15 research outputs found

    The Tradition of Melekan Manten: Cultural Da'wah Strategy of Mudin in Overcoming Social Problem

    Get PDF
    This research is a results description conducted to describe the social problem at the Melekan Manten event and the role of Mudin in reducing the social problem at the Melekan Manten event through Khataman al-Qur'an. The research is carried out by going directly into the field to investigate phenomena that appear in the real-life context. The process is by constructing phenomena based on the  obtained data and critical evaluation based on relevant theories so that the essence of events can be found to be compared to other data and with relevant theories so that their validity, robustness and suitability can be tested and concluded. The study results concluded that the social problem in the Melekan Manten event in Delik and Kedungmaling, Mojokerto, namely playing cards, betting dice and dominoes, and drinking alcoholic beverages until drunk. The role of Mudin in reducing the ill behavior of the society is to implement da'wah management through a cultural approach. The role carried out is the role of community leader and spiritual leader to invite the youth to make Khataman al-Qur'an tradition at every Melekan Manten event

    PENGARUH MEDIA BELAJAR POP UP BOOK TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA TK PLUS MUTIARA ILMU PANDAAN

    No full text
    ABSTRAK   Mudin, Ali. 2017. Pengaruh Media Belajar Pop Up Book terhadap Kepercayaan Diri Siswa TK Plus Mutiara Ilmu Pandaan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata kunci: anak usia dini, kepercayaan diri, Pop Up Book         Kebutuhan seseorang sebagai makhluk sosial adalah saling menggantungkan dan memerlukan orang lain. Pada dasarnya, hubungan antar manusia didasari oleh kepercayaan diri untuk mengungkapkan kebutuhan, keinginan dan pendapatnya. Lebih dari itu, kepercayaan diri sangat dibutuhkan sebagai pendorong seseorang memiliki energi dan semangat tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Masa anak-anak menjadi sorotan utama peneliti dalam menumbuhkan dan mengembangkan kepercayaan diri. Media belajar Pop Up Book menjadi sebuah solusi dalam menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh media belajar Pop Up Book terhadap kepercayaan diri siswa TK Plus Mutiara Ilmu Pandaan.         Penelitian ini mengggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalen control group desaign. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu instrument pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen pengumpulan data berupa anekdotal record dan pedoman observasi kepercayaan diri. Sedangkan instrumen perlakuan berupa panduan pelaksaan membuat Pop Up Book. Subyek penelitian adalah siswa kelas B1 dan B3 TK Plus Mutiara Ilmu Pandaan, dengan jumlah subyek penelitian 25 siswa untuk kelompok kontrol dan 25 siswa untuk kelompok eksprimen. Data yang diperoleh, dianalisis menggunaka uji beda Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media belajar Pop Up Book terhadap kepercayaan diri siswa TK Plus Mutiara Ilmu Pandaan.             Saran yang diberikan pada guru adalah: 1) media Pop Up Book dapat diterapkan karena cukup kontekstual dan menarik perhatian bagi siswa, 2) tidak ada salahnya menggunakan media baru seperti Pop Up Book untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Saran untuk peneliti selanjutnya: 1) diharapkan untuk mengkaji pengaruh Pop Up Book terhadap kemampuan anak yang lain, 2) perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain penelitian yang berbeda dan tema Pop Up Book yang lebih bervariasi, 3) perlu diadakan penelitian pengembangan panduan pelaksanaan terkait kejelasan pelaksanaan

    Narasi sosiologis al-Quran: mengurai narasi al-Quran tentang bangsa 'Aad, Tsamud, Arab dan Bani Israil

