1,748,645 research outputs found
Darmin Nasution : Bank Sentral itu harus membumi
Buku ini berisi paparan pemikiran dari seorang mantan Gubernur BI, Darmin Nasution, mengenai peran dan posisi Bank Indonesia dalam kebijakan moneter di Indonesi
Tarmizi Bakhri Nasution
ABSTRAK
Tarmizi Bakhri Nasution, (2019): Pengaruh Cara Belajar Siswa terhadap
Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam
di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3
Pekanbaru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh cara belajar siswa terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Pekanbaru. Subjek penelitian ini adalah siswa dan objek penelitian ini adalah pengaruh cara belajar siswa terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Pekanbaru. Populasi berjumlah 375 orang siswa, oleh karena jumlah subjek terlalu banyak, maka diadakan penarikan sampel 20% dengan jumlah 75 siswa. Penarikan sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah cara belajar siswa sebagai variabel bebas (X) dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebagai variabel terikat (Y). untuk mengumpulkan data cara belajar siswa penulis menggunakan angket dan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam penulis menggunakan nilai MID Semester siswa. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Berdasarkan uji korelasi menggunakan SPSS Versi 23. Diperoleh nilai rhitung sebesar 0.407 dengan nilai probabilitas 0.000. Sehingga nilai P 0.227). dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti ada pengaruh cara belajar siswa terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Pekanbaru. Dari hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai R Square adalah 0.166. hal ini menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh cara belajar siswa terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam sebesar 16.6%, sedangkan sisanya sebesar 83.4% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kata Kunci: Cara Belajar Siswa, Prestasi Belaja
Pemikiran Pendidikan Harun Nasution
Kajian terhadap kiprah Harun Nasution dalam pendidikan Islam di Indoensia mengantarkan pada beberapa kesimpulan. Pertama, kontribusi Harun Nasution dalam bidang pendidikan tidak terletak pada konsep yang dirumuskannya secara sistematis dan komprehensif. Kontribusi terbesar terletak pada action di lapangan pendidikan (khususnya pendidikan tinggi Islam) yang berhasil mengembangkan sikap kritis, terbuka, rasional dalam melakukan studi keislaman. Bahkan secara konseptual, pemikiran Harun Nasution bidang pendidikan terkesan global dan tidak tuntas. Dikatakan global, karena Harun Nasution kurang memberikan penjelasan rinci dan
mendalam pada aspek-aspek pokok pendidikan. Pemikirannya bidang pendidikan juga tidak tuntas, sebab masih ada komponen pokok lain, yaitu media dan evaluasi pembelajaran yang tidak ditemukan dalam tulisan-tulisannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Harun Nasution bukanlah pemiki bidang pendidikan Islam, tetapi praktisi
Hubungan antara Feritin Serum dengan Inflamasi, Nutrisi dan Besi pada Pasien-Pasien Hemodialisis Reguler di Medan, Sumatera Utara
Abstract
“Association Between Serum Ferritin and Measures of Inflammation, Nutrition and Iron in Haemodialysis Patients in Medan, North Sumatera”
Melati Silvanni Nasution, Harun Rasyid Lubis, Salli Roseffi Nasution
Division of Nephrology and Hypertension
Department of Internal Medicine
Medical Faculty, University of Sumatera Utara
H. Adam Malik General Hospital Medan
Background :
Serum ferritin is a frequently used marker of iron status in hemodialysis patients. Iron administration is to be withheld for ferritin values > 800 ng/ml according to K/DOQI guidelines and > 500 ng/ml according to PERNEFRI guidelines. We hypothesized that such non iron related factros as elements of the malnutrition-inflammation complex syndrome (MICS) may increase serum ferritin concentration indepedently of iron status.
Methods :
This was an observational cross sectional study with 83 maintenance haemodialysis patients that received ESA. We examined the antropometry, laboratory (iron status, inflammation status, albumin) and recorded the MIS score.
