65 research outputs found

    Penciptaan Batik Melayu Sumatera Utara

    No full text
    ABSTRACT North Sumatera is rich with local cultures, one of them is Malay’s ornament with its various mo­ tives. Unfortunately, it has not directly touched the human daily needs. The ornament which con­ tains patterns and motives needs a real effort to be formed into work of art that touches men’s need. The shape and form are implemented into batik work. The process of batik creation needs several steps in series. Making the design, applying the wax, coloring the motives, and vanishing the wax are the steps that must be taken in the process of batik creation. The products of batik creation among others are batik shirt, batik pillowcase, etc. The coloring process uses napthol with green and yellow as the specific colors of Malay ethnic. Therefore, the specific Malay batik as the local identity in North Sumatera emanates. Keywords: batik creation, Malay’s ornament    ABSTRAK Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya lokal, salah satu di antaranya adalah ornamen Melayu  dengan  berbagai  motif.  Akan  tetapi  penerapannya belum  menyentuh  secara langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Ornamen yang di dalamnya mengandung pola dan motif memerlukan usaha nyata untuk dapat diwujudkan sebagai karya seni yang ber- hubungan langsung dengan kebutuhan manusia. Bentuk dan wujud diimplementasikan ke dalam karya batik. Proses penciptaan batik memerlukan beberapa tahapan yang saling berurutan. Pembuatan desain, pencantingan, pewarnaan hingga proses menghilangkan li- lin merupakan tahapan yang harus dijalani sebagai langkah di  dalam proses penciptaan batik. Hasil proses penciptaan batik berupa baju batik lengan pendek, sarung bantal kursi, dan lain-lain. Semua produk batik tersebut menggunakan motif Melayu Sumatera Utara. Proses pewarnaan menggunakan napthol dengan warna hijau dan kuning sebagai warna khas etnis Melayu. Dengan demikian muncul batik khas Melayu sebagai identitas lokal di Sumatera Utara. Kata kunci: penciptaan batik, ornament Melayu</jats:p

    Telemedicine, Cost Effectiveness, and Patients Satisfaction: A Systematic Review

    No full text
    Background: Telemedicine has been practiced since 1960. The objective of telemedicine was to establish feasible interactive telecommunication for medical diagnosis and treatment of patients at remote sites. Nowadays, with healthcare costs on the rise, telemedicine is increasing­ly being seen as a strategy for healthcare organizations to make cost-saving. This study aimed to explore the opportunity of telemedicine utilization in cost savings to patients and the health care system.Subjects and Method: A systematic review was conducted by searching the published articles from Pubmed, MEDLINE, EMBASE, CINAHL, and Science Direct databases. Keywords for this study were “telemedicine” AND “patient saticfaction”, “telemedicine” AND “cost-utility and cost-effective­ness”, “tele­medicine” AND “systematic review”, and “telemedicine” AND “meta analysis”. The data were analyzed by PRISMA flow diagram.Results: 8 articles were selected for this study. These studies reported that telemedicine utiliza­tion in dermatology, radiology, pediatrics, and intensive care unit (ICU) rooms reduced health cost by 56% and patients travel cost to health care by 94%. Telemedicine advantages for patients were reduced transportation time or cost, eliminated time off of work, on-demand option, and reduced time in the waiting room, so that it can increase patient’s satisfaction. A study reported that telemedicine utilization at the pediatrics department increased hospital’s revenue by USD 101,744 per year.Conclusion: Telemedicine is an alternative health care to generate cost savings for patient and hospital and it can increase patient’s satisfaction.Keywords: Telemedicine, cost effectiveness, patient satisfactionCorrespondence: Joko Tri Atmojo. School of Health Sciences Mamba'ul 'Ulum, Surakarta, Jl. Ring Road Utara, Tawangsari, Mojosongo, Jebres, Surakarta, Central Java. Email: [email protected]. Mobile: 08139331900Journal of Health Policy and Management (2020), 5(2): 103-107https://doi.org/10.26911/thejhpm.2020.05.02.0

