335 research outputs found
Sistem Perizinan Santri Berbasis Web dengan Fitur Whatsapp Menggunakan Framework Laravel (Studi Kasus pada Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang Putri)
Luhur Wahid Hasyim Islamic Boarding School is one of the huts located in the Semarang area, to be precise, in the Sampangan Village. The Islamic boarding school is part of the Wahid Hasyim Semarang University (UNWAHAS) foundation. In implementing the student licensing system, Luhur Wahid Hasyim Islamic Boarding School still applies the conventional system, students must meet the management and fill in the data in the permit book when applying for a permit. The licensing process using this method raises problems such as the large number of students who do not carry out permits according to the procedure, the data of students whose permits cannot be managed validly due to negligence. The purpose of this research is to produce a system that can speed up the process of managing, inputting, and storing student licensing data more effectively and efficiently. In making this information system the author uses the waterfall method which is the development of a system or software with the process of working on a system carried out sequentially and systematically. The results of this study are a web-based licensing system at the Luhur Wahid Hasyim Islamic Boarding School using the Laravel Framework. This licensing system can assist students in applying for permits at PPLWH more effectively and efficiently, assisting administrators in viewing lists of permit applications and recapitulating permits according to the type
Manajemen Konflik dalam Meningkatkan Produktivitas Guru di Sekolah Menengah Kejuruan
Conflict will be a problem for educational institutions if without a good approach and solution, tp address this conflict management is needed to process the various conflicts that exist. This must be realized by educational institutions, both formal an non-formal indire need of conflict management, so as to increase the productivity of teachers in these educational institutions. Based on this, this study aims to dtemine conflict management in increasing teacher work productivity at SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng, the methode used in this research is descriptive qualitative. In collecting data using observation, interview, and documentation. The result of this study is that confIict management carried out by SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng is carried out using a definitional approach and exchanging conflicting parties as learning. By resolving conflicts, the conflicting parties are exchanged so that each party can Iearn from each other about conflict solution in the form of compromise and accommodation. This method and approach is able to increase teacher productivity as SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng by changing the attitude of a teacher, establishing a harmonious relationship between teacher.KonfIik akan menjadi suatu masaIah bagi Iembaga pendidikan jika tanpa adanya pendekatan serta penyeIesaian yang baik, untuk menyikapi haI tersebut maka diperIukan manajemen konfIik untuk mengoIah berbagai konfIik yang ada. HaI ini harus disadari oIeh Iembaga pendidikan, baik formaI maupun non-formaI sangat membutuhkan manajemen konfIik, sehingga dapat meningkatkan produktifitas guru pada Iembaga pendidikan tersebut. Berdasarkan haI tersebut peneIitian ini memiIiki tujuan untuk mengetahui manajemen konfIik daIam meningkatkan produktivitas kerja guru di SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng. Metode yang digunakan daIam peneIitian ini adaIah kuaIitatif deskriptif. DaIam pengumpuIan datanya menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. HasiI dari peneIitian ini adaIah manajemen konfIik yang diIakukan oIeh SMK Khoiriyah Hasyim Tebuireng diIakukan dengan menggunakan pendekatan defisi dan menukarkan pihak-pihak yang berkonfIik sebagai pembeIajaran. Dengan menyeIesaikan konfIik yang digunakan adaIah mempertukarkan pihak yang berkonfIik agar masing-masing pihak dapat saIing memiIiki pembeIajaran terhadap penyeIesaian konfIik yang berupa kompromi dan akomodasi. Dengan cara dan pendekatan ini mampu meningkatkan produktivitas guru di SMK khoiriyah Hasyim Tebuireng dengan perubahan sikap seorang guru, terjaIinnya hubungan harmonis antar guru serta ketercapaian tugas yang dibebankan oIeh guru
