151 research outputs found

    Gaya retorika dakwah Bang Aswan : Studi deskriptif Ceramah Ustad Asep Wawan Sopian S. Hum

    No full text
    Dakwah merupakan kegiatan yang memiliki makna seruan, panggilan, doa, serta dalam bahasa dakwah adalah memanggil, menyeru, menegaskan, dan membela sesuatu seperti perilaku ataupun perkataan yang dapat menarik manusia kepada sesuatu, memohon, dan meminta. Sehingga dakwah ini memiliki arti mengajak atau menyeru manusia kepada kebaikan, memadukan dakwah dengan retorika sehingga perlu diperhatikan karena dengan hal tersebut memudahkan da’i untuk menarik perhatikan mad’unya. Da’i Asep Wawan Sopain adalah da’i muda asal Cililin. Bang Aswan menggunakan teknik diksi, gaya bahasa, dan gerak tubuh, sehingga membuat saya tertarik untuk meneliti da’i tersebut yang berjudul Gaya Retorika Ustad Asep Wawan Sopian (Studi Deskriptif Dakwah Ustad Asep Wawan Sopian S. Hum). Penelitian ini terpusat pada diksi, gaya bahasa, dan gerak tubuh ustad Asep Wawan Sopian sehingga penelitian ini bertujuan untuk dapat menentukan diksi, gaya bahasa, dan gerak tubuh bang Aswan sehingga memiliki karakter yang berbeda dalam khitabahnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sehingga mendapatkan hasil yang objektif berupa kata-kata baik tertulis maupun dari lisan orang lain yang hadir dalam kajian bang Aswan. Dengan menggunakan metode deksirptif kualitatif maka, data yang didapatkan berupa kata-kata bukan angka-angka. Data ini diperoleh dari hasil observasi, wawancara dengan narasumber dan juga dokumentasi Hasil penelitian yaitu 1) pemilihan kata yang dipakai bang Aswan saat mengisi di anak muda dan orang tua sehingga menentukan diksi yang berbeda yang disesuaikan dengan jamaahnya. 2) gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa sindiran, gaya bahasa penegasan, gaya bahasa pertentangan. 3) karakter yang membedakan da’i tersebut ialah beliau suka menyinggung perilaku jamaah dalam kehidupan sehari-hari sehingga membuat jamaah untuk berpikir. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Ustad Asep Wawan Sopian sering menggunakan pemilihan kata, diksi, dan gerak tubuh yang disesuaikan dengan tipe jamaahnya agar dapat diterimah materi yang disampaikan beliau sehingga hal tersebutlah yang menjadi karakter pembeda dengan ustad yang lain

    Gaya Retorika Dakwah Bang Aswan

    No full text
    This study aims to examine the rhetorical style of Ustad Asep Wawan Sopian in his sermons, focusing on diction, language style, and body movements. The research objectives include: 1) Determining the word choice (diction) used by Ustad Asep Wawan Sopian according to the audience, consisting of youth and elders. 2) Analyzing various language styles such as comparison, satire, emphasis, and contradiction used in delivering the material. 3) Identifying the unique characteristics of Ustad Asep Wawan Sopian, who frequently touches on the behavior of his congregation in daily life. The research method used is qualitative descriptive, focusing on collecting data in the form of words from observations, interviews, and documentation. The results show that Ustad Asep Wawan Sopian adjusts his word choice, diction, and body movements according to his audience, making the delivered material more easily accepted. This study indicates that a preaching approach tailored to the characteristics of the congregation can enhance the effectiveness of message delivery

    STILISTIKA DIALOG QUR’ANI DALAM KISAH NABI NUH AS.

    No full text
    Abstract: This research confirms that the language style used in the narratives of Alquran is theistic style, which varies depending on the context and the theme as well as the contemporary relevance. This research aims to (a) describe the style of Noah’s narrative in Alquran; (b) describe the stylistics of the elements forming the dialogues of Prophet Noah’s narrative; and (c) uncover as well as describe the meaning and the impression of Quranic dialgues in the narrative of Prophet Noah.This study is qualitative research. Meanwhile, based on the object of the study and thegoal to obtain, this study belongs to library research assessed with content analysis. Thus, this study focuses on literary data sources, namely all kinds of documents or other written sources, such as scientific books, journals, acrhives, private documents, and other written articles.Based on the findings and the analysis, it is concluded that (1) Noah’s narrative is presented in various surahs to show the authenticity and peculiarity of Quranic uslub; (2) the diction and the coresponding placement of the words are appropriate and varied, and the uslub described are also varied; and (3) the narrative described offers great significance and deep impression to strengthen the tauhid, patience, the fight between right and wrong, and severe punishments subjected to unbelievers. Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v45i22017p18