Results :
The 83 subject comprised 48 men (57.8%) and 35 women (42.2%) with mean (± SD) of age 52.57 ± 11.52 years old. Mean of serum iron was 114.87±97.9 ng/ml and mean of serum ferritin was 1253.268 ng/ml. This study showed significant correlation between serum ferritin and both markers of inflammation and iron status independent of each other. After dividing the 83 patients into two groups of serum ferritin cut off of 500 ng/ml, we found almost all the patients had serum ferritin > 500 ng/ml
Conclusions :
There were positive associations between serum ferritin and some markers of inflammation and malnutrition in a group of maintenance haemodialysis patients in Adam Malik and Dr Pirngadi hospital in Medan, North Sumatera.
Keywords: end stage renal disease, ferritin, inflammation, iron, malnutrition-inflammation complex syndrome, protein-energy malnutrition.Abstrak
”Hubungan Antara Feritin Serum dengan Inflamasi, Nutrisi dan Besi pada Pasien-pasien Hemodialisis Reguler di Medan, Sumatera Utara ”
Melati Silvanni Nasution, Harun Rasyid Lubis, Salli Roseffi Nasution
Divisi Nefrologi dan Hipertensi
Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
RSUP.H.Adam Malik Medan
Pendahuluan :
Serum feritin sering digunakan sebagai penanda status besi pada pasien-pasien hemodialisis. Pemberian besi biasanya ditunda jika kadar feritin serum > 800 ng/ml berdasarkan guideline K/DOQI dan > 500 ng/ml berdasarkan guideline PERNEFRI. Kami berhipotesa bahwa faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan besi seperti bagian-bagian dari malnutrition-inflammation complex syndrome (MICS) dapat meningkatkan feritin serum selain karena status besinya
Bahan dan Cara :
Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode pengukuran cross sectional, melibatkan 83 pasien GGK yang menjalani HD reguler yang telah mendapatkan ESA. Kepada subjek dilakukan pengukuran antropometri, pemeriksaan status besi, inflamasi, albumin serta pencatatan skor MIS..
Hasil :
Dari 83 subjek terdiri dari 48 pria (57.8%) dan 35 wanita (42.2%) dengan rerata (± SD) usia 52.57 ± 11.52 tahun. Rerata kadar besi sebesar 114.87±97.9 ng/ml dengan nilai rata-rata feritin serum 1253.268 ng/ml pada seluruh 83 pasien. Terdapat korelasi yang signifikan antara feritin serum dengan penanda inflamasi dan status besi yang tidak berhubungan satu sama lain. Feritin berkorelasi positif dengan CRP serum, transferin dan serum iron. Skor MIS berkorelasi positif dengan CRP serum sedangkan albumin berkorelasi negatif dengan CRP serum. Setelah membagi 83 pasien menjadi 2 kelompok berdasarkan cut off feritin serum 500 ng/ml, feritin serum > 500 ng/ml lebih banyak dijumpai
Kesimpulan :
Terdapat hubungan yang positif antara feritin serum dengan beberapa penanda inflamasi dan malnutrisi pada kelompok pasien-pasien hemodialisis reguler di RSUP Haji Adam Malik dan RSUD Dr Pirngadi Medan.
Kata Kunci : GGK, feritin, inflamasi, besi, malnutrition-inflammation complex syndrome, protein-energy malnutrition.65 HalamanTesis Magiste
ISLAMOLOGI HARUN NASUTION
ABSTRAK
Keragaman pandangan dalam pemikiran keagamaan sudah tidak dirasakan lagi. Pemikiran Islam hanya
didominasi oleh pemikiran teologis tertentu dan pemikiran fiqh tertentu. Pemikiran keagamaan
tersebut seakan-akan dianggap telah merepresentasikan Islam. Umat Islam hanya mewarisi saja apa
yang telah dilahirkan ulama klasik sebagaimana adanya. Sikap yang demikian membuat terabaikannya
pemikiran keagamaan yang lain. Di samping itu pemikiran Islam menjadi tidak tersentuh oleh kritik,
pemikiran keagamaan diterima begitu saja kebenarannya, dan tanpa disadari berubah menjadi pemikiran
yang kaku, sempit dan tertutup. Pemikiran Islam justru lebih menonjolkan watak ideologisnya
daripada sikap menghargai keragaman satu sama lain. Dalam suasana pemikiran Islam yang demikian
Harun Nasution hadir dengan gagasan Islamologinya. Islamologi Harun berusaha untuk mengatasi sikap
dogmatisme pemikiran keagamaan secara berlebihan. Islamologi Harun ingin memberikan suatu metode
tertentu bagaimana seharusnya Islam dipahami. Penelitian ini mencoba mengemas pemikiran keislaman
Harun Nasution secara lebih diskursif dalam bingkai Islamologi yang digagas oleh Muhammad Arkoun.
