50 research outputs found

    KONSTRUKSI PASANGAN CALON DALAM PILGUB JATENG 2008 OLEH MEDIA MASSA (KASUS PEMBERITAAN JAWA POS RADAR SEMARANG DAN SUARA MERDEKA)

    No full text
    Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable. Pilgub Jateng 2008 adalah pemilihan kepala daerah langsung pertama yang terjadi di Jawa Tengah. Ada lima pasangan yang mencalonkan diri sebagai gubernur-wakil gubernur. Mereka adalah Bambang Sadono-M. Adnan (Partai Golkar), Agus Soeyitno-Kholiq Arif (PKB), Sukawi Sutarip-Sudharto (Partai Demokrat-PKS), Bibit Waluyo-Rustriningsih (PDI-P) dan HM. Tamzil-Rozaq Rais (PPP-PAN). Mekanisme pemilihan langsung berakibat jarak antara pasangan calon dengan pemilih menjadi semakin dekat sehingga setiap pasangan calon dituntut untuk memanfaatkan media dalam membangun citra positif. Dalam hal ini peran media sebagai sarana komunikasi politik menjadi cukup vital. Bagi pasangan calon, media adalah sarana strategis untuk menyebarluaskan pesan politik kepada khalayak. Media sebagai salah satu sumber informasi bagi masyarakat harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik dengan berpegang pada netralitas. Namun, dalam operasionalnya media selalu dipengaruhi faktor internal dan eksternal yang membuat mereka tidak dapat sepenuhnya objektif. Media bukanlah institusi yang bebas nilai. Isi media tidaklah merefleksikan realitas yang ada namun mengkonstruksikan serangkaian fakta yang terjadi. Metode triangulasi digunakan untuk mengetahui bagaimana harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka mengkonstruksikan masing-masing pasangan calon. Juga untuk mengetahui kecenderungan pemberitaan serta politik redaksional masing-masing media. Objek penelitian yang dipilih adalah beritaberita tentang pasangan calon di harian Jawa Pos Radar Semarang dan Suara Merdeka pada halaman satu dan rubrik khusus selama 26 Maret-22 Juni 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Jawa Pos Radar Semarang berusaha responsif dengan isu-isu politik memberikan konstruksi yang favorable kepada pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais. Sebaliknya, mereka memberikan konstruksi unfavorable kepada pasangan Bambang Sadono-M. Adnan dan Sukawi Sutarip- Sudharto. Sedangkan Suara Merdeka memilih gaya pemberitaan yang aman dan tidak tendesius kepada masing-masing pasangan calon. Hasilnya, mereka cenderung mengkonstruksikan pasangan Bambang Sadono-M. Adnan, Bibit Waluyo-Rustriningsih dan HM. Tamzil-Rozaq Rais dengan bingkai yang favorable. Sedangkan pasangan Agus Soeyitno-Kholiq Arif dan Sukawi Sutarip- Sudharto dalam bingkai unfavorable

    PENGETAHUAN “PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT” PADA SISWA SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG

    No full text
    PENGETAHUAN “PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT” PADA SISWA SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG Rahman Arief Setiawan, Ellis Endang Nikmawati1, Yulia Rahmawati2 Program Studi Pendidikan Tata Boga, Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia [email protected], [email protected], [email protected] ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2011 yang salah satu sasarannya adalah institusi pendidikan. Penerapan PHBS di sekolah bertujuan untuk mewujudkan salah satu tujuan pendidikan dasar yaitu menjadikan siswa menjadi manusia yang sehat. Studi pendahuluan yang dilakukan penulis melalui wawancara kepada Kepala Sekolah dan Guru SDN Andir 01 menemukan masih adanya siswa yang belum mengetahui pentingnya PHBS, seperti jajan sembarangan, tidak sarapan dan kurangnya sarana prasarana pendukung PHBS yang mengakibatkan penerapan PHBS di sekolah menjadi kurang efektif. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengetahuan PHBS pada siswa SDN Andir 01. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Andir 01 dengan sampel siswa kelas 4 dan kelas 5 berjumlah 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (10%) responden memiliki pengetahuan PHBS pada kriteria sangat baik, (26.25%) responden pada kriteria baik, (32.50%) responden pada kriteria cukup dan (31.25%) responden pada kriteria kurang. Pengetahuan responden tentang 6 (enam) indikator PHBS berada pada kriteria cukup, yaitu mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun sebesar (52.8%), mengonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah sebesar (57.75%), olahraga yang teratur dan terukur sebesar (55%), menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan sebesar (65%), menggunakan jamban yang bersih dan sehat sebesar (62.5%), serta membuang sampah pada tempatnya sebesar (58.5%). Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa SDN Andir 01 KNOWLEDGE OF "CLEAN AND HEALTHY LIFE BEHAVIOR" IN STUDENTS OF SDN ANDIR 01 KEC. BALEENDAH, KAB. BANDUNG Rahman Arief Setiawan, Ellis Endang Nikmawati1, Yulia Rahmawati2 Study Program Of Culinary Education, Department Home Of Economic Education, Faculty Of Technology And Vocational Education, Indonesia University Of Education [email protected], [email protected], [email protected] ABSTRACT Clean and Healthy Life Behavior is a program of the Ministry of Health of the Republic Indonesia in 2011, one of the target is educational institutions. The application of Clean and Healthy Life Behavior in schools aims to realize one of the basic education goals, it is to make students become healthy human beings. The preliminary study conducted by the author through interviews with the Principal and Teachers of SDN Andir 01 found that there were still students who did not know yet the importance of Clean and Healthy Life Behavior, such as careless snacks, no breakfast and lack of Clean and Healthy Life Behavior supporting facilities at school which resulted in less effective implementation of Clean and Healthy Life Behavior in school. The purpose of this study is to find out information about the knowledge of Clean and Healthy Behavior in students of SDN Andir 01. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. The population in this study were all students of SDN Andir 01 with grade 4 and grade 5 students as sample, totaling 80 people. The results showed that as many as (10%) respondents had PHBS knowledge on very good criteria, (26.25%) respondents on good criteria, (32.50%) respondents on sufficient criteria and (31.25%) respondents on less criteria. The respondent's knowledge about 6 (six) Clean and Healthy Life Behavior indicators is in sufficient criteria, respondents' knowledge about hand washing with soap using clean water running by (52.8%), consuming healthy snacks in the school canteen by (57.75%), regular and measured sports by (55%), weigh weight and measure height every month by (65%), using clean and healthy latrines by (62.5%) and disposing of garbage in its place by (58.5%). Keywords: Knowledge, Clean and Healthy Life Behavior, Students of SDN Andir 01 1 Penulis Penanggung Jawab 2 Penulis Penanggung Jawa

    Fenomena Safari Maulid Arbain Di Kampung Nimbokrang, Kabupaten Jayapura: Studi Living Quran-Hadis

    No full text
    The commemoration of the Prophet's birthday as a culture has different forms in society. This is influenced by differences in space and culture which then makes a different way someone perceives the text. One form that can be said to be unique is the Maulid Arbain Safari which was held in Nimbokrang Village. Its implementation, which is carried out by moving from one house to another, is one of its unique features. This paper aims to look at the form of implementation, the text, and how this event is interpreted by the actors in it. This study uses the living Quran-Hadith model with qualitative research and analyses with the theory of the sociology of knowledge by Karl Mannheim. The results found from the analysis process show that there are three meanings in this event, namely the objective meaning, which refers to the typical Muslim action of the birth of the Prophet Muhammad, namely to celebrate it with prayer and learn and apply his teachings in a breath. Expressive meaning in which each person is different, for example, is interpreted as a means of increasing knowledge, a means reviving traditions, etc. The meaning of the documentary is that this celebration shows the view of the Islamic world which beliefs in the Prophet Muhammad as a great messenger and the most perfect human being

    PEMAKNAAN KATA ISLAM DALAM STATUS KEBERAGAMAAN UMAT BERAGAMA PERSPEKTIF AL-MARĀGI

    No full text
    This article discusses the meaning of term Islam in the Qur’an and its relations to the diversity of religious people statuses. In the interpretation context, this interpretation of Islam brings many opinions, which-if it is classified into two forms of understanding, namely inclusive understanding and exclusive understanding. Inclusive understanding is considered more to fight for unity, unfortunately by its rival this understanding seems too loose, and is claimed not to heed the exclusive elements that are from the beginning in the Qur’an. Exclusive understanding at this stage can cause divisions among religious communities. Therefore in this article, I want to propose an alternative understanding, which accommodates and mediates the two previous understandings, according to al-Marāghis point of view. This research is a type of qualitative research conducted with study research (literature study), with descriptive-analysis writing methods and thematic figures. Finally in this research, I found that according to al-Marāghi, Islam in the Qur’an has two different contexts of meaning, namely Islam as Religion and Islam as Sharia.AS

