JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)
Not a member yet
    74 research outputs found

    Rancang Bangun Portable Micro Hydro dengan Pelton Turbine

    No full text
    Salah satu masalah utama dalam dunia yang bergerak cepat ini adalah untuk memenuhi permintaan energi dengan cara yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Tugas Akhir ini bekerja pada Vertical-axis wind turbines (VAWT) yang memberikan solusi yang relatif murah sebagai alternatif energi terbarukan. Kincir angin berputar dengan angin yang cukup akan menghasilkan listrik karena dengan adanya generator. Pada tugas akhir ini dirancang Portable Wind Turbine yang menggunakan blade jenis helix. Portable Wind Turbine terdiri dari turbin angin jenis helix, dinamo dc, dan baterai. Pada alat ini memodifikasi sudut pitch dan diameter sudu yang dilakukan melalui simulasi. Hasil perancangan berupa prototype yang memiliki blade dengan diameter 6 cm, 12 cm, 18 cm, dan 24 cm. Pengujian prototype dilakukan dengan membandingkan semua ukuran blade menggunakan variasi kecepatan angin buatan. Diameter sudu sebesar 18 cm menghasilkan ou tput yang paling baik jika dibandingkan dengan ukuran blade yang lainnya. Tegangan maksimal yang dihasilkan dengan kecepatan angin 6 m/s sebesar 4,19  V dan arus 0,04 Ampere.Pembangkit Listrik Tenaga Mikro hidro (PLTMH) adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan air sebagai tenaga penggeraknya seperti, saluran irigasi, sungai atau air terjun alam. PLTMH juga termasuk dalam pembangkit yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah apapun. Energi listrik merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhan dalam kehidupan manusia bahkan dalam kehidupan primer masyarakat indonesia. Dengan memanfaatan sumber energi air yaitu dengan mengubah energi potensial air menjadi energi mekanik. Turbin yang berputar tersebut kemudian ditransmisikan ke generator. Kemudian generator akan menghasilkan energi listrik. Kemudian dirancanganlah sebuah pembangkit listrik portable dengan model turbin pelton. Perancangan pembangkit listrik portable dengan model turbin pelton menggunakan jumlah variasi sudu 7,6 dan 4 dengan jari jari sudu sebesar 10,75 cm dan ketebalan 20 mm. Pembangkit listrik portable menggunaka generator DC 12 Volt dan daya maksimal 10 Watt. Pengujian daya, kecepatan, dan energi dilakukan pada tahap pengujian berbeban. Pada pengujian yang dilakukan dengan variabel pengukuran berupa debit potensial air. Dari semua percobaan berhasil charging dan mengisi baterai. Diperoleh putaran minimum turbin berbeban dengan variasi sudu 4 sebanyak 438 rpm pada debit 1.6 × 10−4 (m^3/s) dan daya 1.5 Watt. Sedangkan putaran maksimal turbin berbeban dengan variasi sudu 7 sebanyak 1492 rpm pada debit 3.3 × 10−4 (m^3/s) dan daya 3,64 Wat

