80 research outputs found
HUBUNGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK SE-KABUPATEN SLEMAN
HUBUNGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PRESTASI
BELAJAR SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF
SMK SE-KABUPATEN SLEMAN
Oleh : Adi Kristianto
05504244045
ABSTRAK
Saat ini masih banyak siswa yang tidak mempunyai lingkungan
pergaulan/sosial yang kondusif sehingga dalam mempelajari mata pelajaran
mereka mengalami hambatan. Banyak kita dapatkan bahwasanya lingkungan
social sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, apalagi terhadap
prestasi belajar sekolah, banyak siswa yang kegiatannya hanya bermain dengan
teman-temannya, mereka tidak mau belajar dikarenakan teman-teman yang lain
juga tidak belajar. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui hubungan
antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan
Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012; 2)
Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar
Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman
tahun ajaran 2011/2012; 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan
masyarakat dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik
Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012.
Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sampel 200 siswa dari total
populasi 671 siswa yang dipilih secara Proportionate Random Sampling dan
Nomogram Harry King untuk menentikan populasi dengan tingkat kesalahan 5%.
Populasi didapatkan dari SMK jurusan otomotif kelas XI, yang berjumlah 16
SMK dan terdiri dari 2 SMK Negeri dan 14 SMK swasta. Data ini dianalisis
secara pearson product moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Keluarga
berhubungan positif dan signifikan dengan Prestasi Belajar (r=0,391; p<0,05);
Lingkungan Sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar
(r=0,556; p<0,05); Lingkungan Masyarakat berhubungan positif dan signifikan
dengan prestasi Belajar (r=0,249; p<0,05). Lingkungan Sekolah memiliki
hubungan yang terkuat dan Lingkungan masyarakat memiliki hubungan yang
terlemah dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik
Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman. Semakin besar angka koefisien korelasi,
berarti semakin baik model korelasi tersebut karena variabel bebas dapat
menjelaskan variabel terikat secara lebih baik.
Kata kunci: lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat, prestasi, belaja
Spirit Misi Dialog Antar Agama di HKBP Solo (Kajian Misiologi)
Tulisan ini berusaha untuk menjelaskan upaya untuk meningkatkan kesadaran gereja untuk membangun dialog antar agama dalam lingkungan gereja di HKBP Solo. Kesadaran tersebut dapat ditingkatkan melalui program-program gereja untuk mewujudkan dan mengekspresikan keimanan. Melalui program-program tersebut gereja dapat memahami dan menghidupi firman Allah dan melakukannya. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah penelitian kualitatif dengan menganalisis hasil penelitian dengan wawancara dan observasi. Dari penelitian ini penulis melihat, kurangnya kesadaran jemaat tentang dialog antaragama itu sendiri, hal itu tampak dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya bersosialisasi dengan warga sekitar. Selain itu program-progam gereja belum sampai pada tahap hubungan antara agama yang secara konkrit, seperti melakukan seminar di gereja tentang keberangan di indonesia, kunjungan pemuda atau jemaat ke pesantren dan melakukan hubungan kerjasama dengan agama-agama lain. Bagi penulis, untuk menjawab persoalan tersebut gereja perlu mengedepankan dialog keselamatan, yang tercetus dalam perdamaian, kerja sama, kebersamaan, pengalaman semakin dekat dengan Allah dan mencintai sesama. Hal itu tertuang dalam empat dialog interreligious, dialog kehidupan, dialog karya, dialog pandangan Teologis dan dialog pengalaman Keagamaan. Dari keempat dialog ini dapat meningkatkan kualitas dalam menyadari keberagaman serta meningkatkan rasa saling menghargai di tengah-tengah perbedaan yang ada
Dynamic assessment in ESL writing with learning media based on augmented reality / Virgiawan Adi Kristianto, Harijadi Gunawan Buntoro Wahjono and Sri Handayani
Augmented reality has experienced rapid development since the term was coined by Tom Caudell. This rapid development was made possible by the increasing development of mobile computing power and its functionality. Until finally, augmented reality is integrated on smart phones and makes this technology accessible to many parties. In education, augmented reality has designed learning tools to enrich the learning and teaching experience. This three-dimensional character can be used as a learning medium, especially in the field of English for Civil Engineering. This study uses a mixed methods approach, namely qualitative and quantitative. A qualitative approach with a case study design was used to determine student responses to the application of Augmented Reality learning media. This study followed the sandwich format on dynamic assessment which used pre and post – test so that a quantitative approach with a quasiexperimental research method and a non-equivalent control group design. Based on the results of the paired samples t test in the control and experimental groups, there is a significant difference between the mean between the control class and the experimental class
HUBUNGAN LINGKUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK MEKANIK OTOMOTIF SMK SE-KABUPATEN SLEMAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012; 2) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sekolah dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012; 3) Untuk mengetahui hubungan antara lingkungan masyarakat dengan prestasi belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman tahun ajaran 2011/2012.