Kepemimpinan perempuan: studi kasus kepala Madrasah Aliyah Hasyim Asy'ari Sukodono Sidoarjo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kepemimpinan perempuan, gaya yang dipakai pemimpin perempuan, dan faktor keberhasilan kepemimpinan perempuan di MA Hasyim Asy’ari.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap subyek. Keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh jenis kelamin, akan tetapi ditentukan oleh kemampuannya dalam memimpin. berbicara kemampuan memimpin, pasti tidak akan lepas dari gaya yang dipakai pimpinan dalam mempengaruhi dan menggerakkan bawahan. Selain gaya, ada juga faktor pendukung keberhasilan seorang pimpinan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan, terdapat tiga point penting yang ditemukan penulis mengenai kepemimpinan kepala madrasah MA Hasyim Asy’ari, yaitu: pertama, Kepala madrasah perempuan MA Hasyim Asy’ari mempunyai kepribadian positif, kedua,Kepala madrasah perempuan MA Hasyim Asy’ari dipandang berhasil dalam menjalankan roda kepemimpinan dan ketiga, Kepala madrasah perempuan MA Hasyim Asy’ari keberadaanya, sangat diterima oleh semua Steakholder MA Hasyim Asy’ari. Sedangkan gaya yang dipakai oleh kepala madrasah perempuan di MA Hasyim Asy’ari sangat bervariasi, yaitu: Situasional, demokratif, direktif, partisipatif, inovatif, maskulin, feminin dan transformasional. Adapun beberapa faktor pendukung yang yang mempengaruhi keberhasilan kepemimpinan perempuan di MA Hasyim Asy’ari adalah,keperibadian dan pengalaman, pengharapan dan perilaku atasan, karakteristik, kebutuhan tugas, iklim dan budaya organisasi serta harapan dan perilaku rekan
Keluarga Sakinah dalam Pandangan K.H. Hasyim Asy'ari (1871-1947 M) dan Relevansinya dengan Hukum Keluarga Islam di Indonesia: The Sakinah Family In The View of K.H. Hasyim Asy'ari (1871-1947 AD) And Its Relevance To Islamic Family Law In Indonesia
This study aims to describe indicators of the formation of a sakinah family according to K.H. Hasyim Asy'ari and its relevance to the Compilation of Islamic Law (KHI). This qualitative research in the form of literature study uses philosophical normative. The main data source, namely the book Dhau' al-Mishbah fi Bayani Ahkam an-Nikah by K.H. Hasyim Asy'ari. Several articles in the KHI as the theory of analysis of this research. The results of the study show that there is a relevance between indicators for the formation of a sakinah family according to K.H. Hasyim Asy'ari with the construction of legal provisions in the Kompilasi Huukum Islam (KHI). First, the indicators of complying with the legal principles, requirements, and pillars of marriage that are relevant to KHI articles 4, 16, 20, and 27. It's just that the view of K.H. Hasyim in this first indicator tends to be textual. In contrast to KHI which is more contextual. Second, the recommendation indicator in choosing a life partner that is relevant to KHI Articles Articles 15, 16, 17, and 61. In this case, the criteria for the recommendation to choose a partner by K.H. Hasyim is more detailed covering various aspects, including religion, physical, lineage, economy, psychological and social status. Third, the indicator understands the principles of the purpose and benefits of marriage that are relevant to Articles 2 and 3. Third, the indicator is to build a good partnership in carrying out the rights and obligations of husband and wife that are relevant to the KHI Article 80. However, regarding the duties or obligations of the wife, K.H. Hasyim is more detailed than KHI. The theoretical implications of this research show indicators of the formation of a sakinah family in the view of K.H. Hasyim Asy'ari has relevance as well as can be the basis for formulas in the development and renewal of Islamic marriage law in Indonesia. The limitation of this research is that it has not studied in depth the heurmenetic aspects of the construction of the views of K.H. Hasyim is related to four indicators of the formation of a sakinah family
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DOMPET DIGITAL (E-WALLET) SEBAGAI ALAT TRANSAKSI PERSPEKTIF ‘URF (Studi Kasus Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang)
