Jurnal Pertanian UMPAR (Universitas Muhammadiyah Parepare)
Not a member yet
529 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN LAPISAN EDIBEL DARI KARAGENAN SEBAGAI BAHAN PENGAWET IKAN SEGAR
Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan lapisan edibel dari karagenan pada ikan segar untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan. Pada penelitian ini diterapkan tiga perlakuan (peubah) yaitu; (1) bentuk ikan segar (utuh dan fillet); (2) Lama pencelupan (1 menit, 3 menit dan 5 menit); (3) Suhu penyimpanan (suhu ruang dan suhu dingin). Setiap peubah dibandingkan dengan kontrol (tanpa lapisan). Pengujian mutu dilakukan pada akhir penyimpanan yaitu 8 jam untuk suhu ruang dan 30 hari untuk penyimpanan suhu dingin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan ikan utuh segar (A1) dengan lama pencelupan 5 menit untuk membentuk lapisan edibel (B3) dan penyimpanan suhu dingin (C2) merupakan perlakuan yang terbaik untuk dapat mempertahankan sifat kesegaran ikan. Penggunaan lapisan edibel dari karagenan pada ikan segar dapat mencegah terjadinya penurunan mutu terutama jika dikombinasikan dengan penyimpanan suhu dingin. Hal ini disebabkan karena lapisan edibel dari karagenan mampu mengurangi terjadinya kehilangan air dari daging ikan dan absorbsi air dari udara, penguraian protein, dan oksidasi lemak.Demikian pula dengan nilai pH yang relatif stabil selama penyimpanan
STUDI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN SISTEM KOLAM AIR DERAS DI SUNGAI CARAMELE KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN
Caramele river as upper of karajae river in the parepare city potencial development running water fish pond culture and integrated of tourism and environment sustainability resource. This aimed study to evaluated technical and non technical feasibility aspect arounded karajae river for running water fish pond system.The study used purpose sampling method and variable investigated include; (1) water quality (temperature, velocity, vegetation, soil texture, bentic organism, oxygen,pH,accesability, etc.), (2) environment and social economic impact for native people in the around area. Investigation area fixed three station.The result of the study revealed that feasibility each stations appromixately are Station I (71,3%), Station II (71,3%) and Station III (71,0%). The stations feasibility for development of running water fish pond system are Station I and II
PENGARUH BERBAGAI METODE BUDIDAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (KASUS DI KECAMATAN MANDALLE KABUPATEN PANGKEP)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai metode budidaya dalam meningkatkan produksi rumput laut Kappaphycus alvarezii di Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode bentangan memiliki produksi lebih tinggi dibandingkan dengan metode rakit, dimana produksi tertinggi pada metode bentangan sebesar 279,75 kg lebih tinggi dibandingkan dengan metode rakit dengan produksi tertinggi sebesar 124 kg. Hal ini diduga disebabkan karena pada metode bentangan aspek lingkungan terutama arus dan gelombang relatif lebih baik dibandingkan metode raki
KAJIAN SIFAT FISIKO-KIMIA KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT JENIS Eucheuma sp. DI PERAIRAN SULAWESI SELATAN
The aim of this research is for determine the carrageenan physics-chemistry characteristic which resulted from seaweed Eucheuma sp. The based on region and season and identification carrageenan quality who resulted based on region and season. This research stage who applied is survey stage the cultivation locate seaweed Eucheuma sp. The observation stage and datum withdrawal appropriate with parameter who decided. Variable of factor A = The sampling withdrawal treatment with season difference is A1= The dry season (withdrawal sampling’s of Eucheuma cottoniiin June) and A 2 = The rain season (withdrawal sampling’s ofEucheuma cottoniiin November) ; Variable of factor B = the sampling withdrawal treatment with location difference, which B1 = The Bone waters, B2 = The Luwu waters, and B 3 = The Takalar waters. The concludearewithdrawalEucheuma cottonii seaweed based on dry season time the best carrageenan quality. The Bone waters where ash contents, sulfate ion contents, viscosity, sulfate contents, melting points (oC) and Pb , Cu, and Zn heavy metal the lowest while gel strength carrageenan the highest. In the rain season where ash contents, viscosity, sulfate contents, melting points (oC) and Zn heavy metal the lowest in Bone lowest, while gel strength carrageenan the highest
PENGARUH TEMPAT DEPOSISI SEMEN DENGAN METODE INSEMINASI BUATAN TERHADAP FERTILITAS TELUR AYAM BURAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempat deposisi semen terhadap fertelitas telur ayam buras. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental sesuai pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan, perlakuan A1 = kawin alam, perlakuan A2 = IB intra vagina, perlakuan A3 = intra uterin.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode perkawinan Insemninasi Buatan (IB) tidak berpengaruh nyata pada taraf <0,05terhadap fertelits telur ayam buras. Hal ini menunjukkanmetode perkawinan yang diterapkandalam penelitian ini tidak berpengaruh nyata terhadap fertelitas telur ayam buras, tetapi secara empiris memperlihatkan bahwa dengan menerapkan IB intra vagina dan IB intra uteri lebih tinggi dibandingkan dengan metode kawin alam
