69 research outputs found

    Metode Pemahaman Hadits Menurut Muhammad Al-Ghazali, Yusuf al-Qardhawi, dan Yoseph Schacht

    No full text
    To explain of what is meant by the method in understanding the Hadith, it is important to begin this study to find out the foremost terms of method, and “Hadith semantically. A method is defined as “a well-ordered procedure and profoundly thinking to achieve its purpose (in science and et cetera). A systemic working procedure to simplify the implementation of an activity to achieve something has been determined. Therefore, the method in understanding Hadith is the procedures applied in understanding the Hadith. Many figures or scholars sincerely conduct researches on all of the existing Hadiths, both those are found in the Hadith books and those are not. Among many figures and Hadith scholars, both from Islamic world and “experts”, who sincerely studied the Hadith are from Orientalist (Western) circles. In this short article the author took only three Hadith figures for further study regarding to their method in understanding the Prophet’s Hadith. The three figures are Muhammad al-Ghazali, Yusuf al-Qardhawi, and Joseph Schacht. Keywords: Understanding of Hadith, al-Ghazali, al-Qardhawi, Schacht Memperjelas apa yang dimaksud dengan metode pemahaman hadits, penting mengawali kajian ini mengetahui terlebih dahulu istilah metode, dan hadits secara semantik. Metode diartikan sebagai “cara yang teratur dan berpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya); cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai sesuatu yang ditentukan. Dengan demikian, metode pemahaman hadits adalah cara-cara yang diterapkan dalam memahami hadits. Banyak tokoh atau sarjana yang sungguh-sungguh melakukan penelitian terhadap seluruh hadits yang ada, baik yang terdapat dalam kitab-kitab hadits maupun yang tidak ada dalam kitab hadits. Di antara sekian banyak tokoh dan para sarjana hadits baik dari kalangan dunia Islam maupun “ahli” yang sungguh- sungguh mempelajari hadits dari kalangan orientalis (Barat). Dalam artikel singkat ini penulis hanya mengambil tiga tokoh hadits untuk dikaji lebih jauh terkait metode pemahaman mereka terhadap hadis Nabi. Ketiga tokoh tersebut adalah Muhammad al-Ghazali dan Yusuf al-Qardhawi, dan Joseph Schacht. Kata Kunci: Pemahaman Hadits, al-Ghazali, al-Qardhawi, Schacht

    Pengaruh Penyesuaian Diri Terhadap Tingkat Stres Pada Santri Baru Di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Parigi Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan HSS.

    No full text
    Muhammad Nurdin Yusuf, 1201451436: Pengaruh Penyesuaian Diri Terhadap Tingkat Stres Pada Santri Baru Di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Parigi Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan HSS, Skripsi, Banjarmasin, Jurusan Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin & Humaniora, 2016, Pembimbing: (1) Maimanah, M. Ag (2) Mubarak, MA. Kata kunci: Penyesuaian Diri, Stres, Santri Baru Di Pondok Pendidikan Islam Parigi Pesantren Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan HSS. Setiap orang memiliki cara penyesuaian diri sendiri, ada yang dengan cepat menyesuaikan diri dilingkungan baru dan ada juga yang lambat. Dan stres pada santri baru juga berbeda-beda, tapi stres pada pada santri ini banyak ditahap normal. Selain itu pola kehidupan di pondok pesantren yang serba disiplin serta jadwal kegiatan yang lumayan banyak, menuntut santri harus bisa menyesuaikan diri agar bisa bertahan di lingkungan tersebut. Sementara itu santri juga dituntut untuk hidup mandiri terpisah dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penyesuaian diri terhadap tingkat stres pada santri baru di Pondok Pesantren Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan HSS. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan skala penyesuaian diri dan skala stres. Subjek penelitian adalah santri baru yang mengikuti pembelajaran di Pondok Pesantren Pendidikan Islam Parigi Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan. Kelas satu Salafiah Wustha dan kelas dua Salafiah Wustha. Metodologi penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini ada 2 yakni penyesuaian diri (X) dan stres (Y). Alat pengumpulan data berupa skala model likert. Skala penyesuaian diri yang terdiri dari 53 item dan skala stres 45 item ini sudah di uji kevalidannya dan kereliabilitasannya, dengan nilai reliabel 0,765 untuk skala penyesuaian diri dan 0,831 untuk skala stres. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, dengan jumlah subjek sebanyak 47 orang santri. Analisis data menggunakan uji korelasi dengan bantuan program SPSS 22.0 for windows. Hasil data kuantitatif menunjukkan bahwa tingkat penyesuaian diri terhadap tingkat stres pada santri baru di pondok pesantren Pendidikan Islam Parigi Habirau Tengah dominan berada dalam kategori sedang yaitu dengan persentase yang berbeda 74,46% untuk persentase penyesuaian diri dan 65,95 untuk persentase stres. Berdasarkan hasil analisis uji korelasi dengan menggunakan teknik Pearson’s Product Moment didapat nilai r hitung sebesar 0,422 dengan p value 0,002. Sementara nilai r tabel pada taraf 5% dengan N 47 adalah sebesar 0,33. Karena nilai r hitung yang didapat (0,422) > nilai r tabel (sig. 5% ; N 47 = 0,33) (p value < 0,01), hal ini berarti menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penyesuaian diri terhadap tingkat stres pada santri baru di Pondok Pesantren Habirau Tengah Kecamatan Daha Selatan HS

