22 research outputs found
KENDALA PELESTARIAN OLAHRAGA MASYARAKAT SEBAGAI MATERIAL CULTURE PADA GENERASI MUDA PERKOTAAN: A GROUNDED RESEARCH
Abd. Rahman Azahari This study describes constraints affecting social sport as material culture received minor perception for young generation and the sport is left in modern information technology. This study used grounded research emphasizing an indepth data analysis to achieve wise phenomenon. Data were collected using participatory observation and indepth interviews. Two traditional Dayak sports in Central Kalimantan were observed: menyipet (to blow with a pipe) and balago in January to July 2015, involving sport organization heads, cultural heads, sport teachers, coaches, and athletes as informants. Data were analyzed using open coding, axial coding and selective coding from Strauss and Corbin. The study revealed: (1) internal problems include: monotonous rules of the games, no more funs, hard to train, and do not serve to earn money; (2) external problems include: lack of coordination between government offices, limited invitation games, complex government regulation and policy, restricted facilities for traditional sports. </jats:p
KENDALA PELESTARIAN OLAHRAGA MASYARAKAT SEBAGAI MATERIAL CULTURE PADA GENERASI MUDA PERKOTAAN: A GROUNDED RESEARCH
Abd. Rahman Azahari
This study describes constraints affecting social sport as material culture received minor perception for young generation and the sport is left in modern information technology. This study used grounded research emphasizing an indepth data analysis to achieve wise phenomenon. Data were collected using participatory observation and indepth interviews. Two traditional Dayak sports in Central Kalimantan were observed: menyipet (to blow with a pipe) and balago in January to July 2015, involving sport organization heads, cultural heads, sport teachers, coaches, and athletes as informants. Data were analyzed using open coding, axial coding and selective coding from Strauss and Corbin. The study revealed: (1) internal problems include: monotonous rules of the games, no more funs, hard to train, and do not serve to earn money; (2) external problems include: lack of coordination between government offices, limited invitation games, complex government regulation and policy, restricted facilities for traditional sports
TUNKU ABDUL RAHMAN : THE CHALLENGE OF ESTABLISHING MALAYSIA
Artikel ini bermula dengan pengenalan iaitu mengupas peristiwa penubuhan Malaysia yang telah dicadangkan oleh Tunku Abdul Rahman yang dikenali sebagai seorang pro-Barat. Kemudian melihat rasional penubuhan Malaysia dalam usaha beliau untuk merealisasikan penubuhan Malaysia bukanlah satu perkara yang mudah dan Tunku menghadapi pelbagai rintangan dan cabaran sama ada dari dalam negara mahupun luar negara. Seterusnya bantahan penubuhan Malaysia yang lebih mencabar iaitu tekanan dari Sukarno, presiden Indonesia yang tidak mahu Malaysia ditubuhkan dengan melaksanakan konfrontasi dan menggunakan slogan “Ganyang Malaysia”. Satu tindakan yang dianggap agresif dan secara kekerasan ke atas negara Malaysia yang berdaulat dan merdeka. Sukarno beranggapan Malaysia adalah sebuah negara yang masih dijajah kerana masih rapat lagi dengan British walaupun sudah merdeka. Beliau menggelarkan Malaysia sebagai sebuah negara neo kolonialisme. Malaysia sebagai sebuah negara yang baru merdeka masih lagi bergantung kepada British dalam banyak bidang terutama pertahanan dan huhungan luar negara. Ancaman daripada Indonesia tidak melemahkan Malaysia dan pihak British bersama Komanwel telah membantu Malaysia dalam usaha menangani tekanan daripada pihak Indonesia. Begitu juga Filipina turut memberi tekanan kepada Tunku dengan menyatakan North Borneo (Sabah) adalah milik mereka dan mahukan Malaysia memulangkan semula kepada mereka. Pertelingkahan ini telah berlanjutan hingga membawa kepada pemberontakan yang diketuai oleh A. M. Azahari di Brunei. Beliau turut tidak bersetuju dengan cadangan penubuhan Malaysia. Pemberontakan oleh Azahari berjaya ditumpaskan dengan bantuan dari Malaya, Komanwel dan British. Walau bagaimanapun Brunei telah menarik dari daripada bersama Malaysia. Penubuhan Malaysia diteruskan tanpa Brunei dan Malaysia berjaya ditubuhkan walaupun terdapat protes dari Indonesia, Filipina dan Brunei. Akhir sekali adalah kesimpulan
PENGEMBANGAN MODEL REVITALISASI OLAHRAGA TRADISIONAL MENJADI SPORT FOR ALL PADA MASYARAKAT SUKU DAYAK DARI PERSPEKTIF FENOMENOLOGI
This study aims to describe steps to revitalize traditional sports to become sports for all for Dayak Society in Central Kalimantan. The study used qualitative approach implementing phenomenology aspiring perception of athletes of the traditional sports. The study was conducted in July to December 2015 invomving informants from social heads, traditional heads, sportmen, sport teachers, students majoring in sports and public. Data were collected using participatory observation and an indepth interview. Data were analyzed using qualitative procedures: collecting, reduction, classification and conclusion drawing. The study revealed that the best model to internalize and sustain traditional sports to become sport for all for Dayak Traditional Sports in Central Kalimantan includes: conducting festivals, tournaments, and inducing traditional sports in the local curriculum across school levels
EFFECT OF CALCIUM HYDROXIDE FILLER LOADING ON THE PROPERTIES OF BANANA STEM HANDSHEETS
Calcium hydroxide filler dispersions, of various particle sizes, were prepared by mixing sodium hydroxide with calcium chloride, in various concentrations, at room temperature. The resulting filler dispersions were added, in various amounts, to the banana stem mechanical pulp, which was then converted to handsheets. Increasing the filler loading increased the tensile index but reduced the tear index and water absorption of the handsheets. The SEM micrographs of the handsheets surfaces and the tensile fractured surfaces of the handsheets tensile test specimens showed that increasing the filler loading resulted in the formation of more and bigger filler aggregates in the spaces between the fibre. The filler particle size did not have any significant effect on the handsheets properties
