228 research outputs found

    STUDI TENTANG DESAIN MOTIF BATIK BANDHENG LELE DESA SENDANG DUWUR KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR

    No full text
    ABSTRAK   Hikmah, Alaiyal. 2016. Studi Tentang Batik Bandheng Lele Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Skripsi, JurusanSeni dan Desain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs. AAG. Arimbawa, Msn., (II) Ike Ratnawati, M.Pd. Kata Kunci:Motif, Batik Bandheng Lele, Desa Sendang Duwur Batik diciptakan hampir diseluruh daerah dengan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah batik bandheng lele yang menjadi motif kebanggaan Kabupaten Lamongan. Batik Bandheng lele dikatakan sebagai batik khas Lamongan memiliki keunikan dan menggambarkan lambang dari Kabupaten Lamongan. Makadari itu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai batik bandheng lele mengenai keistimewaan agar dapat dikenal hingga seluruh penjuru nusantara. Fokus Penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Perkembangan batik Bandheng Lele, (2) Desain Motif Bandheng Lele, (3) Aspek Artistik Batik Bandheng Lele.             Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dipaparkan merupakan hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di desa Sendang Duwur terkait motif batik Bandheng Lele. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, peneliti sendiri.Sedangkananalisis data yang digunakanmelalui proses reduksi data, penyajian data danpenarikankesimpulan. Untukpengecekankeabsahan data, dilakukankegiatanperpanjangan masa pengamatan, ketekunanpengamatandantriangulasi.              Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil sebagai berikut: (1)  Desain awal batik Bandheng Lele pada tahun 2012 lebih sederhana dibandingkan dengan desain batik Bandheng Lele saat ini yang lebih bervariasi dari warna maupun bentuknya. (2) batik Bandheng Lele merupakan jenis batik modern dan kontemporer, batik ini banyak mengguanakan bentuk non-geometris. Dalam membuat motif batik pengerajin menggunakan teknik stilasi. Dalam membuat batik proses medesain adalah tahap utama yang paling penting (3) Batik Bandheng Lele versi 3 nilai estetisnya lebih tinggi dibanding versi lainya, namun secara keseluruhan batik Bandheng Lele sudah mengandung nilai estetis dan daya tarik tersendiri, hanya saja akan lebih tinggi nilai estetisnya jika prinsip organisasi estetiknya diaplikasikan secara sempurna.             Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran yang peneliti ajukan diantaranya adalah peran generasi muda dan pemerintah terhadap perkembangan batik Bandheng Lele sehingga batik ini dapat berkembang hingga penjuru nusantara. Dan adanya penelitian lebih lanjut secara mendalam mengenai batik khas kabupaten Lamongan baik batik Bandheng Lele maupun batik lainya.

