365 research outputs found

    Lukisan tanpa bingkai/ Agustono

    No full text
    372 hal.; 20 c

    PERANAN LATAR DALAM MEMBENTUK WATAK TOKOH DALAM NOVEL LUKISAN TANPA BINGKAI KARYA UGI AGUSTONO

    No full text
    AbstractThis research aimed to determine the analysis of the role of the background in shaping the characters in novel Lukisan Tanpa Bingkai by Ugi Agustono J. The problems of this research are: (1) the role of the setting in shaping the character depicted in the novel Lukisan Tanpa Bingkai by Ugi Agustono J, (2) the role of the background time in shaping the character depicted in the novel Lukisan Tanpa Bingkai by Ugi Agustono J, (3) the role of the social settings in shaping the character depicted in the novel Lukisan Tanpa Bingkai by Ugi Agustono J, (4) the implementation of literary learning about the background in shaping the character. The purpose of this research is to describe the role of place, the role of time, and the role of sociality to create main characteristic.  This study used a description method with qualitative research forms. The technique used  this study documentary and data collection tool is the researcher himself as a key instrument. Based on the results of the analysis there are 23 the role of place, 14 the role of time, and 20 the role of sociality. Keywords: Role of Background, Nove

    Phytochemical study of dryobalanops from Malaysian dipterocarpaceae and structure-activity relationship studies / Agustono Wibowo

    No full text
    Dryobalanops is one of the genera in the Dipterocarpaceae family, which is distributed as major species in emergent canopy of Lambir Forest and Sarawak lowland dipterocarps forest. The genus is very unique, as there are only seven species available in the whole world, which confined to the tropical forests of West Malesia. The chemical constituents of Dipterocarpaceae are reported to possess various biological activities such as cytotoxicity, antiviral, antibacterial and anti-inflammatory activities. The aims of this study are to isolate secondary metabolites, to determine their antibacterial, DPPH scavenging and cytotoxic activities, to study structureactivity relationship, and to propose biogenesis pathway and chemotaxonomic significance in Dryobalanops. The dried powder of the stem bark of D. aromatica, D. lanceolata, D. rappa and D. becarii were macerated with acetone and evaporated under reduced pressure. The crude acetone extract was subjected to vacuum liquid chromatography to give several fractions. Purification of fraction with combination of several chromatography techniques gave four new oligostilbenoid derivatives; malaysianol A (1), B (2), C (3) and D (4), and a new galloylglucoside derivative; malaysin A (5), together with 15 known oligostilbenoid (6-20) and six known nonoligomeric compounds (21-26). The chemical structures of isolated compounds were elucidated based on the spectroscopic data evidences and comparison with reported authentic data. Biogenetically, the biosynthesis routes of non-oligomeric compounds were formed from the shikimate pathway, while oligomeric compounds were from the combination of shikimate and acetate malonate pathways. Based on the radical species and their condensation types, 19 oligostilbenoids isolated from this study were formed from the oxidative coupling reaction of two radicals with active site at carbons C-8 and C-14 (C8-C14 type), carbons C-8 and C-8 (C8-C8 type), carbons C- 3 and C-8 (C3-C8 type), and oxygen 0-13 and carbon C-8 (C7-C14 type). The finding of oligostilbenoids with the condensation types C3-C8 and C7-C14 are not commonly found in Dipterocarpaceae family. Based on the chemotaxonomic study, the presence of several compounds that were only found in the tribe Dipterocarpeae and never reported in the tribe Shoreae supported the previous studies on the morphological character that suggested the placement of Dryobalanops under the tribe Dipterocarpeae. In the antibacterial assay, flexuosol A (16) and upunaphenol D (18) showed moderately antibacterial activity against S. epidermidis, S. aureus, S. xylosus with MIC value of 50.0/16.7, 66.7/33.3 and 50.0/16.7 jaM, respectively. In the cytotoxic assay, vaticanol C (20) were found to be moderately active against A549 cell line (ICso 11.8 fxM), as well as a-viniferin (11) and ampelopsin E (12) against MCF-7 cell line (IC50 23.1 and 21.0 ^M, respectively), while other compounds were either weak or not active. In the DPPH assay, malaysianol A (1), flexuosol A (16) and vaticanol B (19) displayed great scavenging activity with IC50 values 15.7, 15.0 and 11.8 mM, respectively. In the structure-activity relationship study, the scavenging activity of oligostilbenoid depend on the number of hydroxyl group and their stereochemistry, otherwise no definitive correlation between unit structures of oligostilbenoid and cytotoxicity was observed, but its conformation seem to be responsible for the cytotoxic properties

    Representasi Unsur-Unsur Multikulturalisme dalam Novel Lukisan Tanpa Bingkai Karya Ugi Agustono J