    ABU HASAN KRUENG KALEE: THE CHARISMATIC ULAMA OF ACEH

    No full text
    Abu Hasan Krueng Kalee is one of Aceh's charismatic scholars who teaches religious knowledge and other sciences. Abu Hasan Krueng Kalee has an important role in the sustainability of education, politics, and religion in Aceh. The research location that the author examined was Siem Village, Darussalam Sub-District. In this study, the authors used historical research methods, namely investigations that apply scientific solutions to the historical perspective of a problem with the steps of data collection, source criticism, interpretation, and writing method. The author draws a number of conclusions concerning Teungku Hasan bin Teungku Muhammad Hanafiyyah bin Teungku Shaykh 'Abbas bin Teungku Muhammad Fadhil based on the findings of the investigation. Muhammad Hasan was given the first name when he was born on 13 Rajab 1303 H, which corresponds to 18 April 1886 AD, in Gampong Langgoe Meunasah Keutumbu Village, Sangeue, Pidie. Teungku Haji Muhammad Hanafiyah bin Teungku Sheikh Abbas, often known as Teungku Chik Krueng Kalee One or Teungku Haji Muda Krueng Kalee, is the father of Abu Hasan Krueng Kalee. Nya'Ti Hafsah bint Teungku Ismail, the mother of Abu Hasan Krueng Kalee, was of Arab ancestry and migrated through Pase. Teungku Syekh Abdul Wahab and Asiah, two brothers of Abu Hasan Krueng Kalee.. Abu Hasan Krueng Kalee's contributions to religion and the country have been made in the areas of politics, education, and religion. Additionally, works of Abu Hasan Krueng Kalee might be used to instruct students. The writings include “Risalah Latifah Fi Adabi’z_Zikry” as well as “Jawahiru’I-‘ulum Fi kasyfi’I-ma’lum, An’amatu’I-fa-idatu fi isti’mali qa’odati’r-rabitat, ­Siraju’s-Salikin’ala minhaju’I-‘abidin

    Transformational Leadership, Energizing Organizational Learning process, and Organizational Performance at Embroidery MSME in District Tasikmalaya

