Jurnal Ilmiah Kanderang Tingan
Not a member yet
    263 research outputs found

    Pengaruh Penggunaan E-Learning Quipper School Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas XII Pada SMAN 2 Kuala Kapuas

    Full text link
    E-Learning is an innovation in education that has a very large contribution to changes in the learning process, where the learning process is not only limited to lecture activities with simple media but the delivery of learning materials can be visualized in various formats and forms that are more dynamic and more interactive so that students will be more motivated. SMAN 2 Kuala Kapuas is one of the schools that provides Quipper School services for students from grades X to XII. Quipper School provides two services for its users, namely free and paid services. Lack of achievement of mathematics material received by students at school, then students prefer to use the paid service Quipper School to facilitate understanding in absorbing Mathematics material. The method used in this study uses a quantitative research type because it tests the hypothesized theory. Using primary data through questionnaires. Hypothesis testing uses simple linear regression data analysis techniques assisted by using the SPSS version 26 program application. The results of E-Learning Quipper School research on student interest in learning, it can be concluded that the constant value of student interest in learning (Y) is 28.484 and if the value of E-Learning Quipper School increases by 1% then variable Y will increase by 0.348 so that E-Learning Quipper School has a positive impact of 19.5% on student interest in learning Class XII SMAN 2 Kuala Kapuas.E-Learning adalah sebuah inovasi dalam pendidikan yang mempunyai kontribusi sangat besar terhadap perubahan proses pembelajaran, dimana proses pembelajran tidak hanya terbatas pada kegiatan ceramah dengan media seadanya tetapi penyampaian materi pembelajaran dapat divisualisasikan dalam berbagai format dan bentuk yang lebih dinamis dan lebih interaktif sehingga siswa akan lebih termotivasi. SMAN 2 Kuala Kapuas adalah salah satu sekolah yang menyediakan layanan Quipper School bagi siswa kelas X sampai dengan kelas XII. Quipper School menyediakan dua layanan bagi penggunanya yaitu layanan gratis dan berbayar. Kurangnya pencapaian materi matematika yang diterima oleh siswa di sekolah, maka  siswa lebih memilih menggunakan layanan berbayar Quipper School agar dapat mempermudah pemahaman dalam menyerap materi Matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif karena menguji teori yang dihipotesiskan. Menggunakan data primer melalui kuesioner. Pengujian hipotesis menggunakan teknik analisa data regresi linear sederhana dibantu menggunakan aplikasi program SPSS versi 26. Hasil penelitian E-Learning Quipper School terhadap minat belajar siswa, dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta minat belajar siswa (Y) yaitu 28.484 dan jika nilai E-Learning Quipper School mengalami kenaikan 1% maka variabel Y akan mengalami kenaikan sebesar 0,348 sehingga E-Learning Quipper School ini memberikan dampak positif sebesar 19.5% terhadap minat belajar siswa Kelas XII SMAN 2 Kuala Kapuas

    Pengembangan E-Modul Terintegrasi Quizizz untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VIII di SMP Negeri 1 Cina

