JEECAE (Journal of Electrical, Electronics, Control, and Automotive Engineering)
Not a member yet
74 research outputs found
Sort by
WARNING & SAFETY SYSTEM PADA ESKALATOR OTOMATIS BERBASIS PLC DAN HMI
Eskalator Otomatis Merupakan suatu alat transportasi vertical yang dapat memindahkan satu orang ataupun lebih, dari lantai dasar menuju ke lantai atas atau berikutnya maupun sebaliknya, Tidak jarang pengguna Eskalator mengabaikan keselamatan mereka dengan tidak memperhatikan & keselamatan. Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di eskalator terutama pada anak-anak yang disebabkan oleh kelalaian dan juga kurangnya safety system yang ada pada escalator. Warning & Safety Sistem pada Eskalator otomatis merupakan suatu sistem pengaman pada eskalator otomatis berbasis PLC (Programmable Logic Controller), sebagai control utama yang dirancang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada penggunaan Eskalator, dan HMI (Human Machine Interface), sebagai media monitoring kerja dari system yang telah dirancang. Sensor Photoelectric ditanamkan pada sistem ini berfungsi sebagai input ke PLC sekaligus sebagai saklar dari warning & safety system pada eskalator yang kemudian sinyal input dari sensor tersebut diolah oleh PLC. Output yang dihasilkan berupa sinyal untuk menggerakan pada motor reverse dan bunyi dari sistem peringatan. Dengan adanya alat ini eskalator otomatis sangat menunjang untuk meberikan kenyamanan dan keamanan pengguna, serta teknologi untuk di terapkan di eskalator masih minim tingkat keamanannya.Eskalator Otomatis Merupakan suatu alat transportasi vertical yang dapat memindahkan satu orang ataupun lebih, dari lantai dasar menuju ke lantai atas atau berikutnya maupun sebaliknya, Tidak jarang pengguna Eskalator mengabaikan keselamatan mereka dengan tidak memperhatikan & keselamatan. Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di eskalator terutama pada anak-anak yang disebabkan oleh kelalaian dan juga kurangnya safety system yang ada pada escalator. Warning & Safety Sistem pada Eskalator otomatis merupakan suatu sistem pengaman pada eskalator otomatis berbasis PLC (Programmable Logic Controller), sebagai control utama yang dirancang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada penggunaan Eskalator, dan HMI (Human Machine Interface), sebagai media monitoring kerja dari system yang telah dirancang. Sensor Photoelectric ditanamkan pada sistem ini berfungsi sebagai input ke PLC sekaligus sebagai saklar dari warning & safety system pada eskalator yang kemudian sinyal input dari sensor tersebut diolah oleh PLC. Output yang dihasilkan berupa sinyal untuk menggerakan pada motor reverse dan bunyi dari sistem peringatan. Dengan adanya alat ini eskalator otomatis sangat menunjang untuk meberikan kenyamanan dan keamanan pengguna, serta teknologi untuk di terapkan di eskalator masih minim tingkat keamanannya
Rancang Bangun Sistem Kontrol Pengaduk Adonan Roti Bluder Otomatis Berbasis PLC Dan HMI
Pada pembuatan roti bluder proses penakaran adonan sangat penting. Dengan takaran adonan yang pas dapat mengahasilkan roti yang berkualitas. Salah satu perusahaan roti bluder di daerah Madiun masih menggunakan alat pengaduk adonan roti secara manual dan sederhana. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat yang bisa melakukan penakaran adonan roti bluder secara otomatis. Dari permasalahan tersebut dibuat suatu alat yang dapat melakukan penakaran dan pengadukan adonan secara otomatis. Salah satu metode yang digunakan untuk melakukan proses penakaran dan pengadukan secara otomatis ini dengan melakukan setting timer di PLC. Proses penakaran dilakukan dengan melakukan setting timer pada valve. Sedangkan proses pengadukan dilakukan dengan setting timer pada motor pengaduk yang kecepatannya akan diatur oleh VSD (Variable Speed Driver) yang terkoneksi dengan PLC. