10 research outputs found

    STUDI ANALISA CAMPURAN LASPISAN ASPAL BETON (AC-BC) PADA PENGGUNAAN MATERIAL EX WAHAU DAN SENONI DENGAN MENGUNAKAN FILLER ABU BATU SEBAGAI BAHAN TAMBAH

    No full text
    Material lokal merupakan hal penting dalam suatu pekerjaan yang mempunyai dampak langsung terhadap mobilitas penduduk, konektivitas antar wilayah, ekonomi, kesehatan, pendidikan serta pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, dan mempunyai peranan penting dalam memajukan kesejahteraan umum. Untuk itu didalam meningkatkan infrastruktur jalan, diperlukan kegiatan pembangunan jaringan jalan baru dan kegiatan preservasi jalan untuk mempertahankan fungsionalitas jalan (kemantapan jalan). Metode Pelaksanaan ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dari agregat kasar, serta angka penyerapan dari agregat kasar. Dan tujuan pengujian ini untuk memperoleh angka berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenis dan berat jenis semu serta besarnya angka penyerapan. Dari hasil pengujian berdasarkan hasil pemeriksaan sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 1 untuk karakterstik,aspal pen 60/70 di peroleh kadar aspal optimum untuk campuran yang menggunakan abu batu 15% dengan kadar aspal optimum (KAO) 6,2% pada aspal panas AC BC relatif bisa dilakukan, Studi dan penelitian ini dilakukan khusus untuk penggunaan pada lapisan perkerasan AC-BC. Berdasarkan uji gradasi saringan dan uji marshall atas dasar spesifikasi umum bina marga 2018 revisi 1 dengan rincian campuran agreggat CA (Croase 92 Agreggat) sebesar 33%,MA (Medium Agreggat) sebesar 32%,Sand ex.wahau sebesar 20% FA (Fine Agreggat ) Filler abu batu sebesar 15% telah memenuhi dan dapat digunakan

    EXPLORING ZAKAT'S ROLE IN PROMOTING SOCIAL INCLUSION AND JUSTICE FOR AR-RIQOB

    No full text
    Isu krusial mengenai inklusi sosial melalui pemanfaatan zakat, khususnya dalam konteks meningkatkan keadilan bagi kelompok ar-Riqob, yaitu masyarakat yang berada dalam situasi kurang beruntung. Tujuan dari penelitian ini adalah analisa zakat dapat menjadi sebuah strategi yang berhasil menciptakan kesadaran sosial dan mencapai keadilan bagi komunitas ar-riqob. Untuk mengkaji, menganalisis, dan membandingkan bidang-bidang yang dipelajari oleh para peneliti di bidang inklusi sosial melalui pemanfaatan zakat, penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dalam bentuk penelitian kepustakaan untuk mensurvei literatur lebih dari 30 makalah yang relevan dengan inklusi sosial dalam konteks meningkatkan keadilan bagi kelompok ar-Riqob melalui pemanfaatan zakat.. Survei ini mencakup rekomendasi dan saran serta beberapa karya teoretis selain penyelidikan empiris dan analisis komparatif. Sedangkan hasil penelitian ini adalah zakat memiliki potensi besar sebagai alat yang dapat membantu mewujudkan inklusi sosial bagi ar-riqob. Namun, dalam implementasi dibutuhkan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan dan kerja sama erat antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil untuk memastikan distribusi zakat yang efektif dan transparan

    INTERNASIONALISASI BAHASA INDONESIA DI ASEAN: SUATU UPAYA DIPLOMATIK INDONESIA

    No full text
    This paper aims to analyze Indonesia's diplomatic efforts in promoting Indonesian as the official language of ASEAN. To achieve this goal, the author describes Indonesia's leadership in ASEAN which has been accepted as a natural leader. The author also describes the possibility and position of Indonesian as the official language in ASEAN. The method used is a qualitative method while the findings of this study are that Indonesian has the potential to become an international language, for this purpose it is necessary for all levels of society to realize this dream, starting from strengthening in the country such as revitalization and diplomatic efforts that are not only carried out by diplomats, but with the various innovations and technologies currently available, every society needs to be an agent of language internationalization whose hopes will raise the image of the Indonesian nation in the international world which will ultimately affect the Indonesian nation as a whole.Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis upaya diplomasi Indonesia dalam mempromosikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggambarkan kepemimpinan Indonesia di ASEAN yang telah diterima sebagai pemimpin. Penulis juga memaparkan kemungkinan dan posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di ASEAN. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa bahasa Indonesia berpotensi menjadi bahasa internasional, untuk itu perlunya seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan mimpi tersebut, mulai dari penguatan di dalam negeri seperti revitalisasi dan upaya diplomasi yang tidak hanya dilakukan oleh para diplomat saja, namun dengan berbagai inovasi dan teknologi yang ada saat ini, setiap masyarakat perlu menjadi agen internasionalisasi bahasa yang harapannya akan mengangkat citra Bangsa Indonesia di dunia internasional yang pada akhirnya akan mempengaruhi Bangsa Indonesia secara keseluruhan

