32 research outputs found
Al-Qâḍi Abu al-Hasan Ali bin 'Abd al-Aziz al-Jurjâni: Hâmil as-Salâm
Ali Bin Abdul Aziz Al-Jurjani built his concept orientation as a way out of the problems of the world of classical Arabic literary criticism, so as to provide objectivity in criticizing a work. Abdul Aziz comments to all the poets of his time, quoting Al-qodhi's own words: "If a poet finds fault and then finds goodness in other poets then a poet will make excuses to accept it". It means the absurd contradiction between one poet and another. Abdul Aziz offers a duality perspective towards Al-Mutanabbi and his enemies. Ali Bin Abdul Aziz's perspective is stated in his book, Al-Washatah baina Mutanabbi wa Khusumihi. Ali Bin Abdul Aziz's critical opinion gives a start and a difference in the objective interpretation of problems in classical Arabic literary criticism. This study will uncover the form of neutrality of Ali Bin Abdul Aziz in the book Al-Washatah baina Mutanabbi wa Khusumihi, with a form of criticism as well as a symbol of the meaning of appreciation of literature
Epoxidation of 1-Octene with hydrogen peroxide aqueous catalyzed by titania supported sulfonated coal
SISTEM KONTROL WIRELESS PADA ROBOT TEMATIK INDONESIA BERBASIS ESP32 DAN ARDUINO MEGA
Kontes Robot Indonesia atau KRI adalah kegiatan kompetisi tahunan mahasiswa dalam bidang rancang bangun dan rekayasa robotika salah satu divisi yang ada pada kontes ini adalah Pada Kontes Robot Tematik Indonesia atau KRTMI. Pada saat kontes, robot dikendalikan dengan kendali jarak jauh atau nirkabel. Saat kontes dimulai kedua robot bergerak mengambil koin di rak, kemudian bergerak membawa koin untuk ditempatkan pada lokasi yang sah pada lapangan. Diajang kompetisi robot sistem kontrol memegang peran yang sangat penting karena bertugas mengatur dan mengendalikan perilaku serta gerakan robot sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Sistem kontrol nirkabel memungkinkan pengendalian robot tanpa koneksi fisik langsung antara pengendali dan robot itu sendiri. Pada penelitian ini dibahas kendali robot tematik Indonesia secara nirkabel melalui jaringan Bluetooth menggunakan joystick PS4 sebagai antarmuka bagi pemain. ESP32 sebagai penerima data dari joystik dan Arduino Mega sebagi pemroses. Hasil penelitian robot dapat bergerak sesuai perintah yang diberikan oleh joystick dengan jangkauan maksimal 9,2 meter. Pada saat dioperasikan rata-rata delay yang terjadi yaitu 166,9 detik. Nilai output pada aktuator yang berupa 4 motor DC pada tiap jaraknya konsisten, dengan deviasi rata-rata 1,5 rpm; 2,3 rpm; 3,8 rpm; dan 1,4 rpm.
Kata kunci: Robot Tematik Indonesia, Kendali Nirkabel, ESP3
MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA BASKET SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BAWANG BANJARNEGARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen
olahraga bola basket di SMP Negeri 1 Bawang mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, staf, pengarahan, dan evaluasi yang digunakan untuk mengatasi
hambatan di dalam ekstrakurikuler.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tempat penelitian di
SMP Negeri 1 Bawang Kabupaten Banjarnegara. Subjek penelitian adalah Wakil
Kepala Sekolah, Bidang Kesiswaan, 2 orang guru PJOK, dan 2 orang peserta
ekstrakurikuler. Pengumpulan data menggunakan triangulasi data (wawancara,
observasi dan studi dokumen). Analisis data menggunakan teknik analisis data
kualitatif model interaktif menurut Milles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukan sebagai berikut: (1) Perencanaan kegiatan
ekstrakurikuler belum berjalan dengan baik. (2) Pengorganisasian berdasarkan
struktur organisasi disertai pembagian tugas masing-masing pengurus. Pengurus
hanya terdiri dari pengurus inti saja yaitu: penanggung jawab umum, koordinator,
dan penanggung jawab ekstrakurikuler. (3) penunjukan staf dan pengurus
dilakukan oleh Kepala Sekolah sesuai bidang dan tugasnya masing-masing
perekrutan pelatih tidak dilakukan karena adanya keterbatasan anggaran biaya.
Pelatih ekstrakurikuler adalah guru PJOK. (4) pengarahan dilakukan oleh kepala
sekolah pada saat rapat setelah upacara hari senin. Pengarahan yang dilakukan
berupa pengarahan event yang akan di ikuti dan anggaran dana yang dibutuhkan.
