1,720,969 research outputs found
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Produksi dan Pendapatan Petani di Kabupaten Maros
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TINGKAT PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI PADI
DI KABUPATEN MAROS
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING THE LEVEL OF PRODUCTION AND INCOME OF RICE FARMERS IN MAROS DISTRICT
ANDI AMRAN ASRIADI
ABSTRAK
ANDI AMRAN ASRIADI, 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Produksi dan Pendapatan Petani di Kabupaten Maros (Dibimbing oleh H. Amiruddin Tawe dan Mukhtar Lamo).
Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh faktor produksi seperti luas lahan, benih, tenaga kerja, pupuk, obat-obatan dapat mempengaruhi tingkat produksi padi di Kabupaten Maros. 2) Mengetahui besarnya pendapatan yang diterima petani padi di Kabupaten Maros.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani padi yang ada di Kabupaten Maros Namun mengingat keterbatasan yang dimiliki, dan populasi yang cukup besar. Maka ditarik sampel sebagai sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data yang mewakili seluruh populasi, sebanyak 100 orang responden yang di ambil dari 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Maros Baru, Kecamatan Lau, Kecamatan Bontoa, Kecamatan Mandai dan Kecamatan Bantimurung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan analisis regresi berganda dengan fungsi produksi Cobb Douglass dan analisis pendapatan petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, benih, peptisida dn pupuk, hanya pupuk yang memberikan pengaruh positif yang signifikan, meskipun keempat variable lainnya pengaruhnya positif. Nilai elastisitas produksi padi lebih besar dari 1 atau e > 1, dapat dijelaskan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, benih, peptisida, dan pupuk berada pada tahap increasing rate. Artinya persentase tambahan produksi lebih besar dibanding persentase tambahan input atau faktor produksi. Sehingga penambahan faktor produksi masih dibutuhkan untuk meningkatkan produksi. Jika dilihat dari sisi pendapatan atas biaya total, maka usahatani padi menguntungkan bagi petani di Kabupaten Maros, selanjutnya dari analisis R/C menunjukkan lebih besar dari satu menguntungkan bagi petani. Syarat suatu usahatani dikatakan menguntungkan jika rasio R/C atas biaya total lebih besar dari 1.
Kata Kunci: tingkat produksi dan pendapatan petani padi di kabupaten maros.
ABSTRACT
Andi Amran Asriadi. 2012. Analysis of Factors Affecting the Level of Production and Income of Rice Farmers in Maros District ( supervised by Amiruddin Tawe and Mukhtar Lamo)
This Study aimed examining (1) the influence of the production factor such as land area, seeds, workers, fertilizer, pesticides can affect the level of rice production in Maros district and (2) the amount of income received by rice farmers in Maros district.
The population of this study was the entire farmers who live in Maros district. Due to limitation and a large number of population, the sample then drawn as part of the population taken as a data source that represents the entire population was 100 respondents selected from five subdistricts, namerly Maros Baru subdistrict, subdistrict Lau, Bontoa subdistrict, Mandai subdistrict, and Bantimurung subdistrict. Data were taken through observation, structured intervied, and documentation. Data were analyzed by using multiple regression analysis with Cobb Douglass production function and farmers’ income analysis.
