118 research outputs found

    ANALISIS DISTRIBUSI GAS LPG DI KELURAHAN TIRTA SIAK KOTA PEKANBARU DITINJAU MENURUT EKONOMI SYARIAH

    No full text
    ABSTRAK Fadila Ahdan, (2022): Analisis Distribusi Gas LPG di Kelurahan Tirta Siak Kota Pekanbaru Ditinjau Menurut Ekonomi Syariah Penelitian ini dilatar belakangi kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas LPG akibat distribusi yang tidak sesuai peraturan. Hal ini menyebabkan kelangkaan gas LPG dikalangan masyarakat. Maka perlu dilaksanakan analisis distribusi gas LPG pada pangkalan gas LPG dilingkungan Kelurahan Tirta Siak Kota Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model distribusi gas LPG di lingkungan kelurahan Tirta Siak, faktor penyebab terjadinya penyimpangan distribusi gas LPG 3 kg dikelurahan Tirta Siak, dan analisis Ekonomi Syariah terhadap distribusi gas LPG di kelurahan Tirta Siak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu pangkalan gas LPG di lingkungan Tirta Siak, Kantor Lurah Tirta Siak, dan tokoh masyarakat di lingkungan Tirta Siak. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah penjabaran data, kemudian data dinalisis dan dibahas untuk menjawab permasalahan yang diajukan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa Model pendistribusian gas LPG 3 kg di kelurahan Tirta Siak, Terdapat 2 pola saluran distribusi tidak langsung, pola pertama yaitu dari pangkalan kekonsumen, pola kedua yaitu dari pangkalan ke pengecer. Pangkalan gas LPG dikelurahan Tirta Siak lebih dominan menjual kepengecer dikarnakan pangkalan lebih mendapatkan untung besar dengan menjual tidak sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi). Faktor penyebab terjadi penyimpangan distribusi gas LPG 3 kg disebabkan pangkalan lebih banyak mendistribusikan ke pengecer, tidak tepat sasaran, pangkalan menginginkan keuntungan yang tinggi, menjual ke usaha mikro dengan jumlah yang banyak, kerabat dekat dan orang dikenal, kurangnya kesadaran bersama, lemahnya pengawasan dari aparat berwenang dan perangkat desa. Analisis ekonomi syariah tentang kendala distribusi gas LPG dikelurahan Tirta Siak pada prinsipnya sesuai dengan ekonomi islam yaitu tidak melakukan penimbunan, gharar, riba, maisir didalamnya, namun prakteknya ada beberapa pangkalan yang melakukan monopoli dimana pangkalan menjual dengan harga diluar dari ketentuan yang dibuat. Pemerintah sudah menetapkan harga, dan pangkalan harus menganut pada peraturan harga yang dibuat. zalim ( bengis, tidak menaruh belas kasihan, tidak adil, kejam). ketidak adilan itu dilakukan oleh pangkalan gas LPG di Kelurahan Tirta Siak dimana seharusnya mendistribusikan langsung ke masyarakat tidak ke pengecer. Mengakibatkan penyimpangan gas LPG dimasyarakat. disitu sangat jelas bahwa ketidak adilan terjadi dikalangan masyarakat. Kata Kunci: Distribusi, Perspektif Ekonomi Syaria

    PENGARUH HARGA, LOKASI, KERAGAMAN PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Konsumen Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek)

    No full text
    Skripsi dengan judul " Pengaruh Harga, Lokasi, Keragaman Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek)” ini ditulis oleh Ahdan Fawwasyoga, Nim 12405193272, dengan pembimbing Siswahyudianto, M.M. Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya bisnis ritel. Persaingan yang semakin ketat tersebut ditandai dengan banyaknya bisnis dalam bidang ritel yang menghasilkan produk dengan jenis yang sama dengan berbagai harga, pelayanan dan aspek pemasaran lainya yang beraneka ragam. Dengan demikian, para pelaku bisnis ritel dituntut untuk menciptakan strategi yang dapat menarik para konsumen untuk melakukan transaksi produk dan jasa yang ditawarkan agar mampu bersaing dan unggul dibanding para pesaingnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah harga, lokasi, keragaman Produk dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek ? (2) Apakah harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek?(3) Apakah lokasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek?(4) Apakah keragaman Produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek ? (5) Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek ? Dengan Tujuan untuk menganalisis pengaruh harga, lokasi, keragaman produk dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen pada Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik yang dipakai dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling. Dengan Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 100 responden yang berupa konsumen Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek. Teknik analisis data menggunakan uji instrumen data, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial (1)harga secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek. (2)variabel lokasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek.(3)variabel keragaman produk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek.(4)variabel Kualitas pelayanan secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Swalayan Senkuko Sinar Munjungan, Trenggalek

    TAZ Trading: Pembekal Pemakanan Tambahan / Adawiyah Ahdan…[et al.]