    PESAN AR-RASIKHUNA FIL’ILMI HUBUNGANNYA DENGAN MEMAKANAI AL-QUR’AN BAGI ORANG AWAM

    No full text
    Ar-Arroshikuna fil'ilmi adalah orang yang memiliki kemampuan untuk memahami ilmu.Khususnya dalam memahami Al-Qur'an dan hadits serta pemahaman yang berbeda dalam Islam. Orang-orang yang diurutkan sebagai Ar-Arroshikuna Fil'ilmi, termasuk muhkamat dan mutsabihat dan tidak ada keraguan dalam jiwanya tentang realitas Al-Qur'an, selain orang-orang yang memiliki informasi logis yang mendalam, khususnya dalam memahami Al-Qur'an sebagai sumber mata air. pelajaran Islam, dan ia termasuk orang-orang yang taat kepada Allah SWT dan menjalankan segala macam prinsip-prinsipnya, menjadi pribadi-pribadi tertentu yang tidak angkuh kepada orang-orang yang di atas dan tidak menyinggung perasaan orang-orang yang lebih rendah namun tetap berbakti sejauh mungkin. sebagai siapa pun yang bersangkutan, dan mereka adalah individu yang umumnya memenuhi jaminan, individu yang tulus dalam wacana, individu istiqomah diandalkan dalam mencari informasi dan mengamalkannya dan melindungi perut dan kemaluan dari segala jenis haram. Al-Quran mengandung sesuatu yang dapat memikat hati pembaca atau pendengarnya.Banyaknya cerita yang menggambarkan kenyataan ini.Meskipun banyak individu tidak dapat memahami mengapa hal ini dapat terjadi.AL-Quran tidak hanya digunakan sebagai bacaan adat, namun AL-Quran juga harus dipahami, dihayati dan dipraktekkan

    Umi Dachlan sang Ekspresionis Abstrak

    No full text
    This research This research entitled "Umi Dachlan the Abstract Expressionist" raises the issue of Umi Dachlan's journey in pursuing education and art during her lifetime and how her role contributed to advancing art in Indonesia. This research aims to find out the life background, role in the arts and the development of early works to the final works that have been produced by Umi Dachlan. And in collecting research data, the author used a qualitative approach with document study techniques in the form of books, journals, PDFs or e-books.Apart from that, based on research, the following results were obtained: Umi Dachlan is a talented artist, she began to show her talent for interest in art since childhood through her love of drawing. She played an important role in the world of art as the first female lecturer at the Bandung Institute of Technology. Umi Dachlan has received many awards not only from within the country, such as the Best Painting award: Wendy Sorensen Memorial Award, New York, United States. Umi Dachlan has also worked as a co-designer and muralist for various institutions. Umi Dachlan was one of the early and pioneering Indonesian female artists who followed in the footsteps of Emiria Soenassa, along with Erna Pirous, wife of A.D. Pirous, Farida Srihadi, Srihadi's wife, Heyi Ma'mun, Kartika Affandi, daughter of the main Indonesian artist Affandi, Rita Widagdo and Nunung WS. His works have been auctioned by major international auction houses, including Bonhams, Christie's and Sotheby's. Umi Dachlan's early work was influenced by traditional Batik paintings and tapestries, textile works and landscape paintings. As in the work Untitled (1997), until after the death of his mentor Ahmad Sadali in 1987, he developed his own style. Penelitian ini berjudul “Umi Dachlan sang Ekspresionis Abstrak” ini mengangkat masalah mengenai bagaimana perjalanan Umi Dachlan dalam menempuh pendidikan dan kesenian pada semasa hidupnya dan bagaimana peran beliau memberikan kontribusi dalam memajukan kesenian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan, peran dalam bidang kesenian dan perkembangan awal karya hingga karya – karya akhir yang telah dihasilkan oleh Umi Dachlan. Dan pada pengumpulan data penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik studi dokumen berupa buku, jurnal, pdf ataupun e-book. Selain itu Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil berikut: Umi Dachlan seorang seniman yang berbakat, ia mulai menunjukkan bakat ketertarikannya pada seni sejak kecil melalui kegemarannya menggambar. Dia berperan penting dalam dunia kesenian sebagai dosen wanita pertama di Institut Teknologi Bandung. Umi Dachlan banyak mendapatkan penghargaan yang tidak hanya dari dalam negeri saja, seperti penghargaan Best Painting: Wendy Sorensen Memorial Award, New York, Amerika Serikat. Umi Dachlan juga pernah bekerja sebagai co-desainer dan muralis untuk berbagai institusi. Umi Dachlan adalah salah satu seniman perempuan Indonesia awal dan perintis yang mengikuti jejak Emiria Soenassa, bersama dengan Erna Pirous, istri A.D. Pirous, Farida Srihadi, istri Srihadi, Heyi Ma'mun, Kartika Affandi, putri Artis utama Indonesia Affandi, Rita Widagdo dan Nunung WS. Karya-karyanya telah dilelang oleh rumah-rumah lelang besar Internasional, termasuk Bonhams, Christie's dan Sotheby's. Karya awal Umi Dachlan dipengaruhi oleh lukisan Batik tradisional dan permadani, karya tekstil dan lukisan pemandangan. Seperti pada karya Untitled (1997), Hingga setelah kematian mentornya Ahmad Sadali pada tahun 1987, ia mengembangkan gayanya sendiri.

