JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
Perencanaan Perawatan Mesin Penghasil Biogas dari Sampah Organik Kapasitas 200 liter menggunakan Metode ISMO
Penggunaan energi alternatif merupakan suatu solusi mengatasi masalah keterbatasan energi fosil yang tersedia. Energi alternatif ini diharapkan menjadi sumber baru energi alamiah seperti: energi tenaga surya, energi tenaga angin, biogas, dan sebagainya. Biogas adalah salah satu bentuk dari energi alterrnatif berupa gas yang mudah sekali terbakar atau (flammable) yang dihasilkan dari sebuah proses penguraian jasad renik oleh bakteri anaerob atau bakteri yang mampu hidup dengan kondisi kedap udara. Mesin penghasil biogas sampah organik merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah pembuatan biogas dengan berbagai macam proses penguraian. Agar mesin penghasil biogas dapat selalu berfungsi baik dan dalam keadaan siap pakai, maka diperlukan adanya suatu perencanaan perawatan pada alat tersebut. Didalam melakukan perencanaan perawatan mesin penghasil biogas sampah organik perlu dilakukan Langkah-langkah pekerjaan dengan menggunakan metode ISMO, yaitu: identifikasi kegiatan perawatan dan penjadwalan suatu kegiatan perawatan. Perawatan suatu mesin merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan merawat keawetan mesin. Fungsinya agar mesin bisa beropasi dengan baik dan lancar saat digunakan, mesin dapat berumur panjang, serta mesin tidak cepat terjadi overhaul dan dapat meminimalisasi biaya perawatan sesedikit mungkin. Dari hasil penelitian dengan metode tersebut, didapatkan bahwa mesin biogas sampah organik kapasitas 200 liter diperlukan 9 kali inspection, 6 kali small repair serta 2 kali medium repair.Penggunaan energi alternatif merupakan suatu solusi mengatasi masalah keterbatasan energi fosil yang tersedia. Energi alternatif ini diharapkan menjadi sumber energi yang dihasilkan dari sumber daya energi alamiah seperti: energi tenaga surya, energi tenaga angin, biogas, dan sebagainya. Biogas adalah salah satu bentuk dari energi alterrnatif berupa gas yang mudah terbakar atau (flammable) yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik oleh bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara (bakteri anaerob). Mesin penghasil biogas sampah organik merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah pembuatan biogas dengan berbagai macam proses penguraian. Agar mesin penghasil biogas tetap dapat berfungsi dengan baik dan dalam kondisi siap pakai,maka perlu adanya tindakan perencanaan perawatan pada peralatan tersebut. Dalam perencanaan perawatan mesin penghasil biogas sampah organik diperlukan beberapa langkah pekerjaan berdasarkan metode ISMO, yaitu berupa: mengidentifikasi kegiatan perawatan dan penjadwalan perawatan. Perawatan mesin merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan merawat keawetan mesin. Fungsinya agar mesin bisa beropasi dengan baik dan lancar saat digunakan, mesin dapat berumur panjang, serta tidak mengalami overhaul terlalu dini dan untuk menekan biaya perawatan seminimum mungkin. Dari hasil penelitian dengan metode tersebut, didapatkan bahwa mesin biogas sampah organik kapasitas 200 liter diperlukan sembilan kali inspection, enam kali small repair dan dua kali medium repair
Real-time Monitoring and Optimization of Microgreen Cultivation dengan sistem modular berbasis IoT dan Machine Learning
Indonesia dikenal sebagai negara yang agraris dengan memiliki luas lahan potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya. Peningkatan kebutuhan pangan sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertumbuhan penduduk. Adanya permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan konsep budidaya baru yaitu Microgreens. Microgreens merupakan biji yang ditanam dan dipanen sebelum daun aslinya tumbuh. Microgreens secara umum dapat dipanen pada umur 5 hari setelah perkecambahan saat daun lembaga nya terbuka dan mulai tumbuh daun pertama secara penuh. Dalam mengatasi masalah ini, peneliti membuat sebuah alat dengan judul “Perancangan Monitoring dan Controlling Microgreens Cultivation Dengan Modular System”. Sistem dirancang lebih fleksibel dengan menambahkan Modular System. Modular System merupakan sebuah tempat / box di dalamnya terdapat beberapa aktuator yang digunakan