    ASALIB AYAT AL-SHOLAT FI AL-QUR'AN AL-KARIM

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan stilistika ayat shalat di dalam al-Qurʼan ditinjau dari bentuk kata dan fungsinya dalam kalimat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis pada konstruksi kata dan susunan kalimatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata “shalatˮ di dalam al-Qurʼan diungkapkan dalam beragam kata dan kalimat yang berbeda fungsi dan maknanya. Mayoritas kedudukan iʻrâb-nya adalah mafʻûl bih (objek), sedangkan gaya bahasanya meggunakan uslub amr (20 ayat), syarat (6 ayat), nida (2 ayat), mutsbat (29 ayat), manfi (4 ayat), istitsna, taukid, dan nahi. Keragaman gaya bahasa ini mengandung keindahan sastra, keserasian makna, kekayaan bahasa, dan pengaruh kuat yang memudahkan pemahaman maknanya. DOI: 10.15408/a.v1i1.1134</p

    Seismic interpretation Recording Single Channel In Identifying occurrences Granite rocks Waterway South Singkep Lingga regency of Province Riau Islands

    No full text
    High resolution of marine seismic reflaction seismic were used to detect the layers of seafloor sediment and to intrerpret seismic data geologically. The objectives of this study weres to identify occurrences of granite rock in the waters of South Singkep. Acquisition data was held located beetwen 1040 15' 00" - 1040 31' 32" E and 00 30' 00" - 00 46' 23" S. Several method used to process the data were Band Pass Filter, Automatic Gain Control (AGC), and predictive deconvolution. Identification of the presence of granite rocks on seismic cross sections of each track is shown in the form of hills after valleys and granite rock is most likely present in A runs, which is a rock that has a granitic nature, and that penetrates to the water column or so-called intrusive rocks

    Legal Istinbath Method of PERSIS in Modernism Spirit and Islamic Reformation

    No full text
    This article proved that taking asbaab an nuzuul into consideration , and also paying attention to  the social , cultural, and historical background of the revelation, will lead to a more contextual intepretation of the quran. Meanwhile, the method of dragging out the law (istinbaath al hukm) are  successively through taking the  instruction of Quran, and then Hadist .  Personal opinion (ijtihad) is implemented when the law problem is not mentioned in the text (Quran or Hadist). The rise of different religious understanding between PERSIS and other Islamic religious organization was deeply influenced by the different methode of dragging law (istinbaath al hukm), the position of Nasakh-mansukh, the criteria of the Hadist validity, the position of hadist related to the fadlaail, position of asbaab an nuzuul and asbaa al wuruud,. Based on the findingand discussion of this methode of dragging law (istinbaath al jukm) and the Islamic legal decision (fatwa) of PERSIS, it.s proved that PERSIS is one of the Islamic reformation movement s which tends to understand religious text contextually.Copyright (c) 2016 by KARSA. All right reserved DOI: 10.19105/karsa.v24i1.1002

    Al-qa'idah idra'ul hudud bi as-syabuha wa atsa'ruha fi al-fiqh al-Islamiy wa taebhiqatuha fi Indonesia

    No full text
    Sanksi hukum hudud dapat tidak dijatuhkan terhadap si terhukum dikarenakan adanya syubhat (ketidak jelasan) baik dari syubhat si pelaku kejahatan, syubhat objeknya, syubhat aqad maupun syubhat metodenya. Banyak faktor yang menyebabkan hukum Islam belum maksimal diterapkan di Indonesia khususnya hukum pidana, padahal hukum ISlam adalah satu-satunya aturan dan ideologi yang dipandang mampu mengatasi problematika kehidupa

    Bahasa Kinesis dalam Al-Qur?an: studi Bahasa Al-Qur?an dalam Perspektif Semiotik Riffaterre

