1,685 research outputs found
REPRESENTASI SEKSUALITAS DALAM NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI
Saman adalah karya sastra yang ditulis oleh Ayu Utami. Menampilkan representasi tandingan yang
menampilkan ideologi perempuan yang berbeda dengan apa yang telah dibuat masyarakat heteroseksual dan patriarkal. Masyarakat selama ini menabukan seks untuk dibicarakan secara terbuka, dalam novel ini direpresentasikan secara terbuka. Perempuan tidak lagi berada dalam posisi yang lemah dan tidak memliki pilihan. Adapun metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitiatif
SPIRITUALITAS DALAM RANGKAIAN NOVEL KARYA AYU UTAMI
Rangkaian novel karya Ayu Utami yakni Saman, Larung, Bilangan Fu, Manjali dan Cakrabirawa, Lalita, dan Maya, memuat spiritualitas yang hadir secara konsisten. Keenam novel tersebut menghadirkan hal-hal terkait spiritualitas dengan kadar yang berbeda, terlebih dari segi bentuk penyajian isi yang merujuk pada kegiatan atau hal-hal spiritual. Konsistensi dihadirkannya spiritualitas dalam rangkaian novel karya Ayu Utami menimbulkan asumsi adanya makna secara tekstual yang perlu dibahas lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motif spiritualitas yang hadir melalui penceritaan serta memahami fungsi dan makna fungsi spiritualitas dalam rangkaian novel karya Ayu Utami. Penelitian ini memanfaatkan teori struktur naratif Vladimir Propp, yang terdiri dari tiga metode. Pertama, identifikasi motif spiritualitas dalam rangkaian novel karya Ayu Utami. Kedua, pengelompokkan fungsi berdasarkan lingkungan tindakan yang sama. Ketiga, membuat skema pergerakan fungsi-fungsi tersebut yang kemudian dirumuskan sesuai dengan urutan kemunculannya dalam setiap novel. Melalui tiga metode tersebut dapat diperoleh makna spiritualitas dalam rangkaian novel. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa enam fungsi yang terkait dengan spiritualitas, yakni keraguan, perpindahan, penerimaan, penghormatan, konflik, dan pertahanan. Keenam fungsi tersebut hadir dalam jumlah dan porsi yang berbeda dalam setiap novel. Fungsi keraguan menjadi fungsi yang paling dominan dalam keenam novel. Konsistensi dihadirkannya tindakan yang berkaitan dengan spiritualitas dalam rangkaian novel Ayu Utami dapat dimaknai sebagai sebuah kritik atas dunia yang kerap memandang spiritualitas sebagai takhayul yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan secara nalar logis, berbeda dengan rasionalitas yang bisa dibuktikan kebenarannya. Kehadiran spiritualitas dalam keenam novel ini adalah sebagai penekanan bahwa spiritualitas sudah menjadi tradisi yang melekat di masyarakat
INTERAKSI SOSIAL DALAM NOVEL CERITA CINTA ENRICO KARYA AYU UTAMI
Kata kunci: Interaksi Sosial, Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami
Tema tentang interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami ini menjadi topik yang sangat menarik untuk dibahas. Salah satu karya terbaik Ayu Utami dalam sebuah novel yang berjudul Cerita Cinta Enrico terdapat banyak kutipan yang membahas mengenai interaksi sosial. Interaksi sosial yang akan diteliti dalam novel tersebut menggunakan teori dari George Simmel dan Ralf Dahrendorf. Pada teori George Simmel dan Ralf Dahrendorf akan membahas mengenai interaksi sosial berdasarkan bentuk dan interaksi sosial berdasarkan tipe. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi sosial berdasarkan bentuk dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami dan mendeskripsikan interaksi sosial berdasarkan tipe dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Manfaat teoretis penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan mengenai pemahaman terhadap suatu karya sastra, khususnya yang berkaitan dengan interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami, sedangkan manfaat praktis pada penelitian ini dapat membantu pembaca untuk meningkatkan kemampuan dalam memahami sebuah karya sastra yaitu terutama pada interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami dan dapat menambah khasanah pengkajian sebuah karya sastra sebagai bentuk sumbangan pengembangan pada dunia sastra terutama pada interaksi sosial dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kutipan wacana dalam bentuk kata-kata, kalimat, atau paragraf dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami yang diterbitkan tahun 2012 oleh Pt. Gramedia, Jakarta. 244 Halaman. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak catat. Data yang dikumpulkan berupa interaksi sosial berdasarkan bentuk dan interaksi sosial berdasarkan tipe. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini yaitu melakukan pembacaan awal secara berulang-ulang (heuristik), mencari dan menandai data, mengumpulkan data yang diperoleh dari proses pencarian, mengelompokan data yang sejenis, menganalisis data sesuai dengan rumusan masalah, dan membuat simpulan hasil analisis.