    Sistem Otomatisasi Mesin Pengering Padi Berbasis Human Machine Interface

    Full text link
    Pengeringan padi merupakan teknik penting  untuk menjaga kualitas produk pertanian. Penggunaan pemanas berbasis PLC dan HMI pada pengering padi telah menjadi fokus perkembangan teknologi modern. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perancangan alat pengering padi yang menggunakan kontrol PLC dan antarmuka HMI untuk meningkatkan efisiensi, pengendalian, dan monitoring proses pengeringan. Perancangan pengering padi ini menggunakan PLC sebagai otak sistem untuk mengendalikan proses pengeringan dan HMI sebagai antarmuka pengguna untuk memungkinkan pemantauan dan pengendalian yang lebih baik. Berbagai parameter seperti suhu, kelembaban, dan efisiensi pengeringan padi dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan alat pengering padi dengan pemanas berbasis PLC dan HMI memungkinkan pengendalian yang lebih presisi, meningkatkan efisiensi pengeringan, dan mengoptimalkan konsumsi energi. Keandalan sistem ini juga terbukti meningkat, memberikan solusi andal untuk proses pengeringan padi komersial. Kajian ini memberikan wawasan  berharga bagi industri pertanian dalam penerapan teknologi modern dalam pengeringan padi. Pengembangan lebih lanjut dan penyesuaian desain dapat  lebih meningkatkan efisiensi dan kinerja keseluruhan  sistem pengeringan padi dengan pemanas berbasis PLC dan HMIPengeringan padi merupakan teknik penting  untuk menjaga kualitas produk pertanian. Penggunaan pemanas berbasis PLC dan HMI pada pengering padi telah menjadi fokus perkembangan teknologi modern. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perancangan alat pengering padi yang menggunakan kontrol PLC dan antarmuka HMI untuk meningkatkan efisiensi, pengendalian, dan monitoring proses pengeringan. Perancangan pengering padi ini menggunakan PLC sebagai otak sistem untuk mengendalikan proses pengeringan dan HMI sebagai antarmuka pengguna untuk memungkinkan pemantauan dan pengendalian yang lebih baik. Berbagai parameter seperti suhu, kelembaban, dan efisiensi pengeringan padi dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan alat pengering padi dengan pemanas berbasis PLC dan HMI memungkinkan pengendalian yang lebih presisi, meningkatkan efisiensi pengeringan, dan mengoptimalkan konsumsi energi. Keandalan sistem ini juga terbukti meningkat, memberikan solusi andal untuk proses pengeringan padi komersial. Kajian ini memberikan wawasan  berharga bagi industri pertanian dalam penerapan teknologi modern dalam pengeringan padi. Pengembangan lebih lanjut dan penyesuaian desain dapat  lebih meningkatkan efisiensi dan kinerja keseluruhan  sistem pengeringan padi dengan pemanas berbasis PLC dan HM

    Prototype Monitoring Kelayakan Tower Base Transceiver Station (BTS) Berbasis Android

    Full text link
    Tower Base Transceiver Station (BTS) adalah fasilitas telekomunikasi yang berperan penting dalam menyediakan komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi (klien) dan jaringan operator. Biasanya, BTS dibangun di daerah pemukiman yang padat untuk memastikan distribusi sinyal telekomunikasi yang efektif. Namun, mengingat lokasinya yang berada di daerah padat penduduk, perawatan tower BTS menjadi sangat penting. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk memastikan tower BTS dapat beroperasi secara optimal dan mengurangi risiko keruntuhan. Dalam pengembangan prototipe, beberapa komponen digunakan, seperti sensor MPU-6050, layar LCDNodeMCU ESP8266 dan Arduino Uno. Sensor MPU-6050 digunakan untuk mendeteksi kemiringan sudut sebuah tower BTS. Setelah melakukan 10 pengujian sudut pitch dan roll, sistem prototype kelayakan BTS menghasilkan rerata kesalahan sebesar 1,077 sudut derajat untuk sudut pitch dan 1,703 sudut derajat untuk sudut roll. Meskipun terdapat kesalahan, hasil tersebut masih dianggap valid dalam memonitoring kemiringan tower BTS. Namun, dalam pengujian pengiriman data ke aplikasi Android pada prototype, terdapat keterlambatan antara NodeMCU dan aplikasi Android. Sensor MPU-6050 menghasilkan data dengan resolusi hingga mikrodetik, sehingga membutuhkan koneksi internet yang cepat untuk mengirimkan data tersebut.Menara Base Transceiver Station  (BTS) merupakan stasiun telekomunikasi  yang memiliki fungsi utama untuk memfasilitasi  komunikasi  nirkabel antara piranti komunikasi  (client) dan  jaringan  operator. Tower BTS biasanya dibangun di tempat pemukiman padat penduduk, karena untuk mendistribusikan jaringan telekomunikasi. Karena dibangun dipemukiman padat penduduk, maintenance  kelayakan dari tower BTS perlu diperhatikan. Maintenance  tower BTS ditujukan agar tower BTS dapat optimal bekerja dan mengurangi risiko rubuh. Prototype yang akan dibuat dengan beberapa komponen, yaitu sensor MPU-6050, LCD, Arduino Uno dan NodeMCU ESP8266. Sensor MPU-6050 untuk mendeteksi kemiringan tower BTS.Setelah dilakukan 10 pengujian sudut pitch dan roll, prototype kemiringan BTS memiliki kesalahan rata-rata 1,077 untuk sudut pitch, dan 1,703 untuk sudut roll. Hasil pengujian pengiriman data ke aplikasi android pada prototype menunjukkan adanya delay antara nodeMCU dan aplikasi android. Sensor MPU-6050 menghasilkan data sampai microdetik, diperlukan internet yang cepat untuk mengirim data tersebut