    No full text
    Temuan penelitian menunjukkan banyak jumlah dan variasi bahasa kinesis dalam Al-Qur?an (33.09%). Sementara itu, kajian dan telaah pesan kinesis dalam Al-Quran masih didominasi pembacaan heuristik, yakni pembacaan aspek kebahasaan dan bahasa verbal semata, belum masuk pada tahap pembacaan retroaktif, sehingga tidak diperoleh makna, kesan, dan pesan yang mendalam serta relevansi kontekstual selaras dengan tempat dan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan melakukan pembacaan heuristik dan retroaktif bahasa kinesis dalam Al-Qur?an yang difokuskan pada pengungkapan karakteristik bahasa kinesis dalam Al-Qur?an dan relevansi kontekstualnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui analisis semiotik Riffaterre. Analisis semiotik terhadap ayat-ayat kinesis dilakukan melalui dua tahapan pembacaan, yaitu pembacaan tingkat pertama dan tingkat kedua. Pembacaan tingkat pertama disebut pembacaan berdasarkan kesepakatan bahasa atau berdasarkan konvensi sitem semiotik tingkat pertama, yakni berupa analisis terhadap unsur-unsur dasar linguistik seperti morfologi, sintaksis, dan semantik. Tahap kedua adalah juga pembacaan tingkat kedua (retroaktif). Adapun sumber data primer penelitian ini adalah Al-Qur?an, sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari rujukan yang berkaitan berupa kitab tafsir (tafsi>r al-Misba>h}, al- Sha?rawy>, dan al-Mana>r), jurnals, dan ma?a>jim. Berdasarkan analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa 1) bahasa kinesis dalam Al-Qur?an memiliki karakteristik sebagai berikut: bahasa kinesis dalam Al- Qur?an itu rasional; al-Funu>n bala>ghiyah merupakan sarana yang efektif pengungkapan bahasa kinesis dalam Al-Qur?an; ilustrasi bahasa kinesis melalui al- Funu>n bala>ghiyah sangat riil, selaras dengan realitas tanpa menghilangkan aspek imajinasi tinggi, menggabungkan aspek inderawi dan psikis, mencakup semua penggunaan tujuan tashbi>h seperti efek dan kesan emosi, targi>b dan tarhib, dan mencakup semua topik ranah kehidupan manusia; 2) variasi fungsi, jenis, tema, dan konteks bahasa kinesis dalam Al-Qur?an semakin membuktikan orisinilitas dan kemukjizatan bahasa Al-Qur?an dan bahwa bahasa kinesis dalam ranah mu?a>malah senantiasa sa}lih}un li kulli zamanin wa maka}ni

    Identifikasi Marka SNP untuk Gen Crustacean Hyperglycemic Hormone Terkait Pertumbuhan Somatik pada Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii)