    Full text link
    . Development research has been carried out which aims to produce an integrated quizizz e-module to improve the critical thinking skills of class VIII students at SMP Negeri 1 Cina. This research analyzes the validity of the Quizizz integrated e-module developed. Apart from analyzing responses from practitioners or teachers to the Quizizz integrated e-module that was developed, it also analyzes the effectiveness of the Quizizz integrated e-module on students' critical thinking abilities. The research was carried out in class VIII A of SMP Negeri 1 Cina, with a total of 26 students. Validation analysis in this research uses the Aiken's V index and uses N-Gain value analysis to determine the increase in students' abilities after implementing Quizizz integrated e-module learning. Based on research and data analysis, it can be concluded that the Quizizz integrated e-module, both in terms of material and media, obtained valid results by both experts. Practitioner assessments of the Quizizz integrated e-module were very good. So the Quizzizz integrated e-module is suitable for use. In its application, there was an increase in the critical thinking skills of students in class VIII A of SMP Negeri 1 Cina. So the Quizizz integrated e-module is quite effective to use.Telah dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan e-modul terintegrasi quizizz untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Cina. Penelitian ini menganalisis validitas e-modul terintegrasi quizizz yang dikembangkan. Selain menganalisis tanggapan dari praktisi atau guru terhadap e-modul terintegrasi quizizz yang dikembangkan juga menganalisis keefektifan e-modul terintegrasi quizizz terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII A SMP Negeri 1 Cina, dengan jumlah peserta didik 26 orang. Analisis validasi pada penelitian ini menggunakan indeks Aiken’s V serta menggunakan analisis nilai N- Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik setelah menerapkan pembelajaran e-modul terintegrasi quizizz. Berdasarkan penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa e-modul terintegrasi quizizz baik dari segi materi dan media mendapatkan hasil valid oleh kedua pakar. Penilaian praktisi terhadap e- modul terintegrasi quizizz mendapat sangat baik. Sehingga e-modul terintegrasi quizizz layak untuk digunakan. Pada penerapannya, terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas VIII A SMP Negeri 1 Cina. Sehingga e-modul terintegrasi quizizz cukup efektif untuk digunakan.

    Persepsi Mahasiswa Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Riset Pada Materi Perpindahan Kalor

    Full text link
    Physics is one of the subjects that plays a role in developing analytical, critical, inductive, and deductive skills in problem-solving through a scientific approach. However, various studies reveal that this subject is less popular because many students perceive it as abstract, difficult to understand, and less relevant to everyday life, resulting in a low understanding of physics concepts. This study aims to explore students' perceptions of the implementation of research-based learning in the heat transfer material. The research subjects were 20 students enrolled in the Thermodynamics course of the Physics Education Study Program at FKIP, University of Palangka Raya. The instrument used was a perception questionnaire. The results showed that students had a positive perception of their learning experience using a research-based approach. Based on these findings, research-based learning can be considered an alternative strategy for more meaningful learning, especially in physics education.Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang berperan dalam mengembangkan keterampilan analitis, kritis, induktif, dan deduktif dalam menyelesaikan masalah melalui pendekatan ilmiah. Namun, berbagai penelitian mengungkapkan bahwa mata pelajaran ini kurang diminati karena banyak siswa menganggapnya abstrak, sulit dipahami, dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari, yang berakibat pada rendahnya pemahaman mereka terhadap konsep fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi mahasiswa terhadap penerapan pembelajaran berbasis riset dalam materi perpindahan kalor. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Termodinamika Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Palangka Raya. Instrumen yang digunakan meliputi angket persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap pengalaman belajar menggunakan pendekatan berbasis riset. Berdasarkan temuan ini, pembelajaran berbasis riset dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang lebih bermakna, terutama dalam pengajaran fisika

    Peningkatan Pemahaman Keselamatan dan Penggunaan Peralatan Laboratorium Kimia Melalui Pembelajaran Praktis

    Full text link
    This study aims to evaluate the effectiveness of practical learning activities in the chemistry laboratory of Palangka Raya University on increasing the understanding of SMAN 2 Kahayan Tengah students regarding the safety and use of chemistry laboratory equipment. This study uses a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. Grade XI students who participated in practical learning activities included the delivery of laboratory safety materials, introduction to laboratory tools and instruments, and demonstrations of simple chemical experiments. Student comprehension data was collected through pretest and posttest, then analyzed using the Wilcoxon signed-rank test and N-gain calculation. The results showed a significant increase (p < 0.05) between pretest scores (mean = 62.00) and posttest (mean = 80.33), with an average N-gain value of 0.48 which was included in the medium category. The conclusion of this study is that practical learning activities in the chemistry laboratory of the University of Palangka Raya are effective in improving the understanding of SMAN 2 Kahayan Tengah students regarding the safety and use of chemistry laboratory equipment.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan pembelajaran praktis di laboratorium kimia Universitas Palangka Raya terhadap peningkatan pemahaman siswa SMAN 2 Kahayan Tengah mengenai keselamatan dan penggunaan peralatan laboratorium kimia. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Siswa kelas XI yang mengikuti kegiatan pembelajaran praktis meliputi penyampaian materi keselamatan laboratorium, pengenalan alat-alat dan instrumen laboratorium, serta demonstrasi percobaan kimia sederhana. Data pemahaman siswa dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p < 0,05) antara skor pretest (rata-rata = 62,00) dan posttest (rata-rata = 80,33), dengan nilai N-gain rata-rata sebesar 0,48 yang termasuk dalam kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan pembelajaran praktis di laboratorium kimia Universitas Palangka Raya efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMAN 2 Kahayan Tengah mengenai keselamatan dan penggunaan peralatan laboratorium kimia

    Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa Fase D Pada Materi Kemampuanku Terbatas Dengan Metode Problem Based Learning Di SMPN 6 Palangka Raya

    Full text link
    This study aims to improve students' understanding and learning outcomes in Catholic Religion subjects on the topic "My Abilities Are Limited" using the Problem-Based Learning (PBL) method at SMPN 6 Palangka Raya. The research adopts a Classroom Action Research (CAR) design with 15 seventh-grade students from SMPN 6 Palangka Raya in the 2022/2023 academic year as the subjects. The research instruments include observations of student and teacher activities, as well as student learning outcome tests. Assessment was conducted through a written test consisting of 10 multiple-choice questions. Based on the students' learning data from SMPN 6 Palangka Raya in the 2021/2022 academic year for the Catholic Religion subject, 12 out of 15 students had not met the Minimum Mastery Criteria (KKM), while only 6 students achieved the passing score, with an average score of 75.46 (40%). In Cycle I, the average student score was 73.33, with 7 students achieving mastery (73.33% classically). In Cycle II, the average score increased to 96.17, where all students achieved mastery (100%). Thus, the results indicate that the PBL method is effective in improving students' understanding and academic achievement.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Agama Katolik pada materi "Kemampuanku Terbatas" dengan metode Problem Based Learning (PBL) di SMPN 6 Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek siswa kelas VII di SMPN 6 Palangka Raya Tahun Ajaran 2022/2023, yang berjumlah 15 orang. Instrumen penelitian terdiri dari observasi aktivitas siswa dan guru serta tes hasil belajar siswa. Penilaian dilakukan melalui tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda sebanyak 10 soal. Berdasarkan data hasil belajar siswa SMPN 6 Palangka Raya pada Tahun Ajaran 2021/2022 untuk mata pelajaran Agama Katolik, dari 15 siswa, sebanyak 12 siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sementara hanya 6 siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 75,46 atau 40%. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa adalah 73,33, dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 7 orang (73,33% secara klasikal). Pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 96,17, di mana seluruh siswa tuntas secara klasikal (100%). Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa

    Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan

    Full text link
    Social and cultural change is a phenomenon that occurs continuously in every society. These changes encompass shifts in social structures and cultural patterns influenced by various internal and external factors. Education, as an integral part of society, is also affected by these dynamics, influencing curriculum design, teaching methodologies, and educational management. Rapid and revolutionary changes demand an adaptive educational system that remains relevant to contemporary needs. Therefore, understanding the relationship between socio-cultural changes and education is crucial in designing educational policies that are more responsive and adaptive to social dynamics.Perubahan sosial budaya merupakan fenomena yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan ini mencakup perubahan struktur sosial dan pola budaya yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Pendidikan, sebagai bagian dari masyarakat, turut mengalami perubahan akibat dinamika sosial dan budaya. Artikel ini membahas bagaimana perubahan sosial budaya mempengaruhi sistem pendidikan, baik dalam aspek kurikulum, metode pengajaran, maupun manajemen pendidikan. Perubahan yang cepat dan revolusioner dapat menuntut adaptasi dalam sistem pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara perubahan sosial budaya dan pendidikan guna merancang kebijakan pendidikan yang lebih responsif dan adaptif terhadap dinamika sosial yang terjadi

