254 research outputs found
Pengaruh konsentrasi Rootone F dan lama perendaman terhadap pertumbuhan stek batang poko (Mentha arvensis L.)
ENDANG SRI LESTARI. J213096078. Pengaruh Konsentrasi Rootone-F dan Lama Perendankan terhadap Pertumbuhan Stek Batang Poko (Mentha arvensis L.) (di bawah bimbingan Hj. Rini Budi Hastuti dan Erma Prihastanti).
Pertumbuhan akar merupakan faktor terpenting pada teknik perbanyakan secara stek karena setelah terbentuk akar dengan baik, maka kemampuan stek untuk membentuk tunas akan lebih baik. Rootone-F sering digunakan untuk usaha pembibitan dengan stek batang karena dapat merangsang pembentukan akar.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Rootone-F dan lama perendaman terhadap pertumbuhan stek batang poko dan mengetahui interaksi antara keduanya.
Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai dengan Desember 2000 di Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu„ Karanganyar. Penelitian ini dilaksanakan secara faktorial 4 X 3 dengan pola dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone-F yang terdiri dari empat taraf yaitu 0 ppm, 100 ppm, 200 ppm dan 300 ppm. Faktor kedua adalah lama perendaman yang terdiri dari tiga taraf yaitu 1 jam, 10 jam dan 20 jam. Parameter yang diamati meliputi jumlah akar, tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat basah tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan anova pada taraf signifikan 5 %.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian konsentrasi Rootone-F 200 dan 300 ppm dengan lama perendaman 20 jam memberikan rata-rata terbaik terhadap jumlah akar, tinggi, jumlah daun dan berat basah tanaman poko serta tidak terdapat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman
Gaya Kepengarangan Dewi Lestari Dalam Novel Supernova: Kesatria, Putri, Dan Bintang Jatuh
Novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh karya Dewi Lestari
merupakan novel yang memiliki gaya kepengarangan yang khas. Gaya
kepengarangan merupakan cara yang digunakan oleh Dewi Lestari dalam
memaparkan gagasan-gagasannya melalui aspek kebahasaan. Berdasarkan
pemaparan tersebut rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi; (1)
Bagaimanakah konstruksi tema dan penokohan di dalam novel Supernova:
Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh karya Dewi Lestari?; (2) Bagaimanakah
bentuk penggunaan aspek kebahasaan berupa unsur leksikal, dan bahasa figuratif
sebagai gaya kepengarangan Dewi Lestari dalam novel Supernova: Kesatria,
Putri, dan Bintang Jatuh?; (3) Bagaimanakah pemanfaatan hasil penelitian gaya
kepengarangan Dewi Lestari novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh
sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA kelas XII semester genap?
Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif.
Sumber data dalam penelitian adalah novel Supernova: Kesatria, Putri, dan
Bintang Jatuh karya Dewi Lestari cetakan kedua belas tahun 2016 terbitan PT
Bentang Pustaka, laman pribadi Dewi Lestari, serta silabus SMA kelas XII. Data
dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan yang berkaitan dengan konstruksi
tema dan penokohan, serta aspek kebahasaan berupa unsur leksikal dan bahasa
figuratif. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis
data meliputi: pengklasifikasian data berdasarkan permasalahan yang terdapat
dalam penelitian, pemfokusan masalah, deskripsi data, analisis data, interpretasi
data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dan pembahasan dari rumusan masalah pertama menunjukkan bahwa
konstruksi tema yang digambarkan Dewi Lestari di dalam novel memiliki corak
humanis. Dewi Lestari menjadikan aspek keberadaan manusia sebagai poros
utama pengembangan konsep cerita di dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh, yakni manusia dalam rangka hubungannya dengan Tuhan dan
makna keberadaan dirinya di dalam kehidupan. Konstruksi penokohan di dalam
novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh menunjukkan bahwa cara
Dewi Lestari dalam mengonstruksikan penokohan adalah dengan menggunakan
metode telling- showing dualitas perspektif.
