9 research outputs found
Efek Dominasi Peran Gender Terhadap Keberlanjutan Pola Nafkah Usaha Budidaya Murbei dan Pemeliharaan Ulat Sutera
Mulberry cultivation and silkworm maintenance are household agro-industries with short production processes, which can be done by men and women and produce quickly. The research aims to analyze the role of gender in the household of mulberry cultivation and silkworm maintenance and analyze the effect of gender roles' dominance on the sustainable livelihood of the mulberry cultivation and silkworm maintenance. This research is a qualitative descriptive with case studies in nine businesses of mulberry cultivation and silkworm maintenance in Sabbangparu District, Wajo Regency. Research informants were purposive. Data were analyzed using a qualitative approach. The results showed that gender roles in roles allocation (reproductive, social, productive), economic allocation, and power allocation were dominated by wives (consecutively 51.94%, 47.08%, and 52.48%). High-income households, wives play a dominant role in allocating the positions while the power allocation tends to be decided together (husband and wife). The dominance of gender roles (husband and wife) in households does affect the sustainability of livelihood. Therefore, the husband and wife's involvement becomes necessary so that the mulberry cultivation and silkworm maintenance can run well and sustainably
Pemberdayaan Ibu Balita dan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Diversifikasi Olahan Abon Tempe Untuk Mencegah Stunting
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting berdampak dari berbagai faktor seperti berat lahir yang rendah, asupan nutrisi yang kurang, dan infeksi berulang serta berbagai faktor lingkungan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah memberikan penyuluhan untuk mengubah pengetahuan dan perilaku ibu balita terkait gizi balita untuk mengurangi stunting pada anak, memberikan pelatihan pembuatan diversifikasi makanan abon tempe, memberikan makanan tambahan kepada balita berupa sushi abon tempe dan nasi kempal isi abon tempe . Hasil pengabdian kepada Masyarakat (PKM) memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan perilaku terkait gizi anak yaitu pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 9 orang (41,36%) meningkat menjadi 14 orang (61,59%). Pemberian pelatihan pembuatan diversifikasi makanan abon tempe berupa sushi abon tempe dan nasi kempal isi abon tempe memberikan dampak perubahan keterampilan pada ibu balita dan kader Posyandu. Hasil uji organoleptik (tingkat kesukaan) produk olahan abon tempe menunjukkan bahwa abon tempe masuk dalam kategori disukai oleh ibu balita dan kader Posyandu dengan nilai skor 4.78. Kurangnya gizi pada anak disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu balita dan kurangnya sumber daya finansial. Implikasinya bahwa perlunya tambahan pengetahuan tentang gizi balita pada anak usia sekolah dan perlunya diberikan makanan tambahan lain dari makanan produk pertanian yang merupakan produk lokal yang berlimpah seperti makanan ubi jalar
Internalization of Gender Role in Production, Decision Making and Income (Case Study of Sericulture Household in Wajo District Indonesia)
The wife holds a dominant role in sericulture activities. On average the wife\u27s role in the activities of production of 81.50 hours per one production cycle, the husband of 52.05 hours, women family members amounted to 25.39 hours, and men family members amounted to 6.78 hours. Decision-making in the sericulture activities showed that the dominant decision making is the wife alone is equal to 42.86%, then husband is 28.57% and then decided by both is 28.57%. While income from sericulture dominant played by wife with an average of 504.945 IDR (US 161.67) per month, and the average total household income is at 4.268.272 IDR (US $ 327.00) per month. The implication is that the role of wife and women in the sericulture can be taken into account in the family economy in order to increase the income and welfare of the family. Sericulture business can increase income and can be done at home on the sidelines of domestic activities without leaving the family
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PENGIKAT RUMPUT LAUT MELALUI PEMBUATAN STIK RUMPUT LAUT
Perempuan pengikat rumput laut yaitu perempuan yang melakukan aktifitas mengikat bibit rumput laut dengan upah yang minim tetapi peran mereka berdampak dalam menambah pendapatan keluarga. Tujuan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pemberdayaan perempuan pengikat rumput laut melalui pembuatan stik rumput laut (Eucheuma cottonii) untuk meningkatkan peran perempuan yang mandiri secara ekonomi berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta peningkatan pendapatan. Metode yang dipakai adalah pemberian pelatihan pengolahan rumput laut menjadi produk stik rumput laut dan pendampingan bidang manajemen dan pemasaran. Hasil pelaksanaan PKM dalam bentuk pelatihan telah membuat dampak positif berupa keterampilan membuat stik rumput laut yang dapat dijadikan sumber usaha rumahtangga. Hasil pendampingan manajemen usaha kepada anggota kelompok perempuan pengikat rumput laut adalah mendapatkan pengetahuan tentang jumlah produksi yaitu sebesar 50 pcs, biaya sebesar Rp.282.250, penerimaan sebesar Rp.500.000 dan keuntungan sebesar Rp.217.750. Sedangkan nilai kelayakan usaha R/C Ratio sebesar 1,77 atau R/C > 1 artinya usaha layak untuk dijalankan serta analisis titik impas per unit sebesar 15 pcs. Pendampingan strategi pemasaran berupa strategi produk yaitu produk dikemas dalam plastik klip transparan dan diberi merk Stik Rumput Laut, Oleh-oleh Pangkep, KWPR Mandiri serta nomor telp/Whatshapp untuk pemesanan. Produk dipasarkan ditoko-toko sekitar Desa Tamangapa dan dipromosi melalui sosial media facebook dan whatshapp.Kata kunci: Pelatihan, Pendampingan, Rumput Laut, Manajemen Usaha, Strategi Promos
Examining the Influence of Product Quality and Pricing on Customer Satisfaction: A Case Study of "Dange" Cake in Pangkep Regency
