Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
    529 research outputs found

    Tingkat Literasi Keuangan Petani Padi Sawah terhadap Keputusan Pengambilan Kredit di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo

    No full text
    Rice is a mainstay commodity in Bone Bolango Regency, Tilongkabila District. Fluctuations in agricultural commodity prices, including rice prices, create price uncertainty at the marketing level that can hamper rice farming internally and externally. One of the obstacles is capital, which, if not addressed comprehensively, will ensure the sustainability of the farming business. The rice farming industry is capital intensive, from input financing to the labor required. Most rice farmers cannot cover the high cost of farming if they only rely on their capital, so literacy skills are needed. This study aims to analyze rice farmers' financial literacy level and its influence on credit decisions. The number of samples in this study was 120 farmers using a non-probability sampling technique, accidental sampling, and the Harry King Nomogram. The results showed that the financial literacy level of rice farmers in Tilongkabila District is in the moderate category, with a percentage score of 68%. Meanwhile, the analysis results with Binary Logistic Regression show that the variables Financial Knowledge, Financial Behavior, Financial Attitude and Financial Experience have a negative and insignificant influence on credit decisions.Padi menjadi komoditas andalan di Kabupaten Bone Bolango Kecamatan Tilongkabila. Fluktuasi harga komoditas pertanian termasuk harga beras, membuat ketidakpastian harga di tingkat pemasaran dapat menghambat usahatani padi, baik secara internal maupun eksternal. Salah satu kendalanya adalah permodalan yang jika tidak diatasi secara menyeluruh, akan berakibat pada jaminan keberlangsungan usaha taninya. Sifat industri pertanian padi yang padat modal, mulai dari pembiayaan input hingga tenaga kerja yang diperlukan. Mayoritas petani padi tidak mampu menutupi besarnya biaya usahatani tersebut jika hanya mengandalkan modal sendiri, sehingga dibutuhkan kemampuan literasi untuk itu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi keuangan petani padi sawah dan pengaruhnya terhadap keputusan pengambilan kredit. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 120 petani dengan teknik sampling non probability sampling dengan accidental sampling dan Nomogram Harry King. Hasil analisis tingkat literasi keuangan menunjukkan bahwa petani padi sawah di Kecamatan Tilongkabila dalam kategori sedang dengan skor presentase 68%. Sedangkan, hasil analisis dengan Regresi Logistik Biner menunjukkan variabel-variabel Financial Knowladge, Financial Behavior, Financial Attitude dan Financial Experience memberikan pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan kredit

    Perencanaan Penataan Tanaman sebagai Sumber Pakan Lebah Trigona sp. dalam Sistem Agroforestri Pekarangan Berbasis Apikultur

    No full text
    Apiculture-based agroforestry is a solution to increase the value of yard land. It plays an important role in mitigating environmental balance formed from the harmonious interaction between biotic and abiotic elements in the natural environment. Gantarang Village, Sinjai Tengah District, Sinjai Regency, South Sulawesi, has natural wealth in the form of vegetation diversity that has the potential to be developed as an apiculture location. This study aimed to design apiculture-based agroforestry planning in residents' yards in Gantarang Village. Data were collected using observation techniques and made into a gold landscape design stage scheme, which included five stages: preparation, inventory, analysis, synthesis, and planning. The research stages include formulating the problem, determining the research objectives, and determining the location and boundaries of the site. Information was obtained through physical and biophysical data and secondary data from the literature. The next stage is analysis and synthesis, which was developed as a landscape planning concept. The analysis results of the synthesis of existing vegetation were maintained with the addition of vegetation maximized in empty areas so that the vegetation flowers quickly. The landscape planning applied is the ecological design concept or architectural ecology that considers the balance of nature with the artificial environment to create a habitat for Trigona sp. bees.Agroforestri berbasis apikultur merupakan solusi peningkatan nilai lahan pekarangan dan berperan penting dalam mitigasi keseimbangan lingkungan yang terbentuk dari interaksi harmonis antara elemen biotik dan abiotik dalam lingkungan alam. Desa Gantarang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, memiliki kekayaan alam berupa keragaman vegetasi yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai lokasi apikultur. Tujuan penelitian adalah mendesain perencanaan agroforestri berbasis apikultur pada pekarangan warga di Desa Gantarang. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, dan dibuat dalam skema tahapan perancangan lanskap gold yang meliputi lima tahapan yakni persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan. Tahapan penelitian meliputi perumusan masalah, penentuan tujuan penelitian, penentuan lokasi serta batas tapak. Informasi diperoleh berupa data fisik dan biofisik, dan data sekunder dari literatur. Tahapan selanjutnya adalah analisis dan sintesis yang dikembangkan menjadi konsep perencanaan lanskap. Hasil analisis sintesis vegetasi eksisting tetap dipertahankan dengan penambahan vegetasi dimaksimalkan pada areal kosong sehingga vegetasi cepat berbunga. Perencanaan lanskap yang diterapkan ialah konsep ecological design atau ekologi arsitektur yang mempertimbangkan keseimbangan alam dengan lingkungan buatan guna menciptakan habitat untuk lebah Trigona sp

