535 research outputs found
Imagery in the Journals Written by the Writing I Students Of the English Department Of Widya Mandala Catholic University Surabaya
Many students think that writing is a daunting task and,
therefore, they cannot write a good composition and journal writing is
assigned for writing improvement. One of the aspects in writing a journal
is imagery. Imagery is the use of concrete words to replace the abstract
ones in order to enable the readers to imagine in everything experienced
by the author. This study explored the kinds of imagery which are found
in the journals written by the Writing I students of Widya Mandala
Catholic University Surabaya. The subjects were eleven students of
Writing I. Each student submitted 4 journals. A checklist was used to
organize the imagery in the journals. Not all writing journals that were
analyzed exposed imagery. Visual and auditory imagery were found.
There were forty seven examples of visual imagery and six examples of
auditory imagery. The olfactory, gustatory and tactile imagery were not
foun
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN 1-10 MELALUI MEDIA KARTU ANGKA DAN KARTU GAMBAR PADA KELOMPOK A DI TK PERTIWI BARENG JOMBANG
Abstrak
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengenal konsep bilangan1-10 melalui media kartu angka dan kartu gambar pada kelompok A di TK Pertiwi Bareng Jombang. Subyek yang diteliti anak kelompok A TK Pertiwi Bareng Jombang yang berjumlah 15 anak.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif yaitu berdasarkan analisis refleksi pada siklus. Hasil dari penelitian ini pada siklus I, aktivitas guru menunjukkan persentase 68,75 % kemudian pada siklus II meningkat menjadi 87,50%. Aktivitas anak pada siklus I sebesar 67,50 % meningkat menjadi 85,00% pada siklus II. Nilai rata-rata kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10 pada siklus I tingkat perkembangannya memperoleh persentase sebesar 56,67% dan pada siklus II meningkat menjadi 86,67 %. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan 1-10 pada kelompok A di TK Pertiwi Bareng Jombang melalui media kartu angka dan kartu gambar.
Kata kunci : Konsep Bilangan, Media Kartu Angka, Kartu Bergambar.
Abstract
This classroom action research aims to describe the ability to recognize the concept of numbers 1-10 through the media of number cards and image cards in group A in Pertiwi Bareng Jombang kindergarten. Subjects who studied children group A TK Pertiwi Bareng Jombang which amounted to 15 children. Data collection techniques using observation and documentation. Technique of data analysis this research use descriptive statistic that is based on analysis of reflection on cycle. The result of this research in cycle I, teacher activity showed percentage 68,75% then in cycle II increased to 87,50%. Activity of children in cycle I of 67.50% increased to 85.00% in cycle II. The average value of the ability to recognize the concept of 1-10 numbers in the cycle I development rate obtained a percentage of 56.67% and in the second cycle increased to 86.67%. Based on the above description it can be concluded that there is an increase in the ability to recognize the concept of 1-10 numbers in group A in TK Pertiwi Bareng Jombang through the media card numbers and image cards. Keywords: Concept of Numbers, Numeric Card Media, Picture Cards
Upaya Meningkatkan Motivasi Membaca Permulan Siwa Tunagrahita Dengan Menggunakan Media Cerita Bergambar di Kelas VI SDLB B.C Cahaya Pertiwi
Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek
penelitian pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SDLB B.C Cahaya Pertiwi
dengan kebutuhan khusus tunagrahita, sebanyak 10 siswa. Objek penelitian ini
adalah meningkatkan motivasi keterampilan membaca permulaan. Penelitian ini
dilakukan dalam tiga siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes unjuk kerja
keterampilan membaca permulaan. Instrument penelitian yang digunakan adalah
lembar observasi motivasi keterampilan membaca siswa, lembar observasi
partisipasi siswa, lembar observasi guru dalam kegiatan mengajar, dan tes unjuk
kerja keterampilan membaca permulaan. Teknik analisis data menggunakan
analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi membaca permulaan
menggunakan media cerita bergambar pada siswa kelas VI SDLB B.C Cahaya
Pertiwi mengalami peningkatan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan
rata-rata keterampilan membaca permulaan pada pratindakan adalah 59,0
meningkat menjadi 65,55 pada siklus I, meningkat lagi pada siklus II menjadi
72,65, dan terakhir mengalami peningkatan pada siklus III menjadi 79,9.
