1,730,472 research outputs found

    Rama & Shinta

    No full text
    Dasarata, raja dari negeri Kosala bersabda pada patihnya, dengan disaksikan oleh tiga istirnya, Dewi Kausalya, Dewi Kaikeyi dan Dewi Sumitra. Maha patih menyarankan untuk memilih Pangeran Rama sebagai pengganti kerajaan Kosala karena dia dinilai sebagai pangeran yang bijaksana dan dicintai rakyatnya. Pangeran Rama dan Lesmana sedang mengikuti sayembara menarik busur panah Pusaka Istana Mantili dan berhasil memenangkannya, sehingga dia berhak untuk menikahi Sang Putri, Dewi Shinta. Prabu Dasarat bercerita pada anaknya Rama bahwa beliau telah berjanji dengan menjanjikan 2 permintaan yaitu mengangkat Barata sebagai pengganti ayahnya dan permintaan kedua bahwa Rama harus keluar dari Istana. Dalam pengembaraannya, Pangeran Rama, Dewi Shinta dan Pangeran Lesmana dengan di temani dua teman mereka tupo dan tupi, dua ekor musang yang lucu. Mereka mengembara dengan begitu banyak rintangan. Yang mereka hadapi dari Kerajaan Alengka dibawah pimpinan seorang Raksasa Pangeran Rahwana yang telah menculik Dewi Shinta. Kemudian Rama pergi ke kerajaan Kiskenda dan bercerita kepada Pangeran Sugriwa memerintahkan Panglima Perang Hanoman untuk mencari keberadaan Dewi Shinta. Pada akhir cerita Pangeran Rama meminta istrinya, Dewi Shinta untuk membuktikan kesuciannya, karena telah sekian lamanya Dewi Shinta tinggal di kerajaan Pangeran Rahwana

    Analisis pada Kasus Perkosaan Anak (Studi Kasus Putusan No. 2663/Pid. B/2009/PN. TNG)/ oleh Vicky Aryani Shinta Dewi

    No full text
    abstrak (A)Nama: VICKY ARYANI SHINTA DEWI (NIM: 205090176) (B) Judul Skripsi: Analisis pada Kasus Perkosaan Anak (Studi Kasus Putusan No. 2663/Pid. B/2009/PN. TNG) (C)Halaman: x+112+Lampiran. (D) Kata Kunci: Tindak Pidana Perkosaan, Anak, Kewenangan Jaksa, Kewenangan Hakim. (E)Isi Perkosaan yang dilakukan oleh ayah/terdakwa terhadap anak kandung dibawah umur dengan kekerasan untuk melakukan persetubuhan. sampai hamil. Pelaku dijatuhi hukuman pidana oleh Hakim Pengadilan Negeri Tangerang selama 6 (enam) tahun sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Karena telah dianggap memenuhi unsur 285 KUHP. Apakah penerapan pasal 285 jo pasal 65 KUHP sudah tepat atau tidak? Dan Mengapa tidak menerapkan pasal dalam Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan/atau Undang-undang No. 24 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga pada kasus perkosaan anak kandung tersebut agar mempunyai kepastian hukum, keadilan, dan/atau kefaedahan? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian normatif. Kesimpulan penulis adalah dalam penjatuhan hukuman yang diatur dalam pasal 285 KUHP terhadap terdakwa kurang tepat seharusnya terdakwa dijatuhi hukuman sesuai ketentuan pidana yang lebih khusus (Lex Specialis) tentang anak. Sanksi hukuman selama 6 (enam) tahun penjara terhadap terdakwa dianggap kurang cukup, seharusnya diperberat lagi. Karena orang mempunyai hubungan darah/dekat hukumannya harus berat daripada orang yang tidak hubungan dengan korban. (F) Acuan: 23 (1980-2012). (G)Pembimbing: Sugandi Ishak, SH,MH. (H)Penulis: Vicky Aryani Shinta Dewi

    Game Tradisional Rama dan Shinta Berbasis Desktop

    No full text
    Game tradisional Rama dan Shinta adalah game yang bercerita tentang petualangan Rama sebagai karakter utama dalam game ini. Rama berpetualang melewati rintangan untuk merebut kembali Shinta yang telah diculik oleh Rahwana. Di zaman sekarang banyak anak-anak dan kalangan remaja kurang mengenal dan hampir melupakan cerita legenda Rama dan Shinta dikarenakan merasa malas jika harus membaca dan tampilan gambar yang kurang menarik dalam menceritakan kisah Rama dan Shinta. Berdasarkan maslah tersebut, maka solusi untuk masalah diatas adalah mengenalkan kembali kisah Rama dan Shinta melalui sebuah game sebagai media informasi yang interaktif . Game Tradisional Rama dan Shinta ini dibangun dengan menggunakan adobe flash CS 6 dengan bahasa pemrograman Action Script 3.0. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif dan untuk pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall. Model analisis dalam pemodelan berorientasi objek menggunakan UML (Unifed Modelling Language). Game yang dibangun akan diuji dengan menggunakan metode blackbox. Berdasarkan pengujian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa game tradisional Rama dan sinta berhasil memperkenalkan dan menyampaikan sejarah kisah Rama dan sinta kepada kalangan anak-anak dan remaja. Game tradisional Rama dan sinta juga mempunyai beberapa nilai positif yang disampaikan kepada pemain mengenai kebudayaan, kepemimpinan, kesetiaan, dan pantang menyerah

