13 research outputs found
Perancangan dan Implementasi Sistem Monitoring Jaringan di MA Darut Taqwa Berbasis Web yang Mengintegrasikan dengan API MikroTik
MA Darut Taqwa is a school located in Pasuruan Regency, which has implemented a centralized internet network with large bandwidth. The high number of users accessing the network at MA Darut Taqwa requires a real-time monitoring system to ensure the quality and condition of the network on MikroTik. However, this school has not fully used real-time network management, so it requires a user monitoring system using the MikroTik API which is integrated through PHP and MySQL-based websites. This will be very useful for administrators in monitoring the network effectively. The implementation of the proposed system is the development of a PHP-based website that interacts with MikroTik devices via the API. Real-time monitoring is obtained by continuously querying and updating data, as well as providing administrators with up-to-date information about network usage. The results of this study show that the website application functions properly with the results that the website can provide real-time internet speed information on the proxy interface and can manage hotspots and Point-to-Point Protocol (PPP)
RANCANG BANGUN SISTEM SENSOR LM393 UNTUK KELEMBABAN UDARA PADA KANDANG KELINCI
Kandang atau tempat tinggal hewan merupakan kebutuhan yang sangat penting dibutuhkaan oleh seorang peternak. Pada umumnya peternak hanya menyediakan kandang saja tanpa memperhatikan kelayakan kandang bagi hewan. Kelayakan kandang sendiri dapat diartikan dengan memperhatikan kondisi kelembaban udara yang baik untuk hewan. Penerapan sistem pemantauan kelembaban udara pada kandang atau tempat hewan yang memanfaatkan internet of thing dengan menggunakan sensor trobosan terbaru menjadi langkah yang inovatif dengan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi manajemen budidaya dan menciptakan lingkungan yang sejahtera bagi hewan. Oleh karena itu perlu dibuat alat yang dapat memonitoring kelembaban udara pada kandang kelinci yang memanfaatkan jaringan internet dengan menggunakan metode Research and Development serta menggunakan sensor kelembaban dan suhu LM393, relay untuk mengontrol lampu dop sebagai pemanas, serta module NodeMCU ESP2866 sebagai mikrokontroleryang memproses dan mengirim data ke firebase melalui jaringan internet, MIT App Inventor digunakan untuk membuat interface guna memonitoring kelembaban dan suhu kandang kelinci secara jarak jauh berbasis IOT dengan memanfaatkan jaringan internet
Peningkatan Pemahaman Konsep Bahasa Inggris pada Siswa Kelas VIII SMP Bhinneka Tunggal Ika Purwosari Pasuruan Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi (QUIZIZZ)
Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional memiliki peran penting dalam komunikasi global, pendidikan, dan dunia kerja. Namun, masih banyak siswa sekolah menengah pertama yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep dasar Bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, khususnya aplikasi Quizizz, dalam meningkatkan pemahaman konsep Bahasa Inggris pada siswa kelas VIII SMP Bhinneka Tunggal Ika Purwosari Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor rata-rata pemahaman siswa, dari 53,4 pada pretest menjadi 76,7 pada posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 23,3 poin. Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan Quizizz karena dinilai interaktif, menyenangkan, dan memudahkan pemahaman materi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Quizizz merupakan media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep Bahasa Inggris di tingkat SMP, serta memberikan rekomendasi untuk integrasi lebih lanjut dalam praktik pembelajaran.
 
Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Kontrol Suhu Otomatis untuk Kandang Bebek Skala Kecil Menggunakan Internet of Things (IoT)
Broiler ducks are a type of livestock duck whose growth is influenced by environmental temperature, so it is necessary to regulate the temperature of the cage to avoid a decrease in productivity and even the risk of death for livestock ducks. The enclosure temperature control system uses the Wemos D1 mini microcontroller, MF52A temperature sensor, fan / blower switch and incandescent lamp regulated by relay. If the measured temperature is above 33⁰C, the relay will be instructed by the microcontroller to turn on the fan/blower or turn off the light and if the measured temperature is below 31⁰C, the relay will be ordered to turn on the light or turn off the fan. From the research that has been carried out, an automatic temperature monitoring and control system for duck coops using internet of things (IoT) technology has been successfully created and works well according to the program set.
