1,720,971 research outputs found
Transformasi Digital Literasi Madrasah Melalui Smart Library MINSATA di MIN 1 Yogyakarta: Sebuah Studi Kasus
Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program smart library di MIN 1 Yogyakarta sebagai bentuk tranformasi digital literasi di sebuah madrasah.
Metode – Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Hal ini ditekankan guna mendeskripsikan suatu program SMART LIBRARY yang dilakukan oleh MIN 1 Yogyakarta. Objek utama dari penelitian ini adalah siswa dan pustakawan Ulil Albab MIN 1 Yogyakarta. Pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kegiatan smart library. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif. Hal tersebut bertujuan untuk menemukan dan membangun pemahaman terhadap alur kerja dan mendapatkan data secara akurat, tepat dan empirik.
Hasil – Program SMART LIBRARY adalah layanan digital literasi madrasah yang terdiri dari lima program unggulan, yaitu SUPERSTAR, Menikmati buku 1 JP, Angkong Buku, Raja dan Ratu Buku, serta Telusur Buku melalui aplikasi SMART LIBRARY MINSATA. Program ini memberikan bimbingan dan konsultasi untuk mewujudkan karya literasi guru dan siswa, serta membantu siswa untuk membaca dengan baik, memahami berbagai bentuk karya sastra, dan menggunakan waktu luang untuk membaca. Dampak positif dari penerapan program SMART LIBRARY terlihat dalam perkembangan prestasi siswa MIN 1 Yogyakarta
A PROSPEK PENGELOLAAN KEUANGAN BANK SYARIAH DI INDONESIA
At present, Islamic banking in Indonesia is growing up fastly and very fantastic with the unique financial management system. The global monetary crisis have brought it’s cleverness in the Islamic banking development besouse the world societies, the experts, and the prudence makers desire to apply shariah concept seriously. The Islamic financial institutions (including Islamic banking) appear as one of Shariah concept applications with no refusal. Even it’s excepted because of the real influence, so that Islamic banking is prospecting in the future. Its offers the real investment and benefit (revenue) by profit – lost sharing system. The interest-free concept in Islamic banking operation makes it different from conventional banking that based on interest-fee.
Besides, the application of Good Corporate Governance in Islamic banking is expected to be able to increase the precious for stakeholders. The GCG aplication is excpected to increase publics trust to Islamic banking financial management system, maintain the growth of Islamic financial industries and the stability of whole financial system, and bring the Islamic finance institutions into of playing field level that equal with other international finance institutions
Dakwah dan Politik
Da'wah is the source of the existence of the Islamic religion. Islam requires every muslim to perform Da'wah, i.e. persuade to the kindness and prevent harm. Dawah would be effective if done in the right way. Dawah told to kindess and prevent harm the absence of both them have the distinguish consequence. Prevent evil Da'wah is full of risks and challenges. Therefore, preventing harm is not enough with advice but must be done with power or politics.Da'wah is the source of the existence of the Islamic religion. Islam requires every muslim to perform Da'wah, i.e. persuade to the kindness and prevent harm. Dawah would be effective if done in the right way. Dawah told to kindess and prevent harm the absence of both them have the distinguish consequence. Prevent evil Da'wah is full of risks and challenges. Therefore, preventing harm is not enough with advice but must be done with power or politics
BISNIS HARAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP FISIK DAN PSIKIS MANUSIA
Abstract: One form of work someone does to produce a variety of products is business. For Muslims, business is always controlled by the law of halal and haram, both in the way of acquisition and utilization. Physically, a person’s malicious practices will result in enormous losses, he will experience various diseases that are difficult to cure or even no cure. This affects the depletion of the treasures it has collected in such haram ways. Psychically, the warning and punishment sanctions experienced by malbic businessmen are more dire. In addition to causing various traits and bad traits within himself and his family, he will also experience severe depression and shudder as a manifestation of the aridity of the soul due to his evil behavior in business