    Pemetaan Zona Potensi Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) di Perairan Selat Makassar Sulawesi Barat

    No full text
    One of the areas directly adjacent to the Makassar Strait is the city of Mamuju, which is a potential area for tuna (Euthynnus affinis) fishing. This study aimed to analyze the spatial and temporal mapping of tuna ZPPI based on remote sensing GIS technology for fisheries in the Makassar Strait waters, West Sulawesi. The research method used in-situ data: fishing position, catch results, and oceanographic dynamics. Ex-situ data used monthly image data of sea surface temperature (SST), chlorophyll-a (aqua modis). The data was processed using multiple regression analysis between catch results and several oceanographic parameters. The results were then visualized as a map with a Geographic Information System (GIS) using ArcView 10.2 software to obtain potential tuna fishing areas in the Makassar Strait. The results showed a strong correlation between SST and chlorophyll-a with catch results, which was 83.5%. In addition, temporal time data for fishing was obtained in March, April, May, and June. The coordinates of the fishing area points for March are 118o50'12” and 2O 45'5”; in April, they are at 118O 23'15” and 2O30'4”; in May, they are at 118o 23'0” and 2 o30’4”; and in June they are at 118 o23’0” and 2 o28’0”. The Fishing Potential Zone (ZPPI) for tuna is at 118 o27’ and 2 o29’ 32” to 118 o16’ 48” and 2 o16’ 48”.Salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar adalah kota Mamuju yang merupakan daerah potensial penangkapan ikan tongkol (Euthynnus affinis). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pemetaan ZPPI tongkol secara spasial dan temporal berbasis teknologi remote sensing SIG perikanan di perairan Selat Makassar, Sulawesi Barat. Metode penelitian menggunakan data in-situ yaitu posisi penangkapan, hasil tangkapan, dan dinamika oseanografi. Data ex-situ menggunakan data citra bulanan suhu permukaan laut (SPL), klorofil-a (aqua modis). Data diolah dengan analisis regresi berganda antara hasil tangkapan dengan beberapa parameter oseanografi. Hasil tersebut kemudian dilakukan visualisasi dalam bentuk peta dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak ArcView 10.2 sehingga diperoleh daerah potensial penangkapan ikan tongkol di Selat Makasar. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan korelasi yang kuat antara SPL dan klorofil-a dengan hasil tangkapan yaitu sebesar 83,5%. Selain itu diperoleh data waktu temporal penangkapan berada pada bulan Maret, April, Mei, dan Juni. Koordinat titik daerah penangkapan untuk bulan Maret berada pada titik 118o30’0” dan 2o0’0”, pada bulan April berada pada titik koordinat 118o50’12” dan 2o45’5”, pada bulan Mei berada pada titik koordinat 118o23’15” dan 2o30’4”, dan pada bulan Juni berada pada titik 118o23’0” dan 2o28’0”. Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) ikan tongkol berada pada zona titik 118o 27’ dan 2o 29’ 32” hingga 118o 16’ 48” dan 2o 16’ 48”