 
Klasifikasi Jenis Tanaman Kelengkeng Berdasarkan Ciri Tekstur Daun Menggunakan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (AFIS)
Dimocarpus Longan atau kelengkeng merupakan buah yang memiliki beberapa jenis varietas yang dapat dilihat dari tiga ciri yang berbeda yaitu daun, batang dan buah. Namun tidak semua orang dapat mengidentifikasi jenis tanaman kelengkeng dari beberapa ciri tersebut. Salah satunya ciri daun kelengkeng yang susah untuk diidentifikasi jenisnya karena persamaan bentuk yang hampir mirip dengan jenis tanaman kelengkeng lainnya. Salah satu cara untuk mengatasi yang dapat dilakukan untuk membedakan jenis tanaman dengan menggunakan metode citra digital. Oleh karena itu pada penelitian ini menggunakan daun kelengkeng sebagai data citra untuk klasifikasi dan ektraksi fitur untuk identifikasi ciri tanaman kelengkeng. Untuk metode klasifikasi yang digunakan untuk mengklasifikasikan citra daun kelengkeng adalah Adaptive Neuro Fuzzy Sistem (ANFIS) dengan ekstraksi fitur tektur daun tanaman kelengkeng menggunakan metode ekstraksi Gray Level Co-occurance Matrix (GLCM) dan menggunakan citra daun kelengkeng diamond river, new kristal mata lada dan puang rai. Klasifikasi ANFIS merupakan teknik fuzzy inference pada pemodelan berdasarkan pasangan data input dan output. Error yang dilakukan selama pelatihan atau selisih keluaran FIS dengan data training sebesar 0.10475 dengan kemampuan pengenalan atau akurasi sebesar 67.5%
IMPLEMENTASI SISTEM PAKAN IKAN KOI OTOMATIS & NOTIFIKASI REFILL MENGGUNAKAN ARDUINO UNO BERBASIS ANDROID
Pakan ikan merupakan aspek penting dalam kegiatan budidaya ikan. Namun, secara umum, pemberian pakan masih dilakukan secara manual dan bergantung pada tenaga manusia. Pemberian pakan yang terlalu sering dan berlebihan, serta perencanaan dan distribusi pakan yang buruk dan tidak terkendali, dapat mengganggu kesehatan ikan. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian untuk mengembangkan sistem pemberian pakan ikan secara otomatis dengan memanfaatkan Arduino Uno dan smartphone untuk memberikan notifikasi ketika persediaan pakan ikan habis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemberian pakan ikan otomatis, menentukan batasan jarak, dan memantau alat pemberi pakan. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan untuk mengidentifikasi apa yang dibutuhkan sistem, desain perangkat keras dan perangkat lunak yang tertanam pada mikrokontroler, serta implementasi desain menjadi perangkat siap pakai. Pengujian sistem juga dilakukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, alat dapat bekerja sesuai dengan yang direncanakan, dimana diambil kesimpulan dari beberapa hasil percobaan yang ada bahwa alat bekerja dengan baik
Evaluating Conservation Assistance Program In The Anambas Islands Marine Protected Areausing The Cipp Model
The purpose of establishing a conservation area is to protect and preserve biodiversity and its ecosystem so that people can continue to use it sustainably. Effective management of conservation areas requires the role and participation of the community. Community empowerment efforts must be carried out by conservation area managers, one of which is by distributing aid to the community. This study aims to evaluate and examine the effectiveness of the Program by using the CIPP evaluation model and to identify the constraints and obstacles to its implementation. The CIPP evaluation model is a program evaluation model which was developed by Daniel Stufflebeam and colleagues in the 1960s. CIPP is an acronym for context, input, process and product. CIPP is a decision-focused approach to evaluation and emphasizes the systematic provision of information for program management and operation. The sampling method in this study used a purposive sampling technique with typical case sampling. The author interviewed twenty informants who were competent in providing various information and data required. The research results show that this program has run well and effectively. This is proven by (1) the increase in income of community groups after receiving the assistance program and (2) they are actively involved in supporting marine protected area manager in increasing the effectiveness of their management. The hope is that this program should continue and be further improved as much as possible with a larger and broader scope. Thus, more and more community groups will also feel the positive impact of this program. Keywords : CIPP Evaluation Model, Community Empowerment, Marine Conservation, Anambas Islands Marine Protected Area, Indonesi
Akuitas mata dalam kriteria visibilitas hilal
Tingkat Akuitas (ketajaman) mata manusia dalam melihat sebuah objek berbeda-beda. Hal ini berdampak pada tingkat keberhasilan perukyat dalam rukyatul hilal. Judhistira AU dan Binta menerapkan faktor akuitas ini ke dalam visibilitas hilal Kastner. Faktor tersebut dipakai sebagai klaim atas kasus pengamatan hilal yang tak terbantahkan. Hal ini merupakan corak pemikiran baru, terutama bagi perkembangan pemahaman visibilitas hilal di Indonesia. Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui beberapa hal yaitu: 1) Bagaimana teori akuitas mata dalam visibilitas hilal? 2) Mengapa akuitas mata jarang dipakai dalam perumusan kriteria visibilitas hilal?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data diambil dengan teknik dokumentasi, wawancara dan observasi. Sementara untuk analisis data menggunakan metode deskriptif, eksplanatif dan komparatif.
Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Modifikasi yang dilakukan oleh Judhistira AU dan Binta dalam visibilitas Kastner secara umum telah sesuai dengan ilmu Astronomi dan Fisika Optik, meskipun ada beberapa koreksi yang tidak diterapkan karena keterbatasan alat dan teknologi seperti glare, penglihatan warna, adaptasi gelap terang, bentuk dan durasi melihat. 2) Kriteria visibilitas hilal yang ada selama ini bersifat global dan memang diterapkan untuk tujuan terciptanya kalender global tunggal, namun sayangnya harus mengabaikan faktor-faktor ilmiah seperti akuitas mata, karena secara ilmiah memang tidak ada kriteria yang dapat berlaku secara global. Dengan observasi sederhana penulis juga telah memperoleh kriteria visibilitas hilal untuk akuitas mata normal dalam bentuk parameter fisis (ARCV, ARCL, Umur, Lag Time, Lebar Hilal, dan DAz). Kriteria ini bersifat dinamis dan masih dapat berubah sesuai dengan jumlah data pengamatan, dan secara keilmuan, kriteria ini seharusnya dapat diterima karena telah sesuai dengan beberapa kriteria yang ada.
ABSTRACT
The sharpness level of the human’s eye in seeing an object are varies, and will impact on the success rate in observation. Judhistira AU and Binta have modified the Kastner’s visibility with eye’s acuity factor. This factor is used as a claim for a controversial case of observation. This is a new thinking, especially for the development of understanding of crescent’s visibility in Indonesia. In this study the authors research: 1) How the theory of eye’s acuity in crescent’s visibility applied? 2) Why eye’s acuity is rarely used in the formulation criteria of crescent’s visibility?. The type of this research is a qualitative research with case study approach. Data were taken with documentation, interview and observation techniques. While for data analysis use descriptive, explanative and comparative method.
The results of this study indicate that: 1) The modifications made by Judhistira AU and Binta in Kastner's visibility are generally consistent with Astronomy and Optical Physics term, although some corrections are not applied due to the limitations of tools and technologies such as glare, color vision, adaptation, object’s shape and duration of view. 2) The existing criteria of crescent’s visibility is a global criteria, and is applied for the purpose of creating a single global calendar, but unfortunately it ignores scientific factors such as eye’s acuity, because there is no criteria that can apply globally. With a simple observation the author has also formulated the crescent’s visibility criteria for normal eye’s acuity in the form of physical parameters (ARCV, ARCL, Age, Lag Time, Crescent’s Width, and DAz). This criterion is dynamic and can still change according to the amount of observational data, and scientifically, this criterion should be acceptable because it is in accordance with several criteria
Rancang Bangun Sistem Antrian Otomatis Pelayanan Kesehatan UOBF Puskesmas Kedawung Wetan Berbasis Web Menggunakan Arduino dan ESP32
Puskesmas merupakan unit pelaksana fungsional, mempunyai fungsi pusat pembangunan kesehatan, pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatan secara menyeluruh yang berkesinambungan.Salah satu masalah yang sering terjadi adalah antrian pasien yang begitu banyak sehingga membuat pasien menjadi bosan dan menghabiskan waktu dengan menunggu giliran adakalanya nomor atrian menjadi terlewatkan dengan pasien lain dikarenakan masih menggunakan tenaga manusia/manual. Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan rancang bangun sistem antrian otomatis, alat ini menggunakan teknologi mikrokontroller yang berfungsi sebagai alat pengatur otomatis dan bekerja sesuai dengan perintah yang dimasukkan.Mikrokontroller yang digunakan yaitu arduino dengan modul esp32.Perancangan alat ini terdapat 3 output yaitu kertas yang terdapat pada antrian poli, suara yang terdapat pada sistem poli panggilan dan tampilan nomor pada layar P10Display.Metode yang digunakan penelitian study kasus dengan menggunakna metode pengembangan arduino dengan modul esp32,Rancang bangun sistem antrian otomatis ini menampilkan identitas pasien secara otomatis, sehingga pasien tidak perlu lagi takut jika nomor antrian terlewatkan dan pasien tidak perlu lagi mengantri terlalu lama didepan loket pendaftaran. Hasil pengujian usability testing dengan menggunakan metode SUS diperoleh hasil rata-rata score sebesar 59 sehingga sistem antrian otomatis tersebut dinyatakan OK
Menumbuhkan Kepedulian Siswa terhadap Lingkungan melalui Program Go-Green di SDN Pajaran I
The first step in maintaining and caring for the school environment is to foster student awareness of the importance of preserving the school environment. For this reason, it is necessary to develop a go-green program that aims to foster student awareness of the environment at SDN Pajaran I. Community service is carried out with a community development and participatory approach. The target partner for the community service program is SDN Pajaran I, which technically involves teachers and students of SDN Pajaran I. In realizing student awareness of the environment, a go-green program is needed, in the process education is needed both from counseling and direct practice. The results obtained, students can learn the concept of go-green and its application in the school environment consisting of organic and inorganic waste processing, and procedures for planting bananas, papaya, and kale along with their benefits. It can be concluded that a clean, beautiful, and green environment can create good air potential for health. And the teaching and learning process will take place well and comfortably
