibat Konflik, Tidak Berjalannya Satuan Tugas Khusus Penanganan Konflik Manusia dan Harimau Sumatera yang Pernah Ditetapkan oleh Gubernur Provinsi Riau Tahun 2008, kondisi satwa (harimau sumatera) yang belum pasti, dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi harimau sumatera

    Analisis kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas VIII MTs Azzaky pekalongan ditinjau dari kemampuan menghafal Al-Qur’an

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII MTs Azzaky Pekalongan ditinjau dari kemampuan menghafal Al-Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII yang berjumlah 15 peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat lima peserta didik dengan kategori kemampuan menghafal Al-Qur’an tinggi, tujuh peserta didik dengan kategori kemampuan menghafal Al-Qur’an sedang, dan tiga peserta didik dengan kategori kemampuan menghafal Al-Qur’an rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis matematis, tes kemampuan menghafal Al-Qur’an serta wawancara. Teknik analisis data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kategori kemampuan menghafal Al-Qur’an tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis. Peserta didik dengan kategori kemampuan menghafal Al-Qur’an sedang kurang mampu memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matematis. Peserta didik dengan kategori kemampuan menghafal Al-Qur’an rendah tidak memenuhi semua indikator kemampuan komunikasi matemati

    LAPORAN INDIVIDU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN Lokasi SMP NEGERI 3 MLATI Gedongan, Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta

    Full text link
    Praktik pengalaman lapangan ( PPL ) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa UNY yang mengambil jurusan kependidikan, dalam pelaksanaannya, mahasiswa melaksanakan tugas-tugas kependidikan tenaga pendidik dalam hal ini guru yang meliputi kegiatan Praktik mengajar atau kegiatan kependidikan lainnya. Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa agar dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum terjun ke dunia kependidikan sepenuhnya. Dalam pelaksanaan PPL di SMP N 3 Mlati terdiri dari 2 Mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, 2 Mahasiswa dari Jurusan Pendidikan IPS, 2 mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa Jawa, 2 Mahasiswa jurusan Pendidikan Kerajinan, 2 Mahasiswa dari jurusan PKnH, dan 2 Mahasiswa Jurusan Bimbingan Konseling. Pengalaman-pengalaman yang diperolah selama PPL diharapkan dapat dipakai sebagai bekal untuk membentuk calon guru atau calon pendidik sebagai tenaga kependidikan yang profesional

    HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP BUDAYA ORGANISASI MENWA DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESI DAN KECENDERUNGAN PERILAKU ASSERTIF PADA ANGGOT A MENW A DI KOTA SEMARANG

    Full text link
    Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik hubungan antara persepsi terhadap budaya organisasi menwa dengan kecenderungan perilaku agresi dan kecenderungan perilaku assertif pada anggota menwa di kota Semarang. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis korelasi Product Moment dari Pearson. Populasi penelitian ini adalah anggota menwa aktif pada masing-masing satuan menwa, telah mengikuti pendidikan dasar menwa, minimal satu tingkat diatas yudha terakhir. Sampel penelitian berasal dari anggota satuan menwa 901 Undip, anggota satuan menwa 902 Unnes, anggota satuan menwa 906 IAIN Walisongo, dan anggota satuan menwa 908 Unissula. Subjek penelitian berjumlah 37 orang. Data penelitian yang dikumpulkan ini menggunakan skala persepsi terhadap budaya organisasi menwa, skala kecenderungan perilaku agresi, dan skala kecenderungan perilaku assertif. Hasil uji hipotesis diperoleh: 1). Ada hubungan negatif yang signifikan antara persepsi terhadap budaya organisasi menwa dengan kecenderungan perilaku agresi pada anggota menwa di kota Semarang, dengan nilai rxy= - 0,632 dengan p = 0,000 (p<0,01). Hasil lain yang diperoleh adalah persepsi terhadap budaya organisasi menwa memiliki kontribusi pada kecenderungan perilaku agresi pada anggota menwa di kota Semarang sebesar 39,9%. 2). Ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap budaya organisasi menwa dengan kecenderungan perilaku assertif pada anggota menwa di kota Semarang, dengan nilai rxy = 0, 732 dengan p = 0,000 (p<0,01). Hasil lain yang diperoleh adalah persepsi terhadap budaya organisasi menwa memiliki kontribusi pada kecenderungan perilaku assertif pada anggota menwa di kota Semarang sebesar 53,5%. Kata kunci : persepsi terhadap budaya organisasi menwa, kecenderungan perilaku agresi, kecenderungan perilaku assertif

