Jurnal Ilmiah Kanderang Tingan
Not a member yet
263 research outputs found
Sort by
Pengaruh Pendampingan Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah terhadap Kompetensi Akademik Mahasiswa PPG
Writing scientific articles is an essential academic competency for students of the Teacher Professional Education (PPG) program. However, many students face difficulties in understanding research methodology, academic structure, as well as data processing and scientific language. To address this issue, Universitas Negeri Medan (UNIMED) initiated a Collaboration for Scientific Article Writing Assistance involving lecturers, mentor teachers, and PPG students. This study employed a qualitative approach using a case study method to evaluate the program’s effectiveness. Data were collected through observations, interviews, and document analysis of article drafts before and after the mentoring sessions. The results show that this mentoring program improved students’ academic competencies, with 85% of participants acknowledging the benefits of the guidance in understanding the structure and quality of scientific writing. Additionally, 70% of students expressed high satisfaction with the program, with the increased number of articles submitted to national and international journals serving as an indicator of its success. However, challenges remain, such as limited time and restricted access to scientific references. Therefore, it is recommended to improve access to academic resources and develop online platforms to support more flexible mentoring. Overall, the results of this study affirm that academic mentoring collaboration is an effective strategy to enhance the scientific writing skills of PPG students and strengthen the academic culture in higher education environments.Menulis artikel ilmiah merupakan kompetensi akademik esensial bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG). Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami metodologi penelitian, struktur akademik, serta pengolahan data dan bahasa ilmiah. Untuk mengatasi kendala ini, Universitas Negeri Medan (UNIMED) menginisiasi Kolaborasi Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah yang melibatkan dosen, guru pamong, dan mahasiswa PPG.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengevaluasi efektivitas program. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen dari draft artikel sebelum dan sesudah pendampingan. Hasil menunjukkan bahwa pendampingan ini meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa, dengan 85% peserta mengakui manfaat bimbingan dalam memahami struktur dan kualitas penulisan ilmiah. Selain itu, 70% mahasiswa menyatakan kepuasan tinggi terhadap program ini, dengan peningkatan jumlah artikel yang diajukan ke jurnal nasional dan internasional sebagai indikator keberhasilan.Meskipun demikian, terdapat tantangan seperti keterbatasan waktu dan akses referensi ilmiah. Oleh karena itu, direkomendasikan peningkatan akses sumber akademik serta pengembangan platform daring untuk mendukung pendampingan yang lebih fleksibel. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi pendampingan akademik merupakan strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa PPG serta memperkuat budaya akademik di lingkungan pendidikan tinggi
Orang Tua dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
This research originates from issues found in the field regarding the crucial role of parents and schools in shaping the character of early childhood. TK PGRI Samba Bakumpai, Central Kalimantan, implements various programs, activities, and habits that support the character development of its students. Character reflects a person's traits, habits, or personality, which are formed through the internalization and application of certain values, serving as the foundation for thinking, behaving, and acting. This study employs a descriptive narrative method to present data in detail through a scientific narrative. Data collection was conducted through observation and documentation, followed by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that the efforts made by TK PGRI Samba Bakumpai RT 8, Katingan Tengah Regency, Central Kalimantan, in shaping students' character can be considered successful. The school fosters various character values, such as compassion, mutual respect, sharing, leadership, faith, discipline, and responsibility.Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang ditemukan di lapangan mengenai pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam pembentukan karakter anak usia dini. TK PGRI Samba Bakumpai, Kalimantan Tengah, menerapkan berbagai program, kegiatan, dan kebiasaan yang mendukung pengembangan karakter peserta didik. Karakter mencerminkan sifat, kebiasaan, atau kepribadian seseorang yang terbentuk melalui penghayatan dan penerapan nilai-nilai tertentu, yang menjadi dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif naratif untuk menyajikan data secara rinci dalam bentuk narasi ilmiah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh TK PGRI Samba Bakumpai RT 8, Kabupaten Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, dalam membentuk karakter anak didiknya dapat dikatakan berhasil. Sekolah ini mengembangkan berbagai nilai karakter, seperti kasih sayang, saling menghormati, berbagi, kepemimpinan, keimanan, disiplin, dan tanggung jawab