Berdasarkan pembahasan mengenai aspek kebahasaan, bentuk yang khas
dalam gaya kepengarangan Dewi Lestari tampak pada unsur leksikal dan bahasa
figuratif. Unsur leksikal memiliki corak “saintifik-futuristik” dengan kekhasan
penggunaan nama-nama tokoh dari berbagai bidang keilmuan, kata serta istilah
ilmiah, dan bahasa asing, yakni bahasa Inggris dan Portugis. Bahasa figuratif
dalam novel Supernova: Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh merupakan bentuk
“estetika fungsional” dengan kekhasan penggunaan bentuk penyiasatan struktur
berupa kalimat bergaya asindenton, dan kalimat repetisi, serta pemajasan. Kalimat
bergaya asindenton yang digunakan oleh Dewi Lestari dalam novel memiliki
enam fungsi. Kalimat Repetisi yang terdapat dalam novel terdiri dari jenis repetisi
yaitu, epizeuksis, tautotes, anafora, epistrofa, simploke, mesodiplosis, dan
anadiplosis, serta memiliki empat fungsi dalam pendeskripsian cerita. Pemajasan
dalam novel terdiri dari gaya bahasa kiasan yakni majas metafora, simile,
personifikasi, metonimia, alegori, sedangkan gaya bahasa retoris berupa majas
hiperbola, dan paradoks. Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai alternatif materi
pembelajaran sastra di SMA kelas XII semester genap. Kompetensi dasar yang
digunakan adalah 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel dan 4.9 Merancang
novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah di dalam novel Supernova: Kesatria,
Putri, dan Bintang Jatuh Dewi Lestari memiliki gaya kepengarangan yang
“humanis, metode telling-showing dualitas perspektif, saintifik-futuristik, dan
estetika fungsional”. Dewi Lestari menyampaikan konsep kehumanisan dengan
penyajian penokohan menggunakan metode telling-showing dualitas perspektif
melalui sarana unsur leksikal yang bercorak saintifik-futuristik dan bahasa
figuratif sebagai suatu bentuk estetika fungsional. Hasil penelitian dapat dijadikan
sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA kelas XII semester genap
Peningkatan Kreativitas Gerak tari Melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Acheivement Division (STAD) pada kelas VII-6 di SMP Negeri 1 Tanjunganom.
ABSTRAK Lestari, Endang Sri.2016. Peningkatan Kreativitas Gerak tari Melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Acheivement Division (STAD) pada kelas VII-6 di SMP Negeri 1 Tanjunganom. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni, Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Dra. NINIK HARINI, M.Sn Kata Kunci:Peningkatan Kreativitas Gerak Tari, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Acheivement Division (STAD) Berdasarkan hasil observasi pada pembelajran seni Budaya sub bidang seni tari kelas VII-6 SMP Negeri 1 Tanjunganom, diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni tari berada di bawah KKM. Siswa terlihat kurang antusias, kurang aktif dan kurang bersungguh-sungguh dalam pembelajaran seni budaya sub bidang seni tari, karena guru hanya menerapkan metode ceramah, dan demontrasi. Dari 32 siswa,hanya 8 siswadenganprosentase 25% yang hasilbelajarnyadiatas KKM, sedangkan sebanyak 24 siswa dengan prosentase 75% siswa masih belum mencapai KKM (75). Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar kreativitas gerak tari pada siswa kelas VII-6 SMP Negeri 1 Tanjunganom melalui penerapan metode pembelajaran Kooperatif tipe Student Teams Acheivement Division (STAD). Penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif, subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Pelaksanannya dilakukan dalam 2 siklus yaitu Siklus I dan Siklus II . prosedur penelitian meliputi 4 tahap yaitu 1) Perencanaan 2) Pelaksanaan tindakan 3) Pengamatan 4) Refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes unjuk kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I nilai keaktivan siswa yang berada di atas KKM (75) pada pertemuan ke satu sejumlah 19 siswa dengan prosentase 59,38%, pertemuan kedua sejumlah 21 siswa dengan prosentase 65,63%, sedangkan nilai unjuk kerja sejumlah 25 siswa dengan prosentase 78,13%. Oleh karena itu dilakukan siklus II. Pada siklus II nilai keaktifan siswa pada pertemuan ke satu sejumlah 24 siswa dengan prosentase 75%, pertemuan kedua sejumlah 26 siswa dengan prosentase 81,25%. Sedangkan nilai unjuk kerja secara individu sejumlah 27 siswa dengan prosentase 84,38%. Sedangkan secara kelompok sejumlah 5 kelompok dengan prosentase 83,33%. Berdasarkan hasil penelitian, dapatdisimpulkanbahwa model pembelajarankooperatiftipe Student Teams Acheivement Division (STAD) dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa padapembelajaran SeniBudaya sub prakteksenitari. Disarankan guru dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Acheivement Division (STAD) sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan pada setiap pembelajaran seni budaya sub bidang seni tari di kelas VII.