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pada proses penakaran adonan tepung menggunakan 2 motor DC untuk membuka dan menutup selama beberapa tahap. Input yang dimasukkan di dalam PLC harus dalam satuan bilangan genap. Pada valve gula diperlukan waktu minimal 24 detik dalam sekali proses buka dan tutup. Untuk penakaran air dapat diatur dengan memasukkan set point berupa setting waktu pada PLC. Set point yang dimasukkan berupa berat dari adonan yang diinginkan.Pada pembuatan roti bluder proses penakaran adonan sangat penting. Dengan takaran adonan yang pas dapat mengahasilkan roti yang berkualitas. Salah satu perusahaan roti bluder di daerah Madiun masih menggunakan alat pengaduk adonan roti secara manual dan sederhana. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alat yang bisa melakukan penakaran adonan roti bluder secara otomatis. Dari permasalahan tersebut dibuat suatu alat yang dapat melakukan penakaran dan pengadukan adonan secara otomatis. Salah satu metode yang digunakan untuk melakukan proses penakaran dan pengadukan secara otomatis ini dengan melakukan setting timer di PLC. Proses penakaran dilakukan dengan melakukan setting timer pada valve. Sedangkan proses pengadukan dilakukan dengan setting timer pada motor pengaduk yang kecepatannya akan diatur oleh VSD (Variable Speed Driver) yang terkoneksi dengan PLC. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan pada proses penakaran adonan tepung menggunakan 2 motor DC untuk membuka dan menutup selama beberapa tahap. Input yang dimasukkan di dalam PLC harus dalam satuan bilangan genap. Pada valve gula diperlukan waktu minimal 24 detik dalam sekali proses buka dan tutup. Untuk penakaran air dapat diatur dengan memasukkan set point berupa setting waktu pada PLC. Set point yang dimasukkan berupa berat dari adonan yang diinginka
Sistem Koordinasi Pompa Air Untuk Mengatasi Banjir Berbasis Plc Dan Hmi
Eskalator Otomatis Merupakan suatu alat transportasi vertical yang dapat memindahkan satu orang ataupun lebih, dari lantai dasar menuju ke lantai atas atau berikutnya maupun sebaliknya, Tidak jarang pengguna Eskalator mengabaikan keselamatan mereka dengan tidak memperhatikan & keselamatan. Banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi di eskalator terutama pada anak-anak yang disebabkan oleh kelalaian dan juga kurangnya safety system yang ada pada escalator. Warning & Safety Sistem pada Eskalator otomatis merupakan suatu sistem pengaman pada eskalator otomatis berbasis PLC (Programmable Logic Controller), sebagai control utama yang dirancang untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan pada penggunaan Eskalator, dan HMI (Human Machine Interface), sebagai media monitoring kerja dari system yang telah dirancang. Sensor Photoelectric ditanamkan pada sistem ini berfungsi sebagai input ke PLC sekaligus sebagai saklar dari warning & safety system pada eskalator yang kemudian sinyal input dari sensor tersebut diolah oleh PLC. Output yang dihasilkan berupa sinyal untuk menggerakan pada motor reverse dan bunyi dari sistem peringatan. Dengan adanya alat ini eskalator otomatis sangat menunjang untuk meberikan kenyamanan dan keamanan pengguna, serta teknologi untuk di terapkan di eskalator masih minim tingkat keamanannyaPenggunaan pompa untuk menanggulangi banjir masih dioperasikan secara manual dan dihidupkan pada saat banjir telah menggenangi kawasan. Maka dalam tugas akhir ini dibuat alat dengan judul “Sistem Koordinasi Pompa Air Untuk Mengatasi Banjir Berbasis PLC dan HMI”. Sistem ini menggunakan metode Water Level Control. Untuk mendeteksi ketinggian air, digunakan sensor pressure MPX5010 yang berfungsi untuk mengontrol atau mengatur ketinggian air. Dengan PLC sebagai pusat kendalinya, diharapkan alat ini mampu memberikan respon yang cepat saat terjadi banjir. Sistem ini menggunakan 4 pompa air dengan daya berbeda dan bekerja berdasarkan ketinggian debit air. Semakin tinggi permukaan air, maka daya yang digunakan pada pompa air akan semakin besar. Sistem ini juga di program agar saat salah satu pompa air dalam kondisi mati atau tidak berfungsi, sistem mampu mendeteksi dan mengarahkan pompa lain untuk bekerja. Sehingga sistem dapat tetap bekerja meskipun terdapat kerusakan di salah satu pompa. Sistem ini juga menggunakan Buzzer sebagai alarm ketika pompa air tidak berfungsi secera keseluruhan
