66 research outputs found

    Model pendampingan kewirausahaan dalam meningkatkan kelompok usaha

    Get PDF
    Pengembangan model pendampingan kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian kelompok usaha diharapkan dapat menjadi panduan atau acuan bagi penyelenggara program kewirausahaan terutama para pengelola dan instruktur dalam melaksanakan pendampingan kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian kelompok. Untuk mencapai tujuan ke arah tersebut, maka fokus pendampingan kewirausahaan diarahkan pada 5 aspek yaitu: pengorganisasian kelompok, peningkatan mutu produksi barang, peningkatan jaringan pemasaran hasil produksi, pengadministrasian kegiatan, peningkatan jaringan kemitraan

    RENEWED ISLAMIC MOVEMENT IN THE PRESS: Case Study of “Ruangan Agama” Rubric in Indonesia Raya Newspaper (1949-1955)

    No full text
    The era of Liberal Democracy (1950-1959) was a period of political dynamics in which Islamic political parties had a significant role at the time, such as the Masjumi Party and the Nahdlatul Ulama Party. However, in addition to political parties, newspaper is another medium used to promote Islam as a way of life. This article analyzes the column “Ruangan Agama” in the Indonesia Raya newspaper published between 1949 to 1959 in promo­ting Islam to the public. It is a non-partisan news­paper and not the official media of any party as well. The method used is qualitative and historical approach to get a comprehensive and complete picture of Islamic thought at that time. The findings illustrate that the rubric of the "Ruangan Agama" in Indonesia Raya has engaged a discussion of contextual religion by raising real issues that were relevant at that time through the engaged reflection of Muslim intellectuals. The issues raised by the “Ruangan Agama” rubric are corruption, poverty, abuse of power, and others. In short, the "Ruangan Agama" Indonesia Raya’s column is part of a renewed Islamic movement that reflects critically on the fate of Muslims within the nation-state

    PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL MELALUI PEMBINAAN AKHLAK: ANALISIS PEMIKIRAN AL-GHAZALI

    Get PDF
    Kesehatan mental menurut al-Ghazali adalah dapat merasakankebahagian, berguna dan mampu menghadapi kesukaran dan rintangan dalam hidup. Pingkatkan kesehatan mental menurut Al-Ghazali dilakukan dengan mujâhadah, tazkiyah an-nafs,dan riyâdhah. Konsep  Al-Ghazalitentang mujâhadah, tazkiyah an-nafs,dan riyâdhahmasih relevan untuk dikaji dan  diaplikasikan dalam dunia pendidikan modern. Penerapan pemikiran Al-ghazali dalam pendidikan memperkuat keyakinan pentingnya pembinaan akhlak dalam membentuk mentalitas manusia

    Pendidikan agama islam dan multikulturalisme

    No full text
    Indonesia sebagai sebuah Negara Kepulauan memiliki keberagaman. Baik itu suku, budaya, adat istiadat, ras, agama maupun kepercayaan. Dengan keaneka ragaman yang ada, maka hal tersebut memperlihatkan bahwa penduduk Indonesia sarat dengan berbagai macam perbedaan. Kondisi tersebut menyimpan potensi konflik dikalangan masyarakat yang berkenaan dengan keberagaman beragama. Agama merupakan isu yang sangat sensitif dan dapat dengan cepat menimbulkan konflik diantara warga masyarakatnya. Oleh karenanya, artikel ini ditulis guna menawarkan konsep tentang pendidikan islam dalam nuansa multikulturalisme. Dan memberikan solusi serta pencerahan menuju suatu perubahan yang signifikan terhadap pendidikan agama diberbagai aspeknya, sehingga pendidikan agama islam menjadi pendidikan yang inklusif dan dinamis serta memberikan manfaat bagi perkembangan dan kemajuan bangsa dalam keberagaman

    Analisis pendapat ‘Imraniy tentang hukuman bagi pelaku siḥir yang mengakibatkan kematian