Penelitian ini bersifat ex-post facto dengan sampel 200 siswa dari total populasi 671 siswa yang dipilih secara Proportionate Random Sampling dan Nomogram Harry King untuk menentikan populasi dengan tingkat kesalahan 5%. Populasi didapatkan dari SMK jurusan otomotif kelas XI, yang berjumlah 16 SMK dan terdiri dari 2 SMK Negeri dan 14 SMK swasta. Data ini dianalisis secara pearson product moment.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Lingkungan Keluarga berhubungan positif dan signifikan dengan Prestasi Belajar (r=0,391; p<0,05); Lingkungan Sekolah berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar (r=0,556; p<0,05); Lingkungan Masyarakat berhubungan positif dan signifikan dengan prestasi Belajar (r=0,249; p<0,05). Lingkungan Sekolah memiliki hubungan yang terkuat dan Lingkungan masyarakat memiliki hubungan yang terlemah dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Mekanik Otomotif SMK se-Kabupaten Sleman. Semakin besar angka koefisien korelasi, berarti semakin baik model korelasi tersebut karena variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat secara lebih baik
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode TOPSIS Studi Kasus pada Business Center Tempo Direct Solo
Business Center Tempo Direct giving rank to employees whose performance is good based on the employee's work performance assessment. One of method which can assist party of company management in conducting assessment and determine best employees required using a method to do performance rating. Topsis Method is one of the methods used in decision-making support systems in troubleshooting multi-criteria problems. The fundamental concept of this method is the determination of the shortest eucledi of the positive ideal solution and the farthest eucledi of the negative ideal solution. The results obtained from this calculation of employees who deserve top rank in the calculation using TOPSIS method
Designing UI/UX Reservation Application Onengan Resort With Design Thinking Method Using Figma
The importance of designing UI and UX according to user needs in application
development cannot be ignored. The Onengan Resort Reservation Application was
conceptualized to make it easier for customers to make hotel reservations online,
especially for those who live outside the city. In its development, a Design Thinking
approach was used which prioritizes empathy towards users to create innovative and
practical solutions. This process involves comprehensive idea generation as well as
rigorous testing to ensure the effectiveness of the proposed solution. The UI/UX design of the Onengan Resort Reservation Application succeeded in achieving this goal by being attractive and user-friendly. This application prototype was assessed using Maze with a score of 84%, while the results of user trial analysis showed a Usability Testing score of 84.1%. This success confirms that the Design Thinking approach has been effective in producing an optimal user experience, ensuring that this application not only meets user needs but also provides convenience and satisfaction in its use.Pentingnya mendesain UI dan UX sesuai kebutuhan pengguna dalam pengembangan
aplikasi tidak bisa diabaikan. Aplikasi Reservasi Onengan Resort dikonsep untuk
memudahkan pelanggan melakukan reservasi hotel secara online, terutama untuk mereka yang tinggal di luar kota. Dalam pengembangannya, digunakan pendekatan Design Thinking yang mengutamakan empati terhadap pengguna untuk menciptakan solusi
inovatif dan praktis. Proses ini melibatkan generasi ide yang komprehensif serta
pengujian yang teliti untuk memastikan keefektifan solusi yang diusung. Desain UI/UX
