1,721,083 research outputs found

    STRATEGI TIM AMB DISKOMINFOTIK DKJ DALAM MENGIDENTIFIKASI ISU NEGATIF

    No full text
    ABSTRAK (A) SYLVIA HERMAN/NIM (B) STRATEGI TIM AMB DISKOMINFOTIK DKJ DALAM MENGIDENTIFIKASI ISU NEGATIF (C) xvii+82 hlm, Tahun 2024, 6 tabel, 10 gambar, 11 Lampiran (D) Public Relations Abstrak: Sebagai kota besar, DKJ sering menjadi pusat berbagai isu yang kompleks dan beragam. Untuk mengatasi hal ini, Diskominfotik DKJ memanfaatkan media monitoring sebagai alat untuk mengidentifikasi isu negatif yang berkembang di wilayahnya. Penelitian ini berfokus pada strategi yang diterapkan Tim AMB Diskominfotik DKJ dalam mendeteksi isu negatif dari pemberitaan media. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah Tim AMB Diskominfotik DKJ, sementara objeknya adalah strategi yang mereka laukan dalam mengidentifikasi isu negatif. Hail penelitian menunjukkan bahwa Tim AMB Diskominfotik DKJ mengidentifikasi isu negatif dengan menerapkan suatu strategi meliputi media monitoring, dan analisis sentimen. Dengan melakukan pemantauan media secara rutin menggunakan berbagai platform baik media online maupun media cetak, Tim AMB dapat secara cepat menemukan isu-isu yang beredar di media. Strategi yang mereka terapkan dengan melakukan identifikasi isu sejak dini tersebut mengurangi potensi krisis yang dapat merusak citra Pemprov DKJ. Dengan komunikasi organisasi yang terstruktur, meliputi empat aliran komunikasi, turut mempercepat penyampaian informasi dan memastikan respons yang tepat terhadap isu yang sedang berkembang. Kata Kunci : Strategi, Media Monitoring, Analisis Sentimen, Isu Negatif (E) DAFTAR PUSTAKA: 12 buku, 30 Jurnal (F) Dr. Moehammad Gafar Yoedtadi, M.Si

    STRATEGI TIM AMB DISKOMINFOTIK DKJ DALAM MENGIDENTIFIKASI ISU NEGATIF

    No full text
    ABSTRAK (A) SYLVIA HERMAN/NIM (B) STRATEGI TIM AMB DISKOMINFOTIK DKJ DALAM MENGIDENTIFIKASI ISU NEGATIF (C) xvii+82 hlm, Tahun 2024, 6 tabel, 10 gambar, 11 Lampiran (D) Public Relations Abstrak: Sebagai kota besar, DKJ sering menjadi pusat berbagai isu yang kompleks dan beragam. Untuk mengatasi hal ini, Diskominfotik DKJ memanfaatkan media monitoring sebagai alat untuk mengidentifikasi isu negatif yang berkembang di wilayahnya. Penelitian ini berfokus pada strategi yang diterapkan Tim AMB Diskominfotik DKJ dalam mendeteksi isu negatif dari pemberitaan media. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah Tim AMB Diskominfotik DKJ, sementara objeknya adalah strategi yang mereka laukan dalam mengidentifikasi isu negatif. Hail penelitian menunjukkan bahwa Tim AMB Diskominfotik DKJ mengidentifikasi isu negatif dengan menerapkan suatu strategi meliputi media monitoring, dan analisis sentimen. Dengan melakukan pemantauan media secara rutin menggunakan berbagai platform baik media online maupun media cetak, Tim AMB dapat secara cepat menemukan isu-isu yang beredar di media. Strategi yang mereka terapkan dengan melakukan identifikasi isu sejak dini tersebut mengurangi potensi krisis yang dapat merusak citra Pemprov DKJ. Dengan komunikasi organisasi yang terstruktur, meliputi empat aliran komunikasi, turut mempercepat penyampaian informasi dan memastikan respons yang tepat terhadap isu yang sedang berkembang. Kata Kunci : Strategi, Media Monitoring, Analisis Sentimen, Isu Negatif (E) DAFTAR PUSTAKA: 12 buku, 30 Jurnal (F) Dr. Moehammad Gafar Yoedtadi, M.Si