    PERBANDINGAN LEBAR PENAMPANG UNTUK ALAT UKUR KEKERINGAN GABAH MENGGUNAKAN JEMBATAN WHEATSTONE BERBASIS ARDUINO UNO

    Full text link
    Gabah yang terlambat dikeringkan akan berdampak buruk terhadap kualitas beras. Hal ini disebabkan gabah yang dipanen dengan kadar udara tinggi dan kondisi lembab mengalami respirasi yang cepat. Akibatnya gabah membusuk, berjamur, berkecambah atau mengalami reaksi pencoklatan enzimatis sehingga nasi berwarna kuning/kuning kecoklatan. Kandungan udara maksimum yang dimiliki oleh gabah kering adalah antara 12-14%. Oleh karena itu, dibutuhkan alat ukur kadar air gabah sehingga kekeringan gabah dapat dipantau.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan lebar penampang pada alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis Arduino Uno. Penelitian ini melibatkan perbandingan lebar penampang yang berbeda pada alat ukur yang sama, dengan menganalisis pengaruhnya terhadap akurasi pengukuran tingkat kekeringan gabah. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana lebar penampang mempengaruhi akurasi pengukuran dan membantu dalam pengembangan alat ukur yang lebih presisi untuk menilai tingkat kekeringan gabah. Lebar penampang yang diteliti yaitu ukuran 1,5cm, 2,5cm, 3cm, dan 4cm. Berdasarkan hasil perhitungan dan percobaan, penampang dengan lebar 4cm menunjukkan keakuratan yang sesuai. Penampang ini menghasilkan nilai error kadar air sebesar 0,3% hingga 0,6% dan rata-rata error tegangan antara 0,052 VAC hingga 0,694 VAC menggunakan resistor 2,2MΩ. Hasil ini menunjukkan bahwa alat ukur dengan penampang 4cm mampu memberikan hasil yang mendekati nilai yang sebenarnya. Oleh karena itu, penampang dengan lebar 4 cm dapat dianggap sebagai pilihan yang baik untuk pengembangan alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis arduino uno.Gabah yang terlambat dikeringkan akan berdampak buruk terhadap kualitas beras. Hal ini disebabkan gabah yang dipanen dengan kadar udara tinggi dan kondisi lembab mengalami respirasi yang cepat. Akibatnya gabah membusuk, berjamur, berkecambah atau mengalami reaksi pencoklatan enzimatis sehingga nasi berwarna kuning/kuning kecoklatan. Kandungan udara maksimum yang dimiliki oleh gabah kering adalah antara 12-14%. Oleh karena itu, dibutuhkan alat ukur kadar air gabah sehingga kekeringan gabah dapat dipantau.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan lebar penampang pada alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis Arduino Uno. Penelitian ini melibatkan perbandingan lebar penampang yang berbeda pada alat ukur yang sama, dengan menganalisis pengaruhnya terhadap akurasi pengukuran tingkat kekeringan gabah. Hasil analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana lebar penampang mempengaruhi akurasi pengukuran dan membantu dalam pengembangan alat ukur yang lebih presisi untuk menilai tingkat kekeringan gabah. Lebar penampang yang diteliti yaitu ukuran 1,5cm, 2,5cm, 3cm, dan 4cm. Berdasarkan hasil perhitungan dan percobaan, penampang dengan lebar 4cm menunjukkan keakuratan yang sesuai. Penampang ini menghasilkan nilai error kadar air sebesar 0,3% hingga 0,6% dan rata-rata error tegangan antara 0,052 VAC hingga 0,694 VAC menggunakan resistor 2,2MΩ. Hasil ini menunjukkan bahwa alat ukur dengan penampang 4cm mampu memberikan hasil yang mendekati nilai yang sebenarnya. Oleh karena itu, penampang dengan lebar 4 cm dapat dianggap sebagai pilihan yang baik untuk pengembangan alat ukur tingkat kekeringan gabah menggunakan jembatan wheatstone berbasis arduino uno

