35 research outputs found

    Faith, Culture, and the River: Socio-Religious Dimensions of Waste Disposal Practices in Indonesia

    No full text
    Environmental degradation caused by poor waste management has become an urgent global issue, particularly in rapidly urbanizing cities like Makassar, Indonesia, where rivers have long been treated as natural dumping sites. This research aims to analyze how socio-cultural practices and Islamic religious values shape community behavior in waste disposal along Makassar’s riverbanks. Using a qualitative approach, the research employed in-depth interviews, observation, and documentation to capture the perspectives of residents, community leaders, and religious figures. Data were analyzed through thematic interpretation and triangulated to ensure validity and depth. The findings reveal that waste management behavior is strongly influenced by generational habits and weak social norms, while religious teachings emphasizing cleanliness as part of faith are not consistently translated into environmental action. The study further shows that collaboration between local government and religious institutions can strengthen environmental awareness and transform these values into concrete practices. The implication of this research is that integrating religious ethics with community-based environmental programs can create sustainable behavioral change and enrich sociological discourse on faith-based environmental movements. Degradasi lingkungan akibat pengelolaan sampah yang buruk telah menjadi isu global yang mendesak, terutama di kota-kota yang berkembang pesat seperti Makassar, Indonesia, dimana sungai sejak lama diperlakukan sebagai tempat pembuangan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik sosial-budaya dan nilai-nilai keagamaan Islam membentuk perilaku masyarakat dalam isu pembuangan sampah di sepanjang bantaran sungai Makassar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk menggali perspektif warga, tokoh masyarakat, dan pemimpin agama. Data dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi untuk memastikan kedalaman dan keabsahannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengelolaan sampah sangat dipengaruhi oleh kebiasaan turun-temurun dan lemahnya norma sosial, sementara ajaran agama tentang kebersihan sebagai bagian dari iman belum sepenuhnya diterapkan dalam tindakan lingkungan. Penelitian ini juga menemukan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan institusi keagamaan dapat memperkuat kesadaran lingkungan dan mentransformasikan nilai-nilai tersebut ke dalam praktik nyata. Implikasi penelitian ini adalah bahwa integrasi etika keagamaan dengan program lingkungan berbasis komunitas dapat menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan serta memperkaya kajian sosiologis tentang gerakan lingkungan berbasis iman

    Community Typology and Voting Behavior in Elections: A Political Sociology Perspective

    No full text
     Regional head elections (Pilkada) are a democratic process that reflects the social dynamics of society in choosing leaders in regional elections, using a sociological approach to understand the social facts of society. This research aims to analyze typologies that influence voter preferences.  This research uses qualitative methods with a case study approach in several regions that hold regional elections. Data was obtained through in-depth interviews, observation and documentation studies. The research results show that society can be classified into several typologies, such as pragmatic voters, ideological voters, and traditional voters. Pragmatic voters tend to vote based on personal interests or direct benefits, while ideological voters place more emphasis on the candidate's vision, mission and work program. Meanwhile, traditional voters are influenced by cultural factors, kinship, or personal relationships with candidates. Social factors such as campaign intensity, influence of public figures, and access to information also play an important role in shaping voter preferences. These findings show that voting behavior patterns are not only determined by rational aspects, but also by social and cultural values ​​inherent in society.  This research makes an important contribution in understanding voter behavior from a sociological perspective, which can be a reference for stakeholders in designing political strategies that are more inclusive and responsive to community needs. Apart from that, the results of this research can also enrich the study of political sociology, especially in the context of local democracy in Indonesia

    Pola Konsumsi Budaya di Era Media Sosial: Peluang dan Tantangan Pada Masyarakat Modern

    No full text
    Revolusi digital dan meluasnya penggunaan media sosial telah menjadi isu kontemporer yang mengubah secara fundamental pola konsumsi budaya masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap cara pandang masyarakat dalam konteks perubahan budaya serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dari perubahan pola konsumsi tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, penelitian mengungkapkan empat temuan utama: (1) pergeseran pola konsumsi budaya; (2) media sosial sebagai jembatan peralihan budaya; (3) tantangan mempertahankan budaya lokal; dan (4) potensi media sosial dalam melestarikan dan mempromosikan budaya tradisional. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa meski media sosial membuka peluang ekonomi dan pertukaran budaya positif, fenomena ini juga menimbulkan dilema dalam menjaga keaslian budaya lokal. Diperlukan literasi media kritis dan pendekatan selektif dalam mengonsumsi dan memproduksi konten budaya untuk menyeimbangkan manfaat globalisasi dengan pelestarian warisan budaya lokal