Penelitian ini terdapat dua interaksi sosial yaitu interaksi sosial berdasarkan bentuk dan interaksi sosial berdasarkan tipe, dan ditemukan 62 data dalam Novel Cerita Cinta Enrico karya Ayu Utami. Pada interaksi sosial berdasarkan bentuk ditemukan 27 data yaitu, superordinasi dan subordinasi berjumlah 3 data dan konflik berjumlah 24 data, sedangkan interaksi sosial berdasarkan tipe ditemukan 35 data yaitu, interaksi antar individu berjumlah 22 data, interaksi individu dengan kelompok berjumlah 11 data dan interaksi kelompok dengan individu berjumlah 2 data
MARGINALISASI TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL MAYA KARYA AYU UTAMI
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami, penyebab marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami, dan perlawanan terhadap marginalisasi tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan prespektif feminisme eksistensialis sebagai kerangka teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami berupa gerak perempuan yang dibatasi, kontrol atas seksual perempuan, dan membatasi daya produktif atau tenaga kerja perempuan; (2) marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami disebabkan oleh adanya disabilitas, keyakinan tradisi dan kebiasaan atau kultur, pengetahuan atau pendidikan, kemiskinan, serta gender yang bersumber dari keluarga dan masyarakat; (3) marginalisasi terhadap tokoh perempuan dalam novel Maya karya Ayu Utami mengalami perlawanan yang dilakukan oleh tokoh Maya dan Upi berupa penolakan terhadap marginalisasi yang menimpa diri mereka sendiri, perlawanan tokoh Yasmin, Saman, Istri Suhubudi, dan Suhubudi membantu memberi kesempatan yang layak untuk Maya, dan perlawanan Saman membantu Upi hidup lebih layak pula. Marginalisasi terhadap perempuan tercipta dari hasil budaya patriarki.Kata Kunci: Eksistensial, Feminisme, Marginalisasi, Perempua
ANALISIS KOHESI DAN KOHERENSI DALAM CERPEN “TERBANG” KARYA AYU UTAMI
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kohesi dan koherensi dalam cerpen "Terbang" Karya Ayu Utami. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik baca dan teknik catat. Sumber data yang digunakan adalah cerpen “Terbang” karya Ayu Utami. Teknik analisis data menggunakan metode agih. Data hasil analisis disajikan dengan kata-kata biasa, kata-kata yang jika dibaca dengan serta merta dapat langsung dipahami. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 16 data kohesi dan 29 data koherensi pada cerpen "Terbang" karya Ayu Utami. Data kohesi tersebut terdiri atas 11 kohesi gramatikal dan 5 kohesi leksikal, sedangkan data koherensi terdiri atas 28 koherensi berpenanda dan 1 kohesi tidak berpenanda
Pandangan Dunia Ayu Utami dalam Novel Si Parasit Lajang
Pandangan dunia pengarang adalah gagasan yang dimiliki pengarang terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungannya. Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami merupakan novel yang menarik untuk dikaji karena novel ini mempunyai tema yang menarik yaitu agar cita-cita menjadi kenyataan perlu adanya perjuangan keras dan mengandung pandangan Ayu Utami terhadap pernikahan masyarakat modern di kota yaitu setiap orang berhak memilih keputusan untuk tidak menikah dan berkeluarga jika merasa tidak sanggup untuk menjalankannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah unsur instrink (tokoh, tema, dan latar) dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami?; Bagaimanakah konteks sosial yang terefleksi dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami? dan Bagaimanakah pandangan dunia pengarang yang terefleksi dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami?. Rancangan dan jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode dealektif. Hasil dan pembahasan penelitian ini adalah tokoh utama dalam novel Si Parasit Lajang adalah A, tema dalam novel Si Parasit Lajang adalah perlu perjuangan keras untuk mewujudkan harapan yang dicita-citakan agar menjadi sebuah kenyataan, latar tempat dalam novel Si Parasit Lajang adalah Komplek Komunitas Utan Kayu. Konteks sosial yang terefleksi dalam novel Si Parasit Lajang tentang masyarakat Indonesia yang masih berpola pikir terbelakang terhadap kesetaraan hak secara materi maupun spiritual diantara laiki-laki dan perempuan. Pandangan dunia Ayu Utami dalam novel Si Parasit Lajang adalah pandangan terhadap pernikahan, budaya, dan agama
CITRA WANITA DALAM NOVEL SI PARASIT LAJANG KARYA AYU UTAMI