    Sistem Penghitung dan Pengklasifikasi Jenis Kendaraan Secara Real Time Menggunakan Pengolahan Citra pada Komputer Papan Tunggal Nvidia Jetson Nano

    Full text link
    Untuk mendukung terwujudnya smart city, interkoneksi antar bidang menjadi sangat penting, tak terkecuali bidang transportasi. Bidang transportasi berperan sangat besar untuk mendukung kemajuan daerah. Perbandingan jumlah kedaraan dan kapasitas jalan raya yang sesuai sangat penting untuk diperhatikan. Apabila kapasitas jalan kurang, maka akan menimbulkan kemacetan. Kemacetan ini bisa menaikkan tingkat kecelakaan, efek pada pertumbuhan ekonomi, dan kenaikan emisi gas buang. Arus kendaraan merupakan suatu hal yang penting dalam pengoperasian dan perencanaan pada ruas jalan yang baru dan melakukan modifikasi  ruas jalan yang ada untuk dapat memenuhi dan mengantisipasi perubahan yang terjadi pada kondisi lalu-lintas.Untuk mendapatkan informasi karakteristik lalu-lintas ,diperlukan berbagai informasi sarana lalu-lintas yang bergerak, serta perilaku penggunanya. Dari informasi yang diperoleh kemudian dianalisa untuk didapatkan hasil dampak kerja lalu-lintas, apabila hasil dari dampak kerja berada kurang dari  standar pelayanan minimal, maka perlu diusulkan untuk perbaikan geometrik atau pengaturan kembali penggunaan pada ruang jalan. Penghitungan jumlah kendaraan dan pengklasifikasian selama ini dilakukan dengan cara penghitungan secara konvensional  pada titik waktu yang ditentukan. Penggunaan teknik ini  memiliki kekurangan yaitu memerlukan sumber daya manusia yang banyak dan tidak bisa dilakukan secara terus menerus. Dengan mengetahui kondisi tersebut, maka  dalam penelitian ini akan dibuat sistem penghitung dan melakukan klasifikasi  jenis kendaraan secara real time dan terus menerus menggunakan teknik pengolahan citra. Komputer papan tunggal nVidia Jetson Nano digunakan karena didesain melakukan proses kecerdasan buatan yang tertanam dan dengan harga yang relatif terjangkau. Berdasarkan percobaan didapatkan hasil Sistem Pendeteksian yang digunakan mobienet-SSD v2 hasil training mendapatkan akurasi perhitungan kendaraan sepeda motor 50 %, kendaraan ringan yang terdiri dari mobil dan pickup sejumlah 65 %, Truk sejumlah 83 % dan Bus sejumlah 33 %. Kecepatan pemrosesan metode pada Jetson Nano dengan tensor RT, mobilenet SSD v2 dan tensorflow didapatkan kecepatan proses realtime 24 fps.Untuk mendukung terwujudnya smart city, interkoneksi antar bidang menjadi sangat penting, tak terkecuali bidang transportasi. Bidang transportasi berperan sangat besar untuk mendukung kemajuan daerah. Perbandingan jumlah kedaraan dan kapasitas jalan raya yang sesuai sangat penting untuk diperhatikan. Apabila kapasitas jalan kurang, maka akan menimbulkan kemacetan. Kemacetan ini bisa menaikkan tingkat kecelakaan, efek pada pertumbuhan ekonomi, dan kenaikan emisi gas buang. Arus kendaraan merupakan suatu hal yang penting dalam perencanaan dan pengoperasian untuk jalan-jalan yang baru dan memodifikasi dari jalan-jalan yang ada untuk dapat memenuhi dan mengatasi perubahan yang terjadi pada kondisi lalu-lintas.Untuk mendapatkan informasi mengenai karakteristik lalu-lintas maka diperlukan berbagai informasi mengenai prasarana lalu-lintas yang bergerak, serta perilaku penggunanya. Informasi yang diperoleh kemudian dianalisa untuk memperoleh hasil dampak kerja lalu-lintas, bila hasil dampak kerja berada dibawah standar pelayanan minimal, maka selanjutnya diusulkan untuk perubahan geometrik atau pengaturan penggunaan ruang jalan. Penghitungan jumlah kendaraan dan pengklasifikasian selama ini dilakukan secara manual pada waktu-waktu tertentu. Hal ini memiliki kekurangan yaitu memerlukan sumber daya manusia yang banyak dan kurang efisien. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dibuat sistem penghitung dan pengklasifikasi jenis kendaraan secara real time menggunakan pengolahan citra. Komputer papan tunggal nVidia Jetson Nano digunakan karena didesain melakukan proses kecerdasan buatan yang tertanam dan dengan harga yang relatif terjangkau. Berdasarkan percobaan didapatkan hasil Sistem Pendeteksian yang digunakan mobienet-SSD v2 hasil training mendapatkan akurasi perhitungan kendaraan sepeda motor 50 %, kendaraan ringan yang terdiri dari mobil dan pickup sejumlah 65 %, Truk sejumlah 83 % dan Bus sejumlah 33 %. Kecepatan pemrosesan metode pada Jetson Nano dengan tensor RT, mobilenet SSD v2 dan tensorflow didapatkan kecepatan proses realtime 24 fps

