15 research outputs found
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBANTU GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HIGH ORDER MATHEMATICAL THINGKING (HOMT) SISWA SMA SWASTA SANTA MARIA KABANJAHE
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi kevaliditan dari pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan kemampuan High Order Mathematical Thingking (HOMT) siswa, 2) mengidentifikasi keefektifan dari pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan kemampuan High Order Mathematical Thingking (HOMT) siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan pembelajaran ADDIE dengan tahapan (1) Analisys (Analisis), (2) Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan), (4) Implement (Implementasi), (5) Evaluation (Evaluasi). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh data hasil validasi ahli dengan rata-rata total penilaian 4,07 berada pada kategori baik sehingga LKS dikatakan valid dan layak digunakan. Kefektifan LKS untuk meningkatkan kemampuan High Order Mathematical Thingking (HOMT) siswa dengan bantuan GeoGebra dilihat dari beberapa penilaian yang diperoleh melalui tes hasil belajar yang meliputi: (1) Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar berada pada kategori tuntas; (2) Ketercapaian indikator kompetensi dengan persentase sebesar berada pada kategori tuntas; (3) Hasil observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan nilai rata-rata 3,83 berada pada kategori sangat baik; (4) Waktu pembelajaran yang efektif selama 3 kali pertemuan; (5) Angket respon siswa terhadap LKS dengan rata-rata penilaian sebesar 4,43 berada pada kategori sangat baik dan setiap aspek respon positif. Berdasarkan hasil analisis data diatas, dapat disimpulkan bahwa pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbantu GeoGebra untuk meningkatkan kemampuan High Order Mathematical Thingking (HOMT) siswa SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe adalah valid dan efektif yang digunakan dalam menunjang proses pembelajaran matematika serta meningkatkan High Order Mathematical Thingking (HOMT) sisw
Pengaruh Pengembangan Karir dan Desain Pekerjaan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Medan
The purpose of this research is to identify and to analyze the influence of
career development and job design to the employee performance at the
Departement of Health in North Sumatera Medan. This research is a type of
associative causal research aimed to analyze the relationship between one
variable with another variable or how a variable affects another variable.
The population of this research is 178 employees at Departement of Health in
North Sumatera Utara. The sample in this research used proportionate random
sampling which consisted of 65 employees of Department of Health in Nort
Sumatera Medan. This research used questionaires as the primary data or list
question and results of the interview, secondary data use research libraries, search
the internet. The method of analysis that is used in this research is multiple linear
regression analysis.
The result of this research, then it can be concluded that carrer development
and job design by F-Test simultaneosly give positive and significant influence
toward the employee performance Department of Health in North Sumatera
Medan. The result of the t-test shows that variable carrer development and job
design have positive and significant influence employee performance Department
of Health in Nort Sumatera Medan. Based on the test results of the determinant
coefficient (R2
), That career development variables and job design has a positive
contribution amounting to 0,294 or (29,4%) to the employee performance at the
Departement of Health in North Sumatera Medan.While the rest of 70,6% is
affected by other factors that are not included in this study as work motivation,
leadership style and discipline work.143 HalamanSkripsi Sarjan
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Basis Hidrokarbon Terhadap Luka Bakar Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus)
ABSTRAKLuka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang dapat disebabkan oleh kontak dengan sumber panas seperti air, api, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar juga akan mengakibatkan tidak hanya kerusakan pada kulit, tetapi juga pada seluruh system tubuh. Salah satu tanaman yang berpotensi untuk penyembuhan luka bakar adalah bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan salep yang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik, mengetahui apakah salep ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan basis hidrokarbon dapat menyembuhkan luka bakar dengan metode eksperimental pada tikus. Ekstraksi menggunakan teknik ultrasonic dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil randemen yang didapatkan sebesar 38,75%. Analisis fitokimia pada bunga telang memiliki kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, dan polifenol. Ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan salep dan memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik dalam konsentrasi 10%. Sediaan salep ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan basis hidrokarbon memiliki aktivitas untuk penyembuhan luka bakar pada tikus, dilihat dari nilai (p≥0,05) yang mengalami kesembuhan pada hari ke delapan.Kata kunci : Bunga Telang, Sediaan Salep, Luka Bakar, Tikus Puti
PENGARUH PEMBERIAN INFUSA DAUN KELOR TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DALAM DARAH PADA MANUSIA YANG DIINDUKSI DENGAN LARUTAN DEXTROSE 40%