    No full text
    Pemakanan tambahan adalah satu penemuan saintis, iaitu ramuan makanan yang digunakan oleh ahli-ahli sukan di Amerika dan Eropah di awal tahun 70an. la telah diiktiraf dan diluluskan oleh badan-badan sukan dunia sebagai satu makanan berkhasiat yang boleh membantu ahli-ahli sukan dari segi tenaga, kesihatan fizikal dan mental. Makanan ini telah terbukti dan berjaya, di mana ia telah diamalkan oleh setiap atlit-atlit sehingga ke hari ini. Pemakanan tambahan telah mula diperkenalkan di negara ini pada tahun 90an. la bertujuan untuk menaikkan taraf atlit negara ke taraf antarabangsa. Taz Trading telah mengesyorkan rangkaian barangan pemakanan tambahan ini kepada pihak Majlis Sukan Negara Malaysia (MSN) dan pihak tersebut telah bersetuju untuk mengedarkannya kepada atlit-atlit di bawah naungan mereka. Namun begitu MSN bukanlah satu-satunya pelanggan kami sahaja, Taz Trading juga menumpukan sasaran pasaran mereka kepada kelab-kelab kesihatan, gimnasium dan kelab-kelab kesihatan eksklusif (Health Spa) yang berada di serata Kuala Lumpur dan Selangor

    ANALISIS PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN TOLITOLI

    No full text
    Local governments should be able to prioritise the sub-sector and the preferred crop, prime and which is considered as a sub-sector basis to optimise the economic advantages in the region. Understanding the development planning priorities and commodity sub-sector of agricultural  in Tolitoli Regency, then it is necessary to acknowledge which the prime subsector of agricultural sector and the main commodity of agricultural sector in Tolitoli Regency. The research was conducted in the period 2014 - 2015 by several methods of analysis: 1) Location Quotient, 2) Analytical Hierarchy Procces (AHP) 3) Exponential Comparative Method /MPE. The criteria used is based on 12 normative criteria of  the Indonesian  Ministry of  Home Affair,  Number 9, 2014. The results show that the plantation sub-sector  is the only sector basis  in the period 2009-2014 of the survey with the value of LQ=1,3694 or LQ>1. Similarly, the plantation subsector is nominated as the prime subsector in Tolitoli regency with weight priority value of  0,2927. In addition, the cloves commodity is the most popular commodity in Tolitoli Regency with the MPE total weight of 13,1416, and this commodity is nominated  as commodity basis with the LQ value of 13,5754. It is understandable because this area has long been well known as cloves plantations

    MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI MTSN 6 BLITAR

    No full text
    Skripsi dengan judul “Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di MTsN 6 Blitar” ini ditulis oleh Fika Muhammad Ahdan Sabila, NIM: 12207193084. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dibimbing oleh Hafidz Rosyidiana, M.Pd Kata Kunci: Manajemen Peserta Didik, Kedisiplinan, Siswa Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena lembaga pendidikan yang berdiri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap lembaga pendidikan mempunyai peranan tersendiri untuk meningkatkan prestasi peserta didik dan membetuk sikap disiplin peserta didik. Sikap disiplin sejak dini penting untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan. Disinilah kemudian manajemen kesiswaan menjadi bagian penting yang tak mungkin untuk dipisahkan dengan dunia pendidikan dalam meningkatkan kedisiplinan siswanya. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti merumuskan fokus penelitian sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTsN 6 Blitar?, (2) Bagaimana pelaksanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTsN 6 Blitar?, 3) Bagaimana evaluasi manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di MTsN 6 Blitar?, Adapun yang menjadi tujuan penelitiann ini adalah untuk mengetahui kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan oleh waka kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTsN 6 Blitar. Metode penelitian yang digunakan merupakan kualitatif deskriptif dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi pastisipan dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Sumber data penelitian ini meliputi, 1) person (orang) yaitu, (a) kepala sekolah, (b) waka kesiswaaan, (c) guru, dan (d) siswa. 2) paper (kertas/dokumen) yaitu, berupa dokumen foto-foto kegiatan manajemen kesiswaan. 3) place (tempat) yaitu, di MTsN 6 Blitar. Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Pengecekan keabsahan data dengan uji kredibilitas dan uji konfirmabilitas. Tahap-tahap penelitian meliputi (1) tahap pralapangan, (2) tahap pekerjaan lapangan, (3) tahap analisis data, dan (4) tahap penulisan laporan. Kemudian hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut: 1) perencanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTsN 6 Blitar ialah dengan rapat koordinasi bersama kepala madrasah, waka, staf atau karyawan dan para guru untuk membuat pedoman program kegiatan kesiswaan, dengan ujuan agar pelaksanaan kegiatan kesiswaan berjalan dengan efektif dan efisien, serta dalam perencanaannya melibatkan semua elemen sekolah. 2) pelaksanaan manajemen peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan sesuai dengan program kesiswaan yang telah direncanakan dalam rapat koordinasi yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), Senyum Salam Sapa (3S), pengecekan atribut siwa sebelum masuk madrasah, sholat dhuha dan sholat dzhuhur berjama’ah, membaca surat-surat pendek bersama, upacara bendera, dengan kendala yang dihadapi ialah siswa yang sengaja melanggar aturan, untuk strateginya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa yaitu bekerjasama dengan tim tata tertib, guru BK, wali kelas, orang tua siswa, dan kapolsek serta koramil, 3) evaluasi kegiatan kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dilakukan secara berkala, evaluasi dilakukan dengan pengecekan buku absensi serta mencatat setiap pelanggaran yang dilakukan siswa dalam buku catatan pelanggaran siswa yang akan ditangani oleh guru BK dan Tim Tatib, kemudian BK juga memberi laporan ke waka kesiswaan. Evaluasi dilakukan setiap hari dengan cara mengawasi dan memperhatikan, serta memberi arahan setiap kegiatan yang diikuti siswa dan memberikan tindaklanjut berupa hukuman kepada siswa yang melanggar

    Analisis Penentuan Komoditas Unggulan Sektor Pertanian Di Kabupaten Tolitoli

    No full text
    Local governments should be able to prioritise the sub-sector and the preferred crop, prime and which is considered as a sub-sector basis to optimise the economic advantages in the region. Understanding the development planning priorities and commodity sub-sector of agricultural in Tolitoli Regency, then it is necessary to acknowledge which the prime subsector of agricultural sector and the main commodity of agricultural sector in Tolitoli Regency. The research was conducted in the period 2014 - 2015 by several methods of analysis: 1) Location Quotient, 2) Analytical Hierarchy Procces (AHP) 3) Exponential Comparative Method /MPE. The criteria used is based on 12 normative criteria of the Indonesian Ministry of Home Affair, Number 9, 2014. The results show that the plantation sub-sector is the only sector basis in the period 2009-2014 of the survey with the value of LQ=1,3694 or LQ>1. Similarly, the plantation subsector is nominated as the prime subsector in Tolitoli regency with weight priority value of 0,2927. In addition, the cloves commodity is the most popular commodity in Tolitoli Regency with the MPE total weight of 13,1416, and this commodity is nominated as commodity basis with the LQ value of 13,5754. It is understandable because this area has long been well known as cloves plantations

    Ahdan alhabayb

    No full text
    أغنية يؤديها المطرب و الممثل المصري عبد الحليم حافظ.A song performed by Egyptian singer and actor Abdel Halim Hafez

