93,396 research outputs found

    TEOLOGI ISLAM KONTEMPORER: TELAAH PEMIKIRAN TEOLOGI DAN PENDIDIKAN ISLAM AHMAD SURKATI MELALUI AL-IRSYAD DI INDONESIA

    No full text
    This article aims to examine the theological renewal introduced by Ahmad Surkati through the Al-Irsyad organization in Indonesia. Using a qualitative approach and literature review method, this study relies on sources such as books, journals, and other relevant documentation. The research process involved collecting, analyzing, verifying, and synthesizing data to reveal the renewal ideas proposed by Surkati. The results show that Al-Irsyad was founded in response to social inequality in Jami'at Khair, with Ahmad Surkati's thinking influenced by the reformist figure Muhammad Abduh. Al-Irsyad promotes renewal in two main areas: religion and education. In the field of religion, this organization is committed to purifying Islamic teachings, opposing deviant practices, and promoting the principle of social equality among Muslims. In the field of education, Al-Irsyad focuses on developing a scientific culture that balances religious and worldly knowledge, as well as preparing Muslims to face the challenges of the times. Through this movement, Surkati succeeded in introducing the concept of equality among Indonesian Muslims and laid the foundation for the modernization of Islamic understanding relevant to the social and global context. Keywords: Islamic Modernization, Ahmad Surkati, Al-Irsyad, Islamic Theology, Islamic EducationArtikel ini bertujuan untuk mengkaji pembaharuan teologi yang diperkenalkan oleh Ahmad Surkati melalui organisasi Al-Irsyad di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode telaah kepustakaan, penelitian ini mengandalkan sumber-sumber seperti buku, jurnal, dan dokumentasi relevan lainnya. Proses penelitian melibatkan pengumpulan, analisis, verifikasi, dan sintesis data untuk mengungkap pemikiran pembaruan yang diajukan oleh Surkati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Irsyad didirikan sebagai respons terhadap ketidaksetaraan sosial di Jami'at Khair, dengan pemikiran Ahmad Surkati yang dipengaruhi oleh tokoh reformis Muhammad Abduh. Al-Irsyad mengedepankan pembaruan dalam dua bidang utama: agama dan pendidikan. Dalam bidang agama, organisasi ini berkomitmen untuk memurnikan ajaran Islam, menentang praktik-praktik yang menyimpang, dan mengedepankan prinsip kesetaraan sosial antar umat Islam. Dalam bidang pendidikan, Al-Irsyad berfokus pada pengembangan budaya ilmiah yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu duniawi, serta mempersiapkan umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman. Melalui gerakan ini, Surkati berhasil memperkenalkan konsep kesetaraan di kalangan Muslim Indonesia dan meletakkan dasar untuk modernisasi pemahaman Islam yang relevan dengan konteks sosial dan global Kata kunci: Pembaruan Islam, Ahmad Surkati, Al-Irsyad, Teologi Islam, Pendidikan Isla

    Dynamics Of The Sinoman Hadrah Al Irsyad Tradition, Kintapura Village, Kintap District, Tanah Laut District, 2010-2022

    No full text
    Sinoman Hadrah consists five or six poetry singers well as tambourine players, then jellyfish umbrella players and accompanied Sinoman Hadrah dancers numbering 20 to 30 people based on number of members while holding small triangular flags inscribed with Arabic letters (Asmaul Husna). The research method in this article is a historical method consisting of the processes of historiography, heuristics, criticism and interpretation used in this research. The author has ensured that the sources used in the research are trustworthy. Among them are Mr. Guru Marhani, Abdul Manap, Muhammad Helman, Rian Sidiq, Muhammad Seman Alfarisi, Emansyah, Middad H. Rahmadi, Masliani, and Mr. Guru Marhani. They include Coach Sinoman Hadra Al Irsyad and his members, as well as the Kintapura community. After ensuring existing sources meet the requirements as candidates for the interview. After obtaining the required data, the researcher analyzes and presents the research results using historiography. The results of the research show that the existence the Sinoman Hadrah Al Irsyad Tradition experiences setbacks and developments every year. caused several factors such as not knowing the origins the Sinoman Hadrah Al Irsyad Tradition, the lack of interest of young people in taking part as well as the role of citizens in maintaining its existence. This research aims to find out the origins of the Sinoman Hadrah Al Irsyad Tradition as well as the dynamics of the reduction and development of Sinoman Hadrah Al Irsyad so that the role of the Kintapura community in maintaining its existence will remain with the community

