JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
Karakteristik Sambungan Pengelasan SMAW 3G Plate Variasi Arus Listrik Material ST36
Teknologi las merupakan sebuah teknologi penyambungan yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sambungan pengelasan kampuh X pada material ST36 dengan metode SMAW berposisi 3G Plate dengan variasi arus listrik las dan elektroda E6013 dari hasil uji tarik (Tensile) dan bending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Dalam penelitian ini spesimen yang digunakan yaitu kampuh X, dengan metode SMAW, elektroda E6013 dengan diameter 2,6 mm, variasi arus pengelasan yaitu 80A, 90A dan 100A. Hasil pengujian diperoleh bahwa karakteristik sambungan pengelasan kampuh X pada material ST36 untuk rata-rata nilai peak load tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36, hasil sambungan Las dengan variasi arus berturut-turut yaitu sebesar 68.260 KN/mm2, 65.602 KN/mm2, dan 68.657 KN/mm2. Rata-rata nilai modulasi tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36 hasil sambungan Las dengan variasi arus berturut-turut yaitu sebesar 5,259 KN/mm2, 4,820 KN/mm2, dan 4,416 KN/mm2 selanjutnya terjadi pertambahan panjang sampel maksimum yaitu 19 mm kemudian sampel hasil plating patah serta spesimen yang memiliki muatan maksimum adalah spesimen dengan muatan arus 100 Amper dengan nilai muatan 24.276 kN sedangkan untuk nilai tegangan bendingnya memiliki beban puncak yaitu 17.227 MPaTeknologi las merupakan sebuah teknologi penyambungan yang banyak digunakan dalam konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik sambungan pengelasan kampuh X pada material ST36 dengan metode SMAW berposisi 3G Plate dengan variasi arus listrik las dan elektroda E6013 dari hasil uji tarik (Tensile) dan bending. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen. Dalam penelitian ini spesimen yang digunakan yaitu kampuh X, dengan metode SMAW, elektroda E6013 dengan diameter 2,6 mm, variasi arus pengelasan yaitu 80A, 90A dan 100A. Hasil pengujian diperoleh bahwa karakteristik sambungan pengelasan kampuh X pada material ST36 untuk rata-rata nilai peak load tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36, hasil sambungan Las dengan variasi arus berturut-turut yaitu sebesar 68.260 KN/mm2, 65.602 KN/mm2, dan 68.657 KN/mm2. Rata-rata nilai modulasi tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36 hasil sambungan Las dengan variasi arus berturut-turut yaitu sebesar 5,259 KN/mm2, 4,820 KN/mm2, dan 4,416 KN/mm2 selanjutnya terjadi pertambahan panjang sampel maksimum yaitu 19 mm kemudian sampel hasil plating patah serta spesimen yang memiliki muatan maksimum adalah spesimen dengan muatan arus 100 Amper dengan nilai muatan 24.276 kN sedangkan untuk nilai tegangan bendingnya memiliki beban puncak yaitu 17.227 MP
Sifat Mekanik Komposit Partikel Sabut Kelapa/Bagas Polyester untuk Komponen Kendaraan
Seiring kemajuan teknologi di Indonesia, komposit mulai mengalami perkembangan. Yang awalnya berbahan dasar serat sintesis, kini mulai berkembang menggunakan bahan tambahan serat alam. Serat alam yang digunakan dalam project tugas akhir ini adalah sabut kelapa dan bagasse. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan serat terhadap kekuatan tarik dan bending. Komposit dengan matriks polyester menggunakan teknik hand lay up dan prosedur dalam pembuatan visor kendaraan matic roda 2 menggunakan komposit sabut kelapa dan bagasse. Pada penelitian ini, perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse dengan variasi yaitu 20:80, 30:70, 50:50, 70:30, 80:20. Pada pengujian tarik didapatkan nilai tertinggi pada variasi perbandingan serat kelapa dan bagasse (30:70), untuk kekuatan tarik sebesar 20,03 MPa dan untuk pengujian bending didapatkan nilai tertinggi pada variasi perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse (20:80) kekuatan bending sebesar 101,61 MPa . Untuk nilai kekuatan tarik dan bending terendah didapat pada variasi perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse (50:50) untuk kekuatan tarik sebesar 9,77 MPa dan kekuatan bending sebesar 25,56 MPa.Seiring kemajuan teknologi di Indonesia, komposit mulai mengalami perkembangan. Yang awalnya berbahan dasar serat sintesis, kini mulai berkembang menggunakan bahan tambahan serat alam. Serat alam yang digunakan dalam project tugas akhir ini adalah sabut kelapa dan bagasse. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan serat terhadap kekuatan tarik dan bending. Komposit dengan matriks polyester menggunakan teknik hand lay up dan prosedur dalam pembuatan visor kendaraan matic roda 2 menggunakan komposit sabut kelapa dan bagasse. Pada penelitian ini, perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse dengan variasi yaitu 20:80, 30:70, 50:50, 70:30, 80:20. Pada pengujian tarik didapatkan nilai tertinggi pada variasi perbandingan serat kelapa dan bagasse (30:70), untuk kekuatan tarik sebesar 20,03 MPa dan untuk pengujian bending didapatkan nilai tertinggi pada variasi perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse (20:80) kekuatan bending sebesar 101,61 MPa . Untuk nilai kekuatan tarik dan bending terendah didapat pada variasi perbandingan serat sabut kelapa dan bagasse (50:50) untuk kekuatan tarik sebesar 9,77 MPa dan kekuatan bending sebesar 25,56 MPa
Perancangan Prototype Mesin listrik AC Dinamis dan Statis Dengan Pemodelan Rangkaian Ekivalen: Pengaruh Nilai Parameter L Terhadap ηmax dan Regulation Transformator
Kondisi ideal transformator tidak mengalami rugirugi,karena perbandingan kumparan merupakan perbandingantegangan dan secara praktek, daya masuk trafo tidak sama dengandaya keluaran, karena terjadi rugi-rugi inti besi dan kumparan.Transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian ekivalen, nilaiparameter didapat dengan melakukan uji rangkaian tanpa beban danuji rangkaian hubung singkat. Drop tegangan parameter Rc dan Xmuji rangkaian tanpa beban sebesar 13,8 V.dan 17,2 V, dan uji hubungsingkat, diabaikan, karena tegangan yang terukur merupakantegangan di Zeq. Parameter L meningkat di uji hubung singkat, secarabertahap tegangan primer diturunkan dari 16 V , 14 V, 12 V, dengannilai L berturut-turut sebesar 4,9315 mH, 13,6148 mH dan 53,7771mH. Efesiensi dan regulation trafo turun akibat tegangan primerturun, terjadi perpotongan Efisiensi (4,6 kVA) dan regulation (4,5%)saat tegangan primer 195V. Pengujian tanpa beban, daya Poc dan Pscmenurun, tegangan primer 190V terjadi titik pertemuan dengan nila L= 0,0152 mH dan pengujian hubung singkat pada tegangan 14 Vdengan nilai L = 13,6148 m
Sistem Kontrol Suhu Rem Hidrolik Pada Kendaraan Bermotor Dengan Metode Logika Fuzzy
Pada penelitian ini akan membahas tentang pembuatan sistem kendali suhu rem kendaraan berbasis mikrokontroler Arduino UNO. Proses pengendalian suhu tersebut menggunakan metode logika fuzzy. Logika fuzzy digunakan agar sistem dapat memetakan nilai suhu yang diterima dan menentukan nilai output sistem. Nilai output tersebut nantinya digunakan untuk menentukan seberapa besar daya yang diberikan oleh sistem untuk mendinginkan perangkat pengereman. Data pada penelitian ini diperoleh dari hasil pengujian langsung pada perangkat pengereman kendaraan. Untuk data pembanding digunakan alat berupa thermometer gun untuk mengukur suhu dan avometer untuk mengukur besar daya yang berikan sistem. Dari hasil pengujian menunjukan bahwa sistem memiliki deviasi pengukuran suhu sebesar 19,3% dengan tingkat keberhasilan logika fuzzy pada sistem sebesar 86%
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Kebakaran Bertenaga Solar Cell pada Stasiun Kereta Api