    Analisis Kadar Vitamin B1 dalam Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet-Visible

    Full text link
    A Research of vitamin B1 in long beans (Vigna sinensis L.) analyzed using ultraviolet-visible (uv-vis) spectrophotometry has been carried out at a wavelength of 435.6 nm. Vitamin B1 reacted with bromthymol blue to form a yellow ion-associated complex in an ammonia-ammonium chloride as a buffer solution pH 7.6 which could be observed with a polyvinyl alcohol solubilizing agent. Long beans were boiled in water for 5, 10 and 15 minutes at 100oC. Vitamin B1 in long beans (Vigna sinensis L.) without boiling 0.0981 % ± 0.00021, boiling 5, 10 and 15 minutes were 0.0935 % ± 0.00015; 0.0834 % ± 0.00010 and 0.0743 % ± 0.00010 and the vitamin B1 in the long bean boiled water at 5, 10 and 15 minutes boiling were 0.00102 % ± 0.000004; 0.00110 % and 0.00117 % ± 0.00001. It’s can be concluded that boiling long beans (Vigna sinensis L.) can cause a decrease in vitamin B1 which decreases with increasing boiling time and vitamin B1 in the cooking water increase due to the nature of vitamin B1 which is easily soluble in wate

    Analisis makna ‘afwu dan gafûr dalam Al-Qur’an : studi semantik Toshihiko Izutsu)

    Full text link
    Pemahaman makna terhadap suatu kata atau kalimat dari zaman ke zaman telah mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini dipicu perkembangan zaman yang semakin modern sehingga permasalahan yang dihadapi oleh manusiapun semakin kompleks. Misalnya makna kata ‘afwu dan gafûr. Kedua kata ini sering diucapkan oleh umat Islam dalam kehidupan sehari-hari terutama saat memanjatkan do’a. pengucapannya kadang diawali dengan kata ‘afwu lalu gafûr dan sebaliknya. Begitu juga dengan penyebutan kedua kata ini di dalam Al-Qur’an. Namun kedua kata ini memiliki makna yang berbeda. Untuk itu, memahami makna kedua kata ini menggunakan pendekatan konsep semantik Al-Qur’an yang digagas oleh Toshihiko Izutsu karena konsep semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu membedah dan meneliti makna secara sistematis dan komprehensif. Adapun permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu pertama bagaimana penggunaan kata ‘afwu dan gafûr di dalam Al-Qur’an ?. kedua bagiamana pandangan Toshihiko Izutsu terhadap makna kata ‘afwu dan gafûr ?. dengan demikian tujuan penelitian ini untuk membahas makna kata gafûr dan ‘afwu yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Qur’an perspektif Toshihiko Izutsu. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode library research dimana metode ini mengumpulkan data-data yang bersumber dari buku, jurnal, maupun karya-karya tulis lainnya. Kemudian dianalisis menggunakan analisis wacana (content analycis). Adapun temuan dari hasil penelitian ini yaitu pertama, makna kata gafûr secara umum yang terdapat di dalam Al-Qur’an memiliki arti mengampuni, menutupi sedangkan makna kata ‘afwu yang terdapat di dalam Al-Qur’an memiliki arti memaafkan, menghapuskan. Kedua, Makna kedua kata ini berdasarkan teori semantik Toshihiko Izutsu yaitu upaya seseorang untuk peleburan atas kesalahan dan pelanggaran yang telah diperbuat. Upaya ini merupakan bentuk tanggung jawab terhadap konsekuensi yang diterima dan dijalankan atas apa yang telah diperbuat baik berupa penghapusan segala kesalahan dan dosa ataupun pengampunan saja. Pengampunan juga dapat berupa pengampunan di dunia dan ditangguhkan di akhirat ataupun pengampunan kelak di akhirat

