101 research outputs found

    Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tsunami di Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember

    No full text
    ABSTRAK   Mulyo, Adi Sasmito. 2014. Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tsunami di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Skripsi, Jurusan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didik Taryana, M.Si. (II) Bagus Setiabudi Wiwoho, S.Si, M.Si.   Kata Kunci:   tsunami, tingkat bahaya tsunami, kesiapsiagaan masyarakat   Kecamatan Ambulu merupakan salah satu dari enam kecamatan di bagian selatan Kabupaten Jember yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Jumlah penduduk Kecamatan Ambulu sebanyak 105 ribu jiwa dengan persebaran penduduk mayoritas berada di wilayah pesisir. Dengan wilayah lepas pantai yang sering dilanda gempa dengan episentrum dibawah 70 km (USGS, 2010), menyebabkan wilayah Kecamatan Ambulu rawan akan bencana tsunami. Namun, belum ada penelitian secara menyeluruh untuk mengidentifikasi wilayah rawan bahaya tsunami ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji agihan tingkat bahaya tsunami pada wilayah Kecamatan Ambulu. Tujuan yang kedua adalah untuk mengkaji tingkat kesiapsiagaan masyarakat Kecamatan Ambulu terhadap tsunami. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada wilayah Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember dengan masyarakat Kecamatan Ambulu sebagai responden. Identifikasi tingkat bahaya tsunami dihitung  berdasarkan hasil skoring beberapa indikator yaitu ketinggian, kelerengan, kekasaran pantai, dan intensitas gempa bumi. Identifikasi tingkat kesiapsiagaan masyarakat dihitung dengan indikator berupa pengetahuan terhadap resiko bencana, kebijakan keluarga, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, dan mobilisasi sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian yang tergolong daerah dengan tingkat bahaya tsunami tinggi seluas 1,64 km2 yang terletak pada Desa Sumberejo dan Desa Tegalsari yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Daerah dengan tingkat bahaya tsunami sedang seluas 50,56 km2 yang berada pada Desa Sumberejo, Desa Tegalsari dan Desa Sabrang. Sedangkan daerah dengan tingkat bahaya tsunami rendah seluas 70,21 km2 yang terbagi pada keseluruhan 7 desa di Kecamatan Ambulu. Hasil analisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat pada tiap-tiap zona tingkat bahaya tsunami juga menunjukkan hasil serupa. Indeks kesiapsiagaan masyarakat pada wilayah dengan tingkat bahaya tsunami tinggi tergolong pada kategori sedang (54,44%). Masyarakat dengan wilayah yang tergolong tingkat bahaya tsunami sedang memiliki indeks kesiapsiagaan sebesar 53,38 % dan tergolong pada kategori sedang. Masyarakat dengan tingkat bahaya tsunami rendah juga memiliki tingkat kesiapsiagaan yang tergolong sedang dengan indeks kesiapsiagaan sebesar 55,38%

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA UD. LANCAR (Agen Gas LPG Dan Air Minum Club) Semanding - Tuban Jawa Timur

    Get PDF
    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA UD. LANCAR (Agen Gas LPG Dan Air Minum Club) Semanding - Tuban Jawa Timur Hendra Purwanto¹, Handaru Indrian Sasmito Adi² ¹²Pendidikan Ekonomi,Universitas PGRI Ronggolawe ¹Email : [email protected]               ²Email : [email protected]   ABSTRAK Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel kualitas pelayanan dan kualitas produk terhadap kepuasan pelanggan secara parsial dan secara simultan. Penelitian ini dilakukan pada pelanggan (konsumen) UD. Lancar dipimpin oleh Tanto Wijaya berlokasikan di jalan Raya Tuban-Babat Km. 4 no.1163 Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban yang bergerak dalam distributor gas LPG dan air minum club. Jenis penelitian ini kuantitatif, dimana pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling yaitu jumlah populasi sebanyak 250 pelanggan selama 3 hari diperoleh sampel sebanyak 71 pelanggan (responden) dengan menggunakan rumus slovin. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji instrumen yaitu uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas, uji asumsi klasik yaitu multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, uji regresi linier berganda, dan uji hipotesis yaitu uji t (uji parsial), uji F (uji simultan) dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1). Kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada UD. Lancar Tuban sebesar 78,8% dengan nilai probabilitas thitung < dari 0,05 (0,000 < 0,05). 2). Kualitas produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada UD. Lancar Tuban sebesar 20% dengan nilai probabilitas thitung < dari 0,05 (0,003 < 0,05). 3). secara simultan variabel kualitas pelayanan dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada UD. Lancar Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban sebesar 74,3% dengan nilai probabilitas Fhitung < dari 0,05 (0,000 < 0,05). Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, dan Kepuasaan Pelanggan

    PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN EGRANG DI KOMUNITAS GUBUK BACA LENTERA NEGERI DESA SUKOLILO KECAMTAN JABUNG KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN Sasmito, Adi. 2018. Penerapan Pendidikan Karakter Malalui Permainan Egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Prodi PPKn, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Awaliyah S.H, M.Hum, (2) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si.   Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri, Permainan Tradisional Egrang, Penerapan Pendidikan Karakter. Budaya dan kesenian harus tetap dilestarikan karena dengan budaya dan kesenian dapat membentuk karakter seseorang. Banyaknya kasus yang mencerminkan pembentukan karakter yang tidak baik mebuat pendidikan karakter sangat penting. Gubuk Baca Lentera Negeri merupakan komunitas yang bergeraka dalam bidang pendidikan yang mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan mengenalkan budaya, kesenian, cinta lingkungan serta permainan tradisional egrang kepada anak-anak. Minimal dengan begitu dapat membentuk karakter anak melaui kegiatan membaca, mengenalkan budaya dan permainan tradisional egrang. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan asal-usul permainan tradisional egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (2) menjalaskan tata cara permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (3) menjelaskan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (4) menjelaskan penerapan pendidikan karakter melalui permainan tradisional egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (5) menjelaskan kendala penerapam pendidikan karakter melalui permainan egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan jenis peneilitian diskriptif. Lokasi penelitian yang di pilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, serta gubuk baca binaan Gubuk Baca Lentera Negeri seperti Gubuk Baca Gang Tato dan Gubuk Baca Anak Alam yang masih dalam satu Kecamatan Jabung. Sumber data yang diperoleh dalam peneitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Agar data yang diperoleh tidak diragukan kebenaranya maka dilakukan pengecekan keabsaahan temuan yaitu dengan meningkatan ketekunan, triangulasi, mengunakan bahan refrensi. Temuan penelitian menghasilkan empat pembahasan, yaitu (1) asal-usul permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mulai dari awal hingga terciptanya tarian egrang, (2) tata cara memainkan permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri yaitu mulai tahap persipan, tahap pelaksanaan, tahap penutup. (3) nilai-nilai karakter yang terkang dalam permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mengadung delapan nilai yang baik yang dapat membentuk karakter seseorang yang memainkanya, (4) penerapan pendidikan karakter melalui permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri membuat seseorang tidak hanya bermain tetapi dapat belajar dengan apa yang dimainkan, sehingga ketika memainkanegrang  dapat menerapkan pendidikan karakter dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari selain bermain egrang. (5) Kendala dalam penerapan permainan egrang. Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu Permainan egrang jika diterapkan kepada anak-anak atau seseorang secara tidak sadar mereka akan belajar tentang pendidikan karakter yang terkadung didalamnya. Seseorang memang dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dari sebuah buku, tetapi tidak banyak orang yang mau mempraktikan dalam kehidupan nyata. Dengan bermain egrang tersebut seseorang dapat belajar nilai-nilai kebaikan dan mempraktikanya secara langsung. Untuk itu suatu pembelajaran juga dapat dibentuk melalui kegiatan belajar sambil bermain dan tidak harus melulu dikenalkan dengan teori-teori yang belum tentu seseorang memperaktikanya. Dalam permainan egrang seseorang langsung dapat belajar dan mepraktikan nilai kebaikan tersebut secara langsung. Ketika seseorang tersebut sudah mengerti niali-nilai tersebut harapanya agar dapat mempraktikan dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi jangan pernah malu memainkan permainan tradisonal

    Penobatan Prabu Brawijaya / Joko Adi Sasmito

    No full text

    Pengaruh Kualitas Layanan dan Harga Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Tanjung Papuma Kabupaten Jember

    No full text
    Variabel kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada Tanjung Papuma di Jember. Variabel harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen pada Tanjung Papuma di Jember. Setiap kegiatan usaha, pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan yang optimal guna mempertahankan eksistensi perusahaan di dalam persaingan. Dalam konsep pemasaran yang sederhana dinyatakan bahwa suatu organisasi harus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen agar dapat menguntungkan. Industri pariwisata merupakan sebuah usaha yang saat ini semakin bekembang dan bersaing

