49 research outputs found
Meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Variasi Gerak dasar atletik dengan metode bermain pada siswa kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Khakim, Lukman. 2012. Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Variasi Gerak Dasar Atletik dengan Metode Bermain Pada Siswa Kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan KesehatanFIK Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Mu’arifin, M.Pd, (II) I Nengah Sudjana, S.Pd .M.Pd. Katakunci: metode bermain, siswa aktif, pembelajaran variasi gerak dasar atletik Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang diajarkan di sekolah dasar. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan diperoleh informasi bahwa masih banyak siswa yang tidak aktif dalam pembelajaran. Pembelajaranpendidikan jasmani dan kesehatan di SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan masih sering menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi dan modellinguntukmemberikan contoh kepada siswa.Peneliti menyadari adanya perbedaan tingkat pemahaman dan tingkat penerapan informasi pada setiap siswa yang nantinya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran dengan menggunakan metode bermain. Salah satu ciri pembelajaran dengan menggunakan metodebermain adalah siswa senang dan banyak bergerak. Dengan proses pembelajaran tersebut siswa diharapkan dapat lebih aktif dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik sehingga hasil belajar meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan menggunakan metodebermain. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan 4 tahap yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti, ahli pembelajaran Pendidikan Jasmani, guru Pendidikan Jasmani lain dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwapersentasekeaktifandari 20 siswaterdapat10% atau 4 siswa yang tidak aktif, 5% atau1siswa yang tidak sungguh-sungguh, 10% atau siswatidaktekun dan 5% atau 1 siswa tidak senang. Secaraumumkeaktifansiswadalampembelajaranvariasi gerak dasar atletikpadasiklus 1 meningkatpadasikus 2, dandari data diatasmakapembelajarandikatakansukseskarenaketuntasan minimal yang dibuatsekolahadalah70% . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa metodebermain dan variasi pembelajaran yang diberikan oleh guru dalam penelitian ini dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran variasi gerak dasar atletik kelas V SDN Dawuhansengon 04 Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
ANALISIS MANAJEMEN DISTRIBUSI DANA ZAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PEDAGANG KAKI LIMA (Studi Kasus Pada BAZNAS Kabupaten Trenggalek)
Skripsi dengan judul “Analisis Manajemen Distribusi Dana Zakat Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Pedagang Kaki Lima (Studi Kasus Pada BAZNAS Kabupaten Trenggalek)” yang ditulis oleh Lukman Khakim, NIM 126404203070, Prodi Manajemen Zakat dan Wakaf, Jurusan Bisnis dan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Rizal Furqan Ramadhan, S.Kom.,M.T.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi dari pola pendistribusian dana zakat yang didayagunakan secara produktif. Dana zakat tersebut akan berpotensi memberikan dampak yang positif pada kehidupan jangka panjang para mustahik, daripada dana zakat yang diberikan secara konsumtif, terutama dengan adanya upaya meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima yang dibuat oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan cara yang tepat akan membantu dalam meningkatkan kesejahteraan para mustahik.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana mekanisme BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam pendistribusian dana zakat dalam upaya meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima. 2) Apa saja hambatan yang dihadapi dalam pendistribusian dana zakat dalam upaya meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima pada BAZNAS Kabupaten Trenggalek. 3) Bagaimana dampak dari upaya meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima oleh BAZNAS Kabupaten Trenggalek pada kesejahteraan mustahik.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dengan narasumber, serta teknik dokumentasi. Sedangkan untuk teknik analisis datanya menggunakan reduksi data (data reduction), penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Mekanisme yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dalam pendistribusian dana zakat melalui upaya meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima meliputi tahap survey yaitu observasi terlebih dahulu kepada mustahik, verifikasi yaitu tindakan lanjut kepada mustahik, alokasi dan penghimpunan dana yaitu kegiatan pengumpulan dana zakat oleh amil dari muzakki, pendistribusian dana yaitu kegiatan menyalurkan bantuan dana kepada mustahik dan evaluasi pendistribusian atau monitoring yaitu kegiatan tindak lanjut atau bentuk pertanggung jawaban yang diberikan BAZNAS Kabupaten Trenggalek. 2) Faktor penghambatnya yaitu kurangnya komunikasi, kurangnya pemahaman yang dimiliki oleh muzakki beserta mustahik, serta faktor alam lainnya yang menghambat dalam kegiatan pendistribusian bahkan evaluasi atau monitoring. 3) Upaya dari BAZNAS Kabupaten Trenggalek ini telah memberikan dampak yang positif pada para mustahiknya, terutama pada kegiatan usahanya yang semakin berkembang, sehingga berdampak pada perekonomian mereka.
