JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
Sistem Internet of Things pada Alat Ukur Kualitas Air PDAM
Air merupakan kebutuhan primer manusia, sehingga kualitas air yang digunakan harus diperhatikan. Khususnya pada pengolahan air PDAM, setiap proses harus diukur kualitas airnya. Saat ini proses pengukuran kualitas air masih masih dicatat dan diolah secara manual. Oleh karena itu, diperlukan sistem internet of things untuk menampilkan hasil pengukuran kualitas air PDAM dalam satu tempat untuk pengukuran suhu, pH, TDS, kadar garam, dan kekeruhan air. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem internet of things untuk pengukuran kualitas air dari beberapa parameter, sehingga data hasil pengukuran dapat secara otomatis dikirimkan ke penerima melalui internet. Sistem kerja alat ini adalah hasil pengukuran kualitas air menggunakan sensor akan dikirim ke mikrokontroller dan ditampilkan lewat website. Mikrokontroller tersebut menggunakan ESP32. Sistem dibuat berbasis IoT, sehingga pengecekan data dapat dilihat dimana saja. Oleh karena itu, dengan penelitian ini diharapkan sistem pengukuran kualitas air PDAM dapat lebih cepat dan terukur.Air merupakan kebutuhan primer manusia, sehingga kualitas air yang digunakan harus diperhatikan. Khususnya pada pengolahan air PDAM, setiap proses harus diukur kualitas airnya. Saat ini proses pengukuran kualitas air masih masih dicatat dan diolah secara manual. Oleh karena itu, diperlukan sistem internet of things untuk menampilkan hasil pengukuran kualitas air PDAM dalam satu tempat untuk pengukuran suhu, pH, TDS, kadar garam, dan kekeruhan air. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem internet of things untuk pengukuran kualitas air dari beberapa parameter, sehingga data hasil pengukuran dapat secara otomatis dikirimkan ke penerima melalui internet. Sistem kerja alat ini adalah hasil pengukuran kualitas air menggunakan sensor akan dikirim ke mikrokontroller dan ditampilkan lewat website. Mikrokontroller tersebut menggunakan ESP32. Sistem dibuat berbasis IoT, sehingga pengecekan data dapat dilihat dimana saja. Oleh karena itu, dengan penelitian ini diharapkan sistem pengukuran kualitas air PDAM dapat lebih cepat dan terukur
RANCANG BANGUN COVER LAMPU CABIN KENDARAAN TOYOTA AVANZA MENGGUNAKAN KOMPOSIT SERAT PANDANUS TECTORIUS DENGAN MATRIKS EPOXY
The use of plastic must be reduced immediately because it causes environmental problems and losses. Plastic contains dangerous particles, as it is known that when burned it can produce toxic gases. Plastic is a light material, so its use in vehicles can reduce vehicle weight. This weight reduction can improve fuel efficiency. Even though there are advantages to using plastic, it is important to remember that using plastic also causes environmental pollution problems. A substitute for plastic that is easily decomposed is biocomposite. The biocomposite here is a combination of Pandanus Tectorius fiber with an epoxy matrix. Then make a cabin light cover. This research provides positive results regarding the use of natural fiber composites in the automotive industry. Pandanus Tectorius fiber composite cabin light covers with an epoxy matrix have the potential to replace conventional cabin light covers because the raw material is made from natural fiber, which is likely to reduce environmental pollution problems and has good strength and heat conductivity.Penggunaan plastik harus segera dikurangi karena membawa dampak masalah dan kerugian lingkungan. Plastik mengandung partikel berbahaya, seperti yang diketahui apabila dibakar dapat menghasilkan gas yang sifatnya beracun. Plastik adalah material yang ringan, sehingga penggunaannya dalam kendaraan dapat mengurangi berat kendaraan. Penurunan berat ini dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar. Meskipun terdapat keuntungan dari penggunaan plastik, perlu diingat bahwa penggunaan plastik juga menimbulkan masalah pencemaran lingkungan. Bahan pengganti plastik yang mudah terurai adalah biokomposit. Biokomposit disini ialah dari perpaduan serat Pandanus Tectorius dengan matriks epoxy. Lalu dibuatlah cover lampu cabin. Penelitian ini memberikan hasil yang positif terhadap penggunaan komposit serat alam dalam industri otomotif. Cover lampu kabin komposit serat Pandanus Tectorius dengan matriks epoxy memiliki potensi untuk menggantikan cover lampu cabin konvensional karena bahan bakunya dari serat alami kemungkinan besar dapat mengurangi masalah pencemaran lingkungan dan memiliki kekuatan serta konduktivitas panas yang baik