    Penobatan Prabu Brawijaya

    No full text
    vi+79hlm.;24c

    ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN JASA PEGADAIAN CABANG GADING SURAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang analisis perilaku konsumen dalam pembelian jasa Perum Pegadaian Cabang Gading Surakarta. Untuk memenuhi pemasaran, perusahaan juga harus mengerti tentang tingkah laku konsumen. Keberhasilan atau kegagalan pemasaran banyak tergantung pada reaksi konsumen. Sedangkan perilaku konsumen itu sendiri adalah kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh atau keterkaitan antara banyaknya jenis kebutuhan, nilai barang jaminan dan jumlah tanggungan keluarga (sebagai variabel independent). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian jasa pegadaian. Metode pengumpulan data yang dipakai adalah menggunakan data primer, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara secara langsung terhadap konsumen Perum Pegadaian Cabang Gading yang dilakuakan dengan menyebarkan angket atau quesioner kepada responden secara acak. Adapun alat analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah OLS (Ordinari Least Square), dengan teknik penaksiran modelnya menggunakan bentuk regresi linear. Sedangkan untuk analisis model lebih lanjut digunakan pengujian kriteria stastistik dan pengujian validitas asumsi klasik. Dari hasil pengolahan data sistem komputerisasi program microstat, diperoleh hasil bahwa banyaknya jenis kebutuhan, nilai barang jaminan dan jumlah tanggungan keluarga memberikan pengaruh yang positif terhadap tingkat pembelian jasa di Perum Pegadaian. Adapun variabel nilai barang jaminan terbukti memberikan pengaruh yang paling dominan sehingga hipotesis yang dapat diajukan dapat diterima kebenaranya. Sedangkan dari pengujian terhadap asumsi klasik baik mulktikolinearitas, heteroskedastisitas dan autokorelasi tidak ditemukan penyimpangan yang berarti. Dengan terpenuhinya kriteria asumsi klasik pada model persamaan ini, maka koefisien-koefisien regresi pada model persamaan yang diestimasi bisa dipakai untuk mengadakan analisis dan meginterprestasikan permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci : pegadaian, pembelian jasa pegadaian, jenis kebutuhan, banyaknya tanggungan keluarga dan nilai barang jamina