    Penampilan Kedelai (Glycine max L. Merrill) Varietas Tanggamus pada Aplikasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) dan Pupuk SP36

    No full text
    The provision of mycorrhizal fungi makes phosphorus available in the soil because mycorrhizae play a role in dissolving phosphorus bound to the soil. Soybeans need phosphorus, a significant limiting factor for plant growth and production. The study aims to determine the optimal dose of vesicular-arbuscular mycorrhizal (VAM) inoculation and SP36 fertilizer on Tanggamus soybean varieties. The study was arranged using a Split Plot Design (RPT), with the main plot, namely the MVA dose consisting of 4 levels, namely: without mycorrhiza (m0), mycorrhiza 5 g.plant-1 (m1), 10 g.plant-1 (m2), 15 g.plant-1 (m3); and the subplot is SP36 fertilizer consisting of 4 levels, namely: Without SP36 (f0), SP36 7.7 g.plant-1 (p1), 11.5 g.plant-1 (p2), 15.4 g.plant-1 (p3). There were 16 treatment combinations consisting of 3 replications and 48 experimental units. The variables observed were plant height, root fresh weight, shoot fresh weight, flowering days, number of seeds per plant, and seed weight per plant. The results showed that the treatment of vesicular-arbuscular mycorrhiza 15 g.tan-1 with SP36 fertilizer 7.7 g.tan-1 increased growth, especially at a plant height of 50.68 cm (4.84%) and increased soybean plant yields, as shown by seed weight of 52.33 g.tan-1 (60.18%) compared to the treatment of SP36 fertilizer without mycorrhizas (15.4 g.tan-1).Pemberian cendawan mikoriza membuat fosfor tersedia dalam tanah disebabkan mikoriza berperan dalam melarutkan fosfor yang terikat tanah. Kedelai adalah tanaman yang sangat memerlukan fosfor, dan dapat menjadi faktor pembatas utama bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis optimal inokulasi mikoriza vesikular arbuskular (MVA) dan pupuk SP36 pada kedelai varietas Tanggamus. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT), dengan petak utama yaitu Dosis MVA terdiri dari 4 taraf, yaitu : tanpa mikoriza (m0), mikoriza 5 g.tanaman-1(m1), 10 g.tanaman-1 (m2), 15 g.tanaman-1(m3); dan Anak petak yaitu pupuk SP36 yang terdiri dari 4 taraf, yaitu :Tanpa SP36 (f0),   SP36 7,7 g.tanaman-1(p1), 11,5 g.tanaman-1(p2), 15,4 g.tanaman-1(p3).  Terdapat 16 kombinasi perlakuan yang  terdiri dari 3 ulangan, sehingga terdapat 48-unit percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, bobot segar akar, bobot segar tajuk, hari berbunga, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian mikoriza vesicular arbuscular 15 g.tan-1 dengan pupuk SP36 7,7 g.tan-1 meningkatkan pertumbuhan khususnya pada tinggi tanaman 50,68 cm (4,84%), dan meningkatkan hasil tanaman kedelai yang diperlihatkan bobot biji 52, 33g.tan-1 (60,18%) dibandingkan dengan perlakuan pupuk SP36 tanpa mikorizs (15,4g.tan-1)

    Penguatan Kelompok Wanita Tani dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kabupaten Jeneponto

