254 research outputs found
Pemikiran Haji Agus Salim Tentang Islam.
Haji Agus Salim dilahirkan pada akhir abad ke-19 dan hidup sampai pertengahan abad ke-20, di tengah umat Islam Indonesia yang sedang mengalami berbagai permasalahan. Persoalan tersebut berasal dari intern umat Islam sendiri dalam menerjemahkan Islam dan dari ekstern umat Islam Indonesia, terutama dari infiltrasi kaum imperialis (Belanda) terhadap aktualisasi keIslaman masyarakat. Para pelopor gerakan pembaruan Islam telah sejak awal abad ke-20 memproklamirkan bahwa pintu ijtihad (berusaha untuk mengetahui hukum sesuatu melalui dalil-dalil agama) tak pernah tertutup dan keberanian untuk langsung memahami ajaran agama pada Quran dan Hadist, serta menyeimbangkan antara naql dan aql (tertulis dan akal) adalah suatu keharusan. Haji Agus Salim hadir ditengah-tengah umat tersebut dengan membawa pandangan untuk mengembalikan keadaan umat Islam pada pemahaman konsep-konsep Islam alternatif yang patut.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apa sajakah yang melatarbelakangi pemikiran Haji Agus Salim tentang Islam? Bagaimana pemikiran Haji Agus Salim tentang Islam? Bagaimanakah upaya Haji Agus Salim dalam mewariskan gagasan Islam-nya? Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk berusaha membaca kembali sosok seorang aktor sejarah pada dimensi pemikirannya yang telah secara langsung ikut berperan dalam panggung sejarah bangasa Indonesia, terutama fenomena pemikirannya tentang Islam.
Penelitian ini menggunakan metode sejarah, yakni dengan tahapan-tahapan sebaggai berikut: Heuristik (mencari dan mengumpulkan jejak-jejak peristiwa sejarah), Kritik sumber yaitu dengan kritik ekstern dan kritik intern, Interpretasi (menghubungkan satu fakta dengan fakta lain) dan Historiografi (penulisan cerita sejarah).
Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Haji Agus Salim adalah pemikir dan intelektual Islam yang reflektif dan progresif. Dia dihadapkan pada suatu pilihan yang relatif dilematis untuk menampilkan Islam di jamannya. Kolonialisasi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, telah secara politis menciptakan jurang pemisah nilai-nilai universal Islam dengan nilai-nilai modernitas yang berkembang di Barat. Di lain pihak sikap para ulama tradisional yang kaku dan diliputi alam pikiran sempit dirasakan kurang berarti dalam mengimbangi kemajuan jaman. Haji Agus Salim merupakan sedikit dari banyak tokoh Islam yang secara strategis dapat menyinergikan Islam dengan nilai-nilai modern substantif dengan mengatakan bahwa rasionalisasi adalah Hal yang harus dilakukan, tetapi kalau tidak dibimbing oleh pengakuan tentang keberadaan naql (petunjuk yang diwahyukan) maka semua itu hanya akan mengalami kebangkrutan dunia dan akhirat.
Letak obyektifitas dan keintelektualan Haji Agus Salim sebagai sosok seorang ulama bisa dicermati dalam kajian materi yang pernah dibahas, antara lain yaitu: tentang aqidah (keyakinan), yang berisi konsep tauhid (ketuhanan), takdir (ketentuan Tuhan) dan tawakkal (berserah diri). Kedua, pemikiran yang terkait dengan dimensi syariah (hukum-hukum termaktub) yang berisi gagasan dalam sosial dan ritual. Ketiga, berkenaan dengan Ihsan (budi pekerti), yang mengandung gambaran tentang sikap, dan keutamaan-keutamaan dalam Islam yang teraplikasi. Haji Agus Salim mengunakan gaya pembahasan menggunakan analisis-dialektis ke-Islaman dan penyatuan antara akal dengan ajaran agama Islam serta diperkaya dengan wacana aktual dan dimensi historis. Demikianlah Haji Agus Salim adalah broker of ideas (pencetus ide) sekaligus bagi dua tradisi kecendikiaan yang tumbuh (Pesantren dan Barat) dan reformer (pembaharu) bagi masyarakat awam dalam memandang agama.