    KARAKTERISTIK PERTOKOAN PINGGIR JALAN DI KAWASAN KONSERVASI

    Get PDF
    Research about "Characteristic of Shopping Streets at Conservation Area", with background matters of economic development, urbanization, globalization economy and culture in Indonesia's city which crowded with modem shopping center which generally located in high, wider and modem building. The development of modem shopping center at the cities have threatened the existing of traditional shopping center designed as "shopping street" and conservation buildings. Whereas, either "shopping street" and also conservation building have specification in the activities and city plan. Usually, some efforts to conserved ancient building always met with problems as donation, investor's interest, obstruction of qualification of conservation and revitalization. "Shopping street" is further mentioned as shopping malls that more based on its etalase , neon sign and communication between customer and seller, whom defeated by modern shopping center which develop all interesting ways how to make customers interest by underlined the exterior, interior of modem construction, supported facilities, recreation activities, etc. The developing of Shopping streets at ancient building and conservation area has double functions as follows : • To add unique impression for shopping street, so the customers will visit oftenly. • To lift and make up the impression of ancient building and conservation area. • To conserve the substance activity and valuable city building, the same as social activities and historical building. Developing of shopping street in conservation area of course need characteristic accurately because each of them has own criteria in its developing. Based on the above background, this research has purpose of developing verification criteria and find out the unique of shopping center in conservation area as factors that should be considered in plan of shopping streets generally. Shopping streets in Jalan Malioboro, are very interesting to be researched, because the successful as shopping streets establish some questions must be answered, as follows : • What kind of factors that should be noticed for criteria of shopping streets developing? • How the criteria can be applied at conservation area ? Factors that will be researched, will be focussed is aspects how to meet two kinds of demands that are developing and conservation demands. While theory foundation to analyze foundations of shopping streets developing in conservation area include criteria theory of road shop developing, pedestrian theory,human attitude theory and theory of conservation criteria. After getting outline theory, further data collecting used observation and questioner. Then, through this analyzes it can be concluded that developing criteria which should be noticed for shopping streets generally, first is form and function of the shop. Second is form, location, and orientation. Third is location, accessibility factor and function. Fourth is location and shop orientation In the implementation of developing criteria of shopping streets consider impression and the unique of conservation area. Criteria of department store developing with building conservation demand can use knowledge and develop the research about comparison study for a kind of area or with other area. Penelitian tentang " Karakteristik Pertokoan Pinggir Jalan di Kawasan Konservasi", dilatarbelakangi masalah perkembangan ekonomi, urbanisasi, globalisasi ekonomi dan budaya di kota-kota Indonesia dengan maraknya pusat-pusat perbelanjaan modern, yang umumnya terwadahi dalam gedung (bangunan) tinggi, besar dan modem. Pembangunan pusat perbelanjaan modem di pusat-pusat kota, antara lain telah mengancam keberadaan pusat perbelanjaan tradisional yang dirancang sebagai "shopping street" dan bangunan-bangunan konservasi. Padahal baik "shopping street" maupun bangunan konservasi mempunyai nilai tersendiri dalam kegiatan dan rancangan kota. Biasanya upaya melestarikan bangunan-bangunan kuno yang bemilai selalu terbentur pada masalah-masalah pendanaan, minat investor, kendala-kendala kriteria pelestarian dan revitalisasi. "Shopping street" yang selanjutnya disebut pertokoan pinggir jalan dahulu mengandalkan daya tariknya pada etalase, neon sign dan komunikasi antara pembeli dan penjual, saat ini terkalahkan oleh pusat-pusat perbelanjaan modem yang mengembangkan berbagai cam untuk menarik pengunjung seperti eksterior, interior bangunan bentuk layanan modem, fasilitas-fasilitas penunjang, kegiatan-kegiatan rekreatif, dan sebagainya. Mengembangkan pertokoan pinggir jalan pada bangunan kuno dan kawasan konservasi agar tidak terkalahkan oleh pusat perbelanjaan modem, maka perlu dilalcukan : • Menambah daya tank yang unik bagi pertokoan pinggir jalan, sehingga dikunjungi kembali oleh pelanggannya. • Mengangkat dan menghidupkan kembali pamor dan daya tarik bangunan kuno dan kawasan konservasi. • Melestarikan unsur kegiatan dan bangunan kota yang bernilai, seperti kegiatan sosial dan bangunan bersejarah. Pengembangan pertokoan pinggir jalan dalam kawasan konservasi tersebut tenth saja membutuhkan karakteristik pengembangan yang cermat, karena masing-masing pengguna pertokoan mempunyai kriteria tersendiri dalam pengembangannya. LBerdasar latar belakang tersebut, maka penelitian ini bertujuan melakukan verifikasi kriteria pengembangan dan mencari keunikan pertokoan di kawasan konservasi sebagai faktor yang hams dipertimbangkan dalam perencanaan pertokoan pinggir jalan secara umum. Pertokoan pinggir jalan Malioboro sangat menarik untuk diteliti karena keberhasilannya sebagai kawasan pertokoan pinggir jalan sehingga menimbulkan pertanyaan yang hams dijawab, yaitu : • Faktor apa yang perlu diperhatikan untuk kriteria pengembangan pertokoan pinggir jalan ? • Bagaimana kriteria tersebut dapat diterapkan pada kawasan konservasi Faktor yang akan diteliti difokuskan kepada aspek mempertemukan dua jenis tuntutan yaitu tuntutan pengembangan dan tuntutan pelestarian. Adapun landasan teori untuk mengkaji tentang dasar-dasar karakteristik pengembangan pertokoan pinggir jalan di kawasan konservasi meliputi teori kriteria perkembangan pertokoan pinggir jalan, teori pejalan kaki, teori perilaku manusia dan teori kriteria konservasi. Setelah mendapat kerangka teori, selanjutnya metode pengumpulan data dipakai melalui cara observasi dan kuesioner. Kemudian melalui analisa dapat diambil kesimpulan bahwa kriteria pengembangan yang perlu diperhatikan untuk pengembangan pertokoan pinggir jalan secara umum, adalah pertama bentuk dan fungsi pertokoan. Kedua bentuk, lokasi dan orientasi pertokoan. Ketiga adalah faktor lokasi pencapaian dan fungsi dan keempat adalah lokasi dan orientasi. Kriteria pengembangan pertokoan pinggir jalan dalam pelaksanaannya mempertimbangkan faktor citra dan keunikan kawasan konservasi setempat, sedangkan obyek pertokoan pinggir jalan yang dilestarikan adalah pedagang kaki lima, kegiatan angkutan tradisional dan arkade. Kriteria pengembangan pertokoan pinggir jalan dengan tuntutan pelestarian bangunan dapat dikembangkan penelitian lagi dengan studi banding kawasan sejenis ataupun dengan kawasan lain
    corecore