    No full text
    The purpose of this study is to describe the representation of multicultural elements in the novel Painting Without a Frame by Ugi Agustono J. The research uses an interpretive descriptive method, which uses interpretive methods by presenting them in the form of descriptions. Data collection is done by reading and note-taking techniques. The data analysis technique uses a content analysis model. The results of the study show that in Ugi J's Painting Without Frames novel contains seven elements of multiculturalism, namely: (1) solidarity and brotherhood, (2) gender equality, (3) open trade, (4) family values, (5) respect for etiquette, (6) feel enough in life, (7) share and control power. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi unsur-unsur multikultural dalam novel Lukisan Tanpa Bingkai karya Ugi Agustono J. Penelitian menggunakan metode deskriptif interpretatif yakni memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan model analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Lukisan Tanpa Bingkai karya Ugi J mengandung tujuh unsur multikulturalisme, yakni: (1) solidaritas dan persaudaraan, (2) kesetaraan gender, (3) perdagangan terbuka, (4) nilai kekeluargaan, (5) penghormatan terhadap tata susila, (6) merasa cukup dalam hidup, (7) berbagi dan kontrol kekuasaan

    Phytochemical study of Dryobalanops from Malaysian Dipterocarpaceae, and structure - activity relationship studies / Agustono Wibowo

    No full text
    distributed as major species in emergent canopy of Lambir Forest and Sarawak lowland dipterocarps forest. The genus is very unique, as there are only seven species available in the whole world, which confined to the tropical forests of West Malesia. The chemical constituents of Dipterocarpaceae are reported to possess various biological activities such as cytotoxicity, antiviral, antibacterial and anti-inflammatory activities. The aims of this study are to isolate secondary metabolites, to determine their antibacterial, DPPH scavenging and cytotoxic activities, to study structure-activity relationship, and to propose biogenesis pathway and chemotaxonomic significance in Dryobalanops. The dried powder of the stem bark of D. aromatica, D. lanceolata, D. rappa and D. becarii were macerated with acetone and evaporated under reduced pressure. The crude acetone extract was subjected to vacuum liquid chromatography to give several fractions

    CITRAAN PADA NOVEL FANTASI NATAGA THE LITTLE DRAGON KARYA UGI AGUSTONO

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis citraan dan fungsi citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon karya Ugi Agustono. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian teks dengan pendekatan hermeneutika. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tujuh jenis citraan dan empat fungsi citraan. Jenis citraan tersebut meliputi (1) citraan penglihatan, (2) citraan pendengaran, (3) citraan penciuman, (4) citraan pencecapan, (5) citraan gerak, (6) citraan perabaan, (7) citraan intelektual. Fungsi citraan meliputi (1) memperjelas gambaran, (2) membuat hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan, (3) membangkitkan suasana khusus, dan (4) membangkitkan intelektualitas pembaca