    No full text
    Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) termasuk salah satu spesies udang air tawar bernilai ekonomis penting yang sudah banyak dibudi dayakan di berbagai negara baik tropis maupun subtropis. Peluang pasar udang galah baik domestik maupun mancanegara masih sangat menjanjikan terutama untuk tujuan ekspor ke negara Uni Eropa, USA dan Jepang. Namun demikian, produktivitas budi daya udang galah masih jauh tertinggal dibandingkan dengan udang vaname maupun penaeid. Salah satu penyebab rendahnya produktivitas budidaya udang galah adalah adanya variasi ukuran individu yang sangat tinggi pada saat panen. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi antara lain dengan menghasilkan udang galah unggul melalui kegiatan pemuliaan. Kegiatan pemuliaan melalui seleksi konvensional saat ini masih terus digunakan dan terbukti berhasil meningkatkan produksi. Akan tetapi seleksi konvensional dinilai memiliki keterbatasan terutama dalam hal waktu yang diperlukan relatif lama untuk memunculkan gen-gen yang diinginkan. Saat ini, telah banyak informasi mengenai kegiatan seleksi berbasis teknologi molekuler. Salah satu marka DNA yang dapat diaplikasikan untuk program pemuliaan adalah single nucleotide polymorphism (SNP) karena SNP dianggap sebagai marka yang dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana variasi nukleotida dapat mempengaruhi regulasi gen dengan mengidentifikasi lokasi gen dalam genom. Berdasarkan informasi tersebut, maka dilakukan penelitian identifikasi marka terkait pertumbuhan dengan tujuan untuk mengidentifikasi keberadaan marka SNP pada gen crustacean hyperglycemic hormone (CHH) dan mengevaluasi primer spesifik terkait pertumbuhan terhadap udang galah tumbuh cepat dan tumbuh lambat. Hewan uji yang digunakan adalah udang galah GI Macro-2 generasi ke-5 (G5) dan ke-6 (G6). Sebanyak 10 sampel DNA genom udang galah G5 yang terdiri atas 5 sampel populasi tumbuh cepat (TC) dan 5 sampel tumbuh lambat (TL) diisolasi dan diamplifikasi menggunakan primer Thanh et al. (2010) yaitu primer CH3 yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan SNP pada gen CHH. Sementara itu, untuk mengevaluasi primer spesifik dilakukan pada 201 DNA genom udang galah G6 yang terdiri atas 129 tumbuh cepat dan 72 tumbuh lambat. Hasil percobaan diperoleh 10 sekuen fragmen gen CHH dengan kisaran panjang produk PCR sebesar 608 bp. Hasil analisis sekuen menunjukkan produk PCR tersebut memiliki tingkat kesamaan 99-100% dengan gen CHH M. rosenbergii. SNP yang berhasil diidentifikasi pada sekuen udang galah adalah sebanyak 6 situs, yaitu 48, 147, 158, 257, 324, dan 402. Variasi nukleotida yang terjadi pada fragmen gen CHH adalah termasuk tipe substitusi transisi dan tidak ditemukan adanya substitusi tipe transversi. Hasil analisis juga menunjukkan adanya delesi basa T pada fragmen gen CHH, yaitu terjadi pada 1 basa dan terdapat pada awal dari fragmen tepatnya pada posisi basa 48. Sekuen DNA dari fragmen gen CHH pada penelitian ini diketahui bahwa terdapat 1 SNP terletak pada daerah ekson (coding region) dan 5 SNP lainnya ditemukan terletak di luar dari gen fungsional atau intron (non-coding region). Primer spesifik didesain berdasarkan hasil identifikasi SNP pada fragmen gen CHH yang berhasil diamplifikasi dengan menggunakan primer Thanh (CH3) pada 10 sampel udang galah G5. Amplifikasi PCR menggunakan satu pasang primer (forward dan reverse) menghasilkan ukuran pita amplikon dengan ukuran sekitar 280 bp. Evaluasi efektivitas primer spesifik menggunakan pendekatan teknik PCR pada 72 sampel udang galah G6 populasi tumbuh lambat menghasilkan 31% menunjukkan adanya pita (positif) dan 69% tidak menunjukkan adanya pita (negatif). Sementara itu, pada udang galah tumbuh cepat dari 129 sampel yang diuji diperoleh 45% positif dan 55% negatif. Analisis statistik dengan menggunakan uji-t (P<0.05) menunjukkan bahwa primer spesifik dapat membedakan antara udang galah tumbuh cepat dengan tumbuh lambat. Fragmen gen CHH dianalisis lebih lanjut untuk mengklarifikasi keberadaan pita yang tidak konsisten di antara kedua populasi. Tiga SNP hasil identifikasi digunakan untuk menganalisis konsistensi basa pada fragmen udang galah TC dan TL. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar sampel udang galah TC menghasilkan pita negatif, dan TL menghasilkan pita positif. Sampel TL menunjukkan pola yang konsisten pada basa G-A-C untuk pita positif. SNP2 (G/A) menunjukkan pita positif bila basa G dan pita negatif bila basa A. Hal ini yang menjelaskan TL3 dan sebagian besar sampel TC menunjukkan pita negatif. SNP6 (C/T) digunakan untuk membedakan pita negatif pada sampel TL3 dan sebagian besar TC. Apabila SNP6 basa C, maka menunjukkan untuk populasi TL, sedangkan bila basa T menunjukkan untuk populasi TC. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka populasi TL konsisten dengan pola basa G-A-C atau A-A-C, sedangkan populasi TC mempunyai pola basa A-G-C atau A-A-T

    The Nahwu Kufah Mazhab\u27s View in Data Approach to Determining Rules

    No full text
    Nahwu is the key and foundation of the Arabic language and its literature, so nahwu is an important thing to learn in Arabic. Not only in Arabic, nahwu also played a major role in the field of Islamic religious knowledge because the Al-Quran and Al-hadith, which are the main arguments in Islamic law, use Arabic. To understand both of them and not get lost in Islamic law, language knowledge, nahwu science is needed. Nahwu Kufah is underestimated by linguists because of the many weak narrations, and some of the narrations are not suggestive or contrived. This study aims to get to know the Nahwu Kufah school of thought and reveal whether or not this view is true. To seek this discussion, the author uses the literature review method, in which the writer looks for discussion and understanding related to the study and then puts the author\u27s understanding in this discussion. The results of the literature review concluded that the difference in the problem of nahwu between Basrah and Kufah did not really affect the objectives of Nahwu science, where the purpose of nahwu was wasilah in Arabic, because the debate was only on branch issues. None of the nahwu scholars says fa\u27il is maf\u27ul or vice versa. Therefore this difference is not a big problem; everyone may argue on the matter of this branch
    corecore