Pengembangan Modul Ajar Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis EzGCM Pada Mata Pelajaran Muatan Lokal Untuk Siswa SMA/MA
Climate change has led to rising global temperatures and increasingly intense natural disasters, making it a global challenge that demands a systematic response through education. This article analyzes the strategic role of education in fostering awareness of climate change mitigation and adaptation by integrating relevant content into the Muatan Lokal (local content) curriculum at the senior high school level. Based on a literature review, the study identifies the urgency of climate change education, analyzes the curriculum policy framework, and explores the potential use of digital solutions such as the EzGCM climate simulation model to enhance learning effectiveness. The findings suggest that a multidisciplinary approach—including educational technology, contextual pedagogy, and environmental psychology—can strengthen students' understanding of climate change impacts and encourage active participation in sustainability actions. This article offers recommendations for developing digital-based teaching materials aligned with the principles of the Merdeka Curriculum and local needs.Perubahan iklim telah menyebabkan peningkatan suhu global dan bencana alam yang lebih intens, menjadikannya tantangan global yang memerlukan respons sistematis melalui pendidikan. Artikel ini menganalisis peran strategis pendidikan dalam membangun kesadaran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui integrasi konten ke dalam kurikulum Muatan Lokal jenjang SMA. Berdasarkan studi literatur, kajian ini mengidentifikasi urgensi pembelajaran perubahan iklim, analisis kerangka kebijakan kurikulum, serta potensi pemanfaatan solusi digital seperti simulasi EzGCM untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin—meliputi teknologi pendidikan, pedagogi kontekstual, dan psikologi lingkungan—dapat memperkuat pemahaman siswa tentang dampak perubahan iklim serta mendorong partisipasi aktif dalam aksi keberlanjutan. Artikel ini menawarkan rekomendasi pengembangan bahan ajar berbasis digital yang selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan kebutuhan loka
Analisis Penguasaan Konsep Hasil Pembelajaran Discovery Learning Dengan Bantuan LKS-Induktif Pada Materi Kekuatan Asam Dan Basa Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Palangka Raya Tahun Ajaran 2022/2023
This study aims to describe the concept mastery of students in class XI MIPA 3 of SMA Negeri 3 Palangka Raya through discovery learning assisted by inductive student worksheets (LKS-Induktif). The subjects of this study were students of class XI MIPA 3 who had not yet received the sub-topic on acidity level (pH). The instruments used in this research included a concept mastery test (pretest and posttest) in the form of 5 essay questions, a learning management observation sheet, and a student response questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively. The results of the data analysis showed: a) The average concept mastery on the indicator of explaining the definitions of strong acid, weak acid, strong base, and weak base increased by 33.8%, b) The average concept mastery on the indicator of calculating the pH of strong acid solutions based on concentration data increased by 52.3%, c) The average concept mastery on the indicator of calculating the pH of strong base solutions based on concentration data increased by 48.5%, d) The average concept mastery on the indicator of analyzing the pH of weak acids based on concentration data and acid dissociation constant (Ka) increased by 63.5%, e) The average concept mastery on the indicator of analyzing the pH differences of weak base solutions based on concentration data and base dissociation constant (Kb) increased by 83.8%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan konsep siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Palangka Raya melalui pembelajaran discovery learning berbantuan LKS-Induktif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 3 Palangka Raya yang belum menerima sub pokok bahasan derajat keasaman (pH). Instrumen yang digunakan yaitu, tes penguasaan konsep (pretest dan posttest) berupa tes uraian sebanyak 5 butir soal, lembar pengelolaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis data yang dilakukan diperoleh a) Rata-rata penguasaan konsep pada indikator menjelaskan pengertian asam kuat, asam lemah, basa kuat dan basa lemah mengalami peningkatan sebesar 33,8%, b) Rata-rata penguasaan konsep pada indikator menghitung pH larutan asam kuat berdasarkan data konsentrasi mengalami peningkatan sebesar 52,3%, c) Rata-rata penguasaan konsep pada indikator menghitung pH larutan basa kuat berdasarkan data konsentrasi mengalami peningkatan sebesar 48,5%, d) Rata-rata penguasaan konsep pada indikator menganalisis pH asam lemah berdasarkan data konsentrasi dan nilai tetapan asam (Ka) mengalami peningkatan sebesar 63,5%, e) Rata-rata penguasaan konsep pada indikator menganalisis perbedaan pH larutan larutan basa lemah berdasarkan data konsentrasi dan nilai tetapan basa (Kb) mengalami peningkatan sebesar 83,8%