    JALINAN INTELEKTUAL DAN PERSAUDARAAN ISLAM ACHEH DI PAHANG

    No full text
    This study tried to reconstruct the Pahang’s Islamic historical facts. It is in according with the post colonialism approach which strive to improve any flaws contained in the past study. The study finds, Pahang as well as the Malay world owed to significant contribution of the Acehenese Muslim tradition. This is evident in various aspects such as politics, social and thought. Significantly, Aceh has founded an Islamic tradition held by Malay world Muslims

    ADAPTASI LOGIKA MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI KAMPANYE PARTAI POLITIK PADA ERA KONTESTASI PEMILIHAN UMUM 2024: Studi Analisis Isi Krippendorff pada Akun TikTok @partaigerindra

    No full text
    Pemilu 2024 menandai babak baru dalam perkembangan strategi komunikasi politik di Indonesia. Media sosial, salah satunya TikTok, kini tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga ruang kompetitif yang menuntut partai politik untuk beradaptasi terhadap logika media sosial dan menjadikannya peluang dalam kampanye politik. Sejumlah penelitian telah mengkaji efektivitas media sosial dalam kampanye menggunakan berbagai teori. Sayangnya, sebagian besar masih berfokus pada kandidat individu dan mengandalkan konsep pemasaran komersial, tanpa mempertimbangkan karakteristik serta mekanisme kerja media sosial itu sendiri. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kampanye Partai Gerindra di TikTok dengan menggunakan kerangka social media logic yang mencakup empat elemen: programmability, popularity, connectivity, dan datafication (Van Dijck & Poell, 2013). Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi Krippendorff (2018). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen dari keseluruhan konten kampanye pada akun TikTok @partaigerindra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Partai Gerindra telah mengadaptasi keempat elemen tersebut. Programmability muncul melalui optimalisasi fitur algoritmik seperti hashtag, sound, dan caption. Popularity tercermin dari visualisasi tokoh populer dan penggunaan format viral khas TikTok. Connectivity dibangun melalui ajakan interaksi serta penggunaan fitur komentar dan video reply. Sementara datafication terlihat dari penyesuaian durasi video dan personalisasi konten berdasarkan data demografis dan geografis. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kampanye digital Partai Gerindra dirancang secara sadar agar sesuai dengan mekanisme platform, sehingga mampu memanfaatkan potensi TikTok sebagai medium politik secara efektif. The 2024 elections mark a new chapter in the development of political communication strategies in Indonesia. Social media, including TikTok, is no longer just a source of entertainment but also a competitive space that requires political parties to adapt to the logic of social media and turn it into an opportunity for political campaigns. Several studies have examined the effectiveness of social media in campaigns using various theories. Unfortunately, most of these studies still focus on individual candidates and rely on commercial marketing concepts, without considering the characteristics and mechanisms of social media itself. Therefore, this study aims to analyze the campaign strategy of the Gerindra Party on TikTok using the social media logic framework, which includes four elements: programmability, popularity, connectivity, and datafication (Van Dijck & Poell, 2013). The author employs a qualitative approach using Krippendorff's (2018) content analysis method. Data collection techniques involve document analysis of all campaign content on the TikTok account @partaigerindra. The research findings indicate that the Gerindra Party has adapted all four elements. Programmability is evident through the optimization of algorithmic features such as hashtags, sounds, and captions. Popularity is reflected in the visualization of popular figures and the use of TikTok's signature viral formats. Connectivity is built through calls for interaction and the use of comment and video reply features. Meanwhile, datafication is evident in the adjustment of video durations, and content personalization based on demographic and geographic data. These findings indicate that the Gerindra Party's digital campaign strategy is consciously designed to align with the platform's mechanisms, enabling it to effectively leverage TikTok's potential as a political medium