Dange Cake, a distinctive delicacy originating from the Pangkep Regency community, is crafted from primary ingredients such as black or white glutinous rice, coconut, and brown sugar. The Dange Cake enterprise has emerged as a promising venture for the local populace. This research endeavors to assess the impact of product quality and pricing on customer satisfaction levels concerning Dange Cake within the region. Employing multiple linear regression as the analytical method, the study seeks to quantify the degree of influence exerted by product quality and pricing on customer satisfaction. The investigation reveals the presence of two variants of Dange Cake, namely White Dange and Black Dange, retailed at IDR15,000 per box for each variant. The Dange Cake Sabah enterprise has succeeded in amassing a monthly revenue of IDR78,000,000, offset by a total production expenditure of approximately IDR37,647,500, thereby yielding a net profit of IDR40,352,500. A business feasibility assessment demonstrates a R/C Ratio of 2.07, underscoring the profitability and viability of the Dange Cake enterprise. Consumer perceptions pertaining to the quality and pricing of Dange Cake in Dange Sabah are overwhelmingly positive, with patrons enjoying its delectable flavor, distinctive texture, and reasonable pricing. Furthermore, commendations are extended towards product packaging and employee service, both of which receive high acclaim from consumers. The significance values associated with the product quality and pricing variables underscore their profound influence on customer satisfaction, with significance values of 0.000 <0.05
Competency and Performance of Seaweed Farmers in Bantaeng Regency, South Sulawesi
Indonesia\u27s marine area is around 70%, so seaweed is extensively cultivated in Indonesian waters. Although seaweed cultivation is thought to be simple, farmers confront numerous challenges. Poor farmer competence leads to low production quality, low product selling price, no negotiating position, inability to maintain production capacity, and lack of competitiveness. The purpose of this study was to assess seaweed farmers\u27 production performance and competency. This study was undertaken in Bantaeng Regency, one of South Sulawesi Province\u27s seaweed production centers. The Slovin algorithm was used to determine the number of respondents, which was 125 farmers. The method was Simple Random sampling. Descriptive analysis was used to describe seaweed farmers\u27 performance and competence, whereas Kendall W Correlation analysis was used to determine the relationship between farmer attributes and seaweed farming competence. The results revealed an average dried seaweed yield of 3,390 kg per hectare. Seaweed farmers have a high level of technical competence in operating their farms, with a total score of 13,262, however managerial competence is poor, with a total score of 5,334. The association between farmer characteristics and agricultural competence demonstrates that age has a very strong relationship, as do education, farming experience, family dependents, and land area. To increase seaweed production and income, the government must develop an integrated extension program that improves farmers\u27 technical and managerial skills.
Keywords: farmer performance, managerial competence, seaweed, seaweed production, technical competenc
Strategi Keberlanjutan Pola Nafkah Rumah Tangga Petani Padi Pulu Mandoti di Desa Salukan, Kabupaten Enrekang
Pulu mandoti is a local type of rice that is fragrant and rare. This glutinous rice has a high selling price and can only thrive when planted in Salukanan Village. However, its productivity is still relatively low, so efforts are needed to sustain the farming business. This study aims to analyze farmer households\u27 livelihood patterns and sustainability strategies. The respondents were 50 farmers selected using simple random sampling. The data were analyzed in descriptive, qualitative, and quantitative ways. The results showed that the pattern strategy of pulu mandoti rice farmer households is an intensification and extensification strategy in agricultural landuse, and diversification strategies in the livestock, service, trade, and employment sectors. The sustainability of farming livelihood patterns resulted in an index of 89.66%, included in the sustainable category. The government needs to pay attention to production factors that affect the productivity of pulu mandoti rice farming so that farming can be sustainable.
Keywords: diversification strategy, extensification and intensification, livelihood pattern, pulu mandoti, rice productio
Optimasi Kewirausahaan Melalui Pelatihan Abon Rumput Laut dan Pembelajaran Pemasaran Digital pada Perempuan Pengikat Rumput Laut
Industri pangan global menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan protein yang terus meningkat seiring pertambahan populasi. Salah satu solusi potensial adalah rumput laut, yang kaya akan nutrisi seperti protein, mineral, vitamin, dan serat makanan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan pelatihan pembuatan abon rumput laut, pembelajaran pemasaran digital dan pembelajaran pembukuan sederhana pada perempuan mengikat rumput laut. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan abon rumput laut, pendampingan dalam pemasaran digital dan pembukuan sederhana serta evaluasi. Proses produksi terdiri dari dua tahap utama yaitu pembuatan bubur rumput laut dan pengolahan menjadi abon, dengan tambahan ikan bandeng dan tempe untuk meningkatkan kandungan protein. Pengabdian kepada Masyarakat ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memproduksi abon rumput laut sebesar 88,83% dan membuat pembukuan sederhana sebesar 87,33% serta pemasaran digital melalui Instagram Ads efektif dalam memperluas jangkauan pasar. Abon rumput laut merupakan solusi inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dan memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Buku Abstrak Seminar Nasional Sains, Teknologi, dan Sosial Humaniora Universitas Indonesia Timur 2019
Buku Abstrak ini merupakan kumpulan abstrak dari artikel ilmiah yang telah dipresentasikan oleh para pemakalah dalam Seminar Nasional Sains, Teknologi, dan Sosial Humaniora Universitas Indonesia Timur 2019 yang diselengarakan pada tanggal 23 Desember 2019 di Hotel Horison Ultima Makassa