Nilai Dakwah Dalam Al-Quran
Islam is religion carry of salvation mission or dakwah for all over nature. For realization that mission, Allah SWT down the Holy Quran for mankind guidance. Yusuf Qordhowi, said in the Al-Quran have two base value dakwah there are correlation with divinity and with society. As for the first value is confession taha Allah SWT is the oneness of the God in the word and the second are: equality and brotherhood, justice and world peace. All of teaching are values of dakwah to be called of humand kind. Tauhid is primary for all of human action must be impacted for social kindness. Therefore, belief in the oneness of god/Allah SWT and deny of toghut will be inflicted for goodness of ummah and actualized Islam rahmatan lilalamin. This research use study text approach, and use library reseach aggregation with conten analysis methode
Makna toleransi dalam perspektif masyarakat Desa Dlingo Mojosongo Boyolali : studi living Qur’an
Penelitian skripsi ini membahas tentang makna toleransi yang dipraktekkan atau implementasikan dalam kehidupan masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali. Salah satu desa yang mendapatkan gelar atau julukan desa pluralisme di kabupaten Boyolali. Mereka berlandaskan kepada Al Qur’an dan hadits yang menganjurkan untuk bertoleransi, karena toleransi merupakan salah satu kunci untuk menjaga kesatuan khusunya desa Dlingo dan diharapkan sebagai akar persatuan NKRI dan kerukunan umat beragama. Toleransi yang diajarkan rosulullah yang dapat kita lihat dalam sejarah piagam Madinah, sangat indah dan penuh kedamaian.
Mojosongo Boyolali merupakan salah satu bentuk kecil dalam memperkuat toleransi dan menjaga keutuhan dan perdamaian NKRI. Menghormati dan menghargai merupakan cara mereka bertoleransi dalam pendapat bahkan dalam pengakuan aliran dan keagamaan mereka. Diam atau tidak peduli juga menjadi makna toleransi bagi mereka jika cara beribadah mereka tidak sesuai dengan keyakinan mereka karena setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dengan bermodalkan ayat terakhir dalam Q.S Al Kafirȗn melalui perantara guru mengaji atau tokoh agama sekitar mereka dapat memaknai toleransi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan guyub dan rukun.
Hal inilah yang perlu dikaji mengenai praktek toleransi dan implementasi atau praktek dari ajaran ayat-ayat toleransi yang menjadi semboyan kehidupan sehari-hari mereka.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali mempraktekkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari? (2) Apa makna praktek ajaran ayat-ayat toleransi dalam perspektif masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali?.
Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui praktek toleransi masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali dalam kehidupan sehari-hari. (2) Untuk mengetahui makna praktek ajaran ayat-ayat toleransi dalam perspektif masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali. Adapun metode penelitian ini adalah penelitian lapangan, yaitu tentang fenomena living qur’an. Penelitian ini kualitatif artinya suatu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang makna toleransi dalam perspektif masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa praktek toleransi masyarakat desa Dlingo Mojosongo Boyolali dimaknai dengan menghormati dan menghargai, hal ini karena dipengaruhi oleh faktor saling menjaga keutuhan dan keguyuban desa. Menghormati dan menghargai merupakan cara mereka bertoleransi dalam pendapat maupun pengakuan aliran dan keagamaan mereka. Diam atau tidak peduli juga menjadi makna toleransi bagi mereka jika cara beribadah mereka tiadak sesuai dengan keyakinan mereka karena setiap orang mempunyai cara tersendiri dalam mendekatkan diri kepada Allah, meskipun sebelumnya telah ada Mubalig yang memberikan nasehat dan tata cara dalam beribadah yang sesuai dengan syariat yang ditetapkan dalam Al Qur’an dan hadits, praktek toleransi dalam kehidupan sehari –hari juga dimaknai dengan rasa tidak peduli atau diam jika hal tersebut mengenai akidah dan kepercayaan seseorang.