(5) evaluasi dilakukan secara tidak formal. Evaluasi dilakukan oleh semua pihak,
baik kepala sekolah, guru, maupun pengurus ekstrakurikuler sendiri. Hambatan
terbesar yang dialami oleh ekstrakurikuler basket SMP N 1 Bawang meliputi:
minimnya dana, sarana dan prasarana yang dimiliki. Sejauh ini solusi untuk
mengatasi hambatan ini tersebut adalah dengan mencari dana dari sumber lain
atau mencari sponsor untuk mendukung kemajuan ekstrakurikule
TEKNIK PEMANGKASAN TANAMAN KOPI (Coffea sp)
Production of smallholder coffee crops is not maximal because the crop maintenance factors are mostly in terms of proper pruning techniques. Through this article, it is hoped that the information and field experience of coffee cropping techniques needed by smallholder coffee farmers will need to increase the production of coffee produced by the good quality of the coffee produced. The purpose of trimming coffee crops is to improve the shape of the tree, improve quality and production, and facilitate maintenance and harvesting. The writing method of this paper was compiled by examining various literature and field assessments of coffee crop trimming techniques to improve the quality of coffee production. As a result of the study in this paper: Trimming forms for coffee crops so that strong crops and crops are balanced in forming Plagiotropic branches, both primary and secondary branches. It should be noted is how to treat the coffee crop itself to support the success of cultivation. Maintenance pruning activities are basically aimed at maintaining the continuity of the plant skeleton obtained from pruning the form by removing unproductive branches.
Keywords: coffee, maintenance, form of pruning
MOTIVASI PENYANDANG DISABILITAS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DI PERKUMPULAN BINA AKSES CABANG KABUPATEN BANYUMAS
Penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara selayaknya. Kelainan fisik dan mental yang dialami penyandang disabilitas seringkali membuat mereka mengalami putus asa dan hilang harapan dalam menjalani hidup. Namun, tak sedikit juga penyandang disabilitas yang menjadikan keterbatasnya motivasi untuk maju dan hidup mandiri. Fokus penelitian ini adalah 1) apa saja motivasi penyandang disabilitas dalam upaya meningkatan kemandirian; 2) bagaimana usaha penyandang disabilitas dalam meningkatkan kemandirian.
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif. Langkah-langkahnya adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi penyandang disabiltas dalam meningkatkan kemandirian berdasarkan teori Maslow adalah a) kebutuhan fisiologis yang meliputi alat bantu disabilitas seperti tongkat dan kursi roda; b) kebutuhan rasa aman yang meliput rasa aman dari cacian dan ejekan; c) kebutuhan rasa di cintai yang meliputi mendapat pasangan, dicintai keluarga, dicintai teman dan discintai tetangga atau masyarakat; d) kebutuhan rasa dihormati yang meliputi kebutuhan untuk bekerjai; dan e) kebutuhan aktualisasi diri yang meliputi hidup mandiri dan bebas yang tidak menggantungkan pada oranglain. Sedangkan kemandirian disbilitas digambarkan dengan bekerja dan bersosialisasi sebagai bentuk tanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah dengan cara beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, dan bebas menentukan keputusannya sendiri dengan bekerja sesuai kemampuan yang dimilikinya
SIKAP PANGERAN DIPONEGORO TERHADAP ETNIS TIONGHOA DI KESULTANAN YOGYAKARTA TAHUN 1822-1830 M
Pangeran Diponegoro merupakan seorang pangeran dari Kesultanan Yogyakarta. Diponegoro melakukan perlawanan terhadap Belanda dan sekutunya, etnis Tionghoa. Perlawanan tersebut pecah akibat sederet konflik internal Kesultanan Yogyakarta akibat intervensi kolonial Belanda terhadap keraton serta kebijakan kolonial Belanda yang semakin menyengsarakan rakyat Jawa. Kebijakan Belanda pada faktor ekonomi mengakibatkan hubungan antara rakyat pribumi dengan etnis Tionghoa semakin memburuk yang menyebabkan menguatnya sentimen anti-Tionghoa.
Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang diawali dengan pengumpulan data, kritik, interpretasi sampai historiografi, dengan menggunakan pendekatan sosial, yang berbasis pada konsep gerakan sosial. Pendekatan sosial digunakan sebagai upaya analisa tentang sikap Diponegoro terhadap etnis Tionghoa selama perang Jawa yang bersifat sosiologis. Penelitian ini menggunakan Teori Relative Deprivation (Perampasan yang relatif), Robert Ted Gurr, menegaskan bahwa Relative Deprivation merupakan studi yang berfokus pada alasan psikologis di balik keputusan untuk membentuk gerakan sosial.
