Progres Pendidikan (E-Journal)
Not a member yet
    463 research outputs found

    ANALISIS NILAI KEARIFAN LOKAL TAPSILA, KRAMA DAN GAMA SEBAGAI PENGUATAN KARAKTER SISWA

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan nilai-nilai kearifan lokal, yaitu tapsila, krama, dan gama, dalam pendidikan di SDN 7 Bentek, Kabupaten Lombok Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan 16 subjek, termasuk siswa, guru, dan tokoh adat. Metode dan instrumen pengumpulan data terdiri dari wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan subjek mengenai nilai-nilai kearifan lokal yang diterapkan di sekolah, sedangkan observasi digunakan untuk melihat langsung praktik-praktik pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai tersebut. Teknik analisis data yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, di mana data yang diperoleh dari wawancara dan observasi untuk menemukan nilai-nilai yang muncul terkait penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tapsila berfungsi sebagai pedoman etika dalam interaksi sosial, krama memberikan struktur dalam hubungan antar individu, dan gama mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penerapan nilai-nilai ini di SDN 7 Bentek menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong perilaku positif di kalangan siswa

    Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar dalam Sudut Pandang Filsafat Empirisme

    No full text
    Abstract: Character formation as a process of developing and strengthening traits, behaviors and values to form one's personality. This research aims to analyze the role of empiricism philosophy in student character building by identifying through environmental factors. The school of empiricism developed by John Locke emphasizes that individual development is more influenced by environmental factors than innate factors. The literature review method is used in this research. Data obtained through Google Scholar and using the Publish or Perish application contained 200 articles. After going through the selection process in accordance with 38 articles, of these 10 articles can be accessed. The results showed that students' character building is strongly influenced by direct experiences gained from the family, school, and community environments. The family environment as the first place to learn moral and social values plays an important role in forming the basis of student character. The role of teachers and social interactions in the community are also important factors in shaping student character. This research concludes that concrete experience is more effective in shaping students' character than theoretical learning.Keywords: Empiricism formation, Charcter thinking, Character education Abstrak: Pembentukan karakteristik sebagai proses pengembangan dan penguatan sifat, perilaku dan nilai nilai untuk membentuk kepribadian seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang peran filsafat empirisme dalam pembentukan karakter siswa dengan mengindentifikasi melalui faktor lingkungan. Aliran empirisme yang dikembangkan oleh John Locke menekankan bahwa perkembangan individu lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan daripada faktor bawaan. Metode literature riview digunakan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh melalui Google Scholar dan menggunakan aplikasi Publish or Perish terdapatkan 200 artikel. Setelah melalui proses seleksi sesuai dengan terdapat 38 artikel, dari jumlah tersebut 10 artikel dapat diakses. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan karakter siswa sangat dipengaruhi oleh pengalaman langsung yang diperoleh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan keluarga sebagai tempat pertama untuk belajar nilai moral dan sosial berperan penting dalam membentukan dasar karakter siswa. Peran guru dan interaksi sosial di masyarakat juga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman konkret lebih efektif dalam membentuk karakter siswa dibandingkan dengan pembelajaran teoritis.Kata kunci: Pembentukan empirisme, Pemikiran karakter, Pendidikan karakte

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD MUHAMMADIYAH AMBARBINANGUN BANTUL

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini ialah mengembangkan E-LKPD berbasis Problem Based Learning mengenai materi mengenai sistem pencernaan manusia yang layak, praktis, dan untuk menilai seberapa efektif E-LKPD berbasis PBL guna mendukung pengembangan kemampuan untuk berpikir kritis pada siswa. Metode penelitian dan pengembangan yang diterapkan mengadopsi model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Dalam hal desain, penelitian yang diterapkan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Uji terbatas melibatkan 10 siswa kelas V di SDN 3 Kadipiro, studi ini melibatkan 22 siswa kelas V di SD Muhammadiyah Ambarbinangun sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes. Asesmen yang dikembangkan dalam penelitian ini mendapatkan tanggapan positif dari ahli materi, ahli media, guru, serta siswa. Skor penilaian ahli materi mencapai 87,27%, sedangkan dari ahli media 94,66%, keduanya tergolong kategori "Sangat Layak". Respon guru menyatakan E-LKPD berbasis PBL memperoleh penilaian 'Sangat Praktis' dengan persentase 89,41%, sementara respon dari peserta didik mencapai 86,12%. Hasil posttest juga mengonfirmasi bahwa E-LKPD berbasis PBL efektif guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Uji Paired Sample t-Test menghasilkan nilai Sig. 0,000 < 0,05, menandakan adanya perbedaan signifikan rata-rata nilai pretest sebesar 50 serta rata-rata nilai posttest mencapai 84