    Studi Tentang Batik Bandheng Lele Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK Hikmah, Alaiyal. 2016. Studi Tentang Batik Bandheng Lele Desa Sendang Duwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur.Skripsi, JurusanSeni dan Desain, FakultasSastra, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (I) Drs. AAG. Arimbawa, Msn., (II) Ike Ratnawati, M.Pd. Kata Kunci:Motif, Batik Bandheng Lele, Desa Sendang Duwur Batik diciptakan hampir diseluruh daerah dengan ciri khas masing-masing. Salah satunya adalah batik bandheng lele yang menjadi motif kebanggaan Kabupaten Lamongan. Batik Bandheng lele dikatakan sebagai batik khas Lamongan memiliki keunikan dan menggambarkan lambang dari Kabupaten Lamongan. Makadari itu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai batik bandheng lele mengenai keistimewaan agar dapat dikenal hingga seluruh penjuru nusantara. Fokus Penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Perkembangan batik Bandheng Lele, (2) Desain Motif Bandheng Lele, (3) Aspek Artistik Batik Bandheng Lele. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dipaparkan merupakan hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan di desa Sendang Duwur terkait motif batik Bandheng Lele. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, peneliti sendiri.Sedangkananalisis data yang digunakanmelalui proses reduksi data, penyajian data danpenarikankesimpulan. Untukpengecekankeabsahan data, dilakukankegiatanperpanjanganmasapengamatan, ketekunanpengamatandantriangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil sebagai berikut: (1)  Desain awal batik Bandheng Lele pada tahun 2012 lebih sederhana dibandingkan dengan desain batik Bandheng Lele saat ini yang lebih bervariasi dari warna maupun bentuknya. (2) batik Bandheng Lele merupakan jenis batik modern dan kontemporer, batik ini banyak mengguanakan bentuk non-geometris. Dalam membuat motif batik pengerajin menggunakan teknik stilasi.Dalam membuat batik proses medesain adalah tahap utama yang paling penting (3) Batik Bandheng Lele versi 3 nilai estetisnya lebih tinggi dibanding versi lainya, namun secara keseluruhan batik Bandheng Lele sudah mengandung nilai estetis dan daya tarik tersendiri, hanya saja akan lebih tinggi nilai estetisnya jika prinsip organisasi estetiknya diaplikasikan secara sempurna. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ada beberapa saran yang peneliti ajukan diantaranya adalah peran generasi muda dan pemerintah terhadap perkembangan batik Bandheng Lele sehingga batik ini dapat berkembang hingga penjuru nusantara. Dan adanya penelitian lebih lanjut secara mendalam mengenai batik khas kabupaten Lamongan baik batik Bandheng Lele maupun batik lainya

    Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan (Analisis Bibliometrika pada Terbitan Tahun 2013-2018)

    Full text link
    Metode bibliometrika digunakan untuk menganalisis sebanyak 102 artikel dari Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan, terbitan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar periode 2013–2018; untuk mengetahui distribusi artikel per tahun maupun per nomor, pola kepengarangan, jenis referensi yang digunakan,  institusi yang berkontribusi serta penulis yang paling produktif. Data diunduh dari alamat: journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah , dan diolah menggunakan Microsof Excel 2010. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa Khizanah al-Hikmah telah menerbitkan sebanyak 102 artikel  dari 150 penulis, dengan penulis tunggal  lebih banyak dibandingkan dengan penulis berkolaborasi, yang ditandai dengan nilai derajat kolaborasi sebesar 0,34. Mayoritas referensi yang digunakan adalah buku (65,15%), dengan jumlah halaman terbanyak berada pada kisaran 6-10 halaman (41,13%). Instansi kependidikan merupakan penyumbang artikel terbanyak, dan  Universitas Islam Negeri  Alauddin Makassar berada di urutan pertama (36 kali).  Penulis laki–laki lebih produktif dibandingkan penulis perempuan dengan urutan pertama adalah Yunus Winoto (5 artikel).ABSTRACTA bibliometrical method used for analyzed a total of 102 articles from Khizanah Al –Hikamah, a journal in a LIS field, which published by UIN Alaudin Makassar since 2013-2018;  to know the distribution of articles by year; distribution of articles by issue number; collaboration pattern and level of collaboration; length of published articles. Data downloaded from the site of Khizanah Al-Hikmah i.e.: journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah. The result and conclusion of this research was that from a total of 102 articles it found 150 author active as contributors, and an individual author more than a collaborative one, indicated by  the collaboration level i.e. 0.34. Books mostly used in their references (65,15%), with the page length between 6-10 (41,13%). The academic institution was the most active as a contributor , and UIN Alaudin Makassar was the first rank (36 times). Man authors more productive than women and Yunus Winoto was the productive author

