10 research outputs found

    Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Tes PISA pada Aspek Kimia untuk Siswa SMA Negeri Kelas X di Kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Fitrianingsih, Azizah. 2016. Identifikasi Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Tes PISA pada Aspek Kimia untuk Siswa SMA Negeri Kelas X di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Prayitno, M.Pd, (II) Prof. Dra. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D.Kata Kunci: PISA, kesulitan siswaDewasa ini penguasaan literasi sains merupakan salah satu tujuan pembelajaran IPA termasuk kimia. Untuk mengukur literasi sains siswa, OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) melakukan penilaian secara internasional dengan program yang disebut PISA (Programme for International Student Assessment). Namun, peringkat siswa Indonesia dalam kemampuan literasi sains pada PISA masih berada pada urutan bawah dan setiap periodenya tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Kimia yang merupakan bagian dari sains dapat memberikan kontribusi dalam profil pencapaian literasi sains Indonesia dalam PISA. Mengetahui kesulitan siswa dalam menjawab soal PISA pada materi kimia dapat memberikan informasi diagnostik yang bermanfaat dalam pembuatan kebijakan untuk peningkatan mutu pendidikan dan dapat digunakan sebagai acuan untuk perbaikan diri siswa jika menemui soal-soal yang serupa.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa yang berusia 15-16 tahun (siswa SMA Negeri Kelas X di Kota Malang) dalam menyelesaikan tes PISA pada aspek kimia dan kemungkinan-kemungkinan penyebabnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah (1) mengkaji aspek kimia yang terdapat dalam tes PISA, (2) menyusun instrumen penelitian, (3) mengumpulkan data penelitian dengan tes tertulis yang diadaptasi dari tes PISA dan mengisi angket, (4) melakukan analisis data penelitian, dan (5) melaporkan hasil pembahasan penelitian yang telah dilaksanakan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) profil capaian siswa pada aspek kimia dalam tes PISA tergolong rendah dengan rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 48, (2) tingkat kesukaran soal kimia pada tes PISA didominasi oleh soal-soal dalam kategori sedang (66%), kemudian soal dalam kategori sukar (22%), dan soal dalam kategori mudah (12%), (3) siswa mengalami kesulitan berkaitan dengan kompetensi sains dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengidentifikasi isu/masalah sains, dan menggunakan bukti-bukti ilmiah, (4) persepsi siswa tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan tes PISA di antaranya adalah (i) siswa belum pernah mendapatkan materi sesuai dengan materi yang ditanyakan pada soal PISA; (ii) model soal yang diujikan oleh guru berbeda dengan soal yang diujikan dalam PISA; (iii) dalam soal PISA terdapat istilah-istilah kimia yang belum diajarkan pada anak usia 15-16 tahun

    EFEKTIFITAS HYPNOBIRTHING PADA IBU BERSALIN TERHADAP NILAI APGAR SATU MENIT PERTAMA BAYI BARU LAHIR DI KABUPATEN CIREBON

    Get PDF
    Hypnobirthing can be used to deal with and go through pregnancy and childbirth preparation in a natural, relaxing, and comfortable way and to be useful in helping to supply oxygen to the baby during childbirth so that the babies born have better Apgar score. This study aimed to determine the effect of hypnobirthing on the Apgar score on normal primiparous parturient in Cirebon. This was a quasi experimental study using a post -test only with control group design. Samples were taken with consecutive sampling technique which amounted to 60 people consisting of 30 people in the intervention group and 30 people in the control group. The effect of hypnobirthing on the Apgar score was analyzed using unpaired Mann-withney. The results showed that there were significant differences in the first Apgar mean score (the first minute) among respondents who were given hypnobirthing with those not given hypnobirthing (p = 0.000) and there were no significant differences in the second Apgar mean score (5 minutes later) among respondents who were given hypnobirthing with those not given hypnobirthing (p = 0.792). The author suggests that midwives be able to apply hypnobirthing to pregnant women in their third trimester of pregnancy in order to reduce the occurrence of asphyxia in newborn