    Using imagery to solve spatial problems

    No full text
    This report focuses on the use of imagery to solve a range of spatial problems. The research projects reviewed in this report offer some insight into the range of strategies used by solvers of spatial problems and point to relationships between spatial and verbal skills

    Peranan Dewan Kesenian Jember (Dkj) Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Di Kabupaten Jember Tahun 2006-2015

    No full text
    Dewan Kesenian Jember (DKJ) merupakan organisasi yang dibentuk oleh para seniman kabupaten Jember yang merasakan bahwa kondisi kesenian di kabupaten Jember tidak kondusif. Sebelum terbentuknya Dewan Kesenian Jember (DKJ) telah terbentuk yang namanya Forum Kesenian Jember (FKJ) yang memiliki tujuan sama dengan Dewan Kesenian Jember (DKJ) yaitu pelestarian kesenian tradisional. Dewan Kesenian Jember (DKJ) dibentuk pada tahun 2006 dengan ketuanya bapak Gatot Sukarman. Dewan Kesenian Jember (DKJ) masa pak Gatot berlangsung dua periode yaitu periode pertama tahun 2006-2010 dan 2011-2015. Ada beberapa kegiatan dan usaha-usaha yang dilakukan Dewan Kesenian Jember (DKJ) dalam melestarikan kesenian tradisional di kabupaten Jember. Permasalahan dalam penelitian ini antara lain: Bagaimana latar belakang lahirnya Dewan Kesenian Jember (DKJ), Bagaimana peranan Dewan Kesenian Jember (DKJ) dalam pelestarian kesenian tradisional di kabupaten Jember tahun 2006-2015. Tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti adalah: memahami dan mengkaji secara mendalam latar belakang berdirinya Dewan Kesenian Jember (DKJ), memahami dan mengkaji secara mendalam peranan Dewan Kesenian Jember (DKJ) dalam upaya pelestarian kesenian tradisional. Menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari beberapa langkah yaitu pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adala pendekatan sosiologi organisasi. Sedangkan teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori peranan Levinson sebagai dasar memecahkan masalah yang dikaji. Hasildari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kesenian tradisional di kabupaten Jember sebelum terbentuknya Forum Kesenian Jember (FKJ) kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan pendataan kesenian yang baru dilakukan pada tahun 2007 oleh Dinas Priwisata dan Kebudayaan kabupaten Jember. Selain masalah pendataan juga dikarenakan tidak adanya bantuan dari pemerintah kepada para seniman sehingga para seniman hanya mengandalkan dana mandiri dan ada juga yang melalui arisan kesenian. Karena ingin memberikan wadah bagi para seniman untuk mengaspirasikan keluhkesah mereka terhadap kehidupan kesenian maka dibentuklah Forum Kesenian Jember (FKJ). Forum Kesenian Jember (FKJ)merancang beberapa program kerja yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan Forum Kesenian Jember (FKJ). Namun, pemerintah kabupaten masa itu tidak merespon program kerja yang disusun oleh Forum Kesenian Jember (FKJ) sehingga belum samapai berjalan lama, Forum Kesenian Jember (FKJ) bubar. Kemudia di tahun 2006 terbentuklah Dewan Kesenian Jember (DKJ) yang tujuannya sama dengan Forum Kesenian Jember (FKJ) sehingga seringkali Forum Kesenian Jember (FKJ) disebut sebagai cikal bakal dari Dewan Kesenian Jember (DKJ). Dewan Kesenian Jember (DKJ) terbentuk karena mirisnya para seniman di Jember melihat kondisi kesenian yang berantakan kemudian muncullah ide untuk membentuk dewan kesenia di kabupaten Jember. Setelah diadakan pertemuan di aula Dinas Pendidikan kabupaten Jember untuk membentuk para pengurusnya maka dibuatlah Akta Notaris sebagai dasar organisasi. Agar Dewan Kesenian Jember (DKJ) dianggap legal keberadaannya, maka dikeluarkanlah Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2006. Adanya Peraturan Bupati tersebut menjadikan Dewan Kesenian Jember (DKJ) sebagai organisasi legal yang jelas visi dan misinya. Faktas tersebut menunjukkan kesesuaian dengan teori peranan bahwa Dewan Kesenian Jember (DKJ) memiliki norma berupa dasar hukum sebagai legalitas keberadaan mereka dalam masyarakat.Dewan Kesenian Jember melakukan beberapa usaha untuk menjalankan tugas sebagai pelestarian kesenian seperti pendataan kesenian tradisional pada periode tahun 2006-2010, mengajukan proposal pencairan dana hibah untuk menyelenggarakan kegiatan kesenian pada periode tahun 2011-2015. Pendataan kesenian berfungsi untuk mengetahui jumlah dan macammacam kesenia tradisional yang ada di kabupaten Jember. Pendataan tersebut guna untuk memberikan informasi kepada para seniman untuk memiliki Nomor Induk Kesenian. Dana hibah yang didapatkan oleh Dewan Kesenian Jember (DKJ) berguna untuk membantu dalam melaksanakan program Dewan Kesenian Jember (DKJ) serta dana hibah tersebut juga didapatkan oleh bebrapa kelompok seni tradisional yang dapat membantu mereka dalam berkesenian. Beberapa kegiatan Dewan Kesenian Jember (DKJ) seperti festival musik patrol, apresiasi tradisional, festival seni. Selain mengadakan kegiatan seni, Dewan Kesenian Jember (DKJ) juga mengapresiasi kegiatan seni dari para seniman tradisional dengan menghadiri kegiatan seni mereka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi kesenian tradisional di kabupaten Jember sebelum terbentuknya Forum Kesenian Jember (FKJ) kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dibuktikan dengan pendataan kesenian yang baru dilakukan pada tahun 2007 oleh Dinas Priwisata dan Kebudayaan kabupaten Jember. terbentuknya Forum Kesenian Jember (FKJ) meupakan cikal bakal lahirnya Dewan Kesenian Jember (DKJ) karena tujuan Forum Kesenian Jember (FKJ) juga memajukan kesenian serta kelestarian kesenian yang ada di kabupaten Jember. Dewan Kesenian Jember (DKJ) melaksanakan tugasnya melalui kegiatan kesenian maupun diskusi kesenian dengan para seniman. Dewan Kesenian Jember (DKJ) tidak dapat melaksankan tugasnya secara optimal karena para pengurus yang tidak dapat berkontribusi banyak serta kurangnya dana untuk mendukung pelaksanaan tugas dari Dewan Kesenian Jember (DKJ)