penerapan model pembelajaran probing prompting untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII3 SMP Negeri 4 Siak Hulu
Application of Learning Models Probing Prompting for Increase Results Learn Mathematics Student Class VIII 3 , 4 Siak Public Middle School Upstream
Desi Lestari
NPM. 136411159
Thesis. Study Program Education Mathematics . FKIP Riau Islamic University
Mentor Main : Dr. Hj . Sri Rezeki, S.Pd. M.Sc.
Mentor Companion : Endang Istikomah , M.Pd
ABSTRACT
Research this aiming for improve the learning process and improve the results learn students class VIII 3 of SMP Negeri 4 Siak Upstream through the application of the probing model prompting. As for the subject in research this total of 41 students . Research this held on July 25 , 2017 to September 20, 2017. Research this is research action class (PTK) consisting from two cycle . Instrument data collection used on research this is sheet observation and sheet test repeat daily . Based on the results research , look existence enhancement activity students which students more enthusiastic memperha tikan the teacher and too more fok us in concentrating follow lesson , brave asking and put forward opinion and too remembering back material that has been be delivered by the teacher. Based on the results learn students , increase the results learn seen from total students who reach KKM on score basic that is as much 17 students or 41.46 %, at repeat daily I amount sis wa who reached KKM as many as 24 students or 58.54 %, and total students who reach KKM on repeat Daily II as many as 28 students or 68.29%. Based on the average yield learn students on score basic namely 64 , 37 , replay daily I average yield learn students namely 70.49, and on repeat daily II average yield learn students namely 79.17. So that concluded that the application of the probing prompting model can improve the learning process and improve the results learn students VIII grade 3 SMP Nege ri 4 Siak Upstream year 2017/2018 teachings especially on material relation and function .
Key Words i : Application of Model Probing Prompting , Results Learn Mathematic
Upaya Meningkatkan Sosial Emosional Melalui Kegiatan Bermain Kooperatif Pada Anak mKelompok B Di RA Rahmatullah Tanjung Morawa Pembimbing
Tujuan utama dilakukannya penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui
perkembangan sosial emosional anak kelompok B di RA Rahmatullah Tanjung Morawa
sebelum dilakukannya tindakan kelas, untuk mengetahui penerapan kegiatan bermaian
kooperatif pada anak kelompok B di RA Rahmatullah Tanjung Morawa ketika
dilakukannya tindakan kelas, dan untuk mengetahui pengaruh positif dari penerapan
kegiatan bermain kooperatif terhadap peningkatan sosial emosional pada anak kelompok
B di RA Rahmatullah Tanjung Morawa setelah dilakukannya tindakan kelas. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek
penelitian anak kelompok B di RA Rahmatullah Tanjung Morawa dengan jumlah 15
orang anak. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan
anak, yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan pada tiap siklusnya adalah
perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dari hasil penelitian yang dilakukan
maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak kelompok B di RA
Rahmatullah Tanjung Morawa sebelum dilakukannya tindakan kelas masih belum
maksimal sebab pada sebagian besar anak masih sulit untuk siap membantu teman, anak
masih enggan bekerjasama terlebih dengan teman yang tidak dekat dengannya, serta
masih munculnya egosentris anak ketika guru melakukan kegiatan bermain dengan alat.