    Get PDF
    Siḥir merupakan mantra dan perkataan yang diucapkan atau ditulis atau dibuat sesuatu yang berpengaruh pada jasad orang yang disiḥir atau pada hati dan akalnya tanpa menyentuh secara langsung. Diantaranya dapat menimbulkan kematian,sakit,menimbulkan kebencian dan sebagainya. Terkait dengan hukuman bagi pelaku siḥir, Imam ‘Imrani yang merupakan madzhab Syafi’i mengemukankan dalam kitab karangannya al-Bayan yang merupakan syarah dari pada kitab Muhadzdzab yaitu sebegai berikut “ketika seorang laki-laki mensiḥir laki-laki lain lalu seorang yang disiḥir itu meninggal, kemudian penyihir ditanya; apabila ia menjawab “siḥir yang saya lakukan itu membunuh/mematikan”, maka pelaku dihukum mati. Dan jika penyihir menjawab “siḥir yang saya lakukan tidak membunuh/mematikan” maka pelaku dihukum diyat ringan. Dan jika penyihir menjawab “terkadang mematikan dan terkadang tidak mematikan, maka di hukum diyat berat. Dan jika penyihir menjawab “saya membunuh dengan siḥir secara bersama-sama, dan tidak jelas orang yang membunuh” maka tidak dibunuh.” Pada intinya pada pendapat tersebut terjadi ketidak jelasan hukuman, karena secara teks hukuman tersebut bergantung pada jawaban dari pelaku. Dari latar belakang masalah tersebut dapat penulis tarik rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana pendapat ‘Imrani tentang Sanksi Pidana bagi pelaku siḥir yang mengakibatkan Kematian? 2) Bagaimana Istinbaṭ Hukum ‘Imrani tentang Sanksi Pidana bagi pelaku siḥir yang mengakibatkan Kematian?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dimana data yang digunakan diperoleh dari sumber data sekunder dengan bahan hukum primer yaitu kitab al-Bayan karya Imam ‘Imrani. Adapun bahan hukum pelengkap yaitu data yang digunakan sebagai pendukung dalam penelitian skripsi ini, yaitu kitab-kitab fiqih yang terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif. Hasil temuan dari penelitian ini adalah 1) Bahwa ’Imraniy dalam kitabnya al-Bayan mengemukakan “ketika seorang laki-laki mensiḥir laki-laki lain lalu seorang yang disiḥir itu meninggal, kemudian penyihir ditanya; apabila ia menjawab “siḥir yang saya lakukan itu membunuh/mematikan”, maka pelaku dihukum mati. Dan apabila siḥir yang saya lakukan tidak mematikan” maka dihukum diyat ringan, Dan jika penyihir menjawab “terkadang mematikan dan terkadang tidak, maka di hukum diyat berat. Dan jika menjawab “saya membunuh dengan siḥir secara bersama-sama, dan tidak jelas orang yang membunuh” maka tidak dibunuh. Penentuan hukuman bagi pelaku siḥir tergantung kepada pembuktian bagi pelaku maupun pihak pelapor atas tindak pidana siḥir. Apabila pelapor mampu membuktikan bahwa siḥir yang dilakukan oleh pelaku adalah siḥir mematikan, maka pelaku dihukum qiṣāṣ. 2) Bahwa Istinbaṭ hukum yang digunakan ’Imraniy dalam menetapkan hukuman Pelaku Siḥir Yang Mengakibatkan Kematian yaitu hadits. Hadits yang dijadikan dasar oleh ‘Imraniy, dilihat dari segi kejelasan penunjukannya (dalalah), merupakan lafaz yang jelas penunjukannya (wadih al-dalalah), karena dalam teks atau matan hadits yang dijadikan dasar oleh al-‘Imraniy secara tekstual telah jelas menunjukkan makna hukuman bagi pelaku siḥir, yaitu dibunuh

    Cara mudah membuat kompos dari eceng gondok: penyelenggaraan kewirausahaan sosial berbasis masalah lingkungan bagi kelompok usia produktif: bahan ajar 3

    Get PDF
    Keberadaan bahan ajar ini diharapkan menjadi salah satu referensi bagi peserta didik program penyelenggaraan kewirausahaan sosial berbasis masalah lingkungan dalam mengembangkan usaha dengan berbahan dasar eceng gondok sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus dapat memecahkan masalah lingkungan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat setempat

    Analisa rasio likuiditas pada Bank Perkreditan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah Parahyangan