sebagai media untuk pertumbuhan bibit tanaman microgreens. Dengan Microgreens Cultivation Dengan Modular System, dapat terhubung dengan smartphone karena menggunakan real-time database dari google yaitu firebase. Pertumbuhan tanaman microgreens dapat diamati dan dikontrol secara manual ataupun otomatis. Microgreens Cultivation dengan Modular System dapat digunakan untuk menanam 1 jenis tanaman microgreens yaitu kacang hijau dan terdapat sistem kontrol penyinaran dan penyiraman. Masing masing sistem kontrol memliki 4 parameter. Dari hasil pengujian, Microgreens Cultivation dengan Modular System dapat dikontrol secara manual maupun otomatis dari jarak jauh maupun dekat menggunakan smartphoneIndonesia dikenal sebagai negara yang agraris dengan memiliki luas lahan potensial untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakatnya. Peningkatan kebutuhan pangan sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertumbuhan penduduk. Adanya permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan konsep budidaya baru yaitu Microgreens. Microgreens merupakan biji yang ditanam dan dipanen sebelum daun aslinya tumbuh. Microgreens secara umum dapat dipanen pada umur 5 hari setelah perkecambahan saat daun lembaga nya terbuka dan mulai tumbuh daun pertama secara penuh. Dalam mengatasi masalah ini, peneliti membuat sebuah alat dengan judul “Perancangan Monitoring dan Controlling Microgreens Cultivation Dengan Modular System”. Sistem dirancang lebih fleksibel dengan menambahkan Modular System. Modular System merupakan sebuah tempat / box di dalamnya terdapat beberapa aktuator yang digunakan sebagai media untuk pertumbuhan bibit tanaman microgreens. Dengan Microgreens Cultivation Dengan Modular System, dapat terhubung dengan smartphone karena menggunakan real-time database dari google yaitu firebase. Pertumbuhan tanaman microgreens dapat diamati dan dikontrol secara manual ataupun otomatis. Microgreens Cultivation dengan Modular System dapat digunakan untuk menanam 1 jenis tanaman microgreens yaitu kacang hijau dan terdapat sistem kontrol penyinaran dan penyiraman. Masing masing sistem kontrol memliki 4 parameter. Dari hasil pengujian, Microgreens Cultivation dengan Modular System dapat dikontrol secara manual maupun otomatis dari jarak jauh maupun dekat menggunakan smartphon
Kajian Efisiensi Penggunaan Energi Pada Gedung Politeknik Negeri Madiun Kampus I
Suatu bangunan atau gedung baik instansi, lembaga dan industri sudah pasti memanfaatkan energi listrik sebagai penunjang operasional. Dalam pemanfaatan energi listrik telah dibuat regulasi atau persyaratan yang harus dipenuhi seperti, menyesuaikan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Namun fakta di lapangan, masih ada beberapa bangunan dan gedung yang belum memenuhi standar dan persyaratan sistem kelistrikan. Disisi lain, suatu gedung atau bangunan juga harus memperhatikan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang menentukan efisiensi penggunaan energi. Maka dari itu penulis mempunyai keinginan membuat penelitian seputar standarisasi, efisiensi penggunaan energi terhadap seluruh gedung Politeknik Negeri Madiun Kampus I, dengan metode penelitian audit energi. Penelitian ini juga bertujuan sebagai laporan Tugas Akhir dengan judul “Kajian Efisiensi Penggunaan Energi Pada Gedung Politeknik Negeri Madiun Kampus I”. Sehingga laporan penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi apabila terdapat aspek yang belum terpenuhi dalam pemanfaatan energi listrik.Suatu bangunan atau gedung baik instansi, lembaga dan industri sudah pasti memanfaatkan energi listrik sebagai penunjang operasional. Dalam pemanfaatan energi listrik telah dibuat regulasi atau persyaratan yang harus dipenuhi seperti, menyesuaikan Standar Nasional Indonesia (SNI), dan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Namun fakta di lapangan, masih ada beberapa bangunan dan gedung yang belum memenuhi standar dan persyaratan sistem kelistrikan. Disisi lain, suatu gedung atau bangunan juga harus memperhatikan Intensitas Konsumsi Energi (IKE) yang menentukan efisiensi penggunaan energi. Maka dari itu penulis mempunyai keinginan membuat penelitian seputar standarisasi, efisiensi penggunaan energi terhadap seluruh gedung Politeknik Negeri Madiun Kampus I, dengan metode penelitian audit energi. Penelitian ini juga bertujuan sebagai laporan Tugas Akhir dengan judul “Kajian Efisiensi Penggunaan Energi Pada Gedung Politeknik Negeri Madiun Kampus I”. Sehingga laporan penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi apabila terdapat aspek yang belum terpenuhi dalam pemanfaatan energi listrik