    Analyzing the Concept of Basyar as Human: A Semantic Study of The Qur’an

    No full text
    This study investigates the semantic implications of the term basyar as it pertains to the concept of humanity in the Qur’anic discourse. The research arises from the observation that the Qur’an employs a range of lexical choices to denote human beings, including nās, al-insān, basyar, banī ādam, al-insu, and al-marʾu, each carrying distinct contextual and conceptual connotations. The diversity of these terms reflects the Qur’an’s nuanced portrayal of human nature across different dimensions and circumstances. Focusing specifically on basyar, this study aims to delineate the unique aspects embedded within this term and how it informs the Islamic understanding of human identity. Methodologically, this is a qualitative literature-based study employing documentary analysis of primary sources such as the Qur’an and classical tafsīr works, including Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm by Ibn Kathīr, Tafsīr al-Marāghī by Ahmad bin Musthafa al-Marāghī, Mafātīḥ al-Ghayb by Fakhruddīn al-Rāzī, and Rūḥ al-Maʿānī by Shihābuddīn al-Ālūsī, among others. The findings suggest that while the concept of basyar aligns closely with the general notion of humanity, it conveys an elevated understanding marked by specific virtues. The study identifies five defining characteristics of human beings within the basyar framework: (1) prophethood as a human function, (2) creation from earthly elements, (3) the cognitive and existential dimension of basyariah, (4) the social interaction between genders, and (5) the inevitability of death as part of divine ordinance.Artikel ini membahas tentang makna kata basyar dalam pengertian manusia dalam Al-Quran. Penelitian ini berangkat dari persoalan berbagai diksi (kata) yang digunakan dalam Al-Quran untuk menyebut manusia. Beberapa di antaranya adalah nÄs, al-insÄn, basyar, banÄ« Ädam, al-insu, dan al-mar`u. Ragam diksi yang disajikan dimaksudkan untuk memudahkan kita memahami manusia dalam berbagai jenis dan konteksnya. Penulis akan membahas manusia dalam konsep basyar untuk mendapatkan gambaran spesifik tentang konteks manusia seperti apa yang dimaksud. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dari Al-Quran dan dokumen-dokumen seperti buku-buku, artikel penelitian, dan publikasi lainnya. Penelitian ini mengambil data primer dari Al-Quran dan kitab-kitab tafsir, antara lain Tafsir Al-Quran al-'Aá¸him karya Ibnu Katsir, Tafsir Al-Maraghi karya Ahmad bin Musthafa Al-Maraghi, Tafsir MafÄtiḥu al-Ghaib karya Fakhruddin Ar-Razi, Tafsir Ruḥ al-ma'Äniy karya Shihabuddin as-Sayyid Mahmud Affandi Al-Alusi dan kitab-kitab tafsir lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa manusia dalam konsep basyar tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya, hanya saja terdapat keutamaan-keutamaan yang menjadikan konsep ini lebih unggul dibandingkan dengan konsep-konsep manusia lainnya. Penelitian ini juga merumuskan beberapa ciri-ciri manusia dalam konsep basyar, antara lain: 1) Kenabian (akhlak yang mulia), 2) penciptaan manusia dari tanah (unsur-unsur jasmani), 3) hakikat bashariah (berpikir), 4) persinggungan laki-laki dan perempuan (hubungan sosial), dan 5) kematian (takdir Tuhan

    Modelling exchange rates and monetary policy in emerging Asian economies: Non-linear econometric approach