Membaca novel dengan tokoh perempuan di dalamnya bukanlah hal yang asing, namun bila ditilik, kedudukan tokoh perempuan dalam novel kadang tampil terbatas. Perilaku dan ucapannya terikat oleh tatanan sosial yang dibangun masyarakat. Citra wanita dalam novel kemudian terkesan sekadar melengkapi cerita agar terlihat lebih seimbang. Padahal, citra wanita dalam sebuah novel bila diulas akan berbeda-beda. Novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami adalah salah satu novel yang menjadikan perempuan sebagai tokoh utamanya. Tokoh “saya†menampilkan citra wanita saat ini yang sebagian kecil memandang seksualitas dan pernikahan bukan sebuah keharusan. Citra wanita yang menjadi fokus penelitian dalam novel Si Parasit Lajang karya Ayu Utami yaitu citra wanita dalam hubungannya dengan Tuhan dan hubungannya dengan manusia lain. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Berdasarkan hasil analisis diperoleh satu citra wanita yang berhubungan dengan tuhan yaitu citra wanita yang sadar akan kedudukannya sebagai manusia yang lemah, dan dalam hubungannya dengan manusia lain diperoleh citra wanita yang memegang prinsip, acuh tak acuh, ramah dan akrab, apa adanya, serta penyayang
POSTMODERNISME DALAM NOVEL BILANGAN FU KARYA AYU UTAMI
Abstract. Postmodernism in Numbers Novel Fu Works Ayu Utami. Novel Numbers Fu by Ayu Utami theme spiritualism critical form of debate associated with mysticism, superstition, offerings, monotheism, and presenting intertextuality his world through myth Nyi Roro Kidul related to history Babad Tanah Jawi, myths Watugunung, and historical events contradicted by events factual. Utami represent worlds ontological pluralism Zones science fiction, fantastic fiction, and historical realities. This is indicated postmodern fiction novel with ontological issues, so you can find strategies Utami in presenting worlds in it
SEMANGAT FEMINIS DALAM NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI DAN NOVEL NAYLA KARYA DJNAR MAESA AYU: KAJIAN INTERTEKSTUAL
Ayu Utami dan Djenar Maesa Ayu adalah para perempuan sastra wangi yang menjadi
sorotan publik karena karyanya dianggap mendobrak tabu seksualitas. Melalui maha karyanya
yang diberi judul Saman dan Nayla, Ayu dan Djenar mengangkat tema sosial yang dibedah
dalam bingkai feminisme untuk melawan dominasi patriarki dan kekerasan terhadap perempuan.
Novel Saman dan Nayla membahas tentang diskriminasi perempuan secara terperinci. Dalam
novelnya, Ayu dan Djenar merepresentasikan relasi gender yang mengarah pada perempuan
yang superior, perempuan yang mencoba untuk melawan kekuatan budaya patriarki.
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk semangat
feminis dalam novel Saman karya Ayu Utami dan novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu (2)
faktor apa yang melatarbelakangi semangat feminis dalam novel Saman karya Ayu Utami dan
novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu (3) bagaimana hubungan intertekstual antara novel Saman
karya Ayu Utami dan novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Berkaitan dengan masalah tersebut,
bentuk dan faktor yang melatarbelakangi semangat feminis yang terdapat dalam novel Saman
karya Ayu Utami dibandingkan dengan bentuk dan faktor yang melatarbelakangi semangat
feminis pada novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan intertekstual Riffatere.
Pendekatan tersebut bertujuan untuk mencari hubungan intertekstual antara novel Saman karya
Ayu Utami dan novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Data dalam penelitian ini adalah adalah
bagian-bagian teks yang menunjukkan bentuk dan faktor yang melatarbelakangi semangat
feminis dalam novel Saman dan novel Nayla. Sumber data penelitian ini berupa novel Saman
karya Ayu Utami, serta novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah bentuk semangat feminis yang terdapat dalam novel Saman
karya Ayu Utami dan novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. yaitu, 1) pantang menyerah, 2)
tidak bergantung pada orang tua, 3) berperilaku menyimpang. Faktor yang melatarbelakangi
semangat feminis dalam novel Saman karya Ayu Utami adalah didikan keras orang tua,
sedangkan faktor yang melatarbelakangi semangat feminis dalam novel Nayla karya Djenar
Maesa Ayu adalah trauma dan didikan keras orang tua. Novel Saman karya Ayu Utami
mempunyai hubungan intertekstual dengan novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Hubungan
intertektual tersebut bisa dilihat dari persamaan bentuk semangat feminis dalam kedua novel di
atas. Terdapat tiga persamaan dari segi bentuk semangat feminis, yaitu pantang menyerah, tidak
bergantung pada orang tua, dan berperilaku menyimpang. Selain mempunyai persamaan dari
segi bentuk, terdapat pula persamaan dari segi faktor yang melatarbelakangi semangat feminis.