Digital wallets or E-wallets play a very important role in changing society. A digital wallet (e-wallet) is an electronic service for storing payment instrument data using electronic money that can hold funds. E-wallet is considered an effective transaction tool because it is easy to use, efficient and practical, the use of e-wallets is a new habit ('urf) for the general public in carrying out digital-based transaction activities, the author wants to know how the 'urf perspective on the practice of using Digital Wallets (e-wallets) as a transaction tool for lecturers at the Faculty of Islamic Religion, Hasyim Asy'ari Tebuireng University Jombang.The author uses qualitative research with a phenomenological approach. Data collection techniques are carried out by interview, observation, and documentation. The results of the interviews obtained state that the use of e-wallets as a transaction tool is very easy with features that suit the needs and use of e-wallets and in the view of ‘urf, this e-wallet is classified as ‘urf shahih, because the purpose of use is carried out as needed and not excessive. so that it is effective in helping to facilitate transactions in the midst of busy activities and still paying attention to the provisions of Islamic law.Dompet digital atau E-wallet berperan sangat penting dalam perubahan peradapan masyarakat. Dompet digital (e-wallet) adalah layanan elektronik untuk menyimpan data instrumen pembayaran menggunakan uang elektronik yang dapat menampung dana. E-wallet dianggap sebagai alat transaksi yang efektif karena mudah digunakan, efisien dan praktis, penggunaan e-wallet merupakan kebiasaan (‘urf) baru bagi masyarakat umum dalam melakukan kegiatan transaksi yang berbasis digital, penulis ingin mengetahui bagaimana perspektif ‘urf terhadap praktik penggunaan Dompet Digital (e-wallet) sebagai alat transaksi bagi dosen Fakultas Agama Islam Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.Penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil wawancara yang diperoleh menyatakan penggunaan e-wallet sebagai alat transaksi sangat memudahkan dengan fitur-fitur yang sesuai kebutuhan dan penggunaan ¬e-wallet dan dalam pandangan ‘urf, e-wallet ini tergolong ‘urf shahih, karena tujuan penggunaan dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. sehingga efektif dalam membantu mempermudah bertransaksi ditengah padatnya aktivitas dan tetap memperhatikan ketentuan syari’at agama Islam
Guru Tasawuf Ḥaḍrat Al-Shaykh K.H. M. Hasyim Asy'ari di Makkah
This article will answer a question who is the Sufism teacher Ḥaḍrat al-Shaykh Hasyim Asy'ari in Makkah? To answer this question, the writer uses primary and secondary data. The first is primary data, the author is guided by the manuscript in the book of Ḥaḍrat al-Shaykh's legacy. A philological approach is needed to read it. While the second is secondary data, the author refers to Snouck Hurgronje's writing which records the activities of the hajj, especially the Javanese community in Mecca. In this study, the authors found data on the name of Syekh ‘Abd al-Shakūr Surabaya as Ḥaḍrat al-Shaykh's teacher in the field of Sufism along with some information related to the teacher that is not often found in the existing literature
Konsep Pendidikan Islam Moderat KH. Hasyim Asy'ari (Telaah Kitab Risalah Ahl As-Sunah Wal Jamaah)
Moderate Islamic education, according to KH. Hasyim Asy'ari, seeks to address contemporary challenges while preserving the authenticity of Islamic teachings, remaining open to scientific advancements and differing opinions. The aim of this study is to explore the concept of moderate Islamic education developed by KH. Hasyim Asy'ari in Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah and to examine its relevance in the context of contemporary Islamic education. This research employs a qualitative descriptive method. The findings indicate that Islamic education based on KH. Hasyim Asy'ari's concept of moderation can serve as a solution in shaping a generation of Muslims who are ethical, broad-minded, tolerant, and capable of facing modern challenges without losing the essence of moderate and inclusive Islamic teachings.