    TUGAS AKHIR KARYA ILMIAH PROSES PUBLIC RELATIONS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI KOTA TANGERANG SELATAN DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF MELALUI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM @HUMASKOTATANGSEL

    Get PDF
    Dalam melakukan proses public relations, Humas Diskominfo Kota Tangerang Selatan berupaya untuk membangun citra positif melalui media sosial Instagram sebagai salah satu media publikasi instansinya dalam membagikan informasi kepada publik masyarakatnya tersampaikan dengan baik dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses peran public relations pada Diskominfo Kota Tangerang Selatan dalam membangun citra positif melalui media sosial Instagram @humaskotatangsel. Penulis menggunakan teori proses public relations yang dikemukakan oleh Cutlip dan Center yaitu, defining the problem (Fact Finding), Planning and Programming, Taking Action and Communicating, dan Evaluating the Program dalam Diskominfo Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Narasumber dalam penelitian terdapat satu Key Informan dan dua Informan dari bagian internal maupun eksternal. Penelitian ini juga menggunakan teknik keabsahan data triangulasi sumber dengan Teknik pengumpulan data wawancara mendalam, studi pustaka dan dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses humas Diskominfo Kota Tangsel dalam membangun citra positif melalui media sosial Instagram @humaskotatangsel telah efektif dan sesuai dengan teori yang penulis gunakan dalam penelitian. Humas dalam sebuah instansi itu sangat penting terutama dalam pengelolaan media sosial. Proses public relations sebelum diunggah kedalam media sosial juga membutuhkan koordinasi tim yang baik. Dalam proses public relations juga pasti terdapat hambatan yang biasanya berasal dari perbedaan persepsi diantara publik. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah peran humas diskominfo kota tangsel telah berhasil membangun citra positif melalui media sosial Instagram pribadinya dan berhasil dalam mengatasi hambatan yang ada. In carrying out the public relations process, Public Relations Diskominfo South Tangerang City seeks to build a positive image through social media Instagram as one of the agency's publication media in distributing information to the public that the community is conveyed properly and accurately. This study aims to determine how the process of the role of public relations at Diskominfo in South Tangerang City in building a positive image through social media Instagram @humaskotatangsel The author uses the public relations process theory proposed by Cutlip and Center, namely, defining the problem (Fact-Finding), Planning and Programming, Taking Action and Communicating, and Evaluating the Program and network theory in new media to analyze the production, communication, and information in the Diskominfo of South Tangerang City This study uses a descriptive approach with qualitative research methods. The resource persons in this research are one Key Informant and two Informants from internal and external departments. This study also uses the technique of data validity triangulation sources with interview data collection techniques, literature study, and documentation. And data analysis techniques using data collection techniques, data reduction, data presentation, and concluding. The results of this study indicate that the public relations process of the Tangsel City Diskominfo in building a positive image through social media Instagram @humaskotatangsel has been effective and in accordance with the theory that the author uses in the study. Public relations in an agency is very important, especially in the management of social media. The public relations process before being uploaded to social media also requires good team coordination. In the process of public relations, there must also be obstacles which usually come from differences in perceptions among the public. The research that has been done concludes that the role of public relations at the Diskominfo of Tangsel City has succeeded in building a positive image through his personal Instagram social media and succeeded in overcoming the existing obstacles

    The effectiveness of mobile-based teaching materials for academic writing in hybrid learning on students’ academic writing ability

    Get PDF
    Mobile-based teaching materials for academic writing are flexible to be implemented in various learning models. Therefore, this study aims to investigate which is more effective between mobile-based teaching materials in hybrid learning and teaching materials in form of handouts in direct instruction to produce students’ academic writing ability. This study is quasi experimental design in which the population is all of students in second semester at Indonesian language and literature department of IKIP PGRI Bojonegoro. They are consisted of 72 students. Research samples are taken using simple random sampling. Test is utilized to obtain the data. Moreover, its hypothesis is tested using t-test. Result of study shows that in the significance level of 0,05, it equals 1,6992. While the value of t0,05;70 = 1,6669. Based on t table, the value of DK = . tobs  DK. In other words, H0 is rejected. It can be concluded that mobile-based teaching material of academic writing skill in hybrid learning is more effective to produce students’ academic writing ability than the teaching materials in form of handouts in direct instruction