Haji Agus Salim sebagai tokoh intelektual Islam, dapat dikatakan telah mentranformasikan kecendikiaan ke wilayah sosial yang semakin luas, yakni kepada kaum terpelajar Islam didikan Barat yang sekuler tetapi tetap beriman. Dari “mulut” Haji Agus Salim-lah para pelajar ini mengenal Islam secara cerdas, kritikal, komprehensif dan modern. Tokoh seperti Muhammad Natsir, Muhammad Roem, Kasman Singo Dimejo, Prawoto, Jusuf Wibisono, adalah anak didik Haji Agus Salim, yang dikemudian hari (pada masa awal kemerdekaan) dikenal dengan golongan “Salimisten”. Sifat advokatif (pembelaan) terhadap umat dan ajaran Islam yang menonjol dari golongan ini bisa dikatakan sebagai cerminan dari warisan Haji Agus Salim
DAKWAH ISLAM MODERAT PERSPEKTIF HAJI AGUS SALIM
ewline"> Da’wah of moderate Islam is a da’wah concept that can be accepted by all of the public which the context adjusts for the time and the place. Haji Agus Salim, as an intellectual of Islam, has given a new color for the paradigm of Islamic thought and tried to break down the fundamentalists thoughts. The Islamic moderate thoughts can be tracked from the books that he published, also thescientific orations that he delivered in the scientific forums, including the college materials that he delivered at Cornell University of America. There are four important things that he tries to deliver in his moderate da’wah i.e. introduce Islam as a peace religion, affection and give salvation to all the human beings, introduce Muhammad SAW as a model figure, introduce AlQur’an and As-Sunnah which can be a way of life, and muamalah life by combining the values of Islam and the local culture
KIPRAH POLITIK HAJI AGUS SALIM DALAM SAREKAT ISLAM (1915-1940 M)
Haji Agus Salim dilahirkan pada tanggal 8 Oktober 1884 di Kota Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia adalah putra dari Sutan Muhammad Salim dan Siti Zainab. Haji Agus Salim berhasil menamatkan pendidikan formal di Hogere Burger School (HBS). Ia bekerja sebagai penerjemah dan pegawai konsulat Belanda di Jeddah (1906-1911), bahkan ia juga sempat berguru pada Syekh Ahmad Khatib (Imam besar Masjidil Haram) dan mendalami ajaran-ajaran tokoh-tokoh muslim pembaharu, seperti Jamaluddin Al-Afgani (1838-1897) dan Muhammad Abduh (1849-1905). Pada tahun 1915, Haji Agus Salim masuk dalam kancah pergerakan politik saat ia bergabung menjadi anggota Sarekat Islam (SI). Melalui organisasi SI, Haji Agus Salim mengemukakan gagasan dan pendapatnya. Pokok permasalahan dalam penelitian ini menitikberatkan pada sikap politik Haji Agus Salim dalam melawan kolonial Belanda ataupun sikap politik terhadap partai atau organisasi yang berbeda ideologinya, serta dampak yang ditimbulkan dengan adanya sikap politik tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan politik yaitu bahasan dan renungan atas tujuan dari kegiatan politik, cara-cara mencapai tujuan itu, kemungkinan-kemungkinan yang ditimbulkan dari situasi politik yang tertentu, serta kewajiban-kewajiban yang diakibatkan oleh tujuan politik itu. Penelitian ini menggunakan teori behavioral yaitu tindakan atau perilaku mengenai aktor yang memimpin sebuah pergerakan, latar belakang masalah yang dipimpinnya, dan interpretasi terhadap situasi dan zamannya. Salah satu tokoh behavioralisme yaitu B. F. Skinner, menjelaskan bahwa setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan-tahapan penelitian yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karir politik Haji Agus Salim dimulai dari saat ia bergabung dengan Sarekat Islam pada tahun 1915. Pada tahun 1915, ia diajak oleh pemimpin SI sendiri yaitu H.O.S Cokroaminoto. Ketika Cokroaminoto dan Abdul Muis mengundurkan diri dari anggota Volksraad (Dewan Rakyat), Haji Agus Salim menggantikan selama tiga tahun (1921-1924). Sikap tegas Haji Agus Salim di dalam Sarekat Islam untuk memutar haluan dari kooperatif menjadi non kooperatif terhadap Pemerintah Hindia Belanda, sehingga ia meninggalkan Volksraad. Kasus ini di kalangan SI disebut hijrah (politik hijrah). Selain dengan pihak Belanda, SI juga mengambil sikap non kooperatif terhadap partai atau organisasi yang berlainan ideologi. Dampak dari sikap tersebut adalah terjadi perpecahan di SI dan Haji Agus Salim menyarankan agar SI meninggalkan sikap politik non kooperatif karena tidak sesuai dengan kondisi zaman dan saran itu ditolak, sehingga Haji Agus Salim membentuk Barisan Penyadar dan mengakibatkan adanya pemecatan atas dirinya dari keanggotaan PSII