    Data for: Estimating the Impacts of Financing Support Policies towards Photovoltaic Market in Indonesia: A Social-Energy-Economy-Environment Model Simulation

    No full text
    Data is used for Agent-based Renewables model for Integrated Sustainable Energy (ARISE), a solar energy policy model designed for use in developing countries. However, the data is for Indonesia case. The GIS files contains data for socio-economic characteristics and renewable energy potential; meanwhile m input output 6.txt is Leontief Inverse Matrix from Indonesian input output table 2010. Please refers the Appendix for more detailed description of the data

    Apologetika tafsir al Qur’an: tipologi tapsèr sorat Yaa Siin Bhasa Madhura karya Muhammad Irsyad

    No full text
    Salah satu corak penafsiran yang paling mengundang polemik di antara dua kubu, pro dan kontra adalah corak tafsir ilmi (scientifik exegesis). Di satu sisi, kemunculan corak ini merupakan refleksi dari tumbuhkembangnya ilmu pengetahuan yang kemudian digunakan untuk membantu memahami teks-teks al-Qur’an secara lebih komprehensif. tetapi, di sisi lain oleh sebagian kalangan, tafsir corak ilmi dinilai sebagai penafsiran yang hanya memaksakan istilah-istilah ilmu pengetahuan dan diupayakan untuk mencari legitimasi serta justifikasi teologis dalam al-Qur’an. Di antara beberapa dari sekian banyak tafsir ilmi yang pernah muncul dalam mozaik tafsir, khususnya di Indonesia adalah Tapsèr Sorat Yaa-siin (Bhasa Madhura ) karya Muhammad Irsyad. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah pandangan-pandangan dan penafsiran ilmiah Muhammad Irsyad yang ditampilakn dalam tafsirnya. Penelitian ini dilakukan untuk memotret posisi Muhammad Irsyad dalam perdebatan seputar kontroversi tafsir ilmi dan pemikiran-pemikiran Muhammad Irsyad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan historis-filosofis. Pendekatan histotis dimaksudkan untuk menelusuri kehidupan sosial dan karir pendidikan Muhammad Irsyad. Sedangkan pendekatan filosofis diharapkan mampu menguraikan dan menarasikan pemikiran-pemikiran Muhammad Irsyad tentang hubungan al-Qur’an dan ilmu pengetahuan serta penafsiran ilmiahnya dalam Tapsèr Sorat Yaa-siin (Bhasa Madhura ).Dengan menggunakan metode di atas, penulis mendapatkan beberapa kesimpulan. Pertama, Muhammad Irsyad berpandangan bahwa al-Qur’an merupakan petunjuk praktis dalam kehidupan manusia. Dengan begitu, al-Qur’an adalah kitab suci yang dihadirkan dengan muatan-muatan ilmu pengetahuan yang sudah lengkap di dalamnya. Kedua, Muhammad Irsyad cenderung berada di posisi kelompok yang menerima dan membela tafsir ilmi. Ketiga, dalam melakukan penafsiran ilmiahnya, Muhammad Irsyad menampakkan sikap apologetik dengan melakukan klaim bahwa teori-teori temuan Barat sebenarnya telah dimuat atau disinggung di dalam al-Qur’an jauh sebelum teori tersebut dimunculkan

    Adab al-Thafl wa tsaqafatuhu wa bihautsuhu fi jami'ah al-Imam Muhammad ibn Su'ud al-Islamiyah

