995 research outputs found
Eksperimentasi Permasalahan Teknik-teknik pada Cello Concerto No.1 Bagian Pertama “Allegretto” Karya Dmitri Shostakovich
ABSTRAK Penguasaan teknik bagi seorang resitalis merupakan suatu keharusan, sesuai dengan tingkat kesulitan teknis yang ingin dicapai. Penulis mengacu pada penandaan teknis oleh pemain cello Mstislav Rostropovich untuk fingering dan bowing dalam repertoar pertama Cello Concerto No. 1 karya Dmitri Shostakovich yang kemudian ditemukan ketidakcocokan dalam preferensi pertimbangan teknis dan membuat penulis ingin mencoba bereksperimen untuk memecahkan masalah kesulitan teknis dalam repertoar tersebut. Technical Problems Experimentation in The Cello Concerto No.1, First Movement "Allegretto" by Dmitri Shostakovich ABSTRACT A recitalist's mastery of technique is a must, according to the level of desired achievements of technical difficulties. The author refers to the technical markings by cellist Mstislav Rostropovich for fingerings and bowings in the first cello concerto No.1 by Dmitri Shostakovich, which later was found discrepancies in the preferences of technical considerations, thus have made the author want to try to solve technical problems in the repertoire in a more personal way.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS DI SD
Penelitian ini berjudul “Penerapan Model Problem Based Learning dengan Penggunaan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains di SD” dilatarbelakangi oleh masalah rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model PBL dengan penggunaan video pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains di SD. Nama peneliti Dian Nuryanti dibantu oleh Bapak Asep Hidayat dan Ibu Popon Mariam sebagai pembimbing. Isi dari skripsi yaitu mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning dengan penggunaan video pembelajaran, menguji perbedaan kemampuan literasi sains, dan menguji peningkatan kemampuan literasi sains kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan peserta didik kelas V SD Negeri 015 Kresna, Kelas V C untuk kelas kontrol dan kelas V D untuk kelas eksperimen. Instrumen penelitian ini berupa instrumen lembar observasi untuk mengukur penerapan model Problem Based Learning dengan penggunaan video pembelajaran dan instrumen tes untuk mengukur kemampuan literasi sains. Data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Data dianalisis untuk menguji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan independent sample t-test. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan penggunaan video pembelajaran diterapkan sangat baik sesuai dengan langkah-langkahnya terlihat dari hasil observasi dan kelas kontrol, terdapat perbedaan kemampuan dan peningkatan kemampuan literasi sains kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol
KONSEPSI MARTABAT TUJUH DALAM WIRID HIDAYAT JATI RANGGAWARSITA
This research aims to answer: What is the background of writing the Wirid Hidayat Jati Book?, bagaimana konsep martabat tujuh dalam kitab tersebut ? , what is the concept of seven dignity in the book?, dan bagaimana pengaruhnya terha dap laku spiritual masyarakat Jawa? , and how does it affect the spiritual behavior of the Javanese people? .. Dengan mengaplikasikan pendekatan kajian pustaka (library research) By applying the library research and descriptive analysis can be concluded that: P ertama , Ranggawarsita adalah seorang pujangga Keraton dan dianggap sebagai pujangga penutup (as the coping stone of javanese writers) yang mampu menggabungkan antara ajaran tasawuf Islam dengan mistik Jawa. Ranggawarsita is a poet palace and is regarded as the coping stone of Javanese writers who are able to combine the teachings of Islam with Javanese mystical. K edua , martabat tujuh adalah sebuah pemahaman bahwa TuhanDignity seven is an understanding that God ber- tajalli emanation as many as seven stages, namely sajaratul yakin, nur Muhammad, mirátul hayaí, roh idlafi, kandil, dharrah and hijab. Ketiga, Wirid Hidayat Jati merupakan filsafat mistik yang dibangun oleh Ranggawarsita sebagai jawaban terhadap situasi politik dan budaya masyarakat J awa yang memiliki kecenderungan kuat kepada alam metafisika seperti ngelmu kasampurnan, ngelmu sangkan paran dan manekung (semedi, tirakat).Wirid Hidayat Jati is a mystical philosophy built by Ranggawarsita in response to the political and cultural situation of the Javanese people who have a strong tendency towards metaphysics such as ngelmu kasampurnan, ngelmu sangkan paran and manekung (semedi, tirakat). Dengan mempelajari metafisika, diharapkan mampu menjadi insan kamil , manusia yang memiliki kekuatan magis ( karamah ).
