1,721,581 research outputs found

    OTENTISITAS HADITS TERAWIH MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB

    No full text
    Ali Mustafa Yaqub menilai semua hadits yang menyebutkan bilangan rakaat dalam salat tarawih adalah palsu atausekurang-kurangnya matruk, jadi tidak ada batasan dalam pelaksanaanya. Meskipun begitu Ali Mustafa Yaqub lebihmenyukai variasi 20 rakaat karena dinilai sebagai konsensus sahabat. Analisis dari pemikiran Ali Mustafa Yaqub ini menyokong pendapat-pendapat ulama’ klasik

    Kritik Matan Menurut Ali Mustafa Yaqub

    Full text link
    Hadis sebagai sumber kedua setelah al-Qur'an (the second text) telah diapresiasikan oleh umat Islam secara massif dalam aturan hidup sehari-hari. Adanya penggunaan hadis sebagai pegangan hidup ini tidak boleh dilakukan dengan menafikan sisi kesahihan hadis itu sendiri, dalam hal ini dibutuhkan adanya penelitian terhadap kualitas suatu hadis. Tolok ukur kesahihan suatu hadis sangat terkait dengan adanya studi sanad dan matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Selama ini para ulama ataupun peneliti hadis banyak memfokuskan kajian pada sisi sanad saja, tanpa mencoba mengkaji lebih jauh suatu hadis dari sisi matannya. Sehingga muncul adanya asumsi di sebagian besar umat Islam bahwa ketika suatu hadis sahih secara sanad maka secara otomatis hadis tersebut dihukumi sahih. Pandangan ini ditolak oleh Ali Mustafa Yaqub dengan menyatakan bahwa sanad dan matan adalah dua hal yang kedua-duanya urgen dan harus dikaji secara integral. Berkaitan dengan kajian matan hadis, Ali Mustafa Yaqub berpendapat bahwa kesahihan matan suatu hadis tidaklah cukup hanya didekati dengan ada atau tidak adanya 'illah dan syaz, akan tetapi perlu adanya kontekstualisasi hadis dengan kondisi kekinian, khususnya untuk konteks masyarakat Indonesia, sehingga pada akhirnya hadis akan dapat dipahami secara komprehensif. Berkaitan dengan hal ini, penulis mencoba untuk mengungkapkan lebih jauh tentang metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub beserta letak konsistensi dirinya terhadap metode kritik matan yang dia pegangi. Dikarenakan kajian ini adalah kajian pustaka, maka kajian ini lebih difokuskan kepada eksplorasi data-data tertulis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data yang ada diperoleh dari karya-karya yang ditulis oleh Ali Mustafa Yaqub berikut karya orang lain yang membahas pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub. Disamping itu, penulis menggunakan juga pendekatan historis untuk mengetahu seberapa jauh peta perkembangan pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub, terutama terkait dengan kajian kritik matan. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, terungkaplah bahwa secara umum metode kritik hadis yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub tidaklah jauh berbeda dengan gurunya sendiri Muhammad Mustafa al-A'zami. Akan tetapi khusus untuk kajian matan, Ali Mustafa Yaqub sedikit berbeda. Metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yuqub adalah metode yang didasarkan pada beberapa ketentuan kesahihan matan suatu hadis, yaitu hadis sahih tidak boleh bertentangan dengan al-Qur'an dan hadis mutawiitir, tidak boleh bertentangan dengan kaidah bahasa Arab, tidak boleh bertentangan dengan fakta historis dan tidak boleh bertentangan dengan rasio. Setiap kali meneliti suatu hadis Ali Mustafa Yaqub mencoba menerapkan metodenya secara konsisten, dimana sebelum dilakukan kajian matan, dia terlebih dahulu melakukan kajian secara sanad. Meskipun dalam kasus hadis tertentu, terkadang Ali Mustafa Yaqub menerapkan metode kritik matannya secara parsial

    “ KRITIK HADITS MENURUT ALI MUSTAFA YAQUB ”