Pendidikan Islam moderat menurut KH. Hasyim Asy’ari berupaya menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga keautentikan ajaran Islam, namun tetap terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan perbedaan pendapat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidikan Islam moderat yang dikembangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Risalah Ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah dan untuk mengetahui relevansi konsep pendidikan Islam moderat KH. Hasyim Asy’ari dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil dalam penelitian ini adalah pendidikan Islam yang berbasis pada konsep moderasi KH. Hasyim Asy’ari dapat menjadi solusi dalam membentuk generasi Muslim yang berakhlak, berwawasan luas, toleran, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan esensi ajaran Islam yang moderat dan inklusif
Persilangan secara Bebas Beberapa Varietas Tanaman Jagung (Zea Mays L.) untuk Mendapatkan Varietas Komposit
ABDUL KHAIRUL IS: Crossing Freely Several Corn Plants Varieties (Zea
mays. L) to get Composite Variety, is guided by LUTHFI A.M SIREGAR, and
HASMAWI HASYIM. To get composite variety necessary is done crossing
free/random (random mating) minimum five times. This watchfulness aims to get
composite variety and to detect generative character difference and vegetatif corn
plants (Zea mays. L) with crossing free/random (random meting). This watchfulness
uses group random plan non factorial that consists of four varieties (P 12, BISI 2, DK
3, JAYA 1). Data that got to analyzed by using sidik kind and continued with Test
Difference Honest Real (BNJ). Parameter that watched tall plants, leaf total, leaf
total above cob, leaf curvature, male bloomy age, female bloomy age, harvest age,
rapid seed admission filling, seed total per tuna, heavy 100 seed, production per plot.
from watchfulness result is got that variety differ real towards tall plants two mst,
leaf total above cob, age out female flower, harvest age and production per plot.81 HalamanSkripsi Sarjan
Nilai-nilai sufistik dan kepemimpinan Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari
Islam merupakan ajaran yang di turunkan kepada manusia untuk di jadikan pedoman hidup sebagai nilai-nilai dasar yang di turunkan Allah SWT (agama rahmatan lil alamin). Agama itu baik buruknya bukan agamanya, melainkan pengikutnya. Pengikut pasti ada pemimpinnya, sedangkan seorang pemimpin harus handal, kompeten dan kridibel serta memiliki keteladanan yang patut dalam memimpin umat secara benar lahir maupun batinnya. Pemimpin (Ulama) merupakan pewaris para Rasul, Mereka sebagai pengatur kehidupan dalam diri dan luar dirinya. Pemimpin adalah orang yang dianut oleh orang banyak dalam mencapai tujuan bersama, harus mempunyai wibawa, kebijaksanaan yang tepat serta sifat-sifat Sidiq, Tabligt, Amanah, Fatanah.
Penelitian ini meneliti Nilai-Nilai Sufiktik Dalam Kepemimpinan, dimana antara kepemimpinan dan sufistik tidak ada hubungan dan kepertemuan melainkan dari sisi-sisi nilai itu sendiri, hal ini sangat menarik untuk dikupas dalam penelitian dengan membahas tokoh besar Pahlawan Nasional, Ulama terkemukau Hadhrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Pemimpin organisasi besar NU yang hasil perjuangannya masih kita rasakan.
Penelitian ini ingin menjawab permasalahan: 1. Bagaimana pemikiran Hadhrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari mengenai nilai-nilai sufistik 2. Bagaimana nilai-nilai sufistik dalam sistem kepemimpinan Hadhrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Libbrary reseach) dengan menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan metode analisis data menggunakan deskriptif analisis.
Penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik dalam kepemimpinan menurut Hadrotus Syekh KH Hasyim Asy’ari yaitu orang yang belajar tasawuf dan berusaha menjaga hubungan dengan Allah hablumminallah, hubungan dengan manusia hablumminnannas, dan hubungan dengan alam hablumminalardu. Diiringi dengan riadhah dan mujahadah, serta tidak meninggalkan syariat meski bagaimanpun dan berusaha menjaga diri dari maksiat, berusaha meminimalisir dosa-dosa kecil dan besar, serta berusaha melegakan hati orang lain. Itu semua untuk mencapai hakekat, dan hakekat sendiri menurut KH Hasyim Asy’ari mewujudkan dan menetapkan tingkatan ihsan, hubungannya syariat itu dzohir dan thariqat itu batinnya syariat, dan syariat dan haqiqat itu bisa bertemu dan tidak bisa dipisah-pisah. Dan ihsan sendiri adalah kebijakan, kesempurnaan, keutamaan, atau keindahan spiritual. Kemudian ihsan dapat dibagi lagi menjadi tiga yaitu: Berbuat kebaikan yang sudah semestinya dilakukan yang menyangkut harta, kata-kata, tindakan, dan segenap keadaan, seperti mempraktekan ihsan dalam bentuk Tawassuth (moderat), Tawazun (keseimbangan), I’tidal (jalan tengah), Tasamuh (toleran).; Beribadah dengan penuh kehadirat dan kesadaran seperti seseorang yang benar-benar melihat Tuhan; Merenungkan dan memikirkan Allah dalam segala sesuatu dan setiap saat. Tujuan dari penelitian ini untuk Untuk mengetahui pentingnya sifat-sifat dasar sufistik agar tertananam sifat-sifat sufi dalam kehidupan terutama dalam kepemimpinan yang setidaknya ada di kehidupan sehari-hari dan saat memimpin sesuatu mulai dari yang kecil sampai besar, diharapkan saat memimpin mengambil keputusan tidak merugikan banyak pihak dan selalu menjunjung ke maslahatan bersama dan tidak melanggar tatanan moral serta bisa menjadi penengah dan berpengaruh dengan menggunakan sifat sufistik
A Representasi Pesan Moral Dalam Film Luqothoh Karya Rumah Produksi Tebuireng
Abstract : Basically, a film is a work of art that is born from the role of actors in playing their characters. One example is the film Luqothoh by the Tebuireng Production House, which was produced by Abdullah Aminuddin Aziz. This film tells the story of Kaf (played by M. Dzannuroin Aldivano), the great-grandson of KH. Hasyim Asy'ari, who spent his time as a santri, was filled with trials and tribulations that made him mature. In this research, the researcher formulated two main problems that will be answered in this thesis, namely: (1) What are the denotative, connotative and mythical meanings of the scenes that convey moral messages in the film Luqothoh? (2) What is the moral message implied in the film Luqothoh? To answer these two problems, the researcher used a descriptive qualitative approach by applying a semiotic analysis method based on Roland Barthes' theory. The results of this analysis show that there is a moral message that includes values such as: respecting teachers, upholding honesty and responsibility, having empathy, holding commitment in fulfilling promises, having a trustworthy nature, appreciating the help given, carrying out devotion to worship, being wise in making decisions. , have firmness in your stance, and try seriously.
Keywords: Morals, Semiotics, Luqothoh FilmPada dasarnya, film merupakan sebuah karya seni yang lahir dari peran para aktor dalam memerankan karakter-karakternya. Salah satu contohnya adalah film Luqothoh karya Rumah Produksi Tebuireng, yang diproduseri oleh Abdullah Aminuddin Aziz. Film ini mengisahkan tentang Kaf (diperankan oleh M. Dzannuroin Aldivano), seorang cicit KH. Hasyim Asy’ari yang menjalani masa menjadi santrinya dipenuhi dengan ujian dan cobaan yang mendewasakan. Dalam penelitian ini, peneliti merumuskan dua permasalahan utama yang akan dijawab dalam skripsi ini, yakni: (1) Bagaimana makna denotatif, konotatif, dan mitos dari adegan yang menyampaikan pesan moral di dalam film Luqothoh? (2) Apa pesan moral yang tersirat dalam Film Luqothoh?. Untuk menjawab kedua permasalahan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan metode analisis semiotika berdasarkan teori Roland Barthes. Hasil analisis ini menunjukkan adanya pesan moral yang mencakup nilai-nilai seperti: menghormati guru, menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab, memiliki empati, memegang komitmen dalam memenuhi janji, memiliki sifat amanah, menghargai bantuan yang diberikan, menjalankan ketaatan beribadah, bijaksana dalam mengambil keputusan, memiliki keteguhan dalam pendirian, dan berusaha dengan sungguh-sungguh.
Kata kunci: Moral, Semiotika, Film Luqotho
- …