Adapun hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Diponegoro dan rakyat Jawa mengalami deprivasi relatif akibat terjadinya perbedaan antara persepsi tentang apa yang sepantasnya dan kenyataannya, khususnya ketika membandingkan dengan kelompok pembanding yaitu etnis Tionghoa. Sehingga menimbulkan ketidakpuasan sosial yang melatar belakangi terjadinya gerakan sosial berupa perlawanan Diponegoro terhadap etnis Tionghoa untuk merebut kembali kedaulatannya. Pada gerakan sosial berupa Perang Jawa, Diponegoro mengumumkan bahwa etnis Tionghoa merupakan target perang. Pada tahun awal meletusnya perang, sikap anti-Tionghoa melingkupi Diponegoro dan para pengikutnya, sehingga Diponegoro melarang para pengikutnya memiliki hubungan dekat dengan etnis Tionghoa karena dianggap pembawa malapetaka. Kemajuan jalannya perang menjadikan para saudagar Tionghoa mulai dianggap sebagai mitra perang oleh Diponegoro, Tionghoa menjadi pemasok berbagai kebutuhan perang bagi Diponegoro, bahkan terdapat etnis Tionghoa yang masuk islam dan ikut bertempur bersama Diponegoro. Sikap Diponegoro selama Perang Jawa menyebabkan kurang harmonisnya hubungan antara etnis Jawa-Tionghoa. Ketidakharmonisan hubungan Jawa-Tionghoa ini memang tidak terjadi serentak di seluruh wilayah Jawa, akan tetapi terdapat gelombang perpecahan di kalangan elit Jawa dengan etnis Tionghoa
MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA BOLA BASKET SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 BAWANG BANJARNEGARA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen olahraga bola basket di SMPNegeri 1 Bawang mulai dari perencanaan, pengorganisasian, staf, pengarahan, dan evaluasi yangdigunakan untuk mengatasi hambatan di dalam ekstrakurikuler. Penelitian ini merupakan penelitiankualitatif, dengan tempat penelitian di SMP Negeri 1 Bawang Kabupaten Banjarnegara. Pengumpulandata menggunakan triangulasi data (wawancara, observasi dan studi dokumen). Analisis datamenggunakan teknik analisis data kualitatif model interaktif menurut Milles dan Huberman. Hasilpenelitian ini menunjukan sebagai berikut: (1) Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler belum berjalandengan baik. (2) Pengorganisasian berdasarkan struktur organisasi disertai pembagian tugas masingmasingpengurusyangterdiridaripengurusinti.(3)PenunjukanstafdanpengurusdilakukanolehKepalaSekolah.(4)Pengarahandilakukanolehkepalasekolahsepertipengarahanevent yang akan di ikuti dananggaran dana yang dibutuhkan. (5) Evaluasi dilakukan oleh semua pihak, baik kepala sekolah, guru,maupun pengurus ekstrakurikuler sendiri.Kata kunci: Manajemen, Ekstrakurikuler Bola Basket, SM
Tingkat akseptabilitas Taqiyuddīn An-Nabhānī terhadap Hadīṡ Ahād: Studi Hadīṡ dalam kitab As-Syakhsiyyah Al-Islāmiyyah
ABSTRAK
Taqiyuddin An-Nabhāni termasuk dari jajaran tokoh yang berpengaruh di kelas internasional, berbagai kitab yang dihasilkan dari ide-ide cemerlangnya yang berhasil mempengaruhi banyak orang melalui oraganisasi yang diberi nama Hizbut Tahrīr. Termasuk pandangannya tentang posisi Hadīṡ Ahād yang berkaitan dengan masalah-masalah Aqīdah, Taqiyuddin An-Nabhāni menolak untuk menggunakan Hadīṡ Ahād sebagai argumentasi atau dalil, dengan alasan bahwa Hadīṡ Ahād hanya menghasilkan ẓannī (prasangka) dan tidak sampai derajat qaṭ’i (keyakinan). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis seberapa jauh tingkat akseptabilitas pemikiran Taqiyuddin An-Nabhāni atas konsistensi pendapatnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian menggunakan penelitian kepustakaan. Metode yang penulis gunakan adalah deskriptis analisis, karena penelitian ini terfokus pada tinjauan sanad hadīṡ, maka hadīṡ yang menjadi objek pengkajian pada bab aqīdah yang disebutkan oleh Taqiyuddin An-Nabhāni, untuk memetakan seberapa jauh dalam memposisikan hadīṡ ahād sebagai suatu dasar hukum/dalil serta latarbelakang apa yang mendasarinya.