    No full text
    Pembahasan buku ini meliputi: silsilah (qishash islamiyah), tsaqafah al-Thafl al-muslim, dirosatu al-thafwalatu fi kulliyati jami'ah al-Imam Muhammad Ibn Su'ud al-Islamiya

    Kontribusi KH. Muhammad Arsyad Lannu dalam Pengembangan Pondok Pesantren Al-Irsyad DDI Pattojo di Desa Rompegading Kecematan Liliriaja Kabupaten Soppeng

    No full text
    Melihat latar belakang KH. Muhammad Arsyad Lannu yang merupakan seorang anak laki-laki yang lahir dari keluarga petani, ia lahir di Tengapadange pada 31 Desember 1930, beliau juga adalah alumni pendidikan dari Sengkang. Usaha beliau dalam pengembangan Pondok Pesantren Al-Irsyad DDI Pattojo ialah usaha dalam memberikan pengajian kitab kuning, adapun kelembagaannya yaitu terdiri dari, pendirian yayasan, pembangunan ruang belajar dan pembangunan atau pendirian asrama. Adapun wujud Pondok Pesantren Al-Irsyad DDI Pattojo di bawah pembinaan KH. Muhammad Arsyad Lannu yaitu pesantren yang berpola kombinasi antara tradisional dan modern, pembelajarannya yaitu pengajian dan pembelajaran madrasah yang sama halnya pembelajaran sekolah pada umumnya, kemudian kegiatan pembelajaran yang bertambah, wadah pembelajaran dari lembaga yang bertambah dari tahun ke tahun serta materi-materi yang banyak mempelajari ilmu agama

    MASYĀKILU TA’LĪMI ‘ILMI AL-ṢORFI BI MADRASAH AL-IRSYĀD AL-MUTAWASSIṬAH AL-ISLĀMIYYAH

    No full text
    Knowledge Sharf is widely taught in schools and Islamic boarding schools in Indonesia, one of the many learning sciences Sharf located in the city of Martapura in Ma'had Bakkah Martapura, South Kalimantan. Ma'had Bakkah focuses on the Tahfizul Qur'an, in which students must memorize the Quran and there is MTs Al-Irsyad Tengaran 8. Researchers have conducted interviews with Faisal Abdurrahim, Principal of MTs Al-Irsyad Tengaran 8 and Muhammad Hafidz Anshari, teacher Sharf grade 9 found learning problems Sharf to the students. This field research applies qualitative research with the case study method, the source of data collected through 3 ways: observation, interviews, and documentation. The subjects of this study were students from public elementary school graduates who had memorized 3 chapters of the Quran and Sharf teachers who had taught for 5 years at MTs Al-Irsyad Tengaran 8 Ma'had Bakkah and the object of this research was learning problems Sharf is tashrif al-af’al on book kitab al-tashrif from volume 1, 2, 3. The results of this study are: 1) Learning Sharf and its components. The goal is that students can change words with tashrif. The material focuses on the Book of Al-Tashrif. The media used are books, blackboards, and markers. The method used MethodAl-Sam’iyyah Al-Syafahiyyah. Evaluation includes evaluation of learning outcomes and evaluation of the learning process. 2) There are 23 learning problems for students at this Islamic junior high school