    Dampak Kesenjangan Sosial dan Ekonomi terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Kota Makassar

    No full text
    Kesenjangan sosial dan ekonomi merupakan kondisi ketidakseimbangan antar individu atau kelompok dalam lingkup kehidupan di lingkungan sosial. Kondisi pengangguran dan kemiskinan merupakan dua area yang terdampak oleh ketimpangan sosial dan ekonomi ini.Lebih jauh lagi, ketimpangan dalam prospek kesehatan dan pendidikan dapat menghalangi sebagian orang dan komunitas untuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.Faktor lain yang menyebabkan kesenjangan tersebut semakin melebar adalah pembangunan infrastruktur yang tidak merata atau ketimpangan permukiman. Terakhir, ketika sekelompok orang merasa tersisih dan tidak memperoleh akses yang sama terhadap kesempatan ekonomi,ketidakpuasan sosial dan potensi konflik dapat meningkat.Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak kesenjangan sosial dan ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat di Makassar, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif.Berdasarkan temuan penelitian, akses yang sama terhadap sumber daya, pendidikan, dan peningkatan infrastruktur di daerah tertinggal merupakan komponen penting dari upaya terpadu untuk mengatasi ketimpangan sosial dan ekonomi. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, pendekatan ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Oleh karena itu, inisiatif untuk mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi di berbagai tingkatan harus mengutamakan kebijakan yang menekankan penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan. &nbsp

    Pembentukan Karakter Siswa Di Lembaga Pendidikan Formal: Student Character Construction At Formal Educational Institutions

    No full text
    Banyaknya perilaku menyimpang siswa yang belum banyak ditemukan solusi yang tepat. Banyaknya metode mengajar yang inovatif tetapi belum menyentuh perubahan karakter pada siswa. Sehingga hasilnya banyak siswa yang menggunakan kepandaiannya untuk cara melakukan penyimpangan. Untuk itu perlunya pengkonstruksian karakter siswa pada lembaga pendidikan formal dengan tujuan mendeskripsikan dan menganalisis nilai nilai karakter yang terkonstruksi oleh multi aktor terhadap siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan sifat penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif, dilakukan dengan cara wawancara mendalam (depth interview) kepada informan dan responden sebagai data primer. Melalui teknik penentuan informan secara snowball yang terdiri Kepala Sekolah, Tenaga pendidikan (Guru) Tenaga kependidikan (TU), dan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses yaitu: 1) pengumpulan data (data collection); 2) reduksi data (data reduction); 3) display data; serta 4) verifikasi dan penegasan kesimpulan (conclusion drawing and verification). Hasil penelitian ini menemukan bahwa konstruksi karakter siswa dilakukan oleh multi aktor pada lembaga pendidikan formal melalui kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan kurikuler yaitu melalui upacara bendera dan apel pagi, dan pembelajaran dalam kelas, dari ekstrakulikuler yaitu olahraga, seni beladiri, dan lainnya. Dampak pembelajaran karakter yang terhadap diri siswa yaitu perubahan perilaku siswa yang menjalankan nilai-nilai karakter baik dalam lingkungan sekolah juga terbawa dalam lingkungan masyarakat

    Constructing Solidarity and Social Resilience through Traditional Sisemba Sports in South Sulawesi, Indonesia

    No full text
    Lack of interest in playing traditional sports due to the development of modern games. However, there are areas that still preserve and even foster solidarity and social resilience through traditional sports. This research aims to reveal the process and social value of traditional Sisemba sports in South Sulawesi. The unit of analysis is informed by a sociological perspective, employing a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques are direct observation, in-depth interviews, and document analysis. The results showed that traditional Sisemba sports help foster the values of solidarity, cooperation, discipline, and resilience, and serve as an arena for learning the values of cooperation, courage, and loyalty to common rules. The game is often held in traditional rituals, such as harvest thanksgiving and gathering, which makes it more than just a physical activity. The dynamics found in social interaction, sportsmanship, and social ethics, involving both physical and emotional interactions, strengthen solidarity between players and teach the importance of accepting risk as part of life

    LENSA SOSIOLOGI AGAMA DALAM MENGUNGKAP MAKNA KERJA RELIGIUS PADA PETANI TORAJA UTARA: STUDI KUALITATIF

    No full text
    This study aims to examine the meaning of work from a religious perspective among Christian farmers in North Toraja through a sociological approach to religion. Specifically, this study examines how Christian values influence work ethic, social solidarity, and ecological awareness in farming practices. This research is significant because it offers new insights into work not merely as an economic activity but as an expression of faith and culture. The methodology employed is qualitative research with a phenomenological approach. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in several villages in North Toraja, with primary informants being active Christian farmers engaged in agricultural activities. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation in several villages in North Toraja, with Christian farmers who are actively engaged in agricultural activities as the main informants. The results of the study revealed four main findings: (1) work is understood as a calling of faith and a form of worship to God; (2) religious values such as honesty and patience are the driving force behind the work ethic; (3) collective work practices reflect social solidarity based on the teachings of love; and (4) farmers' work reflects ecological awareness and respect for cultural heritage and God's creation. This study concludes that work in the context of Toraja Christian farmers is not merely an economic activity but also a spiritual, social, and ecological act. These findings enrich the study of the sociology of religion by emphasizing the importance of faith values in shaping sustainable and meaningful work practices.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kerja dalam perspektif religius pada masyarakat petani Kristen di Toraja Utara melalui pendekatan sosiologi agama. Secara khusus, penelitian ini menelaah bagaimana nilai-nilai iman Kristen memengaruhi etos kerja, solidaritas sosial, dan kesadaran ekologis dalam praktik bertani. Penelitian ini penting karena memberikan pemahaman baru mengenai kerja bukan sekadar sebagai aktivitas ekonomi, tetapi sebagai ekspresi iman dan kebudayaan. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di beberapa desa di Toraja Utara, dengan informan utama para petani Kristen yang aktif menjalankan kegiatan pertanian. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: (1) kerja dimaknai sebagai panggilan iman dan bentuk ibadah kepada Tuhan; (2) nilai-nilai religius seperti kejujuran dan kesabaran menjadi motor penggerak etos kerja; (3) praktik kerja kolektif mencerminkan solidaritas sosial berbasis ajaran kasih; dan (4) kerja petani mencerminkan kesadaran ekologis dan penghormatan terhadap warisan budaya serta ciptaan Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerja dalam konteks petani Kristen Toraja bukan hanya aktivitas ekonomi, melainkan juga tindakan spiritual, sosial, dan ekologis. Temuan ini memperkaya studi sosiologi agama dengan menekankan pentingnya nilai iman dalam membentuk praktik kerja yang berkelanjutan dan bermakna

    Analisis Pengaplikasian Syariah Compliant di Hotel Rangkayo Basa Padang Panjang

    No full text
    This study aims to determine whether the Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel has implemented MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 and also to find out whether it is appropriate for the Rangkayo Basa Hotel Padang Panjang to be said to be a sharia hotel. The research used is a type of qualitative research. The data collection technique that the author uses is interviews, observation and data processing is carried out in a qualitative descriptive manner, then described and classified into certain aspects of the problem and explained through effective sentences. The results showed that in the implementation and implementation of MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for the Implementation of Tourism Based on Sharia Principles at the Rangkayo Basa Hotel Padang Panjang it was found that the Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel was in accordance with the DSN-MUI Fatwa, except for a few things, namely: a) Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel have not received a halal certificate from MUI for food and drinks because it has not been issued by MUI until now, b) Rangkayo Basa Padang Panjang Hotel has not provided facilities for worship such as, hotel rooms do not have the sound of the call to prayer when prayer time has entered, c) Rangkayo Basa Hotel Padang Panjang has implemented the Ijarah contract, the Wakalah bil ujrah contract and has not implemented the Ju'alah contract due to the COVID-19 outbreak. While the obstacles in the implementation of the MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI/X/2016 is the selection of hotel guests who want to stay for hotel guests who bring a partner at Hotel Rangkayo Basa Padang Panjang
    corecore