Pemilihan tokoh Harun Nasution dalam skripsi ini karena sikap kritis dan pendekatannya yang
rasional dan ilmiah dalam memahami Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dalam penelitian ini fokus
pada studi kepustakaan (library research). Penelitian ini menggunakan pendekatan filosofis, yaitu
suatu pendekatan filasafat yang ingin mencari struktur dasar dari sebuah objek penelitian, dalam
hal ini adalah pemikiran Harun Nasution. Rumusan masalah yang ingin dijawab dalam penelitian ini
adalah, 1. Bagaimana pandangan Harun Nasution tentang Islam?, 2. Bagaimana gagasan Islamologi Harun
Nasution?. Sedangkan tujuan dan kegunaan dalam penelitian ini ialah, 1. Ingin mengethui bagaimana
pandangan Harun Nasution tentang Islam, 2. Ingin mengetahui bagaimana gagasan Islamologi Harun
Nasution.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islamologi Harun Nasution berpijak pada dua hal, yaitu
kritik historis dan kritik epistemologis. Melalui kritik historis Harun ingin menunjukkan tentang
keluasan ajaran Islam. Ajaran Islam tidak hanya didominasi oleh
vii
wacana pemikiran teologis dan fiqh tertentu. Banyak ajaran Islam yang dapat dijadikan pemahaman
alternatif. Semua ajaran tersebut berada dalam koridor Islam, karena ajaran tersebut bersumber dari
al-Qur’an dan Hadis. Tapi yang perlu dipahami oleh umat Islam adalah posisi ajaran Islam selain
al-Qur’an dan Hadis. Semua ajaran Islam selain al- Qur’an dan Hadis sifatnya relatif, dan tidak
mengikat. Ajaran-ajaran tersebut lahir dalam proses sejarah yang panjang, di dalamnya penuh dengan
muatan historis dan terikat dengan sejarah. Umat Islam perlu meninjau kembali secara historis apa
yang melatar belakangi proses lahirnya ajaran Islam tersebut untuk memperoleh pemahaman yang utuh.
Pada kritik epistemologi Harun ingin memberikan landasan epistemologis dalam memahami dan mengkaji
Islam. Melalui kritik epistemologis Harun Nasution ingin mempertegas wilayah ajaran Islam yang
sifatnya absolut dan ajaran Islam yang sifatnya relatif. Kritik epistemologis diarahkan Harun pada
ajaran Islam yang sifatnya relatif. Wilayah ajaran Islam yang sifatnya relatif inilah yang ingin
dikembangkan Harun Nasution agar lebih kontekstual dan sesuai dengan perkembangan zaman
MISTISISME ISLAM MENURUT HARUN NASUTION
Harun Nasution merupakan salah seorang tokoh intelektual muslim di Indonesia yang telah banyak memberikan kontribusi dalam ilmu keislaman, baik itu dalam bidang teologi, filsafat, maupun mistisisme Islam. Namun, belum banyak ditemukan peneliti yang mengkaji pemikiran mistisime Islam Harun Nasution. Oleh karena itu, pemikiran Harun Nasution tentang mistisisme Islam tersebut penting dan layak untuk diteliti. Tulisan ini berusaha untuk meneliti konsep dan corak pemikiran mistisime Islam Harun Nasution.
Jenis penelitian adalah penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan penelitiannya adalah pendekatan deskriptif dan historis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data dokumentasi, dengan menghimpun dan menganalisis sumber utama karya Harun Nasution dan dari segala literatur yang relevan dengan pembahasan skripsi ini. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis kesinambungan historis, interpretasi, dan mentode induktif.