    Implementasi Propotional Integral Derivative (PID) Control System Pada 2 Degree of Freedom (Dof) Mobil Remote Control (RC) Simulator

    No full text
    Merasakan sensasi berkendara dengan mobil RCdapat dilakukan dengan membuat sebuah alat berupa kursi simulator2 DOF dengan kontrol PID. Tujuan menggunakan kontrol PID padakursi simulator adalah menentukan kecepatan motor dc sehinggamendapatkan ketepatan sudut kursi sehingga menghasilkan gerakanpitch dan roll yang sama dengan mobil RC. pengendalian motorwiper menggunakan metode PID berupa PWM dengan nilai Kp=2,Ki=5 dan Kd=1, didapatkan pergerakkan kursi kendali dengan nilaierror terkecil -33,3% dan terbesar 233,3% ketika menyesuaikandengan kemiringan mobil RC sedangkan hasil gerakan pitch dan rolldidapatkan dari kemiringan sudut yang dihasilkan sensorakselerometer

    Analisa Karakteristik Turbin Angin Sumbu Vertikal Tipe Savonius Helius

    No full text
    Kebutuhan energi listrik di Indonesia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Ironisnya, peningkatan kebutuhan energi listrik tersebut tidak diimbangi dengan persediaan energi yang memadai. Oleh karena itu, pada penelitian ini dirancang sebuah prototipe Turbin Angin Sumbu Vertikal (Vetical Axis Wind Turbine) tipe Savonius Helius sebagai solusi pemenuhan listrik dengan pemanfaatan energi alternatif terbarukan. Turbin angin ini menggunakan fiber sebagai bahan utama pembuatan blade. Tahap penelitian meliputi perencanaan, pembuatan prototipe, dan pengujian prototipe. Proses pengujian prototipe dilakukan dengan menggunakan variasi kecepatan angin sebesar 2 m/s, 3 m/s, 4 m/s, 5 m/s. Hasilnya menunjukkan bahwa turbin angin tipe Savonius Helius dengan variasi sudut per-blade 22,5° menunjukkan kecepatan putaran tertinggi sebesar 222,4 Rpm pada kecepatan angin 5,9 m/s dan paling rendah sebesar 47,8 Rpm pada kecepatan angin 2,0 m/s. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa turbin angin tipe Savonius Helius dengan variasi sudut per-blade 22,5° mampu menghasilkan kecepatan putaran yang relatif tinggi dan dapat berputar pada kecepatan angin yang rendah