Daun kelor mengadung antioksidan seperti flavonoid, vitamin A, vitamin E, vitamin C dan juga mengandung selenium yang membantu menurunkan kadar glukosa darah. Kandungan senyawa flavonoid dalam bentuk terpenoid dalam daun kelor sangat efektif dan lebih aman dalam penurunan kadar gula darah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui rata-rata kadar gula dalam darah pada manusia sebelum dan sesudah diberikan infusa daun kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Dalam Darah Pada Manusia Yang Diinduksi Dengan Larutan Dextrose 40%. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian Experiment dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan paparannya. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada Di Wilayah Kerja Puskesmas Non Rawat Inap Gilang Tunggal Makarta Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat yang berjumlah 9 orang dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil uji statistic diketahui Sebelum diberikan 100 ml infusa daun kelor, rata-rata gula darah responden adalah 122,67 dan sesudah diberikan menjadi 120,00 dengan nilai selisih 2,667. Sebelum diberikan 200 ml infusa daun kelor, rata-rata gula darah responden adalah 122,00 dan sesudah diberikan menjadi 118,67 dengan nilai selisih 3,33. Sebelum diberikan Larutan Dextrose 40%, rata-rata gula darah responden adalah 120,33 dan sesudah diberikan menjadi 122,00 dengan nilai selisih 1,667. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi kesehatan dan pengetahuan bagi responden tentang Pengaruh Pemberian Infusa Daun Kelor Terhadap Penurunan Kadar Gula Dalam Darah Pada Manusia Yang Diinduksi Dengan Larutan Dextrose 40%. Kata Kunci : Infusa Daun Kelor, Penurunan Kadar Gula Dalam Darah, Dextrose 40
FORMULASI DAN EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus)
Telang merupakan herbal yang bisa dikatakan istimewa di dalam pengobatan tradisional. Seluruh bagiannya mulai dari akar hingga bunga dipercaya memiliki efek mengobati dan memperkuat kinerja organ (Mukherjee et al., 2008). Senyawa yang terkandung di dalam bunga telang tersebut seperti flavanoid yang mengandung 20,07 ± 0,55 mmol/mg bunga dan antosianin 5,40 ± 0,23 mmol/mg dari total dalam bunga telang yang bermanfaat sebagai terapi antiasma, antikanker, dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk emngetahui efektivitas ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam bentuk sediaan salep terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih (rattus novergicus). Tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif yang hanya diberikan basis salep, kontrol uji 1 diberikan salep konsentrasi 10%, kontrol uji 2 diberikan salep konsentrasi 20%, kontrol uji 3 diberikan salep ekstrak 30%, dan kontrol positif diberikan salep komersil. Salep diberikan 2 kali sehari selama 14 hari. Parameter penyembuhan luka diamati dengan mengukur Penuruna Panjang luka. Hasil menunjukkan bahwa salep ekstrak bunga telang dengan konsentrasi 30% memberikan kesembuhan pada hari ke- 7, salep dengan konsentrasi 10% dan 20% pada hari ke-8. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak bunga telang dapat menyembuhkan luka sayat
Language Multiculturalism: Identical Words, Different Meanings of Javanese Vocabularies in Semarangan and Suroboyoan Dialects
This study examines cultural attitudes, misunderstandings, communication styles, and oral and written communication between Semarang and Surabaya. This study was descriptive qualitative. The results showed that Semarang and Surabaya use Javanese, although their knowledge and language perception varied. This study uses qualitative methodologies. It uses primary and secondary data. Preliminary data was collected from Semarang and Surabaya sources. Then, journals and publications compare Semarang and Surabaya terms—every civilization's language changes. Languages change vocabulary, pronunciation, grammar, and meaning. Locals and residents speak diverse dialects. Dialect diversity creates regional vocabulary. One's function will have several formal activities. Depending on the situation, everyone has many valuable parts. Indonesia is diverse. Regional languages highlight culture and features with their dialects and individuality. Most Indonesian users are Javanese. Dialects have distinct traits. One perception background case differs. Semarang and Surabaya, both Javanese, are in different provinces. Semarang in Central Java and Surabaya in East Java have words with similar but different meanings (homophones)
COBIT 2019 Framework in IT Governance: A Systematic Literature Review of Implementation Challenges and Benefits Across Various Industry Sectors
Information technology (IT) governance is a critical factor in ensuring that IT investments align with business objectives, improve operational efficiency, and mitigate risks across various industries. COBIT 2019, a widely used IT governance framework, has been adopted in numerous sectors to address these needs. This study explores the implementation of COBIT 2019 by conducting a systematic literature review (SLR) of 23 relevant articles published between 2020 and 2024, sourced from internationally indexed journals. The research focuses on identifying the challenges, benefits, success factors, and strategies to mitigate the issues encountered during the implementation of COBIT 2019. The findings indicate that COBIT 2019 has been successfully applied in diverse industries such as education, healthcare, logistics, and mineral mining, demonstrating its flexibility and adaptability to different organizational contexts. Key benefits include improved alignment of IT with business strategies, enhanced risk management, better resource optimization, and increased operational efficiency. However, challenges such as the complexity of the framework, limited resources, and a lack of understanding of the frameworks terminology have been identified. Successful implementation is largely dependent on strong management support, stakeholder engagement, and adequate resource allocation. Mitigation strategies such as ongoing training, development of comprehensive communication plans, and regular evaluation of IT governance practices have been suggested to overcome these challenges. This study provides practical insights into the implementation of COBIT 2019, offering organizations guidance on maximizing its benefits while addressing the barriers to successful implementation