Aplikasi Reservasi Onengan Resort berhasil mencapai tujuan tersebut dengan menarik dan ramah pengguna. Prototipe aplikasi ini dinilai menggunakan Maze dengan skor 84%, sedangkan hasil dari analisis uji coba pengguna menunjukkan skor Usability Testing sebesar 84,1%. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pendekatan Design Thinking telah efektif dalam menghasilkan pengalaman pengguna yang optimal, memastikan bahwa aplikasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna namun juga memberikan kemudahan serta kepuasan dalam penggunaannya
Optimalisasi Operasi Ekonomis PLTMG pada Kawasan Industri dengan Metode Monte Carlo
Usaha untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada pembangkit listrik termal diperlukan dewasa ini. Hal ini disebabkan karenad gas rumah kaca berbahaya bagi lingkungan. Usaha Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca pada pembangkit termal terus didorong terlebih lagi sebagian besar pembangkit di Indonesia menggunakan bahan bakar fosil. Salah satu upaya adalah dengan melakukan operasi ekonomis sehingga menurunkan konsumsi bahan bakar yang secara langsung mengurangi emisi gas rumah kaca. Penelitian ini menggunakan metode Monte Carlo untuk menyelesaikan permasalahan optimalisasi operasi ekonomis di dalam pembangkit berbasis padamesin gas. Metode Monte Carlo adalah teknik statistik untuk perkiraan perhitungan integral dan optimisasi yang menggunakan kumpulan sampel acak. Sebanyak 35.000 sampel data acak dibangkitkan untuk menyelesaikan permasalahan optimalisasi operasi ekonomis ini. Pada penelitian ini kapasitas dari pembangkit dibatasai dari 50% - 100% dengan cadangan berputar minimal sebesar kapasitas satu mesin pembangkit. Penelitian ini tidak memperhitungkan rugi-rugi transmisi di dalam analisis. Tiga skenario pembebanan yang merepresentasikan kondisi nyata dipakai pada penelitian ini
Perbedaan Stress Kerja Berdasarkan Karakteristik Karyawan Yang Terpapar Kebisingan Di Bagian Produksi Pt. Charoen Pokphand Indonesia Semarang 2010
Bising merupakan salah satu stressor bagi individu bila terjadi berulang kali dan terus menerus sehingga melampaui adaptasi individu maka berakibat terjadinya kondisi stress yang merusak. Efek yang sederhana dan jelas dari stress kerja adalah turunnya kepuasan kerja yang timbul sebagai respon efektif terhadap aspek pekerjaan. Sumber stress kerja meliputi struktur organisasi, desain pekerjaan, kelompok kerja, karakteristik individu. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan metode pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan menggunakan simpel random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekskusi didapatkan responden sebanyak 41 karyawan dari 135 karyawan yang terpapar kebisingan di bagian produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia Semarang. Data dianalisa dengan menggunakan uji � independent t test �. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan stress kerja berdasarkan umur, pendidikan, status pegawai, masa keja, overload kerja dan ada perbedaan total skor stress kerja responden yang tidak memakai APT dengan responden yang memakai APT(p = 0,029), ada perbedaan total skor stress kerja responden yang pekerjaannya menarik dengan responden yang pekerjaannya tidak menarik (? = 0,029). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan stress kerja karyawan berdasarkan pemakaian APT dan deprivational kerja dan disarankan karyawan harus memakai APT sebelum melakukan pekerjaan serta pelaksanaan pemberdayaan karyawan melalui pendekatan personal atau individual
APPLICATION IN SEARCH OF METRO PACIFIC PLACE WITH Using Macromedia Dreamweaver 8.
Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat danmutakhir, hampir seluruh lapisan masyarakat di dunia menggunakan komputerdi berbagai bidang pekerjaannya. Salah satunya proses pencarian barang disebuah Dept. Store. Aplikasi Pencarian Barang ini digunakan untukmengefisiensikan waktu dalam memudahkan pencarian barang yang diinginkanoleh Customer di gudang penyimpanan barang yang dilakukan secarakomputerisasi. Pembuatan Aplikasi Pencarian Barang pada Metro Pacific Placeini menggunakan program aplikasi Macromedia Dreamweaver 8 dan untukmenghubungkannya dengan menggunakan program PHP
EVALUASI KONDISI PERKERASAN JALAN (Studi Kasus Ruas Jalan Gito-Gati, Sleman)
Jalan Gito-Gati, Sleman memiliki peranan penting dalam kegiatan lokal,
sehingga jalan tersebut cukup padat dilalui kendaraan. Namun semakin
meningkatnya volume kendaraan menyebabkan kondisi perkerasam jalan semakin
menurun. Kerusakan jalan menjadi salah satu hambatan bagi perkembangan daerah
disekitarnya sehingga perlu adanya analisis kondisi kerusakan jalan tersebut.
Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah mengevaluasi dan mengidentifikasi
kondisi perkerasan jalan menurut jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi pada
Jalan Gito-Gati, Sleman.
Penelitian ini dilakukan dengan metode Pavement Condition Index (PCI)
dan metode Bina Marga. Sampel ditentukan sebanyak 22 unit/segmen dengan
panjang 100 m setiap unit/segmen. Dalam metode PCI, pengamatan visual
dilakukan untuk menentukan jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan jalan, dan
luas kerusakan jalan pada setiap unit/segmen. Nilai PCI diperoleh dengan langkah
menghitung nilai density, menentukan nilai pengurangan (Deduct Value) untuk tiap
jenis kerusakan pada tiap unit/segmen, menetukan nilai m, menentukan nilai
pengurangan total (total Deduct Value/TDV), nilai pengurang koreksi (correct
Deduct Value/CDV), nilai Pavement Condition Index (PCI), dan menghitung nilai
rata-rata PCI dari semua unit. Metode Bina Marga digunakan dalam menentukan
Nilai Urutan Prioritas (UP) untuk dapat mengetahui jenis pemeliharaan atau
perbaikan. Untuk menentukan Nilai UP, langkah yang dilakukan yaitu
penghitungan Lintas Harian Rata-Rata dan penetapan nilai kelas jalan sesuai
dengan tabel petunjuk. Data kemudian dikelompokkan sesuai dengan jenis
kerusakan dan persen tingkat kerusakan, lalu dilakukan penilaian terhadap setiap
jenis kerusakan jalan. Nilai yang paling tinggi dalam jenis kerusakan diambil dari
masing-masing stasiun dan setiap angka dijumlahkan untuk semua jenis kerusakan
dan ditetapkan nilai prioritas kondisi jalan.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 jenis kerusakan jalan yang terjadi
di ruas Jalan Gito-Gati, Sleman yaitu retak kulit buaya dengan total luas kerusakan
sebesar 1.101,46 m
2
, retak blok dengan total luas kerusakan sebesar 978,89 m
,
retak memanjang/melintang dengan total luas kerusakan sebesar 187,30 m
,
tambalan dengan total luas kerusakan sebesar 383,6 m
2
, dan lubang dengan total
luas kerusakan sebesar 15,41 m
2
. Nilai Pavement Condition Index (PCI) rata-rata
pada ruas Jalan Gito-Gati, Sleman dari total 22 unit segmen penelitian sebesar 36,7
masuk dalam klasifikasi buruk (poor). Nilai Urutan Prioritas (UP) dengan metode
Bina Marga adalah 6, menandakan bahwa jalan perlu dimasukkan dalam program
pemeliharaan berkala
- …