    PELAKSANAAN STRATEGI PROMOSI PADA UD. SHINTA MOTOR CABANG YOGYAKARTA

    Full text link
    PELAKSANAAN STRATEGI PROMOSI PADA UD. SHINTA MOTOR CABANG YOGYAKARTA Oleh: Abdul Hakim Ramadhan Husein 10410131004 Abstrak Penelitian yang dilaksanakan pada UD. SHINTA MOTOR Kulon Progo bertujuan untuk mengetahui 1) pelaksanaan strategi promosi pada UD. SHINTA MOTOR. 2) mengetahui media promosi yang digunakan oleh UD. SHINTA MOTOR Kulon Progo. Data diperoleh secara langsung dari pihak-pihak bersangkutan atau pihak perusahaan. Cara mengumpulkan data menggunakan metode observasi dan wawancara sebagai metode pokok dan dokumentasi sebagai metode pelengkap. Dalam melaksanakan wawancara dapat ditanyakan langsung kekonsumen ataupun pihak perusahaan. Desain yang digunakan yaitu menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan Startegi promosi Pada UD. SHINTA MOTOR Kulon Progo belum berjalan dengan baik dengan adanya baliho yang tidak terawatt dan kurangnya pemasangan baliho atau poster ditempat yang strategis. Hal itu membuat masyarakat atau konsumen kurang paham atas promosi UD. SHINTA MOTOR

    Pengalaman Menjadi Pemeran Tokoh Dewi Shinta dalam Sendratari Ramayana Prambanan

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan memahami bagaimana para pemeran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya. Sendratari merupakan suatu drama tari tanpa dialog dengan mengambil kisah Ramayana dan Mahabharata. Pertunjukan ini ditampilkan secara kolosal yang seluruh ceritanya disuguhkan dalam bentuk gerak tari oleh para pemain pertunjukan. Pada pertunjukan sendratari tidak terdapat, hanya ada sinden yang menggambarkan jalannya cerita melalui tembang atau lagu dalam bahasa Jawa. Fokus dalam penelitian ini adalah mengenai pemain peran tokoh Dewi Shinta dalam pertunjukan Sendratari Ramayana memaknai perannya dan peran menjadi tokoh Dewi Shinta tersebut dalam memberikan pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari para pemain peran. Subjek dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik purposive sampling, yang memiliki kriteria sedang berprofesi atau pernah berprofesi sebagai pemeran Dewi Shinta lebih dari lima tahun dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam serta menggunakan dokumen audio yaitu hasil rekaman wawancara dengan ketiga subjek. Analisis data yang dilakukan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Pada akhirnya diperoleh tiga subjek yang berdomisili di Yogyakarta dan Klaten. Data didapatkan melalui wawancara secara langsung dengan setiap subjek. Hasil penelitian yang diperoleh adalah ketiga subjek memaknai Shinta sebagai pedoman dalam hidup yang disesuaikan dengan kehidupan masing-masing subjek. Berperan menjadi Dewi Shinta juga memberikan perubahan sikap kepada dua dari tiga subjek penelitian. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dilakukan penggalian data tambahan melalui orang terdekat guna memperoleh hasil yang lebih mendalam mengenai perubahan sikap dan karakter pada subjek. Kata kunci: sendratari; penghayatan sebagai Dewi Shinta; pemain wayan

    Thesis Shinta DPS

    Full text link

    PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN BOLU SHINTA CAKE DI KOTA TANGERANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Produk dan Harga terhadap Pr osesKeputusan Pembelian Bolu Shinta Cake.Serta mengetahui pengaruh Kualitas P roduk dan Harga terhadap Proses Keputusan Pembelian Bolu Shinta Cake.Metide penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif -verifikatif. Populasi pada pen elitian ini yaitu Konsumen yang sudah pernah melakukan pembelian Bolu Shinta C ake dan konsumen yang belum pernah melakukan pembelian Bolu Shinta Cake.Sa mpel dalam penelitian inimenggunakan metode literasi. Pengolahan data dilakuka n dengan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda ,analisis koefisien deter minasi dan pengujian hipotesis ( uji t dan Uji F ). Berdasarkan hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kualitas produk terh adap proses keputusan pembelian Bolu Shinta Cake, terdapat pengaruh signifikan antara harga terhadap proses keputusan pembelian Bolu Shinta Cake, dan terdapat pengaruh signifikan antara kualitas produk dan harga secara simultan terhadap pro ses keputusan pembelian Bolu Shinta Cake