    KESULITAN KOGNITIF SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk-bentuk kesulitan kognitif yang dialami siswa kelas rendah sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan siswa dalam memahami, merencanakan, dan menyelesaikan soal berbasis konteks naratif, yang sering kali tidak tercermin dari kemampuan berhitung semata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan 25 siswa kelas III di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bima. Teknik pengumpulan data meliputi tes soal cerita, wawancara terstruktur, dan observasi langsung, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan utama siswa terletak pada ketidakmampuan memahami teks soal (72%), salah dalam menentukan operasi matematika (80%), dan lemahnya kemampuan membangun representasi masalah (64%). Temuan juga mengungkap bahwa siswa dengan kemampuan numerik tinggi tetap mengalami kegagalan karena tidak mampu memproses struktur cerita secara logis. Analisis berdasarkan tahapan Polya menunjukkan bahwa 84% siswa mengalami kesulitan pada tahap memahami masalah. Hasil ini diperkuat oleh wawancara guru dan observasi kelas, yang mengindikasikan dominasi pendekatan pembelajaran prosedural dan minimnya penggunaan strategi kontekstual. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pemahaman konseptual dan representasi masalah dalam pembelajaran matematika, khususnya pada soal cerita, melalui pendekatan visual, kontekstual, dan reflektif

    TRANSFORMASI PEMBELAJARAN IPAS MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DAN KUIS INTERAKTIF PADA MATERI SUMBER DAYA ALAM

    Full text link
    Penurunan hasil belajar siswa pada materi Sumber Daya Alam disebabkan oleh rendahnya keterlibatan siswa akibat pendekatan pembelajaran konvensional yang kurang mendukung berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantu kuis interaktif pada siswa kelas V SDN 060788 Medan Maimun. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024/2025 dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, baik dari sisi nilai rata-rata maupun ketuntasan belajar siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 56,11 pada pra siklus menjadi 71,67 pada siklus I dan 81,94 pada siklus II. Sementara itu, ketuntasan belajar meningkat dari 44,44% menjadi 83,33%. Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengintegrasikan model pembelajaran PBL dan media kuis interaktif sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna

    Integration of Ethnopedagogical Values in the Development of Science Teaching Materials through the Dengklek Game for Grade VI Elementary School Students

    Full text link
    This study aims to develop science teaching materials in elementary schools integrated with ethnopedagogy through the traditional game of dengklek, specifically in grade 6 of SDN 39 Cakranegara. The type of research used is Research and Development (R&D) by following steps that include needs analysis, design, development, implementation, and evaluation. The development of these teaching materials aims to improve students' understanding of science concepts while preserving local cultural values. In the development process, teaching modules and learning tools that integrate elements of the dengklek game with science materials were developed and tested in the classroom. The evaluation results showed that the developed teaching materials were able to increase student motivation and participation, and improve students' understanding of science concepts. The results also found that the integration of ethnopedagogy in learning helped students better appreciate local culture. These findings contribute significantly to the development of more contextual and relevant science education in elementary schools, as well as encouraging cultural preservation through education

    IMPROVE STUDENTS' READING COMPREHENSION USING NARRATIVE TEXT THROUGH THINK-PAIR-SHARE TECHNIQUES

    Full text link
    This article aims to investigate the application of the think-pair-share method to improve narrative text reading skills in grade X students of SMK Kihajar Dewantara, Jambe. The research design used is classroom action research (PTK). The research instruments used are observations, field notes, and tests. The subject of the study was grade X students of SMK Kihajar Dewantara, Jambe consisting of 26 students. There are two success criteria in this study. First, if 80% of students actively participate in the learning process, and second if 80% of students get a minimum score of 75 as the minimum score criterion (KKM). The results showed that there were two rounds to implementing the think-pair-share method successfully. The results of the study in cycle 1 showed 16% of students could exceed the minimum score. Therefore, the first round has not been successful, and it is necessary to make improvements to the treatment given. In cycle 2, 58% of students were able to exceed the minimum score limit of 75

    Dekadensi Moral Siswa Sekolah: Telaah Faktor, Dampak, dan Solusi Pendidikan Karakter

    Full text link
    Abstract:  The moral and ethical crisis among students has become an increasingly alarming issue in the field of education. The rising number of ethical violations in schools, including verbal and physical violence among students, reflects a weakened internalization of moral values. This phenomenon is influenced by multiple factors such as parenting styles, peer pressure, globalization, and high academic demands. These conditions not only have a detrimental impact on the individuals involved but also disrupt the learning environment and social dynamics within the school. This study aims to identify the root causes of students’ moral and ethical decline and to formulate strategic solutions to address the issue. The research method employed is a literature review by analyzing various scholarly sources related to morality in education. The findings indicate that character education is an effective and relevant solution in shaping ethically responsible students. Character education must be holistically integrated both at school and at home through modeling, habituation, and collaborative efforts among stakeholders. With a continuous and comprehensive approach, it is expected to cultivate a young generation that excels intellectually and upholds strong moral integrity.   Keywords: Moral Crisis, Student ethics, Character Education, Moral Values, Character Development   Abstrak: Krisis etika dan moral di kalangan siswa merupakan permasalahan yang semakin mengkhawatirkan dalam dunia pendidikan. Meningkatnya kasus pelanggaran etika di lingkungan sekolah, seperti kekerasan verbal dan fisik antar siswa, mencerminkan lemahnya proses internalisasi nilai-nilai moral. Fenomena ini tidak terjadi secara tunggal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola asuh keluarga, tekanan dari teman sebaya, dampak globalisasi, serta tuntutan akademik yang tinggi. Kondisi tersebut tidak hanya memberikan dampak negatif bagi individu yang terlibat, tetapi juga mengganggu iklim pembelajaran dan kehidupan sosial di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama krisis moral dan etika siswa, serta merumuskan solusi strategis untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait isu moralitas dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan karakter merupakan solusi yang efektif dan relevan dalam membentuk pribadi siswa yang beretika. Pendidikan karakter perlu diintegrasikan secara menyeluruh baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, melalui keteladanan, pembiasaan, dan kerja sama antar pihak. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral.   Kata kunci: Krisis Moral, Etika Siswa, Pendidikan Karakter, Nilai Moral, Pembentukan Karakte

