211 research outputs found
Pendidikan Nikah di Masa Pandemi Menurut Kh. Muhammad Kholil Bangkalan
Nikah adalah kebutuhan dasar manusia dewasa. Terdapat permasalahan yang sering terjadi dalam pernikahan, terlebih lagi apabila pernikahan tersebut adalah pernikahan dini di masa pandemi. Pernikahan antara laki-laki dan perempuan yang usia mereka di bawah batas usia menikah berdasarkan aturan perundangan-undangan dan atau pernikahan yang belum memiliki syarat-syarat yang lengkap. Agama Islam menjaga kehormatan manusia, sekaligus mengatur pembibitan generasi yang berkualitas, berakahlak mulia dan bernasab yang jelas dengan pernikahan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, adapun metode pengumpulan data berbasis kepustakaan, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Proses ini bermula dari pernikahan. Bangunan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah akan dicapai bila pengetahuan tentang nikah ini tidak terlambat diperoleh dan para calon mempelai, sehingga para calon pasangan baik laki-laki dan perempuan telah mempersiapkannya. Pendidikan nikah menurut KH. Muhammad Kholil Bangkalan adalah diberikan pada pendidikan tingkat dasar terlebih saat pendidikan memanfaatkan jaringan Internet dalam Pembelajaran Jarak Jauh, Beliau juga mensyaratkan calon mempelai laki-laki untuk memiliki tempat tinggal yang tenang sehingga tujuan menikah dapat dicapai dengan mudah
Character Education of Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA (Analysis of the Poems in the Book of Dhalilun Najah)
Education is the key to civilization, where instilling good character values will strengthen the character foundations of the nation's children. From this literary work, the authors want to convey a meaning contained in it. Dhalilun Najah's book Clue to success of Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA. The book is a book published in 2018 which will be researched and reviewed in the contents of the book. What kind of clues to success do you offer? Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA so that you can achieve a dream and can form character. This research aims to the poems in Dhalilun Najah related to the character values contained in Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA., and analyze Prof.'s character education learning model. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA in the poetry of Dhalilun Najah. By using the type of literature review research (Library Research). The approach used in this study is qualitative. The data source in this research is the book Dhalilun Najah by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA chapter on poetry pages 57 to 66. The results of the research that have been examined by the author are 1) the character values contained in the poems of Dhalilun Najah by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA, among others: a) Religious, b) Tolerance, c) Discipline, d) Hard work, e) Independence, f) Love of Peace, g) Love of Reading, h) Responsibility, these eight characters are contained in Dhalilun Najah's poetry which is the basis for character education in the book by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA. 2) The character education learning model in the poetry of Dhalilun Najah by Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim, MA uses an information processing model which this model has four components, namely: a) approach, b) learning strategy, c) method, d) learning technique
PRAKTIK PENGOBATAN PENYAKIT DALAM PERSPEKTIF SYARIAT
Dewasa ini Umat Islam setidaknya dihadapkan dengan dua kenyataan yang kurang menguntungkan akan kaitannya dengan isu pengobatan. Yang pertama adalah fakta bahwa sebagian besar obat-obatan yang berdedar di toko-toko obat atau apotek belum memenuhi standar kehalalan. Terlebih dengan kontra indikasi dan status bahan pada tiap-tiap obat yang kurang begitu mendapat perhatian dari kalangan konsumen. Kedua, adalah adanya penyalahgunaan produksi obat-obatan herbal atau apa yang di kenal masyarakat luas dengan obat alternatif atau at-Thibb an-Nabawim dimana sebagian produsen yang berpandangan pragmatis sekaligus bermental kapitalis berlomba untuk meraih keuntungan darinya. Hasilnya adalah bahwa harga pada sebagian obat-obatan jenis ini membumbung tinggi darinya, diperlukan solusi dalam mengatasi hal ini. Pemahaman terhadap konsep pengobatan yang benarlah yang bisa diantaranya, menjadi solusi bagi isu terkait. Ini dikarenakan bahwa karakteristik dari pemahaman yang benar ini akan menjadikan cara pandang seorang muslim menjadi lebih tajam. Hasilnya adalah tentu saja kesadaran dan perhatian yang mendalam tentang status hukum obat yang dikonsumsi bagi konsumen sekaligus perbaikan niat bagi para produsen. Pencapaian lebih jauh ialah penerapan jenis dan pola pengobatan yang sesuai dengan syari’ah yang lebih dikenal dengan ath-Thibb an-Nabawi
Peranan orang tua dalam meningkatkan mutu pendidikan agama islam di madrasah tsanawiyah al-ikwan tenjo Kec.Tenjo Kab.Bogor
URGENSI AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH DAN PENDIDIKAN KEBANGSAAN (Tinjauan atas Qonun Assasy Ahlu Sunnah Wal Jama’ah karya Rois Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ari)