ANALISA SIFAT MEKANIK MATERIAL KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT AMPAS TEBU BERMATRIKS EPOXY BERDASARKAN VARIASI KONSENTRASI NaOH PADA PROSES ALKALISASI SERAT
Material innovations that are more environmentally friendly continue to be created in this era. Natural fiber composite materials continue to be researched and developed as alternative materials to synthetic fiber plastics, due to their strong, lightweight and environmentally friendly properties compared to synthetic fiber plastics. In this study, the composite material consists of epoxy resin as the matrix and bagasse fiber as the reinforcement. This study was conducted to determine the mechanical properties of epoxy matrix bagasse fiber reinforced composites with unidirectional fiber orientation using the hand lay-up method based on variations in 7%, 11% and 15% NaOH concentrations in the fiber alkalization process. Analysis of mechanical properties carried out is reviewed from ASTM D790 standard bending testing and ASTM D638-01 standard tensile testing. The results of bending test data obtained, namely the highest bending strength is located at 15% NaOH concentration with an average value of 98,58 N/mm2 and the lowest bending strength is located at 7% NaOH concentration with an average value of 88,99 N/mm2. As for the results of tensile testing data obtained, the highest tensile stress is located at 15% NaOH concentration with an average value of 51,36 N/mm2 and the lowest tensile stress is located at 7% NaOH concentration with an average value of 41,33 N/mm2. From the results of bending and tensile testing, it is concluded that the higher the NaOH concentration in the fiber alkalization process, the more the mechanical strength value of each specimen increases.Inovasi material yang lebih ramah bagi lingkungan terus diciptakan pada era ini. Material komposit serat alam terus diteliti dan dikembangkan sebagai material alternatif pengganti plastik berserat sintetis, karena sifat-sifatnya yang kuat, ringan dan ramah lingkungan dibandingkan plastik berserat sintetis. Dalam penelitian ini, bahan pembentuk material komposit terdiri dari resin epoxy sebagai matriks dan serat ampas tebu sebagai penguatnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik dari komposit berpenguat serat ampas tebu bermatriks epoxy dengan orientasi serat searah menggunakan metode hand lay-up berdasarkan variasi konsentrasi NaOH 7%, 11% dan 15% pada proses alkalisasi serat. Analisa sifat mekanik yang dilakukan ditinjau dari pengujian bending standar ASTM D790 dan pengujian tarik standar ASTM D638-01. Hasil data pengujian bending yang diperoleh, yaitu kekuatan bending tertinggi terletak pada konsentrasi NaOH 15% dengan nilai rata – rata sebesar 98,58 N/mm2 dan kekuatan bending terendah terletak pada konsentrasi NaOH 7% dengan nilai rata – rata sebesar 88,99 N/mm2. Sedangkan untuk hasil data pengujian tarik yang diperoleh, yaitu tegangan tarik tertinggi terletak pada konsentrasi NaOH 15% dengan nilai rata–rata sebesar 51,36 N/mm2 dan tegangan tarik terendah terletak pada konsentrasi NaOH 7% dengan nilai rata – rata sebesar 41,33 N/mm2. Dari hasil pengujian bending dan tarik diperoleh kesimpulan bahwa semakin tinggi konsentrasi NaOH pada proses alkalisasi serat maka nilai kekuatan mekanik dari masing-masing spesimen semakin meningkat
Analisa Sifat Mekanik Komposit Hybrid Serat Daun Nanas Dan Serat Sabut Kelapa Dengan Menggunakan Matriks Epoxy
Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat.Komposit merupakan material yang terdiri dari satu atau beberapa serat serta matriks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan fraksi volume antara serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy terhadap sifat mekanik komposit yang ditinjau dari pengujian tarik.Pencetakan komposit dilakukan dengan mencampurkan serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy, serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15% : 70% resin epoxy , serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : 70% resin epoxy, dengan susunan serat acak menggunakan metode hand lay up. Analisa sifat mekanik dari pengujian tarik berstandarkan ASTM D638 TYPE 1. Dari hasil data pengujian tarik diperoleh nilai kekuatan tegangan tarik dan regangan tarik terbesar terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 20% : serat