    Peranan Dewan Kesenian Jember (DKJ) Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional di Kabupaten Jember Tahun 2006-2015

    No full text
    Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi kesenian tradisional di kabupaten Jember sebelum terbentuknya Forum Kesenian Jember (FKJ) kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan pendataan kesenian yang baru dilakukan pada tahun 2007 oleh Dinas Priwisata dan Kebudayaan kabupaten Jember. Selain masalah pendataan juga dikarenakan tidak adanya bantuan dari pemerintah kepada para seniman sehingga para seniman hanya mengandalkan dana mandiri dan ada juga yang melalui arisan kesenian. Karena ingin memberikan wadah bagi para seniman untuk mengaspirasikan keluhkesah mereka terhadap kehidupan kesenian maka dibentuklah Forum Kesenian Jember (FKJ). Forum Kesenian Jember (FKJ)merancang beberapa program kerja yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan dalam menjalankan Forum Kesenian Jember (FKJ). Namun, pemerintah kabupaten masa itu tidak merespon program kerja yang disusun oleh Forum Kesenian Jember (FKJ) sehingga belum samapai berjalan lama, Forum Kesenian Jember (FKJ) bubar. Kemudia di tahun 2006 terbentuklah Dewan Kesenian Jember (DKJ) yang tujuannya sama dengan Forum Kesenian Jember (FKJ) sehingga seringkali Forum Kesenian Jember (FKJ) disebut sebagai cikal bakal dari Dewan Kesenian Jember (DKJ). Dewan Kesenian Jember (DKJ) terbentuk karena mirisnya para seniman di Jember melihat kondisi kesenian yang berantakan kemudian muncullah ide untuk membentuk dewan kesenia di kabupaten Jember. Setelah diadakan pertemuan di aula Dinas Pendidikan kabupaten Jember untuk membentuk para pengurusnya maka dibuatlah Akta Notaris sebagai dasar organisasi. Agar Dewan Kesenian Jember (DKJ) dianggap legal keberadaannya, maka dikeluarkanlah Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2006. Adanya Peraturan Bupati tersebut menjadikan Dewan Kesenian Jember (DKJ) sebagai organisasi legal yang jelas visi dan misinya. Faktas tersebut menunjukkan kesesuaian dengan teori peranan bahwa Dewan Kesenian Jember (DKJ) memiliki norma berupa dasar hukum sebagai legalitas keberadaan mereka dalam masyarakat.Dewan Kesenian Jember melakukan beberapa usaha untuk menjalankan tugas sebagai pelestarian kesenian seperti pendataan kesenian tradisional pada periode tahun 2006-2010, mengajukan proposal pencairan dana hibah untuk menyelenggarakan kegiatan kesenian pada periode tahun 2011-2015. Pendataan kesenian berfungsi untuk mengetahui jumlah dan macammacam kesenia tradisional yang ada di kabupaten Jember. Pendataan tersebut guna untuk memberikan informasi kepada para seniman untuk memiliki Nomor Induk Kesenian. Dana hibah yang didapatkan oleh Dewan Kesenian Jember (DKJ) berguna untuk membantu dalam melaksanakan program Dewan Kesenian Jember (DKJ) serta dana hibah tersebut juga didapatkan oleh bebrapa kelompok seni