Konsep pemikiran mistisime Islam Harun Nasution ialah mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan memperpadukan antara ibadah (shalat, puasa, zakat, haji, dan dzikir) dan akhlakul karimah (budi pekerti luhur), seperti taubat, zuhud, wara`, kefakiran, sabar, tawakal, ridha, al-khauf, tawadhu`, taqwa, ikhlas, dan syukur. Corak pemikiran mistisisme Islam Harun Nasution ialah tasawuf akhlaki, sebab: pertama, lebih menekankan pada proses moral dalam beribadah dan berperilaku, dan kedua, sistem atau metode yang tersusun dalam pemikiran Harun Nasution berdasarkan tiga tingkatan sebagaimana yang terdapat dalam tasawuf akhlaki yaitu: takhalli, tahalli, dan tajall
Studi komparasi pendidikan toleransi beragama antara Harun Nasution dan Yunan Nasution dan relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam
Skripsi ini membahas pendidikan toleransi beragama antara Harun Nasution dan Yunan Nasution dan relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam. Kajiannya dilatarbelakangi oleh adanya peristiwa konflik agama antara pemeluk agama yang berbeda di Indonesia. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan bagaimana konsep pendidikan toleransi beragama menurut Harun Nasution dan Yunan Nasution? Bagaimana kelebihan dan kekurangan konsep Harun Nasution dan Yunan Nasution tentang pendidikan toleransi beragama? Bagaimana relevansi konsep Harun Nasution dan Yunan Nasution tentang pendidikan toleransi beragama dengan tujuan pendidikan Islam? Permasalahan tersebut dibahas dengan data primer yaitu buku-buku karangan Harun Nasution dan Yunan Nasution. Dalam pengumpulan data, peneliti menempuh langkah-langkah melalui riset kepustakaan (library research. Dalam menganalisis data, digunakan metode induktif dan metode komparatif.
Kajian ini menunjukkan bahwa (1) Menurut Harun Nasution, perintah Islam agar umatnya bersikap toleran, bukan hanya pada agama Yahudi dan Kristen, tetapi juga kepada agama-agama lain. Ayat 256 surat Al-Baqarah mengatakan bahwa tidak ada paksaan dalam soal agama karena jalan lurus dan benar telah dapat dibedakan dengan jelas dari jalan salah dan sesat. Terserahlah kepada manusia memilih jalan yang dikehendakinya. Dalam Al-Qur'an banyak dijumpai ayat-ayat yang memerintahkan supaya ummat Islam bersikap toleran, tasamuh. (2) Kelebihan konsep Harun Nasution yaitu lebih mendalam karena lebih bersifat filosofis, sedangkan kelebihan Yunan Nasution yaitu konsepnya sederhana. Meskipun demikian bahwa kelemahan segi konsep, bahwa Harun Nasution konsepnya karena terlalu filosofis sehingga kalangan awam sulit mencernanya, sedangkan Yunan Nasution lebih mudah dipahami karena banyak memberi ilustrasi yang lebih konkrit, namun konsep Yunan Nasution memiliki kelemahan yaitu terlalu menyederhanakan masalah penyelesaian toleransi beragama. (3) Apabila konsep Harun Nasution dan Yunan Nasution dihubungkan dengan tujuan pendidikan Islam maka tujuan konsepnya yaitu a) Agar umat Islam memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi diri, bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat. b) Membangun masyarakat Islam yang berakhlak al-karimah. c) Membangun masyarakat Islam yang cerdas dalam iman dan taqwa. Dengan demikian pendapatnya sesuai dengan tujuan pendidikan Islam
Strategi Partai Golkar dalam Pemenangan Pasangan Zulmi Eldin dan Akhyar Nasution pada Pilkada Kota Medan Tahun 2015