    Perilaku membandingkan diri dalam perspektif Al-Qur’an : kajian tafsir tematik

    Full text link
    Perilaku membandingkan diri atau social comparison merupakan salah satu fenomena sosial yang sering kali terjadi di masyarakat, baik masa ini maupun masa lampau. Perilaku ini dilakuakn oleh setiap individu ketika memiliki sebuah dorongan untuk mengeavaluasi diri mereka dengan cara mencoba membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih baik darinya maupun lebih buruk darinya, baik dalam hal kekayaan, jabatan, pencapaian, dan sebagainya. Penitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Al-Qur’an mengenai segala hal yang berkaitan dengan perilaku membandingkan diri. Penelitian ini merupakan penelitian Library Research (kepustakaan) dengan menggunakan metode tematik atau maudhu’i, yaitu dengan menghimpun beberapa ayat Al-Qur’an yang memiliki pembahasan yang serupa. Penulis mencari beberapa ayat yang terkait, serta beberapa penafsiran dari para mufassir kontemporer yang penafsirannya bercorak adab ijtima‘i, diantaranya yaitu Muhammad Abduh dan Rasyid Rida dalam tafsirnya Tafsīr al-Manār, Ahmad Mustafa al-Maraghi dalam Tafsir al-Marāghi, Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhār, Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir al-Munīr, dan Quraish Shihab dalam Tafsir al-Miṣbāh. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan perilaku membandingkan diri. Penulis menemukan bahwa perilaku membandingkan diri memberikan dampak postif yang diiringi dengan rahmat Allah, dan negatif yang diiringi dengan larangan dari Allah SWT, sifat membangkang, serta tidak mensyukuri nikmat Allah SWT. Perilaku membandingkan diri dalam Al-Qur’an dapat disandingkan dengan lafadz Tamaniy, Fakhūran, Hala‘, Hazanan. Adapun respon al-Qur’an dalam mengatasi adanya dampak negatif dari perilaku membandingkan diri adalah dengan menyadari bahwa setiap manusia memiliki bagian masing-masing, dunia bukanlah ambisi final, kegelisahan dapat dihindari dengan menjaga sholat

    IMPLEMENTASI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SMA IT DAAR EL FIKRI MESUJI LAMPUNG DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN

    No full text
    ABSTRAK Pengambilan keputusan adalah memilih satu dua atau lebih alternatif pemecahan masalah menuju satu situasi yang diinginkan, melalui keputusan atau penetapannya orang berharap akan tercapai suatu pemecahan masalah dari problem yang terjadi. Penelitian ini membahas tentang implementasi pengalaman, wewenang, dan rasional Kepala SMA IT Daar El Fikri Mesuji dalam pengambilan keputusan guna meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis proses dan implementasi pengalaman, wewenang dan rasional pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Kepala SMA IT Daar El Fikri Mesuji dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan deskriptif kualitatif dalam. Penulis menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data untuk mengumpulkan data yang komprehensif. Menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dalam metode analisis data. Informasi dalam penelitian ini diperoleh langsung dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Dan Guru SMA IT Daar El Fikri Mesuji. Menggunakan triangulasi sumber untuk menilai validitas data atau uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengambilan keputusan, Kepala SMA IT Daar El Fikri selalu melibatkan diskusi atau musyawarah dengan wakil kepala sekolah, guru, dan pihak yayasan untuk mencetuskan program-program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah juga mengadakan rapat rutin setiap dua minggu sekali dengan dewan guru untuk membahas dan mengevaluasi program yang telah dilaksanakan serta merencanakan program baru. Meskipun demikian, Kepala SMA IT Daar El Fikri menghadapi tantangan terkait dengan terbatasnya wewenang, di mana setiap keputusan yang diambil harus disetujui oleh pihak yayasan. Oleh karena itu, dalam proses pengambilan iii keputusan, Kepala Sekolah harus dapat menyatukan mufakat antara keputusan pribadi dan keputusan yayasan. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan selalu mengutamakan rasionalitas melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah, pengumpulan data dari berbagai pihak, penilaian terhadap alternatif solusi, dan penerapan kebijakan yang dianggap paling efektif. Dengan mengikuti tahapan�tahapan tersebut, keputusan yang diambil akan sesuai dengan masalah yang dihadapi dan dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di sekolah. Kata Kunci : Pengambilan Keputusan, Kepala Sekolah, Pengalaman, Wewenang, Rasionalitas iv ABSTRACT Decision-making is the process of choosing one or more alternative solutions to address a problem, aiming for a desired situation. Through the decision or determination, people expect to find a solution to the problem at hand. This study discusses the implementation of the experience, authority, and rationality of the Principal of SMA IT Daar El Fikri Mesuji in decision-making to improve the quality of education. The study aims to describe and analyze the process and implementation of the experience, authority, and rational decision-making conducted by the Principal of SMA IT Daar El Fikri Mesuji in efforts to enhance the quality of education at the school. This study used a qualitative research method with a descriptive qualitative approach. The author employed observation, interviews, and documentation as data collection methods to gather comprehensive information. Data analysis was carried out using data reduction, data presentation, and conclusion drawing methods. The information in this study was obtained directly from the Principal, Vice Principal, and teachers of SMA IT Daar El Fikri Mesuji. Source triangulation was used to assess the data validity or reliability. The research findings showed that in decision-making, the Principal of SMA IT Daar El Fikri always involved discussions or deliberations with the vice principal, teachers, and the foundation to initiate programs that could improve the quality of education. The principal also held regular meetings every two weeks with the teaching staff to discuss and evaluate the programs that had been implemented and plan new programs. However, the Principal of SMA IT Daar El Fikri faced challenges related to limited authority, where every decision made had to be approved by the foundation. Therefore, in the decision-making process, the Principal had to reconcile personal decisions with the foundation's decisions. The decision�making process always prioritized rationality through several stages, including problem identification, data collection from various parties, v assessment of alternative solutions, and the implementation of policies considered most effective. By following these stages, the decisions made would align with the problems faced and help resolve the issues at the school. Keywords : Decision Making, Headmaster, Experience, Authority, Rationalit

    HUBUNGAN ANTARA KEBUGARAN JASMANI, INTELIGENSI, DAN MOTIVASI DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI PADA SISWA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTARSARI

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan faktor pendukung proses pendidikan anak untuk memperoleh prestasi belajar Pendidikan Jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebugaran jasmani, inteligensi, motivasi dengan prestasi belajar pendidikan jasmani siswa kelas Xl SMA Negeri 1 Bantarsari. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Bantarsari yang terdiri dari lima kelas dengan jumlah keseluruhan 168 siswa. Sampel penelitian ini diambil siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bantarsari yang berjumlah 54 orang dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes TKJI, hasil tes IQ, angket, dan nilai raport. Teknik analisis yang digunakan yaitu korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa F-hitung 9,409 lebih besar dari Ftabel 2,79, berarti ada hubungan yang signifikan antara kebugaran jasmani, inteligensi, dan motivasi dengan prestasi belajar pendidikan jasmani siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bantarsari. Analisis korelasi ganda disertai dengan harga koefisien determinasi (R 2 ). Koefisien determinasi yang diperoleh adalah 0,361, artinya (0,361 x 100%) = 36,1% naik-turunnya prestasi belajar pendidikan jasmani siswa kelas XI SMA Negeri 1 Bantarsari ditentukan oleh kombinasi kebugaran jasmani, inteligensi, dan motivasi, sedangkan sisanya 63,9% ditentukan oleh faktor atau variabel lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini
    corecore