PERANAN K.H. AGUS SALIM DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN DI KOTO GADANG TAHUN 1912-1915
K.H. Agus Salim is an Indonesian national hero known as a scholar, politician, professional and journalist. Her activism can be traced from the time of the national movement to the period of defending independence. However, there is an experience that is so unique, namely when Salim fought for education in his hometown of Koto Gadang, West Sumatra. This writing uses the biographical research method of education to highlight Salim's historical role in the field of educational management. Since childhood, Agus Salim was known to be intelligent and studious. He took all of his education at the Dutch colonial school and always excelled and was fluent in many languages (polyglot). In the midst of a discriminatory colonial education system, he succeeded in establishing the private Hollandsche Inlandsche School (HIS) with the help of non-governmental organizations in 1912. He served as an advisor and teacher. Many of the school's alumni have been successfully accepted into government advanced schools, one of the reasons being that foreign language education (Dutch) is taught from an early age. Furthermore, "Studiefonds Koto Gadang" as the institution he founded helps outstanding students to get free education and continue their education. The basis of Agus Salim's contribution lies in the influence of Islamic modernism thought brought by Muhammad Abduh, that Muslims must achieve the pleasure of Allah with intellectual intelligence. Salim completes it by building awareness of nationalism and love for the motherland.K.H. Agus Salim adalah pahlawan nasional Indonesia yang dikenal sebagai seorang ulama, politisi, profesional, dan wartawan. Kiprah aktivismenya dapat dilacak sejak zaman pergerakan nasional hingga masa mempertahankan kemerdekaan. Akan tetapi terdapat sebuah pengalamannya yang begitu unik yakni ketika Salim memperjuangkan bidang pendidikan di kampung halamannya di Koto Gadang, Sumatera Barat. Penulisan ini memakai metode penelitian biografis pendidikan guna mengangkat peran historis Salim dalam bidang manajemen pendidikan. Agus Salim sejak masa kecil dikenal cerdas dan rajin belajar, ia menempuh seluruh pendidikannya di sekolah kolonial Belanda dan selalu berprestasi dan fasih banyak bahasa (polyglot). Di tengah sistem pendidikan kolonial yang diskriminatif ia berhasil mendirikan Hollandsche Inlandsche School (HIS) partikelir dengan bantuan swadaya masyarakat pada 1912. Ia menjabat sebagai penasehat dan pengajar. Para alumni sekolah itu banyak berhasil diterima pada sekolah-sekolah tingkat lanjut pemerintah, salah satu sebabnya ialah pendidikan bahasa asing (Belanda) yang diajarkan sejak dini. Lebih jauh lagi, "Studiefonds Koto Gadang" sebagai lembaga yang ia dirikan turut membantu para siswa berprestasi untuk mendapat pendidikan gratis maupun melanjutkan pendidikan. Dasar dari sumbangsih Agus Salim terletak pada pengaruh pemikirian modernisme Islam yang dibawa Muhammad Abduh, bahwa kaum Muslimin mesti mencapai ridha Allah dengan kecerdasan intelektual. Salim melengkapinya dengan membangun kesadaran nasionalisme dan cinta tanah air
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN MOTOR BEAT PADA DEALER ASTRA MOTOR AGUS SALIM SAMARINDA