    No full text
    Strengthening Women Farmer's Groups requires the involvement of extension workers through programs and activities that impact the food security of farmer households. Extension workers' involvement is expected to positively impact the strengthening of Women Farmers Groups (KWT) in Tarowang District, Jeneponto Regency, South Sulawesi. The study's objectives were (1) to analyze the role of KWT in household food security and (2) to describe the KWT strengthening model used in supporting household food security. The instrument used in the study was an in-depth interview. Data were processed using tabulation techniques and analyzed using descriptive methods. The results of the study showed (1) the role of KWT in supporting household food security is increasing food production, increasing human resources, increasing agricultural product marketing, family food diversity, farmer household income, and increasing women's empowerment; (2) the institutional strengthening model of KWT in supporting household food security is a model of institutional support and increasing the capacity and skills of KWT members.Penguatan Kelompok Wanita Tani memerlukan keterlibatan penyuluh, melalui program dan kegiatan yang berdampak pada ketahanan pangan rumah tangga petani. Adanya keterlibatan penyuluh diharapkan mampu memberikan dampak positif untuk penguatan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis peran KWT dalam kaitannya terhadap ketahanan pangan rumah tangga; (2) mendeskrepsikan model penguatan KWT yang digunakan dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah indepth interview. Data diolah dengan teknik tabulasi dan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) peran KWT dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga adalah peningkatan produksi pangan,  peningkatan sumber daya manusia, meningkatkan pemasaran produk pertanian, keberagaman pangan keluarga, pendapatan rumah tangga petani, serta meningkatkan pemberdayaan perempuan; (2) model penguatan kelembagaan KWT dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga adalah model dukungan kelembagaan dan peningkatan kapasitas dan keterampilan anggota KWT

    Isolasi dan Karakterisasi Morfologi Bakteri Dekomposer Asal Rhizosfer Tanaman Bambu dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan

    No full text
    The utilization of microorganisms that can accelerate the composting process is the utilization of decomposing bacteria from decomposer products that are useful for accelerating the decomposition process of organic materials. This study aims to obtain bacterial isolates that can function as agricultural waste decomposers from bamboo rhizosphere from Sidrap Regency. This study consists of 4 stages, namely (i) Sampling in the bamboo plant rhizosphere, (ii) Isolation of rhizosphere soil samples, (iii) Identification of microorganism morphology, (iv), and the last stage is testing the ability to degrade cellulose (cellulolytic). The study results showed that in Sidrap Regency, there were 4 sampling points, namely at S 030 57 '25.4 "and E 1190 40'44. 9" and S 03056'09.7 "and E 1190 41'24.9". There, 52 isolates were successfully isolated from the four places. Isolates SDR1A101B and SDR1A107B have the best ability to degrade and decompose cellulose.Pemanfaatan mikroorganisme yang dapat mempercepat proses pengomposan yaitu pemanfaatan bakteri perombak dari produk dekomposer yang berguna untuk mempercepat proses dekomposisi bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat bakteri yang dapat berfungsi sebagai dekomposer limbah pertanian dari rhizosfer bambu asal Kabupaten Sidrap. Penelitian ini terdiri dari 4 tahapan yaitu (i) Pengambilan sampel di rhizosfer tanaman bambu, (ii) Isolasi sampel tanah rhizosfer (iii) Identifikasi morfologi mikroorganisme (iv), dan tahap terakhir adalah pengujian kemampuan mendegradasi sellulosa (sellulotik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Sidrap terdapat 4 titik pengambilan sampel yaitu pada S 030 57 ‘25.4” dan E 1190 40’44. 9” dan S 03056’09.7” dan E 1190 41’24.9”. Terdapat 52 isolat yang berhasil diisolasi dari keempat tempat tersebut. Isolat SDR1A101B dan SDR1A107B mempunyai kemampuan mengdegradasi dan mendekomposisi sellulosa yang terbaik

    Pemanfaatan Sistem Bio-Cycle Farming dalam Penanganan Limbah Rumah Tangga untuk Peningkatan Pendapatan Petani