    ¬KETERAMPILAN GERAK DIVEROLL DITINJAU DARI MOTOR EDUCABILITY DAN TINGKAT PERCAYA DIRI

    No full text
    Senam artistik merupakan cabang olahraga yang memiliki kompleksitas gerak tinggi, gerakan diveroll merupakan gerakan yang dianggap penting dalam cabang olahraga senam artistik, gerakan diveroll sudah diperkenalkan sejak Sekolah Dasar, bahkan sampai Perguruan Tinggi, akan tetapi terdapat banyak peserta didik yang tidak bisa melakukan gerakan ini. Motor educability dan tingkat percaya diri merupakan faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan anak dalam meraih prestasi olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji korelasi motor educability dan tingkat percaya diri dengan keterampilan gerak diveroll dalam cabang olahraga senam artistik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sampel penelitian yaitu siswa kelas VII SMPN 52 Bandung berjumlah 14 orang dengan teknik penentuan sampel adalah total sampling. Instrumen penelitian adalah barrow test untuk mengukur tingkat motor educability dan tingkat percaya diri dengan menggunakan angket tertutup. Hasil penelitian: 1) terdapat korelasi antara motor educability dengan keterampilan gerak diveroll yaitu sebesar 28.6% dan 71.4% dipengaruhi oleh faktor lain, 2) terdapat korelasi antara tingkat percaya diri dengan keterampilan gerak diveroll yaitu sebesar 63.3% dan 36.7% dipengaruhi oleh faktor lain, 3) terdapat korelasi antara motor educability dan tingkat percaya diri secara bersama-sama terhadap keterampilan gerak diveroll yaitu sebesar 65.2% dan 34.8% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan terdapat korelasi antara motor educability dan tingkat percaya diri terhadap keterampilan gerak diveroll. Kata kunci : Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK UPI Angkatan 2010 Artistic gymnastics is a branch of sports which has high complexity movement. Diveroll movement is a movement which is considered as an important movement in artistic gymnastics. It is introduced to the students since Elementary School until university. However, there are many students who could not perform this movement well. Motor educability and self-confidence are the factors which can influence the students to reach an achievement in Sport subject. The purpose of this research is to find out the correlation between motor educability and self-confidence towards diveroll movement in artistic gymnastics. The research methodology conducted in this research is descriptive analysis. The sample of this research is the seventh grade students of SMPN 52 Bandung, it consists of 14 students. The technique of determining sample is total sampling. The instruments of this research are barrow test used to measure the motor educability and closed questionnaires used to measure students’ self-confidence. The findings of this research are, 1) There is a correlation between motor educability and the ability of diveroll, it is around 28, 6% and 71,4% is influenced by the other factors. 2) There is a correlation between self-confidence and the ability of diveroll, it is around 63,3% and 36,7% is influenced by the other factors. 3) There is a correlation between motor educability and self-confidence in the same time towards the ability of diveroll movement, it is around 65,2% and 34% is influenced by the other factors. The conclusion of this research is there is a correlation between motor educability and self-confidence towards the ability of diveroll movement. * Student Sport Coaching Education Program FPOK UPI Force 201

    Pelatihan English Speaking Skill Melalui Metode Fun Learning Bagi Siswa Madrasah Aliyah Pesantren Mizanul Ulum

    No full text
    Pembelajaran materi bahasa Inggris melalui metode fun learning sangat efektif diimplementasikan di sekolah-sekolah khususnya di sekolah yang berlokasi di pedesaan. Pengabdian yang berjudul “Pelatihan English Speaking Skill melalui metode Fun Learning bagi Siswa Madrasah Aliyah MIzanul Ulum” bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdi dan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan minat, excited dan antusiasme siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris sehingga nantinya dapat mengembangkan kemampunannya, serta mendapatkan berbagai pengalaman dan pencerahan baru yang dapat menjadi motivasi dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Mitra yang menjadi sasaran dalam program pengabdian ini adalah siswa Madrasah Aliyah Mizanul Ulum. Selama menerapkan English speaking skill, siswa disupport untuk menggunakan metode fun learning sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pembelajaran tersebut. Metode pelaksanaan yang akan diimplementasikan terdiri dari 4 tahap yaitu survey lapangan, koordinasi dengan masyarakat, pelaksanaan program dan tahap evaluasi. Materi yang disampaikan nantinya melalui metode role play, ceramah, tanya jawab dan demonstrasi dengan melibatkan 18 peserta. Hasil kegiatan pengabdian selama 3 kali perteman telah memberikan perubahan yang sangat signifikan, yang terlihat pada ssiwa, seperti peningkatan self confidence dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari yang menunjukkan bahwa pendekatan pengajaran yang digunakan dalam kegiatan tersebut berhasil. Ini menunjukkan bahwa metode fun learning efektif untuk diimplementasikan pada speaking skill dalam membantu siswa untuk berkomunikasi dengan lebih baik

    Application of Professional Sustainable Development to Improve Pedagogic Competence

    No full text
    The purpose of this study is to explain the online mode of professional development application in improving teacher competency of learners. The competencies intended in this study are pedagogic competence and professional competence. The research design was carried out in quantitative and qualitative forms. The number of research samples is 30 people. Data collection method used is online media validation and performance tests. Data analysis used descriptive statistics. The results showed validation in the online mode of continuing professional development of the learning teacher had an average value of total validity equal 3.5. Thus, this value is included in the category "Very Valid" (3.5 less than V less than 4.0). Thus, online learning media teachers are declared to meet the validity criteria. Then there are four online modal coaching categories, namely (a) Knowing online features, (b) Writing down learning features, (c) Writing out the names of activities, and (d) Describing the use of features in each learning activity
    corecore