ABSTRACTAnalysis of the Factors Influencing the Purchase Decision of a Beat Motor at the Astra Motor Dealer Agus Salim Samarinda. Under the guidance of Mrs. Danna Solihin, as advisor I and Mrs. Nurfitriani, as advisor II.Based on the pra survey at Astra Motor Agus Salim Samarinda dealers, it can be seen that not’all consumers who visit dealers are motivated to buy the motorbike they want, on average they are just looking at it, the dealers are’nt motivating consumers to get to know the product about the quality of the product. The research aims to examine the effect of product, price. Promotions and people on the decision to purchase a Beat Motor at the Astra Motor Agus Salim Dealer in Samarinda. With a total sample of 73 respondents consisting of consumers who have bought Beat Motor products at the Astra Motor Agus Salim Samarinda Dealer. This study uses analytical tools with multiple linear regression, correlation and determination tests as well as hypothesis testing, namely the t test and model feasibility test (F). The results showed that based on the F test or Simultaneously (together) where the variable product, price, promotion and people have a positive and significant effect on purchasing decisions. Based on the t or partial test, the product variable has a positive and significant effect on the purchase decision, the price variable has a positive and significant effect on the purchase decision, the promotion variable has a positive and significant effect on the purchase decision, while the people variable has an insignificant and positive effect on the Beat Motorbike purchase decision at an Astra Motor Dealer Agus Salim Samarinda.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR AGUS SALIM DI KOTA PEKANBARU
Pekanbaru City is a city that is actively carrying out development in various fields. The economic activity of the community and the lifestyle of the people of Pekanbaru City have also increased with the increase in industrial development in the city of Pekanbaru. As a result, the city government builds tourist attractions to attract people with different nuances, for example, the night culinary tour which was just built by the government in the city of Pekanbaru, precisely on Jalan Haji Agus Salim. However, unfortunately the development of the market is still in the development and development stage. The study was conducted to analyze the internal-external factors of the development of the Agus Salim market into a night culinary market in the city of Pekanbaru with the nuances of Malay culture typical of Riau. This research involves the method of quality and quantity, the quality method is used to describe the internal-external factors of culinary market development. After that, to formulate the strategy, the researcher used ephas-ifas calculation, SWOT quadrant determination, IE matrix and SWOT analysis. Methods of data collection is done by interviewing and filling out a questionnaire. The results show that the night culinary market of Pekanbaru City is in the second quadrant (Diversification) and based on the IE matrix is in cell 5. The formulation of a strategy that can be applied by the government to develop a typical Malay Riau night culinary market in Pekanbaru City is 1) Build a culinary tourism market that is different from the existing ones and has its own characteristics. 2) Provide complete facilities, for the convenience of the market, for traders and visitors who come. 3) The development and expansion of the market location is very much needed, to be more effective
Role of K.H. Agus Salim in Educational Management in Koto Gadang 1912-1915
K.H. Agus Salim is an Indonesian national hero known as a scholar, politician, professional and journalist. Her activism can be traced from the time of the national movement to the period of defending independence. However, there is an experience that is so unique, namely when Salim fought for education in his hometown of Koto Gadang, West Sumatra. This writing uses the biographical research method of education to highlight Salim's historical role in the field of educational management. Since childhood, Agus Salim was known to be intelligent and studious. He took all of his education at the Dutch colonial school and always excelled and was fluent in many languages (polyglot). In the midst