Penerapan kegiatan bermaian kooperatif pada anak kelompok B di RA Rahmatullah
Tanjung Morawa dilakukan sebanyak dua siklus dimana kegiatan bermain kooperatif
yang dilakukan ada dua bentuk yaitu permainan ular naga dan permainan boin-boinan
yang dimainkan secara berkelompok dan kompetisi. Penerapan kegiatan bermain
kooperatif berpengaruh positif terhadap peningkatan sosial emosional pada anak
kelompok B di RA Rahmatullah Tanjung Morawa. Hal tersebut dibuktikan dengan
keberhasilan tindakan yang mengalami peningkatan sejak prasiklus hingga siklus II
dimana pada tahap prasiklus atau sebelum dilakukan kegiatan bermain kooperatif, sosial
emosional anak hanya mencapai 24,44 %. Kemudian terjadi peningkatan pada siklus I
menjadi 55,56 % namun masih belum maksimal karena belum mencapai indikator
keberhasilan sebesar 80 %, dan puncaknya terjadi peningkatan pada siklus II sebesar
86,67 % dengan kriteria baik sekali serta telah mencapai indikator keberhasilan yang
diinginkan
Analisis Kelayakan Usaha Pembenihan Lele Sangkuriang (Clarias sp.) Studi Kasus: Usaha Bapak Endang, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Lele sangkuriang merupakan jenis lele baru yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan untuk memperbaiki penurunan kualitas lele dumbo. Lokasi penyebaran lele sangkuriang salah satunya adalah Kabupaten Bogor karena merupakan daerah pemasok utama benih lele di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Kabupaten Bogor juga memiliki kondisi iklim dan sarana yang mendukung untuk usaha pembenihan lele sangkuriang. Namun, kondisi tersebut belum mampu menjadikan Kabupaten Bogor sebagai daerah yang mampu memenuhi seluruh permintaan lele konsumsi. Pada tahun 2010, Kabupaten Bogor selalu mengalami kekurangan lele konsumsi setiap bulannya (Disnakan Kabupaten Bogor, 2011). Keadaan ini mengindikasikan bahwa kebutuhan benih lele sangkuriang untuk usaha pembesaran lele konsumsi juga akan meningkat. Usaha Bapak Endang merupakan salah satu lokasi percontohan budidaya pembenihan lele sangkuriang di Kabupaten Bogor yang selalu mengalami kelebihan permintaan, sehingga Bapak Endang berencana untuk melakukan pengembangan usaha. Adanya pengembangan usaha tersebut dapat digunakan sebagai lokasi percontohan kelayakan usaha pembenihan lele sangkuriang, karena lele ini relatif lebih baru dibandingkan lele dumbo. Alternatif pengembangan usaha dapat menggunakan lahan sendiri atau lahan sewa. Sedangkan alternatif penggunaan modal dapat menggunakan modal sendiri, modal pinjaman atau campuran. Oleh karena itu, diperlukan analisis kelayakan untuk memilih alternatif usaha yang paling menguntungkan pada rencana pengembangan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menganalisis kelayakan non finansial usaha pembenihan lele sangkuriang Bapak Endang dari aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial serta lingkungan; 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembenihan lele sangkuriang Bapak Endang sebelum dan setelah pengembangan usaha; 3) Menganalisis sensitivitas peningkatan biaya pakan dan penurunan jumlah produksi terhadap kelayakan usaha pembenihan lele sangkuriang Bapak Endang sebelum dan setelah pengembangan usaha; 4) Menganalisis alternatif penggunaan lahan dan modal yang paling menguntungkan untuk rencana pengembangan usaha pembenihan lele sangkuriang Bapak Endang. Penelitian ini dilakukan pada usaha pembenihan lele sangkuriang Bapak Endang, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Jenis dan sumber data berasal dari data primer yang diperoleh dari wawancara dan pengamatan langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang terkait dengan penelitian. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diolah menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan diintepretasikan secara deskriptif. Data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. Analisis kualitatif terdiri dari aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum, aspek sosial dan aspek lingkungan. Sedangkan analisis kuantitatif dilihat dari aspek finansial berdasarkan kriteria kelayakan finansial Net iii Present value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PP) serta analisis sensitivitas. Berdasarkan hasil analisis aspek-aspek non finansial, menunjukkan bahwa usaha pembenihan lele sangkuriang saat ini maupun rencana pengembangan layak untuk dilaksanakan. Berdasarkan aspek pasar, peluang pasar masih terbuka karena terdapat 1.542.971 ekor benih lele per bulan yang belum bisa dipenuhi permintaannya meskipun sudah melakukan pengembangan