Dalam mengamalkan ajaran ayat toleransi salah satunya adalah ayat terakhir dalam Q.S Al Kafirȗn melalui perantara guru mengaji atau tokoh agama sekitar mereka dapat memaknai toleransi dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari tanpa mencela satu sama lain. Dan hidup dibawah naungan guyub dan rukun serta damai bersama menjaga keutuhan desa Dlingo Mojosongo Boyolali dan NKRI
UPAYA PEMBIMBING ROHANI DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL BAGI PASIEN DI RUMAH SAKIT ISLAM SUNAN KUDUS
Bimbingan rohani pasien merupakan salah satu bagian dari kegiatan dakwah karena merujuk pada landasan dasar dakwah yaitu membimbing pasien. Bimbingan rohani pasien merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk menyelaraskan antara kesehatan jasmani dan rohani pasien. Berdasarkan banyak penelitian bahwa kesehatan rohani pasien justru sangat diutamakan karena besar pengaruhnya terhadap kesehatan jasmani pasien. Dengan adanya bimbingan rohani pasien di rumah sakit individu (pasien) dibantu, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah (meskipun dalam keadaan sedih atau menderita rasa sakit sekalipun). Salah satu rumah sakit penyelenggara bimbingan rohani pasien di kota Kudus adalah Rumah Sakit Islam “Sunan Kudus”.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya pembimbing rohani dalam meningkatkatkan kesehatan mental bagi pasien di RSI Sunan Kudus, yang kedua untuk mengetahui apa saja program-program yamg dilaksanakan oleh pembimbing rohani dalam meningkatkan kesehatan mental bagi pasien di RSI Sunan Kudus, serta yang ketiga adalah untuk mengetahui apa saja kendala-kendala yang dialami oleh pembimbing rohani dalam meningkatkatkan kesehatan mental pasien di RSI Sunan Kudus.
Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) upaya pembimbing rohani dalam meningkatkan kesehatan mental pasien adalah a) menyadarkan pasien yang pada hakikatnya manusia sebagai makhluk ciptaan Allah agar selalu bertawakal, bersyukur, sabar dan ikhlas menghadapi apapun cobaan dari Allah. b) memberikan bimbingan, nasihat, motivasi, sugesti positif agar semangat pasien untuk cepat sembuh semakin besar. c) memberikan bimbingan ibadah, doa, dan kalimat-kalimat thoyyibah. 2) program-program yang dilaksanakan petugas kerohanian RSI Sunan Kudus adalah a) lisan, yaitu melakukan bimbingan secara langsung dengan pasien. b) tulisan, yaitu memberikan buku bimbingan kerohanian kepada pasien, membuat tulisan-tulisan motivasi, dan membuat bulletin keagamaan setiap satu bulan sekali. 3) media elektronik, yaitu dengan memanfaatkan media berupa sound sistem untuk memutarkan lantunan ayat Al-Quran, lagu-lagu kasidah serta ceramah keagamaan. Sedangkan faktor penghambat berjalannya bimbingan rohani pasien di RSI Sunan Kudus adalah adanya pasien atau keluarganya yang tidak begitu baik untuk diajak berkomunikasi dengan petugas kerohanian. Sikap acuh kepada petugas kerohanian diakibatkan karena kadar kualitas keimanan setiap orang berbeda, maka terkadang ada yang tidak begitu memedulikan bimbingan atau ceramah yang diberikan oleh petugas kerohanian
Efektivitas Pemberdayaan Masyarakat Melalui Dana Desa di Kabupaten Lampung Barat
This research began with a community empowerment program launched through the Village Funds Budget. Community empowerment is the lowest priority in managing village funds after development and government. In fact, empowerment that currently does not reach 30% of the village funds budget can create a more independent community. However, until now the independence of the community has not been realized to its full potential. By using a socio-empirical research and program evaluation approach, it is expected that this research can obtain a real picture of the effectiveness of community empowerment through village funds in West Lampung. The community empowerment program launched by the government through the management of village funds in West Lampung is still not effective. This is caused by several factors, namely: the level of geographical difficulties of Pekon in the mountainous region, and the relatively low level of education of the community and Pekon apparatus. These causes make empowerment when viewed in terms of the programs offered are very good. However, the implementation is still not effective where the village funds management apparatus lacks the courage to develop the program on the grounds that there are no official technical guidelines from the regional government