    No full text
    This thesis was submitted for the degree of Doctor of Philosophy and awarded by Brunel University, 31/08/2007.In this thesis we examine exchange rates and monetary policy of four emerging Asian countries, namely Indonesia, Malaysia, the Philippines and South Korea. We model equilibrium exchange rates using a general behavioural specification consistent with a variety of theoretical approaches; and short-run dynamics using a general non-linear adjustment model. We find in all countries examined, equilibrium nominal and real exchange rates are a function of permanent relative output and one or more variables from domestic and foreign price levels, nominal and real interest rate differentials, the level of and changes in net foreign assets, and a time trend. These results imply that individual countries present significant elements of idiosyncratic behaviour, casting doubt on empirical models using panel-data techniques. We also obtain evidence of non-linear exchange rate dynamics, with the speed of adjustment to equilibrium being in all cases a function of the size, and in two cases, the sign of the misalignment term. With respect to monetary policy, we examined these countries' monetary policy reaction function based on an open economy augmented Taylor rule including the exchange rate and the foreign interest rate. Using a formal testing approach, our tests reject linearity, suggesting that monetary authorities in these four emerging economies are subject to nonlinear inflation effects and that they respond more vigorously to inflation when it is further from the target. Our results also lead us to speculate that policymakers in three countries may have been attempting to keep inflation within the range, while those in the other country may have been pursuing a point inflation target. Finally, we also find monetary policy is asymmetric as policy makers respond differently to upward and downward deviations of inflation away from the target

    Interesterificación enzimática sobre las propiedades físico-químicas de las mezclas de aceites de semillas de Moringa oleifera con oleína de palma y aceite de coco virgen

    No full text
    The enzymatic interesterification (IE) of palm olein (PO) and virgin coconut oil (VCO) with the high oleic acid (86%) Moringa oleifera seed oil (MoO) could yield a good source of oleic acid fat stock that may contain desirable nutritional and physical properties. Lipozyme RMIM resulted in different functionalities for the MoO/PO and MoO/VCO blends due to inherent changes in triacylglycerol (TAG) compositions which, in turn, led to different trends in DSC thermograms and solid fat contents (SFC). The enzymatic IE of MoO/VCO increased U2S and S2U (up to 20% medium and long chain, MLCT) while it decreased U3 (triunsaturated) and S3 (trisaturated) TAGs. The IE of the MoO/PO blends increased U2S and S3 (MMP, myristic, myristic, palmitic) and decreased S2U, resulting in a lowering of melting points and SFC for MoO/VCO, while showing an increase in them for MoO/PO. A 2.55% increase in S3 after 24 h MoO/PO 30:70 IE revealed a 6.5% harder oil at 10 °C which may imply a wider application compared to the original liquid oils. Novel MLCTs with improved nutritional and physical properties were generated in the MoO/VCO blends after IE due to the incorporation of oleic acid and medium chain fatty acids. MoO/PO 50:50 and 70:30 w/w after 12 h IE and MoO/VCO 30:70 are suitable for incorporation into the fat phase in ice-cream formulations while, the spreadability and plasticity of MoO/VCO 70:30 improved at low temperatures. Both interesterified blends could be used as high oleic acid frying oils.La interesterificación enzimática (IE) de la oleína de palma (PO), aceite de coco virgen (VCO) con alto contenido en ácido oleico (86%) y aceites de semilla de Moringa oleífera (MOO) podría ser una buena fuente de ácido oleico con propiedades nutricionales y físicas deseables. La lipozyme RMIM produce diferentes funcionalidades para las mezclas MoO/PO y MoO/ VCO debido a los cambios inherentes en la composición de triacilgliceroles (TAG) que, a su vez, dieron lugar a diferentes perfiles en los termogramas de DSC y en los contenidos de grasa sólida (SFC). La IE de MoO/VCO aumentó los TAGs, U2S y S2U (hasta un 20% de cadena media y larga, MLCT), mientras que disminuyó los TAGs triinsaturados (U3) y trisaturados (S3). La IE de mezclas MoO/PO, aumentó los TAGs U2S y S3 (MMP, mirístico, mirístico, palmítico) y disminuyó S2U, lo que da lugar a una reducción del punto de fusión y de SFC para el MoO/VCO mientras que estos parámetros aumentan para MoO/PO. El aumento de un 2.55% en S3 después de 24 h de IE de MoO/PO 30:70 da lugar a aceites 6,5% más duros a10 °C, que pueden tener unas aplicaciones más amplias en comparación con los aceites líquidos originales. Nuevos MLCTs con mejores propiedades nutricionales y físicas se generaron con las mezclas MoO/VCO tras IE debido a la incorporación de ácido oleico y ácidos grasos de cadena media. MoO/PO 50:50 y 70:30 w/w después de 12 h de IE y MoO/VCO 30:70 son adecuados para su incorporación como grasa en las formulaciones de helados, mientras que la untabilidad y plasticidad de MoO/VCO 70:30 mejoró a bajas temperaturas. Ambas mezclas interesterificadas podrían ser utilizados como aceites alto oleico para fritura
    corecore