Dari hasil analisis yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa Taqiyuddin An-Nabhāni kurang konsisten dan masih menggunakan hadīṡ ahād dengan berbagai varian antara garib, azīz dan masyhūr dalam berargumentasi pada bab aqīdah terutama pembahasan mengenai taqdīr, terlepas bentuk pembahasannya karena penjelasan permasalahan yang ada atau murni terkait aqīdah. Menurutnya, dalam masalah tersebut derajat berita yang dihasilkan hanya pada level bersifat dugaan (zanni ṡubūt) dan tidak sampai pada derajat kepastian (qaṭ’i dilālah).
Pada pembahasan siksa kubur, Taqiyuddin An-Nabhāni lebih banyak mengarah pada teoritis hadīṡ ahādnya, penulis tidak mendapatkan secara jelas tentang penilaian ‘ażab kubur itu sendiri antara menafikan atau menetapkan, sehingga memberikan ruang pada semua anggota Hizbut Tahrīr dalam berpendapat. Jika status hadīṡnya mutawātir maka wajib mengiṡbatkan, begitu pula kalau derajat hadīṡ tersebut berstatus ahād maka tidak wajib mempercayainya.
مستخلص البحث
تقي الدين النبهاني، إمام من أئمة المشهورين و المؤثرين في العالم، له مؤلفات شتي تأثرت الناس بأفكار واراءه البارزة بوسيلة مجموعة حزب التحرير. ومن ارائه عن درجة قبول حديث أحاد فيما تتعلق بأمور العقائد. يرى تقي الدين أن الأحاد ليس بحجة لأنها يفيد الظن ولم يبلغ درجة قطعي الدلالة. وأراد هذا البحث استقراء جلية عن كييفية قبول حديث أحاد عند النبهاني و حزب التحرير.
يستخدم هذا البحث المدخل النوعي وهي تخطيط على الإستقراء المكتبية التدقيقية لأن تركيز البحث عند سند الحديث في مؤلفاته بباب العقيدة التي ذكرها تقي الدين النبهاني، وبهذا ستستوضح كيفية الأفكار عن إحتجاجه بأحاديث أحاد.
استخلص الكاتب من هذا البحث أن تقي الدين النبهاني لم يكن قائما بثبوت أرائه بل قد يستعمله حجة للدلالة بعض مسائل العقيدة غريبا كان أو عزيزا أو مشهورا. لاسيما الإحتجاج في باب التقدير إما بسبب توضيح و بيان المسائل أو بسبب الإحتجاج ما يتعلق بالعقيدة نفسه. وقد إحتج تقي الدين النبهاني أن قوة الإحتجاج بحديث أحاد فقد يبلغ ظني الثبوث ولم يصل قطعي الدلالة.
وأما مسائل عذاب القبر لم يجد الباحث ميل اراء تقي الدين النبهاني بين القبول و الرد وإنما وجود ذكرها فيما بين أرائه بحجية أحاديث الأحاد، ولذالك إفتتح باب الإجتهاد لسائر أعضاء حزب التحرير أن يبحث درجة أحاديث عذاب القبر، إن كانت الأحاديث متواترا فيجب إثباتها وإن لم يكن متواترا بل أحادا فلا يجب إثباتها.
ABSTRACT
Taqiyuddin An-Nabhani, including among the ranks of influential figures in the international class, produced many books from brilliant ideas which succeeded in influencing many people through organizations named Hizbut-Tahrir. Including his views on the position of the ahad hadith on relating to the problems of Aqeedah, Taqiyuddin An-Nabhani had refused to use ahad hadith as arguments or theorem, arguing that ahad hadith only produced dzanni (prejudice) and not to degrees (qath'i). This study aimed to describe and analyze how far the level of accessibility of Taqiyuddin An-Nabhani's thoughts and Hizbut-Tahrir's opinions are consistent.
This research was a qualitative research, with this type of research using library research. The method that author used descriptive analysis, because this study focused on the review of sanad hadith, the hadith which were the object of study on the chapter of aqeedah mentioned by Taqiyuddin An-Nabhani, to map how far in positioning the ahad hadith as a legal basis/theorem and what background underlying it.