Kata Kunci: Pendistribusian Zakat, Pemberdayaan, Zakat Produktif, BAZNA
PERANCANGAN REMOTE CONTROL UNTUK MENGENDALIKAN KIPAS ANGIN BERBASIS MIKROKONTROLER AT90S2313 DAN ATMEGA8
ABSTRAK Khakim, Lukman. 2010. Perancangan Remote Control untuk Mengendalikan Kipas Angin Berbasis Mikrokontroler AT90S2313 dan ATmega8. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. (II) Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Kata kunci: Remote Control, Penerima Infra Merah, Mikrokontroler, Kipas Angin. Dalam skala rumah tangga kipas angin masih banyak diminati masyarakat. Hal ini dikarenakan harga produk ini lebih terjangkau. Bila dibandingkan dengan teknologi AC yang canggih dengan harga yang mahal, perbandingan harga yang cukup jauh ini tidak mempengaruhi kesan terhadap teknologi kipas angin yang dianggap ketinggalan jaman, sebab masyarakat lebih memperhatikan faktor kebutuhan. Alat ini merupakan pengembangan dari kipas angin manual, agar dapat dikendalikan dari jarak jauh tanpa kabel digunakan remote control. Remote control ini untuk mengatur kecepatan kipas angin, timer dan pergerakan kipas dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri (pada mode 1 dan mode 2). Timer disini fungsinya untuk memberikan waktu tunda dalam mematikan kipas angin selama waktu tertentu. Terdapat tambahan yaitu blok pemancar (rangkaian mikrokontroler AT90S2313 dan IR pengirim) dan penerima (IR penerima, rangkaian mikrokontroler ATmega8, driver motor DC, driver kecepatan kipas angin dan LCD). Pada mekanik kipas angin ditambahkan motor DC yang berfungsi menggerakkan kipas angin agar dapat bergerak ke kanan dan ke kiri. Kipas angin dalam perancangan mempunyai dua bagian yang sangat penting, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras terdiri dari dua blok yaitu pemancar dan penerima. Bagian pemancar berfungsi mengirimkan data serial ke penerima setelah tombol ditekan. Mikrokontroler bagian pemancar (AT90S2313) mengeluarkan sinyal clock dan data yang kemudian dipancarkan melalui LED infra merah. Data yang dipancarkan diterima oleh TSOP1738 dan output dari modul tersebut masuk ke mikrokontroler. Setelah data masuk, data diproses dengan cara memeriksa data dan membandingkanya dengan logika program mikrokontroler penerima (ATmega8). Setelah data yang masuk sesuai dengan logika program, data diubah menjadi instruksi-intruksi yang aplikasinya akan mengendalikan perangkat keras. Dalam perancangan menghasilkan spesifikasi diantaranya, (1) Kipas angin dapat bekerja pada tegangan 220VAC, (2) Terdiri dari bagian pemancar (remote control) dan penerima, (3) Remote control dapat memancarkan data ke penerima pada jarak 0-7 meter ketika tepat berada didepan dan pada jarak 0-6 meter pada sudut 300, (4) Kipas angin dapat bekerja dengan 3 kecepatan (kecepatan 1, 2 dan 3), dapat bekerja sesuai kerja kipas, (5) Pengaturan timer yang sangat mudah dan pewaktuan maksimalnya sampai dengan 240 menit, pengujian dilakukan dua kali pada pewaktuan 1, 10, 20, 30 dan 240 menit
Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur, Fungsi Organ Manusia dan Hewan Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).
Khakim, Luqman. 2008. Pengembangan Bahan Ajar Materi Struktur, Fungsi Organ Manusia dan Hewan Dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Skripsi, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Dra. Sri Urip Suarini, MS. Dra. Aditya Marianti, M.Si.
Dalam penelitian ini dikembangkan suatu desain pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Konsekuensinya adalah dikembangkannya berbagai media, bahan ajar, dan asesmen yang sesuai dengan pendekatan JAS tersebut. Salah satu desain pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah bahan ajar yang meliputi diktat, Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Lembar Diskusi Siswa (LDS). Jadi, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bahan ajar materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan yang dikembangkan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar sudah sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP dan tanggapan guru dan peserta didik tentang pengembangan dan penerapan bahan ajar menunjukkan bahwa bahan ajar tersebut baik serta hasil belajar dan aktivitas peserta didik selama mengikuti proses pembelajaran sudah sesuai dengan KKM.
Penelitian ini merupakan penelitian R & D yang mengembangkan bahan ajar materi struktur, fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dan mengujicobakan bahan ajar tersebut di kelas XI IA 4 SMA Negeri 1 Semarang. Penyusunan bahan ajar ini menggunakan metode Pengemasan Kembali information (Information Repackaging Atau Text Transformation).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar materi struktur fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP dan dapat memenuhi tujuan pembelajaran dengan persentase penilaian pakar sebesar 84.97% . Tanggapan dari guru dan peserta didik tentang pengembangan dan penerapan bahan ajar juga menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk baik dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Dari hasil belajar peserta didik menunjukkan 100% peserta didik memperoleh nilai ≥ 70 yang artinya telah tuntas belajar dengan nilai rata-rata 77, serta aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kriteria tinggi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa bahan ajar materi struktur fungsi organ manusia dan hewan dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) sudah sesuai dengan standar buku ajar menurut BSNP. Tanggapan dari guru dan peserta didik menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk baik dan dapat diterapkan dalam pembelajaran. Dari hasil belajar peserta didik sudah sesuai dengan KKM serta aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran termasuk dalam kriteria tinggi dan dapat memenuhi tujuan pembelajaran
SRATEGI GURU AL-QURAN HADITS DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI MI PSM PADANGAN TULUNGAGUNG
Skripsi dengan judul “Srategi Guru Al-quran Hadits Dalam Mengatasi
Kesulitan Belajar Peserta Didik di MI PSM Padangan Tulungagung.” yang
ditulis oleh Lukman NIM. 1720516306, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, IAIN Tulungagung.
Pembimbing: Dr. Mustafa, S.S, M.Pd.
Kata Kunci: Strategi Guru, Al-quran Hadits, Kesulitan Belajar
Guna meraih keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar maka guru
harus menerepkan strategi belajar yang tepat. Berkaitan dengan mata pelajaran
Al-quran hadits guru dapat berupaya maksimal denganmembimbing dan
mendidik anak, utamanya dalam pemahaman ajaran Al-quran dan Hadits agar
dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi dalam
prosesnya, seorang guru juga harus mengatasi langkah solutif guna mengatasi
kesulitan belajar anak didik. Pada mata pelajaran Al-quran dan Hadits,
beberapa anak mengalami kesulitan dalam memahami materi meskipun dapat
membaca dan mengetahui bahan pembelajaran. Namun, secara mendasar
beberapa siswa mengaalami kesulitan dalam memahami tujuan pembelajaran
yang sesungguhnya, yaitu yang berkaitan dengan konsep keberhasilan dan
kesuksesan dalam pembelajaran.
Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1). Bagaimana
perencanaan guru Al-quran hadits dalam mengatasi kesulitan belajar peserta
didik di MI PSM Padangan Tulungagung tahun ajaran 2018/2019?, 2)
Bagaimana metode guru Al-quran hadits dalam mengatasi kesulitan belajar
peserta didik di MI PSM Padangan Tulungagung tahun ajaran 2018/2019?, 3)
Bagaimana hambatan guru Al-quran hadits dalam mengatasi kesulitan belajar
peserta didik di MI PSM Padangan Tulungagung tahun ajaran 2018/2019?.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang bermaksud
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian mulai
dari pelaku, persepsi, motivasi, dan tindakan secara holistik dan dengan cara
deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang
alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.Sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini teletak pada kelompok informan dari sekolah.
Hasil penelitin ini, yaitu: 1) Tahapan perencanaan yang dilaksanakan di
MI PSM, berupa penyediaan bahan ajar, kemudian guru melakukan
identifikasi terhadap faktor yang mempengaruhi pembelajaran guna
menentukan langkah lanjutan dalam kegiatan belajar mengajar. 2) Penggunaan
metode pembelajaan guru menerapkan metode ceramah plus, serta guru
menggali faktor internal dan faktor eksternal siswa yang mempengaruhi anak
dalam kegiatan belajar mengajar. 3) Guru dalam mengatasi hambatan belajar
siswa, salah satu langkah yang diterapkan yaitu dengan melaksanakan evaluasi
belajar. Selain itu, berdasarkan gejala yang teramati dan faktor penyebab
kesulitan belajar, maka guru dapat menetukan langkah-langkah guna mengatasi kesulitan belajar siswa, dengan hasil akhir keberhasilan dalam
proses pembelajaran
FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERKAWINAN DI BAWAH UMUR DALAM PERSPEKTIF MAQHOSID SYARI'AH (STUDI KASUS DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 2017)
Pernikahan merupakan bagian dari ajaran islam untuk menyalurkan hasrat dan seks manusia. Tata cara aturannya sudah dibuat oleh Allah SWT tentu dengan pertimbangan perbedaan yang menyesuaikan situasi dan kondisinya. Oleh karena itu selama pernikahan tidak melanggar ajaran-ajaran islam maka hukumnya tetap boleh-boleh saja.
Di indonesia ketentuan yang berkenaan dengan peraturan perkawinan telah diatur dalam peraturan perundang-undangan negara yang secara khusus berlaku bagi seluruh warga indonesia. Aturan yang dimaksud adalah dalam bentuk
undang-undang yaitu Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974. Dalam undang-Undang Perkawinan menganut prinsip dasar dimana calon suami harus sudah matang jiwa dan akalnya untuk melangsungkan perkawinan, supaya mampu mewujudkan tujuan perkawinan dengan baik, tanpa mengalami kegagalan bahkan
berakhir dengan perceraian.
Atas prinsip dasar mencegah terjadinya perkawinan anak-anak undangundang menentukan batas usia minimal untuk calon suami (pria) 19 tahun dan untuk calon istri 16 tahun UUP Pasal 7 ayat (1), KHI Pasal 15 ayat (1). Jadi asas hukum perkawinan salah satunya adalah mencegah terjadinya perkawinan di
bawah umur. Sesekalipun mereka sudah mencapai batas umur yang sudah ditentukan namun belum mencapai usia 21 tahun maka harus mendapatkan izin dari kedua orang tua walinya (UU Pasal 6 ayat (2).
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Field Research dengan melakukan pengkajian peraturan perundang-undangan, buku-buku dan kitab-kitab fiqih yang berkaitan dengan judul skripsi. Dari penelitian yang dilakukan dengan penelitian langsung di lapangan (Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Karangtengah Kabupaten Demak dan metode wawancara dengan staf kariyawan KUA, maka disitulah kami dapatkan berbagai permasalahan mengenai perkawinan di bawah umur
Analisis Survey Pembiayaan Murabahah di BPRS Mitra Harmoni Semarang
BPRS Mitra Harmoni Semarang merupakan lembaga intermediasi untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki kelebihan dana dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dana. Hal utama yang membedakan dengan bank konvensional adalah dalam cara menghimpun dan menyalurkan dana dari masyarakat harus sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah.
Dalam penyaluran dana pihak BPRS Mitra Harmoni Semarang memiliki berbagai macam produk dan akad yang digunakan sesuai dengan kebutuhan para mitranya. Salah satunya produk pembiayaan murabahah. Survey merupakan prosedur awal dalam pemeriksaan nasabah sebelum melakukan pembiayaan, oleh karena itu penulis memfokuskan tentang analisis pemberian akad murabahah pada pembiayaan di BPRS Mitra Harmoni Semarang terutama dalam hal survey yang menentukan diterima atau tidaknya suatu pembiayaan.
Metode penelitian yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode deskriptif analisis. Adapun metode pengumpulan data diantaranya dilakukan dengan cara wawancara kepada karyawan BPRS Mitra Harmoni Semarang, observasi secara langsung terhadap objek tertentu yang menjadi titik penelitian serta mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan survey pembiayaan murabahah dan dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian ini.
Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis di BPRS Mitra Harmoni Semarang bahwa pembiayaan dengan akad murabahah harus melalui tahap survey yang mana prosedurnya harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di BPRS Mitra Harmoni Semarang
Implementasi Pendidikan Islam Berkarakter Sufi pada Pembelajaran di Pesantren Darussa’adah Gubugklakah Poncokusumo Malang (Studi Kasus di Pesantren Darussaadah Poncokusumo Gubugklakah Malang )
Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan
pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi
anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara
yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan
warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum nilai-nilai
tersebut terdapat pada sumber utama pijakan dan pedoman manusia yaitu Al Quranul karim dan Sunnah Nabi yang harus dikaji lantas diimplementasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Pesantren merupakan model pendidikan klasik yang
berupaya mengantarkan anak didiknya berhasil dalam meraih kehidupan dunia dan
akherat melaui strategi ta’lim dan ta’dib dalam membentuk karakter manusia yang
baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran berbasis sufi
di Pondok Pesantren Darussa’adah Gubugklakah Poncokusumo Malang, mulai dari
perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi penilaian hasil
pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan Jenis Studi kasus,
sumber data dari penelitian ini yaitu data primer yang berasal dari jawaban ketika
wawancara dan data sekunder dan data lain yang berhubunbgan dengan penelitian.
Metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan
dokumentasi. Adapun analisa data menggunakan metode reduksi data (kondensasi),
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :1.Perencanaan pendidikan Islam
berkarakter Sufi pada pembelajaran di Pesantren Darussa’adah Gubugklakah
Poncokusumo Malang yaitu mencakup : kurikulim pesantren, strategi, perangkat
pembelajaran 2. Pelaksanaan Pendikan Islam Berkarakter Sufi di Pesantren
Darussa’adah Gubugklakah Poncokusumo Malang dengan menggunakan Metode
ta’lim dan ta’dib dua Metode yaitu ta’lim dan ta’dib. Pendekatan Metode ta’dib
melalui keteladanan, dan Pembiasaan yang digunakan dalam penanaman karakter
sabar yang melahirkan sikap ketenangan pada tubuh dan pikiran, menikmati suatu
proses, menstabilkan tempo dengan lingkungan, gigih, tanggung jawab, disiplin
waktu,taat peraturan. Sedangkan karakter istiqomah melahirkan sikap jujur,
menjaga hati, lisan dan perbuatan dan suka mempelajari hal yang baru.3. Evaluasi
Pendidikan Islam Berkarakter Sufi melalui jenis tes dan non tes
OPTIMASI DAYA REAKTIF SECARA EKONOMISMENGGUNAKAN METODE EVOLUTIONARY PROGRAMMING DAN EVOLUTIONARY STRATEGY PADA SALURAN TRANMISI 150 kV SUB SISTEM PAITON-BALI
Adanya persoalan dalam menghadapi kebutuhan daya listrik yang tidak tetap dari waktu ke waktu, sehingga menimbulkan permasalahan yaitu bagaimana mengoperasikan suatu sistem tenaga listrik ya! selalu dapat memenuhi permintaan daya pada setiap saat, dengan kualitas baik dan harga yang murah. Oleh karena itu pada suatu operasi pada beban tertentu, perhitungan ekonomis harus tetap merupakan suatu prioritas atau nilai yang harus diperhitungkan disamping hal-hal lain sehingga nantinya diperlukan suatu rencana operasi yang optimum dengan tetap memenuhi beberapa persyaratan pengoperasian sistem tenaga listrik yaitu antara lain: daya yang dibangkitkan cukup untuk memasok beban dan rugi-mugi daya pada saluran transmisi, tegangan bus sesuai dengan ratingnya
Skripsi ini menganalisis optimasi daya reaktif secara ekonomis denga menggunakan metode Evolutionary Programming dan Fodutionary Strang Hasil dari analisa tersebut nantinya dapat digunakan sebagai salah satu actuant dalam operasi pembangkitan dan penyaluran daya yang ekonomis dan optimal. terutama mengenai optimasi biaya pembangkitan. Input dari program ini adalah biaya hahan bakar (fuel cost), biaya pemeliharaan dan hasil perhitungan aliran daya, sedangkan hasil akhir dari program ini yaitu hasil perhitungan aliran daya tegangan dan sudut fasa tiap-tiap bus serta biaya pembangkitan yang optimum Analisa dilakukan dengan bantuan program komputer denga menggunakan bahasa pemrograman Delphi versi 7.0 dan telah solises diophu pada sab sistem 150 kV Paiton-Hal yang terdiri dari 25 bau, dimana telah berhasil dilakukan penghematan biaya pembangkitan sebesar Rp.131.666,094,- per-jam atas terjadi optimasi biaya sebesar 11,8980 %
Hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU dengan sikap sosial keagamaan siswa MTs Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan Jepara tahun pelajaran 2014/2015
Skripsi ini membahas tentang Hubungan antara Keaktifan Mengikuti Kegiatan IPNU/IPPNU dengan Sikap Sosial Keagamaan Siswa MTs. Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan Jepara Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan: (1) Bagaimanakah tingkat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU di MTs. Darul Ulum?, (2) Bagaimanakah tingkat sikap sosial keagamaan siswa pengurus IPNU/IPPNU di MTs. Darul Ulum?, dan (3) Adakah hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU dengan sikap sosial keagamaan siswa di MTs. Darul Ulum?.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan atau pada responden. Populasi penelitian sebanyak 40 responden yang terdiri dari 20 pengurus IPNU dan 20 pengurus IPPNU. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi karena jumlah responden kurang dari 100. Pengumpulan data menggunakan angket untuk mengetahui tingkat keaktifan siswa mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU dan tingkat sikap sosial keagamaan siswa serta hubungan antara keduanya, sedangkan untuk pengumpulan data pendukungnya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Data penelitian yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis korelasi Product Moment. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU MTs. Darul Ulum Purwogondo Kalinyamatan Jepara pada tahun pelajaran 2014/2015 termasuk dalam kategori cukup aktif dengan rata-rata nilainya 39,375 pada interval 36-42 dan standar deviasi sebesar 6,82. (2) Sikap sosial keagamaan siswa MTs. Darul Ulum Purwogondo termasuk dalam kategori cukup baik dengan rata-rata 62,5 pada interval 59-65 dan standar deviasi sebesar 6,78. (3) Ada hubungan antara keaktifan mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU dengan sikap sosial keagamaan siswa MTs. Darul Ulum Purwogondo. Hal tersebut berdasarkan data yang telah diperoleh, dimana rxy = 0,423 lebih besar daripada rtabel dengan taraf signifikansi 5 % yaitu = 0,312 atau dengan taraf signifikasi 1% yaitu = 0,402, sehingga ro > rtabel, maka hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel X (keaktifan mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU) dengan variabel Y (sikap sosial keagamaan siswa MTs. Darul Ulum Purwogondo). Hal ini berarti bahwa sikap sosial keagamaan siswa ada hubungannya dengan keaktifan mereka dalam mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU. Sehingga siswa yang aktif mengikuti kegiatan IPNU/IPPNU diyakini dapat menumbuhkan sikap sosial keagamaan
bagi siswa tersebut