    Kearifan Syariat dan Hikmah dalam Puasa

    Full text link
    Such a way of thinking was immediately followed by some Muslims especially the ulamas. So that some scholars give special attention by making works that are focused on studying the wisdom, philosophy and wisdom of the Shari'a. like Al Jurjawi with his book Hikmatu Tasyri 'Wafalsafatuhu, Mustafa As Siba'I with his work AhkamuS Shiyam Wa Falsafatuhu, Ad Dahlawy with his work Hujjatullah Al Balighah and other scholars. For this reason, the wisdom and wisdom of Shari'a are very urgent to be revealed in this contemporary era. Through this article the author feels the need to give a little review even though only a small part of the ocean of knowledge and the Shari'a of God which is applied to this people is about the wisdom of the Shari'a and wisdom in the obligation of fastingCara berpikir demikian segera dsikapi oleh sebagian umat islam terlebih para ulama. Sehingga sebagian ulama memberikan perhatian khusus dengan membuat karya yang memang difokuskan untuk mengkaji hikmah, Falsafah dan kearifan syariat. seperti Al jurjawi dengan kitabnya Hikmatu Tasyri’ Wafalsafatuhu, Musthafa As siba’I dengan karyanya AhkamuS Shiyam Wa Falsafatuhu, Ad Dahlawy dengan karyanya Hujjatullah Al Balighah serta para ulama lain. Karena alasan inilah, hikmah dan kearifan syariat menjadi sangat urgen untuk di ungkap di era kontemporer ini. Melalui tulisan ini penulis merasa perlu memberikan sedikit ulasan walau hanya bagian kecil dari  samudera ilmu dan syariat allah swt yang diberlakukan bagi umat ini yaitu tentang kearifan syariat dan hikmah dalam kewajiban ibadah puasa

    Karakteristik Kitab Nadoman Nurul Hikmah Karya Hidayat Suryalaga

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitab Nadoman Nurul Hikmah beserta alasan penggunaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif analisis dan metode hermeneutik berdasarkan hubungan triadik (teks-reader/author-audience). Adapun sifat penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Dalam prosesnya, penulis menggunakan dua kategori sumber data, sumber data primer dan sekunder. Dalam penelitian ini penulis menemukan beberapa hal mengenai karakteristik kitab Nadoman Nurul Hikmah. Karakter khas kitab Nadoman Nurul Hikmah tercermin pada dua aspek: Pertama, postur nadhomannya yang sederhana. Nadoman Nurul Hikmah cenderung lebih longgar dalam menerjemahkan bahasa sumber, Hidayat Suryalaga tidak menjadikan redaksi ayat sebagai sumber, tetapi ia berusaha menuangkan interpretasinya sendiri. Kedua, struktur dan gaya bahasa dalam Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga menggunakan struktur dan gaya bahasa yang sederhana, ia menggunakan bahasa Sunda yang populer dan kontekstual. Nadoman Nurul Hikmah jauh lebih tepat disebut sebagai terjemah tafsiriyah al-Qur’an daripada disebut sebagai sebuah kitab tafsir. Dalam kitabnya Nadoman Nurul Hikmah Hidayat Suryalaga menyertakan nilai-nilai kesundaan, hal tersebut tidak lepas dari tujuan ditulisnya kitab Nadoman Nurul Hikmah ini. Adapun nilai-nilai yang terdapat dalam kitab Nadoman Nurul Hikmah ini diantaranya adalah nilai kesundaan Silih Asih – Silih Asah – Silih Asuh, nilai kesundaan Rawayan Jati dan nilai kesundaan Sabilulungan

    Relevansi Kedewasaan dalam Pernikahan dengan Upaya Pencapaian Tujuan Hidup Berkeluarga

    Full text link
    The regulations for the minimum age for marriage according to the marriage law in Indonesia is relatively high for men but low for women. However, if the author sees qualitatively, those regulations are still far below the standards which are set by WHO. In this fact, it is needed the efforts to increase the age limit. Therefore, in order to develop the concept of marriage law in Indonesia, the author offers to do the reconstruction of those regulations to be 19 years for women and 21 years for men. The determination of the age is because in the author opinion, the physical and psychological development of the future bride has begun to enter the age phase of maturity, although not perfect. Keywords: Maturity, Wedding, Marriage Law Ketentuan batas minimal usia untuk menikah menurut undangundang perkawinan di Indonesia relatif tinggi untuk laki-laki namun rendah untuk perempuan. Adapun jika penulis lihat secara kualitatif, maka ketentuan yang ada tersebut masih jauh di bawah standard yang ditetapkan oleh WHO. Dengan adanya kenyataan ini, maka diperlukan upaya untuk menaikkan batasan usia tersebut. Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan konsep undang-undang perkawinan di Indonesia penulis menawarkan untuk dilakukannya rekonstruksi terhadap ketentuan tersebut menjadi 19 tahun bagi perempuan dan 21 tahun bagi lakilaki. Penentuan pada usia ini dikarenakan menurut hemat penulis perkembangan fisik maupun psikis dari calon mempelai sudah mulai memasuki fase usia kematangan meskipun belum sempurna. Kata Kunci: Kedewasaan, Pernikahan, Hukum Keluarg

    MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA AL – HIKMAH BANDAR LAMPUNG

    Full text link
    ABSTRAK Berdasarkan pra penelitian yang dilakukan penulis di MIS Al – Hikmah Bandar Lampung. Penulis menemukan beberapa sarana dan prasarana yang harus dilihat dari segi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan dan pertanggung jawaban. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik di MIS Al – Hikmah Bandar Lampung yang berkaitan tentang :1). Untuk mengetahui prosedur perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikandi Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al – Hikmah Bandar Lampung, 2). Untuk mengetahui prosedur pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al – Hikmah Bandar Lampung, 3). Untuk mengetahui prosedur inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al – Hikmah Bandar Lampung? 4). Untuk mengetahui prosedur penyimpanan sarana dan prasaranapendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al – Hikmah Bandar Lampung, 5). Untuk mengetahui prosedur pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al – Hikmah Bandar Lampung, 6). Untuk mengetahui prosedur penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al - HikmahBandar Lampung?, 7). Untuk mengetahui prosedur pertanggung jawaban sarana dan prasarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al – Hikmah Bandar Lampung. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif , penggunaan teknik pengumpulan data dalam peneltian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sumber data dalam penelitian ini diantaranya kepala sekolah dan staff tata usaha. Teknik pengumpulan data ini menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Berdasarkan hasil penenlitian yang di lakukan oleh penulis di MIS Al – Hikmah Bandar Lampung, penulis menemukan mengenai iv manajemen sarana dan prasarana, untuk mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah, MIS Al – Hikmah memiliki beberapa tahapan seperti, perencanaan, pengadaan, inventarisasi, penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan, dan pertanggung jawaban, ketujuh tahapan tersebut sangat penting dalam mengatur sarana dan prasarana yang ada di sekolah agar sesuai dengan kebutuhan dan guna meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Kata Kunci : Manajemen Sarana dan Prasarana, Prestasi Belajar v ABSTRACT Based on pre – research conducted by the author at MIS – Al Hikmah Bandar Lampung, the author found several facilities and infrastructure that must be looked at in terms of planning, procurement, inventory, storage, maintenance, write – off and accountability. This research aims to describe the management of educational facilities and improving the learning achievment of students at MIS Al – Hikmah Bandar Lampung which relating to : 1). procedures for planning the needs of educational facilities and infrastructure at MIS Al – Hikmah Bandar Lampung, 2). To knowing the procedures for procuring facilities and educational infrastructure in MIS Al – Hikmah Bandar Lampung. 3). To know procedures for inventory of educational facilities and infrastructure in MIS Al – Hikmah Bandar Lampung, 4). To know the procedures for storing educational facilities and infrastructure in MIS Al – Hikmah Bandar Lampung, 5). To know the procedures for maintaining educational facilities and infrastructure in MIS Al - Hikmah Bandar Lampung, 6). To find out the procedures for eliminating educational facilities and infrastructure in MIS Al – Hikmah Bandar Lampung, 7). To find out the procedures for accountabillity for educational facilities and infrastructure in MIS Al – Hikmah Bandar Lampung. This research method uses a descriptive qualitative approach, the data collection techniques used in this research are interview observation and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data presentation and conclusion drawing. Data sources in this research include school principals and administrative staff. This data collection technique uses triangulation of techniques and sources. Based on the results of author at MIS Al – Hikmah Bandar Lampung, the author about the management of facilities and infrastructure, to manage existing infrastructure in schools, MIS Al – Hikmah Bandar Lampung has several stages, such as : planning, procurement, inventory, storage, maintenance, deletion and accountability for these seven stages is very important in arranging vi existing facilities and infrastructure in school to suit needs and to improve student learning achievment. Keywoards : Management of facilities and infrastructure, learning achievment