Peningkatan motivasi membaca permulaan dapat dilihat dari rata-rata skor aspek
ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran dan kejelasan suara. Langkah-langkah
penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran membaca permulaan
antara lain: 1) siswa mengamati media cerita bergambar yang telah dipegang guru,
2) guru menunjukkan media cerita bergambar, 3) siswa mambaca dan mengikuti
ucapan guru dengan memperhatikan media cerita bergambar, 4) siswa
mempraktikan media cerita bergambar secara individu
Hubungan Asupan Makan, Status Gizi, Dan Usia Menarche Ibu Dengan Menarche Dini Pada Remaja Putri Di Wilayah Perumahan Bumi Pertiwi 2, Kabupaten Bogor: The Relationship Of Dietary Intake, Nutritional Status, And Maternal Age Of Menarche With Early Menarche In Adolescents In The Perumahan Bumi Pertiwi 2, Bogor
There has been a decrease in the age of menarche in the last few years. Various degenerative diseases can appear due to early menarche, women with early menarche have a relatively higher risk of heart disease, breast cancer, and increase 2.3 times the risk of metabolic syndrome regardless of ethnicity and race. Early menarche can be caused by genetic factors or changes in environmental factors, maternal age of menarche (genetic), nutritional status,and lifestyle. The purpose of this research is to find out the relationship of dietary intake, nutritional status, and maternal age of menarche with early menarche in adolescents in the Perumahan Bumi Pertiwi 2, Bogor. This study uses a cross sectional design with research subjects is adolescents with aged 10-14 years and life in the Perumahan Bumi Pertiwi 2 as many as 40 people. The variables studied in this study were food intake, nutritional status, and age of maternal menarche. The results of this study are there is a relationship between protein intake and nutritional status with the age of menarche, while the energy intake, fat, carbohydrates, calcium, and the age of maternal menarche have no relationship with the age of menarche in adolescents in the Bumi Pertiwi
Upaya Meningkatkan Motivasi Membaca Permulaan Siswa Tunagrahita Dengan Menggunakan Media Cerita Bergambar di Kelas VI SDLB B.C Cahaya Pertiwi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi membaca permulaan menggunakan media cerita bergambar pada siswa kelas VI SDLB B.C Cahaya Pertiwi mengalami peningkatan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan rata-rata keterampilan membaca permulaan pada pratindakan adalah 59,0 meningkat menjadi 65,55 pada siklus I, meningkat lagi pada siklus II menjadi 72,65, dan terakhir mengalami peningkatan pada siklus III menjadi 79,9. Peningkatan motivasi membaca permulaan dapat dilihat dari rata-rata skor aspek ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran dan kejelasan suara. Langkah-langkah penggunaan media cerita bergambar dalam pembelajaran membaca permulaan antara lain: 1) siswa mengamati media cerita bergambar yang telah dipegang guru, 2) guru menunjukkan media cerita bergambar, 3) siswa mambaca dan mengikuti ucapan guru dengan memperhatikan media cerita bergambar, 4) siswa mempraktikan media cerita bergambar secara individu
Aplikasi Kurva Phillips Dalam Kerangka Era Fintech 3.0: Pendekatan Error Correction Model (Studi Kasus Indonesia 1985-2020)
The Phillips curve illustrates when the government formulates inflation control policies that have an impact on increasing unemployment rate. The emergence of Financial Technology (Fintech) allows a positive relationship between inflation and unemployment rate where the existence of fintech will create low inflation and low unemployment rates. This study aims to determine the causality relationship between inflation and unemployment before and after the fintech 3.0 era and to determine the effect of the fintech 3.0 era on the relationship between inflation and unemployment in Indonesia. By using the Granger causality test and Error Correction Model (ECM) and using time series data in the 1985-2020 period, this study shows that there is a one-way causality relationship between inflation and unemployment in the era of fintech 3.0 application in Indonesia. The ECM estimation results show that the unemployment rate of increase has a positive and significant effect on the inflation rate in the long run. The implication is that the optimal use of fintech technology can maintain price stability and controlling unemployment rate. The use of financial technology will create a cashless society so that inflation will be controlled.Kurva Phillips menggambarkan ketika pemerintah merumuskan kebijakan pengendalian inflasi terdapat konsekuensi pada naiknya tingkat pengangguran. Munculnya Financial Technology (Fintech) memungkinkan terjadi hubungan positif antara inflasi dengan pengangguran dimana adanya fintech akan menciptakan inflasi rendah dan tingkat pengangguran juga rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antara inflasi dan pengangguran sebelum dan setelah era fintech 3.0 serta mengetahui pengaruh era fintech 3.0 terhadap hubungan antara inflasi dan pengangguran di Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis uji Kausalitas Granger dan Error Correction Model (ECM) serta menggunakan data time series pada periode 1985-2020, penelitian ini memberikan hasil bahwa terdapat hubungan kausalitas satu arah antara inflasi dan pengangguran pada era penerapan fintech 3.0 di Indonesia. Hasil estimasi ECM menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat inflasi dalam jangka panjang. Implikasinya, penggunaan teknologi fintech secara optimal dapat menjaga kestabilan harga dan mengendalikan tingkat pengangguran. Penggunaan teknologi keuangan akan menciptakan cashless society sehingga inflasi akan terkendali