    PENGARUH HYPNOBIRTHING TERHADAP NILAI APGAR BAYI BARU LAHIR PADA PERSALINAN NORMAL PRIMIPARA (di Kabupaten Cirebon Tahun 2013)

    Get PDF
    Latar Belakang : Hypnobirthing merupakan kombinasi praktik hypnosis terhadap diri dengan panduan dari hypnotherapis untuk mencapai relaksasi mendalam. Hypnobirthing dapat digunakan untuk menjalani kehamilan serta persiapan melahirkan dengan cara alami, nyaman serta bermanfaat dalam membantu suplay oksigen kepada bayi selama proses persalinan sehingga bayi yang lahir memiliki nilai APGAR yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Hypnobirthing terhadap nilai APGAR bayi baru lahir pada persalinan normal primipara di Kabupaten Cirebon tahun 2013. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan post test only with control group desain. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol. Pengaruh hypnobirthing terhadap nilai apgar bayi baru lahir pada persalinan normal primipara dianalisis dengan menggunakan uji Mann-withney Hasil penelitian : menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata nilai apgar 1 (1 menit pertama) antara responden yang diberi tindakan hypnobirthing dengan yang tidak diberi tindakan hypnobirthing (p=0,000) dan tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata nilai apgar 2 (5 menit kemudian) antara responden yang diberi tindakan hypnobirthing dengan yang tidak diberi tindakan hypnobirthing (p=0,792). Peneliti menyarankan agar para bidan dapat mengaplikasikan hypnobirthing pada ibu hamil trimester III agar mengurangi terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir. Kata Kunci : Hypnobirthing, APGAR Back ground : Hypnobirthing is a combination of self hypnosis practice with guidance from hypnotherapists to achieve deep relaxation. Hypnobirthing can be used to deal with and go through pregnancy and childbirth preparation in a natural, relaxing, and comfortable way and to be useful in helping to supply oxygen to the baby during childbirth so that the babies born have better Apgar score. This study aimed to determine the effect of hypnobirthing on the Apgar score on normal primiparous parturient in Cirebon in 2013. Research Methods :This was a quasi experimental study using a post -test only with control group design. Samples were taken with consecutive sampling technique which amounted to 60 people consisting of 30 people in the intervention group and 30 people in the control group. The effect of hypnobirthing on the Apgar score in normal primiparous parturient was analyzed using unpaired Mann-withney. The results : showed that there were significant differences in the first Apgar mean score (the first minute) among respondents who were given hypnobirthing with those not given hypnobirthing (p = 0.000) and there were no significant differences in the second Apgar mean score (5 minutes later) among respondents who were given hypnobirthing with those not given hypnobirthing (p = 0.792). The author suggests that midwives be able to apply hypnobirthing to pregnant women in their third trimester of pregnancy in order to reduce the occurrence of asphyxia in newborns Keywords: Hypnobirthing, Apga