AbstractAqidah ahlu sunah wal jama'ah in Islam is a very vital understanding, especially in our country. Because its existence is embraced by the majority of Indonesian Muslims. Ahlu Sunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah which was coined by KH. Hasyim Asy'ari became a milestone in the struggle for independence for the Unitary Republic of Indonesia since before the proclamation of independence. Nowadays, groups have emerged that also claim to practice ahlu sunah wal jama'ah, but in fact they have divided the unity among Muslims. What is the nature of the understanding of ahlu sunah wal jamaah and why is the understanding of ahlu sunah waljama'ahan-Nadhliyah useful for the Indonesian people ?. This research is based on literature, data analysis using content analysis and hermeneutical methods. The result of this research is that aqidah ahlu sunnah wal jamaah appears to answer the problems of many Islamic religious traditions, Ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah is the most appropriate aqidah for national education now and in the future. AbstrakAqidah ahlu sunah wal jama’ah dalam Islam menjadi faham yang sangat vital khususnya di negeri kita.Sebab keberadaannya dianut oleh sebagian besar umat Islam Indonesia.Ahlu Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari menjadi tonggak perlawanan perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak sebelum proklamasi kemerdekaan. Dewasa ini bermunculan kelompok yang juga mengaku beraqidah ahlu sunah wal jama’ah namun justru memecah belah persatuan diantara umat Islam. Bagaimanakah hakikat faham ahlu sunah wal jamaah dan mengapa faham ahlu sunah waljama’ahan-Nadhliyahbermanfaat untuk bangsa Indonesia?.Penelitian ini berbasis kepustakaan, analisis data menggunakan metode analisis isi dan hermeunetika. Hasil penelitian ini adalah aqidah ahlu sunnah wal jamaah muncul menjawab problematika banyaknya aliran keagamaan Islam, Ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyah adalah aqidah yang paling sesuai untuk pendidikan kebangsaan sekarang dan masa yang akan datang
33 Desain Rumah Bertingkat di Kaveling Standar dan Kaveling Hook
Konsep hunian yang dibangun secara bertingkat telah menjadi kebutuhan di kota-kota besar yang berpopulasi padat, seiring dengan keterbatasan lahan serta harga tanah yang melambung tinggi. Melaui buku ini, penulis ingin membagi berbagai pemikiran mengenai rumah bertingkat. Desain-desain rumah tinggal pada buku ini disajikan dari berbagai alternatif bentuk lahan dan luasan. Beragam bentuk dan luas lahan ini memiliki permasalahan desain masing-masing, baik yang sederhana maupun yang lebih kompleks
Islamic Education Thought of Kh. Muhammad Kholil Bangkalan and It’s Implementation on Contemporary Generation
This paper elaborates an Islamic Education thought of Kiai Kholil as Indonesian scholars. This study uses library research to reveal the thought and the role of Kiai Kholil in developing Islamic Education in the Nusantara. The result of this research showed KH. Muhammad Kholil goodly accepted with his methods of Islamic Education espicially in the Traditional Islamic Education. KH. Muhammad Kholil Bangkalan is needed to be a great example for contemporary generation. His journey of study is based on sincere of his heart, loving sciences and good attitude to the teachers. We can copy his spirit for contemporary generation to get succes in learning by concerned and prefer to take a part of humans quality empowerment
Eksperimentasi Permasalahan Teknik-teknik pada Cello Concerto No.1 Bagian Pertama “Allegretto” Karya Dmitri Shostakovich
ABSTRAK Penguasaan teknik bagi seorang resitalis merupakan suatu keharusan, sesuai dengan tingkat kesulitan teknis yang ingin dicapai. Penulis mengacu pada penandaan teknis oleh pemain cello Mstislav Rostropovich untuk fingering dan bowing dalam repertoar pertama Cello Concerto No. 1 karya Dmitri Shostakovich yang kemudian ditemukan ketidakcocokan dalam preferensi pertimbangan teknis dan membuat penulis ingin mencoba bereksperimen untuk memecahkan masalah kesulitan teknis dalam repertoar tersebut. Technical Problems Experimentation in The Cello Concerto No.1, First Movement "Allegretto" by Dmitri Shostakovich ABSTRACT A recitalist's mastery of technique is a must, according to the level of desired achievements of technical difficulties. The author refers to the technical markings by cellist Mstislav Rostropovich for fingerings and bowings in the first cello concerto No.1 by Dmitri Shostakovich, which later was found discrepancies in the preferences of technical considerations, thus have made the author want to try to solve technical problems in the repertoire in a more personal way.
REKONTRUKSI PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM BERKEMAJUAN
KH. Ahmad Dahlan apart from being a pioneer of modern Islamic education, at the same time proclaimed the principle of combining religious and general sciences. The hustle and bustle of searching for a new format of education in shaping individuals with superior character today needs to see the construction of KH's educational thought. Ahmad Dahlan. This research uses library research method and data analysis uses descriptive content analysis. The result of this research is the need for a reconstruction of KH. Ahmad Dahlan in Muhammadiyah in integrating religious knowledge and general science, namely by adding a content of religious knowledge. Moreover, the meaning of bid'ah still needs to be detailed in the two categories of bid'ah dholalah (bid'ah that are deviant) and bid'ah hasanah (bid'ah that is noble)
- …