The results of the analyzes was carried out, the author concluded that Taqiyuddin An-Nabhani was less consistent and still used ahad hadith with various variants among gharib, aziz and masyhur in arguing in the chapter on aqeedah, especially the discussion of taqdir, regardless of the form of discussion due to explanations of problems that were pure or related to aqeedah. In this problem the degree of news produced was only at the level of the presumption (dzanni tsubut) and did not reach the degree of certainty (qath'i dilalah).
In the discussion of the torment of the grave, Taqiyuddin An-Nabhani was more directed towards the theoretical hadith of the ahad, the author did not get clear about the assessment of the tomb of the grave itself between denying or stipulating, thus giving space to all members of hizbut-tahrir in their opinion. If the hadith status was mutawatir, then it was obligatory to submit, as well as if the hadith status was ahad status then it was not permissible to believe it
SUBJECT AND AUTHOR INDEXS
SUBJECT INDEX IJBE VOLUME 2access credit, 93acquisition, 177AHP, 61, 82, 165arena simulation,43BMC, 69Bojonegoro, 69brand choice, 208brand image, 208brand positioning, 208bullwhip effect, 43burger buns, 1business synergy and financial reports, 177capital structure, 130cluster, 151coal reserves, 130coffee plantation, 93competitiveness, 82consumer behaviour, 33consumer complaint behavior, 101cooking spices, 1crackers, 1cross sectional analytical, 139crosstab, 101CSI, 12direct selling, 122discriminant analysis, 33economic value added, 130, 187employee motivation, 112employee performance, 112employees, 139EOQ, 23farmer decisions, 93farmer group, 52financial performance evaluation, 187financial performance, 52, 177financial ratio, 187financial report, 187fiva food, 23food crops, 151horticulture, 151imports, 151improved capital structure, 177IPA, 12leading sector, 151life insurance, 165LotteMart, 43main product, 61marketing mix, 33, 165matrix SWOT, 69MPE, 61multiple linear regression, 122muslim clothing, 197Ogun, 139Pangasius fillet, 82Pati, 93pearson correlation, 101perceived value, 208performance suppy chain, 23PLS, 208POQ, 23portfolio analyzing, 1product, 101PT SKP, 122pulp and papers, 187purchase decision, 165purchase intention, 33remuneration, 112re-purchasing decisions, 197sales performance, 122sawmill, 52SCOR, 23sekolah peternakan rakyat, 69SEM, 112SERVQUAL, 12Sido Makmur farmer groups, 93SI-PUHH Online, 12small and medium industries (IKM), 61socio-demographic, 139sport drink, 208stress, 139supply chain, 43SWOT, 82the mix marketing, 197Tobin’s Q, 130trade partnership, 52uleg chili sauce, 1 AUTHOR INDEX IJBE VOLUME 2Achsani, Noer Azam, 177Andati, Trias, 52, 177Andihka, Galih, 208Arkeman, Yandra, 43Baga, Lukman M, 69Cahyanugroho, Aldi, 112Daryanto, Arief, 12David, Ajibade, 139Djoni, 122Fahmi, Idqan, 1Fattah, Muhammad Unggul Abdul, 61Hakim, Dedi Budiman, 187Harianto, 93Hartoyo, 101Homisah, 1Hubeis, Musa, 112Hutagaol, M. Parulian, 93Jaya, Stevana Astra, 93Juanda, Bambang, 52Kirbrandoko, 122, 208Manurung, E. Batara, 130Mukhlis Yusuf, Ahmad, 1Najib, Mukhamad, 165, 197Noor Yuliati, Lilik, 208Nugraha, Artadi, 23Nuryartono, Nunung, 151Oktaviani, Rina, 122Prasetyo, Andrie, 101Primadona, Fitry, 165Qaulan Tsaqiela, Bimahri, 43Ramadhan, Arfin, 82Ridho Nurrochmat, Dodik, 33Rifin, Amzul, 23, 151Rusolono, Teddy, 12Sanim, Bunasor, 43Saptono, Imam Teguh, 130Satria, Arief, 61Setiawan, Indarto, 197Simanjuntak, Mangatas, 12Siregar, Hermanto, 130Suharjo, Budi, 197Sukandar, Dadang, 187Sukardi, 23Sumarwan, Ujang, 33, 165Suprayitno, Gendut, 61Suwandi, Ruddy, 82Syahran, Rinaldi, 187Syarief, Rizal, 69Tinaprila, Netti, 101Trilaksani, Wini, 82Ulfah, Iffatul, 33Wahyudi, Imam, 151Widyatami, Sarah, 52Wijayanto, Hari, 112Wiska, Friesgina, 69Zen, Novian, 177</p
