Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH
Not a member yet
1079 research outputs found
Sort by
ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays)” “(Studi Kasus pada Kelompok Tani Sedasari di Desa Kadupandak Kecamatan Tambakasari Kabupaten Ciamis)”
“SUSI SULASTRI. 2024. Analisis Efisiensi Saluran Pemasaran Jagung Hibrida (Zea mays) (Studi Kasus pada Kelompok Tani Sedasari di Desa Kadupandak Kecamatan Tambakasari Kabupaten Ciamis). Dibawah Bimbingan IWAN SETIAWAN dan RIAN KURNIA”.“Pasokan bahan baku pakan yang stabil, seperti jagung hibrida, diperlukan untuk industri peternakan yang sedang berkembang. Kelompok Tani Sedasari di Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis adalah salah satu kelompok yang bergantung pada jagung dalam jumlah yang cukup besar untuk mata pencaharian mereka. Para petani masih bergantung pada lembaga pemasaran karena mereka tidak memiliki informasi pasar yang cukup. Pertama, saluran pemasaran; kedua, biaya dan keuntungan; ketiga, margin; dan keempat, efisiensi pemasaran adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan studi kasus digunakan untuk merancang penelitian ini, yang bersifat kualitatif. Tiga belas lembaga pemasaran dipilih secara snowball sampling, dan data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan dua puluh tujuh petani dengan menggunakan sampel jenuh. Margin, biaya, keuntungan, efisiensi pemasaran, dan pangsa petani adalah ukuran yang digunakan untuk analisis data deskriptif. Saluran I: Petani - Pedagang Besar - Pedagang Pengecer - Konsumen Akhir diidentifikasi sebagai saluran pemasaran pertama, sedangkan saluran II: Petani - Pedagang Pengumpul - Konsumen Akhir diidentifikasi sebagai saluran kedua. Dibandingkan dengan saluran II yang memiliki biaya pemasaran Rp130,00/kg dan keuntungan Rp70,00/kg, saluran I memiliki biaya pemasaran Rp238,37/kg dan keuntungan Rp261,63/kg. Sedangkan persentase farmer's share pada saluran II sebesar 70% dan 89,36% pada saluran I. Nilai marjin pada saluran II sebesar Rp200/kg, sedangkan pada saluran I memiliki nilai marjin yang besar yaitu Rp500/kg. Dengan nilai 3,023% dan 5,072% masing-masing untuk saluran pemasaran I dan saluran II, maka dapat dikatakan bahwa saluran II merupakan saluran yang paling efisien”.Kata Kunci : Efisiensi, Farmer’s share, Jagung, Saluran Pemasaran.
ANALISIS PENDAPATANA USAHATANI JAGUNG ( Zea Mays L.) DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :1) Biaya yang dikeluarkan usahatani jagung untuk satu kali musim tanam. 2) Penerimaan dan Pendapatan yang diterima Usahatani Jagung untuk satu kali musim tanam. 3) kelayakan usahatni jagung untuk satu musim tanam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, dengan penarikan sampel secara sengaja atau teknik sampel purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) besarnya biaya usahatani jagung dalam satu kali musim tanam adalah Rp. 11.325.880,91 2). Besarnya pendapatan usahatani jagung adalah Rp.20.171.119,09 dan penerimaan usahatani jagung adalah Rp. 31.500.000 3). Nilai R/C Rasio 2,78 artinya usahatani jagung di Desa Sukamaju Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis layak untuk dijalankan.Disarankan usahatani jagung hendaknya melakukan pengklasifikasian biaya ke dalam komponen biaya tetap dan biaya variabel secara tepat. Dengan pengklasifikasikan biaya tersebut usahatani jagung dapat menyusun laporan
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI NANAS (Ananas comosus L.) POLA TANAM MONOKULTUR DI KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Industri tanaman hortikultura sangat penting bagi pertumbuhan pertanian di Indonesia, Komoditas hortikultura seperti nanas dapat dikembangkan untuk mendapatkan keuntungan finansial. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani nanas pola tanam monokultur di Kecamatan Pringgasela, 2) Kelayakan usahatani nanas pola tanam monokultur di Kecamatan Pringgasela. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan menggunakan teknik survey. Lokasi penelitian ini dilakukan di tiga desa yaitu Desa Jurit, Desa Pringgasela dan Desa Pengadangan Barat, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur dipilih secara purposive. Penentuan responden menggunakan quota sampling sebanyak 30 orang. Data dianalisis dengan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan R/C Ratio. Kesimpulan penelitiaan yaitu, rata-rata biaya produksi usahatani nanas pola tanam monokultur di Kecamatan Pringgasela sebesar Rp46.618.450/LLG/musim tanam atau Rp74.193.025/Ha/musim tanam, jumlah penerimaan Rp30.788.083/LLG/musim tanam atau Rp208.150.796/Ha/musim tanam, pendapatan yang diperoleh sebesar Rp84.169.633/LLG/musim tanam atau Rp133.957.771/Ha/musim tanam, Nilai R/C ratio 2,8, artinya usahatani nanas pola tanam monokultur di Kecamatan Pringgasela layak untuk diusahaka