Pada kedua novel tersebut kedua tokoh perempuan yang menjadi objek kajian pada penelitian ini
mempunyai persamaan latar belakang, yaitu dibesarkan oleh orang tua yang mendidiknya dengan
keras dan otoriter. Namun terdapat juga perbedaan antara keduanya. Apabila Nayla mempunyai
masa lalu yang membuatnya trauma mendalam, tidak demikian halnya dengan tokoh Shakuntala
dalam novel Saman karya Ayu Utami. Shakuntala tidak pernah mempunyai pengalaman pahit
yang disebabkan oleh laki-laki, akan tetapi jiwa pemberontaknya memang sudah muncul sejak
kecil. Disinalah letak perbedaan dari faktor yang melatarbelakangi semangat feminis yang
terdapat dalam novel Saman dan novel Nayla.
Dari hasil penelitian, saran yang disampaikan yaitu, 1) hasil penelitian ini diharapkan
menjadi tambahan referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian sejenis, terutama yang
menggunakan teori intertekstual dan 2) novel Saman karya Ayu Utami maupun novel Nayla
karya Djenar Maesa Ayu ini diharapkan menjadi objek kajian menggunakan teori lain seperti
psikologi, feminisme, atau sosiologi sastra, sehingga dapat diperoleh perbandingan untuk
dijadikan sebagai masukan bagi dunia kesusastraan Indonesia
SANDI YUDA SEBAGAI ALTER EGO PENGARANG: TELAAH PSIKOANALISIS TOKOH UTAMA NOVEL BILANGAN FU KARYA AYU UTAMI
Ayu Utami adalah salah satu perempuan penulis yang cukup produktif dan idealis dalam dunia kesusastraan Indonesia moderen. Novel pertamanya, Saman, memenangkan sayembara kepenulisan novel DKJ. Berselang setelahnya Ayu menulis dwilogi dari novel pertamanya yang diberi judul Larung. Hampir tujuh tahun setelahnya, Ayu Utami sama sekali tak menghasilkan karya novel. Hingga pada tahun 2008 terbitlah novel ketiganya yang berjudul Bilangan Fu. Menurut Ayu Utami, Bilangan Fu menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan dengan karya-karya terdahulunya. Kritik terhadap modernisme, monoteisme dan militerisme dirangkum dalam sebuah istilah baru; ‘spiritualisme kritis’. Bilangan Fu menjadi karya yang sangat ekspresif dan sugestif dari seorang Ayu Utami sebagai kreator, hingga kemudian muncul asumsi bahwa Ayu mentransfer dirinya menjadi sosok tokoh utama dalam Bilangan Fu yang bernama Sandi Yuda. Tokoh Sandi Yuda disinyalir menjadi alter ego penulis dalah penyampaian moral cerita. Untuk membuktikan hal tersebut, pendekatan psikoanalisis terhadap jiwa pengarang melalui tokoh fiksi sebagai alter ego pengarang diterapkan dalam penelitian ini.
Penulis akan meneliti unsur struktur dalam novel Bilangan Fu untuk memahami alur, latar, tema dan tokoh dalam Bilangan Fu. Selanjutnya penulis akan menganalisis tipe kepribadian tokoh Sandi Yuda dan melakukan perbandingan dengan tipe kepribadian Ayu Utami. Tujuannya adalah untuk menemukan apakah benar Sandi Yuda adalah alter ego Ayu Utami dalam menyampaikan moral cerita ‘spiritualisme kritis”-nya. Sandi Yuda dapat memiliki karakter yang identik dengan Ayu Utami atau malah sebaliknya, Sandi Yuda menampilakan tipe kepribadian yang berlawanan dengan Ayu Utami. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode tinjauan pustaka.
Hasil penelitian membuktikan bahwa tokoh Sandi Yuda memang benar menjadi alter ego Ayu Utami. Terdapat beberapa karakter yang menjadi penanda keidentikan karakternya dengan Ayu Utami. Sandi Yuda adalah pecinta kebebasan yang memiliki prinsip hidup tak ingin menikah. Kecemasan neurotis monstrous feminine yang dialami Sandi Yuda adalah bentuk pemindahan objek kecemasan neurotis penis envy Ayu Utami sebagai seorang perempuan. Melalui majalah Male Emporium, Ayu berkata bahwa dia membenci militerisme padahal sebenarnya Ayu menyimpan libido pada laki-laki yang army-look. Dengan menjadi tokoh Sandi Yuda, Ayu dapat memenuhi libido histerianya untuk memasuki dunia laki-laki yang maskulin (=identik dengan militerisme). Sosok perempuan penulis yang berusaha memasuki dunia laki-laki seperti yang dilakukan Ayu Utami ini pada akhirnya memunculkan sebuah karya biseksual
- …