    No full text
    Buku ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku sosial serta tatanan sosial bangsa-bangsa terdahulu, yang sudah dimusnahkan dan juga yang masih eksis sampai saat ini dalam al-Qurân dan kluster ayat-ayatNya secara tersruktur, berikut tafsirnya, dan selanjutnya rekomendasi bagaimana seorang muslim seharusnya bersikap melihat fenomena sosial tersebut dalam kehidupannya sehari-hari dalam lingkup sosial. Buku ini merupakan hasil penelitian kepustakaaan dengan sumber primer ayat-ayat suci al-Qurân yang mempublikasi bangsa-bangsa tersebut dalam al-Qurân. Sedangkan sumber sekunder adalah kitab-kitab tafsir yang terpercaya dan available ditambah dengan sumber tersier berupa kitab-kitab mu'jam dan Bahasa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan analitik dan tematik deskiptif. Hasil kajian mendalam yang tersebut dalam buku ini adalah pertama: Al-Qurân mengungkap bangsa-bangsa yang dimusnahkan dan juga yang masih eksis sampai saat ini. Memperhatikan ayat-ayat al-Qurân yang menyebutkan bangsa-bangsa yang disebut diatas maka ayat-ayat tersebut terklassifikasikan kepada empat penekanan isi dan isu, yaitu: aqidah, respon dan jawaban, sanksi serta perbandingan dan pembelajaran. Kedua: Perilaku sosial serta tingkatan sosial bangsa Arab yang ditemukan adalah: Sangat kufur dan munafiq, infaq dianggap merugikan, egoisme berlebih, penakut, pengecut dan frustasi, dan cerdas dalam mencari pembenaran, iman dan ikhlas dalam berdonasi dan loyalitas tanpa batas. Bangsa Tsamud beraktifitas sebagai penggali gunung dan pemotong batu. Perilaku sosial mereka yang telah digambarkan al-Qurân adalah terpecah belah menghadapi kebenaran. sedangkan Bangsa 'Aad memiliki perilaku sosial takabbur dan membanggakan diri sendri karena mereka memiliki tubuh yang kuat dan juga fisik yang hebat saat itu

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENUMBUHKAN RETENSI NASABAH DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI (Studi Pada Bank Muamalat Cabang Surakarta)

    Get PDF
    Bank Muamalat merupakan salah satu lembaga keuangan di Indonesia yang melayani jasa keuangan dengan prinsip syariah. Bank Indonesia mencatat bahwa pertumbuhan pembiayaan Bank Muamalat pada semester pertama tahun 2014 sebesar 46,3%. Untuk dapat meningkatkan pertumbuhan laba, penting bagi Bank Muamalat untuk memahami perilaku nasabah guna merekrut nasabah baru, mempertahankan nasabah yang telah di raih, serta meningkatkan retensi nasabah. Penelitian ini merupakan penelitian tentang keperilakuan konsumen, dengan fokus pada faktor-faktor yang dapat menumbuhkan retensi nasabah Bank Muamalat. Lima variabel digunakan dalam penelitian ini, yaitu kualitas pelayanan, harga, serta kemudahan akses sebagai variabel independen, kepuasan sebagai variabel pemediasi, serta retensi nasabah sebagai variabel dependen. Sampel diambil sebanyak 200 nasabah, dengan teknik purposive sampling menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh diuji dengan alat uji statistik Generalized Structured Component Analysis (GesCA). Hasil pengujian menunjukan bahwa kualitas pelayanan, harga, serta kemudahan akses berpengaruh positif pada kepuasan, dan kepuasan berpengaruh positif pada retensi nasabah. Kata kunci : Kualitas Pelayanan, Harga, Kemudahan Akses, Kepuasan, Retens

    Pelatihan Dasar Penggunaan Microsoft Word Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri Desa Kutamukti

    No full text
    Perkembangan teknologi mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Namun, tidak semua pihak dalam pendidikan memahami penggunaan teknologi seperti Microsoft Word, terutama karena keterbatasan infrastruktur dan sumber daya. Untuk mengatasi hal ini, Tim KKN UBP Karawang menyelenggarakan pelatihan dasar Microsoft Word untuk siswa SD Negeri Kutamukti 1, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan potensi generasi muda. Pelatihan terdiri dari dua tahap: persiapan dan pelaksanaan. Selama pelatihan, siswa diperkenalkan pada menu dan fitur Microsoft Word, cara mengatur toolbar, membuat tabel, memasukkan gambar, dan menyimpan dokumen. Hasilnya positif, dengan siswa cepat memahami materi dan hasil pekerjaan sesuai penjelasan. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dan keraguan saat mencoba. Evaluasi menunjukkan bahwa 25 dari 32 siswa berhasil mengoperasikan Microsoft Word dan menyelesaikan empat tes, mencapai tingkat keberhasilan sekitar 90%. Dengan demikian, siswa SDN Kutamukti 1 dapat menggunakan Microsoft Word untuk membuat paragraf dan menyelesaikan tugas