Pemilu saat ini semakin menuju arah yang lebih baik lagi demi mewujudkan bangsa yang lebih terarah dan lebih baik lagi. Demokrasi adalah suatu landasan yaitu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemilihan dilakukan 5 (lima) tahun sekali secara berkala dan semua ketentuan tetap ditangan rakyat. Dalam suatu organisasi, berbagai pihak yang sesungguhnya beragam dapat dikonsolidasikan dalam satu front. Keberadaan organisasi membuat aspirasi kolektif sekelompok masyarakat menjadi lebih kuat posisinya dalam menghadapi kepentingan kelompok yang berseberangan. Partai GOLKAR berjuang demi terwujudnya Indonesia baru yang maju, modern, bersatu, damai, adil dan makmur dengan masyarakat yang beriman dan bertaqwa, berahlak baik, menjunjung tinggi hak asasi manusia, cinta tanah air, demokratis, dan adil dalam tatanan masyarakat madani yang mandiri, terbuka, egaliter, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja dan semangat kekaryaan, serta disiplin yang tinggi. Quick Count yang dilakukan lembaga survei Indobarometer misalnya, dari sampel surat suara yang masuk pasangan Eldin-Akhyar menang dengan perolehan suara 72.32% suara dementara Ramadhan Pohan – Eddie Kusuma 27.68%. Dan akhirnya pilkada sumut dimenangkan oleh pasangan Zulmi eldin dan Akhyar nasution dengan perolehan nilai yang sudah dihitung resmi oleh KPU dan diumumkan ketua KPU Medan yaitu Yenni Chairiah dengan perolehan suara 346.406 suara dengan perbandingan dengan lawannya yaitu Ramadhan Pohan dan Eddie kusuma dengan perolehan suara sebesar 136.608 suara. Keputusan hasil pilkada ini berdasarkan rekapitulasi hasil pemungutan suara 21 kecamatan kota Medan. Strategi kampanye pemenangan yang di susun oleh tim pemenangan pasangan kandidat Zulmi Eldin dan Akhayar Nasution dapat dikategorikan berjalan dengan baik. Strategi dalam kampanye pilkada meliputi tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Election today's increasingly towards a better direction again in order to realize a nation that is more focused and better. Democracy is a foundation that is of the people, by the people and for the people. The election was conducted five (5) years on a regular basis and all conditions remain the people's hands. In an organization, the various parties, in reality, can be consolidated in a single front. The existence of the group of people make collective aspiration to become stronger position in the face of the opposing group interests. Party Golkar struggle for the realization of Indonesia advanced new, modern, united, peaceful, just and prosperous society that is faithful and devoted, berahlak well, uphold human rights, patriotism, democratic, and fair in order of civil society is independent, open, egalitarian, legal and environmental conscious, master of science and technology, has the work ethic and the spirit of the workmanship, as well as discipline tinggi. Quick Count conducted the survey agency Indobarometer for example, of the sample ballot that incoming partner-Akhyar Eldin won by a vote 72.32% of the vote dementara Ramadhan Pohan - Eddie Kusuma 27.68%. And finally the elections sumut won by Zulmi Eldin and Akhyar nasution with the acquisition value has been calculated authorized by the Commission and announced KPU chairman Medan is Yenni Chairiah by a vote of 346 406 sound by comparison with his opponent that Ramadhan Pohan and Eddie kusuma by a vote of 136 608 voices , The decision was based on the election results from the recapitulation of the 21 voting districts Medan.Strategi city winning campaign were collated by the winning team mate Zulmi candidate Eldin and Akhayar Nasution can be categorized run well. Strategies in covering the election campaign stages: planning, implementation and evaluation
Konsep akal menurut Harun Nasution
Dalam penelitian ini penulis bertujuan menganalisis pemikiran Harun Nasution tentang akal. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan tekhnik analisis isi dari buku-buku yang berhubungan dengan objek yang dibahas.