    Penerapan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD Negeri Mannuruki

    Full text link
    Abstract:  The problem in this study is the low student's achievement of IV grade. This research aims to know the process of implementing a cooperative learning model type Team Assisted Individualization (TAI) utilization of natural resources of grade IV students and to find out the improvement of learning outcomes utilization of natural resources of IV grade students with the application of cooperative learning model type Team Assisted Individualization (TAI). (TAI) The approach used in this research is a qualitative approach. The focus of research is the focus of the process and the focus of student's achievement on the utilization of natural resources by applying a cooperative learning model type Team Assisted Individualization (TAI) The data collection techniques used are observations, tests, and documentation. The subjects in this research were teachers and 15 students. The research was carried out in two cycles. In cycle I the results of the learning process research on the teacher aspect are in good qualification (B) with a percentage of 83% while in the aspect of students are good qualification (B) with a percentage of 91.1% and student's achievement are in sufficient qualification (C) with a percentage completion value of 53.3% While in cycle II the results of research on the learning process on the teacher aspect are in good qualifications (B) with a percentage of 94% while in the aspect of students are in good qualifications (B) with a percentage of 95 9% and student's achievement are in good qualifications (B) with a percentage completion value of 86.6% The conclusion of this research is the implementation of a cooperative learning model type Team Assisted Individualization (TAI) can improve the learning process and student's achievement of utilization of natural resources of IV grade UPT SPF SDN Mannuruki Keywords:  cooperative learning model, Team Assisted Individualization (TAI)   Abstrak:  Permasalahan dalam penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) pada materi pemanfaatan sumber daya alam siswa kelas IV dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada materi pemanfaatan sumber daya alam siswa kelas IV dengan penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah fokus proses dan fokus hasil belajar siswa pemanfaatan sumber daya alam dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu guru kelas dan siswa yang berjumlah 15 siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus. Pada siklus I hasil penelitian proses pembelajaran pada aspek guru berada pada kualifikası baik (B) dengan persentase pencapaian 83% sedangkan pada aspek siswa berada kulaifikasi baik (B) dengan persentase pencapaian 91,1% dan hasıl belajar berada pada kualifikasi cukup (C) dengan persentase nilai ketuntasan 53,3%. Sedangkan Pada siklus II hasil penelitian proses pembelajaran pada aspek guru berada pada kualifikası baik (B) dengan persentase pencapaian 94% sedangkan pada aspek siswa berada pada kualifikasi baik (B) dengan persentase pencapaian 95,9% dan hasil belajar berada pada kualifikasi baik (B) dengan persentase nilai ketuntasan 86,6%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan proses dan hasil belajar pemanfaatan sumber daya alam siswa kelas IV UPT SPF SDN Mannuruki  Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif, Team Assisted Individualization (TAI

    Analisis Evaluasi Kemampuan Berpikir Siswa di SDN 24 Cakranegara

    Full text link
    Evaluasi merupakan alat atau proses untuk mengukur kegiatan belajar. Berpikir adalah kemampuan untuk menganalisis, mengkritik, dan mencapai kesimpulan dengan menggunakan pertimbangan atau inferensi yang saksama. Faktor evaluasi proses dan hasil pembelajaran merupakan komponen yang sangat penting untuk efektivitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir  siswa baik itu berpikir kritis, kreatif dan logis dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data tentang proses pembelajaran disebut evaluasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sumber data dalam penelitian ini adalah seorang guru kelas 6 di SDN 24 Cakranegara. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, dokumentasi, dan tes tulis. Penelitian ini melakukan wawancara tentang evaluasi kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan logis yang dilakukan oleh siswa SDN 24 Cakranegara yang berfokus pada proses bagaimana cara siswa berpikir dalam kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian dari artikel ini yaitu 50% siswa mampu berpukir logis, 30% mampu berpikir kritis, 19% siswa mampu berpikir kreatif, dan 1% siswa tidak mampu ketiganya

    439

    full texts

    463

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Progres Pendidikan (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