Stasiun kereta api merupakan prasarana kereta api sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api yang terdiri atas emplasemen stasiun dan bangunan stasiun. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 29 Tahun 2011, bangunan stasiun terdiri atas gedung, peron dan instalasi pendukung, termasuk pemadam kebakaran yang berjenis hydran dengan selang dan/atau tabung serta sprinkle. Jika terjadi kebakaran di stasiun kereta api yang lambat ditanganin maka dapat menyebabkan kerusakan yang membesar dan meluas serta membahayakan penumpang hingga prasarana kereta api lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah alat yang bersumber dari solar cell untuk menanggulangi dan mendeteksi kebakaran di stasiun. Dari hasil pengujian alat ini mampu mengontrol pompa secara otomatis untuk memompa air yang digunakan untuk memadamkan api. Ketika sensor api dan sensor suhu mendeteksi sumber api dengan suhu melebihi 55℃ maka buzzer akan menyala dan pompa ON, sebaliknya ketika sensor flame tidak mengidentifikasi adanya api maka buzzer akan tidak berfungsi dan relay akan bekerja sebagai fungsi OFF pompa DC.Stasiun kereta api merupakan prasarana kereta api sebagai tempat pemberangkatan dan pemberhentian kereta api yang terdiri atas emplasemen stasiun dan bangunan stasiun. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM. 29 Tahun 2011, bangunan stasiun terdiri atas gedung, peron dan instalasi pendukung, termasuk pemadam kebakaran yang berjenis hydran dengan selang dan/atau tabung serta sprinkle. Jika terjadi kebakaran di stasiun kereta api yang lambat ditanganin maka dapat menyebabkan kerusakan yang membesar dan meluas serta membahayakan penumpang hingga prasarana kereta api lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk membuat sebuah alat yang bersumber dari solar cell untuk menanggulangi dan mendeteksi kebakaran di stasiun. Dari hasil pengujian alat ini mampu mengontrol pompa secara otomatis untuk memompa air yang digunakan untuk memadamkan api. Ketika sensor api dan sensor suhu mendeteksi sumber api dengan suhu melebihi 55℃ maka buzzer akan menyala dan pompa ON, sebaliknya ketika sensor flame tidak mengidentifikasi adanya api maka buzzer akan tidak berfungsi dan relay akan bekerja sebagai fungsi OFF pompa D
Analisa Rancang Bangun Alat Pengering Pakaian Otomatis
Pemanasan global yang melanda dunia akhir akhir inimenyebabkan perubahan iklim serta musim di seluruh dunia. Salahsatu dampak yang terasa adalah perubahan cuaca yang tidak menentumenyebabkan kerepotan jika hujan datang tiba tiba. Permasalahan inisering dialami oleh masyarakat maupun pemilik jasa laundry.Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan membuat sebuah alatpengering pakaian otomatis berbasis mikrokontroler. Sistempengeringan bisa menggunakan hembusan udara yang mengandungpanas seperti blower, heater dan hair dryer. Pengeringan dibuatdengan sistem otomatis sehingga diperlukan sensor untuk mendeteksiberat pakaian saat dimasukkan dan pakaian kering. Rancang bangunalat pengering pakaian otomatis dilengkapi dengan sensor suhuDS18B20, sensor berat (load cell) dan beberapa rangkaian lainnyaseperti: rangkaian power supply, rangkaian push button, rangkaianrelay, LCD dan Arduino Uno. Berdasarkan pengujian yang dilakukandidapatkan hasil bahwa waktu pengeringan pakaian dengan berat1138 gram membutuhkan waktu 200 menit dengan suhu maksimal40,60C pada saat cuaca cerah sedangkan pada alat pengering pakaianotomatis dengan berat yang sama hanya membutuhkan waktu sekitar60 menit dengan suhu maksimal 490C
Perancangan Alat Manajemen Energi Listrik berbasis Fuzzy Logic
Peningkatan demand energi listrik dimasa yang akan datang perlu diimbangi dengan penyediaan energi listrik yang cukup. Ketidakseimbangan supply dan demand ini menyebabkan berbagai masalah di sisi konsumen seperti kualitas energi listrik yang rendah, maupun seringnya mengalami pemadaman listrik. Disamping peningkatan supply yang dapat dilakukan oleh energy distributor, pada sisi konsumen juga dapat menerapkan strategi demand side management yakni dengan menerapkan sebuah teknologi alat smart home energy management. Dalam perkembangannya, alat ini masih memerlukan banyak penyempurnaan, salah satunya dalam sisi algoritma pemrograman. Pengembangan algoritma machine learning berbasis fuzzy logic merupakan tujuan utama penelitian kali ini. Algoritma