Rancang Bangun Alat Perotasi Panel Surya Dua Sumbu Berbasis Arduino
Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan sistem penggerak dua sumbu pada panel surya dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi penyerapan energi surya. Sistem ini terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino UNO yang berfungsi sebagai pusat pengendali, yang dilengkapi berbagai komponen termasuk sensor LDR, sensor arus, sensor tegangan, motor servo, panel surya, aki, dan Solar Charge Controller. Proses penelitian ini dimulai dengan merancang sistem kontrol dan juga sistem mekanik yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian kinerja alat pada tanggal 11 Agustus 2023. Pengujian dilakukan mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00, dengan kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari. Pengujian kinerja ini melibatkan pemantauan posisi sudut motor servo pada sumbu x dan sumbu y setiap jamnya. Selain itu pengujian ini memastikan respons sistem terhadap pergerakan matahari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa panel surya dapat bergerak secara otomatis, mengikuti arah sinar matahari sepanjang hari. Dengan implementasi sistem ini, penyerapan sinar matahari menjadi lebih optimal, terbukti dengan peningkatan rata-rata daya sebesar 24,3% pada panel surya yang menggunakan servo dibandingkan dengan panel statis.Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan sistem penggerak dua sumbu pada panel surya dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi penyerapan energi surya. Sistem ini terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino UNO yang berfungsi sebagai pusat pengendali, yang dilengkapi berbagai komponen termasuk sensor LDR, sensor arus, sensor tegangan, motor servo, panel surya, aki, dan Solar Charge Controller. Proses penelitian ini dimulai dengan merancang sistem kontrol dan juga sistem mekanik yang kemudian dilanjutkan dengan pengujian kinerja alat pada tanggal 11 Agustus 2023. Pengujian dilakukan mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00, dengan kondisi cuaca yang cerah sepanjang hari. Pengujian kinerja ini melibatkan pemantauan posisi sudut motor servo pada sumbu x dan sumbu y setiap jamnya. Selain itu pengujian ini memastikan respons sistem terhadap pergerakan matahari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa panel surya dapat bergerak secara otomatis, mengikuti arah sinar matahari sepanjang hari. Dengan implementasi sistem ini, penyerapan sinar matahari menjadi lebih optimal, terbukti dengan peningkatan rata-rata daya sebesar 24,3% pada panel surya yang menggunakan servo dibandingkan dengan panel statis
SOFT PNEUMATIC ACTUATORS GLOVE UNTUK TERAPI JARI TANGAN PASIEN PASCA STROKE DENGAN METODE MACHINE LEARNING
Stroke adalah penyakit yang dikenal oleh banyak masyarakat umum dan merupakan kasus medis yang penting. Stroke adalah kondisi hemiparesis atau kelumpuhan mendadak yang diakibatkan karena aliran darah ke otak terputus oleh sumbatan pada pembuluh darah otak, sehingga terjadi kematian sel di beberapa area otak. Beberapa jenis Stroke dapat disembuhkan dengan pengobatan awal yang dilakukan oleh dokter untuk mengembalikan fungsi pembuluh darah yang tersumbat, sehingga aliran darah dapat mengalir secara normal ke otak dan melakukan rehabilitasi atau terapi fisik pasca serangan Stroke. Namun alat rehabilitasi dan terapi fisik pasca Stroke di Indonesia masih sangat kurang, sebagian alat kesehatan yang beredar di Indonesia saat ini, tidak semua merupakan perangkat kesehatan dengan teknologi tinggi. Oleh karena itu, penulis membuat alat “Soft Pneumatic Actuators Glove Untuk Terapi Jari Tangan Pasien Pasca Stroke Dengan Metode Machine Learning”. Alat dapat digunakan untuk melakukan gerakan terapi ROM Fleksi, Ekstensi, Aktif-Resisitif dan Aktif-Asistif, dengan Soft Pneumatic Actuator terbuat dari Silicone Rubber yang memiliki sifat lentur dan elastis. Hasil Sudut tekukan