    No full text
    The article analyzed model of the impact of transformational leadership on the organizational learning process that energizes the organizational level, tested on 280 business owners and embroidery managers in Tasikmalaya. The researchers used quantitaive method. Questionnaires were sent to the owner and the manager of the Tasikmalaya Embroidery small-to medium-sized enterprises (MSME). The total 280 questionnaires were distributed with a return rate of 90%. There were 47 respondents with duplicate, incomplete, and invalid data because all answers were number 1, or respondents did not match the unit of analysis. The results showed that Transformational Leadership has an essential effect on the learning process in organizations in improving the performance of MSMEs. At the organizational level, the results of hierarchical linear modeling showed a positive relationship between transformational leadership and energizing organizational learning processes. At the organizational level, the regression analysis results showed that transformational leadership was positively related to an energizing organizational learning process, as measured by market-oriented criteria developed explicitly for the city and district of Tasikmalaya. Keywords: Transformational Leadership, Organizational Learning Process, Organizational Performanc

    ANALISIS BIAYA USAHATANI UBI KAYU DENGAN BIBIT GRAFTING

    No full text
    Penelitian dilakukan pada usahatani ubi kayu yang merupakan komoditas pertanian multiguna, baik sebagai bahan pangan, pakan, bahan bakar dan bahan baku berbagai produk industri. Pada sisi pendapatan petani ubi kayu pada umumnya cenderung belum memperoleh pendapatan yang layak sehingga perlu diteliti untuk membandingkan pola usahatani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya, penerimaan dan pendapatan; 2) R/C usahatani Ubi Kayu dengan bibit Grafting di Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Sampling responden dilakukan secara purposive pada seorang petani ubi kayu di Desa Cimerak Kecamatan Cimerak Kabupaten Pangandaran. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Biaya usahatani ubi kayu dengan bibit Grafting per hektar sebesar Rp51.645.367,38,-, dan penerimaan sebesar Rp75.000.000,00,- sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp23.354.632,63,-; 2) R/C yang diperoleh dari usahatani ubi kayu dengan bibit Grafting sebesar 1,41. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani ubi kayu dengan menggunakan bibit ubi kayu Grafting menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan

    DAMPAK PROGRAM GERAKAN PENERAPAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (GP-PTT) TERHADAP TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PTT PADA USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) (Studi Kasus diKelompok Tani Sangkan Hurip Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Tingkat Penerapan Teknologi PTT sebelum dan sesudah petani mengikuti program GP-PTT ; (2) Dampak Program GP-PTT Terhadap Tingkat Penerapan Teknologi PTT Pada Usahatani Jagung (Zea mays L.) Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus di Kelompok Tani Sangkan Hurip Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Analisis data untuk mengetahui penerapan teknologi PTT sebelum dan sesudah petani mengikuti Program GP-PTT dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan untuk mengetahui Dampak Program GP-PTTTerhadap Tingkat Penerapan Teknologi PTT pada Usahatani Jagung dianalisis menggunakan pendekatan statitiska non parametrik yaitu uji tanda (sign test).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Tingkat Penerapan Teknologi PTT sebelum petani mengikuti program GP-PTT sebanyak 17 orang (42,50) termasuk kategori sedang, sedangkan setelah petani mengikuti Program GP-PTT sebanyak 35 orang (87,50 % termasuk kategori tinggi;(2) Program GP-PTT mempunyai dampak positif yang nyata terhadap penerapan teknologi PTT pada usahatani jagung di Desa Tanjungsari Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis.Kata Kunci : Dampak, GPPT, PTT, Jagung, Rajades

    ANALISIS BIAYA, PENERIMAAN, PENDAPATAN, DAN R/C USAHATANI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) (Suatu Kasus di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1). Besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kacang tanah per hektar di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. 2). Besarnya R/C usahatani Kacang Tanah per hektar di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan mengambil kasus di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Penarikan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) sebanyak 10 persen dari jumlah petani kacang tanah sebanyak 351 orang, sehingga diperoleh sampel sebanyak 35 orang.Hasil dari penelitian ini menunjukkan :1) Besarnya biaya total yang dikeluarkan pada usahatani kacang tanah per hektar di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran sebesar Rp 11.359.126,- penerimaan sebesar Rp 20.000.000,- sehingga pendapatanya sebesar 8.640.874,- per hektar.2) R/C usahatani kacang tanah di Desa Cintakarya Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran sebesar 1,76 yang artinya setiap Rp 1,- biaya yang dikeluarkan pada usahatani kacang tanah tersebut akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 1,76,- sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 0,76 hal ini menunjukkan bahwa usahatani kacang tanah tersebut menguntungkan. Sehinga layak untuk diusahakanKata kunci : Usahatani, Kacang Tanah, R/