usaha. Berdasarkan aspek teknis, usaha pembenihan lele sangkuriang tidak mengalami kendala terhadap lokasi usaha karena sudah sesuai dengan kondisi iklim yang dibutuhkan untuk budidaya pembenihan. Berdasarkan aspek manajemen, perusahaan telah memiliki struktur organisasi yang dapat memudahkan dalam pembagian pekerjaan secara jelas sesuai dengan jabatan masing-masing dengan jumlah tenaga kerja yang cukup. Berdasarkan aspek hukum, usaha belum memenuhi persyaratan untuk memiliki izin. Selain itu, usaha ini juga telah menggunakan induk lele sangkuriang asli dari BBPBAT Sukabumi. Berdasarkan aspek sosial, keberadaan usaha mampu mengurangi jumlah pengangguran karena jumlah tenaga kerja yang digunakan pada saat ini sebanyak 8 orang, sedangkan pada rencana pengembangan usaha akan direkrut sebanyak 16 orang tenaga kerja baru. Berdasarkan aspek lingkungan, limbah yang dihasilkan berupa air sisa pemeliharaan benih lele sangkuriang tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan karena dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Analisis aspek finansial pada usaha saat ini menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 364.446.022,00, IRR sebesar 32,25 persen, Net B/C sebesar 2,20 dan payback period selama 3,97 tahun. Usaha pembenihan lele sangkuriang saat ini dapat dikatakan layak apabila nilai NPV>0, IRR>tingkat suku bunga yang digunakan sebesar 7,47 persen, Net B/C>1 dan payback period lebih pendek dari umur proyek, yaitu selama 8 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan tersebut, maka usaha saat ini layak untuk dilaksanakan. Alternatif usaha yang menggunakan lahan sewa dengan modal sendiri merupakan pilihan paling baik untuk rencana pengembangan dibandingkan dengan alternatif usaha lainnya karena menghasilkan nilai NPV sebesar Rp 861.543.234,00, IRR sebesar 78,78 persen, Net B/C sebesar 4,20 dan payback period selama 1,89 tahun. Pada usaha yang sedang dijalankan saat ini, usaha pembenihan lele sangkuriang tidak sensitif terhadap kenaikan biaya pakan karena nilai presentase switching value peningkatan biaya pakan sebesar 118,02 persen lebih besar dibandingkan peningkatan biaya pakan yang pernah terjadi pada tahun 2010, yaitu sebesar 20,83 persen. Namun, usaha saat ini sensitif terhadap penurunan jumlah produksi karena nilai presentase switching value penurunan jumlah produksi sebesar 13,11 persen lebih kecil dibandingkan penurunan jumlah produksi yang pernah terjadi pada tahun 2010, yaitu sebesar 50 persen. Berdasarkan analisis switching value menunjukkan bahwa alternatif pengembangan usaha menggunakan lahan sewa dan 100 persen modal sendiri merupakan pilihan yang mampu memberikan tingkat keamanan paling besar dibandingkan alternatif usaha lainnya, dengan nilai peningkatan biaya pakan sebesar 135,67 persen (artinya peningkatan biaya pakan yang masih dapat ditolerir agar usaha tetap layak untuk dilaksanakan sebesar 135,67 persen) dan penurunan jumlah produksi sebesar 15,07 persen (artinya penurunan jumlah produksi yang masih dapat ditolerir agar usaha tetap layak untuk dilaksanakan adalah sebesar 15,07 persen)
Manajemen Pemeliharaan dan Produktivitas Kambing Kacang di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah
BTARA PRAMU AJI. 23010110130162. 2014. Manajemen Pemeliharaan dan
Produktivitas Kambing Kacang di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah (Rearing
Management and Productivity of Kacang Goats in Karanganyar Regency Central
Java). (Pembimbing: CHRISTINA MARIA SRI LESTARI dan ENDANG
PURBOWATI )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pemeliharaan
kambing Kacang yang dilakukan oleh peternakan rakyat di Kabupaten
Karanganyar meliputi pemberian pakan, perkandangan, perkawinan, pencegahan
dan pengendalian penyakit, serta produktivitas ternak. Penelitian dilakukan pada
tanggal 1–30 September 2013 di Kecamatan Karanganyar, Jumapolo dan Jatipuro.
Materi yang digunakan adalah ternak kambing Kacang sebanyak 198 ekor
dengan umur 0–4 tahun milik 30 orang peternak yang diambil secara purpossive
sampling berdasarkan jumlah kepemilikan (minimal 3 ekor) dan pengalaman
pemeliharaan kambing (minimal 2 tahun). Metode penelitian adalah survey
dengan mengambil data dari peternak yang dilakukan dengan cara pengamatan,
wawancara, pengukuran, dan mencatat hal-hal yang diperlukan meliputi
pemberian pakan, kandang, perkawinan, pencegahan dan pengendalian penyakit,
serta produktivitas (pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan, service per
conception (S/C), litter size, kidding interval, serta mortalitas pra sapih).
Berdasarkan hasil penelitian, kecamatan yang digunakan untuk pengambilan
data merupakan daerah pegunungan. Peternak berusia produktif, tingkat
pendidikan Sekolah Dasar (SD), dan pekerjaan sebagai petani. Pemeliharaan
kambing dilakukan secara intensif pada kandang lemprak, pemberian pakan
hijauan seperti legum pohon (mahoni, sengon, ketela pohon, nangka) dan rumput
(setaria) serta belum diberikan konsentrat, perkawinan kambing dilakukan secara
alami. Scabies merupakan penyakit yang sering terjadi dan pengobatan dengan
mendatangkan petugas kesehatan atau melakukan pengendalian penyakit dengan
sanitasi kandang. Produktivitas kambing, yaitu PBBH meningkat pada paska
sapih dan optimal pada pubertas, konsumsi pakan melebihi standar kebutuhan
menurut Kearl (1982), kidding interval panjang, litter size tinggi, S/C bagus, dan
mortalitas pra sapih rendah. Korelasi antara tatalaksana pemeliharaan dengan
produktivititas memiliki hubungan yang erat dan positif secara statistik.
Simpulan hasil penelitian yaitu manajemen pemeliharaan kambing Kacang
di Kabupaten Karanganyar berkriteria sedang pada aspek kesehatan, kandang, dan
pemeliharaan. Perlu adanya penambahan pakan konsentrat dan pencatatan
perkawinan setelah melahirkan. Budidaya kambing dengan melakukan
manajemen pemeliharaan yang baik akan menghasilkan produktivitas yang baik
pula
KOMPOSISI TUBUH KAMBING KACANG AKIBAT PEMBERIAN PAKAN DENGAN SUMBER PROTEIN YANG BERBEDA
ALEXANDER GALIH PRAKOSO. 23010112130133. 2016. Komposisi Tubuh
Kambing Kacang akibat Pemberian Pakan dengan Sumber Protein yang Berbeda.
(Body Composition of Kacang Goat Fed by Different Sources of Feed Protein).
(Pembimbing : ENDANG PURBOWATI dan C. M. SRI LESTARI).
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan dengan sumber
protein yang berbeda terhadap komposisi tubuh kambing Kacang jantan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei - Agustus 2015. Lokasi penelitian di
Kandang Kambing Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas
Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang.
Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 12 ekor kambing Kacang
jantan umur kurang lebih 1 tahun dengan bobot badan rata-rata 16,47±1,55 kg
(CV 9,43%). Pakan yang diberikan adalah rumput gajah, daun gliricidae, onggok,
wheat bran, bahan pakan sumber protein yang berbeda yaitu tepung ikan dan
bungkil kedelai. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak
lengkap dengan 3 perlakuan pakan dan 4 ulangan. Perlakuan pakan yang
diberikan terdiri dari hijauan (rumput gajah dan gliricidae) 100% (T0), hijauan
60% + konsentrat dengan sumber protein tepung ikan 40% (T1) dan hijauan 60%
+ konsentrat dengan sumber protein bungkil kedelai 40% (T2). Parameter utama
penelitian yang diamati adalah komposisi tubuh kambing Kacang yang terdiri dari
kadar air, protein dan lemak tubuh yang diukur dengan metode urea space.
Parameter pendukung penelitian adalah konsumsi pakan yang terdiri dari
konsumsi bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan total digestible nutrients
(TDN) serta pertambahan bobot badan harian (PBBH) kambing Kacang. Data
dianalisis menggunakan analisis varians pada taraf signifikasi 5%, dan jika
terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji Duncan.