The result revealed that rice seed businnes is profitable and can increase farmers’ income. The profit gains from rice seed business is Rp. 100.490,- improved, the result of analysis of income and expend ration obtained receipt (R)/ cost (C) with a total cost of 3,48., which meant that for every single rupiah of a total cost spent for farming, the farmers would earn revenue of Rp. 3.48. Based on the value of ratio R/C in the area of researct, in this case Maros district, was profitable for farmers. Terms of a farm said to be profitable if the ratio R/C on the total cost of >1, then the condition of Increasin Return to Scale (an ascending scale of production) meant that the percentage increase the quantity of production is greater with increasing quantity of the production factor such as land area, workers, seeds, and pesticides
KERAJINAN TANGAN KERTAS KORAN BEKAS DALAM MENGURANGI LIMBAH ANORGANIK DI KELURAHAN MANDALA KECAMATAN MAMAJANG KOTA MAKASSAR
The Stimulus Community Partnership Program (PKMS) in Mandala Village, Mamajang District, Makassar City, aims to overcome the problem of environmental pollution due to increasing household waste production and the lack of 3R (reuse, reduce, recycle) awareness in the community. Through training in managing inorganic waste into recycling creations, this program aims to convert waste into goods that have economic value and empower the economy of local communities, especially housewives. The program implementation stages include imparting knowledge, conducting training, producing recycled creations, and preparing a final report. Evaluation of the results of program implementation shows success in achieving the number of participants, training objectives, target material, and participant abilities. As a result, this program provides significant benefits for the community, including a new understanding of waste management, increased income, and participation in protecting the environment. In conclusion, PKMS in Mandala Village is a positive step in overcoming environmental and economic problems, showing the importance of collaboration between the government, educational institutions, and the community in creating sustainable solutions
SOSIALISASI DAN APLIKASI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA BENTANG KECAMATAN GALESONG SELATAN KABUPATEN TAKALAR
ABSTRAKDesa Bentang Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar merupakan desa yang sebagian besar penduduknya pada sektor pertanian maupun usaha ternak. Namun pada pelaksanaan dilapangan, desa ini belum memanfaatkan hasil alam, dalam hal ini limbah-limbah kotoran ternak maupun pertanian sebagai bahan dasar pupuk organik yang dipergunakan dalam berusahatani. Sehingga pengabdian masyarakat ini bertujuan agar masyarakat Desa Bentang mendapatkan informasi dan pengaplikasian pembuatan pupuk organik padat yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran ternak. Metode pelaksanaan kegiatan masyarakat ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi akhir. Hasil kegiatan ini memberikan informasi dan pengaplikasian pembuatan pupuk organik yang bersumber dari limbah pertanian dan kotoran ternak yang nantinya dapat memberikan dampak peningkatan produksi usahataninya. Kata Kunci: sosialisasi;, aplikasi pupuk organik ABSTRACTBentang Village, South Galesong District, Takalar Regency is a village where most of the populations are in the agricultural sector and livestock business. However, in the implementation of agriculture, that village had not utilized natural products, in this case livestock manure and agricultural wastes as the basic ingredients of organic fertilizer were used in its own agriculture. Thus, this community service aimed to make the people of Bentang Village able to make solid organic fertilizer from compost waste made from livestock manure and agricultural waste to improve agriculture. The method of implementing the had been community activity is carried out in several steps, namely: planning, action, observation and final evaluation. The results of those activities provide information and the application of making organic fertilizers sourced from agricultural waste and livestock manure, which could later have an impact on increasing farm production. Keywords: socialization; application of organic fertilizer
AN ANALYTIC STUDY OF INSTITUTIONAL DEVELOPMENT MODEL OF SHALLOT AGRIBUSINESS FARMERS IN RUMBIA DISTRICT, JENEPONTO REGENCY
The objectives of this study were to identify the various types of farmer agribusiness institutions and to investigate the factors that influenced shallot farmers' group institutional growth in Rumbia District, Jeneponto Regency. Simple random sampling was defined as a sampling technique of every item in the population. The study was conducted out by utilizing a field interview technique with onion commodity questionnaires from farmers, collectors, suppliers, and merchants. The study's findings demonstrated that the diversity of marketing forums used by farmers participating in distribution had two channels: first (producers, collectors, traders, consumers) and second (producers, collectors, traders and consumers) (producers, collectors, inter-district wholesalers, district traders and consumers). The farmer group (X1) had a very significant effect on the growth of farmer institutions as a farmer's economic institution using a significant effect coefficient of 0.331 (p 0.001), then the beta coefficient was significant and the direction was positive. This a coefficient was influence of 0.205 (p>0.005), so that the association of farmer groups (X2) had no effect.