    Full text link
    Hadits sebagai sumber kedua setelah al-Qur'an telah diapresiasikan oleh umat Islam secara massif dalam aturan hidup sehari-hari. Adanya penggunaan hadits sebagai pegangan hidup ini tidak boleh dilakukan dengan menafikan sisi ke-sahi}-an hadits itu sendiri, dalam hal ini dibutuhkan adanya penelitian terhadap kualitas suatu hadits. Tolok ukur ke-sahih-an suatu hadits sangat terkait dengan adanya studi sanad dan matan yang keduanya tidak dapat dipisahkan. Selama ini para ulama ataupun peneliti hadits banyak memfokuskan kajian pada sisi sanad saja, tanpa mencoba mengkaji lebih jauh suatu hadits dari sisi matannya. Sehingga muncul adanya asumsi di sebagian besar umat Islam bahwa ketika suatu hadits sahih secara sanad maka secara otomatis hadits tersebut dihukumi sahih. Pandangan ini ditolak oleh Ali Mustafa Yaqub dengan menyatakan bahwa sanad dan matan adalah dua hal yang kedua-duanya urgen dan harus dikaji secara integral. Kajian ini adalah kajian pustaka, maka kajian ini lebih difokuskan kepada eksplorasi data-data tertulis dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Data-data yang ada diperoleh dari karya-karya yang ditulis oleh Ali Mustafa Yaqub berikut karya orang lain yang membahas pemikiran hadits Ali Mustafa Yaqub. Disamping itu, penulis menggunakan juga pendekatan sejarah untuk mengetahui seberapa jauh peta perkembangan pemikiran hadits Ali Mustafa Yaqub, terutama terkait dengan kajian kritik matan. Berdasarkan kajian yang penulis lakukan, terungkaplah bahwa secara umum metode kritik hadits yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub tidaklah jauh berbeda dengan gurunya sendiri Muhammad Mustafa al-A’zami. Akan tetapi khusus untuk kajian matan, Ali Mustafa Yaqub sedikit berbeda. Metode kritik matan yang dilakukan oleh Ali Mustafa Yaqub adalah metode yang didasarkan pada beberapa ketentuan ke-sahih-an matan suatu hadits, yaitu hadits sahih tidak boleh bertentangan dengan al-Qur'an dan hadits mutawatir, tidak boleh bertentangan dengan kaidah bahasa Arab, tidak boleh bertentangan dengan fakta historis dan tidak boleh bertentangan dengan rasio. Setiap kali meneliti suatu hadits Ali Mustafa Yaqub mencoba menerapkan metodenya secara konsisten, dimana sebelum dilakukan kajian matan, dia terlebih dahulu melakukan kajian secara sanad. Meskipun dalam kasus hadits tertentu, terkadang Ali Mustafa Yaqub menerapkan metode kritik matannya secara parsial. Kata Kunci: Kritik Hadits, Ali Mustafa Yaqu

    METODOLOGI KRITIK HADIS: Studi atas Pemikiran Ali Mustafa Yaqub

    Full text link
    Penelitian ini berjudul Metodologi Kritik Hadis yang secara khusus membahas pemikiran Ali Mustafa Yaqub. Latar belakang pemilihan objek ini adalah usaha untuk menemukan ciri khas kajian hadis di Indonesia yang bercorak ke Indonesiaan, karena selama ini penelitian tentang kritik hadis selalu diarahkan pada pemikir hadis Timur Tengah. Sejumlah pertanyaan metodologis tentang kelayakan tokoh yang diangkat dalam penelitian dan pemikiran yang ditawarkan, merupakan dua pertanyaan yang harus dijawab terlebih dahulu. Jawaban terhadap pertanyaan pertama, tokoh ini sudah layak diangkat dalam penelitian. Sedangkan pemikiran yang ditawarkan tidak ada pemikiran baru terutama dari sisi metodologi. Namun dari segi pemikiran- yang berasal dari kajian yang dilakukannya banyak memunculkan sejumlah problem untuk pemikiran ulang karena berhubungan dengan metodologi yang digunakan Ali Mustafa Yaqub. Rumusan masalahnya adalah bagaimana prinsip dasar kritik hadis Ali Mustafa Yaqub dan bagaimana pengaruh kesarjanaan Muhammad Mustafa al A'zami pada Ali Mustafa Yaqub serta imp. kasihnya terhadap metodologi kritik hadis. Berkaitan dengan metode penelitian terdapat dua metode yakni metode pengumpulan data dan metode analisa data. Data primer berupa pemikiran Ali Mustafa Yaqub diperoleh lewat berbagai tulisannya dalam sejumlah buku sebagai sumber primer. Sedang data skunder prioritas diperoleh dalam berbagai tulisan yang ditulis ilmuwan Indonesia atau bukan. Metode interpretasi data menggunakan metode induksi yakni memadukan data dari tulisan Ali Mustafa Yaqub dan tulisan lain agar data-data tersebut berinteraksi satu sama lain. Peran penulis adalah subjektit-partisipatif-aktif Penelitian ini menemukan bahwa kritik Ali Mustafa Yaqub pada sejumlah pengkaji hadis karena sebagai pembelaan terhadap hadis-hadis Sahil Bukhari dan Sugih Mnelim Rumusan metodolooi kritik hadis Ali Mustafa Yaqub tidak jauhberbeda dengan metodologi kritik hadis yang telah ada ditambah dengan pendekatan rasio dan sains yang telah disepakati para ahli. Unsur terpenting metodologi kritik hadis adalah validitas kesahihan hadis yang menurut Ali Mustafa Yaqub berarti kesesuaian antara proses dan prosedur sebagai perangkat praksis metode kesahihan hadis Nabi tanpa melupakan unsur kemanusiaan seperti salah dan lupa. Pendekatan dan metode tersebut, kedudukannya lebih tinggi dari pada metode kritik sejarah Sedangkan hubungan Ali Mustafa Yaqub dan Muhammad Mustafa al A'zami ditemukan bahwa Ali Mustafa Yaqub banyak mengadopsi pemikiran Muhammad Mustafa al-A'zami sehingga sulit untuk mengatakan Ali Mustafa Yaqub betul-betul independen dari Muhammad Mustafa al-A'zami, meskipun demikian terdapat pergeseran pemikiran yakni Ali Mustafa Yaqub menerima pendekatan rasio dan sains yang ditolak Muhammad Mustafa al-A'zami. Temuan lainnya adalah pemikiran hadis Ali Mustafa Yaqub lebih tepat bila diletakkan dalam paradigma ilmiah yang dialogis bukan paradigma kebenaran