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Covid-19 di Rawat Inap Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Tahun 2020
COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 atau SARS-CoV-2), berdasarkan data yang didapatkan hasil kasus covid 19 jumlah pasien yang terjangkit penularan virus corona masih terus bertambah, dan berbagai jenis obat yang digunakan, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran terapi dan evaluasi penggunaan obat COVID-19, dirawat inap Rumah Sakit Imanuel periode oktober-desember2020.Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental, penelitian dilakukan secara observasional deskriptif, pengambilan data secara retrospektif dengan melihat data rekam medis. Usia pasien covid 19 yang paling banyak adalah rentang usia 36-45 tahun sebesar (40,90%), sedangkan untuk jenis kelamin laki-laki sebesar (52,27%) dan untuk perempuan sebesar (47,72). Obat COVID-19 yang digunakan pada pasien COVID-19 adalah golongan antibiotik, antivirus, antikoagulan, antikolesterol, vitamin, dan kortikosteroid. Untuk terapi menggunakan acetylsistein 200 mg sebesar (88,63%) dan untuk terapi azitromycin 500mg sebesar (77,27%), terapi obat yang banyak digunakan adalah kombinasi obat antibiotik azitromycin 500 mg dan antioksidan 200 mg sebanyak (4,54%),Rasionalitas penggunaan obat covid 19 berdasarkan Pedoman tata laksana COVID-19edisi 3 adalah 100% tepat diagnosis ; 100% tepat indikasi; 100% tepat obat; 100% tepat dosis; 100% tepat cara pemberian; 100% tepat interval waktu pemberia dan 100% tepat pasien, dengan nilai persentase kerasionalan penggunaan obat COVID-19 pada pasien COVID-19 adalah 100%
Dental and Oral Health Education: Preventing Emergency Oral Infections in the Elderly in Saribudolok
The elderly are a group vulnerable to dental and oral health problems due to decreased physiological function, the presence of comorbidities, and limitations in self-care. These conditions can increase the risk of oral infections that have the potential to develop into emergencies if not taken early preventative measures. In the Saribudolok area, there is still limited knowledge and awareness among the elderly regarding the importance of maintaining dental and oral health, so educational interventions that are applicable and easy to understand are needed. This community service activity was carried out in the Saribudolok Village, targeting 15 elderly people. The implementation method used a promotive-preventive approach through dental and oral health education integrated with simple health examinations as an initial screening for the risk of oral infection. Education was provided directly and interpersonally, accompanied by demonstrations of proper tooth brushing and denture care according to the elderly's condition. Evaluation of the activity was conducted descriptively through observation of participant activity and a question and answer session to assess the elderly's level of understanding after the education. The screening results showed that the majority of the elderly had dental and oral health problems that could potentially lead to oral infections. Based on the evaluation results, 60% of the elderly were in the low understanding category, 26.7% in the moderate category, and 13.3% in the high category. Elderly individuals with a high level of understanding were able to re-explain educational materials and practice proper oral care. This activity demonstrates that integrated oral health education with simple health check-ups can increase awareness among the elderly. However, a continuous educational approach is needed to optimize understanding as an effort to prevent oral infection emergencies
RASIONALITAS PENGGUNAN OBAT ANTIDIABETES MELITUS TIPE II KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2020
Diabetes merupakan gejala yang timbul pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan hormon insulin secara absolut atau relative dan berlangsung menahun, bahkan seumur hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II komplikasi hipertensi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin yang ditinjau dari segi tepat dosis, tepat obat, tepat cara pemberian, tepat indikasi, tepat pasien, tepat diagnosis, tepat interval waktu pemberian dan waspada efek samping. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental, karena tidak memberikan perlakuan apapun pada subyek penelitiannya dan menggunakan data retrospektif yaitu lembar rekam medis pasien diabetes melitus tahun 2020. Data yang diperoleh sebanyak 30 rekam medis yang kemudian dibandingkan dengan literatur PERKENI (Perkumpulan Endokronologi Indonesia) pedoman penggelolaan dan pencegahan diabetes tipe II dewasa 2019. Rasionalitas penggunaan obat antidiabetes pada pasien diabetes melitus tipe II komplikasi hipertensi di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tahun 2020 yang memenuhi kategori kerasionalan tepat indikasi, tepat dosis, tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pasien, tepat cara pemberian, tepat interval sebesar 100%. Golongan obat antidiabetes yang sering digunakan yaitu glimepiride sebanyak 4 kasus (12,12%), gliquidon sebanyak 9 kasus (27,27%), metformin sebanyak 19 kasus (57,57%), dan pioglitazone sebanyak 1 kasus (3,03%)