    PENAFSIRAN ATAS Q.S. AL-BAQARAH [2]: 109-120 PERSPEKTIF MA’NA CUM MAGHZA

    No full text
    Penelitian ini mengkaji Q.S. Al-Baqarah [2]: 109-120 sebagai objek material yang dikaji. Problem akademis yang melandasi penelitian adalah fenomena interpretasi Q.S. Al-Baqarah [2]: 120 yang mengabaikan konteks kesatuan ayat dan konteks sosio-historis ayat sehingga berdampak pada pemahaman yang simplistik dan tidak relevan baik dengan signifikansi historis masa kenabian ataupun signifikansi dinamis kontemporer. Rumusan masalah yang diajukan mencakup tiga pertanyaan. Pertama, bagaimana bentuk makna historis dari Q.S. Al-Baqarah [2]: 109-120? Kedua, bagaimana bentuk signifikansi fenomenal historis dari Q.S. Al-Baqarah [2]: 109-120? Ketiga, bagaimana bentuk signifikansi fenomenal dinamis dari Q.S. Al-Baqarah [2]: 109-120? Rumusan masalah tersebut akan dijawab dengan menggunakan teori ma’na> cum magza>. Penelitian ini berjenis penelitian pustaka yang terfokus pada analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini mencakup tiga hal, yang menjawab rumusan masalah. Pertama, makna historis ayat terkait bentuk-bentuk sikap kedengkian yang ditunjukkan kepada Nabi Muhammad berupa upaya pengkafiran umat Islam, dari upaya ini kemudian lahirlah upaya turunannya yaitu dengan mengklaim keberhakan atas surga, memonopoli kebenaran atas kelompoknya dan mengkafirkan kelompok lain, menghalangi aktifitas ibadah, menuduh bahwa Allah memiliki anak dan menuntut untuk menunjukkan bukti kebenaran dakwah Nabi Muhammad, sebagai upaya penggoyahan iman. Sikap yang ditunjukkan Al-Qur’an untuk menghadapi kedengkian itu beragam, berdasarkan bentuk kedengkian, diantaranya dengan memaafkan dan berpaling diri, melakukan salat dan zakat, dan menyebutkan sanggahan terkait kesalahan klaim dan pernyataan yang diajukan. Kedua, signifikansi fenomenal historis dapat dipahami dari kesatuan ayat yang menunjukkan kedengkian dalam bentuk upaya pengkafiran kembali sebagai problem utama. Selanjutnya kesatuan ayat menunjukkan sikap yang dirujuk sebagai solusi untuk menghadapi kedengkian tersebut, salah satunya dengan pemaafan, dan dengan meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman atas agama. Selain itu signifikansi historis ayat juga menunjukkan anjuran dakwah tanpa pemaksaan. Ketiga, signifikansi dinamis kontemporer ayat menunjukkan bahwa kedengkian merupakan suatu emosi khusus yang mengacu pada ketidaksenangan atas kebahagiaan dan pencapaian tertentu orang lain, yang mana kebahagiaan dan pencapaian orang lain tersebut diimpikannya. Solusi yang disebutkan Al-Qur’an sesuai dengan apa yang dianjurkan dalam disiplin psikologis. Bahwa pemaafan, dan peningkatan kualitas diri adalah dua upaya yang merujuk pada pengurangan emosi negatif dan sebaliknya mengembangkan emosi positif untuk kebaikan diri. Di samping itu, Al-Qur’an juga menganjurkan dakwah dengan tanpa paksaan, yang menunjukkan komitmen Islam terkait kebebasan beragama, dan lebih mengutamakan dakwah dengan penyampaian persuasif. Pengkomunikasian dakwah yang efektif bergantung pada kesesuaian kemasan dakwah dengan karakter sasaran dan klasifikasi sosial dan budaya, yang mana hal ini dapat dianalisis melalui pendekatan sosiologi dan psikologi dakwah. Model ini pada dasarnya dapat diterapkan dalam pola komunikasi sehari-hari

    During Covid-19 Listed On Idx

    No full text
    The COVID-19 virus threatens the safety of the public so the government takes the policy of PSBB or the policy of Large Scale Social Restriction that suppresses the Indonesian economy. Indonesia’s economic growth at the time of the COVID-19 pandemic underwent contractions that led to economic growth of only 2.07% from the average before COVID-19 above 5.00%. The performance of the Nasional Banking sector which is the pillar of the economy in Indonesia also affected the covid-19 pandemic. The general bank’s profitability statistics-ROA statistics released by the financial service authority during the COVID-19 pandemic experienced a significant decline, The average profitability of ROA before the COVID-19 pandemic of 2.5% down to 1.5% during the COVID-19 pandemic. Researchers compared the performance of national banking in this case the public bank over several independent variables against dependent variables before and during the covid-19 pandemic. The purpose of the research is: 1. To find out the influence of Non-Performing Loan (NPL) on profitability on national banking before and during the COVID-19 pandemic, 2. To find out the influence of Debt To Equity Ratio (DER) on the profitability of national banking before and during the COVID-19 pandemic, 3. To find out the influence of asset growth on profitability in national banking before and during the COVID-19 pandemic, 4. To find out the influence of Non-Performing Loan (NPL), Debt-to debt-equity ratio (DER), and asset growth simultaneously on profitability in national banking before and during the COVID-19 pandemic. The method used in this study is quantitative with secondary data sources