KOMPOSISI NUTRIEN DAN PERTUMBUHAN MIKROALGAE Chaetoceros gracilis YANG DIKULTURKAN PADA BERBAGAI KONSENTRASI KARBONDIOKSIDA
This research aimed at observing the influence of the additional carbondioxide concentrations in cultured media to quantity and quality of microalgae Chaetoceros gracilis.The research container was a polyethylene line of 50 l volume which initial stocking density 105 cel/mlof C.gracilis and polycarbonate tank 100 l volume for tiger shrimp larvae rearing with stocking density of 100 naupli /l. The carbondioxide used were commercial carbondioxide injected in aeration system ofC. gracilis culture media. The experiments tried with different carbondioxide concentrations were, A = 0% (Non additional CO2), B = 2%, C = 4% and D = 6% with three repetition times. The result of the research revealed that experiment of the additional carbondioxide in culture media increasing protein and BETN,but decreasing of fat, ash and crude fibre C.gracilis. The best carbondioxide concentrations to growth rate C. gracilis obtained in 2% (v/v) carbondioxide concentrations
KANDUNGAN ADF DAN NDF RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum), YANG DIFERMENTASI DENGAN STARBIO
Salah satu alternatif untuk mengatasi kekurangan pakan adalah melakukan pengawetan sekaligus meningkatkan kualitas hijauan dalam bentuk fermentasi hijauan dengan menggunakan bahan inokulan mikroba seperti starbio. Starbio dinamakan probiotik karena Starbio berperan dalam menunjang jehidupan (Pro-biotik) dan sangat bertentangan dengan antibiotic (anti hidup) serta berguna dalam usaha pengembangan peternakan yang berwawasan lingkungan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang Kota Parepare dan analisis kandungan zat-zat makanan dilaksanankan di Lab. Kimia Makanan Ternak UNHAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ADF dan NDF rumput gajah yang di fermentasi dengan starbio sekaligus mengetahui dosis penggunaan yang tepat. Hasil analisa Kandungan unsur hara menunjukkan Pemberian tingkat starbio tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata terhadap kandungan NDF, ADF, hemiselulosa, selulosa, ADL dan kerusakan bahan kering rumput gajah yang difermentasi
KECERNAAN IN-VITRO KOMBINASI FERMENTASI JERAMI JAGUNG DAN DEDAK KASAR DENGAN PENAMBAHAN Aspergillus niger
Penelitian mengenai kecernaan in-vitro dari kombinasi fermentasi jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger dilaksanakan di kelurahan Ujung Baru kecamatan Ssoreang Kota Parepare, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger terhadap kecernaan in-vitro bahan kering dan bahan organik pada pakan ruminansia. Percobaan disusun berdasarkan rancangan faktorial dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kombinasi jerami jagung dan dedak kasar (dedak kasar 25% + jerami jagung 75%, dedak kasar 50% + jerami jagung 50% dan dedak kasar 75% + jerami jagung 25%) dan faktor kedua adalah penambahan berbagai taraf mikroba Aspergillus niger (level mikroba 0,5%, 0,75% dan 1%). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaaan. Hasil yang diperoleh adalah pemberian kombinasi jerami jagung dan dedak kasar dengan penambahan Aspergillus niger berpengaruh nyata terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Adapun kombinasi perlakuan yang terbaik adalah pada perlakuan A1B3 (dedak kasar 25% + jerami jagung 75% dengan level mikroba 1%
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR DALAM MENINGKATKAN SINTASAN POST LARVA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis probiotik Bacillus Plus-1 dan antibiotik yang paling efektif dan efisien dalam memperbaiki dan mengontrol kualitas air media pemeliharaan post larva. Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan bahan uji yang diaplikasikan adalah probiotik Bacillus dengan dosis 0,75 mg/l, 1,0 mg/l dan 1,25 mg/l, bakteri Vibrio harveyi resisten rifamvicin 6 mg/l, serta Oxytetracyclin dan Erytromicin masing-masing 1 mg/l.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan udang windu cukup baik, akan tetapi perlakuan C2 (perlakuan probiotik 1,25 ppm dan erytromicin) dan B1 (perlakuan probiotik 1,00 ppm dan oxytetracycline) memiliki pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sintasan tertinggi udang windu selama pemeliharaan diperoleh pada perlakuan C1 (perlakuan probiotik 1,25 dan oxytetracycline), menyusul perlakuan D (kontrol). Pada saat uji tantang larva udang windu dengan bakteri Vibrio harveyi pada tingkat kepadatan 105, maka perlakuan kontrol memiliki tingkat kematian yan tertinggi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa baik pertumbuhan, sintasan maupun uji tantang tidak memberikan pengaruh nyata terhadap larva udang windu yang diuji