    Ragam hias tradisional Minangkabau sebagai titik tolak penciptaan perabot meja rias & hiasan dinding

    No full text
    Berdasarkan pada ragam hias tradisional Minangkabau, ragam hias yang digunakan dalam pembuatan karya tugas akhir ini meliputi bentuk tumbuh-tumbuhan, geometris, tanduk kerbau, dsb. Bentuk-bentuk tersebut digunakan sebagai dasar penciptaan satu set meja rias, 2 buah kaca rias & 8 buah hiasan dinding

    EFEKTIVITAS KOMBINASI TERAPI DINGIN DAN MASASE DALAM PENANGANAN CEDERA ANKLE SPRAIN AKUT

    No full text
    AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilankombinasi terapi dingin dan masase dalam menangani cedera ankle sprain akut pada atletpencak silat DIY. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design denganrancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan data menggunakantes dan pengukuran berupa tes awal dan tes akhir dengan mengisi angket catatan medis.Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Puslatda DIY cabang olahraga pencak silat.Sampel diambil dengan menggunakan teknik incidental sampling dan didapat sampelsebanyak 20 atlet. Teknik analisis data menggunakan uji-t berpasangan dengan setelahsebelumnya melalui uji prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitianmenunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perlakuan kombinasi terapi dingindan masase dalam menangani cedera ankle sprain akut, dengan indikasi berkurangnyatanda radang cedera meliputi kemerahan, suhu panas, lingkar ankle, nyeri, sertameningkatnya ROM sendi ankle dengan nilai p = 0.000 (p0.05)Kata kunci: ankle sprain akut, masase, dan terapi dingin.AbstractThis research was aimed to determine effectiveness treatment of combination coldtherapy and massage for acute ankle sprain in pencak silat athletes DIY. This researchwas Pre-Experimental Design using One Group Pretest-Posttest Design. The sampleswere taken by using test and measurement with pretest and posttest medical record. Thepopulation of this research were pencak silat athletes Puslatda DIY who have acute anklesprain. This research used incidental sampling technique and 20 for the sample. Dataanalysis technique using paired t-test after through normality test and homogeneity testhave done. The results showed that there were significant differences in the treatment ofcombination cold therapy and massage for healing an acute ankle sprain, with indicationof reduced signs of inflammation of the injury including rubor, kalor, tumor, dolor, andincreased ankle joint ROM with p = 0.000 (p0.05).Keywords: Acute ankle sprain, massage, and cold therap

    EFEKTIVITAS KOMBINASI TERAPI DINGIN DAN MASASE DALAM PENANGANAN CEDERA ANKLE SPRAIN AKUT PADA ATLET PENCAK SILAT DIY

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan kombinasi terapi dingin dan masase dalam menangani cedera ankle sprain akut pada atlet pencak silat DIY. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran berupa tes awal dan tes akhir dengan penentuan diagnosis cedera ankle sprain akut tersebut menggunakan angket catatan medis. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet pemusatan latihan Daerah Istimewa Yogyakarta cabang olahraga pencak silat yang mengalami cedera ankle sprain akut. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik incidental sampling. Perhitungan jumlah sampel dihitung dengan rumus Slovin dan didapat sampel sebanyak 20 atlet. Teknik analisis data menggunakan uji-t berpasangan setelah sebelumnya melalui uji prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perlakuan kombinasi terapi dingin dan masase dalam menangani cedera ankle sprain akut, dengan indikasi berkurangnya tanda radang cedera meliputi kemerahan, suhu panas, lingkar ankle, nyeri, serta meningkatnya ROM sendi ankle dengan nilai p = 0.000 (p<0.05). Secara praktis, berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa kombinasi terapi dingin dan masase efektif dalam menangani cedera ankle sprain akut pada atlet Pencak Silat Daerah Istimewa Yogyakarta