Pengaruh Persepsi Mahasiswa tentang Program PPG dan Profesi Guru Terhadap Minatnya Menjadi Guru
The purpose of this study was to determine the effect of student perceptions of the PPG program and the teaching profession on interest in becoming a teacher in students of mathematics education at the University of Palangka Raya. This research is a causal associative study conducted in the Mathematics Education Study Program, FKIP UPR. The research instrument used was a questionnaire. The classical assumption tests are: normality test with Kolmogorov Smirnov, multicollinearity test with variance inflation factor (VIF) and heteroscedasticity test using scatter plot method. Data analysis used linear regression, namely t test, F test and R-Square (coefficient of determination) with Minitab 16 application. The results showed that; (1) there is a positive and significant effect between the perception of mathematics students about the PPG program and their interest in becoming a teacher, with a regression coefficient of 0.0495 and a value of > (6.50 > 1.99) and p-value = 0.000 <0.05. (2) there is no significant positive effect between student perceptions of the teaching profession on interest in becoming a teacher, with a regression coefficient of 0.0495 and a value of > (1.04 > 1.66) and p-value = 0.299 > 0.05. (3) there is a significant positive effect on the perception of mathematics students towards the PPG program and the teaching profession on interest in becoming a teacher, the value of > (35.62 > 3.09) and p-value = 0.000 <0.05. (4) The R-Square value of 0.404 or 40.4% means that the influence given by the combination of perceptions of mathematics students about the PPG program and the teaching profession on interest in becoming a teacher is 40.4% while the remaining 59.6% is influenced by other variables.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Persepsi Mahasiswa Tentang Program PPG dan Profesi Guru Terhadap Minat Menjadi Guru Pada Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Palangka Raya.. Penelitian ini merupakan penelitian assosiatif kausal yang dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UPR sebanyak 103 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket. Uji asumsi klasik yaitu: uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov, uji multikolinearitas dengan variance inflation factor (VIF) dan uji heteroskedastisitas dengan metode scatter plot. Analisis data menggunakan regresi linear, yaitu uji t, uji F dan R-Square (koefisien determinasi) dengan aplikasi Minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) ada pengaruh positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa matematika tentang program PPG dengan minat menjadi guru, dengan koefisien regresi sebesar 0,05095 dan nilai > (6,50 > 1,99) dan p-value = 0,000 < 0,05. (2) tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara persepsi mahasiswa tentang profesi guru terhadap minat menjadi guru, dengan koefisien regresi sebesar 0,0495 dan nilai > (1,04 > 1,66) dan p-value = 0,299 > 0,05. (3) ada pengaruh positif yang signifikan persepsi mahasiswa matematika terhadap program PPG dan profesi guru terhadap minat menjadi guru, nilai > (35,62 > 3,09) dan p-value = 0,000 < 0,05. (4) Nilai R-Square sebesar 0,404 atau 40,4% artinya bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi persepsi mahasiswa matematika tentang program PPG dan profesi guru terhadap minat menjadi guru sebesar 40,4% sedangkan sisanya 59,6% dipengaruhi variabel lain
PENERAPAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS IIIA SDN 4 PALANGKA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila di kelas IIIA SDN 4 Palangka melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa akibat kurangnya semangat, kejenuhan, dan minimnya perhatian terhadap materi pelajaran. Untuk mengatasi masalah ini, digunakan media pembelajaran berupa flashcard sebagai proyek yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas IIIA, dengan penelitian dilaksanakan pada tanggal 11–20 Februari 2025. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa, dengan nilai rata-rata meningkat dari 64 (ketuntasan 45%) pada tahap pra-siklus, menjadi 70,5 (ketuntasan 70%) pada siklus I, dan mencapai 81 (ketuntasan 90%) pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL dengan pendekatan CRT efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila
Penggunaan Media Video Pembelajaran Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas II-B SDN 5 Menteng Kota Palangka Raya
Based on initial observations before conducting the research, the researcher found that the lack of student interest and understanding in the learning material was due to the uninteresting learning process. This resulted in low learning outcomes for the second-grade students at SDN 5 Menteng, especially in multiplication mathematics content.The method used in this study is classroom action research. It is characterized by cycles consisting of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 30 second-grade students at SDN 5 Menteng. Data collection techniques in this study included tests and observations. To determine the students' learning outcomes, multiple-choice questions with a maximum score of 100 were used, and data collection utilized observation sheets to gather data on teacher and student activities during the learning process.Based on the calculation of the average Pre-Test score, it was 53.3, categorized as not meeting the passing criteria, with a class completeness rate of 13.3%. The results in the first cycle showed that the average student learning outcomes increased to 72.9, meeting the passing criteria, and the class completeness rate also increased to 56.7%. In the second cycle, the average student learning outcomes further increased to 85.3, meeting the passing criteria, with a class completeness rate of 93.3%. Based on these results, it can be concluded that the application of educational video media in multiplication mathematics content can improve learning outcomes and make the learning process better.