    ALOKASI PENDAPATAN NEGARA MENURUT IBNU TAIMIYAH DAN MUHAMMAD BAQIR AL SADR

    No full text
    Konsep penulisan Alokasi Pendapatan Negara dalam pemikiran ekonomi Ibnu Taimiyah dan Muhammad Baqir Al Sadr memiliki keunikan. Oleh sebab itu, perlu ditelaah lebih dalam apa saja persamaan dan perbedaan pendapat dari Ibnu Taimiyah dan Muhammad Baqir Al Sadr dalam Alokasi Pendapatan Negara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Data primer berupa karangan Ibnu Taimiyah : Al-Siyasah al-Syar’iyyah fi Ishlah al-Ra’i wa al-Ra’iyyah dan buku karangan Muhammad Baqir Al Sadr : Iqtishaduna. Sedangkan data sekunder berupa buku-buku yang berkaitan dengan penelitian, dan dokumen-dokumen yang lain mendukung. Metode analisis data menggunakan metode deduktif. Dari hasil penelitian ini ditemukan keunikan dalam hal perbedaan pendapat bahwa Ibnu Taimiyah berpendapat peran negara dalam distribusi kekayaan harus mengandung dua unsur, yaitu menjalankan amanah dan menciptakan keadilan. Sedangkan menurut Muhammad Baqir Al Sadr Negara harus mengintervensi ekonomi demi terwujudnya keadilan di tengah-tengah masyarakat. Pemikiran Baqir Al Sadr tentang tanggung jawab negara dalam bidang ekonomi tidak bisa dipisahkan karena peran negara sangat diperlukan dalam menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam bidang ekonomi sebagaimana dalam bidang yang lainnya

    MUSIK MA'DHUMAH SYAIKH MUHAMMAD IKHSAN BIN MUHAMMAD DAHLAN AL-JAMPESI FI KITAB IRSYAD AL-IKHWAN WA SYARAKHIHA (DIROSAH TAHLILIYAH 'ARUDHIYYAH)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang bait-bait syair dalam kitab Irsyad al-Ikhwan yang berbentuk syair multazim. Syair multazim adalah syair yang menggunakan kaidah penulisan puisi lama yang terikat dengan wazan. Wazan merupakan pola-pola puisi khas Arab, yang berbeda dari pola-pola puisi-puisi dari budaya lain. Fakta bahwa syair dalam kitab Irsyad al-Ikhwan ini mengikuti pola puisi khas Arab menjadi menarik ketika dirangkai dengan fakta lain, yakni bahwa penulis kitab ini bukan orang Arab, melainkan orang Indonesia, yaitu Syekh Ihsan bin Muhammad Dahlan al-Jampesi. Hal menarik lain dari syair ini adalah bahwa meskipun bentuk fisiknya masih mengikuti bentuk puisi lama, syair-syair Syekh Ihsan dibuat pada zaman puisi modern. Berdasarkan kedua hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti syair-syair dalam kitab Irsyad al-Ikhwan dengan metode analisis ‘Arudiyyah. Karena jenis bahr sudah disebutkan dalam kitab terebut, peneliti tidak berusaha untuk mencari bahr, tetapi berfokus pada perkara perubahan yang terdapat pada pola-pola syair tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan lima zihaf dan dua ‘illah pada baḥr Rajaz yaitu: khabn, tayy, kaff, khabl, dan syakl, serta ‘illah qat’, dan tazyil. Adapun pada bahr Thawil ditemukan satu ziḥaf yaitu: qabd. Pada baḥr Basith ditemukan tiga zihaf yaitu: khabn, tayy, kaff, dan satu ‘illah yaitu: qat'. Pada baḥr Khafif ditemukan satu ziḥaf yaitu: khabn dan dua ‘illah yaitu: hadad dan tasy‘is. Sementara itu, pada baḥr Rajaz, Thawil, dan Khafif, sebagian taf‘ilah terdapat ketidaksesuaian kaidah. Kata kunci: zihaf, ‘illah, Irsyad al-Ikhwan

    Some Letters by Muhammad al-Ghāli Ba

    No full text
    Ce manuscrit comprend des correspondances et un article. Les correspondances étaient destinées à plusieurs personnes. L'article a été réécrit lorsque l'auteur, Muhammad al-Ghali, travaillait à la radio nationale mauritanienne. L'article traite de la situation politique de la Mauritanie dans les années 80. Il discute des relations entre les partis politiques existants en Mauritanie.This manuscript includes correspondences and one article. The correspondences had been destined to several people. The article was written back when the author, Muhammad al-Ghali, was working at Mauritania' s National Radio. The article addresses the political situation of Mauritania in the 1980s. It discusses the relationship between the existing political parties in Mauritanian
    corecore