    INTERNALISASI NILAI-NILAI HUMANISME ISLAM DALAM PENDIDIKAN MODERASI BERAGAMA DI MADRASAH

    No full text
    AbstractThis article aims to explain a formula for the process of internalizing the values of Islamic humanism in moderation education. In conducting this study, the author used the library research method. The author blends the values of Islamic humanism then internalized through the theory of social construction developed by Peter L. Berger. Where a social construction is formed through three stages, namely externalization, objectification, and internalization. With this theory, the internalization of humanist values will go through these three processes. Until finally a social construction of society with humanism values will be formed which has become a habitus and penetrated into the subconscious of each individual. Then these values of humenism will then be manifested in a moderate attitude.AbstrakArtikel ini bertujuan untuk memaparkan sebuah formula proses internalisasi nilai-nilai humanisme Islam dalam pendidikan moderasi. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode library research. Penulis memadukan antara nilai-nilai humanisme Islam yang kemudian diinternalisasikan melalui teori konstruksi sosial yang dikembangkan oleh Peter L. Berger. Di mana sebuah konstruksi sosial dibentuk melalui tiga tahapan yakni eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Dengan teori ini maka internalisasi nilai-nilai humanisme akan melalui tiga proses tersebut. Hingga pada akhirnya akan terbentuk sebuah konstruksi sosial masyarakat dengan nilai-nilai humanisme yang telah menjadi sebuah habitus dan merasuk ke dalam alam bawah sadar setiap individu. Lalu nilai-nilai humenisme ini kemudian akan termanifestasikan dalam sebuah sikap moderat.

    (RETRACTION ) Sunda Wiwitan Baduy: Agama Penjaga Alam Lindung di Desa Kenekes Banten

    Full text link
    RETRACTION TO: WAHID, Masykur. Sunda Wiwitan Baduy: Agama Penjaga Alam Lindung di Desa Kenekes Banten. Hikmah: Journal of Islamic Studies, [S.l.], v. 11, n. 1, p. 33-54, may 2020. ISSN 2581-0146. This article has been retracted by Publisher based on the following reason: The Editor of HIKMAH Journal found the double publication in the article publishing due to article's content similarity published in EL HARAKAH Vol 13, No. 2 (2011) URL: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub/article/view/1888. Titled” SUNDA WIWITAN BADUY: Agama Penjaga Alam Lindung di Desa Kanekes Banten” with the same author who is Masykur Wahid. Based on clarification, Author of the article have admitted that she has published the same article published in EL HARAKAH Vol 13, No. 2 (2011)

    PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK BERBASIS ISLAMIC CORE VALUE

    Full text link
    Islamic education is an important component in forming the character of a child because Islamic religious education is the foundation that will color the life that children will go through. Meanwhile the number of fights between adolescents, immoral acts among young people, promiscuity, the growth of adultery, consuming illegal drugs is caused by the lack of supervision from the family which makes them so easy to use and do it. By using qualitative methods with interviewing techniques the author wants to know how the Islamic religious education strategy is applied to the family. From the results of interviews with one family that Islamic religious education in families in shaping children's character uses 6 strategies, namely: 1) exemplary strategies, 2) habituation strategies, 3) counseling strategies, 4) disciplinary strategies, 5) punishment strategies, and 6) gift giving strategy. To shape the character of the child in order to become a man of faith and devotion to the Almighty God, as well as a noble character that includes ethics, morality, character, spirituality cannot be separated from the role of the family played by parents because the family is the first and foremost educational institution for children
    corecore