Berdasarkan observasi awal sebelum melaksanakan penelitian, peneliti menemukan bahwa kurangnya minat belajar peserta didik dan kurangnya pemahaman peserta didik pada materi pembelajaran disebabkan kurang menariknya proses pembelajaran yang berlangsungdan berakibat pada rendahnya hasil belajar peserta didik kelas II-B SDN 5 Menteng terutama pada muatan Matematika materi Perkalian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Dicirikan dengan adanya siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau pengamatan dan tahap refleksi. Subjek penellitian ini adalah peserta didik kelas II-B SDN 5 Menteng dengan jumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan tes dan observasi. Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik menggunakan soal dengan bentuk pilihan ganda dengan skor maksimal 100 dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk memperoleh data aktivitas guru dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung.Berdasarkan hasil perhitungan skor rata-rata PreTest adalah 53,3 dengan kategori tidak tuntas, ketuntasan klasikal sebesar 13,3%. Hasil penelitian pada siklus I rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat menjadi 72,9 dengan kategori tuntas, persentase ketuntasan belajar peserta didik pada juga meningkat menjadi 56,7%. Hasil penelitian pada siklus II rata-rata hasil belajar peserta didik semakin meningkat menjadi 85,3 dengan kategori tuntas, dengan presentase ketuntasan sebesar 93,3%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media video pembelajaran pada muatan matematika materi perkalian dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas pembelajaran menjadi lebih baik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA KELAS III B SDN 4 PALANGKA
This classroom action research was conducted to improve student learning outcomes in the subject of Pancasila Education by implementing the Problem-Based Learning (PBL) model combined with the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. The study involved 13 third-grade students at SDN 4 Palangka during the even semester of the 2024/2025 academic year. The research was conducted in two cycles, with each cycle consisting of one meeting. The learning process was carried out using the PBL model that emphasizes problem-solving and was integrated with the CRT approach, which respects students' cultural backgrounds to make learning more contextual and meaningful. The research data were collected through observation, documentation, and tests administered at the end of each cycle. The results of the pre-cycle showed a class average score of 52.30, with only 30.77% of students achieving the minimum mastery criteria (KKM). In Cycle I, the class average increased to 70.76 with 69.23% mastery. In Cycle II, there was a significant improvement with an average score of 90.00 and 84.61% of students achieving mastery. These findings indicate that the application of the PBL model combined with the CRT approach effectively enhances students’ learning outcomes in Pancasila Education
MENINGKATKANKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN PINTAR PADA PELAJARAN IPAS DI KELAS III SDN 4 PALANGKA: Penelitian Tindakan Kelas
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pencapaian hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas III B SDN 4 Palangka melalui pemanfaatan media pembelajaran inovatif berupa papan pintar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya motivasi belajar siswa serta terbatasnya penggunaan media yang mampu merangsang partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Selama ini, proses pembelajaran cenderung bersifat satu arah dan dominan menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga kurang menghadirkan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif. Dengan mengintegrasikan media papan pintar, penelitian ini berusaha membangun lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan mendorong keterlibatan langsung siswa dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penerapan media ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa, terlihat dari peningkatan rata-rata nilai dari 60,77 pada tahap pra siklus, menjadi 72,15 pada siklus I, dan mencapai 87,69 pada siklus II. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan, dari 30,76% pada pra siklus menjadi 46,15% pada siklus I, dan melonjak menjadi 84,61% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan papan pintar efektif dalam mengoptimalkan hasil dan proses pembelajaran siswa