    شهود الأحدية عند ابن عطاء الله؛ مفهومها ولواحقها ودورها في تأسيس ميتافيزيقا العلوم الكونية

    Get PDF
    This paper will analyse the concept of “Syuhûd al-Aḥadiyah” according to Ibn Athaillah al-Sakandary and its urgency as a basic assumption of Islamic science. The background of this paper starts from a problem of modern western science which is not value-free as it holds metaphysical assumptions that are not suitable with Islamic worldview. The author will use the philosophical approach of SMN. al-Attas, that he offers the structure of Sufi`s metaphysics as a basis for Islamic science. Then, “Syuhûd al-Aḥadiyah” can replace the metaphysical structure of modern science. According to Ibn Athaillah, the Sufis who have reached the degree of makrifat will witness to the absolute oneness of Allah SWT, and it will have implications for the view of reality, both absolute reality that God has, and the relative reality that nature has. This nature comes from nothing, and then it exists through the ‘îjâd’ process. Furthermore, it also exists by the ‘intervention of God’, namely ‘imdâd’ process. This nature is also a manifestation of God’s attributes. This Sufi metaphysical view is very important to be used as a part of the basic assumption of Islamic science vis a vis modern science that it views the nature as independent, eternal, self-governing, and has no relation to reality or it considered as the only reality. This assumption has its implications for the positive method which considers experimentation as the only method of attaining the truth. Therefore, the discussion of the relationship of “Syuhûd al-Ah adiyah” finds its urgency as the basic assumption of Islamic science

    PERAN KEPALA MADRASAH SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MAN 4 JOMBANG

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Peran Kepala Madrasah sebagai Motivator dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MAN 4 Jombang. Adapun metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu informasi berupa huruf bukan angka. Adapun Informan dalam penelitian ini adalah Kepala madrasah, Guru dan Peserta Didik. Kunci Informan pada penelitian ini ialah Kepala madrasah karena setiap hari terlibat secara langsung dengan kegiatan tenaga pendidik dalam proses pembelajaran di MAN 4 Jombang. Teknik Pengumpulan data ialah menggunakan teknik wawancara/interview, observasi, dan dokumentasi. Uji Keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Peran Kepala Madrasah sebagai Motivator dalam Meningkatkan kinerja guru sudah baik karena dari beberapa indikator sudah banyak yang terlaksana, adapun indikatornya ialah: pengaturan lingkungan kerja yang kondusif, memberikan dorongan, penghargaan, serta penyediaan sumber atau media belajar. Sedangkan untuk kinerja guru pun sudah cukup baik, karena dari beberapa indikator hampir semua terlaksana. Adapun indikatornya ialah: `(1) pengaturan lingkungan kerja yang kondusif (a) suasana kerja (b) hubungan dengan rekan kerja (c) fasilitas kerja, (2) memberikan dorongan pada (a) perencanaan pembelajaran (b) pelaksanaan pembelajaran (c) evaluasi pembelajaran, (3) penghargaan (a) reward (b) pembinaan partisipan, dan (1) penyediaan sumber atau media belajar (a) media belajar (b) sumber belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Peran kepala madrasah sebagai motivator dalam meninkatkan kinerja guru sangatlah memberikan kontribusi yang baik terhadap kemajuan kualitas pembelajaran sehingga dapat mendorong mutu pendidikan dimana kinerja para tenaga pendidik merupakan kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan. Kata kunci: peran kepala madrasah, motivasi, kinerja gur

    Online religion as lived religion?: the construction of living Quran and Hadith in the Islamic short movie Cinta Subuh