ini digunakan untuk mengatasi kelemahan sistem sebelumnya yakni sistem belum mampu secara cerdas menyesuaikan limitasi energi antara hari libur maupun hari kerja dimana memiliki pola konsumsi energi listrik yang berbeda. Disamping itu pengembangan juga akan dilakukan pada sisi hardware secara menyeluruh untuk memperoleh kinerja yang lebih optimal. Penelitian ini dimulai dengan perancangan sistem hardware yang berkaitan dengan integrasi komponen input, processing maupun output; pemrograman yakni menerapkan algoritma fuzzy logic untuk optimalisasi limit energi harian; pengujian, untuk memastikan sistem mampu bekerja dengan baik dengan hasil pengukuran yang akurat dan presisi; analisa data untuk melihat performa alat dan melakukan sejumlah penyempurnaan; hasil yakni sebuah prototipe alat yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan konsumsi energi listrik rumah tangga skala lab, yang mampu bekerja dengan smart, yakni menerapkan prinsip machine learning dengan implementasi algoritma fuzzy logic. Pada akhirnya, alat ini diharapkan mampu mengoptimalisasi konsumsi energi listrik dengan meningkatkan efisiensi, tanpa mengabaikan kenyamanan penggunaPeningkatan demand energi listrik dimasa yang akan datang perlu diimbangi dengan penyediaan energi listrik yang cukup. Ketidakseimbangan supply dan demand ini menyebabkan berbagai masalah di sisi konsumen seperti kualitas energi listrik yang rendah, maupun seringnya mengalami pemadaman listrik. Disamping peningkatan supply yang dapat dilakukan oleh energy distributor, pada sisi konsumen juga dapat menerapkan strategi demand side management yakni dengan menerapkan sebuah teknologi alat smart home energy management. Dalam perkembangannya, alat ini masih memerlukan banyak penyempurnaan, salah satunya dalam sisi algoritma pemrograman. Pengembangan algoritma machine learning berbasis fuzzy logic merupakan tujuan utama penelitian kali ini. Algoritma ini digunakan untuk mengatasi kelemahan sistem sebelumnya yakni sistem belum mampu secara cerdas menyesuaikan limitasi energi antara hari libur maupun hari kerja dimana memiliki pola konsumsi energi listrik yang berbeda. Disamping itu pengembangan juga akan dilakukan pada sisi hardware secara menyeluruh untuk memperoleh kinerja yang lebih optimal. Penelitian ini dimulai dengan perancangan sistem hardware yang berkaitan dengan integrasi komponen input, processing maupun output; pemrograman yakni menerapkan algoritma fuzzy logic untuk optimalisasi limit energi harian; pengujian, untuk memastikan sistem mampu bekerja dengan baik dengan hasil pengukuran yang akurat dan presisi; analisa data untuk melihat performa alat dan melakukan sejumlah penyempurnaan; hasil yakni sebuah prototipe alat yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan konsumsi energi listrik rumah tangga skala lab, yang mampu bekerja dengan smart, yakni menerapkan prinsip machine learning dengan implementasi algoritma fuzzy logic. Pada akhirnya, alat ini diharapkan mampu mengoptimalisasi konsumsi energi listrik dengan meningkatkan efisiensi, tanpa mengabaikan kenyamanan pengguna
SISTEM DETEKSI KELAINAN JANTUNG BERDASARKAN ELEKTROKARDIOGRAF SECARA OTOMATIS
Di Indonesia angka pengidap stroke tiap tahunnya terus bertambah. Salah satu penyebab utamanya adalah gangguan irama jantung. Hal ini dikarenakan rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang mengenali irama jantungnya. Pada dunia medis gangguan irama jantung dapat dipanatau dengan menggunakan perangkat elektrokardiograf(EKG), namun dikarenakan alat tersebut masih membutuhkan dokter untuk menghitung interval dan heart rate pasien. Oleh karena itu, “Sistem Deteksi Kelainan Jantung Berdasarkan Elektrokardiograf Secara Otomatis” diusulkan untuk menanggulangi permasalahan yang ada. Alat Ini bekerja dengan menangkap sinyal jantung melalui elektroda, kemudian sinyal dikuatkan dan difilter pada rangkaian instrumentasi serta diproses pada mikrokontroler dan Delphi7 untuk memperoleh parameter yang dibutuhkan untuk mendiagnosis kelainan irama jantung menggunkan metode Pan-Tompkins. Metode Pan-Tompkins digunakan untuk mendeteksi segmen kompleks QRS. Dari Kompleks QRS terdiri parameter Heart rate, QRS width dan RR interval. Dari parameter tersebut sistem dapat mendiagnosis adanya kelainan pada jantung seperti kelainan Bradycardia dan tachycardia. Berdasarkan hasil pengujian dengan membandingkan alat EKG yang dibuat dengan Alat ECG tipe BTL-08 SD3 terdapat error sebesar 3%