tradisional yang dapat membantu mereka dalam berkesenian. Beberapa kegiatan Dewan Kesenian Jember (DKJ) seperti festival musik patrol, apresiasi tradisional, festival seni. Selain mengadakan kegiatan seni, Dewan Kesenian Jember (DKJ) juga mengapresiasi kegiatan seni dari para seniman tradisional dengan menghadiri kegiatan seni mereka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi kesenian tradisional di kabupaten Jember sebelum terbentuknya Forum Kesenian Jember (FKJ) kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dibuktikan dengan pendataan kesenian yang baru dilakukan pada tahun 2007 oleh Dinas Priwisata dan Kebudayaan kabupaten Jember. terbentuknya Forum Kesenian Jember (FKJ) meupakan cikal bakal lahirnya Dewan Kesenian Jember (DKJ) karena tujuan Forum Kesenian Jember (FKJ) juga memajukan kesenian serta kelestarian kesenian yang ada di kabupaten Jember. Dewan Kesenian Jember (DKJ) melaksanakan tugasnya melalui kegiatan kesenian maupun diskusi kesenian dengan para seniman. Dewan Kesenian Jember (DKJ) tidak dapat melaksankan tugasnya secara optimal karena para pengurus yang tidak dapat berkontribusi banyak serta kurangnya dana untuk mendukung pelaksanaan tugas dari Dewan Kesenian Jember (DKJ)

    PENGARUH MODERASI TERHADAP LOKALITAS WARNA NOVEL KARYA PEREMPUAN PEMENANG UTAMA SAYEMBARA NOVEL DKJ

    Full text link
    Abstrak   Melalui artikel ini akan dikaji studi genre terhadap lima novel karya perempuan pemenang utama sayembara novel DKJ. Adapun lima novel tersebut: Saman karya Ayu Utami yang memenangkan sayembara di tahun 1998, kemudian Dewi Sartika dengan novelnya Dadaisme pemenang di periode 2003, di periode 2008 dimenangkan oleh Anidita Siswanto Thayf dan novel Tanah Tabu, sedangkan di periode 2010 ada Ramayda Akmal dan novel Jatisaba, serta di periode 2012 dimenangkan oleh Andina Dwifatma dengan judul novelnya Semusim, dan Semusim Lagi. Kelima novel yang menjadi barometer perkembangan kualitas karya sastra Indonesia tersebut akan diteliti genrenya berdasarkan unsur strukturalnya, mulai dari narasi, penokohan, setting, dan konografi. Pada dasarnya studi genre merupakan studi untuk mengkategorisasikan sebuah teks novel kedalam genre tertentu berdasarkan pola atau struktur dari novel tersebut. Sehingga genre tersebut bisa diterima oleh khalayak dan diidentifikasikan sesuai genre masing-masing novel. Alasan kenapa peneliti memilih novel pemenang utama sayembara novel DKJ yang dimenangi oleh perempuan untuk dijadikan objek penelitian? Karena pada hakikatnya, novel-novel pemenang utama sayembara novel DKJ memiliki pola-pola cerita khusus dan berbeda tiap periodenya. Perbedaan tersebut disebabkan kriteria penilaian pemenang yang berbeda tiap tahunnya dari dewan juri sayembara yang juga selalu berganti orang atau berbeda jajaran kepanitiannya.   Kata kunci: Studi Genre, Pengarang Perempuan, Pemenang Utama Sayembara Novel DKJ, Lokalitas Genre. &nbsp