    Get PDF
    This article intends to examine how the short movie Cinta Subuh presented particular online religion. By using the perspective of constructivism, the primary data is the movie Cinta Subuh and other secondary data. It is analyzed by using a framework of content analysis. This study shows that Cinta Subuh is a picture of online religion, especially among the millennial generation by displaying a variety of Islamic faces that are various, ranging from traditionalist, fundamentalist, modernist to liberalist, even though the face of fundamentalist Islam tends to be more highlighted. Moreover, this study opens a more specific new space compared with online religion that is living Quran and Hadith as it is embodied through the existence of Quran text and certain Hadith that become the opening of Cinta Subuh for each edition. The text of the verse of the Quran and the Hadith is understood, practiced by each of the main actors so that it becomes the dominant part of the overall plot of the movie

    Wasail al-Ma'rifah 'Inda Ibn Athaillah; al-Takamul bayna al-'Aql wa al-Qalb wa al-Asrar wa al-Anwar

    No full text
    In this article, the author will discuss the ways to achieve knowledge according to Ibn Athaillah as-Sakandary. In sufism literature, revealed that the source of knowledge which is available in human beings according to the Sufis is qalb. Many researchers assume that they had reduced the role of mind in achieving knowledge. Therefore, Ibn Athaillah tries to integrate qalb and mind in achieving knowledge. Mind is an abstraction element to achieve knowledge which has a big role toward rational logic. The basic character of mind is active. Then, the method used by the mind is scientific reasoning and scientific experiments. On the contrary, the basic character of qalb is not active, but it is passive. The element of knowledge obtained by qalb is purely given by Allah. Therefore, to achieve knowledge, qalb uses intuitive witnessing (dzauq) method directly. Asrar or sir is tajally and witnessing media as the deepest element of qalb. Besides that, there are other powers available in human beings such as syu`aul bashirah, ‘ain al-bashirah, haqq al-bashirah. Those kinds of media are related to another term such as anwar. Some of these terms could complete each other

    STRATEGI DAKWAH MAJELIS SHOLAWAT AL-MADAD DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH PEMUDA DI DESA KEBUMEN KECAMATAN SUMBEREJO KABUPATEN TANGGAMUS