KAJIAN MODEL NETWORKING KEMITRAAN DALAM PENINGKATAN DAYA SAING AGRIBISNIS UMBI PORANG DI KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN GOWA
KAJIAN MODEL NETWORKING KEMITRAAN DALAM PENINGKATAN DAYA SAING AGRIBISNIS UMBI PORANG DI KECAMATAN PATTALASSANG KABUPATEN GOW
KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS BAWANG DI KABUPATEN RUMBIA KABUPATEN JENEPONTO
KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN AGRIBISNIS BAWANG DI KABUPATEN RUMBIA KABUPATEN JENEPONT
Pendampingan dan Pembuatan Kimbab (Korean Food) Pada Kelompok Usaha Kemandiriaan Masyarakat Sebagai Alternatif Peluang Bisnis Kuliner di Desa Kalukuang Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar
Korean food adalah bisnis kuliner dengan menggunakan dengan menggunakan makanan ringan/snack dari Korea yang berisi yaitu nasi yang digulung dengan lembaran rumput laut berisi sayuran, mayonnaise dan daging ayam. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan. Metode pelaksanaan dalam pendampingan pembuatan kimbab (korea food) adalah dengan metode ceramah, demonstrasi, praktek dan dilanjutkan dengan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta. Oleh karena itu, pada kegiatan PKM tim pelaksana hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat maka dapat disimpulkan bahwa pemberian materi yang disampaikan dalam kegiatan pelatihan adalah materi tentang manfaat bahan baku produk, pembuatan dan pengemasan labeling produk, promosi dan pemasaran produk korea food. Kegiatan pendampingan dan pelatihan ini mendapat tanggapan positif dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan di bidang pembuatan produk dan pengemasan. Kegiatan ini dapat dilanjutkan sebagai bagian dari pelatihan internet marketing untuk mengembangkan bisnis. Umpan balik dari peserta pendampingan dan pelatihan yang sangat membantu dalam memperbaiki pelatihan tersebut. Evaluasi dilakukan agar pelaksanaan kegiatan pengabdian bisa lebih baik lagi dan berkelanjutan untuk kedepannya
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Kompos Berbahan Dasar Daun Bambu Bagi Masyarakat Petani di Desa Tonasa Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa
Salah satu bahan untuk membuat pupuk kompos adalah dedaunan. Bahan yang digunakan untuk kompos dengan memanfaatkan daun yang melimpah seperti daun bambu. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan penyuluhan dan pelatihan pupuk organik kompos berbahan daun bambu adalah metode ceramah, praktek, demokrasi dan pelatihan dan tanya jawab. Kegiatan di ikuti oleh 25 orang. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian tim pelaksana hasil kegiatan simpulkan bahwa pemberian materi yang diberikan pada penyuluhan pelatihan yaitu materi manfaat bahan limbah organik dan cara pengomposan. Pelatihan pembuatan kompos dari daun bambu telah berhasil dengan baik. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini mendapat tanggapan positif serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani setempat. Pengabdian ini diharapkan dapat mengedukasi kelompok tani sasaran agar dapat membuat sendiri pupuk organik dengan memanfaatkan sampah organik dari limbah pertanian atau limbah rumah tangga, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pertanian perorangan serta mandiri. Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan dimasa yang akan datang
Pengaruh Harga Dan Biaya Terhadap Pendapatan Petani Ubi Jalar Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Penelitian bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh harga dan biaya terhadap pendapatan petani ubi jalar Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Populasi dalam penelitian ini adalah petani ubi jalar yang berjumlah 300 orang. Untuk mendapatkan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 30 orang diambil sebanyak 10 % penentuan sampel penelitian ini dilakukan dengan cara sengaja (Purposive Sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat harga berpengaruh dan signifikan terhadap pendapatan petani ubi jalar di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto, dengan nilai thitung (11.932) > ttabel (2,042) dengan signifikan, sehingga menjadikan hipotesis dalam penelitian ini Ho ditolak Ha diterima. Sedangkan biaya berpengaruh dan signifikan terhadap pendapatan petani dengan nilai thitung (-5.301)< ttabel (2,042). menjadikan hipotesis dalam penelitian ini Ho diterima Ha ditolak
PERAMALAN CABAI BESAR DI KOTA MAKASSAR DENGAN METODE ARIMA
Red chili is one of the commodities included in the volatile food group. This group is one of the components that make up inflation, which often contributes greatly in value compared to the price component regulated by the government. Forecasting is an activity to predict future events or conditions. This study aims to determine the performance of large red chili fluctuations in Makassar City and analyze the price forecasting for red chili using the Arima method for selecting the best selection in Makassar City. Analysis of the data used is ARIMA analysis using EViews12. The results showed that the diversity of onion price forecasts tended to show an increasing and slightly decreasing trend in each period, the actual price of large chilies for the period January 2021 to December 2025 in Makassar City when compared to the price of large chilies from the forecasting period January to December 2025, the fluctuations experienced an increase not too big. Seeing the difference in the highest price occurred in August of Rp. 43,391, and the lowest difference in December was Rp. 18,140. While forecasting the price of red chili with the ARIMA method, the best selection in Makassar City is the Model (1.1.1) which has the largest MSE of 15510.83, Model (4.0.0) which is the most moderate has MSE of 13867.02, and Model (4.1.1) the most small has an MSE of 13839.57
- …