    Fenomena Sosial dan politik dalam pemahaman hadis Ali Mustafa Yaqub

    No full text
    Perdebatan kaum rasionalis dan ahli hadis dalam mengukur peran akal untuk memahami teks agama sudah berlangsung cukup panjang, bahkan seperti ada stigma bahwa ahli hadis menolak peran akal dalam memahami hadis. Ali Mustafa Yaqub (1952-2016 M.) adalah ahli hadis Indonesia yang memiliki peran besar dalam perkembangan kajian hadis di Indonesia. Penelitian ini mengkaji rasionalitas Ali Mustafa dalam memahami hadis untuk merespons problematika sosial dan politik di Indonesia. Secara rinci, penelitian ini mengupas metode pemilihan hadis Ali Mustafa, penelusuran akar dan metode pemahaman hadis Ali Mustafa, serta pengaruh kondisi sosial dan politik dalam pemahaman hadis Ali Mustafa. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan penelitian pustaka (library research) menggunakan pendekatan analisis konten dengan teori pemahaman hadis, teori Literal Kanada yang dipopulerkan Northrop Frye, dan teori pengaruh sosial yang dikenal dengan istilah interaksionalisme simbolik. Sumber penelitian ini adalah karya Ali Mustafa Yaqub, Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal, Fatwa-Fatwa Kontemporer, Haji Pengabdi Setan, Mewaspadai Provokator Haji, Setan Berkalung Serban, dan gagasan yang lain tertuang dalam artikel, media masa seperti TVOne, TransTV, dan Reformata, serta sumber lain yang terkait. Temuan penelitian ini adalah pemahaman hadis Ali Mustafa adalah pemahaman tekstual dan kontekstual yang rasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi sosial dan politik. Hal ini dibuktikan dari tiga aspek, yaitu pemilihan hadis, akar metodologi pemahaman hadis, dan pengaruh kondisi sosialpolitik dalam memahami hadis. Pertama, dalam pemilihan hadis, Ali Mustafa memilih hadis sahih untuk digunakan sebagai argument, tetapi Ali Mustafa juga menggunakan hadis daif untuk menjawab permasalahan haji berulang yang menunjukkan inkonsistensi seleksi hadis. Dalam pemilihan hadis juga, Ali Mustafa melakukan pola pemilihan dan penempatan terhadap beberapa hadis dalam tema-tema yang baru dan unik sesuai persoalan sosial dan politik yang dihadapi. Kedua, dalam akar metodologi pemahaman hadis, pemahaman hadis Ali Mustafa memiliki akar dari pemahaman ulama klasik yang telah menjelaskan hadis tersebut dalam karya-karya mereka. Ali Mustafa juga menggunakan metode pemahaman hadis klasik seperti tekstual dan kontekstual dengan pendekanan sejarah, sosiologi, dan Bahasa yang dihubungkan dengan perkembangan sosial-politik yang dihadapi. Ketiga, perkembangan kondisi sosial dan politik juga sangat mempengaruhi pemahaman hadis Ali Mustafa untuk menjawab problem yang terjadi di tengah masyarakat