    Get PDF
    BPRS Harta Insan Karimah Parahyangan yang beralamat di Jalan Percobaan No. I Cileunyi-Bandung merupakan Lembaga Keuangan Syari'ah yang berkomitmen menjalankan kegiatan usaha perbankan sesuai syari'ah Islam. Sebagai organisasi yang berorientasi ke depan (visionary organization), BPRS HIK Parahyangan bertekad dalam misinya untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat, share holder dan seluruh karyawan melalui peningkatan profitabilitas usaha. Menjaga kesehatan bank dengan metode CAMELS adalah salah satu langkah yang dilakukan BPRS HIK Parahyangan. Lewat penilaian faktor-faktor kesehatan bank tersebut, diharapkan akan mampu menjaga dan meningkatkan Tingkat Kesehatan (TKS) Bank Indonesia dalam penilaian laporan keuangan BPRS HIK Parahyangan. Analisa rasio likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian kesehatan bank karena erat kaitannya dengan tingkat kepercayaan masyarakat (nasabah), selain itu tingkat rasio likuiditas menjadi salah satu aspek penting bagi daya tarik calon nasabah (debitur dan kreditur). Selama dua tahun terakhir (tahun 2005 dan 2006), nilai rasio likuiditas BPRS HIK Parahyangan berada pada kategori "SEHAT" menurut ketentuan penilaian tingkat kesehatan Bank Indonesia. Selain itu pada tahun yang sama, kondisi kesehatan laporan keuangan BPRS HIK Parahyangan secara umum pun telah memperoleh predikat "SEHAT"dari Bank Indonesia (BI)

    THE PESANTREN’S MODEL OF RESISTANCE AND TRANSFORMATION IN THE DYNAMICS OF SOCIAL CHANGE IN INDONESIA

    Get PDF
    Social change is an integral phenomenon in every society. The dynamics of social change present a phenomenon of a society or a part of society that is eroded by change; some are immersed in the flow of change, some exercise resistance measures, and some are even able to contribute to the dynamics of social change by conducting transformation. Pesantren, as one of the oldest Islamic educational institution, demonstrates efforts of defense and transformation as a form of adaptation towards social change. The history of education in Indonesia cannot be separated from the role and contribution of pesantren. In its development, Indonesian education which adopted modernization of western education shifted pesantren to become an additional alternative educational institution, rather than primary institution it used to be. However, the most recent development shows a return of pesantren’s presence and contribution as a significant alternative for education system in Indonesia. This cannot be separated from the fact that the pesantren has applied a model of adaptation. The purpose of this research is to analyze diversity of adaptive models in three pesantrens in Java. With methods of observation and in-depth interviews in three pesantrens which are Cidahu in Pandeglang, Banten; Langitan in Tuban, East Java; and Darul Ulum in Jombang, East Java, this research confirms that adaptive models of pesantren have created diversity in pesantren models. However, through this diversity it is still evident that the pesantren is a model of typical Indonesian education

    MENINGKATKAN CITRA BANGSA MELALUI DIPLOMASI BUDAYA: PENYELENGARAAN PIALA DUNIA FIFA 2022 DI QATAR

    Get PDF
    Qatar adalah negara yang konservatif, namun berhasil menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022. Qatar memanfaatkan ajang Piala Dunia FIFA 2022 untuk melakukan diplomasi budaya dengan tujuan nation branding dan mengubah stigma negatif yang melekat pada Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah memaparkan tentang unsur-unsur budaya Qatar yang ditransmisi kepada masyarakat internasional pada ajang Piala Dunia FIFA 2022 berdasarkan teori Diplomasi Budaya menurut Milton Curtis Cummings. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara mengumpulkan data dari sumber kepustakaan lalu mendeskripsikan hasil interpretasi ke dalam tulisan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah Qatar mentransmisi aspek bahasa, kesenian, peralatan, dan agama saat proses diplomasi budaya. Qatar menggunakan media daring seperti situs web dan sosial media dalam memperkenalkan budayanya agar dapat menjangkau masyarakat di seluruh dunia secara lebih luas. Dan Qatar mendapatkan banyak keuntungan nasional setelah Piala Dunia FIFA 2022 usai yang menandakan diplomasi budaya yang Dilakukan pada ajang tersebut berhasil
    corecore