    Get PDF
    Semakin berkembangnya zaman di era milenial seperti sekarang ini banyak generasi-generasi muda yang akhlaknya kian terpuruk. Banyak sekali remaja yang masih mencari jati dirinya. Masa untuk menunjukkan eksistensi diri tapi sangat disayangkan eksistensi itu mereka tunjukkan dengan melakukan tindakan negatif yang menimbulkan keresahan ditengah masyarakat mulai dari yang ringan sampai yang berat. Seperti pergaulan bebas, mencuri, dan bahkan minum-minuman keras yang terjadi di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Hal ini tentu akan berdampak kepada perkembangan prilaku dan akhlak pemuda kedepanya yang menyebabkan hubungan sosial mereka tidak terkondisikan. Menanggapi hal tersebut keberadaan majelis sholawat Al-Madad mengupayakan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai ajaran islam, serta peninngkatan akhlak pemuda melalui kegiatan-kegiatan positif dengan harapan agar para pemuda dapat memahami dan mengamalkan sesuai dengan tuntunan syariat islam. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bentuk Strategi Dakwah Apa Yang digunakan Majelis Sholawat Al-Madad dalam meningkatkan akhlakul karimah pemuda di Desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk strategi dakwah yang digunakan majelis sholawat Al-Madad dalam meningkatkan akhlakul karimah pemuda di desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Jenis penelitian yang digunakan penulis merupakan penelitian kualitatif, dengan sifat penelitian deskriptif guna memberikan gambaran dan penjelasan terhadap suatu masalah atau peristiwa yang diteliti. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder.Tekhnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teknik penelitian lapangan (Field Research). Adapun metode penelitian yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana yang menjadi sampel berjumlah 7 orang dengan 1 orang pemimpin majelis Sholawat Al-Madad dan dan 6 orang pemuda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti di majelis sholawat Al-Madad di desa Kebumen Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Dari hasil penelitian dilapangan peneliti mengetahui bahwa strategi yang digunakan majelis sholwat Al-Madad dalam meningkatkan akhlak pemuda didesa kebumen menggunakan Tazkiyatun Nafs dengan menggunakan pendekatan 1) Strategi sentimentil (Al-Manhaj Al-„Athibi) dimana dalam dakwah yang dilakukan dengan berfokus kepada aspek dan hati dengan menggerakan perasaan dan batin para mad‟u atau jama‟ah dari mitra dakwah, meliputi : a)Mengadakan kegiatan Yasinan dan Sholawat, b) Pengajian Minggu Pahing, c) Khotmil Qur‟an. Tarbiyah Dzatiyah dengan menggunakan pendekatan 1) strategi sentimentil meliputi a) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, b) Peringatan Satu Muharram c) Pengajian Akbar Milad Al-Madad, 2) menggunakan pendekatan Strategi Rasional (Al�Manhaj Al-„Aqli) dengan strategi ini Majelis Sholawat Al-Madad berfokus kepada aspek akal dan pikiran. Dalam strategi rasional tersebut mendorong mad‟u untuk berfikir, merenungkan, dan mengambil pelajaran atas apa yang telah disampaikan dalam setiap kegiatan dakwah majelis Al-Madad meliputi a) Peringatan Isra‟ Mi‟raj Nabi Muhammad SAW. Halaqah Tarbawiyah dengan menggunakan pendekatan strategi sentimentil meliputi a) Ansor Bersholawat, b) Safari Ramadhan, dan c) kegiatan hadroh. ABSTRAK ABSTRAK iii ABSTRACT The development of the era in the millennial era like today, many young generations whose morals are getting worse. Lots of teenagers are still looking for identity. It's time to show their existence but it's a shame they show their existence by carrying out negative actions that cause unrest in society, ranging from mild to severe. Such as promiscuity, stealing, and even drinking that occurred in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency. This will certainly have an impact on the development of behavior and morals of youth in the future which causes their social relations to be unconditioned. In response to this, the existence of the Al-Madad sholawat assembly seeks to provide basic knowledge about Islamic teachings, as well as improve youth morals through positive activities with the hope that young people can understand and practice in accordance with the guidance of Islamic law. The formulation of the problem in this study is: What form of da'wah strategy is used by the Al-Madad Sholawat Council in increasing youth morality in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency? The purpose of this study was to find out the form of da'wah strategy used by the Al-Madad sholawat assembly in increasing youth's akhlakul karimah in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency. The type of research used by the author is a qualitative research, with the nature of descriptive research to provide an overview and explanation of a problem or event under study. The data sources used in this study are primary data sources and secondary data sources. The data collection technique used in this research is field research techniques. The research method used to complete this research is the method of observation, interviews, and documentation. The sample used in this study used purposive sampling where the samples were 7 people with 1 leader of the Sholawat Al-Madad assembly and 6 youths. Based on research that has been carried out by researchers at the Al-Madad sholawat assembly in Kebumen Village, Sumberejo District, Tanggamus Regency. From the results of research in the field, researchers know that the strategy used by the Al�Madad sholwat assembly in improving the morals of youth in the Kebumen village uses Tazkiyatun Nafs using the approach 1) Sentimental strategy (Al-Manhaj Al-'Athibi) where in da'wah is carried out by focusing on aspects and heart by moving the feelings and minds of the mad'u or jama'ah from da'wah partners, including: a) Holding Yasinan and Sholawat activities, b) Sunday Pahing Recitation, c) Khotmil Qur'an. Tarbiyah Dzatiyah using the 1) sentimental strategy includes a) Commemoration of the Birthday of the Prophet Muhammad SAW, b) Commemoration of the First Muharram c) Milad Al�Madad Grand Recitation, 2) using a Rational Strategy approach (Al-Manhaj Al-'Aqli) with this strategy The Assembly of Sholawat Al-Madad focuses on aspects of the mind and mind. In this rational strategy, it encourages mad'u to think, contemplate, and take lessons from what has been conveyed in each of the Al-Madad assembly's da'wah activities including a) Commemoration of the Isra' Mi'raj of the Prophet Muhammad SAW. Halaqah Tarbawiyah uses a sentimental strategy approach including a) Ansor Bersholawat, b) Safari Ramadhan, and c) hadroh activities
    corecore