EFEKTIVITAS PROGRAM KREDIT TAKSI ALAT MESIN PETANIAN DI INDONESIA
Program kredit taksi alsintan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi production loss melalui peningkatan akses petani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan). Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program tersebut menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan analisis Break Even Point (BEP) luas lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa program ini menghadapi beberapa tantangan utama. Pertama, ketidaksesuaian antara jenis alsintan yang dibiayai dengan skala usaha petani kecil yang mendominasi di Indonesia. Alat-alat besar seperti traktor roda 4 dan combine harvester memiliki BEP yang tinggi (9,48 Ha dan 11,28 Ha) serta Return on Investment (ROI) dan Gross Benefit-Cost Ratio (B/C) yang rendah, sehingga kurang cocok untuk petani dengan lahan sempit (<1 ha). Sebaliknya, alat-alat seperti handsprayer, pompa air, dan cultivator lebih sesuai karena memiliki BEP rendah serta ROI dan B/C yang lebih tinggi. Kedua, kurangnya pelatihan teknis menyebabkan penggunaan alsintan yang tidak optimal. Ketiga, prosedur birokrasi yang rumit membatasi akses petani kecil terhadap kredit. Akibatnya, program ini berisiko menciptakan vicious circle, di mana petani kesulitan mencapai titik impas dan membayar kredit. Untuk meningkatkan efektivitas program, diperlukan penyesuaian jenis alsintan yang dibiayai dengan luas lahan petani, peningkatan pelatihan teknis, penyederhanaan prosedur birokrasi, serta pengawasan yang lebih ketat untuk menghindari moral hazard dan penggunaan kredit yang tidak produktif.
Minat Beli Konsumen Terhadap Donat di Toko Yuna Bakery Kabupaten Kebumen Jawa Tengah
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana faktor-faktor seperti kualitas produk, harga, lokasi, dan promosi memengaruhi keinginan konsumen untuk membeli donat dari Yuna Bakery. Kualitas produk, harga, lokasi, dan promosi termasuk di antara variabel-variabel yang disertakan dalam penelitian ini karena dapat memengaruhi minat konsumen untuk melakukan pembelian. Analisis deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif adalah metodologi penelitian yang digunakan. Sebanyak 96 responden dipilih untuk sampel penelitian menggunakan metode pengambilan sampel acak dan non-probabilitas. Responden Yuna Bakery diberikan kuesioner, yang menghasilkan data primer. Analisis deskriptif, skala Likert, tabulasi silang, chi square, dan uji kualitas data termasuk di antara metode analisis yang digunakan untuk menjamin validitas dan realibilitas alat penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa minat konsumen Yuna Bakery untuk membeli donat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kualitas produk, harga, lokasi, dan promosi. Hasil ini memberikan informasi kepada Yuna Bakery tentang cara meningkatkan strategi pemasaran mereka untuk menarik lebih banyak pelanggan
Pengaruh waktu dan polinasi bunga pada tanaman melon di Desa Rejosari, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen
Melon merupakan salah satu komoditi hortikulura yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi dan menguntungkan untuk diusahakan sebagai sumber pendapatan petani. Salah satu teknik penting untuk meningkatkan produksi buah melon yaitu dengan polinasi buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu dan polinasi bunga pada tanaman melon (Cucumis Melo L.) di Desa Rejosari, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, serta mengetahui waktu dan polinasi bunga terbaik pada tanaman melon. Penelitian ini dilakukan menggunakan RAL 2 faktor yaitu waktu polinasi dan bunga, dengan melakukan uji lanjut menggunakan DMRT pada hasil yang berbeda nyata. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi perlakuan antara waktu polinasi dan bunga. Faktor perlakuan waktu polinasi berpengaruh nyata terhadap umur bakal buah, bobot perbuah, diameter buah, dan ketebalan daging buah. Sedangkan waktu polinasi berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang, umur panen, panjang buah, kemanisan buah, dan berat akar. Faktor perlakuan bunga berpengaruh sangat nyata terhadap umur bakal buah dan umur panen, sedangkan bunga berpengaruh nyata terhadap bobot perbuah, dan bunga berpengaruh tidak nyata terhadap diameter buah, panjang buah, ketebalan daging buah, kemanisan buah, dan berat akar
PROFITABILITAS AGROINDUSTRI PANGAN OLAHAN BERBASIS TALAS DI KABUPATEN CIAMIS