sabut kelapa 10% : 70% resin epoxy dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata-rata sebesar 34,61 N/mm2 dan kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,71% , sedangkan untuk nilai kekuatan tegangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 10% : serat sabut kelapa 20% : resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan tegangan tarik rata – rata sebesar dan untuk nilai regangan tarik terendah terletak pada variasi fraksi volume serat daun nanas 15%: serat sabut kelapa 15%: resin epoxy 70% dengan nilai kekuatan regangan tarik rata-rata sebesar 1,36%. Berdasarkan data pengujian tarik tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak persentase serat daun nanas pada komposit hybrid serat daun nanas dan serat sabut kelapa bermatriks epoxy maka kekuatan tarik dan bendingnya semakin meningkat
Analisa Kekuatan Mekanik Komposit Serat Ampas Melalui Uji Compression Testing
Komposit adalah material yang terdiri dari dua atau lebih komponen dengan sifat mekanik berbeda, yaitu resin sebagai matriks dan serat sebagai penguat. Penelitian ini menggunakan serat alam dari ampas tebu (bagasse sugarcane) yang biodegradableKomposit dibuat dengan metode Hand Lay Up menggunakan resin epoxy dan polyester dengan perbandingan serat-resin 25:75, dan serat direndam larutan NaOH 5% selama 60 menit. Pengujian dilakukan melalui simulasi Compression Testing sesuai standar ASTM D695-96 menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil uji specimen Compression Testing menunjukkan bahwa komposit dengan resin epoxy memiliki kekuatan tertinggi dengan nilai Maximum Compressive Load 10.673,486 N dan Compressive Stress 66,176 MPa.Komposit adalah material yang terdiri dari dua atau lebih komponen dengan sifat mekanik berbeda, yaitu resin sebagai matriks dan serat sebagai penguat. Penelitian ini menggunakan serat alam dari ampas tebu (bagasse sugarcane) yang biodegradableKomposit dibuat dengan metode Hand Lay Up menggunakan resin epoxy dan polyester dengan perbandingan serat-resin 25:75, dan serat direndam larutan NaOH 5% selama 60 menit. Pengujian dilakukan melalui simulasi Compression Testing sesuai standar ASTM D695-96 menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil uji specimen Compression Testing menunjukkan bahwa komposit dengan resin epoxy memiliki kekuatan tertinggi dengan nilai Maximum Compressive Load 10.673,486 N dan Compressive Stress 66,176 MPa
ANALISIS PENGUJIAN BENDING KOMPOSIT SERAT SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) DENGAN MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN COVER INTAKE MANIFOLD
Composites are formed from a combination of fiber and matrix. Fiber functions as a reinforcing material that makes up the composite. The matrix functions to bind the fibers. Composites are useful as alternative materials such as iron, steel, metal and ceramic because they have advantages including biodegradability and corrosion resistance, making composites a potential new material to be developed. This research focuses on analyzing coconut fiber composites with a polyester resin matrix with varying fiber volume fractions of 30%, 35% and 40% using the hand lay-up method to determine the mechanical properties through the ASTM D790 Bending test. The highest average bending strength value is 65.32 N/mm^2, namely at a coconut fiber volume fraction of 40%. The best results from benchmark bending testing in making Intake Manifold Cover products to minimize the use of plastic materials in vehicle components.Komposit terbentuk dari kombinasi antara serat dan matriks. Serat berfungsi sebagai material penguat yang menyusun komposit. Matriks berfungsi untuk mengikat serat.. Komposit berguna sebagai bahan alternatif pengganti seperti material besi, baja, logam, dan keramik karena memiliki keunggulan antara lain biodegradabble dan ketahanan terhadap korosi sehingga menjadikan komposit sebagai salah satu material baru yang potensial untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini berfokus menganalisis komposit serat sabut kelapa matriks resin polyester dengan variasi fraksi volume serat 30%, 35% dan 40% menggunakan metode hand lay-up untuk mengetahui sifat mekanik melalui pengujian Bending ASTM D790. Nilai kekuatan Bending rata-rata terbesar adalah 65,32 yaitu pada fraksi volume serat sabut kelapa 40%. Hasil terbaik dari pengujian Bending acuan dalam pembuatan produk Cover Intake Manifold untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik pada komponen kendaraan