Benang Bintik: Sebuah Eksplorasi Nilai Filosofis dan Konsep Matematis dengan Pendekatan Etnomatematika
Innovative mathematics education plays a crucial role in providing meaningful learning experiences. This approach can be realized by linking mathematical concepts to everyday situations, making the learning process more relevant and engaging for students. One approach that can be applied is introducing local cultural values, which are reflected in the integration of cultural elements into mathematics education. This process is known as ethnomathematics. Ethnomathematics-based learning can be seen in various motifs of Benang Bintik batik, which is a distinctive feature of the batik from Central Kalimantan Province. This research is exploratory, aimed at discovering the factors that influence the occurrence of a phenomenon or to understand the research object more deeply. The study was conducted at the Batik Benang Bintik Paramita production house located on Badak XXV Street, Bukit Tunggal Subdistrict, Palangka Raya City. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The results revealed information about the production process of stamped and hand-drawn batik, as well as some of the philosophies embedded in the Benang Bintik batik motifs. The philosophies in these motifs include hopes to God or ancestors, humans, and other creatures (the balanga motif); depictions of the three levels of the universe according to the beliefs of the Dayak Ngaju tribe (the batang garing motif); symbols of courage, protection, strength, and Dayak identity (the talawang motif); the bond between humans (the kalalawit and bajakah kalalawit motifs); and nobility and protection (the enggang bird motif). Additionally, the Benang Bintik motifs also contain mathematical concepts such as points, lines, angles, flat shapes, and geometric transformations. Therefore, these motifs can be used as innovative, contextual learning media for mathematics, while supporting the preservation of local culture.Pembelajaran matematika yang inovatif memainkan peran krusial dalam memberikan pengalaman belajar yang signifikan. Pendekatan ini dapat diwujudkan dengan mengaitkan konsep-konsep matematika dengan situasi sehari-hari, menjadikan proses belajar lebih relevan dan menarik bagi siswa. Salah satu pendekatan yang bisa diterapkan adalah dengan mengenalkan nilai-nilai budaya lokal, yang tercermin dalam integrasi unsur budaya dalam pembelajaran matematika. Proses ini dikenal sebagai etnomatematika. Pembelajaran yang berbasis etnomatematika dapat terlihat pada berbagai motif batik Benang Bintik, yang merupakan ciri khas batik Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif, yang bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya suatu fenomena atau untuk memahami objek penelitian secara lebih mendalam. Penelitian ini dilakukan di rumah produksi Batik Benang Bintik Paramita yang berlokasi di Jalan Badak XXV, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, ditemukan informasi mengenai proses produksi batik cap dan batik tulis serta beberapa filosofi yang terkandung dalam motif batik Benang Bintik. Filosofi yang terkandung dalam motif tersebut antara lain pengharapan kepada Tuhan atau leluhur, manusia, dan makhluk lainnya (motif balanga); gambaran tiga tingkatan alam menurut kepercayaan suku Dayak Ngaju (motif batang garing); simbol keberanian, perlindungan, kekuatan, dan identitas masyarakat Dayak (motif talawang); keterikatan antar sesama manusia (motif kalalawit dan motif bajakah kalalawit); serta kebangsawanan dan perlindungan (motif burung enggang). Selain itu, motif Benang Bintik juga mengandung konsep-konsep matematika seperti titik, garis, sudut, bangun datar, dan transformasi geometri. Oleh karena itu, motif ini dapat dijadikan media pembelajaran matematika yang inovatif, kontekstual, dan mendukung pelestarian budaya lokal
Analisis Penguasaan Konsep Kekuatan Asam Basa Hasil Pembelajaran Model Problem Based Learning Berbantuan LKS-Deduktif