Proses Kreatif Pengarang Antologi Cerpen Hujan Cahaya Karya Widya Al Falah dan Implikasinya pada Rancangan Pembelajaran Sastra Di SMP Kelas IX
The purpose of this study was to describe Widya Al Falah's creative process as the author of the short story Rain of Light and its implementation in the design of literature lessons in grade IX junior high school. This research was conducted to overcome problems in class IX junior high school regarding the design of short story anthologies. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results showed that there was a series of creative processes that Widya Al Falah went through as the author of the short story anthology Rain of Light in writing his works. Widya's creative process starts from the urge to write, activities before writing, activities during writing, to activities after writing. All the activities that Widya went through were inseparable from his personal background. Starting from the reasons for writing, conducting interviews before writing, the repetitive activities that are carried out while writing, to the point where the work is finished being written, all reflect Widya's cultural, religious and educational background. All of Widya's creative processes are very appropriate to be used as inspiration in creating effective and interesting learning, can be used as learning material or implemented into RPP designs (Learning Implementation Plans)Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan proses kreatif Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dan implementasinya pada rancangan pembelajaran sastra di SMP kelas IX. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang terdapat di SMP kelas IX tentang perancangan antologi cerpen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya rangkaian proses kreatif yang dilalui oleh Widya Al Falah sebagai pengarang antologi cerpen Hujan Cahaya dalam menulis karya-karyanya. Proses kreatif Widya dimulai dari dorongan untuk menulis, kegitan sebelum menulis, kegiatan selama menulis, hingga kegiatan setelah menulis. Seluruh kegiatan yang dilalui Widya tidak lepas dari latar belakang pribadinya. Mulai dari alasan menulis, melakukan wawancara terlebih dahulu sebelum menulis, kegiatan berulang yang dilakukan saat menulis, hingga sampai pada tahap karya selesai ditulis semua sangat mencerminkan latar belakang budaya, agama, dan pendidikan Widya. Semua proses kreatif Widya ini sangat layak untuk dijadikan inspirasi dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik, dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran maupun diimplementasikan ke dalam rancangan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
Analisis Manajemen Pendidikan Tinggi: Studi Kasus Pada Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
This research aims to analyze higher education management using a case study at Widya Gama Mahakam University, Samarinda. In this research, the author used a literature review or literature study method. Literature review is reviewing scientific literature on a topic and critically analyzing, evaluating, and synthesizing research findings, theory, and practice. It is hoped that the results of this research will provide a deeper understanding of higher education management and provide recommendations for further improvement and development
PENGARUH TUGAS PAI TERHADAP BERPERILAKU MENUTUP AURAT SISWA KELAS X SMK WIDYA PRAJA UNGARAN
The behavior to close aurat done by students is influenced by several aspects, from the family environment, the environment of peers or from school. The several aspects that affect these behavior, the author try to reseach the cognitive, affective and psychomotor aspects by giving assignments, then the task consists of cognitive, affective and psychomotor tasks. From the results of preliminary observations the author found the low behavior of students to colse aurat because of lack of knowledge of aurat, lack of practice or getting used to closing aurat either in the home, school or when using social media. So that the alleged lack of cognitive, affective and psychomotor task about the concept of aurat according to Islamic religion is the cause of the low behavior closing aurat for students. Therefore this reseach aims to determine and examine the effect of cognitive, affective and psychomotor task to the student behavior Closing Aurat of class X Vocational high School Widya Praja Ungaran Semarang.