    Citraan pada Novel Fantasi Nataga the Little Dragon Karya Ugi Agustono

    No full text
    ABSTRAKHidayati, Nurul. 2016. Citraan pada Novel Fantasi Nataga the Little Dragon Karya Ugi Agustono. Skripsi, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.Kata Kunci: cerita fantasi, novel, citraan, stilistikaNataga the Little Dragon adalah salah satu novel fantasi karya Ugi Agustono yang mengisahkan komodo dan Pulau Komodo. Ugi Agustono menggunakan unsur citraan untuk membangkitkan tanggapan indera pembaca.  Citraan merupakan salah satu kajian stilistika yang dapat membuat pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang diceritakan pengarang dalam karyanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) jenis citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon dan (2) fungsi citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon.Sehubungan dengan hal itu, untuk melakukan penelitian ini digunakan jenis penelitian kajian teks dengan pendekatan hermeneutika. Data penelitian ini adalah paparan bahasa berupa narasi, dialog, dan monolog yang ada pada novel fantasi Nataga the Little Dragon karya Ugi Agustono. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara klasifikasi, reduksi data, penyajian data, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data digunakan teknik ketekunan pengamatan dan kecukupan referensial. Tahap-tahap penelitian ini meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya dua aspek, yakni jenis citraan dan fungsi citraan. Pertama, jenis citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon  terdiri atas 7 subaspek, yaitu (1) citraan pelihatan, (2) citraan pendengaran, (3) citraan penciuman, (4) citraan pencecapan, (5) citraan gerak, (6) citraan perabaan, dan (7) citraan intelektual. Citraan pelihatan berupa deskripsi alam, benda (senjata) dan binatang (reptil dan mamalia). Citraan pendengaran berupa bunyi yang dihasilkan oleh alam dan bunyi yang dihasilkan oleh binatang (reptil, burung, ikan, dan mamalia). Citraan penciuman berupa bau yang dihasilkan oleh alam dan bau yang dihasilkan oleh binatang (mamalia dan reptil). Citraan pencecapan berupa rasa daging binatang. Citraan gerak berupa aktivitas tokoh dalam cerita, seperti berjalan, melompat, dan memanjat. Citraan perabaan berupa suhu dingin dan sentuhan terhadap benda. Citraan intelektual berupa pengetahuan tentang komodo dan binatang di hutanKedua, fungsi citraan pada novel fantasi Nataga the Little Dragon ada empat. Fungsi pertama, citraan untuk memperjelas gambaran. Citraan untuk memperjelas gambaran terbagi menjadi dua, yakni citraan untuk memperjelas gambaran karakter tokoh dan gambaran latar. Fungsi kedua, citraan untuk menghidupkan gambaran dalam pikiran dan penginderaan. Fungsi ketiga, citraan untuk menimbulkan suasana yang khusus. Suasana khusus tersebut berupa suasana yang mengerikan, suasana tenang, suasana sepi, suasana ramai, suasana bahagia, dan suasana sedih.  Fungsi keempat, citraan untuk membangkitkan intelektualitas pembaca.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dua simpulan. Pertama, jenis citraan yang diteliti pada penelitian ini terdiri atas tujuh citraan, sedangkan pada penelitian sebelumnya hanya lima jenis citraan yang sering diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua jenis citraan, yakni citraan gerak dan citraan intelektual digunakan pada novel Nataga the Little Dragon. Jenis citraan yang paling banyak ditemukan dalam novel Nataga the Little Dragon adalah citraan pelihatan, sedangkan citraan yang paling sedikit ditemukan adalah citraan pencecapan karena novel tersebut bergenre fantasi dan bertema petualangan sehingga hal-hal yang berkaitan dengan indera pencecapan jarang ditemukan. Kedua, fungsi citraan pada novel Nataga the Little Dragon yang sedikit ditemukan adalah fungsi citraan untuk membangkitkan intelektualitas pembaca karena novel tersebut bertema petualangan sehingga sedikit menggunakan logika dan pemikiran.Saran ditujukan kepada penulis sastra dan peneliti sastra selanjutnya. Kepada penulis sastra disarankan untuk berkreasi dengan menggunakan citraan pada penulisan karya sastra, khususnya citraan pencecapan, karena citraan ini jarang ditemukan. Kepada peneliti sastra selanjutnya diharapkan untuk meneliti citraan gerak dan citraan intelektual. Dua jenis citraan tersebut jarang diteliti sehingga peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih mendalam tentang citraan gerak dan citraan intelektual.

    ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL TENUN BIRU KARYA UGI AGUSTONO J

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sosial yang ada pada novel Tenun Biru karya Ugi Agustono J. Novel Tenun Biru dipilih karena di dalamnya mengandung nilai sosial yang tinggi pada karakter para tokohnya yang membuat peneliti tertarik untuk menganalisisnya. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi sastra. Sumber data diperoleh dari naskah novel sehingga mudah untuk dikaji secara baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, karena metode ini tepat untuk menganalisis karya sastra, khususnya novel Tenun Biru. Data yang digunakan adalah nilai sosial yang melekat pada cerita dalam novel tersebut sangat tepat dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini terdapat nilai sosial dalam Novel Tenun Biru. Simpulan dalam penelitian ini bahwa terdapat nilai sosiologi sastra pada novel Tenun Biru. kata kunci:  Sosiologi Sastra: Tenun Biru</jats:p