Mastery of the concept of acidity (pH) can be achieved when students are directly involved in applying their knowledge. The purpose of this study is to describe students' concept mastery as a result of learning through the implementation of the problem-based learning model assisted by guided deductive worksheets (LKS-Deduktif) on the topic of acid-base strength in Class XI MIPA 4 at SMA Negeri 3 Palangka Raya. This research is descriptive in nature, and the subjects are students of Class XI MIPA 4. The instruments used in the study include a concept mastery test consisting of pretest, posttest, and guided deductive worksheets (LKS-Deduktif). The implementation stages include administering a pretest, guided deductive worksheets, and finally a posttest. The results show that the problem-based learning model assisted by guided deductive worksheets in Class XI MIPA 4 led to an increase in concept mastery from 5.35% to 98.18%, categorized as excellent. The improvement in student mastery produced an N-gain score of 0.98, categorized as high. The number of students mastering each conceptual label is as follows: (1) Calculating the pH of strong acid solutions based on concentration data: 100%. (2) Calculating the pH of strong base solutions based on concentration data: 100%. (3) Analyzing the pH comparison of weak acid solutions based on concentration data and acid dissociation constant (Ka): 96.6%. (4) Analyzing the pH comparison of weak base solutions based on concentration data and base dissociation constant (Kb): 96.2%.Penguasaan konsep tentang derajat keasaman (pH) dapat dicapai jika siswa terlibat secara langsung dalam menerapkan pengetahuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan konsep siswa hasil pembelajaran dengan penerapan model problem based learning berbantuan LKS-Deduktif terbimbing pada materi kekuatan asam basa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 3 Palangka Raya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 4. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes penguasaan konsep yang terdiri dari pretest, posttest, dan LKS-Deduktif terbimbing. Tahap pelaksanaan dari pemberian pretest, LKS-Deduktif terbimbing dan terakhir pemberian posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model problem based learning dengan bantuan LKS-Deduktif terbimbing pada siswa kelas XI MIPA 4 mengalami peningkatan dari 5,35% menjadi 98,18% dengan kategori sangat baik. Peningkatan penguasaan siswa menghasilkan nilai N-gain sebesar 0,98 dengan kategori tinggi. Jumlah siswa yang menguasai konsep setiap label konsep adalah: 1) menghitung pH larutan asam kuat berdasarkan data konsentrasi sebanyak 100%, 2) menghitung pH larutan basa kuat berdasarkan data konsentrasi sebanyak 100%, 3) menganalisis perbandingan pH larutan asam lemah berdasarkan data konsentrasi dan nilai tetapan asam (Ka) sebanyak 96,6%, 4) menganalisis perbandingan pH larutan basa lemah berdasarkan data konsentrasi dan nilai tetapan basa (Kb) sebanyak 96,2%
Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan PhET Simulation untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Energi
Understanding the concept of energy is a crucial aspect of science education, as it serves as the foundation for comprehending various natural phenomena and processes around us. However, the energy concept comprehension of Class VIII-A students at SMP Negeri 13 Palangka Raya remains low due to their lack of active participation during lessons and the unappealing media used in teaching. This low understanding results in poor learning outcomes. To address this issue, this study employs the discovery learning model supported by PhET Simulation media. The aim of this research is to improve learning outcomes on the topic of energy. The study was conducted in two cycles using Classroom Action Research (CAR). Each cycle involved four stages: planning, action, observation, and reflection. Data were collected from 18 students in Class VIII-A of SMP Negeri 13 Palangka Raya during the 2023/2024 academic year and from colleagues. Data collection methods included teacher activity observation sheets and student learning outcome tests, which were then analyzed descriptively. The results showed an increase in the students' average scores from 87.06 in Cycle I to 87.22 in Cycle II, with an improvement in classical mastery from 82.35% to 83.33%. It can be concluded that the use of the discovery learning model supported by PhET Simulation media on the topic of energy successfully enhanced the learning outcomes of Class VIII-A students at SMP Negeri 13 Palangka Raya.Pemahaman konsep energi merupakan aspek penting dalam pembelajaran IPA, karena menjadi dasar untuk memahami berbagai fenomena dan proses alam di sekitar kita. Pemahaman konsep energi peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 13 Palangka Raya masih rendah, disebabkan oleh peserta didik kurang aktif saat belajar dan kurang menariknya media yang digunakan. Rendahnya pemahaman menyebabkan hasil belajar rendah. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan model pembelajaran discovery learning didukung media PhET Simulation. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar pada materi energi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tiap siklus melibatkan empat langkah: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dari 18 peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 13 Palangka Raya tahun pelajaran 2023/2024 serta dari teman sejawat. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar pengamatan aktivitas guru dan tes hasil belajar peserta didik, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta didik dari 87,06 pada siklus I menjadi 87,22 pada siklus II, dengan peningkatan ketuntasan klasikal dari 82,35% menjadi 83,33% sehingga dapat disimpulkan penggunaan model pembelajaran discovery learning yang didukung oleh media PhET Simulation pada materi energi berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIII-A SMP Negeri 13 Palangka Raya
Pengembangan Virtual Reality Chemistry Berbasis Kearifan Lokal Alam Kalimantan Tengah Untuk Meningkatkan Kemampuan 4C Mahasiswa
Practicum is an effective method used in learning to improve skills and deepen chemical concepts and theories. However, the main obstacle in the chemistry practicum process is the procurement process regarding the limitations of the tools and materials needed. One innovative solution to overcome this challenge is to utilize Virtual Reality (VR) technology, which allows students to understand the material through interactive simulations. On the other hand, Central Kalimantan has a wealth of local wisdom that can be used as a means to associate chemical concepts with daily life. Through this research, a Virtual Reality Chemistry Laboratory (VRCL) was developed that integrates elements of local wisdom in Central Kalimantan. The research method used in this study is development research (R&D) with the ADDIE model, with the initial step of conducting analysis. This study aims to evaluate the extent to which VRCL can improve students' understanding of chemical concepts and strengthen the connection between science and local culture. The results of this study are expected to make an important contribution to the development of more contextual and relevant learning methods for students. The use of Virtual Reality Chemistry Laboratory combined with the local wisdom of Central Kalimantan's nature aims to improve the 4Cs (Communication, Collaboration, Critical Thinking, and Creativity) skills of students in associating technology with local wisdom values. After going through the learning process using virtual reality media through VR headsets, students can practice the 4Cs skills in terms of focusing questions, observing, identifying assumptions, making conclusions, and determining actions.Praktikum merupakan metode yang efektif digunakan dalam pembelajaran guna meningkatkan keterampilan dan memperdalam materi konsep serta teori ilmu kimia. Namun, kendala utama dalam proses praktikum kimia adalah proses pengadaan mengenai keterbatasan alat dan bahan yang dibutuhkan. Salah satu solusi inovatif untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR), yang memungkinkan mahasiswa untuk memahami materi melalui simulasi interaktif. Di sisi lain, Kalimantan Tengah memiliki kekayaan kearifan lokal yang dapat dijadikan sarana untuk mengaitkan konsep-konsep kimia dengan kehidupan sehari-hari. Melalui penelitian ini, dikembangkan Virtual Reality Chemistry Laboratory (VRCL) yang mengintegrasikan elemen-elemen kearifan lokal Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE, dengan langkah awal melakukan analisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana VRCL dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep kimia dan memperkuat keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan kebudayaan lokal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan bagi mahasiswa. Pemanfaatan Virtual Reality Chemistry Laboratory dikombinasikan dengan kearifan lokal alam Kalimantan Tengah bertujuan untuk meningkatkan kemampuan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity) mahasiswa dalam mengaitkan teknologi dengan nilai-nilai kearifan lokal. Setelah melalui proses pembelajaran dengan menggunakan media virtual reality melalui VR headset, mahasiswa dapat melatih kemampuan 4C dalam hal fokus pertanyaan, observasi, identifikasi asumsi, membuat kesimpulan, dan menentukan tindakan
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Teknik Dasar Passing Bola Basket