SPAs bisa mencapai 130◦ dengan input tekanan udara 5 Psi.Terdapat desain sarung tangan, kit kontrol, dan antarmuka pengguna. Beberapa hasil pengujian menunjukkan pengulangan dan kontrol yang kurang baik terutama dari pengujian gerak fleksi dan ROM Aktif-ResisitifStroke adalah penyakit yang dikenal oleh banyak masyarakat umum dan merupakan kasus medis yang penting. Stroke adalah kondisi hemiparesis atau kelumpuhan mendadak yang diakibatkan karena aliran darah ke otak terputus oleh sumbatan pada pembuluh darah otak, sehingga terjadi kematian sel di beberapa area otak. Beberapa jenis Stroke dapat disembuhkan dengan pengobatan awal yang dilakukan oleh dokter untuk mengembalikan fungsi pembuluh darah yang tersumbat, sehingga aliran darah dapat mengalir secara normal ke otak dan melakukan rehabilitasi atau terapi fisik pasca serangan Stroke. Namun alat rehabilitasi dan terapi fisik pasca Stroke di Indonesia masih sangat kurang, sebagian alat kesehatan yang beredar di Indonesia saat ini, tidak semua merupakan perangkat kesehatan dengan teknologi tinggi. Oleh karena itu, penulis membuat alat “Soft Pneumatic Actuators Glove Untuk Terapi Jari Tangan Pasien Pasca Stroke Dengan Metode Machine Learning”. Alat dapat digunakan untuk melakukan gerakan terapi ROM Fleksi, Ekstensi, Aktif-Resisitif dan Aktif-Asistif, dengan Soft Pneumatic Actuator terbuat dari Silicone Rubber yang memiliki sifat lentur dan elastis. Hasil Sudut tekukan SPAs bisa mencapai 130◦ dengan input tekanan udara 5 Psi.Terdapat desain sarung tangan, kit kontrol, dan antarmuka pengguna. Beberapa hasil pengujian menunjukkan pengulangan dan kontrol yang kurang baik terutama dari pengujian gerak fleksi dan ROM Aktif-Resisiti
Sistem Monitoring Alat Pendeteksi Dan Pemadam Kebakaran Hutan Bertenaga Solar Cell Berbasis Internet of Things (IoT)
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi di Indonesia. Secara keseluruhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat area terbakar mencapai 328.724 hektare dengan 2.719 titik panas pada periode Januari – Agustus 2019. Faktor-faktor penyebab kebakaran hutan diantaranya perubahan iklim dan kelalaian manusia saat melakukan aktifitas di wilayah hutan, selain itu kurangnya pengetahuan petugas pengawas hutan tentang kondisi hutan secara realtime. Maka dari itu dibuat “Sistem Monitoring Alat Pendeteksi dan Pemadam Kebakaran Hutan Bertenaga Solar Cell berbasis Internet of Things (IoT)” yang bertujuan untuk memonitoring kondisi hutan secara real time menggunakan teknologi IoT yang terintegrasi dengan aplikasi android sehingga dapat mempermudah pengawas maupun masyarakat sekitar hutan dalam melakukan pemantauan kondisi hutan setiap waktu. Cara kerja alat ini dengan memanfaatkan nodeMCU 12 – F sebagai perantara komunikasi, arduino uno sebagai pusat pengendali alat, relay untuk kontrol otomatis. Selain itu, alat ini juga dapat memonitoring dari jarak jauh menggunakan koneksi internet. Hasil dari penelitian ini adalah suatu sistem monitoring yang dapat memonitoring asap (MQ-2), suhu dan kelembaban (DHT22), tekanan air (pressure transmitter), arus dan teganga pada proses charging accu dari jarak jauh dan dapat dikontrol secara otomatis ketika terdapat (flame sensor mendeteksi) adanya sumber api di sekitar alat
Rolling Stock Door Control Unit (Dcu) Berbasis Programmable Logic Controller (Plc) Dengan Kendali PID
Saat ini, sistem pengaturan pintu kereta yang digunakan belum menggunakan kendali kecepatan dengan sistem close loop. Kecepatan pintu diatur secara manual untuk mencapai kecepatan yang seragam pada setiap pintu. Namun, skripsi berjudul "Rancang Bangun Rolling Stock Door Control Unit (DCU) Berbasis Programmable Logic Controller (PLC)" mengusulkan pengembangan produk Door Control Unit (DCU) yang bertujuan untuk mengatur kondisi pintu pada kereta dan mengontrol kecepatan buka-tutup pintu menggunakan metode kendali PWM Duty Cycle dan sistem close loop berbasis kendali PID.Sistem DCU ini menggunakan perangkat berbasis Programmable Logic Controller (PLC) yang memungkinkan komunikasi dengan PLC lain melalui jalur komunikasi RS485 dengan protokol Modbus RTU sebagai master dan slave. Hal ini memungkinkan sistem DCU dapat dikombinasikan dengan perangkat kendali lain untuk meningkatkan fungsionalitas dan efisiensi kerja.