    منهج القرآن في تقرير عقيدة التوحيد عند الشيخ عبد الرحمن بن ناصر السعدي

    No full text
    ABSTRAK Metode Al Qur'an dalam Menetapkan Hakekat Keesaan Allah dalam Perspektif Syaikh Abdurrahman bin Nasir as-Sa'di Ihwan Agustono Tauhid adalah hal pokok yang paling utama yang seluruh sendi-sendi ajaran Islam dibangun di atasnya. Al Qur'an sebagai sumber utama ajaran Islam memiliki metode yang sempurna dalam menetapkan hakekat Tauhid dan menjadikan ajaran tersebut sebagai hal utama yang sangat ditekankan dalam sebagian ayat-ayatnya. Dan bahwa pembahasan tentang metode al Qur'an dalam menetapkan Hakekat Keesaan Allah sangat penting bagi segenap umat Islam karena hal tersebut sangat perhubungan erat dengan diterima atau tidaknya amal ibadah mereka selama di Dunia dan juga demi da'wah islamiyah kepada seluruh umat manusia. Berangkat dari fenomena tersebut, peneliti berusaha mengungkap metode Al Qur'an dalam menetapkan hakikat Keesaan Allah dalam perspektif Syaikh Abdurrahman bin Nasir as Sa'di. Ini karena beliau adalah seorang ulama yang memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang tafsir dan kaidah-kaidahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan Al Qur'an dalam menetapan hakekat Keesaan Allah yang diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan peneliti dan juga mereka yang memiliki minat yang besar terhadap kajian Tauhid sehingga tidak terjadi penyimpangan Aqidah yang dapat merusak seluruh amal ibadah selama di Dunia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dalam mengungkap riwayat hidup Syaikh Sa'di, dan untuk sampai pada kesimpulan tentang metode Al Qur'an dalam menetapkan hakekat Keesaan Allah, peneliti menggunakan metode Tafsir Tematik yang dalam prakteknya dikaitkan dengan buku tafsir dan kaidah-kaidah tafsir karya Syaikh Sa'di sendiri. Dari kajian ini peneliti mengambil kesimpulan bahwa dalam pandangan Syaikh Sa'di setidaknya ada tiga kaidah utama yang dipakai Al Qur'an dalam menetapkan hakekat Keesaan Allah, yaitu pertama ayat-ayat yang mengetuk fitrah dan hati manusia delam meyakini Keesaan Allah. Lalu yang kedua adalah metode perumpaman dalam Al Qur'an, dan terakhir yang ketiga adalah ayat-ayat yang mengetuk hati manusia dan akal manusia secara bersamaaan supaya manusia merenung dan berfikir tentang hakekat alam dan seisinya yang akhirnya dapat mengantarkannya pada keyakinan terhadap hakekat Keesaan Allah. Dalam penelitian ini peneliti mencoba memberi sedikit kritik dan komentar bahwa pandangan Syaikh Sa'di tentang metode yang dipakai Al Qur'an dalam menetapkan Keesaan Allah ini belum sepenuhnya lengkap. Setidaknya dalam pandangan peneliti, Syaikh Sa'di kurang memberi penekanan bahkan terkesan melupakan satu kaidah penting yang sering dipakai Al Qur'an dalam hal menetapkan hakekat Keesaan Allah dalam ayat-ayatnya yaitu kaidah Tantangan dalam Al Qur'an. Akhirnya dari kajian yang sangat sederhana ini, peneliti mendapati bahwa tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, maka peneliti berharap agar peneliti selanjutnya dapat meneliti dan mengkaji lebih dalam lagi tentang Metode Al Qur'an dalam menetapkan Keesaan Allah menurut pandangan Syaikh Abdurrahman as-Sa'di

    KEYAKINAN DALAM NOVEL NATAGA THE LITTLE DRAGON KARYA UGI AGUSTONO (PERSPEKTIF KARAKTER JOHN GARMO)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keyakinan tokoh dalam novel Nataga The Little Dragon karya Ugi Agustono dengan perspektif karakter John Garmo. Terdapat lima aspek keyakinan yang memengaruhi keyakinan seseorang menurut John Garmo yaitu iman, percaya diri, optimisme, antusiasme, dan kemampuan meyakinkan. Kelima aspek keyakinan tersebut adalah satu kesatuan yang memengaruhi keyakinan seseorang dalam melakukan tindakan. Keyakinan yang ditunjukkan tokoh termasuk ke dalam aspek tanggung jawab terhadap diri sendiri, sehingga tokoh yang ada dalam karya sastra berbentuk cerita fiksi fantasi dengan tokoh hewan ini diharapkan mampu dijadikan pembelajaran serta pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, teknik penelitian berupa studi pustaka, dan data yang didapat berupa kata, frasa, dan kalimat. Data diperoleh melalui tiga cara yaitu (1) menandai kalimat berdasarkan kode I, PD, O, A, dan KM, (2) mencatat dan menggaris bawahi data sesuai dengan fokus penelitian, (3) memilih data yang akan dimasukkan pada tabel klasifikasi. Maka dari pendekatan dan teknik analisis data tersebut, hasil penelitian yang didapat yaitu (1) keimanan tokoh yang dapat ditemukan melalui lima kutipan yang menunjukkan tokoh memiliki keimanan kuat pada dirinya maupun orang lain, (2) &nbsp;kepercayaan diri ditemukan pada tiga kutipan yang menunjukkan tokoh Nataga memiliki kekuatan lebih untuk mengalahkan musuh, (3) optimisme ditemukan pada dua kutipan yang menunjukkan tokoh Nataga yakin dapat mencapai tujuan, (4) antusiasme ditunjukkan pada dua kutipan yang menunjukkan keyakinan tokoh dalam meakukan sesuatu untuk mencapai tujuan setelah mendapat stimulus, (5) kemampuan meyakinkan ditemukan pada dua kutipan yang menunjukkan tokoh Nataga yang memiliki jiwa sebagai seorang pemimpin. Melalui penelitian ini ditemukan aspek yang paling memengaruhi keyakinan tokoh. Kata Kunci: Sastra Anak, Cerita Fantasi, Keyakina
    corecore