Analisis Ketahanan Panas Komposit Serat Sabut Buah Kelapa Bermatriks Epoxy Menggunakan Pengujian Thermogravimetric Analysis
lainnya seperti besi, plastic, logam, dan kramik karena memiliki beberapa keunggulan antara lain dari kontruksinya lebih ringan, kuat, dapat diuraikan secar alami, dan tidak terpengaruhi oleh korisi maka dari itu komposit dapat menjadi salah satu pilihan material baru yang layak untuk dikembangkan lagi. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorai terhadap komposit yang terdiri dari serat alam sabut buah kelapa dan menggunkan matruks epoxy. Pada penelitian ini, mengunakan metode Vacuum Infusion dengan variasi fraksi volume serat 10%, 30% dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui ketahanan panas dari komposit tersebut. Untuk mengetahui stabilitas termal akan dilakukan pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA) pada spesimen komposit yang telah dibuat. Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (10:90) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 354,90°C dan menghasilkan 13,3650% residu. Untuk hasil analisis DSC komposit variasi (50:50) merupakan komposisi terbaik berdasarkan sifat termal yang dihasilkan, yakni memiliki temperatur leleh sebesar 375,50°C.lainnya seperti besi, plastic, logam, dan kramik karena memiliki beberapa keunggulan antara lain dari kontruksinya lebih ringan, kuat, dapat diuraikan secar alami, dan tidak terpengaruhi oleh korisi maka dari itu komposit dapat menjadi salah satu pilihan material baru yang layak untuk dikembangkan lagi. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorai terhadap komposit yang terdiri dari serat alam sabut buah kelapa dan menggunkan matruks epoxy. Pada penelitian ini, mengunakan metode Vacuum Infusion dengan variasi fraksi volume serat 10%, 30% dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui ketahanan panas dari komposit tersebut. Untuk mengetahui stabilitas termal akan dilakukan pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA) pada spesimen komposit yang telah dibuat. Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (10:90) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 354,90°C dan menghasilkan 13,3650% residu. Untuk hasil analisis DSC komposit variasi (50:50) merupakan komposisi terbaik berdasarkan sifat termal yang dihasilkan, yakni memiliki temperatur leleh sebesar 375,50°C
Analisis Stabilitas Termal Komposit Serat Ampas Tebu Matriks Polyester Dengan Pengujian Thermogravimetric Analysis
Komposit merupakan salah satu jenis material baru yang terbentuk dari dua kombinasi material, yaitu serat dan matriks. Komposit dapat digunakan menjadi alternatif pengganti material seperti plastik, karena memiliki konstruksi yang ringan, kuat, tidak terpengaruh oleh korosi, dan dapat diuraikan secara alami sehingga komposit dapat menjadi salah satu material baru yang layak untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorasi terhadap komposit yang terdiri dari serat alam ampas tebu dan matriks resin polyester. Spesimen komposit dibuat menggunakan metode vacuum infusion dengan variasi fraksi volume serat 25%, 40%, dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui perubahan massa dan temperatur leleh dari spesimen komposit melalui pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (40:60) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 369,41°C dan menghasilkan 9,8006% residuKomposit merupakan salah satu jenis material baru yang terbentuk dari dua kombinasi material, yaitu serat dan matriks. Komposit dapat digunakan menjadi alternatif pengganti material seperti plastik, karena memiliki konstruksi yang ringan, kuat, tidak terpengaruh oleh korosi, dan dapat diuraikan secara alami sehingga komposit dapat menjadi salah satu material baru yang layak untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini, akan dilakukan eksplorasi terhadap komposit yang terdiri dari serat alam ampas tebu dan matriks resin polyester. Spesimen komposit dibuat menggunakan metode vacuum infusion dengan variasi fraksi volume serat 25%, 40%, dan 50% yang bertujuan untuk mengetahui perubahan massa dan temperatur leleh dari spesimen komposit melalui pengujian Thermogravimetric Analysis (TGA). Hasil dari pengujian TGA menyatakan bahwa variasi (40:60) menjadi komposisi terbaik berdasarkan temperatur awal terdegradasi, yakni sebesar 369,41°C dan menghasilkan 9,8006% resid