    SHINTA FLOWER SHOP

    Full text link
    Jumlah permintaan bunga segar meningkat sejalan kebutuhan bunga untuk berbagai acaraatau juga dijadikan sebagai media untuk menyampaikan rasa simpati kepada orang lain.Melihat peluang ini, Shinta Flower Shop hadir tidak hanya sebagai toko bunga saja,tetapi menjadi bouquet specialist yang menyediakan berbagai bouquet bunga segar yangdirangkai dengan istimewa dan dapat disesuaikan dengan keinginan pelanggan. ShintaFlower Shop memiliki keunggulan sebagai bouquet specialist yang menawarkanberbagai variasi jenis bunga segar yang lengkap untuk masyarakat di kota Palembang dansekitarnya

    Tindak pidana pencabulan secara berlanjut pada anak di bawah umur 15 tahun dalam putusan No. 76/Pid.B/2006/PN.SRG / oleh Shinta Fitria Prameswari

    No full text
    abstrak (A) Nama : Shinta Fitria Prameswari (NIM : 205010163). (B) Judul Skripsi :?TINDAK PIDANA PENCABULAN SECARA BERLANJUT PADA ANAK DI BAWAH UMUR 15 TAHUN DALAM PUTUSAN NO. 76/PID.B/2006/PN.SRG.? (C) Halaman : vii + 90 + Lampiran + 2007 (D) Kata Kunci : Tindak Pidana Pencabulan (E) Isi : : Tindak pidana adalah suatu perbuatan yang pelakunya dapat dikenakan hukuman pidana dan pelakunya itu dapat dikatakan merupakan subjek tindak pidana. Tindak pidana berlanjut, dirumuskan berdasarkan pada Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Bentuk perbuatan berlanjut ini terdapat apabila seseorang melakukan beberapa perbuatan dan beberapa perbuatan itu ada hubungan yang sedemikian eratnya satu sama lainnya, sehingga beberapa perbuatan itu harus dianggap sebagai satu perbuatan berlanjutan. Pengertian pencabulan adalah proses/cara melakukan perbuatan cabul atau mencabuli.. Terdakwa Aip Alpian alias Dede melakukan perbuatan cabul secara berlanjut terhadap anak-anak didiknya yang merupakan saksi sekaligus korban. Mengapa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya mengesampingkan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak? Dan Mengapa Penuntut Umum tidak membuat surat dakwaan yang berlapis? Penulis meneliti masalah tersebut dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif dan metode penelitian hukum empiris. Pasal-pasal yang didakwakan oleh Penuntut Umum dalam surat dakwaan nomor 76/Pid. B/2006/PN. Srg sama sekali tidak memperhatikan penerapan asas lex specialis derogat legi generali dan bentuk dakwaan alternatif yang digunakan oleh Jaksa Penuntut Umum tidak tepat. Dakwaan yang tepat dalam penjatuhan tindak pidana pencabulan ini adalah dengan menggunakan dakwaan tunggal dalam Undang-Undang yang telah ditetapkan secara khusus yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dalam Pasal 82. (F) Acuan : 25 ( 1955-2006) (G) Pembimbing Ibu Mulati, S.H. (H) Penulis Shinta Fitria Prameswar

    Langen Katresnan: Video Animasi dengan Tema Ramayana Episode Penculikan Shinta

    Full text link
    AbstrakKisah Ramayana telah banyak dikenal dalam masyarakat Indonesia sejak berabad-abad yanglalu. Kisah ini telah disebarkan dari generasi ke generasi. Cerita ini akrab bagi masyarakat dalambentuk kakawin ini sering dipentaskan dalam bentuk seni pertunjukan, dramatari, pertunjukanwayang, serta dalam bentuk boneka atau patung. Kisah Ramayana memiliki banyak episode,namun dalam penciptaan karya video animasi mengambil Episode Penculikan Shinta. Animasikarya video ini dieksplorasi bentuk karakter dan cerita, serta berkolaborasi dengan tari, teater,dan seni musik. Penculikan cerita Shinta menjadi dasar narasi utama dalam penciptaan videoanimasi dengan tema Ramayana episode penculikan Shinta ‘Langen Katresnan’ yang kemudiandikembangkan sesuai dengan ide-ide dan konsep. Ini juga mendukung penciptaan karya baruyang mempromosikan keaslian pekerjaan. Video animasi ini bekerja dengan menggunakanteknik dua dimensi. Ini sebenarnya adalah referensi yang animasi boneka yang pertama kalidiakui oleh nenek moyang sebelumnya. Langen Katresnan: An Animation Video with the Theme ‘Ramayana Episode the Abductionof Shinta’. Ramayana story has been widely known in Indonesian society since centuries ago.This story has been disseminated from generation to generation. The story is familiar to thepublic in the form of this kakawin often staged in the form of performing arts, dramatari,puppet performances, as well as in the form of puppet or sculpture. Ramayana story has a lotof episodes, but in the creation of this animated video work taking Shinta kidnapping episode.This animated video works explored the form of characters and stories, as well as collaboratewith dance, theater and musical arts. Kidnapping of Shinta’s story became the basis of theprincipal narrative in the creation of animated video with the theme of Ramayana episodekidnapping Shinta ‘Langen Katresnan’ which then developed in accordance with the ideas andconcepts. It also supports the creation of new work that promotes originality of the work. Thisanimated video works using two-dimensional techniques. This is actually a reference to thatpuppet animation that was first recognized by earlier ancestors
    corecore