    EVALUASI PROGRAM PENANGGULANGAN GIZI KURANG PADA BALITA DI UPT PUSKESMAS PASUNDAN

    Get PDF
    Latar belakang: Masalah gizi kurang pada balita berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak dan membutuhkan intervensi berkelanjutan berbasis pelayanan primer. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung 2022–2023, UPT Puskesmas Pasundan mencatat penurunan prevalensi gizi kurang tertinggi. Tujuan: Mengetahui dan mengevaluasi program penanggulangan gizi kurang di UPT Puskesmas Pasundan dari aspek perencanaan, implementasi, output, dan outcome. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil: Program disusun sesuai standar manajemen Puskesmas dengan pola USG. Tiga program utama yaitu pemantauan pertumbuhan, penyuluhan dan konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan (PMT) telah dilaksanakan terstruktur, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan kader, media edukasi, dan alokasi dana. Implementasi program cukup efektif dengan pelaksanaan rutin dan partisipasi masyarakat, meski masih menghadapi hambatan ketepatan sasaran. Output mencakup peningkatan cakupan, pemahaman orang tua, dan status gizi balita. Outcome menunjukkan tren penurunan prevalensi tahunan, namun masih diperlukan peningkatan pemantauan dan koordinasi untuk keberlanjutan program. Temuan ini menjadi dasar perbaikan intervensi melalui optimalisasi sumber daya dan kolaborasi lintas sektor. Simpulan: Program penanggulangan gizi kurang di UPT Puskesmas Pasundan telah sesuai standar prioritas masalah dan menunjukkan hasil positif, namun perlu penguatan pelatihan, sumber daya, dan pemerataan pelaksanaan. Kata kunci: Balita, Evaluasi program, Gizi kurang, Program gizi, Puskesmas. Background: Undernutrition among children under five has a significant impact on child growth and development and requires continuous intervention through primary health services. According to data from the Bandung City Health Office (2022–2023), UPT Puskesmas Pasundan recorded the highest decrease in undernutrition prevalence compared to other health centers. Objective: To assess and evaluate the undernutrition intervention at UPT Puskesmas Pasundan in terms of planning, implementation, output, and outcome. Methods: This study employed a qualitative approach using grounded theory. Results: The program was designed according to Puskesmas management standards using the USG model. Three main programs, growth monitoring, nutrition education and counseling, and supplementary feeding (PMT) were implemented in a structured manner, although constraints were identified, such as limited cadre training, educational media, and budget allocation. Implementation was relatively effective, marked by routine activities and community involvement, despite challenges in targeting accuracy. Outputs included improved coverage, parental understanding, and child nutrition status. Outcomes showed a declining trend in annual undernutrition prevalence, though enhanced monitoring and cross-sector coordination are needed to ensure sustainability. These findings provide a basis for improving interventions through resource optimization and multi-sector collaboration. Conclusion: The undernutrition intervention at UPT Puskesmas Pasundan aligns with problem-based management standards and shows positive results, but strengthening in training, resources, and equitable implementation is still needed. Keywords: Children under five, Nutrition program, Program evaluation, Puskesmas, Undernutrition

    Reinterpretasi penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat-ayat gender dengan pendekatan qira’ah mubadalah