Adapun sumber data yang digunakan adalah buku-buku yang berkaitan studi tokoh dari Harun Nasution dan buku-buku yang berkaitan dengan akal. pikiran Manusia adalah salah satu dari sekian banyak makhluk yang Allah ciptakan di permukaan bumi ini, sehingga manusia yang diciptakan paling sempurna diantara makhluk-makhluk Allah, yang membedakan antara manusia dengan makhluk yang lain adalah Akal (pikiran ). Allah telah mewahyukan didalam Al-quran Agar Manusia Senantiasa menggunakan akal pikiran . dan untuk memahami sebuah ilmu pengetahuan diperlukan akal pikiran yang sehat.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya pemikiran Islam Harun Nasution berangkat dari pemikiran teologi dan filsafat rasionalnya yang terfokus dan mengutamakan akal. Di dalam perkembangan pembaharuan Islam di PTAI, Harun Nasution membentuk sebuah orientasi pendidikan agama yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan sejauh mungkin berwatak rasional terhadap agama. Di dalam pemikiran ini, aspek analisis rasional terhadap agama lebih memperoleh penekanan. Harun Nasution mengembangkan metode-metode pemikirannya sebagai ide sebuah pembaharuan dalam pendidikan khususnya dalam merombak pola pikir seluruh umat Islam pada umumnya. Harun Nasution memberi pengakuan atau tepatnya mencari pandangan-pandangan Islam secara rasional mengenai kapasitas manusia yang mempunyai kebebasan dalam berpikir
AKAL MENURUT PANDANGAN HARUN NASUTION
Mencermati pemikiran Harun Nasution, kelihatan bahwa salah satu pokok
pikirannya adalah mengenai hubungan antara akal manusia dan wahyu Allah.
Harun nasution sering menyatakan bahwa salah satu penyebab kemunduran umat
Islam indonesia pada umumnya adalah akibat salah paham akan konsep takdir
dengan terlalu menyerah kepada takdir, oleh karena itu hubungan antara akal dan
wahyu masih menjadi perdebatan dari dulu sampai sekarang. Di jaman kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan banyak pertanyaan, pengetahuan
mana yang lebih dapat dipercaya,pengetahuan rnelalui akal atau pengetahuan
melalui wahyu? Masalah hubungan antara wahyu dan akal ini merupakan bahan
yang mashur dan paling mendalam untuk dibicarakan dalam sejarah pemikiran
manusia.
Dalam skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif-analitis.
Penulis mengambil tema akal dalam pandangan Harun Nasution. Penulis
mencoba mendeskripsikan semua tentang Harun Nasution terutama
pandangannya tentang akal kemudian melakukan analisis terhadap akal yang
ditawarkan oleh Harun Nasution.
Dalam karya-karyanya, Harun Nasution banyak berbicara tentang
penggunaan akal dan penafsiran wahyu. Bagi Harun Nasution antara akal dan
wahyu tidak ada pertentangan , bahkan sebaliknya iman justru akan dalam
apabila akal dipergunakan sepenuhnya. Karena Islam sangat menghargai akal.
Dalam skripsi ini penulis mencoba merumuskan, bagaimanakah pandangan
Harun Nasution tentang akal dan bagaimanakah peranan akal dalam Islam? la
juga mengungkapkan sebuah harapan dan keyakinan yang kiranya tidak hanya
berlaku bagi agama Islam saja, yaitu bahwa sebuah agama akan menemukan
kembali vitalitas dan kemampuannya uantuk menghadapi tantangan-tantangan
jamanya apabila agama itu memberikan tempat terhormat bagi pikiran.
Menurut Harun Nasution yang dipertentangkan dalam ajaran Islam
sebenarnya bukanlah akal dan wahyu. Jadi yang menjadi petentangan yang
sebenarnya adalah pendapat ulama tertentu dengan pendapat ulama lain tentang
penafsiran wahyu, dengan kata lain ijtihad ulama yang satu dengan yang lain.
Dalam ajaran Islam akal memiliki kedudukan yang tinggi dan banyak dipakai,
bukan hanya dalam perkembangan ilmu pengetahuan saja, tapi juga dalam
perkembangan ajaran-ajaran keagamaan sendiri. Pemakaian akal juga dianjurkan
bahkan diperintahkan oleh al-Qur'an dan Hadits. Dalam pemikiran Islam, baik di
bidang filsafat dan ilmu kalam, apalagi dalam bidang ilmu fiqh, akal tidak
pernah membatalkan wahyu. Teks wahyu tetap dianggap mutlak benar. Akal
dipakai hanya untuk memahami teks wahyu dan tidak untuk menentang wahyu
- …