Implementasi Metode Kalman Filter Untuk Mengurangi Noise Sinyal RSSI pada Protokol Zigbee
Protokol ZigBee diterapkan secara luas pada banyak bidang kehidupan manusia. Salah satu contoh implementasi ZigBee penggunaan nya pada Jaringan Sensor Nirkabel. ZigBee mempunyai kelebihan sebagai media transmisi yang proses pendeteksiannya dapat dimonitor secara real-time dan dikontrol dari jarak jauh. Selain itu, ZigBee yang memiliki karakteristik kecepatan data yang rendah. Kualitas sinyal pada ZigBee dapat dilihat dari Indikator Kekuatan Sinyal yang Diterima (RSSI). Semakin tinggi nilai RSSI semakin baik kekuatan sinyal. Nilai RSSI hanya bergantung pada jarak antara titik pengirim dan titik penerima yang diukur dengan mendeteksi kekuatan sinyal yang diterima di antara keduanya. Nilai RSSI sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan hambatan yang ada di sekitarnya. Sinyal noise ini memantul pada benda-benda di lingkungan seperti dinding dan perabotan. Oleh karena itu pada penelitian ini, dipilih metode Kalman Filter untuk mengurangi noise pada sinyal RSSI. Kalman Filter sendiri adalah metode yang membuat suatu estimasi beberapa variabel yang tidak teramati berdasarkan pengukuran noise disekitarnya. Ini adalah algoritma rekursif karena memperhitungkan sejarah pengukuran. Dalam kasus ini, ingin mengetahui berapa nilai RSSI yang baik berdasarkan skenario pengukuran yang akan di lakukan. Skenario yang diusulkan ada tiga skenario. Pada skenario pertama, mengirim paket dari pemancar ke penerima. Skenario kedua, membuat tiga skenario (skenario tanpa objek, skenario dengan objek statis, skenario dengan objek dinamis) yang di taruh pada jalur antara pemancar dan penerima. Tahap ketiga, mendapatkan nilai RSSI asli dari penerima dan diproses dengan Kalman Filter. Dari tiga skenario tersebut di dapat Nilai RSSI setelah diproses menggunakan Kalman Filter pada skenario tanpa objek menunjukkan kestabilan dengan nilai antara -55dBm sampai dengan -56dBm dibandingkan dengan RSSI tanpa Kalman Filter dengan nilai -54dBm sampai dengan -57dBm. Skenario dengan Objek Statis menunjukkan RSSI Kalman Filter lebih stabil antara -62dBm sampai dengan -63dBm daripada nilai RSSI tanpa Kalman Filter antara -61dBm sampai dengan -64dBm. Sedangkan pada skenario Objek Dinamis, RSSI Kalman Filter juga menunjukkan kestabilan dengan nilai antara -74dBm sampai dengan -80dBm daripada RSSI tanpa Kalman Filter dengan nilai -74dBm sampai dengan -84dBm. Dapat ditarik kesimpulan Nilai RSSI setelah diolah dengan metode Kalman Filter lebih baik daripada nilai RSSI tanpa Kalman Filter.Abstrak— Protokol ZigBee diterapkan secara luas pada banyak bidang kehidupan manusia. Salah satu contoh implementasi ZigBee penggunaan nya pada Jaringan Sensor Nirkabel. ZigBee mempunyai kelebihan sebagai media transmisi yang proses pendeteksiannya dapat dimonitor secara real-time dan dikontrol dari jarak jauh. Selain itu, ZigBee yang memiliki karakteristik kecepatan data yang rendah. Kualitas sinyal pada ZigBee dapat dilihat dari Indikator Kekuatan Sinyal yang Diterima (RSSI). Semakin tinggi nilai RSSI semakin baik kekuatan sinyal. Nilai RSSI hanya bergantung pada jarak antara titik pengirim dan titik penerima yang diukur dengan mendeteksi kekuatan sinyal yang diterima di antara keduanya. Nilai RSSI sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan hambatan yang ada di sekitarnya. Sinyal noise ini memantul pada benda-benda di lingkungan seperti dinding dan perabotan. Oleh karena itu pada penelitian ini, dipilih metode Kalman Filter untuk mengurangi noise pada sinyal RSSI. Kalman Filter sendiri adalah metode yang membuat suatu estimasi beberapa variabel yang tidak teramati berdasarkan pengukuran noise disekitarnya. Ini adalah algoritma rekursif karena memperhitungkan sejarah pengukuran. Dalam kasus ini, ingin mengetahui berapa nilai RSSI yang baik berdasarkan skenario pengukuran yang akan di lakukan. Skenario yang diusulkan ada tiga skenario. Pada skenario pertama, mengirim paket dari pemancar ke penerima. Skenario kedua, membuat tiga skenario (skenario tanpa objek, skenario dengan objek statis, skenario dengan objek dinamis) yang di taruh pada jalur antara pemancar dan penerima. Tahap ketiga, mendapatkan nilai RSSI asli dari penerima dan diproses dengan Kalman Filter. Dari tiga skenario tersebut di dapat Nilai RSSI setelah diproses menggunakan Kalman Filter pada skenario tanpa objek menunjukkan kestabilan dengan nilai antara -55dBm sampai dengan -56dBm dibandingkan dengan RSSI tanpa Kalman Filter dengan nilai -54dBm sampai dengan -57dBm. Skenario dengan Objek Statis menunjukkan RSSI Kalman Filter lebih stabil antara -62dBm sampai dengan -63dBm daripada nilai RSSI tanpa Kalman Filter antara -61dBm sampai dengan -64dBm. Sedangkan pada skenario Objek Dinamis, RSSI Kalman Filter juga menunjukkan kestabilan dengan nilai antara -74dBm sampai dengan -80dBm daripada RSSI tanpa Kalman Filter dengan nilai -74dBm sampai dengan -84dBm. Dapat ditarik kesimpulan Nilai RSSI setelah diolah dengan metode Kalman Filter lebih baik daripada nilai RSSI tanpa Kalman Filter
Studi Karakteristik Komposit Serat Kelapa Terhadap Waktu Perendaman H2so4 dengan Matrik Epoxy Untuk Pembuatan Komponen Kendaraan
Komposit merupakan gabungan dari dua atau lebihpenyusun atau material yang mempunyai karakteristik yang tidak sama.Komposit yang akan dibuat menggunakan serat alam penguat atau filleryaitu berupa serat. Matrik yang akan digunakan untuk komposit iniadalah jenis resin epoxy, dimana serat dari serat kelapa akan dilakukanproses alkali dengan larutan H2SO4 dan menggunakan variasi 40 menit,60 menit, 80 menit dan 100 menit Metode yang digunakan yaitu HandLay Up. Tujuan dari dilakukannya proses alkali yaitu untukmendegradasi kadar lignin, hemiselulosa dan kotoran yang ada padaserat kelapa. Karakter spesifikasi terbaik dari uji tarik yaitu 80 menitdengan hasil 1880,91 N dengan kekuatan tegangan, renggangan 45,21MPa merupakan kadar persentase yangdijadikan pembuatan komponenkendaraan cover knalpot
Analisa Perbandingan Kerugian Aliran (Losses) pada Pipa Jenis HDPE dan Galvanis (Studi Eksperimen)
oai:journal.pnm.ac.id:article/195Penerapan pinsip-prinsip mekanika fluida saluran tertutup dapat dijumpai pada jaringan pipa air minum pada perumahan, jaringan pipa industri, maupun bidang keteknikan lainnya. Namun dalam penggunaannya selalu terjadi kerugian energi pengaliran. Dengan mengetahui kerugian energi pada suatu sistem instalasi pipa, akan sangat menentukan tingkat efisiensi penggunaan energi itu sendiri. Penelitian ini akan mengkaji head losses atau kerugian energi pengaliran yang terjadi pada sebuah instalasi perpipaan dengan menggunakan pipa jenis HDPE (fleksibel) dan pipa Galvanis atau pipa besi. Penelitian ini dilakukan dengan sistem instalasi perpipaan yang dibuat sepanjang 7 meter tanpa ada beda ketinggian (elevasi) dan jalur belokan yang sama. Data hasil eksperimen memperlihatkan bahwa total kerugian aliran (minor dan mayor losses) pada pipa HDPE sebesar 1,22 m dan pada pipa Galvanis sebesar 1,95 m. Sementara itu, untuk perubahan tekanan aliran yang terjadi akibat belokan yaitu sebesar 101310,72 Pa pada pipa HDPE dan 101319,42 Pa untuk pipa Galvanis.