MONITORING DAN SISTEM KONTROL VARIABLE SPEED DRIVE (VSD) SEBAGAI PENGENDALI MOTOR 3 FASA PADA CONVEYOR
Pada penelitian dirancang sebuah sistem monitoring dan juga sistem kontrol untuk mengatur variable speed drive (VSD) jenis Altivar 320 tipe ATV320U22N4C. Sedangkan untuk kontrol dan monitoring menggunakan smart relay Zelio tipe SR2B201BD. Sistem ini akan diaplikasikan untuk pengendali motor 3 fasa pada conveyor yang memiliki 3 pilihan kecepatan. Sistem dirancang jika sumber tegangan (supply) mengalami fluktuasi tegangan atau bahkan hilang pada salah satu fasa, sistem akan mematikan secara otomatis semua sistem yang berjalan dan akan menampilkan permasalahan apa yang terjadi pada display sebagai monitor. Selain itu sistem monitoring ini juga difungsikan untuk mengetahui bagian mana yang sudah siap maupun bagian mana yang belum siap untuk diberi perintah selanjutnya dan akan mengetahui permasalahan pada bagian mana yang mengalami kegagalan sistem. Sistem monitoring juga akan menampilkan pesan jika motor belum berjalan atau sudah berjalan dengan kecepatan yang telah ditentukan. Dari pengujian Rpm Motor yang dilakukan menggunakan smart relay yang memanfaatkan analog input pada VSD hasil yang didapatkan pada kecepatan pertama yaitu bernilai 910 Rpm dan dipengukuran tachometer bernilai 915 Rpm yang artinya memiliki selisih 5 Rpm, pada kecepatan kedua yaitu bernilai 1810 Rpm dan dipengukuran tachometer bernilai 1802 Rpm yang artinya memiliki selisih 8 Rpm dan pada kecepatan pertama yaitu bernilai 3000 Rpm dan dipengukuran tachometer bernilai 2990 Rpm yang artinya memiliki selisih 10 Rpm. Lalu untuk waktu tunda sistem mati jika fasa R – N pembacaan tegangan awalnya bernilai 225.7 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0.44 s, jika fasa S – N pembacaan tegangan awalnya bernilai 229.4 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0.56 s dan jika fasa T – N pembacaan tegangan awalnya bernilai 224.6 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0.43 s
Soil Moisture Controlling Using Wireless Sensor Network System in Smart Agriculture
Saat ini industri Pertanian sangat drastis perkembangannya, salah satunya adalah kebutuhan sistem otomatis yang digunakan untuk controlling kondisi kelembaban tanah serta pertumbuhan tanamannya. Dalam sistem pertanian smart agriculture, sangat penting untuk memantau kondisi tanaman ataupun kondisi lingkungan seperti kondisi kelembapan tanah dalam waktu lama serta terus menerus. Akan tetapi monitoring serta kontrolling tersebut sangat Susah untuk dilakukan serta membutuhkan usaha yang besar. Agar permasalahan tersebut dapat diatasi, maka peneliti berinovasi membuat suatu perangkat teknologi bernama “Soil Moisture Controlling Using Wireless Sensor Network in Smart Agriculture”, sistem yang digunakan untuk mengatur kondisi kelembaban tanah secara otomatis dan manual. Di simulasi yang dibuat pada penelitian ini terdapat pompa air motor dc yang digunakan untuk proses mengairi lahan pertanian dan 2 Little box yang berisi sensor kelembaban tanah dan sensor suhu yang nantinya akan disebar di area lahan pertanian. Diharapkan dari penelitian ini, Sistem kendali kelembaban tanah yang dibuat dapat diakses melalui intranet baik menggunakan website ataupun “AgriApps.apk” yang merupakan aplikasi khusus untuk melakukan monitoring dan controling pada lahan pertanian khususnya pada kondisi kelembaban tanah secara real time dan otomatis, sehingga kondisi kelembaban tanah dapat terjaga sesuai dengan kebutuhan pertanian