55 research outputs found

    Sapta pesona wisata religi : analisis wisata religi Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang

    No full text
    Nama: Fatkhul Azmi, NIM: 1501036087. Judul skripsi: Sapta Pesona Wisata Religi (Analisis Wisata Religi Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang). Skripsi ini memfokuskan pada Bagaimana Pelaksanaan Sapta Pesona di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang serta membahas tentang Apa Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Sapta Pesona di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Sapta Pesona Wisata Religi Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang serta membahas tentang Apa Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Sapta Pesona di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif, dimana metode penelitian ini dilaksanakan dengan penelitian lapangan dan sumber data yang diperoleh melalui sumber data Primer dan Sekunder. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan metode Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Penelitian ini dibuat agar masyarakat mengetahui tentang sadar wisata untuk mewujudkan Sapta Pesona pariwisata, yang nantinya dengan adanya sadar wisata dapat mengorganisir dukungan dan peran Pengelola dan Pemerintah terhadap pengembangan pariwisata, sedangkan Sapta Pesona dapat menjadikan suatu objek wisata dan daya tarik wisata lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Dengan adanya Sapta Pesona Pariwisata yang terdiri dari 7 unsur yaitu aman, nyaman, bersih, tertib, sejuk, indah, dan kenangan yang di terapkan di sebuah destinasi wisata, tentunya dapat menjadikan Pariwisata Kabupaten Batang, khususnya di Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang ini yang lebih berkembang dan lebih memiliki daya tarik tersendiri di mata para wisatawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kompleks Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang memiliki potensi dan daya tarik wisata yang cukup besar, karena itu berdasarkan temuan penelitian bahwa Sapta Pesona Wisata Religi Makam Auliya Desa Wonobodro telah dikelola secara profesional dengan menerapkan tujuh unsur sapta pesona, yaitu Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, Kenangan. Pelaksanaan Sapta Pesona pada wisata religi dan dalam pengelolaan untuk peningkatan pelayanan terhadap para peziarah tidak lepas dengan yang namanya hambatan, sama halnya dengan Pelaksanaan Sapta Pesona Wisata Religi Makam Auliya Desa Wonobodro Kecamatan Blado Kabupaten Batang mempunyai pendukung, penghambat, peluang, dan ancaman. Pada intinya faktor pendukung dalam pelaksanaan Sapta Pesona di Komplekss Makam Auliya Desa Wonobodro sudah berupaya dengan memberikan fasilitasfaslitas dan pendukung yang diperlukan peziarah, sedangkan faktor penghambatnya yaitu lebih banyak berkaitan dengan sarana dan prasarana, serta masih kurangnya dukungan dari pemerintah

    Sejarah Perkembangan Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan (2000-2015)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana sejarah perkembangan sekolah Islam terpadu Al-Auliya Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan (2000-2015). Penelitian ini akan difokuskan menjelaskan bagaimana sejarah berdirinya, sejarah perkembangan dan persepsi masyarakat sekolah terhadap sekolah islam terpadu Al-Auliya yayasan pendidikan An Nahl Balikpapan Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian sejarah. Adapun metode yang digunakan yaitu metode sejarah dengan tahapan yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, historiografi. Penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dokumentasi, dan kuesioner sebagai metode pengumpul data. Kuesioner digunakan untuk kebutuhan pengumpulan data dalam cakupan yang lebih luas dan berisi beberapa pertanyaan yang ditujukan dalam memperoleh informasi dari informan yaitu, orang tua, siswa, guru dan karyawan. Dalam hal ini hasil kuesioner juga akan digunakan untuk menentukan informan kunci yang akan diwawancarai untuk mendapatkan informasi tertentu (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya dibawah pengelolaan oleh Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan, yang mana yayasan ini pada awalnya bernama Yayasan Dakwah Islam An Nahl didirikan pada tahun 1997 dan berganti nama menjadi Yayasan Pendidikan An Nahl Balikpapan pada tahun 2013. Sekolah Islam Terpadu Al-Auliya sejak tahun 2000 sampai dengan tahun 2015 berkembang menjadi 6 unit sekolah yaitu, TKIT Al-Auliya 1, TKIT Al-Auliya 2, SDIT Al-Auliya 1, SDIT Al-Auliya 2, SMPIT Al-Auliya, dan SMAIT Al-Auliya. Persepsi sekolah islam terpadu Al-Auliya ini merupakan sekolah islam terpadu terbesar di Balikpapan, sekolah islam terpadu yang mampu bersaing dengan sekolah negeri dan swasta yang ada di Balikpapan, salah satu sekolah terbaik yang ada di Balikpapan, yang memiliki sarana dan prasarana yang nyaman dalam kegiatan proses belajar mengajar, serta menjawab keresahan orang tua yang menginginkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang paham agama seperti, memiliki kompetensi bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar, pembiasaan dalam penerapan nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari

    Mannheim Membaca Tafsir Quraish Shihab dan Bahtiar Nasir Tentang Auliya’ Surah Al-Maidah Ayat 51

    No full text
    The author will examine al-Maidah verse 51 according to Quraish Shihab and Bachtiar Nasir, on the one hand, which as the holy book of Muslims with social phenomena arising from events in the Thousand Islands, on the other. It will be analyzed using the sociology of Mannheim’s knowledge. Quraish Shihab interprets auliya ‘not just one meaning: leader, because basically the word comes from a close meaning. So he, in al-Maidah verse 51, then raises the meaning of supporters, defenders, patrons, lovers and more important: all of which refer and have affiliation of the meaning of closeness. So it can be concluded in this conclusion that Quraihs Shihab is extrinsically disagreeing with the leader as the only meaning in the verse. In contrast to Quraish Shihab, Bachtiar Nasir actually interpreted auliya ‘as a leader. This meaning is based on the asbab al- nuzul which he describes in Tadabbur al-Qur’an, that the historicity in this verse has a leadership precedent.[Penulis akan menelaah Al-Maidah ayat 51 menurut Quraish Shihab dan Bachtiar Nasir, di satu sisi, yang sebagai kitab suci umat Islam dengan fenomena sosial yang muncul akibat dari peristiwa di Kepulaun Seribu, di sisi yang lain. Ini akan dianalisis menggunakan sosiologi pengetahuan Mannheim. Quraish Shihab menafsirkan auliya’tidak hanya satu makn: pemimpin, karena pada dasarnya kata tersebut berasal dari makna dekat. Sehingga ia, dalam Al-Maidah ayat 51 ini, kemudian memunculkan makna pendukung, pembela, pelindung, yang mencintai dan lebih utama: yang kesemuanya merujuk dan memiliki afiliasi makna kedekatan. Sehingga bisa disimpulkan dalam penutup ini bila Quraihs Shihab secara ekstrinsik tidak menyetujui pemimpin sebagai satu-satunya arti dalam ayat yang bersangkutan. Berbeda dengan Quraish Shihab, Bachtiar Nasir justru memaknai auliya’ sebagai pemimpin. Pemaknaan ini dilandasi oleh asbab al-nuzul yang ia jelaskan dalam Tadabbur al-Qur’an, bahwa kesejarahan dalam ayat ini memiliki preseden kepemimpinan.

    Introducing Manuscripts of Safinat-ul-Auliya by Dara Shikoh and the Necessity of Editing It

    No full text
    Safinat-ul-Auliya is one of the most important hagiographies by Muhammad Dara Shikoh (1024-1069 A.H.), which contains detailed information about Sufism and its sects and practices, from the beginning of its creation to the age of the author; which is of great importance in historical Sufi studies. Several manuscripts and one lithographic version of this work have been obtained which have not been compared, verified, and corrected yet. This book, which has not been published yet, is of great importance due to the fact that it contains historical information about Sufism, especially first-hand information about some of the author’s Sufi contemporaries, the author's viewpoint and approach in the classification of Sufism, linguistic considerations, and other aspects. Accordingly, it is necessary to present a critical edition along with tables and annotations concerning the content of the book. In this study, in addition to introducing the existing manuscripts of the book Safinat-ul-Auliya, a number of linguistic, literary, content-related, and calligraphic features of the work, as well as the reasons for the necessity of editing the book have been discussed