    Pengendalian Kecepatan Motor Induksi Menggunakan Kontroler Logika Fuzzy

    No full text
    Motor induksi dengan kelebihannya seperti konstruksi yang sederhana, kokoh, murah serta perawatan mudah, banyak digunakan dalam dunia industri. Namun ada kelemahannya yaitu motor induksi tidak dapat mempertahankan kecepatan secara konstan apabila ada perubahan beban. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dalam penelitian ini dibuat suatu rangkaian kontroller Logika Fuzzy, yang berbasis pada metode Field Oriented Control (FOC). Dengan metode ini arus medan dan arus torka dapat di kontrol secara terpisah. Dalam penelitian ini yang dikontrol arus torka, sedangkan arus medan dibuat konstan Untuk mengetahui keterandalan dari rangkaian kontroller ini dilakukan pengujian terhadap setpoint 2000 - 3000 rpm dan diperoleh error steady state rata-rata (ess) = 0,228 %. Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan kontroller Logika Fuzzy yang dirancang dapat mengendalikan kecepatan motor induksi

    Pengaturan Kecepatan Exhaust Fan Berdasarkan Tingkat Polusi Asap Menggunakan VSD Berbasis PLC Dan HMI

    Full text link
    Berdasarkan tingkat kualitas udara bersih dilingkungan kerja atau didalam ruang kerja adalah 25-50 CFM OA Per penghuni, Pada umunnya polusi asap dalam ruangan industri sangat kurang dari standar, sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang berdampak panjang atau pendek bagi pegawai, selain dampak kesehatan yang disebabkan oleh asap bisa juga dapat menggangu kenyamanan para pegawai dalam tempat kerja yang memungkinkan bisa menurunkan tingkat produktivitas. Oleh sebab itu dibutuhkan alat untuk mengurangi polusi asap serta dapat mengkondisikan udara agar tetap segar didalam ruangan kerja, maka diperlukan Exhaust Fan yang akan mengatur sirkulasi udara. Namun kebanyakan Exhaust Fan bekerja secara manual dan tidak diatur secara otomatis sehingga memiliki kecepatan putar yang konstan pada nilai tertentu untuk mengatur sirkulasi udara. Oleh karena itu untuk mengatur kecepatan Exhaust Fan harus diatur sesuai kebutuhan berdasarkan tingkat polusi asap , salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan asap menggunakan sensor asap Mq-135. Sensor asap Mq-135 berfungsi untuk mendeteksi keberadaan asap, sensor asap Mq-135 mengeluarkan sinyal analog yang masuk ke input PLC setelah itu PLC mengeluarkan analog output yang masuk pada VSD, setelah itu VSD berfungsing untuk mengatur kecepatan Exhaust Fan . Exhaust fan sendiri berfungsi untuk menyedot asap yang ada didalam ruangan tersebut. Dengan adanya alat tersebut diharapkan dapat mengurangi polusi asap pada ruangan kerja pabrik sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kenyaman pegawai.Berdasarkan tingkat kualitas udara bersih dilingkungan kerja atau didalam ruang kerja adalah 25-50 CFM OA Per penghuni, Pada umunnya polusi asap dalam ruangan industri sangat kurang dari standar, sehingga menyebabkan masalah kesehatan yang berdampak panjang atau pendek bagi pegawai, selain dampak kesehatan yang disebabkan oleh asap bisa juga dapat menggangu kenyamanan para pegawai dalam tempat kerja yang memungkinkan bisa menurunkan tingkat produktivitas. Oleh sebab itu dibutuhkan alat untuk mengurangi polusi asap serta dapat mengkondisikan udara agar tetap segar didalam ruangan kerja, maka diperlukan Exhaust Fan yang akan mengatur sirkulasi udara. Namun kebanyakan Exhaust Fan bekerja secara manual dan tidak diatur secara otomatis sehingga memiliki kecepatan putar yang konstan pada nilai tertentu untuk mengatur sirkulasi udara. Oleh karena itu untuk mengatur kecepatan Exhaust Fan harus diatur sesuai kebutuhan berdasarkan tingkat polusi asap , salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan asap menggunakan sensor asap Mq-135. Sensor asap Mq-135 berfungsi untuk mendeteksi keberadaan asap, sensor asap Mq-135 mengeluarkan sinyal analog yang masuk ke input PLC setelah itu PLC mengeluarkan analog output yang masuk pada VSD, setelah itu VSD berfungsing untuk mengatur kecepatan Exhaust Fan . Exhaust fan sendiri berfungsi untuk menyedot asap yang ada didalam ruangan tersebut. Dengan adanya alat tersebut diharapkan dapat mengurangi polusi asap pada ruangan kerja pabrik sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kenyaman pegawa