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) ( Studi Kasus Pada Petani Pepaya California di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis )

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan usahatani Pepaya California di Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, (2) Payback Period usahatani Pepaya California di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis, (3) Kendala yang dihadapi oleh petani pepaya california di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis. Penelitian ini berlangsung pada bulan April 2017 yang berlokasi di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus pada seorang petani pepaya di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis yang dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani Pepaya California di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis layak untuk diusahakan dengan nilai NPV Rp. 74.643.677 Net B/C dengan Discount Rate 9% adalah 1,74, Gross B/C dengan Discount Rate 9% adalah 1,30, IRR usahatani Pepaya California adalah 38,04%. Dengan melihat beberapa kriteria kelayakan menunjukan angka positif atau lebih dari nol dan IRR lebih besar dari bunga bank (9%) yang berlaku. Payback period yang diperoleh pada usahatani pepaya california di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis adalah 1 tahun 5 bulan 4 hari, kendala yang dihadapi petanipepaya california di Desa Cidolog Kecamatan Cidolog Kabupaten Ciamis adalah tingginya harga kebutuhan pokok pertanian, keterbatasan modal, kurang nya perhatian pemerintah daerah setempat terhadap usahatani pepaya california.Kata Kunci : Kelayakan Usaha, Usahatani, Pepaya California

    Building Character of Bugis Community in Bone From The Perspective of Quran and Local Wisdom

    No full text
    This study is motivated by two things, namely Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, and the population of Indonesia has a high cultural diversity. This qualitative research applies a content analysis and semantic approach to analyze the texts and documents. Conceptually, proper education can shape character through the inculcation of religious values and local wisdom. At the same time, wise expressions in the Bugis advice are analyzed with a content analysis approach. The results of the analysis show two main points. First, character building starts from the human side. The Qur'an shows that character building must start from the inner dimension of the human being. It is indicated by the word 'anfus' in the Quran. Second, the central values of Bugis' local wisdom align with the universal values of the Quran, namely coaching that touches the inner dimension in the form of ideas, beliefs, and awareness of the importance of these noble values in attitudes and behavior

    Karakteristik Fenotipik Akar Jagung manis (Zea mays Sacharata sturt. L) Akibat Aplikasi Kalium dan Cendawan Mikoriza Arbuskular

    No full text
    Dalam mengimbangi perkembangan industri yang memanfaatkan jagung manis sebagai bahan baku, maka meningkatkan dan menjaga kestabilan produksi mesti menjadi perhatian. Penggunaan kombinasi kalium dan cendawan mikoriza arbuskula dapat menjadi alternatif untuk uapaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenotipik akar jagung manis akibat penggunaan berbagai dosis kalium dan cendawan mikoriza arbuskula, serta untuk mengetahui interaksi antara keduanya. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu aplikasi kalium (K) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 (kontrol), K1 (0.50g/polybag), K2 (0.75g/polybag) dan K3 (1.0g/polybag). Faktor kedua yaitu aplikasi cendawan mikoriza arbuskula (M) yang terdiri dari M0 (kontrol), M1 (10g/polybag),M2 (20g/polybag), dan M3 (30g/polybag). Parameter yang diamati meliputi panjang akar, berat basah akar, berat kering akar dan derajat infeksi cendawan mikoriza pada akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalium dan cendawan mikoriza arbuskula memperlihatkan interaksi nyata terhadap derajat infeksi akar, tetapi pada panjang, berat basah dan berat kering akar tidak menujukkan interaksi antara kedua perlakukan. Pada perlakuan tunggal terlihat bahwa penggunaan kalium berpengaruh nyata pada berat basah akar dan cendawan mikoriza arbuskula berpengaruh nyata terhadap parameter panjang dan berat basah akar
    corecore