    Get PDF
    Reinterpretasi perlu dilakukan terhadap teks-teks keagamaan yang ditafsirkan secara bias, khususnya al-Qur’an dan al-Hadits. Sebab, keduanya merupakan pedoman hidup masyarakat muslim, yang juga dijadikan sebagai sumber hukum. Al-Qur’an merupakan otoritas hukum tertinggi yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan. Dengan adanya reinterpretasi tersebut, maka akan diperoleh paradigma masyarakat yang adil gender. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan kritik (membaca ulang, menelaah, mengevaluasi) penafsiran Ibnu Katsir, khususnya terhadap ayat-ayat gender yang meliputi asal-usul penciptaan perempuan, kesaksian dan kewarisan perempuan yang dinilai setengah laki-laki, poligami, kepempinan perempuan, dan kenabian. Penelitian ini disajikan dalam studi kepustaan (library research) dengan data primer Tafsir Ibnu Katsir (al-Qur’an al-‘Adzim). Sementara literatur-literatur terkait diskursus ini menjadi sumber sekunder bagi penelitian ini. Data-data yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk deskriptif-analitis. Penelitian ini menemukan bahwa produk penafsiran Ibnu Katsir cenderung bias gender. Produk-produk interpretasi Ibnu Katsir yang berkaitan dengan persoalan-persoalan perempuan belum mampu memenuhi keadilan gender dan tuntutan partisipasi perempuan. Namun, oleh masyarakat Islam cenderung taken for granted terhadap penafsiran Ibnu Katsir. Untuk melihat apa yang melatarbelakangi interpretasi Ibnu Katsir yang bias gender, penelitian ini menerapkan hermenutika Gadamer sebagai pisau analisis. Ditemukan bahwa pada penafsiran Ibnu Katsir dipengaruhi oleh beberapa condition of possibility. Atas penafsiran Ibnu Katsir yang bias gender, penulis melakukan reinterpretasi dengan pendekatan qira’ah mubadalah. Dengan perspektif qira’ah mubadalah ditemukan makna baru bahwa dua banding satu pada kasus kesaksian dan kewarisan perempuan merupakan sesuatu yang kontekstual dan fungsional, sehingga pada kasus ini diperoleh perbandingan yang sama yaitu satu banding satu antara laki-laki dan perempuan; pada ayat tentang asal-usul penciptaan perempuan, diperoleh makna baru bahwa laki-laki diciptakan dari unsur yang sama; pada ayat tentang poligami, monogami lebih diutamakan sebagai solusi, sebab laki-laki dan perempuan keduanya dituntut untuk memiliki komitmen dan kesetiaan untuk mempertahankan kesetiaan monogami; ayat tentang kemimpinan, ditemukan gagasan baru bahwa tanggung jawab yang dapat diemban oleh baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki kemampuan dan kapasitas dalam menjalankan tanggung jawab; serta ayat tentang kenabian, jika dibaca dengan perspektif mubadalah, maka dapat dikatakan bahwa ada nabi perempuan. ABSTRACT: Reinterpretation needs to be done on religious texts that are interpreted biasedly, especially the Koran and al-Hadith. This is because both are guidelines for the life of Muslim society, which are also used as sources of law. The Qur'an is the highest legal authority that upholds the values of equality. With this reinterpretation, a gender-just society paradigm will be obtained. This study intends to criticize (re-read, examine, evaluate) the interpretation of Ibn Kathir, especially on gender verses which cover the origins of the creation of women, the testimony and inheritance of women who are considered half men, polygamy, female leadership, and prophethood. This research is presented in a literature study (library research) with primary data from Tafsir Ibnu Katsir (al-Qur'an al-'Adzim). While the literature related to this discourse is a secondary source for this research. The data obtained will be presented in a descriptive-analytical form. This study found that the product of Ibn Kathir's interpretation tends to be gender biased. The products of Ibnu Katsir's interpretation related to women's issues have not been able to meet gender justice and the demands of women's participation. However, the Islamic community tends to be taken for granted towards the interpretation of Ibn Kathir. To see what is behind the gender-biased interpretation of Ibnu Katsir, this study applies Gadamer's hermeneutics as an analytical tool. It was found that the interpretation of Ibn Kathir was influenced by several conditions of possibility. Regarding the gender biased interpretation of Ibnu Katsir, the author reinterprets it using the qira'ah mubadalah approach. With the perspective of qira'ah mubadalah, a new meaning is found that two to one in the case of women's testimony and inheritance is something contextual and functional, so that in this case the same ratio is obtained, namely one to one between men and women; in the verse about the origin of the creation of women, a new meaning is obtained that men were created from the same elements; in the verse on polygamy, monogamy is preferred as a solution, because men and women are both required to have commitment and loyalty to maintain monogamous loyalty; verses on leadership, a new idea was found that responsibilities can be carried out by both men and women who have the ability and capacity to carry out responsibilities; as well as verses about prophethood, if read from the perspective of mubadalah, then it can be said that there were female prophets

    Sustainable Environmental Management Based On Local Wisdom Of The Mbojo Bima Tribe, NTB