Kata kunci— Saluran tertutup, ; Pipa HDPE dan Galvanis ; Kerugian Alira
Metode Haar Cascade dan Convolutional Neural Network untuk Klasifikasi Penggunaan Masker
Berita tentang bahaya virus corona yang mewabah dengan sangat cepat dan masif telah banyak dirasakan dampaknya. Akibatnya, di masa pandemi Covid-19, pemberlakuan gaya hidup normal baru terus digalakkan demi menjaga kesehatan masyarakat, serta mengurangi resiko penularan. Salah satu dari berbagai hal yang diwajibkan di masa pandemi yaitu penggunaan masker di keramaian. Namun tak sedikit pula yang masih abai. Dengan memanfaatkan teknologi masa kini, diperlukan sebuah sistem yang dapat mendeteksi penggunaan masker. Penelitian ini mengembangkan sistem pendeteksipenggunaan masker menggunakan Haar Cascade dan Convolutional Neural Network. Masukan dari pada sistem diperoleh dari tangkapan citra wajah oleh Pi Camera V2. Pemrosesan utama pada sistem menggunakan Raspberry Pi 3B+ guna pengolahan citra. Keluaran dari sistem yakni teks peringatan agar menggunakan masker yang ditampilkan di monitor ketika orang terdeteksi tidak menggunakan masker, serta terdapat pula suara pemberitahuan oleh speaker. Penelitian ini berhasil memperoleh keakuratan pendeteksian sekitar 90% berdasarkan pengujian dengan berbagai macam bentuk, warna masker hingga motifnya. Kendati demikian, dari rata-rata data citra tidak semua dapat terdeteksi dengan tepat
Deteksi Objek pada Prototipe Autonomous Car Menggunakan Sensor Fusion Kamera Mono dan Sensor Ultrasonik
Teknologi kendaraan berupa ADAS hingga autonomous car tidak dapat terlepas dari adanya sensor yang baik. Sensor yang baik sangat dibutuhkan untuk mengenali lingkungan sebagai fungsi alih dari indra manusia. Setiap sensor memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga untuk mendapatkan hasil yang baik, perlu mengekstraksi kelebihan setiap sensor untuk menutupi kelebihan yang lain, yang disebut sebagai sensor fusion. Sebagai sensor ukur jarak sensor ultrasonic HC-SR04 digunakan, dan untuk mendapatkan deteksi objek yang lebih baik sensor kamera mono IMX219-160, yang terpasang secara tertanam pada purwarupa autonomous car Jetson AI Car. Dengan mini-PC Jetson nano sebagai pemroses data dari kedua sensor untuk diterjemahkan menjadi pengenalan objek. Deteksi objek pada kamera menggunakan DNN Yolov4-tiny sebagai algoritma deteksi. Kemudian untuk menyamakan waktu pengukuran perlu mengatur time delay untuk sensor ultrasonik sebesar 7 detik. Hasil pengukuran kedua sensor menunjukkan hasil yang baik Penggabungan kedua sensor mampu berjalan dengan baik, baik dalam kondisi mendeteksi objek diam (statis) maupun bergerak (dinamis). Namun, terdapat penurunan akurasi ketika mendeteksi objek dinamis, dikarenakan sensor ultrasonik yang kurang baik untuk digunakan mendeteksi benda bergerak, serta distorsi kamera besar yang mempengaruhi hasil pengukuran. Maka penting untuk menelaah kembali device sensor yang digunakan, untuk mendapatkan sensor yang baik dalam mendeteksi lingkungan
Pengaturan Kecepatan Motor DC BrushlessMenggunakan Kontroller Fuzzy PI