    No full text
    The bio-cycle farming system is intended to introduce the community to business-oriented and environmentally friendly agricultural businesses. The integrated biological cycle of agriculture, in which all components are helpful, and no waste is wasted or thrown away, reduces the risk of crop failure because dependence on a commodity can be avoided and saves production costs. This study aims to determine the effect of utilizing the bio-cycle farming system in handling household waste. Data collection used a survey method with a sample of 33 people. Quantitative data were analyzed using validity tests, reliability tests, Kolmogorov-Smirnov classical assumption tests, simple regression tests, and hypothesis testing, namely the t-test and the coefficient of determination (R2). The results showed that the utilization of the bio-cycle farming system had a significant effect on handling household waste. The variable utilization of the bio-cycle farming system (X) showed a calculated t value greater than the t table (5.955> t table 2.040) or sig <? (0.000 <0.05). Meanwhile, the variation in changes in the waste management variable (Y) is influenced by changes in the independent variable consisting of the use of the bio cycle farming system (X) by 53.4%. In comparison, other factors outside this research influence the remaining 46.6%.Sistem bio-cycle farming ditujukan untuk memperkenalkan masyarakat pada usaha pertanian yang berorientasi bisnis dan ramah lingkungan. Siklus biologi pertanian terpadu yang semua komponen bermanfaat dan tidak ada limbah yang sia-sia atau terbuang, mengurangi resiko kegagalan panen karena ketergantungan pada suatu komoditi dapat dihindari dan hemat ongkos produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan sistem bio cycle farming dalam penanganan limbah rumah tangga. Pengumpulan data menggunakan metode survei dengan sampel sebanyak 33 orang. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik Kolmogorov-smirnov, uji regresi sederhana dan pengujian hipotesis yaitu uji t, dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan sistem bio-cycle Farming berpengaruh signifikan terhadap penanganan limbah rumah tangga. Variabel pemanfaatan sistem bio-cycle farming (X) menujukkan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (5.955 > t tabel 2,040) atau sig < ? (0,000 < 0,05). Sedangkan variasi perubahan variabel penanganan limbah (Y) dipengaruhi oleh perubahan variabel independen yang terdiri dari pemanfaatan sistem bio cycle farming (X) sebesar 53,4%, sedangkan sisanya 46,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini

    Analisis Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Pembudidaya Terhadap Produktivitas Budidaya Ikan Hias di Kota Cimahi

    No full text
    Cimahi City is one of the administrative areas in West Java with the potential for ornamental fish production businesses. Increasing ornamental fish productivity is necessary to increase income and the community's economy in Cimahi City. This study aims to describe the socio-economic characteristics and profiles of fish farmers and to analyze the socio-economic correlation of farmers to the level of productivity of ornamental fish farming businesses. This study uses a survey method by administering questionnaires as a data collection tool. The data obtained were tabulated and analyzed using the Spearman Rank Correlation test with the help of software in the form of SPSS version 23 for Windows. The social and economic parameters observed were age, gender, education, experience, social organization, and income. The results of the correlation analysis showed that the experience variable and the social organization variable influenced productivity. Experience and social organization have a positive relationship direction with a moderate category on productivity with values ??of 0.462 and 0.373. Thus, farmers' high experience and social organization will impact the productivity of ornamental fish farming businesses.Kota Cimahi merupakan salah satu daerah administratif di Jawa Barat yang memiliki potensi usaha produksi ikan hias. Peningkatan produktivitas ikan hias menjadi suatu keharusan untuk meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat di Kota Cimahi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosial ekonomi dan profil usaha pembudidaya serta menganalisis korelasi sosial ekonomi pembudidaya terhadap tingkat produktivitas usaha budidaya ikan hias. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pemberian kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman dengan bantuan software berupa SPSS versi 23 for windows. Parameter sosial dan ekonomi yang diamati yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman, organisasi sosial dan pendapatan. Hasil analisis korelasi menunjukkan variabel pengalaman dan variabel organisasi sosial mempunyai pengaruh terhadap produktivitas. Pengalaman dan organisasi sosial memiliki arah hubungan positif dengan kategori sedang terhadap produktivitas dengan nilai sebesar 0,462 dan 0,373. Dengan demikian, pengalaman dan organisasi sosialpembudidaya yang tinggi akan berdampak terhadap produktivitas usaha budidaya ikan hias

    Strategi Pengembangan Agroindustri Mete di Kabupaten Wonogiri: Studi Kasus di UKM Nyamikan Kertohardjo