    Imunitas dan Kesehatan Tubuh melalui Aktivitas Olahraga yang Efektif

    Full text link
    Measured and well-planned exercise, along with a balanced nutritional intake, are essential factors in maintaining the body's immunity. Regular physical activity can enhance the function of the heart, lungs, and circulatory system, as well as play a role in preventing diseases such as heart disease, hypertension, and stroke. However, not all types of exercise can be performed by the public, especially during a pandemic. Several factors need to be considered, including accessibility, time efficiency, and the availability of equipment and space. To support immune enhancement, exercise should adhere to the FITT principles (Frequency, Intensity, Time, Type). The recommended frequency of exercise is 3–5 times per week, with a moderate intensity (65%–75% of maximum heart rate). The suggested duration is 20–30 minutes per session, which can be increased up to one hour depending on individual capability. Recommended types of exercise are aerobic activities such as stationary cycling, walking, jogging, or jumping in place. Additionally, exercising in a positive mood can boost endorphin production, contributing to improved immune resilience.Olahraga yang terukur dan terprogram, serta asupan gizi seimbang, merupakan faktor penting dalam menjaga imunitas tubuh. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan fungsi jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah, serta berperan dalam pencegahan penyakit seperti jantung, hipertensi, dan stroke. Namun, tidak semua jenis olahraga dapat dilakukan oleh masyarakat, terutama dalam situasi pandemi. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan meliputi kemudahan akses, efisiensi waktu, serta ketersediaan alat dan ruang. Untuk mendukung peningkatan imunitas, olahraga harus memenuhi prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, Type). Frekuensi olahraga yang disarankan adalah 3–5 kali per minggu, dengan intensitas sedang (65%–75% dari denyut nadi maksimal). Durasi yang dianjurkan adalah 20–30 menit per sesi, yang dapat ditingkatkan hingga satu jam sesuai kemampuan individu. Jenis olahraga yang direkomendasikan bersifat aerobik, seperti bersepeda statis, berjalan, jogging, atau lompat di tempat. Selain itu, olahraga yang dilakukan dengan suasana hati yang positif dapat meningkatkan produksi hormon endorfin, yang berkontribusi pada peningkatan daya tahan tubuh

    Urgensi Pendidikan Inklusif: Membangun Lingkungan Pembelajaran Yang Mendukung Kesetaraan Dan Kearifan Budaya

    Full text link
    In this era of educational progress, challenges and opportunities continue to emerge, and one of the educational paradigms that is increasingly being paid attention to is inclusive education. This research aims to dive deeper into the concept of inclusive education, exploring the importance of building learning that supports equality and implementing cultural wisdom values in it. This research method uses descriptive qualitative with literature study. Inclusive learning that combines equity and cultural wisdom involves a variety of strategies, including the use of learning methods, culturally responsive curricula, parent participation, and diverse assessments. By bringing all aspects together, teachers can create a learning environment that supports equality, respects cultural diversity, and allows each student to reach his or her potential optimally.Dalam era kemajuan pendidikan, tantangan dan peluang terus muncul, dan salah satu paradigma pendidikan yang semakin diperhatikan adalah pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menyelami lebih dalam konsep pendidikan inklusif, menggali pentingnya membangun pembelajaran yang mendukung kesetaraan dan mengimplementasikan nilai-nilai kearifan budaya di dalamnya. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Pembelajaran inklusif yang menggabungkan kesetaraan dan kearifan budaya melibatkan berbagai strategi, termasuk penggunaan metode pembelajaran, kurikulum yang responsif terhadap budaya, partisipasi orang tua, dan penilaian yang beragam. Dengan menyatukan semua aspek, guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung kesetaraan, menghargai keberagaman budaya, dan memungkinkan setiap peserta didik untuk mencapai potensinya secara optimal

    Perilaku Komunikasi Siswa SMA-MA Di Daerah Aliran Sungai (Das) Dalam Bermain Esports (Studi Etika Sosial Siswa di Palangka Raya)

    Full text link
    The problem of this research is related to students' communication behavior in playing ESPORTS and its impact on students' daily lives, while the aim is to describe the picture of students' communication behavior in playing ESPORTS and its impact on communication behavior in everyday life. This research includes qualitative descriptive research using Miles and Huberman's interactive data analysis techniques. The subjects and informants were students from State High School 10 (SMAN 10), Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah, and Al-Ishlah Vocational High School (SMK) located in the Palangka Raya Watershed (DAS), totaling 30 people. which consists of SMAN 10 containing 10 people, MA 10 people, and SMK 10 people. With several types of games chosen by students such as Mobile Legends, Free Fire, Genshin Impact, HOK, Roblox, FC Mobile, The Spike, Clash of Clans, CODM, Terraria. The results of his research show that the communication behavior of high school, MA and vocational school students in the Palangka Raya River Basin (DAS) who play ESPORTS is as follows; (1) Sometimes when playing or leaving a game, speak harshly, shout, hit the table or wall. Even these harsh words sometimes carry over into everyday life even if they are only limited to close friends; and (2) the positive impact is that playing ESPORTS can relieve stress, eliminate feelings of loneliness and be entertained, while the negative impact is that it sometimes causes lack of sleep, emotions, and also disrupts prayer times.Permasalahan penelitian ini adalah terkait dengan perilaku komunikasi siswa dalam bermain ESPORTS  dan  dampaknya  terhadap  kehidupan  sehari-harai  siswa,  sedangkan  tujuannya  adalah untuk mendeskripsikan gambaran perilaku komunikasi siswa dalam bermaain ESPORTS serta dampaknya terhadap perilaku komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman. Subyek dan informannya adalah siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 10 (SMAN 10), Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Jannah, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Ishlah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Palangka Raya, yang berjumlah 30 orang, yang terdiri dari SMAN 10 berjumlah 10 orang, MA 10 orang, dan SMK 10 orang. Dengan beberapa jenis permainan yang dipilih siswa tersebut, seperti Mobile Legends, Free Fire, Genshin Impact, HOK, Roblox, FC Mobile, The Spike, Clash of Clans, CODM, Terraria. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa perilaku komunikasi siswa SMA, MA, dan SMK di Daerah Aliran Sungai (DAS) Palangka Raya yang bermain ESPORTS adalah sebagai berikut; (1) terkadang pada saat bermain atau pertandingan keluar kata-kata kasar, teriak- teriak, pukul-pukul meja atau tembok. Bahkan ucapan kata-kata kasar tersebut terkadang terbawa juga  dalam  kehidupan  sehari-hari  walaupun  terbatas  hanya  dengan  teman  akrab  saja;  dan  (2) dampak positifnya bahwa bermain ESPORTS bisa menghilangkan rasa stress, menghilangkan rasa kesepian dan terhibur, sedangkan dampak negatifnya terkadang kurang tidur, emosian, juga mengganggu waktu ibadah

    Kesulitan Belajar Siswa dalam Memahami Materi Hidrokarbon Kelas XI-3 SMA Negeri 1 Palangka Raya Tahun Ajaran 2024/2025

    Full text link
    This study aims to describe the learning difficulties of students in class XI-3 on the hydrocarbon topic at SMA Negeri 1 Palangka Raya in the 2024/2025 academic year. The study employed a quantitative descriptive approach with 40 students as the sample, selected using purposive sampling technique. The research was conducted using a diagnostic test instrument in the form of matching-type questions. The results of the study showed that the level of student learning difficulties in the hydrocarbon topic in class XI-3 of SMA Negeri 1 Palangka Raya was in the low category, which was 29.77%, or it can be said that 12 out of 40 students in class XI-3 experienced difficulties in learning the hydrocarbon topic.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa kelas XI-3 pada materi hidrokarbon di SMA Negeri 1 Palangka Raya tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 40 peserta didik sebagai sampel yang dipilih mengunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan instrument tes diagnostik berupa tes diagnostik dalam bentuk soal menjodohkan. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesulitan belajar siswa pada materi hidrokarbon di kelas XI-3 SMA Negeri 1 Palangka Raya berada pada kategori rendah yaitu sebesar 29,77% atau dapat dikatakan 12 dari 40 siswa kelas XI-3 mengalami kesulitan pada materi hidrokarbon

    254

    full texts

    263

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Kanderang Tingan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