    Orientasi Hadis dalam Pemikiran Ali Mustafa Yaqub

    No full text
    Ali Mustafa dikenal sebagai orang yang melakukan kajian kritik sanad dan matan terhadap hadis untuk mengetahui apakah suatu hadis bisa diterima atau ditolak. Dengan kepakarannya dalam bidang hadis, berimplikasi pada pemikiran keagamaannya yang berorientasi hadis juga. Skripsi ini dikerjakan dengan menggunakan tehnik telaah isi (analysis content) dalam karya-karya Ali Mustafa Ya?qub untuk meneliti pemikiran hadisnya, dan orientasi penggunaan hadis dalam pemikiran keagamaannya. Pemikiran hadis Ali Mustafa dalam kajian hadis adalah: 1. Memberantas hadis-hadis palsu di Indonesia, seperti hadis palsu seputar keutamaan puasa rajab. 2. Meluruskan salah kaprah penanggalan nuzūl al-Qur?ān yang jatuh pada tanggal 24 Ramadhan sesuai dengan riwayat Aḥmad bin Ḥanbal, al-Baihaqī dan al- Ṭabrānī, bukan 17 Ramadhan yang ternyata tidak ada riwayatnya. 3. Menghimbau agar kajian hadis tidak hanya seputar kajian sanad dan matan, tetapi juga harus ada difā? an al-ḥadīts dan metode pemahaman hadis untuk melahirkan generasi yang mampu mempertahankan eksistensi Hadis serta menghalau pemikiran orientalis dan inkār al-sunnah yang meragukan otentisitas hadis dan generasi yang mampu memahami hadis dengan pemahaman yang benar. 4. Memiliki sikap tegas dan kritis terhadap pemikiran al-Albānī, tokoh hadis dari Damaskus yang berani mendhaifkan hadis-hadis al-Bukhārī dan Muslim. Adapun sikap Ali Mustafa terhadap pemikiran hadis al-Albānī adalah apabila terdapat ahli-ahli hadis lain selain al-Albānī yang menshahihkan dan atau mendhaifkan hadis, maka pendapat al-Albānī dalam hal itu Ali Mustafa ambil. Dan apabila hanya ada al-Albānī sendiri, maka Ali Mustafa tidak mengambil pendapat al-Albānī, karena hanya sebagai perbandingan, bukan untuk pegangan. 5. Memilah Hadis Nabi Saw. menjadi dua bagian. Pertama adalah hadis-hadis yang berkaitan dengan agama (aqidah, ibadah dan akhlak), dalam hal ini umat Islam wajib mengikutinya. Kedua adalah hadis-hadis yang berkaitan dengan sosial dan budaya seperti hadis Nabi Saw. memakai surban, maka dalam hal ini umat Islam tidak wajib mengikutinya. Ketokohan Ali Mustafa Ya?qub dalam bidang hadis berorientasi pada penggunaan hadis dalam pemikiran keagamaannya. Seperti pendapatnya dalam hal kewajiban toleransi antar umat beragama yang beorientasi pada hadis tentang ancaman Nabi Saw kepada umat Islam yang membunuh non muslim yang telah mengadakan perjanjian damai. Ali Mustafa juga tidak segan menolak pemikiran dan prilaku keagamaan yang tidak sesuai dengan hadis Nabi Saw. seperti pendapat kaum liberal yang menganggap semua pemeluk agama manapun akan masuk surga, maraknya perilaku meresahkan dengan menuduh saudaranya sesama muslim sebagai pelaku bid?ah dan syirik, penetapan arah kiblat dengan goggle map, dan pelaksanaan haji dan umrah yang berulang kali. Berkenaan dengan jumlah rakaat sholat tarawih, ia berpendapat bahwa berapapun jumlah rakaat tarawih, baik 8 rakaat, maupun 20 rakaat, itu telah mengikuti Nabi Saw. Basis hadis Ali Mustafa adalah riwayat al-Bukhārī dimana Nabi Saw. tidak membatasi jumlah rakaat dalam melaksanakan shalat tarawi