    Pengaruh Penambahan Gas HHO dan Modifikasi Timing Ignition terhadap Performa Mesin 4 Langkah 200cc

    Full text link
    Banyak cara peningkatan prestasi mesin sepeda motor bensin, diantaranya merubah sudut pengapian. Waktu pengapian diartikan sebagai waktu loncatan bunga api yang terjadi dibusi saat awal pembakaran, waktu pengapian diatur agar menghasilkan daya dan torsi maksimal. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh modifikasi timing ignition terhadap performa mesin empat langkah satu silinder. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dilakukan pada sepeda motor Honda Tiger Revolution 200cc. Dengan derajat pengapian standar 10º sebelum TMA  akan dimajukan menjadi 13º sebelum TMA dan 16º sebelum TMA yang menggunakan campuran gas HHO dan pertalite. Data hasil penelitian diambil menggunakan alat dynotest rextor pro dyno  untuk mengetahui daya dan torsi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan daya dan torsi yang dihasilkan dua variasi waktu pengapian. Daya maksimal yang dihasilkan pada waktu pengapian standar ditambah injeksi gas HHO diperoleh hasil 18.2 HP dan torsi maksimal sebesar 19.24 Nm, sedangkan daya maksimal pada variasi pengapian 13º sebelum TMA diperoleh hasil 20.02 HP dengan torsi maksimum sebesar 20.38 Nm dan daya maksimal pada variasi  pengapian 16º sebelum TMA diperoleh hasil 19.9 HP dengan torsi maksimum sebesar 19.88 Nm. Hal ini dikarenakan saat derajat pengapian dimajukan, maka proses pembakaran akan lebih panjang, sehingga pencampuran bahan bakar dan udara menjadi lebih baik sehingga tekanan hasil pembakaran menjadi lebih tinggi.Banyak cara peningkatan prestasi mesin sepeda motor bensin, diantaranya merubah sudut pengapian. Waktu loncatan bunga api yang terjadi pada saat awal dapat juga diartikan sebagai waktu pengapian. Agar menghasilkan daya dan torsi maksimal perlu pengaturan waktu pengapian. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh modifikasi timing ignition terhadap performa mesin empat langkah satu silinder. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dilakukan pada sepeda motor Honda Tiger Revolution 200cc. Dengan derajat pengapian standar 10º sebelum TMA  akan dimajukan menjadi 13º sebelum TMA serta 16º sebelum TMA menggunakan campuran gas HHO dan pertalite. Daya dan torsi yang dihasilkan diambil dari hasil penelitian menggunakan alat dynotest rextor pro dyno. Adanya perbedaan daya dan torsi yang dihasilkan dua variasi waktu pengapian. Daya maksimal yang dihasilkan pada waktu pengapian standar ditambah injeksi gas HHO diperoleh hasil 18.2 HP dan torsi maksimal sebesar 19.24 Nm, sedangkan daya maksimal pada variasi pengapian 13º sebelum TMA diperoleh hasil 20.02 HP dengan torsi maksimum sebesar 20.38 Nm dan daya maksimal pada variasi  pengapian 16º sebelum TMA diperoleh hasil 19.9 HP dengan torsi maksimum sebesar 19.88 Nm. Karena saat derajat pengapian dimajukan, maka proses pembakaran akan lebih lama, hal tersebut membuat bahan bakar yang tercampur dengan udara menghasilkan tekanan semakin tinggi dan bai

    61

    full texts

    74

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