    No full text
    Nyamikan Kertohardjo is one of the SMEs producing cashew nuts in Wonogiri Regency. Small and Medium Enterprises (SMEs) or Small Medium Enterprise (SME) This company is facing obstacles in its development as one of the businesses in the largest cashew nut producing area. This research aims to determine the internal and external conditions of UKM Nyamikan Kertohardjo, design alternative strategies, and determine appropriate priority strategies for this UKM. This research uses a descriptive method with an analytical approach. Key informants are owners, employees, consumers, competitors and related local government offices taken using purposive sampling techniques. Research data was obtained from IFE, EFE, IE, SWOT, and QSPM analysis. The research results show that internal factors include human resources, management, finance, production, marketing and technology, while external factors include consumers, competitors, government, environment and economy. SWOT analysis produces 8 alternative strategies based on business position in quadrant IV. QSPM analysis produces a special strategy that can be implemented by Nyamikan Kertohardjo, namely maintaining and strengthening good relationships with consumers.Nyamikan Kertohardjo merupakan salah satu UKM penghasil kacang mete di Kabupaten Wonogiri. Usaha Kecil Menengah (UKM) atau Small Medium Enterprise (SME) ini menghadapi kendala dalam perkembangannya sebagai salah satu usaha yang berada di daerah penghasil kacang mete terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi internal dan eksternal UKM Nyamikan Kertohardjo, merancang strategi alternatif, dan menentukan strategi prioritas yang sesuai untuk UKM ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analitis. Informan kunci adalah pemilik, karyawan, konsumen, pesaing, dan kantor pemerintah daerah terkait yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari analisis IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sumber daya manusia, manajemen, keuangan, produksi, pemasaran, dan teknologi, sedangkan faktor eksternal meliputi konsumen, pesaing, pemerintah, lingkungan, dan ekonomi. Analisis SWOT menghasilkan 8 alternatif strategi berdasarkan posisi usaha di kuadran IV. Analisis QSPM menghasilkan strategi khusus yang dapat diterapkan oleh Nyamikan Kertohardjo, yaitu menjaga dan memperkuat hubungan baik dengan konsumen

    Perkembangan Irigasi Pintar Pada Melon (Cucumis melo L) Hidroponik (Studi Literatur)

    No full text
    Melon consumption has increased yearly due to the number of consumers. It requires rising production and land. The limited land area encourages the implementation of hydroponics with an irrigation system. This article aims to summarize various results of recent studies regarding the development and use of smart irrigation systems based on the Internet of Things and fuzzy logic in hydroponic melon cultivation using the Nutrient Film Technique method and drip irrigation. Water requirements greatly influence melon plants from vegetative growth to fruit ripening. The provision of water is carried out using the Nutrient Film Technique (NFT) irrigation technique, and drip irrigation is more optimal, requiring smart irrigation system technology. This system focuses on water supply according to plant needs, phenological phases, and environmental conditions. Based on the literature, two types of technology have been summarized: IoT-based irrigation can save water supply by up to 90% compared to the fuzzy logic method, which is around 29%. We hoped that a smart irrigation system for melons would increase the productivity of melon plants, especially hydroponic cultivation.Konsumsi buah melon mengalami peningkatan dari tahun ke tahun karena bertambahnya jumlah konsumen. Hal ini membutuhkan peningkatan produksi dan lahan. Sempitnya lahan mendorong dilakukannya penerapan hidroponik dengan sistem irigasi. Tujuan dari artikel ini adalah untuk merangkum berbagai hasil kajian mutakhir tentang pengembangan dan penggunaan sistem irigasi pintar berbasis Internet of Thing dan fuzzy logic pada budidaya melon secara hidroponik dengan metode Nutrient Film Technique dan irigasi tetes. Kebutuhan air sangat berpengaruh pada tanaman melon mulai dari tahap pertumbuhan vegetatif sampai pematangan buah. Pemberian air dilakukan dengan teknik irigasi Nutrient Film Tehnique (NFT) dan irigasi tetes tersebut lebih optimal, membutuhkan teknologi sistem irigasi pintar. Pada sistem ini, pemberian air difokuskan sesuai kebutuhan tanaman, fase fenologis, dan kondisi lingkungan. Berdasarkan literatur telah dirangkum 2 jenis teknologi, penyiraman irigasi berbasis IoT dapat menghemat pemberian air hingga 90% dibandingkan dengan metode fuzzy logic yang berkisar 29%. Adanya sistem irigasi pintar pada melon diharapkan mampu meningkatkan produktivitas tanaman melon khususnya budidaya hidroponik

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