Talas merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam usaha agroindustri. Talas dapat dimanfaatkan menjadi berbagai olahan, baik itu produk antara, produk semi-akhir, maupun produk akhir. Keripik talas merupakan olahan talas yang banyak disukai masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Besarnya biaya, penerimaan, dan keuntungan yang diperoleh agroindustri keripik talas dalam satu bulan, 2)Besarnya profitabilitas yang diperoleh agroindustri keripik talas dalam satu bulan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus pada agroindustri keripik talas Ngiring Raos di Desa Rancah Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Biaya yang dikeluarkan agroindustri keripik talas Ngiring Raos yaitu sebesar Rp 25.550.801,- per bulan, penerimaan sebesar Rp 30.720.000,- per bulan, dan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp5.169.699,- per bulan, 2) Nilai profitabilitas yang diperoleh agroindustri keripik talas Ngiring Raos yaitu sebesar 16,827%, yang berarti bahwa setiap penjualan Rp. 100.000,- maka agroindustri keripik talas Ngiring Raos akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 16.827,-. Kata Kunci : Agroindustri, Keripik Talas, Profitabilita
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN DAN NILAI TAMBAH JAGUNG DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG
Studi ini bertujuan guna menganalisis nilai tambah jagung dan efektivitas pemasaran di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pendekatan survei digunakan untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang Barat yaitu daerah penghasil jagung, sehingga hal ini menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi penelitian. Analisis tujuan pertama menggunakan analisis struktur, perilaku dan kinerja (SCP). Hasil rasio konsentrasi (CR4) lembaga pemasaran jagung sebesar 88% atau lebih dari 80% dapat diartikan sebagai struktur pasar bertipe oligopsoni. Hambatan masuk dan keluar pasar yang diperoleh sebesar 12,3%, artinya hambatan masuk pasar dikatakan tinggi. Perilaku pasar dalam pemasaran jagung merupakan jenis pasar oligopsoni. Terdapat 3 saluran pemasaran dengan margin pemasaran I sebesar Rp. 787 atau 18,9% dan nilai RPM 1,6%, margin pemasaran II sebesar Rp. 1.709 atau 33,7% dan nilai RPM 10,0%, margin pemasaran III sebesar Rp. 4.717 atau 48,7% dan nilai RPM sebesar 30,4%. Analisis tujuan kedua diperoleh nilai efisiensi pemasaran I sebesar 8,4%, II sebesar 6,9% dan III sebesar 1,5%. Ini membuktikan jika saluran pemasaran III lebih efektif. Berdasarkan penelitian ketiga, peningkatan nilai margin sebesar Rp 4.740 dengan rasio 47,85%
PERAN KELOMPOK TANI DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PETANI (Suatu Kasus pada Kelompok Tani Dukusari di Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis)
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mempunyai pengaruh besar di Indonesia. Indonesia merupakan negara yang subur dan mempunyai lahan pertanian yang luas. Keberadaannya membuat negara ini lebih berpeluang mencari nafkah sebagai petani. Salah satu kelompok yang sangat diperhatikan pemerintah adalah kelompok tani. Kelompok tani dapat dikenal masyarakat melalui sosialisasi atau arahan pemerintah langsung di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kelompok tani membantu petani menjadi mandiri. Dalam penelitian ini, teknik deskriptif kualitatif digunakan. Survei dilakukan pada 109 anggota Kelompok Tani Dukusari di Desa Sirnabaya Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis, yang diambil sebagian dengan sampling acak simple sebanyak 32 orang. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok tani kategori sedang berperan dalam mewujudkan kemandirian petani
THE IMPACT OF MARKETING MIX ON FARMERS’ PURCHASING DECISIONS FOR POTATO SEEDS AT PD. NUGRAHA PUTRA
PD. Nugraha Putra has a high level of potato seed production; however, its sales volume has not yet matched its production output, thus creating a gap between production and sales. Thus, product, price, place, and promotion aspects are marketing mix factors that influence farmers' decisions. The purpose of this study was to examine the impact of these factors on potato purchasing decisions from PD. Nugraha Putra. The method used for the assessment was quantitative, using survey techniques. Primary data were obtained from 50 user surveys conducted by PD. Nugraha Putra using a convenience sampling methodology. The data were analyzed descriptively and then followed by linear regression using SPSS software. This study showed that two variables—product, price, location, and promotion—had a significant influence on respondents' purchasing decisions, both simultaneously and partially