Hasil penelitian menunjukkan semua parameter komposisi tubuh yang
diamati berbeda nyata (P < 0,05) akibat pemberian pakan dengan sumber protein
yang berbeda. Kandungan protein dan lemak tubuh T2 yaitu 2,093 kg (12,565%)
dan 3,529 kg (21,216%) serta T1 yaitu 1,862 kg (12,314%) dan 3,187 kg
(21,095%) lebih tinggi daripada T0 yaitu 1,122 kg (10,896%) dan 2,129 kg
(20,738%), namun kandungan air tubuh T0 (6,008 kg atau 58,532%) lebih tinggi
daripada T1 (8,799 kg atau 58,261%) dan T2 (9,670 kg atau 58,170%). Tingginya
kandungan protein dan lemak tubuh pada T2 dan T1 disebabkan oleh tingginya
konsumsi BK, PK dan TDN yaitu 694,37 g, 108,25 g dan 388,20 g pada T2 dan
601,89 g, 82,10 g dan 320,57 g pada T1. Akibatnya PBBH yang dihasilkan tinggi
pula pada T2 (73,54 g) dan T1 (75,15 g). Simpulan hasil penelitian ini adalah
pemberian pakan komplit yang mengandung konsentrat dengan tambahan tepung
ikan atau bungkil kedelai mampu memperbaiki produktivitas kambing Kacang
jantan, yang berpengaruh terhadap meningkatnya bobot badan, kandungan protein
dan lemak tubuh serta menurunnya kandungan air tubuh
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S UMUR 20 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TODANAN, KECAMATAN TODANAN, KABUPATEN BLORA
Poltekkes Kemenkes SemarangProgam Studi Diploma III Kebidanan Blora2021ABSTRAKEndang Sri Lestari1,Novita Ika Wardani2Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. S umur 20 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Todanan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Bloraxv+142hal+6tabel+6lampiranProses kehamilan, persalinan, dan nifas adalah proses fisiologis. Dalam proses ini tidak sedikit ibu mengalami masalah kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Pada 2018 AKI di Indonesia 305 / 100.000 kelahiran hidup dan AKB di Indonesia mencapai 25,5 / 100.000 kelahiran hidup. Pada 2018 AKI di Blora 13 kasus dan AKB 110 kasus.Penulisan Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus menggunakan pendekatan proses kebidanan menggunakan 7 langkah varney dan metode SOAP.Hasil penelitian ini diperoleh dengan diagnosis Ny. S G1P0A0 39+2 minggu kehamilan fisiologis, dengan keluhan sering BAK, dengan tenaga fisiologis diikuti oleh periode postpartum fisiologis dengan kebutuhan pendidikan kesehatan mengenai keluarga berencana yang aman untuk ibu menyusui, dan bayi yang baru lahir secara fisiologis.Dalam asuhan kehamilan, ada kesenjangan dalam waktu pemeriksaan HB (Haemoglobin), dalam asuhan persalinan, persalinan dan keluarga berencana, BBL tidak ada kesenjangan dalam pemberian asuhan.Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu pada penatalaksanaan asuhan terdapat kesenjangan antara teori dan praktik asuhan yang ada di lahan. Meskipun pada penatalaksanaannya ada yang tidak sesuai dengan teori tetapi kondisi ibu dan bayi tetap sehat dan asuhan yang diberikan telah efektif.________________________________________Kata kunci: Asuhan Kebidanan Kehamilan, Nifas, BBL, KBPustaka: 54 Pustaka (2012 s/d 2020
Hubungan Kecemasan Sosial dan Kematangan Emosi dengan Kematangan Seksual Remaja SMP di Kabupaten Bantul Yogyakarta
This research aims to find out some factors related to the sexual maturity, such as the social anxiety and emotional maturity on the adolescents of the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta. The hypotheses which are presented in this research are: First; there is a relation between the social anxiety and emotional maturity towards the sexual maturity; Second, there is a negative relation between the social anxiety and sexual maturity; Third, there is a positive relation between the emotional maturity and sexual maturity.The research participants were 70 male and female adolescents in SMP N 2 Banguntapan, Kabupaten Bantul. The data gathering was carried out in two phases, First, by applying the sampling area technique in order to determine the research location and Second, by applying the cluster random sampling technique to determine the research sample subject. Meanwhile, the research instrument which was employed was the scale of social anxiety, emotional maturity and sexual adolescents maturity. The double-regression technique was applied to analyze the data in this research.The result of this research showed that: First, there was a relation between social anxiety and emotional maturity towards the sexual maturity in adolescentsof the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta (R=0,667, R2=0,445, F-regression= 26,911 and the significant level for about p< 0,01). Second, there was a negative relation between the social anxiety and sexual maturity in adolescentof the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta (R partial=0,632, p=0,01). Third, there was a positive relation between the emotional maturity and sexual maturity in adolescebtsof the SMP in Kabupaten Bantul, Yogyakarta (R partial=0,358, level p<0,01).Key words: Sexual Maturity, Social Anxiety, Emotional Maturity
- …