Analisis Kesulitan Mengi’rob kalimat pada Kitab Silsilah Ta’lim Al-Lughah Al-Arabiyah Mahasiswi Mustawa Tsalis Ma’had Umar Bin Khottob
Dalam mempelajari bahasa arab, pemahaman mendalam terhadap kaidah-kaidah bahasa menjadi hal yang sangat penting, pemahaman tersebut salah satunya dapat dibuktikan dengan ketepatan dalam mengirob kalimat atau merubah akhir kalimat karena perbedaan amil-amil yang masuk baik secara lafadz atau dikira-kirakan. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwasanya banyak mahasiswi yang mengalami kesulitan dalam mengi’rob kalimat terutama kalimat yang panjang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran nahwu khususnya pada i’rob kalimat di mustawa tsalis ma’had putri umar bin khottob sidoarjo, beserta faktor-faktor penyebab kesulitan mahasiswi dalam mengi’rob kalimat dan solusi untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian lapangan (field reseach) dan teknik pengumpulan datanya yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu berdasarkan teori Miles dan Huberman yang meliputi: reduksi data, penyajian data, verifikasi dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini yaitu proses pembelajaran nahwu di mustawa tsalis ma’had umar bin khottob terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pendahuluan, tahap inti dan penutup. Pada tahap inti guru menyampaikan materi dengan metode ceramah, tanya jawab dan metode deduktif. Adapun khusus dalam mengi’rob dibahas secara lisan dan bersama-sama. Faktor -faktor penyebab mahasiswa merasa kesulitan dalam mengi’rob kalimat adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi sedikit membaca dan kurang serius dalam belajar, kurang berlatih dalam mengi’rob kalimat, tidak mengetahui kedudukan awal kalimat sehingga sulit melanjutkan dalam mengi’rob, tidak mempunyai pemahan yang mendalam terhadap tata bahasa arab dan belajarnya dengan sistem hafalan sehingga kurang faham dengan kedududukan i’rob dan urut-urutannya. Faktor eksternal meliputi lingkungan tempat tinggal, faktor sekolah yaitu kelengkapan perangkat pembelajaran dan waktu pembelajaran yang kurang efektif di siang hari. Adapun solusinya yaitu giat belajar, sering berlatih dalam mengi’rob baik secara lisan maupun tulisan, banyak membaca buku-buku yang berhubungan dengan tata bahasa arab serta i’rob, mencoba berlatih soal-soal baru. Selain itu juga bisa dengan dengan menerapkan ilmu nahwu dan shorof yang sudah dipelajari ketika membaca al qur’an, seperti menganalisis kedudukan i’rob mubtada’, khobar dan lain-lain dalam satu ayat atau lebih
Evaluation of surveillance of dengue fever cases in the public health centre of Putat Jaya based on attribute surveillance
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a public health problem in the village of Putat Jaya which is an endemic area. Surveilans activity in DHF control program is the most important activity in controlling and monitoring disease progression. The program is expected to achieve incidence rate 55/100.000 population. This study aimed to evaluate the implementation of case surveilans in health centre of putat jaya based on attribute surveillance. Attribute surveillance is an indicator that describes the characteristics of the surveillance system. This research was an evaluation research with descriptive study design. As informants were clinic staff who deal specifically with cases of dengue hemorrhagic fever and laboratory workers. The techniques of data collection by interviews and document study. The variables of this study were simplicity, flexibility, acceptability, sensitivity, positive predictive value, representativeness, timeliness, data quality and data stability. It could be seen from Incidence Rate in 2013 has reached 133/100.00 population. The activity of surveilance in the village of Putat Jaya reviewed from disease contol program management was not succeed into decrease incidence rate of DHF. Therefore, dengue control programs in health centers Putat Jaya need to do cross-sector cooperation and cross-program cooperation, strengthening the case reporting system by way increasing in the utilization of information and communication technology electromedia.Keywords: case surveillance, dengue hemorrhagic fever, evaluation, attribute surveillance, Putat Jaya</jats:p
- …