    Konsep Teologi moderasi beragama menurut perspektif Ali Mustafa Yaqub

    Full text link
    Skripsi ini meniliti tentang Konsep Teologi Moderasi Beragama Menurut Perspektif Yaqub. Moderasi beragama ialah suatu proses memahami serta mengamalkan ajaran agama dengan adil dan sebanding, agar terlepas dari perilaku ekstrem dan berlebih-lebihan. Moderasi disebut juga dengan Wasathiyah. Adapun Wasathiyah sendiri memiliki makna yaitu setengah jalan antara dua batas, atau dengan keadilan, tengah-tengah atau standar atau biasa-biasa saja. Peneliti memfokuskan kajian moderasi beragama menurut perspektif Ali Mustafa Yaqub. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana moderasi beragama menurut Ali Mustafa Yaqub, mengetahui manfaat moderasi beragama menurut Ali Mustafa Yaqub dan untuk mengetahui konsep teologi moderasi beragama Ali Mustafa Yaqub. Penelitian yang dilakukan oleh penulis termasuk dalam penelitian kualitatif menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan bahan berupa data berasal dari perpustakaan baik data primer yaitu buku Yaqub dengan judul (“Islam Is Not Only For Muslims”) dan buku “Islam Masa Kini”, maupun sekunder yang menjadi sumber penunjang. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis. Manfaat moderasi beragama menurut Ali Mustafa Yaqub yakni pertama, menciptakan kerukunan. Yaqub mengatakan, pemahaman toleransi yang mendalam dapat menciptakan keharmonisan yang stabil antar umat beragama yang berbeda. Kedua, mengutamakan persatuan. Toleransi dan mengutamakan persatuan merupakan unsur penting bagi Yaqub dalam berinteraksi dengan orang yang berbeda keyakinan Islam. Dan ketiga, mencegah radikalisme. Kajian agama yang komprehensif dan integral dapat mencegah radikalisme dan potensi terorisme. Konsep Teologi Moderasi Beragama yang berfokus pada pengembangan pemahaman agama yang seimbang dan pas-pasan serta menghindari ekstremisme. Konsep ini bertujuan untuk mendorong toleransi, kerukunan dan kerukunan antar umat beragama

    KONTEKSTUALISASI PEMAHAMAN HADIS (KAJIAN ATAS INTERPRETASI HADIS ALI MUSTAFA YAQUB): Kajian Atas Interpretasi Hadis Ali Mustafa Yaqub

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengambarkan model interpretasi hadis Ali Mustafa Yaqub. Dengan menggunakan metode deskriptif –analitis, penelitian ini mendeskripskan sketsa intelektual Ali Mustafa Yaqub, menganalisis secara kritis pemikiran-pemikirannya dalam studi hadis, khusunya mengenai metodologi kritik hadis dan model interpretasinya, serta memaparkan contoh aplikasi model interpretasinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ali Mustafa Yaqub yang telah menekuni kajian hadis dalam pengembaraan ilmunya, sangat intens terhadap segala persoalan yang berkaitan dengan hadis, terutama berkaitan dengan praktik keagamaan sebagai bentuk pengamalan suatu hadis yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di Indonesia. Oleh karena itu, pemikiran Ali Mustafa Yaqub lebih mengarah kepada upaya reinterpretasi hadis agar bisa dipahami dengan baik tanpa adanya misinterpretasi. Adapun metodologi beliau dalam mengkaji suatu hadis dan model interpretasinya dalam memahami suatu hadis Nabi saw. ialah dengan melakukan metode Kritik Hadis (Sanad dan Matn) terlebih dahulu guna mengetahui mana hadis yang berkulitas shahih dan mana hadis yang tidak shahih. Dengan demikian, maka akan menjadi jelas mana hadis yang dapat dijadikan sebagai hujjah dan mana yang tidak dapat dijadikan sebagai hujjah. Kemudian hadis yang sudah dipastikan keshahihannya hendaknya dipahami dengan pendekatan yang rasional dan mengetahui konteks suatu hadis atau asbab al-wurud-nya

    Biografi kiai ali mustafa yaqub : meniti dakwah di jalan sunnah

    No full text
    Buku ini mencerita tentang biografi kiai ali mustafa yaqubxxii, 252 hlm, 20,9 x 13,8 c

    Biografi kiai ali mustafa yaqub : meniti dakwah di jalan sunnah

    No full text
    Buku ini mencerita tentang biografi kiai ali mustafa yaqubxxii, 252 hlm, 20,9 x 13,8 c
    corecore