This research aimed fo know the effect of cooperative learning model, its type was student teams achievement division (STAD) to learning output of basic technique passing of basket ball (chest pass and over head pass). This research by using the pre-test post-test control group design. This research was done to seventh grade students in SMP Negeri 9 Palangka Raya academic year 2023/2023 with sampel which were 52 students. They were distributen into two classes namely VIIB and VIIF classes it classes namely VIIB and VIIF classes. It used simple random sampling data of learning outcome consists of 1.) cognitive aspect using multiple choice test, 2.) affective aspect, using students attitude observation, 3.) psychomotoric aspect, using basket ball passing observation. Analyzing data consists of. 1.) prerequisite test, using normality test applying kolmogorov-smirnov and homogeneity test applying Levene’s test of equality of error variance, and 2.) hypothesis test, using t-test on significant standard 0.05. According prerequisite test it was got the result that data have normal distribution and homogent t-test showed that tcount = 4.334 while ttable =1675, and it has significant value using t-test which was p<0.00. Supporting the result of analyzing data and discussion, the candusion of this research is implementation of cooperative learning model STAD had significant effect on learning output of basket ball passing of 7 th-grade students in SMP Negeri 7 Palangka Raya academic year 2023/2023. Heance,it hoped that penjasorkes teachers can apply cooperative learning model STAD type, because it was seen that it has significant effect on students learning outcome.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) terhadap hasil belajar teknik dasar passing bola basket (chest pass dan overhead pass). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen (true experimental) dengan menggunakan rancangan penelitian the pre-test post-test control group design. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 Palangka Raya tahun ajaran 2023/2023 dengan sampel berjumlah 52 orang siswa yang terdistribusi ke dalam dua kelas yaitu kelas VIIB dan kelas VIIF. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Data hasil belajar terdiri atas 1)aspek kognitif, menggunakan tes pilihan ganda, 2) aspek afektif, menggunakan observasi sikap siswa selama pembelajaran, dan 3) aspek psikomotor, menggunakan observasi kinerja passing bola basket. Tahapan analisa data terdiri atas: 1) uji prasyarat, menggunakan uji normalitas data menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan uji homegenitas Levene’s Test of Equality of Error Variance, serta, 2) Uji hipotesis, menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 0,05. Berdasarkan uji prasyarat, diperoleh hasil bahwa data penelitian berdistribusi normal dan homogen. Uji-t menunjukkan thitung sebesar 4.334 sedangkan ttabel sebesar 1675 dan nilai signifikansi yang diperoleh melalui uji t adalah p<0.00 Merujuk hasil analisa data dan pembahasan, simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar teknik dasar passing bola basket pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palangka Raya tahun pelajaran 2023/2023. Dengan demikian disarankan kepada guru penjasorkes dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD karana terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa
Nilai Moral Dalam Tradisi Berbalas Pantun Pada Perkawinan Di Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat
This research aims to describe the types of moral values and forms of conveying moral values in the tradition of reciprocating rhymes at weddings in Tanjung Pura District, Langkat Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this research are documentation, recording, listening and taking notes. The data used in this research are words sung by poets or telangkai during wedding parties in Tanjung Pura District, Langkat Regency. The data source for this research is poets or telangkai who sing pantun. Based on the research results, 27 types of moral values were found. These types of moral values are divided into three, namely (1) the relationship between humans and themselves with 3 data, (2) the relationship between humans and other humans with 21 data, and (3) the relationship between humans and God with 3 data. The form of conveying moral values is divided into two, namely (1) the direct form of delivery with 17 data, and (2) the indirect form of delivery with 10 data.Keywords: Moral Values, Tradition of Reciprocating Rhymes, MarriagePenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis nilai moral dan bentuk penyampaian nilai moral dalam tradisi berbalas pantun pada perkawinan di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, rekam, simak, dan catat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata yang dilantunkan oleh penyair atau telangkai saat pesta perkawinan di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat. Sumber data penelitian ini adalah penyair atau telangkai yang melantunkan pantun. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jenis nilai moral sebanyak 27 data. Jenis nilai moral tersebut terbagi tiga, yaitu (1) hubungan antara manusia dan diri sendiri sebanyak 3 data, (2) hubungan antara manusia dan manusia lain sebanyak 21 data, dan (3) hubungan antara manusia dan Tuhan sebanyak 3 data. Bentuk penyampaian nilai moral tersebut terbagi dua, yaitu (1) bentuk penyampaian langsung sebanyak 17 data, dan (2) bentuk penyampaian tidak langsung sebanyak 10 data.
Kata Kunci: Nilai Moral, Tradisi Berbalas Pantun, Perkawina