This study is quantitative research that describes a phenomenon through field research, using a correlational approach. Data collection methods were obtained through a writing tes, questionnaire, observation, interview and documentation. Then the data is selected according to systematic and accurate research interests.
The results of this study indicate that there is a significant contribution between cognitive, affective and psychomotor tasks to student behavior closing aurat of class X Vocational high School Widya Praja Ungaran with a joint contribution rate of 61.4%. The most powerful variable that influences the behavior to close aurat is affective task by 24,1%, while cognitive task variables by 21,1% and psychomotor variables by 16,2 %. This means that the better the cognitive, affective and psychomotor tasks, the better the student behavior closing aurat will be. The task has a positive and significant effect on the behavior to close aurat of class X Vocational high School Widya Praja Ungaran
RENTENG MAHARYA PERTIWI: METAFORA SESAJI SATE RENTENG DALAM BUSANA GAYA EXOTIC DRAMATIC
Kebudayaan, agama dan tradisi memiliki peran penting di setiap daerah khususnya umat Hindu di Bali.
Keyakinan umat Hindu sehari-hari diungkapkan melalui banten sebagai persembahan dalam menjalankan
aktivitas ritual. Banten memiliki keanekaragaman bentuk dan fungsi seperti sate renteng yang memiliki
karakteristik bentuk yang berbeda dari jenis sate lainnya. Adanya aktivitas merangkai daging babi dan ornamen
yang terbentuk dari kulit babi menjadikannya ciri khas pada sate ini. Sate renteng memiliki arti bergelantungan
atau ngelenteng. Selain itu, sate renteng merupakan simbol dari senjata nawa sanga serta bermakna keseimbangan
dalam menjaga makrokosmos dan mikrokosmos. Sate renteng terwujud dari peperangan Dewi Durga melawan
asura. Keunikan sate renteng ini menginspirasi saya menjadikan ide pemantik dalam penciptaan koleksi busana
Renteng Maharya Pertiwi. Penciptaan karya tugas akhir ini berupa busana ready to wear, ready to wear deluxe
dan semi couture dengan menggunakan metode Frangipani yaitu delapan tahapan penciptaan busana dari disertasi
Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, serta beberapa teori yang mendukung dalam perencanaan desain busana. Teori
tersebut meliputi: teori semiotika dengan gaya ungkap metafora, teori warna, teori estetika serta teori strategi
pemasaran, merek, dan penjualan. Karya busana ini juga dipadupadankan dengan style exotic dramatic, look boho-
chic dan trend svarga. Koleksi Renteng Maharya Pertiwi memiliki siluet H dan X. Hasil karya yang diciptakan
tak lepas dari elemen dan prinsip desain yang membuat suatu koleksi dapat menjadi satu kesatuan, keselarasan
dan keharmonisan dengan konsep. Koleksi yang diciptakan akan di branding dengan strategi pemasaran dari
Business Model Canvas (BMC) Osterwalder dan Pigneur untuk mengembangkan dan meningkatkan mutu busana.
Kata Kunci: Metafora, Sate Renteng, Exotic Dramatic, Renteng Maharya Pertiw
- …