Dalam penelitian ini, digunakan metode kendali PID Ziegler-Nichol tipe 1 dengan parameter Kp = 2,4, Ki = 12, dan Kd = 0,12. Hasil pengujian menunjukkan karakteristik sistem dengan waktu tunda sebesar 0,2 detik, waktu naik pintu selama 0,1 detik, waktu tutup pintu selama 0,8 detik, overshoot sebesar 28,75%, dan error waktu tutup sebesar 1%
Rancang Bangun Portable Vawt Menggunakan Blade Tipe Helix Dengan Modifikasi Sudut Pitch Dan Diameter Sudut
Pembangkit Listrik Tenaga Mikro hidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam. PLTMH juga termasuk dalam pembangkit yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah apapun. Energi listrik merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhan dalam kehidupan manusia bahkan dalam kehidupan primer masyarakat indonesia. Dengan memanfaatan sumber energi air yaitu dengan mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik. Turbin yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator. Kemudian generator akan menghasilkan energi listrik. Kemudian dirancanganlah sebuah pembangkit listrik portable dengan model turbin pelton. Perancangan pembangkit listrik portable dengan model turbin pelton menggunakan jumlah variasi sudu 7,6 dan 4 dengan jari jari sudu sebesar 10,75 cm dan ketebalan 20 mm. Pembangkit listrik portable menggunaka generator DC 12 Volt dan daya maksimal 10 Watt. Pengujian daya, kecepatan, dan energi dilakukan pada tahap pengujian berbeban. Pada pengujian yang dilakukan dengan variabel pengukuran berupa debit potensial air. Dari semua percobaan berhasil charging dan mengisi baterai. Diperoleh putaran minimum turbin berbeban dengan variasi sudu 4 sebanyak 438 rpm pada debit 1.6 × 10−4 (m^3/s) dan daya 1.5 Watt. Sedangkan putaran maksimal turbin berbeban dengan variasi sudu 7 sebanyak 1492 rpm pada debit 3.3 × 10−4 (m^3/s) dan daya 3,64 Watt..Salah satu masalah utama dalam dunia yang bergerak cepat ini adalah untuk memenuhi permintaan energi dengan cara yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Tugas Akhir ini bekerja pada Vertical-axis wind turbines (VAWT) yang memberikan solusi yang relatif murah sebagai alternatif energi terbarukan. Kincir angin berputar dengan angin yang cukup akan menghasilkan listrik karena dengan adanya generator. Pada tugas akhir ini dirancang Portable Wind Turbine yang menggunakan blade jenis helix. Portable Wind Turbine terdiri dari turbin angin jenis helix, dinamo dc, dan baterai. Pada alat ini memodifikasi sudut pitch dan diameter sudu yang dilakukan melalui simulasi. Hasil perancangan berupa prototype yang memiliki blade dengan diameter 6 cm, 12 cm, 18 cm, dan 24 cm. Pengujian prototype dilakukan dengan membandingkan semua ukuran blade menggunakan variasi kecepatan angin buatan. Diameter sudu sebesar 18 cm menghasilkan ou
tput yang paling baik jika dibandingkan dengan ukuran blade yang lainnya. Tegangan maksimal yang dihasilkan dengan kecepatan angin 6 m/s sebesar 4,19 V dan arus 0,04 Amper
RANCANG BANGUN VERTICAL AXIS WIND TURBINE PORTABEL TIPE DARIUS EGGBEATER
Energi listrik merupakan kebutuhan dasar bagi manusia yang sangat penting untuk kelangsungan hidup. Hampir seluruh peralatan yang digunakan oleh manusia tidak akan bekerja apabila tidak terhubung ke energi listrik. Apalagi pada daerah bencana alam yang signifikan sangat dibutuhkan aliran listrik untuk para korban untuk proses evakuasi dan kegiatan lainnya. Dengan melihat keadaan yang seperti itu maka dirancang tugas akhir dengan memanfaatkan angin diimpelementasikan sebagai turbin angin bersumbu vertikal. Turbin angin dibuat portabel dengan tipe darius eggbeater sebagai pembangkit