of a discriminatory colonial education system, he succeeded in establishing the private Hollandsche Inlandsche School (HIS) with the help of non-governmental organizations in 1912. He served as an advisor and teacher. Many of the school's alumni have been successfully accepted into government advanced schools, one of the reasons being that foreign language education (Dutch) is taught from an early age. Furthermore, "Studiefonds Koto Gadang" as the institution he founded helps outstanding students to get free education and continue their education. The basis of Agus Salim's contribution lies in the influence of Islamic modernism thought brought by Muhammad Abduh, that Muslims must achieve the pleasure of Allah with intellectual intelligence. Salim completes it by building awareness of nationalism and love for the motherland
Leadership Nabi Muhammad SAW dalam perang dan damai: uraian taktik dan siasat Muhammad SAW beserta lukisan pribadi & ciri-cirinya
+176hlm.;20c
PERBAIKAN SINYAL PADA SIMPANG TIGA JALAN K.H. AGUS SALIM – KESUMA BANGSA
Simpang bersinyal bertujuan mengurangi konflik yang ada pada persimpangan jalan. Kota Samarinda merupakan kota yang memiliki penduduk yang tinggi dan memiliki jumlah kendaraan yang tinggi juga. Hal ini menyebabkan konflik pada beberapa simpang di Kota Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik, kinerja, dan waktu siklus simpang tiga jalan K.H. Agus Salim dan Kesuma Bangsa. Mengetahui hal – hal tersebut, maka dapat merencanakan solusi untuk memperbaiki kinerja pada simpang tersebut, salah satu caranya adalah dengan mengganti waktu siklus yang baru. Penelitian ini menganalisis kinerja eksisting yang ada pada simpang tersebut berdasarkan MKJI lalu merencanakan waktu siklus baru yang telah diperbaiki. Setelah dilakukan analisis, diperoleh nilai waktu serta variabel kinerja simpang yang meliputi derajat kejenuhan, panjang antrian dan waktu tundaan. Berdasarkan hasil analisa, simpang tiga jalan KH. Agus Salim dan Kesuma Bangsa memiliki 3 fase. Kinerja simpang waktu normal memiliki nilai rata – rata derajat kejenuhan 0,848, panjang antrian 207 meter dan waktu tundaan 148,7563 detik. Untuk kinerja simpang waktu puncak memiliki nilai rata – rata derajat kejenuhan 0,9337, panjang antrian 214 meter, dan waktu tundaan 160,4603 detik. Dikarenakan waktu siklus yang digunakan masih kurang ideal, maka akan dilakukan perencanaan waktu siklus yang baru. Dengan waktu siklus baru untuk waktu normal, maka terjadi perbaikan dengan nilai derajat kejenuhan 0,840, panjang antrian 71,667 meter, dan waktu tundaan 39,495 detik. Untuk waktu puncak terjadi perbaikan dengan nilai 0,890, panjang antrian 108,333 meter, dan waktu tundaan 51,957 detik
Pengaruh Pasar Johar Semarang Terhadap Kinerja Arus Lalu Lintas di Jalan K.H. Agus Salim
Kinerja jalan merupakan suatu ruas jalan yang melayani arus lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut. Namun jika ruas jalan tersebut terjadi banyak hambatan samping, maka kinerja dari ruas jalan akan mengalami penurunan. Tidak terkecuali akibat aktifitas Pasar dapat menyebabkan penurunan kemampuan suatu ruas jalan. Dalam (MKJI 1997) segmen pada jalan perkotaan harus selalu ada kemajuan secara permanen dan menerus sepanjang atau hampir seluruh jalan, baik itu pekerkembangan berupa lahan atau buatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja jalan pada ruas jalan K.H. Agus Salim Pasar Johar. Analisa dilakukan dengan menggunakan metode MKJI 1997. Data primer yang dibutuhkan yaitu volume lalu lintas, kecepatan lalu lintas, kepadatan lalu lintas dan nilai hambatan samping. Data sekunder berupa peta lokasi penelitian dan jumlah penduduk di Kota Semarang. Data yang didapat dengan nilai terbesar yaitu pada hari Senin, 1 Agustus 2022 dengan nilai maksimal volume arus lalu lintas yaitu 574, 85 smp/jam. Untuk volume terendah diperoleh pada hari Minggu yaitu 431,7 smp/jam. Hasil dari analisa aktifitas didapat frekuensi bobot kejadian yang sama yaitu 100-299 kejadian, sehingga termasuk golongan “Rendah”
- …