    Get PDF
    The issue of environmental damage is currently increasingly worrying, starting from landslides, floods, piles of rubbish, agricultural activities, illegal logging, waste disposal, pollution, air, erosion, gas and water supplies which continue to be a real threat to human life. Meanwhile, the environmental damage index in Bima is at the highest position compared to other regions. This condition can be seen from the problems of forest destruction, pollution, waste disposal, and declining soil quality, causing floods and landslides in various sub-districts in the Bima NTB region, such as the Bima flash flood in 2016, floods in 9 (nine) Bima Regency sub-districts 2018-2023.Research purposes, want to know, the forms of environmental damage in Bima NTB, Also Want to know about sustainable environmental management based on local wisdom of the Mbojo Bima tribe, NTB.Research methodsin the form of empirical legal research with a sociological approach, case approach, conceptual approach and philosophical approach. Data sources include primary data and secondary data. Heuristic and interpretative analysis.Findings shows that (1) Forms of Environmental Damage in Bima, covers illegal logging, agricultural activities, use of herbicides and pesticides, irregular disposal of B3 waste, piles of rubbish everywhere, use of greenhouses, gas and dust pollution in various sub-districts. (2) Sustainable Environmental Management Based on the Local Wisdom of the Mbojo Bima Tribe, there is a balance between the values ​​of the local wisdom of the Bima people and nature and the surrounding environment, where cultural beliefs about "parafu (sacred places that reside in springs and trees) and the concept of "ngaha aina ngoho” (managing forests and the environment well and sustainably) is the main basis for environmental management in the Bima NTB region

    Maritime education after COVID-19 Era

    No full text
    The COVID-19 pandemic has very quickly changed various human behavior including the world of education. Maritime Education is one that feels the impact of the pandemic. Various Solutions in educational technology must be quickly adjusted to fill the gap and ensure learning is not disrupted. Although online learning is not new, with the pandemic can accelerate digital learning used to overcome and improve the quality of online learning. Article we want to convey our experience in organizing maritime education at the Semarang Shipping Science Polytechnic using case study techniques. The results of this study revealed that although online learning is very helpful for teaching and learning activities during the pandemic, it has not been able to replace practical learning. With the decline of Covid-19 pandemic cases in Indonesia, the author wants to make short-term breakthroughs and possible long-term solutions that can contribute to learning in the future. The use of learning recordings with simulators, practicum recordings and theoretical learning recordings is expected to help maritime learning in the future

    Manajemen Hybrid Learning Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

    No full text
    The COVID-19 pandemic has changed human behavior, including education. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang is one of those who feel the impact of the pandemic. Adjustments to education management are made to improve and ensure learning can occur properly. Online learning is not new, but the pandemic has made digital learning directly used as a solution to overcome this. Using a case study approach, this paper presents our experience in organizing online education at the Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. The results showed that although online learning can be used in teaching and learning activities during the pandemic, it has not been able to replace practical learning. As the COVID-19 pandemic declines in Indonesia, the author wants to create one that can contribute to learning in the future. Using learning recordings with simulators, practicum recordings, and theoretical learning recordings is expected to help to learn.Pandemi COVID-19 mengubah perilaku manusia termasuk tidak terkecuali dalam dunia pendidikan.  Politeknik Ilmu Pelayaran menjadi salah satu yang merasakan dampak pandemi. Penyesuaian pengelolaan pendidikan dilakukan untuk memperbaiki serta memastikan pembelajaran  dapat berlangsung dengan baik. Pembelajaran online sebenarnya tidak termasuk hal baru, namun terjadinya Pandemi menjadikan pembelajaran digital langsung digunakan sebagai solusi untuk mengatasi hal tersebut. Paper ini menyajikan pengalaman kami dalam menyelenggarakan Pendidikan daring di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian mnunjukkan bahwa meskipun pembelajaran online, dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar selama pandemi, namun belum mampu menggantikan pembelajaran praktek. Seiring menurunnya Pandemi Covid-19 di Indonesia, penulis ingin membuat yang dapat berkontribusi pada pembelajaran pada masa yang akan datang. Penggunaan rekaman pembelajaran dengan Simulator, rekaman praktikum maupun rekaman pembelajaran teori diharapkan dapat membantu pembelajaran. &nbsp
    corecore