    Creation of Signature Batik From North Sumatra Ethnicity

    No full text
    The creation of 7 ethnic North-Sumatra batik attempts to perpetuate the diverse culture. Batik is designed to integrate the motifs from ethnic Mandailing, Nias, Simalungun, Batak Toba, Dairi, Karo, and Melayu, reflecting the uniqueness and values of local intelligence that each ethnic group possesses. The creation process involves an in-depth study of traditional motifs, interviews with cultural figures, deep exploration of traditional ornaments, selecting meaningful symbols, and applying typical batik techniques to produce aesthetics and meaning. The result is seven unique batik designs, each reflecting the ethnicity's identity and cultural values

    Kerajinan tatah sungging kulit di Madegondo kecamatan Grofol kabupaten Sukoharjo

    No full text
    Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa : status usaha yang dimiliki sebagian besar perajin merupakan pekerjaan pokoknya ; teknik dalam proses produksinya dikerjakan secara tradisional ; barang yang paling banyak diproduksi adalah kipas ; kualitas hasil tatahan yang dihasilkan sebagian besar berkualitas halus, sedangkan kualitas hasil sunggingan yang dihasilkan sebagian besar berkualitas sedang

    Rancang Bangun Sistem Pengukuran Viskositas Metode Bola Jatuh Berbasis Sensor Proximity Inductive dan Load Cell

    No full text
    Telah dibuat alat pengukur kekentalan cairan dengan metode bola jatuh. Sistem pengukur alat kekentalan cairan ini memanfaatkan sensor proximity inductive sebagai alat pendeteksi keberadaan logam di dalam cairan dan sensor load cell sebagai alat pengukur massa cairan. Sedangkan mikrokontrol Arduino digunakan sebagai pusat kendali sistem elektronika, sekaligus sebagai pewaktu dan LCD sebagai penampil hasilnya. Hasil pengujian memberikan jarak deteksi sensor mendeteksi logam dari pengujian sensor proximity inductive dan tegangan keluaran dari pengujian sensor load cell guna mengetahui fungsi kalibrasi sensor. Hasil pengujian alat ukur kekentalan cairan dibandingkan dengan alat ukur terkalibrasi memiliki nilai rata-rata akurasi sebesar 90,1% dan nilai rata-rata presisi sebesar 99,95

    PENGARUH INOVASI DAN PEMASARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KINERJA PEMASARAN MELALUI KEUNGGULAN BERSAING (Pada Pelaku Usaha Kecil Mebel di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara)

    No full text
    UMKM di Indonesia memiliki kontribusi penting bagi negara dalam penyerapan tenaga kerja dan juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian. Tantangan dan peluang sangat banyak yang harus dilakukan oleh pelaku usaha untuk berfikir lebih inovatif dan mampu memenuhi permintaan masyarakat yang memiliki keinginan pelayanan yang cepat dalam memenuhi kebutuhannya. Sehingga dalam kegiatan bisnis harus dapat lebih efektif dan efisien dengan meningkatkan kinerja pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi, pemasaran media sosial, keunggulan bersaing dan kinerja pemasaran pada Pelaku Usaha Kecil Mebel di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Populasi dalam penelitian ini adalah Pelaku Usaha Kecil Mebel di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara yang berjumlah 2380 pelaku usaha. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Metode penelitian ini menggunakan path analysis melalui program IBM SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel inovasi, pemasaran media sosial, dan keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Hasil uji path analysis menunjukan bahwa keunggulan bersaing dapat memediasi inovasi dan pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Simpulan dari penelitian ini adalah inovasi dan pemasaran media sosial mampu meningkatkan kinerja pemasaran. Keunggulan bersaing juga mampu memediasi pengaruh variabel inovasi dan pemasaran media sosial terhadap kinerja pemasaran. Saran yang diberikan adalah pelaku usaha kecil mebel di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara dapat lebih meningkatkan dalam menciptakan produk yang unik dan berkualitas, mengembangkan ide tentang model-model mebel yang inovatif, memilih bahan yang unggul, dan meningkatkan wawasan dalam penggunaan pemasaran media sosial agar dapat menjadi daya tarik pengguna media sosial. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian dengan metode lain agar mendapatkan kesimpulan yang lebih luas, dan melakukan penelitian pada ruang lingkup objek yang lebih luas
    corecore