Analisis Pengujian Bending Komposit Serat Sabut Kelapa (Cocos Nucifera) Dengan Matriks Polyester Sebagai Bahan Cover Intake Manifold
Komposit terbentuk dari kombinasi antara serat dan matriks. Serat berfungsi sebagai material penguat yang menyusun komposit. Matriks berfungsi untuk mengikat serat.. Komposit berguna sebagai bahan alternatif pengganti seperti material besi, baja, logam, dan keramik karena memiliki keunggulan antara lain biodegradabble dan ketahanan terhadap korosi sehingga menjadikan komposit sebagai salah satu material baru yang potensial untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini berfokus menganalisis komposit serat sabut kelapa matriks resin polyester dengan variasi fraksi volume serat 30%, 35% dan 40% menggunakan metode hand lay-up untuk mengetahui sifat mekanik melalui pengujian Bending ASTM D790. Nilai kekuatan Bending rata-rata terbesar adalah 65,32 yaitu pada fraksi volume serat sabut kelapa 40%. Hasil terbaik dari pengujian Bending acuan dalam pembuatan produk Cover Intake Manifold untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik pada komponen kendaraanKomposit terbentuk dari kombinasi antara serat dan matriks. Serat berfungsi sebagai material penguat yang menyusun komposit. Matriks berfungsi untuk mengikat serat.. Komposit berguna sebagai bahan alternatif pengganti seperti material besi, baja, logam, dan keramik karena memiliki keunggulan antara lain biodegradabble dan ketahanan terhadap korosi sehingga menjadikan komposit sebagai salah satu material baru yang potensial untuk dikembangkan. Dalam penelitian ini berfokus menganalisis komposit serat sabut kelapa matriks resin polyester dengan variasi fraksi volume serat 30%, 35% dan 40% menggunakan metode hand lay-up untuk mengetahui sifat mekanik melalui pengujian Bending ASTM D790. Nilai kekuatan Bending rata-rata terbesar adalah 65,32 yaitu pada fraksi volume serat sabut kelapa 40%. Hasil terbaik dari pengujian Bending acuan dalam pembuatan produk Cover Intake Manifold untuk meminimalisir penggunaan bahan plastik pada komponen kendaraa
A Implementasi Fuzzy Logic Pada Kendali Robot E-Puck Wall Following: Implementasi Metode Mamdani pada Fuzzy Logic Controller untuk Navigasi Robot e-puck Mengikuti Dinding
This research discusses the implementation of a Fuzzy Logic Controller (FLC) on an e-puck robot for wall following navigation. The goal is to develop an efficient and adaptive control system for robot navigation in complex environments. The method used includes designing an FLC with three inputs from ultrasonic sensors (ps5, ps6, ps7) and two outputs to control the left and right motor speeds. The fuzzy inference system uses the Mamdani method with a fuzzification process, inference based on rule base, and defuzzification using Mean of Maximal (MOM). Tests were carried out in a maze arena to evaluate the robot's performance in following walls. The results show that the FLC implementation succeeded in controlling the movement of the e-puck robot well, as indicated by a decrease in sensor reading error and motor speed stability over time. Analysis of GPS coordinate graphs also shows the robot's ability to navigate complex environments. In conclusion, the fuzzy logic approach is proven to be effective in handling uncertainty and providing adaptive control for wall following tasks in e-puck robots.Penelitian ini membahas implementasi Fuzzy Logic Controller (FLC) pada robot e-puck untuk navigasi wall following. Tujuannya adalah mengembangkan sistem kontrol yang efisien dan adaptif untuk navigasi robot di lingkungan yang kompleks. Metode yang digunakan meliputi perancangan FLC dengan tiga input dari sensor ultrasonik (ps5, ps6, ps7) dan dua output untuk mengontrol kecepatan motor kiri dan kanan. Sistem inferensi fuzzy menggunakan metode Mamdani dengan proses fuzzifikasi, inferensi berdasarkan rule base, dan defuzzifikasi menggunakan Mean of Maximal (MOM). Pengujian dilakukan dalam arena labirin untuk mengevaluasi kinerja robot dalam mengikuti dinding. Hasil menunjukkan bahwa implementasi FLC berhasil mengontrol pergerakan robot e-puck dengan baik, ditunjukkan oleh penurunan error pembacaan sensor dan stabilitas kecepatan motor seiring waktu. Analisis grafik koordinat GPS juga memperlihatkan kemampuan robot dalam menavigasi lingkungan kompleks. Kesimpulannya, pendekatan fuzzy logic terbukti efektif dalam menangani ketidakpastian dan memberikan kontrol yang adaptif untuk tugas wall following pada robot e-puck.