    IMPLEMENTATION OF THE ABU NU’AIM’S METHOD OF HADITH TRANSMISSION IN HILYAT AL-AULIYA’

    No full text
    Kitab "Hilyat al-Auliya'" tidak hanya mengulas biografi para ulama sufi dan zuhud, tetapi juga memuat hadis-hadis yang diriwayatkan oleh mereka. Meskipun begitu, penelitian mengenai metode periwayatan hadis yang digunakan oleh Abu Nu'aim masih terbatas, hanya sedikit orang yang berhasil menemukannya. Oleh karena itu, penulis bertekad untuk membuktikan metode periwayatan yang digunakan oleh Abu Nu'aim dalam kitabnya yang terkenal, "Hilyah al-Auliya'". Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian kepustakaan dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan berasal dari kitab karya Abu Nu'aim dan kitab-kitab ulama yang menjelaskan tentang metode periwayatan hadis Abu Nu'aim. Dalam penelitian ini, dapat terbukti bahwa Abu Nu'aim menerapkan metode periwayatannya dalam kitabnya, "Hilyat al-Auliya'", dengan kriteria tersendiri yang berbeda dari metode periwayatan yang lain. Salah satu kriteria penting yang diterapkan oleh Abu Nu'aim adalah kriteria keadilan ('adalah) yang menjadi panduan baginya. Dengan menggunakan metode periwayatan tersebut, Abu Nu'aim dianggap sebagai Mutasaahil, yaitu seorang periwayat hadis yang dapat dipercaya. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai metode periwayatan hadis yang digunakan oleh Abu Nu'aim dan memberikan kontribusi penting dalam studi hadis. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya mempelajari ulama yang kurang dikenal seperti Abu Nu'aim dan perlunya penelitian lebih lanjut tentang kontribusinya dalam ilmu pengetahuan Islam. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai metode periwayatan hadis yang digunakan oleh Abu Nu'aim dan menegaskan pentingnya pemahaman dan penyebaran literatur hadis. Dengan mengakui nilai dan kriteria yang digunakan oleh Abu Nu'aim, para peneliti dan sarjana dapat memperluas pengetahuan mereka tentang metodologi periwayatan hadis serta memberikan kontribusi dalam diskusi akademis mengenai studi hadis.[The book "Hilyat al-Auliya'" not only discusses the biographies of Sufi and ascetic scholars but also includes hadiths narrated by these scholars. However, research on the hadith transmission methods employed by Abu Nu'aim is limited, with only a few individuals managing to discover them. Therefore, the author is determined to demonstrate the transmission methods used by Abu Nu'aim in his renowned book, "Hilyah al-Auliya'". This research employs a literature review and document analysis as the methodological approach. Data are collected from Abu Nu'aim's writings and other works of scholars that explain Abu Nu'aim's hadith transmission methods. The study proves that Abu Nu'aim applied his transmission method in his book, "Hilyat al-Auliya'", utilizing distinct criteria that differ from other transmission methods. One of the important criteria employed by Abu Nu'aim is the criterion of fairness ('adalah) as his guiding principle. By utilizing this method, Abu Nu'aim is considered a Mutasaahil, a reliable transmitter of hadiths. This research provides a deeper understanding of Abu Nu'aim's hadith transmission method and makes a significant contribution to hadith studies. It also highlights the importance of studying lesser-known scholars like Abu Nu'aim and the need for further research on their contributions to Islamic scholarship. The findings of this study offer new insights into Abu Nu'aim's hadith transmission method and underscore the importance of understanding and disseminating hadith literature. By acknowledging the value and criteria employed by Abu Nu'aim, researchers and scholars can expand their knowledge of hadith transmission methodologies and contribute to academic discussions on the study of hadiths.

    PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAN, SELF EFFICACY, LOCUS OF CONTROL, TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA PADA SISWA SMKN 3 JAKARTA PUSAT

    No full text
    PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAN, SELF EFFICACY, LOCUS OF CONTROL, TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA PADA SISWA SMKN 3 JAKARTA PUSA

    Efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul 'Azmi terhadap pemahaman nilai-nilai sabar pada anak : Penelitian pra-eksperimen pada siswa kelas 5 MI Muslimin Citapen

    No full text
    Penggunaan gadget oleh siswa kelas 5 MI Muslimin Citapen cukup intensif dan masif. Fenomena ini cukup menimbulkan krisis nilai dalam aspek sosial emosinya, seperti kurang fokus, pilih-pilih dalam berteman, individualis dan rasa tidak mau kalah dari temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi terhadap pemahaman nilai-nilai sabar pada siswa kelas 5 di MI Muslimin Citapen. Nilai sabar memiliki peran penting dalam pengendalian emosi. Salah satu cara penanaman pemahaman nilai sabar adalah dengan bimbingan melalui metode kisah, yang mengambil pelajaran dari kehidupan Nabi, Rasul, dan para Auliya Allah. Kisah Rasul Ulul ‘Azmi memberikan contoh yang inspiratif bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupan dengan ketabahan dan kesabaran yang tinggi. Pendekatan pra-eksperimen dengan desain one group pretest posttest digunakan dalam penelitian ini dengan mengambil satu kelas sebagai sampel. Sebanyak 26 siswa diambil sebagai sampel penelitian. Sebelum treatment, semua partisipan diuji pemahaman nilai-nilai sabar siswa melalui pretest. Setelah itu, selama lima hari, siswa menerima bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi yang mencakup aspek-aspek nilai sabar. Setelah treatment selesai, dilakukan posttest untuk mengukur perkembangan siswa dalam pemahaman nilai sabar. Data dianalisis menggunakan analisis paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman nilai sabar keterampilan setelah mengikuti treatment. Rata-rata nilai posttest (M = 80,15) secara signifikan lebih tinggi daripada nilai pretest (M = 56,15), dan nilai sig = 0.000 (0.000 ≤ 0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, terdapat perbedaan. Kemudian diuji N-Gain dan didapat rata-rata (M=0,56) atau 56%. Dalam pembagian skor N-Gain, rata-rata tersebut efektif dengan kategori sedang. Hasil penelitian ini memberikan bukti empiris tentang efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi dan menunjukkan bahwa desain penelitian one-group pretest-posttest dapat menjadi metode yang efektif untuk mengevaluasi efektivitas bimbingan melalui metode kisah Rasul Ulul ‘Azmi terhadap pemahaman nilai-nilai sabar pada anak. Suci Amelia, The Effectiveness of Guidance Using the Stories of the Prophets Ulul 'Azmi on the Understanding of Patience Values in Children (A Pre-Experimental Study on 5th Grade Students of MI Muslimin Citapen) The use of gadgets by 5th-grade students at MI Muslimin Citapen is quite intensive and widespread. This phenomenon has led to a crisis in social-emotional values, such as lack of focus, selective friendships, individualism, and a competitive attitude among peers. This study aims to evaluate the effectiveness of guidance using the stories of the Prophets Ulul 'Azmi on understanding the values of patience among 5th-grade students at MI Muslimin Citapen. Patience plays a crucial role in emotional regulation. One way to instill an understanding of patience values is through guidance using storytelling methods, drawing lessons from the lives of Prophets, Messengers, and the saints of Allah. The stories of the Prophets Ulul 'Azmi provide inspirational examples for children to face life with resilience and high patience. This study employs a pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design, using one class as the sample. A total of 26 students were selected as research participants. Before the intervention, all participants' understanding of patience values was assessed through a pretest. Then, for five days, the students received guidance through the storytelling method of the Prophets Ulul 'Azmi, covering various aspects of patience values. After the intervention, a posttest was conducted to measure the students' development in understanding patience. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant increase in the understanding of patience values after the intervention. The average posttest score (M = 80.15) was significantly higher than the pretest score (M = 56.15), with a significance value of sig = 0.000 (0.000 ≤ 0.05), thus rejecting Ho and accepting Ha, indicating a difference. Additionally, the N-Gain test showed an average (M = 0.56) or 56%. Based on the N-Gain score categorization, this average was effective, falling into the moderate category. The results of this study provide empirical evidence of the effectiveness of guidance through the storytelling method of the Prophets Ulul 'Azmi and demonstrate that the one-group pretest-posttest design can be an effective method for evaluating the effectiveness of guidance using the stories of the Prophets Ulul 'Azmi on children's understanding of patience values