    Strategi Gerilya Raden Intan II Melawan Belanda di Lampung 1850-1856

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk menganalisa tentang strategi gerilya yang diterapkan oleh Raden Intan II dalam melawan kuasa Belanda di Lampung pada 1850-1856 dengan menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini didorongoleh tiga faktor utama: pemanfaatan kondisi geografis Lampung (Gunung Rajabasa), keunggulan persenjataan Belanda, dan pembelajaran dari pengalaman para pendahulunya. Perlawanan ini berpusat di Gunung Rajabasa dengan benteng-benteng yang kokoh seperti Katimbang, Bendulu, Hawi Berak, dan Galah Sintok. Perlawanan ini berakhir akibat pengkhianatan Raden Ngarapat yang menjebak Raden Intan II untuk keluar dari daerah gerilyanya hingga kemudian dibunuh. Perlawanan Raden Intan II memberikan dampak signifikan terhadap kekuasaan Belanda di Lampung. Selama masa perlawanan Belanda tidak mampu sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. Namun, setelah perlawanan Belanda dapat memperkokoh kekuasannya di Lampung. Bagi masyarakat Lampung kekalahan ini menandai runtuhnya kekuasaan marga dan hilangnya para pemimpin perjuangan.Artikel ini menganalisis strategi gerilya yang diterapkan oleh Raden Intan II dalam melawan Belanda (1850-1856), menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini didorong oleh tiga faktor utama: pemanfaatan kondisi geografis Gunung Rajabasa, keunggulan persenjataan Belanda, serta pembelajaran dari pengalaman para pendahulunya. Perlawanan Gerilya Raden Intan II berpusat di gunung Rajabasa dengan benteng-benteng yang kokoh, diantaranya benteng Katimbang, Bendulu, Hawi Berak, dan Galah Sintok. Perlawanan gerilya ini berakhir akibat pengkhianatan Raden Ngarapat yang menjebak Raden Intan II untuk keluar dari gerilyanya hingga kemudian dibunuh. Perlawanan Raden Intan II memberikan dampak signifikan terhadap kekuasaan Belanda di Lampung. Selama masa perlawanan (1850–1856), Belanda tidak mampu sepenuhnya menguasai wilayah tersebut. Namun, setelah perlawanan ini berakhir, Belanda berhasil memperkokoh dominasinya di Lampung. Bagi masyarakat Lampung, kekalahan ini juga menandai runtuhnya kekuasaan marga serta hilangnya para pemimpin perjuangan

    Mesin Nasi Goreng Otomatis Menggunakan Metode PID Berbasis Arduino Mega 2560

    No full text
    Dengan adanya perkembanganoteknologi pada masa ini, banyak peralatanoyang dirancang untuk memberi kemudahan bagi masyarakat salah satunya adalah teknologi pengolahan makanan. Salah satu makanan yang sering di makan masyarakat Indonesia adalah nasi goreng, Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem mesin nasi goreng otomatis menggunakan metode PID menggunakan Arduino Mega 2560, Dalam penelitian ini berhasil membangun dan menerapkan metode PID untuk menemukan sistem pemasakan dan suhu ideal memasak nasi yang menghasil kan nilai eror 2,59%, 4,68% dan 6,21% dengan nilai rata-rata nilai eror

    Mesin Nasi Goreng Otomatis Menggunakan Metode PID Berbasis Arduino Mega 2560

    No full text
    Dengan adanya perkembanganoteknologi pada masa ini, banyak peralatanoyang dirancang untuk memberi kemudahan bagi masyarakat salah satunya adalah teknologi pengolahan makanan. Salah satu makanan yang sering di makan masyarakat Indonesia adalah nasi goreng, Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem mesin nasi goreng otomatis menggunakan metode PID menggunakan Arduino Mega 2560, Dalam penelitian ini berhasil membangun dan menerapkan metode PID untuk menemukan sistem pemasakan dan suhu ideal memasak nasi yang menghasil kan nilai eror 2,59%, 4,68% dan 6,21% dengan nilai rata-rata nilai eror
    corecore