listriknya menggunakan generator dc, modul step up sebagai penaik tegangan, dan beban lampu LED. Pembuatan turbin dimulai dengan perhitungan, perencanaan, pendesainan dan pengujian alat. Hasil dari pengujian turbin angin dengan bilah berjumlah 3 dengan melakukan perbandingan perbedaan sudut 0o, 45o dan 90o tanpa step up dan dengan menggunakan step up. Turbin angin darius eggbeater dengan sudut 0o dengan menggunakan step up menunjukkan hasil yang lebih maksimal dibandingkan dengan sudut turbin angin 45o dan 90o. Kecepatan angin 5 m/s, kecepatan putaran 120,9 rpm dengan tegangan 1,095 Volt dan Arus 0,07
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 PHASE PADA BLOWER PENGERING PADI MENGGUNAKAN GAS BERBASIS PLC DAN HMI
Di dunia saat ini elektronik dan kontrol berkembang sangat cepat melalui sarana media. Teknologi elektronik dapat membuat alat yang dapat membantu petani untuk mengeringkan padi dengan cara yang lebih efisien karena Indonesia merupakan negara agraris namun memiliki cuaca yang tidak menentu. Dengan ini mencoba membuat fasilitas pegering yang tentunya dapat menghemat waktu dan tenaga yang menggunakan sensor kelembaban, dan sensor suhu serta menggunakan gas sebagai pengganti panas sinar matahari. Motor AC adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik. Pada alat pengering padi Motor AC digunakan untuk memutar tabung dan blower sehingga diperlukan sistem kontrol untuk menghidupkan motor tersebut. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tabung pengering padi menggunakan plat besi dengan diameter tabung 40 cm dan panjang 50 cm. Tabung dan blower yang diputar oleh Motor AC dikontrol menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan Variable Speed Drive dengan rpm yang telah ditentukan serta HMI (Human Machine Interface) untuk memantau proses alat tersebut. Dalam proses pengeringan sensor suhu untuk mengukur panas dari gas dan sensor kelembaban digunakan untuk mengukur kadar air paadi yang telah dikeringkan. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat membantu petani untuk mengeringkan padi saat hujan tiba serta salah satu keunggulan alat ini yaitu bisa digunakan saat malam hariDi dunia saat ini elektronik dan kontrol berkembang sangat cepat melalui sarana media. Teknologi elektronik dapat membuat alat yang dapat membantu petani untuk mengeringkan padi dengan cara yang lebih efisien karena Indonesia merupakan negara agraris namun memiliki cuaca yang tidak menentu. Dengan ini mencoba membuat fasilitas pegering yang tentunya dapat menghemat waktu dan tenaga yang menggunakan sensor kelembaban, dan sensor suhu serta menggunakan gas sebagai pengganti panas sinar matahari. Motor AC adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik menjadi energi kinetik. Pada alat pengering padi Motor AC digunakan untuk memutar tabung dan blower sehingga diperlukan sistem kontrol untuk menghidupkan motor tersebut. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tabung pengering padi menggunakan plat besi dengan diameter tabung 40 cm dan panjang 50 cm. Tabung dan blower yang diputar oleh Motor AC dikontrol menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan Variable Speed Drive dengan rpm yang telah ditentukan serta HMI (Human Machine Interface) untuk memantau proses alat tersebut. Dalam proses pengeringan sensor suhu untuk mengukur panas dari gas dan sensor kelembaban digunakan untuk mengukur kadar air paadi yang telah dikeringkan. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat membantu petani untuk mengeringkan padi saat hujan tiba serta salah satu keunggulan alat ini yaitu bisa digunakan saat malam har