    Efektifitas metode demonstrasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqh di MTs Serpong kelas VII

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui efektifitas metode demonstrasi dalam pembelajaran fiqh, (2) untuk mengetahui prestasi belajar fiqh setelah diterapkannya metode demonstrasi siswa, dan (3) untuk mengetahui korelasi antara efektifitas metode demonstrasi dengan peningkatan prestasi belajar fqih siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian korelasional yaitu dengan penelaahan hubungan antara dua variabel, yaitu Efektifitas Metode Demonstrasi (X) dan Prestasi Belajar Fiqh (Y). Data diperoleh dari penyebaran angket, sedangkan untuk menunjang penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VII MTs Serpong, kemudian data diolah dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa N= 40, rxy sebesar 0,81 sedangkan r tabel 0,325 pada taraf signifikansi 5% dan 0,4180 pada taraf signifikansi 1%. hal. ini berarti rxy atau �r� hitung lebih besar dari r tabel (0,81 > 0,325 dan 0,4180). Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara efektifitas metode demonstrasi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqh. Dari hasil perhitungan koefisiensi determinan di atas nampak bahwa terdapat konstribusi korelasi antara metode demonstrasi terhadap prestasi belajar siswa MTs Serpong sebesar 66%, sedangkan 34% disebabkan oleh faktor lain, misalnya minat belajar siswa, motivasi belajar siswa maupun profesionalitas gur

    Analisis keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SDN No. 101502 Muaratais I

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menjawab pertanyaan yang diajukan guru selama proses pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kurangnya kepercayaan diri ini diakibatkan minimnya perhatian siswa terhadap proses pembelajaran. Sehingga ketika proses belajar mengajar, guru harus mampu menarik perhatian siswa agar menunjukkan keterampilan berbicara yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SDN No. 101502 Muaratais I. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, tes lisan, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan di kelas V SDN No. 101502 Muaratais I, diperoleh bahwa: Tingkat keterampilan berbicara siswa kelas V SDN No. 101502 Muaratais I berada dalam kategori baik.Pada aspek pelafalan dari 27 siswa yang ada,seluruh siswa sudah mampu menguasai aspek pelafalan ini. Pada aspek nada dan jeda dari 27 siswa, terdapat total 26 siswa yang mampu dalam aspek ini. Pada aspek kebahasan dari 27 siswa, hanya 18 siswa yang mampu dalam aspek ini. Pada aspek isi pembicaraan dari 27 siswa, terdapat 24 siswa yang mampu dalam aspek ini. Pada aspek kelancaran dari 27 siswa, terdapat 26 siswa yang mampu menguasai aspek ini. Pada aspek bahasa tubuh dari 27 siswa yang ada, terdapat 22 siswa yang mampu menguasai aspek ini. Keterampilan berbicara siswa dipengaruhi oleh faktor kebahasaan seperti kemampuan pelafalan siswa, dan faktor non-kebahasaan seperti bahasa tubuh. Upaya yang dilakukan untuk mengasah keterampilan berbicara siswa ialah dengan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesi
    corecore