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan penelitian (research questions) yaitu: bagaimana latar belakang penulisan Kitab Wirid Hidayat Jati?, bagaimana konsep martabat tujuh dalam kitab tersebut?, dan bagaimana pengaruhnya terhadap laku spiritual masyarakat Jawa?. Dengan mengaplikasikan pendekatan kajian pustaka (library research) mengingat masalah yang diteliti adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan isi Kitab Wirid Hidayat Jati. Adapun metode penelitiannya adalah analisis deskriptif sebab menganalisa data dengan penelaahan yang dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Melalui pendekatan dan metode tersebut dapat disimpulkan bahwa: Pertama, Ranggawarsita adalah seorang pujangga Keraton dan dianggap sebagai pujangga penutup (as the coping stone of javanese writers) yang mampu menggabungkan antara ajaran tasawuf Islam dengan mistik Jawa. Kedua, martabat tujuh adalah sebuah pemahaman bahwa Tuhan ber-tajalli (baca: emanasi) sebanyak tujuh tahap, yakni sajaratul yakin, nur Muhammad, mirátul hayaí, roh idlafi, kandil, dharrah dan hijab. Ketiga, Wirid Hidayat Jati merupakan filsafat mistik yang dibangun oleh Ranggawarsita sebagai jawaban terhadap situasi politik dan budaya masyarakat Jawa yang memiliki kecenderungan kuat kepada alam metafisika seperti ngelmu kasampurnan, ngelmu sangkan paran dan manekung (semedi, tirakat)
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN
(Lasmini,Hidayat & Ilyas, Penggunaan Media Audio Visual Untuk meningkatkan Pemahaman, 2019) Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman siswa dalam mata pelajaran Ekonomi. Siswa dikatakan memahami mata pelajaran ekonomi apabila ia bisa menafsirkan sebuah informasi ke dalam bentuk lain, memberikan contoh atau prinsip yang bersifat umum, mengklasifikasikan suatu materi ke dalam kategori tertentu, membuat ringkasan materi, menjelaskan suaru materi, membandingkan persamaan atau perbedaan suatu objek hingga siswa dapat menyimpulkan suatu materi yang ia pelajari. Kenyataan dilapangan peneliti menemukan permasalahan yaitu kemampuan pemahaman siswa kelas X pada Program Studi Pemasaran masih rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemanfaatan media dalam proses pembelajaran. Berdasarakan hal tersebut peneliti mencoba membuat media audio visual dalam upaya meningkatkan kemampuan pemahaman siswa dalam mata pelajaran ekonomi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian quasi eksperimental dan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK Negeri 3 Bandung kelas X Program Studi Pemasaran, dimana X Pemasaran 3 sebagai kelas eksperimen dan X Pemasaran 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, daftar ceklis dan observasi pelaksanaan pembelajaran. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual lebih efektif meningkatkan kemampuan pemahaman siswa dalam mata pelajaran ekonomi
Pesan dakwah tentang istikamah dalam buku mata air ketenangan jiwa karya Dr. Asep Achmad Hidayat
Buku Mata Air Bening Ketenangan Jiwa merupakan buku yang mengandung nilai-nilai spiritual yang dapat diteladani dan dipelajari, sehingga memperluas cakrawala pengetahuan dan memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam buku Mata Air Bening Ketenangan Jiwa, Dr. Asep Achmad Hidayat berusaha menjelasakan tentang bagaimana cara kita agar senantiasa memiliki sikap istikamah. Dengan gaya bahasanya yang lugas, dan mudah dimengerti membuat penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang buku tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah tentang istikamah yang banyak muncul dalam buku Mata Air Bening Ketenangan Jiwa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode content analysis yakni teknik yang dipakai untuk mengetahui isi (content) dari suatu teks, berita, iklan surat, dan segala jenis teks lain. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.
Berdasarkan data dari hasil penelitian menujukkan bahwa di dalam buku Mata Air Ketenangan Jiwa, terdapat banyak pesan-pesan dakwah antara lain: pesan membaca Al-Qur’an dengan khusyu, kerjakan shalat tahajud setiap malam dan memperbanyak dzikir setiap waktu. Pada buku Mata Air Ketenangan Jiwa dapat penulis tarik kesimpulan bahwa dengan penelitian ini dapat mengajak kita untuk menanamkan sikap istikamah dalam membaca Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari, membiasakan diri untuk senantiasa membangun kedekatan kita kepada Allah Swt melalui shalat malam, dan merutinkan berdzikir disetiap waktu
GAYA BAHASA CERAMAH USTAZ ADI HIDAYAT DALAM CHANNEL YOUTUBE
Ustaz Adi Hidayat adalah seorang penceramah sekaligus ustaz yang terkenal di Indonesia karena dengan kepiawaian beliau menyampaikan untuk memberikan informasi tentang islam. pemasalahan yang terjadi saat ini sebagian besar siswa kurang bisanya menulis teks ceramah sesuai dengan kaidah kebahasaan karena kurangnya mendengar atau meliterasi ceramah baik dalam bentuk tulisan atau video. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat dikonfirmasi Ustaz Adi Hidayat sejalan dengan teori menggunakan berbagai macam variasi gaya bahasa, namun yang paling dominan adalah gaya bahasa resmi dan tak resmi ini menandakan bahwa dalam menyampaikan ceramah, Ustaz Adi Hidayat sangat memperhatikan bahasa yang digunakan dan beliau menggunakan bahasa baku kemudian divariasikan dengan bahasa tidak baku sehingga pendengar dari berbagai kalangan mudah dalam memahami pesan Ceramah yang disampaikan. Ustaz Adi Hidayat dikonfirmasi menggunakan berbagai macam gaya bahasa, namun yang paling dominan adalah gaya bahasa resmi dan tak resmi ini menandakan bahwa dalam menyampaikan ceramah. Kemudian di sesuaikan dengan prinsip bahan ajar meliputi prinsip relevansi, prinsip konsistensi, dan prinsip kecukupan. Peneliti telah mengkonfirmasi bahwa bahan ajar yang terdapat dalam penelitian ini sesuai untuk dijadikan model bahan ajar karena telah sesuai dengan prinsip-prinsip bahan ajar
- …