Karakteristik motor induksi ialah kecepatan putar yang merupakan fungsi dari frekuensi sumber listrik dan slip motor. Secara umum, jumlah catu daya listrik selalu konstan dan slip motor berubah sebagai akibat dari perubahan daya dan torsi, sehingga laju motor induksi harus dikontrol. Permasalahan tersebut membuat respon tidak stabil. Kontroler Fuzzy PI mempunyai sifat yang efektif pada saat system bersifat non-linear yang kompleks. Kontroler ini dirancang untuk mengupdate parameter-parameter logika fuzzy secara online sehingga output dari system lebih kokoh dari gangguan. Metode ini adalah pilihan yang sangat tepat dalam pengaturan kecepatan motor induksi dengan berubahnya beban terhadap waktu. Teknik pemodelan dalam penelitian ini adalah dengan mempertimbangkan state pada plant. Ini menempatkan persamaan menjadi linier sehingga diperoleh persamaan SISO. Metode Fuzzy PI mampu menurunkan nilai percent overshoot, setting time lebih baik dan aksi kontrol yang lebih smooth di bandingkan dengan metode yang lainnya.Karakteristik motor induksi ialah kecepatan putar yang merupakan fungsi dari frekuensi sumber listrik dan slip motor. Secara umum, jumlah catu daya listrik selalu konstan dan slip motor berubah sebagai akibat dari perubahan daya dan torsi, sehingga laju motor induksi harus dikontrol. Permasalahan tersebut membuat respon tidak stabil. Kontroler Fuzzy PI mempunyai sifat yang efektif pada saat system bersifat non-linear yang kompleks. Kontroler ini dirancang untuk mengupdate parameter-parameter logika fuzzy secara online sehingga output dari system lebih kokoh dari gangguan. Metode ini adalah pilihan yang sangat tepat dalam pengaturan kecepatan motor induksi dengan berubahnya beban terhadap waktu. Teknik pemodelan dalam penelitian ini adalah dengan mempertimbangkan state pada plant. Ini menempatkan persamaan menjadi linier sehingga diperoleh persamaan SISO. Metode Fuzzy PI mampu menurunkan nilai percent overshoot, setting time lebih baik dan aksi kontrol yang lebih smooth di bandingkan dengan metode yang lainya
Analisa Balok Kantilever Dengan Beban Tidak Terbagi Merata
Pengujian defleksi penting dilakukan pada balok atau batang yang merupakan salah satu komponen konstruksi bangunan untuk mengetahui seberapa besar material tersebut mengalami deformasi atau sifat melengkungnya dimana memastikan bahwa suatu struktur solid dan dapat menangani beban seperti yang dirancang. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pengujian fenomena lendutan atau defleksi pada balok kantilever dengan beban tidak terbagi merata pada dua jenis material yaitu baja dan tembaga. Dimensi balok kantilever yang digunakan dengan panjang (L = 1m), lebar material (a) = 25 mm dan tebal material (h) = 10 mm menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan dilaboratorium Mekanika Terapan Fakultas Teknik Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar. Adapun hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu untuk beban yang sama (24 N/m), perputaran sudut material baja lebih kecil dari perputaran sudut tembaga karena elastisitas material baja baja (ESt = 200 GPa) lebih besar dari elastisitas tembaga (ECu = 90 GPa) dan untuk uji defleksi diperoleh bahwa untuk beban yang sama (24 N/m), defleksi atau lendutan material tembaga (5,23 mm) dan lebih besar dari defleksi atau lendutan material baja (2,35 mm) karena elestitsitas material tembaga (ECu = 90 GPa) lebih kecil dari elastisitas baja (ESt = 200 GPa)