    KESETARAAN GENDER DALAM NOVEL PEMENANG SAYEMBARA MENULIS NOVEL DKJ TAHUN 2003:Tinjauan Ginokritik

    Full text link
    Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana bentuk perwujudan kesetaraan gender yang terdapat dalam novel Dadaisme karya Dewi Sartika, Geni Jora karya Abidah El Khalieqy, dan Tabula Rasa karya Ratih Kumala? 2) Bagaimana corak feminisme menurut Dewi Sartika (Dadaisme), Abidah El Khalieqy (Geni Jora), dan Ratih Kumala (Tabula Rasa) dalam menggambarkan sosok tokoh perempuan dalam karyanya? Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk perwujudan kesetaraan gender yang terdapat dalam novel Dadaisme karya Dewi Sartika, Geni Jora karya Abidah El Khalieqy, dan Tabula Rasa karya Ratih Kumala 2) Mendeskripsikan dan menjelaskan corak feminisme menurut Dewi Sartika (Dadaisme), Abidah El Khalieqy (Geni Jora), dan Ratih Kumala (Tabula Rasa) dalam menggambarkan sosok tokoh perempuan dalam karyanya. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek material pada penelitian ini adalah tiga novel pemenang sayembara DKJ tahun 2003, yaitu Dadaisme karya Dewi Sartika, Geni Jora karya Abidah El Khalieqy, dan Tabula Rasa karya Ratih Kumala yang di dalamnya terkandung corak feminisme pengarang yang dimunculkan melalui tokoh perempuan dalam karyanya. Objek formal dalam penelitian ini berupa bentuk perwujudan kesetaraan gender dan corak feminisme yang terdapat dalam ketiga novel tersebut. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dadaisme karya Dewi Sartika, Geni Jora karya Abidah El Khalieqy, dan Tabula Rasa karya Ratih Kumala. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat dan dialog yang menunjukkan kesetaraan gender dan corak feminisme yang terdapat dalam ketiga novel tiga novel pemenang sayembara DKJ tahun 2003, yaitu Dadaisme karya Dewi Sartika, Geni Jora karya Abidah El Khalieqy, dan Tabula Rasa karya Ratih Kumala. Simpulan penelitian ini adalah 1) Kesetaraan gender pada ketiga novel pemenang sayembara DKJ tahun 2003 masih menunjukkan ketidakadilan gender dalam bentuk, marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja 2) Corak feminisme menurut ketiga pengarang pemenang sayembara menulis novel DKJ tahun 2003 ditunjukkan melalui penulisan perempuan dan tubuh perempuan, penulisan perempuan dan bahasa perempuan, penulisan perempuan dan psikologi perempuan, serta penulisan perempuan dan budaya perempuan

    Analisis Hasil Rekapitulasi Pilkada Daerah Khusus Jakarta (DKJ) 2024 Menggunakan Metode Support Vector Machine

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap hasil rekapitulasi Pilkada DKJ 2024 menggunakan metode Support Vector Machine (SVM). Data penelitian berjumlah 3.500 data yang diperoleh dari komentar Instagram menggunakan "Turbo IG Comment Export Tool", menghasilkan 3.100 data bersih setelah preprocessing yang meliputi cleaning, normalization, tokenizing, stopword removal, dan stemming. Hasil analisis menunjukkan distribusi sentimen sebesar 37,8% positif, 32,4% netral, dan 29,8% negatif. Model SVM mencapai akurasi 84% dengan performa seimbang: sentimen positif (presisi 0,92, recall 0,74, f1-score 0,82), negatif (presisi 0,86, recall 0,87, f1-score 0,87), dan netral (presisi 0,75, recall 0,90, f1-score 0,82). Analisis word frequency dan wordcloud mengungkapkan pola kata dominan yang mencerminkan respons publik terhadap hasil Pilkada, dengan kata-kata positif seperti "alhamdulillah" dan "selamat" kontras dengan kata-kata negatif seperti "kalah". Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang persepsi publik terhadap hasil Pilkada DKJ 2024 dan mendemonstrasikan efektivitas metode SVM dalam analisis sentimen politik

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore